cover
Contact Name
muchamad arif budiyanto
Contact Email
arifbudiyanto.sipil@gmail.com
Phone
+628122522081
Journal Mail Official
arifbudiyanto.sipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan, Gambiran, Pandeyan Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55161 Telp : (0274) 372274
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Civil Engineering and Technology Journal
ISSN : 27984869     EISSN : 27984060     DOI : https://doi.org/10.47200/civetech.v3i1
CivETech: Civil Engineering and Technology Journal pertama kali diterbitkan pada Februari 2019 yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (FT UCY). CivETech diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Februari dan Agustus, diterbitkan secara online dan akses terbuka dengan Elektronik dengan P-ISSN 2798-4869 dan E-ISSN 2798-4060. CivETech berfokus pada bidang teknik sipil, termasuk rekayasa struktur dan bahan bangunan, manajemen dan teknologi konstruksi, mekanika tanah dan geoteknik, perencanaan pondasi, perencanaan dan manajemen transportasi, rekayasa dan pengembangan jalan raya, rekayasa teknik dan manajemen sumber daya air, manajemen pengelolaan air bersih dan limbah, dinamika pantai, teknologi gempa bumi dan tsunami.
Articles 42 Documents
STUDI EVALUASI PENGADAAN PENYEDIA JASA KONSTRUKSI DENGAN PROGRAM SPSE 4 (STUDI KASUS: EVALUASI RENOVASI SD SURYODININGRATAN I TAHUN 2017) Erlina Erlina
CivETech Vol 1 No 2 (2019): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.465 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v14i2.705

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi di era globalisasi menuntut adanya efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, seperti pada pengadaan jasa konstruksi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang didasarkan pada Peraturan Kepala LKPP Nomor 9 Tahun 2015 sekarang beralih ke Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) versi 4. Sehingga dari uraian tersebut, penulis mengambil langkah penelitian bagaimana sistem SPSE 4 ini bekerja dengan mengambil evaluasi pada pelelangan Renovasi SD Suryodiningratan I Tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi pelelangan dengan SPSE 4 yaitu: kelebihan dan kekurangan proses pelelangan menggunakan SPSE 4, dan alasan sehingga dinas atau instansi menggunakan sistem SPSE 4 ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu menggambarkan tentang penyelenggaraan lelang berdasarkan informasi, gejala, dan fakta yang terjadi di lapangan. Hasil akhir yang didapatkan dari penelitian ini adalah program SPSE 4 dari Pokja BLP dan Penyedia Jasa bekerja pada sistem yang sudah disediakan ploting/tempatnya secara otomatis sehingga dalam pembuatan dokumen penawaran sampai penunjukan penyedia jasa lebih mudah, cepat, transparan dan akuntabel.
ANALISIS KERUNTUHAN BENDUNGAN (DAM BREAK ANALYSIS) DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA (STUDI KASUS DI WADUK/ BENDUNGAN TEMPURAN) Muhamad Arifin; Muchamad Arif Budiyanto
CivETech Vol 3 No 1 (2021): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.836 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v3i1.707

