cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,197 Documents
KAJIAN DISTRIBUSI KONSENTRASI FOSFAT PADA SEDIMEN SUNGAI BRANTAS HULU DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK DGT (Diffusive Gradient in Thin Film) Frida Kunti Setiowati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract- The role of phosphate compounds as limiting nutrients for algae growth in aquatic systems contribute to the occurrence of eutrophication in water bodies. Determination of phosphate was performed by in situ sampling methods technique called DGT (Diffusive Gradient in Thin Films). Prob DGT consists of 3 layers as binding gel, diffusive gel, and membrane filters. With the DGT method, phosphate from sediment pore water will through the diffusive gel and accumulate on the binding layer containing La(OH)3. Samples of sediments taking using sediment cores. Samples taken on 2 (two) locations each 3 points of sampling. Measurement of pH, temperature, and conductivity of water sampling conducted at the site.  Profile presence of phosphate is also linked to the presence of nitrate, manganese and iron in the sediments. Analysis of phosphate, nitrate, manganese and iron made by spectrophotometric method. As a results, at location I, the range of phosphate concentration at point A, B and C are consecutive from 0.0630 to 0.1598 ppm, 0.1306 to 0.2185 ppm and 0.1568 to 0.2082 ppm. Phosphate concentration was increased with increasing depth of sediment, while at location II, the phosphate concentration range at point A, B and C are consecutive 0.1204 to 0.2470 ppm, 0.1479 to 0.3466 ppm and 0.1806 to 0.2603 ppm. From this research we canconclude that the sediments of Brantas River downstream has an important role in the phosphate cycle in which these sediments act as a sink and source of phosphate in the waters. Keywords : DGT technique, sediment, phosphate
PENGEMBANGAN MODEL PENGAWET ALAMI DARI EKSTRAK LENGKUAS (Languas galanga), KUNYIT (Curcuma domestica) DAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI PENGGANTI FORMALIN PADA DAGING SEGAR (The Nature Preservative From Extract Of Languas galanga, Curcuma domestic Eni Purwani; Estu Retnaningtyas; Dyah Widowati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa rempah-rempah dan bumbu asli Indonesia ternyata banyak mengandung zat aktif anti mikrobia yang berpotensi untuk dijadikan sebagai pengawet alami. Rempah-rempah tersebut diantaranya adalah lengkuas, kunyit dan jahe. Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah 1) Isolasi mikrobia daging (segar dan busuk), menentukan jumlah dan jenis isolat mikrobia 2) mengidentifikasi spesies dari isolat yang ditemukan 3) menganalisis konsentrasi ekstraks pengawet yang optimal berdasarkan besar daya hambat isolat yang ditemukan 4) menganalisis jenis pengawet yang optimal berdasarkan besar daya hambat. Desain penelitian ini adalah eksperimental murni dengan total perlakuan 4 x 5 perlakuan. Hasil yang diperoleh, total jumlah isolat mikrobia ditemukan sejumlah 80 koloni.  Hasil identifikasi spesies dari 80 isolat diperoleh jenis mikrobia perusak dan patogen sejumlah 7 spesies yaitu Bacillus licheniformis, Bacillus alvei, Klebsiella pneumonia, Acinetobacter calcoaceticus, Enterobacter aerogenes, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus cereus. Jenis pengawet yang optimal berdasarkan daya hambat mikrobia pada daging adalah ekstrak jahe (P<0.01).  Konsentrasi optimal pada daya hambat mikrobia pada daging adalah 35% untuk kunyit dan jahe dan 80% untuk laos. Kesimpulan dari penelitian ini, jenis pengawet yang optimal adalah jahe, sedangkan konsentrasi optimal pada daging adalah 35% untuk kunyit dan jahe dan 80% untuk laos. Saran dari Penelitian ini adalah konsentrasi 35% untuk semua jenis pengawet sudah menunjukkan adanya daya hambat meskipun masih kecil, sehingga untuk pengembangan penelitian bisa ditambahkan garam 5% untuk menguatkan besar daya hambat.   Kata kunci: antimikrobia,  daging, lengkuas, kunyit, jahe
