cover
Contact Name
Addin Kurnia Putr
Contact Email
addinkurniaputri@gmail.com
Phone
+6285725117255
Journal Mail Official
addinkurniaputri@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami No. 36A, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Development and Social Change
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal ini memfokuskan pada hasil penelitian, review teori dan metodologi dan juga review buku dalam perspektif keilmuan sosiologi terutama terkait pokok persoalan pembangunan dan perubahan sosial dalam persepektif nasional maupun internasional, Masyarakat, Komunitas, Kelompok Sosial dan Hubungan antar Kelompok Sosial, Interaksi Sosial, Struktur Sosial, Lembaga Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Metode Penelitian Sosial, Sosiologi Keluarga, Sosiologi Politik, Sosiologi Pendidikan, Sosiologi Ekonomi, Sosiologi Hukum, Sosiologi Agama, Sosiologi Budaya, Sosiologi Perkotaan, Sosiologi Pedesaan, Sosiologi Masalah Sosial, Sosiologi Klinik.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA SEBAGAI DESTINASI DALAM PENERAPAN EKOWISATA KAWASAN WADUK GONDANG KARANGANYAR Hafiidz Raafii
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.56489

Abstract

Ekowisata merupakan wisata ramah lingkungan dan bertanggung jawab atas kelestarian alam. Waduk Gondang merupakan kawasan wisata baru dengan potensi kekayaan alam yang dapat dikembangkan menjadi ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pengembangan obyek dan daya tarik wisata Waduk Gondang sebagai penerapan ekowisata oleh pihak terkait. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi lalu dianalisis dengan model interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan upaya pengembangan yang dilakukan oleh pihak terkait antara lain : pemanfaatan potensi dan daya dukung alam kearah ekowisata, pembentukan kelompok sadar wisata Desa Gempolan (Pokdarwis), perencanaan pembangunan wisata air, perencanaan pembangunan sarana prasarana dan akomodasi pariwisata, melakukan promosi wisata beserta penyediaan paket wisata, serta melakukan berbagai upaya konservasi alam. Upaya pengembangan ekowisata di Kawasan Waduk Gondang belum dilakukan secara maksimal. Berbagai kendala dihadapi sehingga berakibat pada dampak yang dirasakan masyarakat dan pemerintah daerah belum signifikan.
MEMBANGUN NILAI-NILAI INTEGRITAS SERTA IDENTITAS NASIONAL DILIHAT DARI PERSPEKTIF PENDIDIKAN Ais Fadila
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.58186

Abstract

The qualities of uprightness and public character of Indonesia today are confronting not kidding difficulties from both outer and inward impacts, and these qualities tend to be disintegrated and corrupted. In a setting like this, the universe of training, including instructors plays an essential part in keeping up with and fostering the qualities of respectability and public character, since schooling has the capacity of enculturation and socialization of qualities to understudies so they can assemble themselves and along with their current circumstance fabricate society and country. Hence, it is important to foster another worldview of training that can keep up with these qualities to develop and grow appropriately, and corresponding to educators, it is important to have proficient instructors who have far reaching ability.Keywords: Value of Integrity, National Identity, Education AbstrakKualitas integritas dan karakter publik Indonesia saat ini tidak main-main menghadapi kesulitan baik dari dampak luar maupun dalam, dan kualitas-kualitas ini cenderung hancur dan rusak. Dalam suasana seperti ini, alam semesta pelatihan, termasuk instruktur memainkan peran penting dalam menjaga dan membina kualitas kehormatan dan karakter publik, karena sekolah memiliki kapasitas enkulturasi dan sosialisasi kualitas kepada siswa sehingga mereka dapat berkumpul sendiri dan bersama dengan keadaan mereka saat ini membentuk masyarakat dan negara. Oleh karena itu, penting untuk menumbuhkan pandangan dunia lain tentang pelatihan yang dapat mengikuti kualitas-kualitas tersebut untuk berkembang dan tumbuh dengan baik, dan sesuai dengan pendidik, penting untuk memiliki instruktur yang mahir yang memiliki kemampuan jangkauan jauh.Kata Kunci : Nilai Integritas, Identitas Nasional, Pendidikan
KETAHANAN SOSIAL EKONOMI INDUSTRI RUMAH TANGGA GETHUK TAKE SELAMA PANDEMI COVID-19 Mitchell Giovanni Irianto Putro; Mahendra Wijaya
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.55571