Abstract

Bendungan Tempuran disamping bermanfaat untuk memenuhi berbagai kebutuhan bagi manusia, juga menyimpan potensi bahaya yang sangat besar bila tidak dikelola dengan baik, yaitu apabila bendungan tersebut runtuh dapat menyebabkan kerugian jiwa dan materi yang sangat besar, serta hancurnya infrastruktur yang ada di daerah hilirnya. Salah satu potensi bahaya yang dapat ditimbulkan adalah keruntuhan Bendungan. Keruntuhan dapat diakibatkan oleh bocoran yang membawa material bendungan secara berangsur-angsur yang disebut erosi buluh atau piping. Akibat keruntuhan tersebut, air yang tertampung di bendungan akan mengalir ke lembah sungai di hilir bendungan dengan debit yang sangat besar serta kecepatan aliran air banjir yang sangat tinggi. Untuk meminimalkan kerugian yang dapat ditimbulkan akibat keruntuhan bendungan, maka perlu dilakukan mitigasi bencana dalam rangka melakukan upaya tindakan preventif dengan cara melakukan simulasi pemodelan keruntuhan Bendungan. Analisis keruntuhan Bendungan Tempuran (dam break analysis) dilakukan dengan pemodelan menggunakan bantuan software Zhong Xing HY21 dengan skenario kondisi muka air waduk setinggi banjir desain, dimana inflow hidrograf sama dengan banjir rencana. Kondisi dalam analisis keruntuhan bendungan tersebut ditinjau dalam alternatif kondisi akibat piping atas pada elevasi ±123 m dengan inflow PMF (probably maximum flood). Kondisi ini diasumsikan merupakan kondisi yang paling optimal sebagai acuan untuk melakukan Tindakan rencana mitigasi bencana dalam upaya meminimalkan kerugian baik kerugian materiil maupun kerugian imateriil Dari hasil analisis pemodelan tersebut dengan scenario piping atas dan dari hasil analisis hidrologi dengan debit inflow PMF (Snyder) sebesar 137,257 m3/det diperoleh hasil dampak banjir yang ditimbulkan sepanjang 9,911 km kearah hilir melalui aliran Sungai Ngampel yang bermuara di Sungai Lusi. Area terdampak meliputi 15 Desa di dua Kecamatan sepanjang sungai tersebut yang berada di hilir dari Bendungan Tempuran. Waktu tiba banjir ke desa terdekat (Desa Tempuran) adalah 15 menit sedangkan waktu banjir sampai ke desa terjauh (Desa kamolan) adalah 6 jam.
KETERPADUAN PROGRAM KOTAKU DALAM PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH DI BANTARAN SUNGAI GAJAHWONG Nurokhman Nurokhman; Ade Kurniawan
CivETech Vol 1 No 2 (2019): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.794 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v14i2.709

Abstract

Kota Yogyakarta berkomitmen dalam penanganan kumuh perkotaan sesuai dengan Permen PUPR No 02/PRT/M/2016 Tentang Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh yang terdiri dari 7 aspek (kondisi bangunan, jalan, drainase, air minum, persampahan, dan proteksi kebakaran) ditambah 1 aspek ruang terbuka publik yang diatur dalam SE DCJK PUPR No 40/SE/DC/2016. Berdasarkan SK Walikota Yogyakarta No 216 Tahun 2016, Kawasan Warungboto RW007, RW008, dan RW009 merupakan kawasan kumuh dibantaran sungai dengan luas 2,5 Ha. Kondisi kekumuhan di lokasi tersebut pada akhir tahun 2018 sudah mempunyai skor kurang dari 19 yang berarti tidak kumuh. Namun dalam kenyataannya terdapat permasalahan air limbah khusunya permukiman yang berada di tepi bantaran sungai Gajahwong belum memenuhi syarat teknis yaitu umunya dari closed rumah langsung disalurkan ke sungai. Hal ini tentu menjadi permaslahan kesehatan lingkungan dan pencemaran sungai. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi indicator kumuh dan memberikan rekomendasi teknis dalam penataan lingkungan permukiman. Hasil penelitian menunjukan penanganan kumuh pada Tahun 2017-2018 dengan inetrvensi pekerjaan jalan, drainase dan IPAL Komunal berpengaruh signifikan pada skor kumuh sehingga kondisi akhir tahun 2018 di Warungboto sudah tidak kumuh. Warga terdampak proyek (WTP) langsung terdapat 24 warga yang berada disempadan sungai sejumalh 16 warga sudah melakukan pembongkaran swadaya sedangkan 8 warga bersedia dilakukan pembongkaran dengan dana bantuan program dengan alasan tanahnya sudah SHM. Terdapat 2 kategori pembenahan rumah terdampak dengan konsep M2K (Mundur Mandep Kali) dan M3K (Mundur Munggah Madep kali), namun masih berada di area sempadan sungai karena menurut PERMENPUPR Nomor 28 Tahun 2015 batas sempadan sungai perkotaan yang belum bertanggul lebar minimal 10 m. Rekomendasinya perlu dibuat peraturan penjelas lebih lanjut dan dilakukan sosialisasi agar terdapat penyamaan persepsi terkait garis sempadan sungai perkotaan dan penataan permukiman yang diperbolehkan. Adanya kesepakatan warga terdampak program yang menyatakan siap untuk ditata perlu diakomodir.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SMK 3 DI PERUSAHAAN KONTRAKTOR DI YOGYAKARTA Rossy Armyn Machfudiyanto; Danang Priyo Utomo
CivETech Vol 1 No 2 (2019): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.256 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v14i2.710