Kajian Daya Antibakteri Beberapa Spesies Kapang Endofit yang Diisolasi dari Tanaman Ginseng Jawa (Talinum paniculatum (Jag.) Gaertn) Utami Sri Hastuti; Indriana Rahmawati; Putri Moortiyani Al Asna
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa spesies kapang endofit dapat memproduksi senyawa-senyawa bioaktif yang bersifat antimikroba, sehingga mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku obat. Melalui penelitian ini dilakukan pengujian daya antibakteri metabolit dari 7 spesies kapang endofit yang telah terisolasi dari daun dan ranting tanaman ginseng Jawa (Talinum paniculatum (Jag.) Gaertn). Tujuan penelitian ini ialah untuk : 1) menguji daya antibakteri metabolit kapang Colletotrichum acutatum, Colletotrichum coccodes,  Colletotrichum gloeosporioides, Xylohypha sp., Fusarium semitectum, Fusarium lateritium, Aspergillus candidus terhadap bakeri uji E. coli dan B. subtilis; 2) menentukan metabolit kapang endofit yang mempunyai daya antibakteri tertinggi terhadap E. coli; 3) menentukan metabolit kapang endofit yang mempunyai daya antibakteri tertinggi terhadap B. subtilis. Isolat masing-masing spesies kapang diinokulasikan ke dalam medium Potato Dextrose Broth (PDB) dan dikocok dengan shaker dengan kecepatan 120 rpm dalam waktu 7x24 jam, lalu disentrifugasi dengan kecepatan 300 rpm. Supernatan masing-masing spesies kapang diuji daya antibakterinya terhadap E. coli dan B. subtilis dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian membuktikan bahwa : 1) metabolit masing-masing spesies kapang mempunyai daya antibakteri baik terhadap E. coli maupun B. subtilis; 2) metabolit kapang Aspergillus candidus mempunyai daya antibakteri tertinggi terhadap E. coli; 3) metabolit kapang Aspergillus candidus mempunyai daya antibakteri tertinggi terhadap B. subtilis.Keywords: daya antibakteri, kapang endofit, ginseng jawa, E. coli, B. subtilis
Pengembangan Modul Berbasis Potensi Lokal pada Materi Ekosistem sebagai Bahan Ajar di SMA N 1 Tanjungsari, Gunungkidul Dytta Lyawati Prabowo; Nurmiyati Nurmiyati; Maridi Maridi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research were: 1) To develop local potential-based module, 2) To determine the feasibility of the local potential-based module on ecosystem subject matter. This research was research and development (RnD. The population of this study was the whole grade X class of SMA N 1 Tanjungsari academic year 2015/2016. Samples were taken by using cluster sampling technique. Samples were determined by balance test. The research procedure refers to modified Borg & Gall 7 stages technique: 1) research and information collecting; 2) planning; 3) develop preliminary form of product; 4) preliminary field testing; 5) main product revision; 6) main field testing; and 7) operational product revision. The results showed that 1) local potential-based module has been developed according to Borg & Gall procedures arranged by involving several local potential in the area Gunungkidul and research results from local phenomena, 2) the feasibility of potential-based module qualified as "very decent" by the subject matter experts,  the module development and grammar expert, the design expert, the cognitive test development experts, the students and practitioners (teachers). The conclusion of this research is local potential-based module feasible for use as teaching on ecosystem subject matter of SMA N 1 Tanjungsari, Gunungkidul.Keywords         : Local Potential-based Module.