Abstract

Dengan adanya pandemi Covid-19 yang menyebar diseluruh dunia bahkan Indonesia. Hal tersebut dapat berdampak pada Industri Rumah Tangga Gethuk Take di Tawangmangu. Oleh karena itu Industri Rumah Tangga Gethuk Take didesak untuk dapat melakukan ketahanan sosial ekonomi agar terhindar dari kebangkrutan usaha dan pemutusan hubungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi produksi dan pemasarannya dalam ketahanan sosial ekonomi Industri Rumah Tangga Gethuk Take selama pandemi Covid-19. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial oleh Max Webber, Ketahanan Sosial, dan Ketahanan Ekonomi. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan ketahanan sosial Industri Rumah Tangga Gethuk Take berhubungan dalam tindakan sosial karena tindakan tersebut diarahkan pada calon pembeli, selain itu juga menggunakan tiga bagian dari sifat ketahanan sosial yaitu Resistence atau perlawanan, Recovery atau pemulihan, Creativity atau kreatifitas. Sedangkan dalam ketahanan ekonomi dibagi dua yaitu produksi dan pemasaran. Dalam melakukan proses ketahanan sosial ekonomi pemilik industri menyesuaikan dengan keadaan usaha tersebut.
HUBUNGAN ANTARA KEPENTINGAN EKONOMI DAN PARTISIPASI DALAM JUAL BELI ONLINE DENGAN KETAHANAN USAHA PEDAGANG PASAR TRADISIONAL (Studi pada Pedagang di Pasar Gede Kota Surakarta) Victory Monica Christy; Ratna Devi Sakuntalawati
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.54307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepentingan ekonomi dan partisipasi dalam jual beli online dengan ketahanan usaha pedagang di Pasar Gede Kota Surakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Tindakan Ekonomi dan Teori Partisipasi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan metode survei dengan jenis penelitian eksplanatori (explanatory research). Pengumpulan data menggunakan intrumen penelitian berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu pedagang buah di Pasar Gede sebanyak 127 orang, dengan sampel yang diambil sebanyak 96 orang. Analisis data menggunakan statistik korelasi yang terdiri dari korelasi product moment, korelasi parsial product moment dan korelasi ganda, yang dibantu dengan program Statistical Package for the Social Science for Windows versi 23.0.           Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa hubungan kepentingan ekonomi dengan ketahanan usaha tidak murni, tetapi harus melalui variabel partisipasi dalam jual beli online sebagai faktor uji variabel intervening. Akan tetapi di dalam populasi, kepentingan ekonomi, partisipasi dalam jual beli online, dan ketahanan usaha memiliki hubungan secara bersama-sama. Hasil ini menunjukkan bahwa penelitian ini sesuai dengan teori tindakan ekonomi menurut Richard Swedberg dan teori partisipasi menurut Taliziduhu Ndraha. Dapat disimpulkan bahwa ketahanan usaha dapat tercapai apabila terdapat kepentingan ekonomi dan partisipasi dalam jual beli online.
Pemenuhan Hak Warga Negara dalam Konflik Ruang di Perkotaan (Studi Kasus Masyarakat Kentingan Baru, Surakarta) Muhammad Aminullah Thohir
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.53496

Abstract

Masyarakat yang berada dalam lingkup negara memiliki berbagai hak untuk menjamin kualitas hidupnya agar sejahtera. Negara bertanggung jawab sepenuhnya untuk memberikan berbagai hak kepada warga negaranya. Namun, masih banyak warga negara yang tidak bisa mendapatkan haknya sebagai warga negara sepenuhnya. Di perkotaan, kaum miskin kota merupakan kelompok yang paling rentan untuk tidak mendapatkan hak – haknya sebagai warga negara. Masyarakat yang berada di pemukiman Kentingan Baru merupakan kaum miskin kota yang belum mendapatkan haknya sebagai warga negara karena hidup di tanah sengketa. Penelitian ini berfokusbagaimana pemenuhan hak-hak sebagai warganegara dari masyarakat Kentingan Baru yang mengalami konflik perebutan ruang untuk hidup di perkotaan dengan teori Kewarganegaraan Sosial T.H. Marshall dan Konflik Ruang Henry Levebre. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh melalui hasil wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini adalah (1) Konflik yang terjadi di Kentingan Baru adalah antara klas borjuis dengan lumpen proletariat dalam memperebutkan ruang di perkotaan. (2) Kemiskinan masyarakat Kentingan Baru merupakan faktor terpenting terjadinya konflik ruang di perkotaan. (3) Hak warga Kentingan Baru tidak sepenuhnya dipenuhi oleh Negara.
Peran Forum Pengurangan Resiko Bencana dalam Manajemen Bencana di Desa Sirnoboyo Kabupaten Pacitan Mohamad Devic Pratama; Trisni Utami
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.58313