Abstract

Peningkatan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia khususnya di kota Yogyakarta membuat banyak kontaktor saling bersaing dalam melaksanakan sebuah proyek. Mulai dari kecepatan, mutu, dan biaya mereka sangat bersaing dalam 3 hal tersebut. Namun sekarang masih banyak kontraktor yang mengesampingkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi faktor penerapan SMK3 pada proyek konstruksi dan mengetahui faktor yang dominan pada kelengkapan fasilitas pendukung keselamatan dan kesehatan kerja di proyek Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan cara observasi, metode ini lebih cenderung pada hasil yang deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Hasil penelitian adalah tingkat implementasi kebijakan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja ( SMK3 ) pada perusahaan kontraktor di Yogyakarta rata – rata 69,83% dimana kebijakan pada aspek manusia sebesar 64,78% yang diterapkan, pada aspek peralatan sebesar 72,95% yang diterapkan, pada aspek organisasi sebesar 67,78% yang diterapkan, pada aspek manajemen sebesar 69,42% yang diterapkan, pada aspek lingkungan sebesar 74,22% yang diterapkan.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT IJUK TERHADAP KEKUATAN MORTAR BETON PAVING BLOCK Erlina Erlina
CivETech Vol 2 No 1 (2020): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.387 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v15i1.712

Abstract

Pembuatan perkerasan jalan pada lingkungan perumahan dengan Paving Block salah satu cara konservasi air tanah dan pemanfaataan serat ijuk yangmerupakan upaya memberdayakan potensi lokal untuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan, kuat lentur, dan daya serap air pada Paving Block sebagai lapisan perkerasan dengan penggunaan Serat Ijuk sebagai bahan tambah. Dengan benda uji berupa Paving Block dan bahan tambah berupa Serat Ijuk. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bahan UCY, melalui beberapa proses pencampuran, pengadukan, penuangan, dan pemadatan, serta curing (Perawatan), lalu dilakukan pengujian mortar segar maupun mortar keras. Hasil penelitian yang dilakukan secara visual Pada Paving Block dengan penambahan serat ijuk terhadap semen berpengaruh pada kuat tekan yang berakibat mengalami kenaikan dan penurunan kuat tekan rata-rata untuk umur 7 hari PB1 = 0,99%, PB1,5 = 0,87%, PB2 = 0,87% terhadap paving block normal sebesar 0,98%. Untuk umur 28 hari PB1 = 1,41%, PB1,5 = 1,25%, PB2 = 1,25% terhadap paving block normal sebesar 1,40%. Sedangkan pada kuat lentur yang berakibat mengalami penurunan rata-rata terhadap kuat lentur untuk umur 7 hari PB1 = 0,54%, PB1,5 = 0,55%, PB2 = 0,50% terhadap paving block normal sebesar 0,60%. untuk umur 28 hari PB1 = 0,77%, PB1,5 = 0,79% PB2 = 0,72% terhadap paving block normal sebesar 0,86%. Sedangkan untuk penambahan serat ijuk terhadap paving block, mengalami penurunan pada daya serap air PB1 = 9,521 %, PB1,5 = 11,806 %, PB2 = 11,886 % terhadap paving block normal sebesar 7,629 %. Dari hasil penelitian secara umum dengan penambahan serat ijuk terhadap semen paving block tidak memenuhi syarat kekuatan baik kuat tekan, kuat lentur maupun untuk daya serap airnya. Dengan demikian dari hasil penelitian ini belum memberikan nilai yang bermanfaat secara ekonomis pada masyarakat luas.
ANALISIS PERSEPSI PEMILIK DAN KONTRAKTOR TERHADAP PEMBAGIAN RESIKO DALAM KONTRAK UNIT PRICE Indra Suharyanto
CivETech Vol 2 No 1 (2020): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.041 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v15i1.714

