cover
Contact Name
Abdillah Afabih
Contact Email
abdillahafa5@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalnabawi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Irian Jaya No. 10 Tebuireng Diwek Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Nabawi: Journal of Hadith Studies
ISSN : 27978370     EISSN : 27463206     DOI : -
NABAWI: Journal of Hadith Studies provide a platform for researchers on hadith and history of hadith. Author can send his research about hadith on any perspective. Nevertherless, We suggest the following broad areas of research: 1. Takhrij and dirasat al-asanid 2. Ulumul Hadith 3. Living Hadith 4. Mukhtalaf Hadith 5. Fiqh al-Hadith 6. Lughat al-hadith 7. Biographical research of ahl al-hadith
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021): Nabawi Journal of Hadith Studies" : 6 Documents clear
PENGERTIAN STILISTIKA DAN POSISINYA DALAM ILMU HADITS Achmad Shidiqur Razaq
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 1, No 2 (2021): Nabawi Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.859 KB) | DOI: 10.55987/njhs.v1i2.29

Abstract

Banyaknya perhatian dari para ulama’ terhadap kajian bahasa al-Quran tidak menyurutkan perhatian mereka terhadap kajian bahasa hadis. Sebab bahasa hadis juga tidak lepas dari usur-unsur estetis yang mencerminkan karakteristik tutur kenabian, kajian bahasa ini disebut dengan kajian stilistika. Di kalangan Ulama’ terdapat pembahasan mengenai gaya bahasa yang dimiliki oleh Nabi SAW. Apakah Tauqif  (Anugerah langsung dari Allah) atau Taufiq (Usaha dari Nabi saw dalam menguasai bahasa). Dalam konteks hadis, studi stilistika mempunyai banyak manfaat. Pertama,sebagai kajian yang mengungkapkan nilai-nilai estetika bahasa hadits. Kedua,  perangkat penting dan bahan penunjang dalam proses pemaknaan hadits.Dengan demikian penelitian hadits berbasis stilistika mempunyai peran signifikan dalam memberikan kontribusi bahan pemahaman hadisKata kunci : Al qur’an, Hadits, stilistikaAbstractThe amount of attention from the scholars' towards the study of the language of the Koran did not dampen their attention to the study of the language of hadith. Because the language of hadith is also inseparable from aesthetic elements that reflect the characteristics of prophetic speech, this language study is called a stylistic study. Among Ulama 'there is discussion about the style of language that the Prophet SAW possessed. Is it Tauqif (a direct gift from Allah) or Taufiq (the efforts of the Prophet in mastering the language). In the context of hadith, stylistic studies have many benefits. First, as a study that reveals the aesthetic values of the hadith language. Second, important tools and supporting materials in the process of interpreting hadiths. Thus, stylistic-based hadith research has a significant role in contributing to hadith understanding materials.Keywords: Al quran, Hadith, stylistics
شرح الأحاديث المتعلقة بذكرى حفلة المولد النبي في كتاب التنبيهات الواجبات Khoirul Umam
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 1, No 2 (2021): Nabawi Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.656 KB) | DOI: 10.55987/njhs.v1i2.9

Abstract

المستخلص: الهدف: الهدف من هذه الدراسة هو ايضاح درجة الأحاديث الواردة في كتاب "التنبيهات الواجبات" للشيخ محمد هاشم أشعري وشرحها . الطرق:إخراج كل حديث من مصادره الأصلية مع بيان درجة الحديث وشرحه بضوابط فهم السنة عند الإمام الشافعي. النتائج: كل أحاديث في "التنبيهات الواجبات" صحيح والعمل به واجب فأما احتفال المولد بالمنكرات كما حكاه المصنف فمن استهزاء واستهانة بالنبي صلى الله عليه وسلم.
KARAKTERISTIK STILISTIKA HADIS MENURUT MUSTHOFA SHADIQ AR-RAFI’I Sayidatul Afifah Rusda; Sri Ayu Fatmawati; Sepriyana Sepriyana
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 1, No 2 (2021): Nabawi Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.42 KB) | DOI: 10.55987/njhs.v1i2.31