Abstract

The role of the community to be independent in disaster situations is the main goal in disaster risk reduction. The existence of knowledge about disasters and the ability to save themselves makes people no longer dependent on groups engaged in disaster. In an effort to make the people of Sirnoboyo Village independent, the local village government in collaboration with local universities and BPBD formed a volunteer group for the Sirnoboyo Disaster Risk Reduction Forum (FPRB) to help create a disaster-resilient community. As a theoretical basis in this research, the theory of social capital is used which then includes three main concepts, namely networks, norms, and trust which then as a whole, the results of research related to the role of FPRB are seen with these three concepts. In this study, a qualitative descriptive method was used to answer the role of FPRB in disaster management and creating a disaster-resilient community. From this study it was found that in creating a disaster-resilient community, the FPRB carried out socialization, simulation, physical and non-physical mitigation efforts during pre-disaster. Then during the emergency response, the evacuation process and the construction of public kitchens became the main focus, and after the disaster, the FPRB assisted in the reconstruction of public facilities as well as the rehabilitation of the psychological condition of the community. FPRB also uses local wisdom such as the use of recitation culture, mutual cooperation, river festivals as a medium of socialization. Then also the use of traditional kentongan tools as a means of communication. From the efforts carried out by the Sirnoboyo FPRB, there are also supporting and inhibiting factors experienced by the Sirnoboyo FPRB both from the internal and external sides of the community itself.Keywords: Community, Disaster Management, Social Capital 
GAYA HIDUP MAHASISWA METROSEKSUAL SEBAGAI REPRESENTASI MASKULINITAS BARU (Studi Kasus pada Mahasiswa Metroseksual di Universitas Sebelas Maret) Clara Mega Utami; Argyo Demartoto
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.51698

Abstract

Abstrak: Gender merupakan sebuah atribut yang melekat pada laki – laki serta perempuan yang dapat dipertukarkan dan berasal dari konstruksi sosial budaya masyarakat terhadap femininitas dan maskulinitas individu. Berbicara mengenai maskulinitas, seiring perkembangan zaman konsep tersebut telah banyak mengalami perubahan, ditandai dengan munculnya istilah maskulinitas baru yang meresistensi nilai-nilai maskulinitas yang hegemonik. Perubahan tersebut mempengaruhi gaya hidup kaum laki – laki yang dikenal dengan istilah metroseksual. Sejak munculnya berbagai produk untuk mendukung penampilan, mereka berani untuk mengekspresikan diri melalui gaya hidup yang lebih modern meskipun hal tersebut diidentikan dengan perempuan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan gaya hidup mahasiswa metroseksual sebagai representasi dari maskulinitas baru di lingkungan Universitas Sebelas Maret. Teori dalam penelitian menggunakan Teori Konstruksi Sosial dari Peter L Berger dengan metode penelitian kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Validitas data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk gaya hidup mahasiswa metroseksual yang merepresentasikan konsep maskulinitas baru diantaranya adalah merawat diri, mengikuti trend dunia fashion, menjaga kesehatan tubuh, mengunjungi tempat hangout dan aktif di media sosial. Gaya hidup tersebut terbentuk melalui proses konstruksi yang dipengaruhi oleh faktor pendukung berupa lingkungan keluarga, pergaulan, pekerjaan serta media sosial. Selain itu ada pula faktor penghambat berupa konsistensi untuk merawat diri dan menjaga penampilan, ketidakcocokan terhadap suatu produk, masalah finansial serta mendapatkan perkataan toxic masculinity. Kata Kunci : Gaya Hidup, Mahasiswa Metroseksual, Representasi, Maskulintas Baru
PENDIDIKAN ANTI-RADIKALISME DI SEKOLAH: Studi Penyelenggaraan Pendidikan SMA Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Surakarta Alif Faishal Farras; Yuyun Sunesti
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.55066