Abstract

Kontrak Unit price adalah salah satu jenis kontrak dengan harga tetap. Pemakaian Kontrak Unit price dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil cenderung banyak menimbulkan banyak resiko. Dari pemikiran tersebut, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi pemilik dan kontraktor terhadap pembagian resiko dalam Kontrak Unit price, yang mengacu pada sumber - sumber terjadinya resiko berdasarkan syarat – syarat kontrak. Sumber – sumber terjadinya resiko yang diteliti adalah Lingkungan dan Site Acces, Syarat – syarat Kontrak, Desain dan Perencanaan, Pekerjaan Konstruksi, Perusahaan, Finansial, Masalah Politik, Ekonomi, Sosial, Logistik dan Force Majeure. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan wawancara secara acak di lima Kabupaten / Kota Madya di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kuesioner yang berhasil dikumpulkan sebanyak 29 responden terdiri dari 13 responden pemilik yang diwakili oleh DPU dan 16 responden kontraktor. Persepsi mengenai pembagian resiko dapat dilihat dari nilai means kelompok responden dan untuk menarik kesimpulan dilakukan uji statistik Mann Withney dengan hipotesis terhadap perbedaan persepsi dalam pembagian resiko.
KAJIAN KAPASITAS SALURAN DAERAH IRIGASI BAING DI KABUPATEN SUMBA TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Muchamad Arif Budiyanto; Tornado M. Ratu Ropa
CivETech Vol 2 No 1 (2020): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.021 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v15i1.715

Abstract

Irigasi merupakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan air, antara lain untuk mengairi sawah, ladang, perkebunan, yang sebagai intinya adalah untuk keperluan pertanian dalam usaha tani. Daerah Irigasi Baing yang secara administratif berada di Desa Laipandak, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sumber air Daerah Irigasi ini berasal dari Sungai Baing dengan areal Potensial seluas 2.000,00Ha dengan 1.630,00Ha dan 302,00Ha untuk Saluran Sekunder Baing. Tujuan dari penelitian ini untuk meninjau kapasitas saluran jaringan irigasi agar kebutuhan air pada Daerah Irigasi Baing dapat terpenuhi. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah data Sekunder yang diperoleh dari Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II yaitu data topografi (2014), data Curah Hujan dan data Klimatologi 10 tahun terakhir dari Tahun 2009-2018 serta data Primer diperoleh dari hasil penelitian/survey langsung di lapangan. Metode pengolahan data dilakukan dengan metode Penman Modifikasi untuk menghitung Evapotranspirasi, kebutuhan air irigasi (NFR) dan rumus Strickler untuk debit saluran. Setelah dilakukan perhitungan maka didapat nilai Evapotranspirasi Potensial Metode Penman Modifikasi sebesar 3,115 mm/hari, kebutuhan air irigasi (NFR) sebesar 1,34 ltr/dtk/ha, maka untuk saluran sekuder (SSR.1) ruas B.BG.1-BG.2 dengan luas areal 1.630,00 Ha diperoleh nilai Q = 3,4 m3/dtk, A = 5,60 m², V = 0,60 m/dtk, I = 0,0018559, dan lebar dasar saluran (b) = 3,20 m, tinggi muka air (h) = 1,75 m, tinggi jagaan (w) = 0,25 m. Sedangkan untuk saluran sekuder (SSR.2) ruas B.BG.1-BLM.1 dengan luas areal 302,00 Ha diperoleh nilai Q = 0,62 m3/dtk, A = 1,24 m², V = 0,50 m/dtk, I = 0,0267291, dan lebar dasar saluran (b) = 1,65 m, tinggi muka air (h) = 0,75 m, tinggi jagaan (w) = 0,25 m.
FIBER GELAS EX LIMBAH PORSELEN SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA BETON NORMAL Nurokhman Nurokhman
CivETech Vol 2 No 1 (2020): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.645 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v15i1.716