Abstract

Hadis sebagai sumber hukum kedua setelah al-Quran, Karakteristik dasarnya hadir dalam bentuk Jawami’ul Kalim. Bertolak kepada kekhasan susunan kebahasaannya,  maka peneliti berusaha mengungkap karakteristiknya. Syaikh Mustafa Sadiq Al-Rafi’i. salah satu penyair yang lahir di Qulbiya, Mesir. Mendefinisikan unsur  yang termuat di dalam hadis kedalam Al Khulus, al qasd, dan al istifa’, dimana ketiganya unsur ada dalam seluruh hadis, yang menyelamatkan hadis dari segala kekurangan baik keruwetan, ataupun peninjauan kembali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka, Data yang diperoleh dikompilasi, dianalisis dan disimpulkan. Penelitian ini dianggap penting karena pembahasannya yang diangkat terkait dengan karakteristik yang menjadikan hadis sebagai literatur yang tidak hanya memiliki keindahan kebahasaan namun juga kekhususannya dalam uslub bahasa arab. Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa hadis tidak sekedar bahasa yang indah dari Rasulullah saw. yang merupakan afsahul arab, juga memiliki keindahan secara unsur kebahasaannya. AbstractHadith as the second source of law after alquran, its basic characteristics are present in the form of Jawamiul Kalim which has a role as guidance, conveyor, and explanatory for everything that is brought in the Al-Qur'an. Starting from the peculiarities of the language, the researcher tries to reveal its characteristics. Shaykh Mustafa Shodiq Ar-Rafi'I. one of the poets who was born in Qulbiya, Egypt. Defining the elements contained in Hdis into alkhulus, alqasd, and alistifa', where the three elements are present in the whole hadith, which saves the hadith from all deficiencies, both complications and reconsideration The method used in this research is literature study method, the data obtained are compiled, analyzed and concluded. This research is considered important because the discussion raised is related to the characteristics that make hadith a literature that not only has the beauty of language but also its specificity in the Arabic language uslub. From the results of the analysis the researcher found that hadith is not just a beautiful language than Rasulullah who is an Afshahul Arabic not only only linguistically beautiful.
PRAKTIK SHOLAT DHUHA DAN SHOLAT TAHAJJUD BERJAMA’AH DI PONDOK PESANTREN HAMALATUL QUR’AN JOGOROTO JOMBANG (SEBUAH KAJIAN LIVING HADITS) Ahmad Rudik; Mohammad Abdul Rois
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 1, No 2 (2021): Nabawi Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.503 KB) | DOI: 10.55987/njhs.v1i2.28

Abstract

Praktik Salat Duha dan Salat Tahajud Berjamaah di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto Jombang, berfungsi untuk membantu hafalan dan muraja’ah santri. Kegiatan ini merupakan salah satu cara melestarikan kebiasaan K.H. Hasyim Asy’ari dan ulama salaf. Penenlitian ini menjelaskan tentang pelaksanaan kegiatan, struktur genealogi pemikiran, dan tinjauan hadisnya. Untuk mendapatkan data, peneliti melakukan observasi dan wawancara, serta mencari hadisnya di kutubus sittah dan keterangan para ulama’ di kitab fiqh. Peneliti mendapati pelaksanaan salat duha pada pukul 06.00 – 06.30 WIB dengan maqra’ setengah juz dan tahajud berjamaah dilaksanakan pukul 02.30 WIB (persiapan) – 03.45 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh pengasuh dengan bi al-hifz}i dan disimak oleh para santri yang lain dengan mushaf yang dibawa ketika salat (bi an-naz}ar). Tradisi ini merupakan gagasan pengasuh yang terinspirasi dari pengalaman  pribadi Pengasuh Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an sebagai alumni Pondok Pesantren Madrasatul Qur’anHHhhhhhhhhh. Walaupun tidak ada hadis yang menganjurkan atau melarang tahajud berjamaah sambil membawa mushaf untuk menyimak bacaan imam, tapi berjamaah dan memperhatikan bacaan imam adalah hal yang baik dan memiliki fadhilah/keutamaan. ABSTRACTThe congregational of Duha Prayers and Tahajud Prayers at the Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang Islamic Boarding School, serves to help the students memorize and muraja'ah. This activity is to preserve the habit of K.H. Hasyim Asy'ari and salaf scholars. This research describes the activities, the genealogy of thought, and a review of the hadiths. To get the data, the researcher made observations and interviews, and looked for the hadith in the kutubu sittah and the explanation of the scholars in the book of fiqh. Research found that duha prayer is held at 06.00 - 06.30 WIB and tahajud is held at 02.30 WIB (preparation) - 03.45 WIB with maqra 'half juz. The Head of pesantren read it from his memory and listened to by students with a mushaf on their hands. This tradition is an idea of The Head of pesantren which is inspired by the his experience as an alumni of the Madrasatul Qur'an Islamic Boarding School of Tebuireng. Although there is no hadith that recommends or prohibits tahajud in congregation while carrying a Mushaf to listen to the Imam's reading, congregation and paying attention to the reading of the Imam is a good thing and has fadila / virtue.
BIOGRAFI INTELEKTUAL MUHADDITS NUSANTARA ABAD XX: HABIB SALIM BIN JINDAN Fathurrochman Karyadi
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 1, No 2 (2021): Nabawi Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.082 KB) | DOI: 10.55987/njhs.v1i2.24