INFILTRASI DAN LIMPASAN PERMUKAAN PADA POLA TANAM AGROFORESTRI DAN MONOKULTUR : STUDI DI DESA JERU KABUPATEN MALANG Agung Sri Darmayanti; Solikin Solikin
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 3 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The  research  aims to determine  rate of water  infiltration and   soil run off  on agroforestry,  parennial  and annual  monoculture  cropping systems was conducted at  Jeru village Malang Refency. The water  infiltration rate was measured  by infiltrometer  and the soil  run off  was measured  simple ranfall simulator to make run off  on the soil.  The run off water and  soil  flowing  was   sheltered  into  a  glass   and   then weighing the dry mass of the soil.  Parameters observed  were plant species, trees architectures model, the amount of litter in the land. The results   showed  that  the  highest  water  infiltration rate  and  the lowest  soil run off  was  on multiculture agroforestry each 63,5 cm.h-1 and 0,3 g.lt-1  whereas  the  lowest  water infiltration  and  the highest  soil run off  was on  perennial  trees monoculture  cropping  system  each 30  h-1 and  2,9 g.lt-1 . The multiculture agroforestry  was  dominated by ‘waru  gunung’ (Hibiscus macrophyllus), ‘mindi’ (Melia azedarach), ‘mahoni’ (Sweitenia macrophylla), bamboes and cassava (Manihot esculenta)  that have different  tree architecture  models.  The diversity of  the tree species also  caused   varying litters  produced.  Key Word : infiltration, run off, architecture, litter
Dampak Inkuiri Berjenjang terhadap Dimensi Literasi Sains Calon Guru Biologi Riezky Maya Probosari; Sajidan Sajidan; Suranto Suranto; Baskoro Adi Prayitno
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examined how students’ scientific literacy changed over as they participated in hierarchy of inquiry learning. The hierarchy of inquiry  is a comprehensive approach in which students  working for an extended period of time that integrated several ways of inquiry systematically to investigate and respond to a complex question, problem, or challenge.  This  action research was  conducted in Biology Teacher Education Program Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret University.  The students, who were at the 4rd semester and who studied the class of Plant Embriology, were purposely selected.   The data were collected from interviews with researchers, classroom observations, and collection of student portfolios. Student learning gains were measured using  academic writing assessment. which measured students’ ability in nominal literacy,  functional literacy,  conceptual literacy, and  multi-dimensional literacy.  The results showed that the scientific literacy  level increased on the last inquiry activities. It was suggested that hierarchy of inquiry could have a positive impact on students’ scientific literacy which drawn in their writing projects. Students who experienced the hierarchy of inquiry  emphasized the sentences reflecting the application and used high cognitive level sentences.  The findings can be helpful in the process of designing the best new curricula for teacher candidates in order to foster scientific literacy.Keywords:        scientific literacy, hierarchy of inquiry, cognitive level
Kemampuan Mahasiswa Calon Guru Biologi dalam Merancang Pembelajaran Berbasis Praktikum: Studi Kasus Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UMS Putri Agustina; Puput Putri Kus Sundari; Dewi Eri Ardani
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to analyze Biology students’ pre-service teacher education ability in designing practice based learning. It was a descriptive research. Research subject were students of pre-service teacher education in Biology education department faculty of teacher training and education Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) which took the PPBS course which amounted to 39 students. Data the ability of students in designing Biology practice based learning obtained from the lesson plan which was developed with the result of their trial in the classroom. Result of this research showed that most of students have been able in designing practice based learning. Lesson plan assessment results show that on average the average score is highest in recognizing aspects of laboratory equipment (78.5) while the lowest is in the planning aspects of the experimental procedure (69.5). If the views of the average total, then generally the value obtained by the students in designing lesson plan included in the category quite well (73.5). The assessment results show that the achievement of learning simulation highest value contained in readiness indicator space, tools, and media lab (77.5), while the lowest for the indicators to guide students to experiment (67.5). If seen from the average value of the overall indicator, the value of students' ability to perform simulations lesson plan included in the category quite well (71.8). The ability of students in designing the lab is one aspect of Pedagogical Content Knowledge (PCK) to be controlled by the student as a professional teacher candidates.Keywords:      Biology learning, practice, lesson plan, pre-service teacher