Abstract

Pemanfaat limbah untuk bahan susun beton telah banyak dilakukan sebagai upaya pengembangan teknologi beton. Serat gelas (fiber gelas) asal limbah porselen sebagai agregat halus dalam beton diharapkan dapat meningkatkan kekuatan beton sekaligus turut berpartisipasi penanganan limbah. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan fiber gelas ex porselen terhadap mutu beton. Pasir dari Kali Gendol dan kerikil dari Clereng dengan ukuran maksimal 40 mm, faktor air semen 0,48 dan fiber gelas ex dengan proporsi 0%, 2,5%, 5%, dan 10% terhadap berat semen. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan dengan menggunakan cetakan silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, dan kuat lentur dengan cetakan balok dengan ukuran 15 x 15 x 60 cm, dan untuk serapan air menggunakan pecahan benda uji hasil pengujian kuat lentur. Pengujian dilakukan pada beton umur 14 dan 28 hari. Dari hasil penelitian diperoleh, bahwa dengan adanya penambahan fiber gelas ex porselen pada persentasi 2,5% terdapat kenaikan kuat tekan beton sebesar maksimal 15,25% terhadap beton normal. Hal ini menunjukan bahwa beton dengan bahan tambah fiber gelas ex porselen meningkatkan kuat lentur. Kadar 2,5% fiber gelas meningkat kuat lenturnya sebesar 121% terhadap beton pasir normal, sedangkan penambahan beikutnya ada kecenderungan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan penambahan fibreglass 2,5% memberikan pengikatan tarik pada pasta semen sehingga menambah ikatan tarik yang berpengaruh pada kuat lentur dan daktilitas. Untuk hasil pengujian kuat lentur beton Penambahan fibre glaa ex porselen terjadi penurunan nilai serapan air dari 13,4% menjadi 11,4%. Trendline penurunan daya serap air ini berbanding terbalik dengan kekuatan tekan maupun lentur. Adanya pengaruh yang cukup signifikan antara kuat tekan, kuat lentur dan daya serap air beton dengan penambahan fiber gelas ex porselen. Penambahan pada kadar fiber glass sebesar 2,5% meningkatkan kekuatan beton.
PENGGUNAAN PROGRAM KOMPUTER PADA GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN PAKET PROGRAM SANSPRO V 4,7 Singgih Subagyo
CivETech Vol 2 No 1 (2020): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.425 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v15i1.717