Abstract

Not many muhaddits (hadith experts) were found from the archipelago Nusantara. The name Habib Salim bin Jindan (1906-1969) is one of the figures. There are more than 50 of his works in the field of hadith and volumes including al-'Uqud al-Dirayah fi al-Musalsalat al-Fakhriyah in three volumes, Tanqih al-Akhbar fi al-Nasikh wa al-Mansukh min al-Akhbar, and al-Mawahib al-'Alawiyah fi al-Arba'in al-Nabawiyah. Some sanads mention Habib Salim's name as a narrator of hadith. It is no wonder that there are no less than 400 teachers from various countries. This paper will reveal Habib's intellectual biography as well as state his position as a hadith expert in Indonesia.
MEMPROMOSIKAN KHL SEBAGAI STANDAR NAFKAH ISTRI (KAJIAN HADIS TEMATIK) Yayan Musthofa
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 1, No 2 (2021): Nabawi Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.229 KB) | DOI: 10.55987/njhs.v1i2.32

Abstract

AbstrakDalam kajian Islam, para ulama sepakat bahwa standar minimal istri adalah “kifāyah” dan “ma’rūf”, hanya saja standar nilai tersebut belum dibreak down menjadi nominal angka. Artikel ini menurunkan dari standar yang masih umum tersebut menjadi lebih spesifik di wilayah Jombang dengan mengacu pada KHL. Untuk mendapatkan konsep utuh, penulis merujuk pada hadis-hadis Nabi Muhammad saw, artikel-artikel ilmiah, website, dan buku terkait nafkah, serta menanyakan langsung harga KHL di pasaran wilayah Jombang. Dari telaah yang diperoleh menunjukkan bahwa standar minimal nafkah istri wilayah Jombang adalah Rp819.533/bulan atau Rp27.318/hari. Dari nilai yang muncul, kepala keluarga dapat mengambil kebijakan apakah harus mengelola sirkulasi keuangan dalam internal keluarga, atau juga mengeluarkan ke luar keluarga, seperti sedekah atau lainnya. AbstractIn Islamic studies, the scholars agree that the minimum standards for wives are "kifāyah" and "ma'rūf", it's just that these standard values have not been broken down into nominal numbers. This article derives from this still general standard to be more specific in the Jombang area by referring to the KHL (the necessities of a decent life). To get a complete concept, the author refers to the hadiths of the Prophet Muhammad, scientific articles, websites, and books related to income, and asks directly the KHL price in the market in the Jombang area. The analysis obtained shows that the minimum standard of living for a wife in the Jombang region is IDR 819,533/month or IDR 27,318/day. From the values that emerge, the head of the family can make a policy whether to manage the internal financial circulation of the family or also to spend outside the family, such as alms or others.

Page 1 of 1 | Total Record : 6