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA KELAS X-7 SMA KOLESE DE BRITTO YOGYAKARTA PADA MATERI PROTISTA DENGAN PERMAINAN EDUKATIF TEKA–TEKI SILANG (TTS) Dwi Apriani; Paulus Wiryono Priyotamtama; Luisa Diana Handoyo
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Biologi di SMA Kolese De Britto, didapatkan berbagai permasalahan yaitu siswa kurang aktif, minat baca siswa yang tergolong rendah, kesulitan dalam menyerap bahasa asing, dan program tuntas yang diharapkan oleh guru masih belum tercapai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X-7 SMA Kolese De Britto Yogyakarta pada materi Protista  dengan metode permainan edukatif teka-teki silang.  Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus.Setiap siklus terdiri dari 5 tahapan, yaitu  (1) Perencanaan, dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan merencanakan kegiatan pembelajaran seperti mempersiapkan perangkat pembelajaran dan membuat instrumen penelitian.(2) Pelaksanaaan, yaitu melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode permainan edukatif teka-teki silang.  (3) Observasi, pengambilan data tentang proses pembelajaran di dalam kelas.   (4) Evaluasi, dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar melalui tes evaluasi dan aktivitas siswa dalam hal bertanya dan menjawab melalui lembar observasi aktivitas siswa.  (5) Refleksi, dilakukan untuk menganalisa data hasil penelitian untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan di setiap siklusnya. Subyek penelitian adalah 37 siswa kelas X-7 SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Hasil penelitian  menunjukkan adanya korelasi yang  cukup kuat antara peningkatan aktivitas dengan hasil belajar siswa yaitu sebesar 0,51. Semakin tinggi aktivitas siswa maka semakin tinggi pula hasil belajarnya. Persentasi siswa yang mencapai ketuntasan minimal pada siklus I sebesar 78,38% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 91,89%. Nilai rata-rata kelas siklus I sebesar 82,72 dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 88,64. Aktivitas siswa pada siklus I sebesar 51,35% dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu menjadi 86,50 %. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan permainan edukatif teka-teki silang dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X-7 SMA Kolese De Britto Yogyakarta pada materi Protista.  Kata Kunci : Permainan Edukatif  Teka-Teki Silang, Protista, Hasil Belajar, Aktivitas
PENGEMBANGAN PERANGKAT PERKULIAHAN MIKROBIOLOGI TERAPAN BERBASIS MASALAH Hasruddin Hasruddin; Fauziyah Harahap
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDAHULUAN Perkuliahan di Prodi Pendidikan Biologi PPs UNIMED sejak diberdirikannya tahun 2008 mengarah pada  student centered. Demikian juga pada perkuliahan Mikrobiologi Terapan, bahwa mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan ini aktif dalam kegiatan pencarian literatur, pengumpulan bahan perkuliahan, mempresentasikan materi, dan melakukan pendalaman materi dalam kegiatan tanya jawab antar sesama mahasiswa dan dosen. Mata kuliah Mikrobiologi Terapan ini merupakan mata kuliah wajib diikuti oleh setiap mahasiswa di Prodi Magister Pendidikan Biologi, yang diperoleh mahasiswa pada setiap semester tiga dengan bobot tiga sks.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat dari Saluran Pencernaan Ayam Kampung (Gallus Domesticus) Agung D. Prastyo; Nuha A. Nadimah; Nurul A. Hanis; Nur F. Rachmayanti; Ivan Budiono; Guntur Trimulyono
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri probiotik terbukti memiliki peranan yang sama seperti antibiotik dalam menjaga kesehatan inang,bahkan dapat meningkatkan laju produktivitas inang dan tentu saja tanpa menimbulakan efek negatifsebagaimana antibiotik. Bakteri Asam Laktat merupakan salah-satu bakteri probiotik. Penelitian ini bertujuanuntuk mengisolasi dan karakterisasi Bakteri Asam Laktat dari saluran pencernaan ayam kampung. Penelitianini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA UNESA pada bulan Maret-Mei 2017. Sampel diambil dariusus besar dan usus kecil ayam kampung jantan dan betina yang telah dewasa. Tahapan penelitian meliputi:sterilisasi alat dan bahan, isolasi bakteri, uji katalase, pewarnaan endospora, pearnaan gram, uji MR. Setiapisolat yang diperoleh dilakukan pemurnian sebanyak 5-6 koloni yang berbeda-beda pada masing-masing jeniskoloni yang ditemukan, kemudian dilakukan seleksi kakterisasi Bakteri Asam Laktat. Data diperoleh denganmengidetifikasi masing-masing isolat pada setiap uji. Analisis data dilakukan secara deskriptif, penarikankesimpulan dilakukan dengan menganalisis isolat baktei yang mampu lolos dari setiap uji. Hasil yang diperolehyaitu terdapat 29 isolat bakteri dari 6 jenis koloni yang berpotensi, 15 diantaranya menunjukkan karaktersebagai bakteri asam laktat.

Page 1 of 120 | Total Record : 1197