Abstract

Berada di daerah gempa yang aktif, semua bangunan di Indonesia harus direncanakan mengikuti persyaratan yang ketat dari peraturan bangunan sehingga mampu menahan beban gempa yang direncanakan, khususnya dengan menggunakan peraturan bangunan dan peraturan gempa yang baru. SANSPRO, suatu program terpadu untuk Pemodelan, Analisis, Desain, Penggambaran, dan Perhitungan Biaya Struktur, dapat menjadi suatu alat bantu yang sangat berguna untuk meningkatkan mutu desain di Indonesia. Program ini dapat digunakan sebagai alat bantu belajar, dan juga sebagai alat desain sehari-hari. Perencanaan struktur dengan konsep kapasitas menuntut proses yang cukup rumit dibandingkan dengan perencanaan tanpa konsep kapasitas. Penelitian ini ingin memeriksa perilaku struktur rangka beton bertulang yang direncanakan tanpa konsep kapasitas (cara biasa) serta membandingkan kemampuan struktur tersebut dengan struktur yang direncanakan dengan konsep kapasitas. Model bangunan yang dipakai adalah struktur rangka beton bertulang bertingkat 6 yang terletak di wilyah gempa 2 Indonesia, memiliki bentuk dan ukuran denah yang sama. Struktur tersebut dibebani dengan gempa El Centro 1940 M-Sedang. Akibat gempa El Centro 1940N-S, hampir semua model struktur masih bersifat elastis. Hal ini terjadi karena gempaEl Centro 1940N-S termasuk gempa kecil sampai sedang di wilayah gempa 2 Indonesia. Dari pembebanan gempa 200 tahun tertihat bahwa model struktur yang direncanakan dengan Cara Kapasitas memberikan hasil yang memuaskan. Mekanisme terjadinya sendi plastis sesuai dengan yang diinginkan. Daktilitas balok maupun kolom yang tersedia cukup untuk memencarkan energi gempa.
VALIDASI KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON NORMAL TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON DENGAN PENAMBAHAN SERBUK KAYU JATI DAN SERBUK KAYU KELAPA Erlina Erlina
CivETech Vol 2 No 2 (2020): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.594 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v15i2.718

Abstract

Pembangunan yang berwawasan lingkungan merupakan wacana baru yang harus dikembangkan baik dalam penyelenggaraan maupun pengelolaannya. Pengembangan bahan bangunan dari limbah selain dapat menunjang kebutuhan pembangunan juga dapat memecahkan masalah lingkungan yang selanjutnya produk ini dapat dikategorikan sebagai bahan bangunan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah serbuk kayu jati dan serbuk kayu kelapa terhadap kuat tekan beton dan kuat lentur beton. Penelitian dilakukan dengan membuat benda uji berupa silinder beton untuk uji kuat tekan dan balok beton untuk uji kuat lentur dengan variasi penambahan serbuk kayu mulai dari 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Untuk persiapan dan pembuatan benda uji dilakukan di Laboratorium Bahan FT UCY, pengujian kuat tekan dilakukan di Laboratorium Bahan FT Universitas Atma Jaya Yogyakarta sedangkan pengujian kuat lenturnya dilakukan di Laboratorium Bahan FT UCY. Pembuatan benda uji dengan menggunakan metode campuran beton pada ”Road Note No. 4”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir mempunyai modulus halus butir 2,835, berat jenis (SSD) sebesar 2,642, kadar serapan air sebesar 4,95% dan kandungan lumpur sebesar 2,95%. Agregat kasar mempunyai modulus halus butiran 7,02, berat jenis (SSD) 2,623 dan serapan air sebesar 2,674%. Kayu jati mempunyai berat jenis sebesar 0,67 dan kayu kelapa mempunyai berat jenis sebesar 0,71. Beton dengan penambahan serbuk kayu jati mempunyai serapan air yang lebih besar dibandingkan dengan beton dengan penambahan serbuk kayu kelapa dimana serapan air pada beton dengan penambahan serbuk kayu jati berkisar antara 12,45-41,65% dan pada penambahan serbuk kayu kelapa sebesar 9,41-36,28%. Beton dengan penambahan serbuk kayu jati mempunyai berat jenis, kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat lentur yang lebih kecil dibandingkan dengan beton dengan penambahan serbuk kayu kelapa. Berat jenis beton dengan penambahan serbuk kayu jati 25-100% berkisar antara 1837,092-1225,839 kg/m3 dan pada kayu kelapa antara 2047,439-1237,370 kg/m3. Kuat tekan beton dengan penambahan serbuk kayu jati 25-100% berkisar antara 8,479-0,110 MPa dan pada kayu kelapa antara 13,670-0,145 MPa. Kuat lentur beton dengan penambahan serbuk kayu jati 25-100% berkisar antara 1,797-0,470 MPa dan pada kayu kelapa antara 1,948-0,489 MPaPergerakan yang berasal dari Perumnas Condongcatur Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dipengaruhi oleh Ukuran Rumah Tangga, Pemilkan Kendaraan, dan Pendapatan.