Abstract

Radikalisme merupakan gerakan sosial yang memiliki pandangan untuk melakukan perubahan fundamental sebagai respon dari kejengkelan moral yang kuat dan mengharapkan perbaikan menuju arah yang lebih baik sesuai pandangan para pemikir radikal itu sendiri. Akhir-akhir ini paham radikalisme mulai menjalar hingga kalangan pelajar. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama sebagai dua organisasi terbesar di Indonesia memegang peranan penting dalam upaya pendidikan anti-radikalisme. Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta yang merupakan embrio dan markas dari berbagai macam ideologi di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus serta dianalisis menggunakan Teori Fungsionalisme Struktutal Talcott Parsons untuk menjelaskan proses AGIL dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan anti-radikalisme belum menjadi tujuan utama dari sistem pendidikan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Tetapi beberapa aspek dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar telah mengarahkan siswa pada sikap toleransi, keterbukaan dan kebermanfaatan yang bertolak belakang dengan sikap dan perilaku radikal.
KESADARAN BURUH PEREMPUAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA DALAM MEMPERJUANGKAN PEMENUHAN HAK MATERNITAS (Studi Kasus Buruh Perempuan Anggota FSBPI di Jakarta) Herlina Herlina; Aris Arif Mundayat
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.57394

Abstract

Pasal mengenai hak maternitas yang tercantum dalam undang – undang ketenagakerjaan tidak menjamin terpenuhinya hak maternitas buruh perempuan di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesadaran buruh perempuan sebagai anggota serikat pekerja dalam memperjuangkan hak maternitasnya dan peran serikat pekerja FSBPI dalam upaya meningkatkan kesadaran anggota buruh perempuannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam, studi pustaka, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori kesadaran Paulo Freire dan pembelajaran sosial Albert Bandura untuk menganalisis hasil temuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa serikat pekerja FSBPI telah berada dalam tahap kesadaran kritis. Hal ini dapat dilihat melalui metode dan strategi yang digunakan dalam bidang advokasi dan pendidikan. Namun pembelajaran sosial dan pendidikan hadap masalah dalam bidang advokasi dan pendidikan belum secara maksimal memunculkan kesadaran kritis buruh perempuan. Terdapat faktor eksternal yang mempengaruhi munculnya kesadaran kritis yakni self-efficacy pada diri buruh perempuan, yang menyebabkan buruh perempuan masih berada pada kesadaran naif. Faktor eksternal tersebut antara lain tingginya beban kerja dan intimidasi dari perusahaan, status kerja, serta kurangnya dukungan dari pemerintah.Kata Kunci: Buruh Perempuan, FSBPI, Hak Maternitas, Kesadaran Kritis, Self-efficacy
Kontrol Tubuh Perempuan Pada Praktik Sunat Perempuan (Studi Dengan Pendekatan Relasi Kuasa Di Desa Ngemplak, Karangpandan) Setyawidi Rahayu; Sri Hilmi Pujihartati
Journal of Development and Social Change Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 no. 1 April 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v5i1.58771

Abstract

Secara umum, sunat perempuan merupakan pemotongan atau penggoresan seluruh atau sebagian alat genital perempuan khususnya bagian klitoris Desa Ngemplak merupakan desa yang masih terdapat praktik sunat perempuan masih dilakukan hingga sekarang, dari hasil pra penelitian yang telah dilakukan diketahui 85% remaja di Desa Ngemplak pernah melakukan sunat perempuan rata-rata saat umur mereka kurang dari 10 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai eksistensi dan kontrol tubuh pada sunat perempuan di Desa Ngemplak Karangpandan.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kekuasaan Michel Foucault. Konsep kekuasaan ini juga ada pada praktik sunat perempuan, interaksi masyarakat yang menyebabkan lahirnya sunat perempuan. Dalam praktik sunat perempuan, perempuan menjadi tidak berdaya sebab perempuan tidak memiliki kuasa akan tubuhnya sendiri terutama pada fungsi reproduksi tubuhnya.Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Eksistensi sunat perempuan di Desa Ngemplak ada dari masa dahulu hingga sekarang. Dalam pelaksanaannya sunat perempuan pada masa lalu dilakukan pada umur di bawah 7 tahun sedangkan masa sekarang sunat perempuan masih dilakukan bahkan oleh tenaga medis dan dilakukan pada umur yang lebih belia seperti di bawah 6 bulan. 2) Sunat perempuan merupakan salah satu alat kontrol bagi tubuh perempuan dikarenakan anjuran mengenai sunat kebanyakan dilakukan oleh orangtua perempuan. Perempuan tidak diberi pilihan iya atau tidak nya dalam melakukan sunat karena dianggap pada umur di bawah 7 tahun, anak belum mengerti mengenai manfaat dan apa itu sunat perempuan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10