cover
Contact Name
Abdillah Afabih
Contact Email
abdillahafa5@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalnabawi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Irian Jaya No. 10 Tebuireng Diwek Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Nabawi: Journal of Hadith Studies
ISSN : 27978370     EISSN : 27463206     DOI : -
NABAWI: Journal of Hadith Studies provide a platform for researchers on hadith and history of hadith. Author can send his research about hadith on any perspective. Nevertherless, We suggest the following broad areas of research: 1. Takhrij and dirasat al-asanid 2. Ulumul Hadith 3. Living Hadith 4. Mukhtalaf Hadith 5. Fiqh al-Hadith 6. Lughat al-hadith 7. Biographical research of ahl al-hadith
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022): Nabawi: Journal of Hadith Studies" : 6 Documents clear
LEGALITAS HADIS MUTAWATIR DALAM PERSPEKTIF IMAM JALALUDDIN AS-SUYUTI Qomaruzzaman Qomaruzzaman
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 2, No 2 (2022): Nabawi: Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55987/njhs.v2i2.54

Abstract

Ulama hadis  berbeda pendapat dalam memberikan pengertian dan menentukan karakter pada hadis mutawatir. Perbedaan tersebut berada pada pemberian definisi dan legalitas hadis.  Penelitian ini membahas kriteria hadis mutawatir menurut perspektif Imam Suyuti. Penulis juga akan membahas tentang legalitas hadis mutawatir dalam pandangan Imam Suyuti. Dengan menggunakan telaah pustaka pada kitab Qatfu al-Azhar al-Mutanasirah fi al-Akhbar al-Mutawatirah penulis menyimpulkan dua hal. Pertama, berbeda dengan ulama hadis lainnya, Imam Suyuti tidak mensyaratkan adanya minimal jumlah perawi pada setiap tingkatan (sahabat, tabi’in, dst) dalam hadis mutawatir. Kedua, Imam Suyuti tidak meragukan keberadaan hadis mutawatir dengan syarat-syarat yang ia tulis dalam kitabnya, Qatfu al-Azhar. 
Metode Studi Hadis Taḥlīlī dan Implementasinya Amrulloh Amrulloh
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 2, No 2 (2022): Nabawi: Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55987/njhs.v2i2.49

Abstract

Rumusan metode dan tahapan studi hadis taḥlīlī yang bersifat praktis dan operasional dibutuhkan terutama dalam ranah Studi Hadis yang bersifat ilmiah-akademik. Rumusan metode dan tahapan itu diharapkan bisa memberi kontribusi dan solusi terhadap problem ketidakdetailan, ketidakkomprehensifan, dan ketidaktuntasan studi hadis taḥlīlī yang beredar. Tujuan tulisan ini ada dua. Pertama, merumuskan metode dan tahapan studi hadis taḥlīlī yang bersifat praktis dan operasional, terutama untuk diimplementasikan pada kajian hadis yang bersifat ilmiah-akademik. Kedua, mengimplementasikan metode dan tahapan studi hadis taḥlīlī pada hadis “al-dunyā sijn al-mu’min wa-jannat al-kāfir.” Dengan menerapkan metode dan pendekatan Ilmu Hadis, tulisan ini menyimpulkan dua hal. Pertama, studi hadis taḥlīlī adalah kegiatan mengupas tuntas satu hadis tertentu yang mencakup analisis eksternal dan analisis internal. Kedua, rumusan metode dan tahapan studi hadis taḥlīlī itu bisa memastikan kehujahan hadis “al-dunyā sijn al-mu‘min wa-jannat al-kāfir” dan kandungan maknanya.
Mustafa Azami's Contribution in Rebutting Orientalist Views about The Writing of Hadith Naila Sa'datul Amdah
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 2, No 2 (2022): Nabawi: Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55987/njhs.v2i2.50

Abstract

Penelitian ini berangkat dari pandangan orientalis yang mengungkapkan bahwa hadis bukan berasal dari Nabi, melainkan datang dari orang-orang yang hidup setelah Nabi karena tidak adanya bukti tertulis pada masa itu. Dari sini peneliti akan menjelaskan bantahan dari salah satu ulama kontemporer, Mustafa Azami yang membuktikan bahwa hadis sudah tertulis dari masa Nabi. Berbeda dari penelitian terdahulu yang hanya menyebutkan pandangan dari salah satu orientalis ataupun tanpa menyebut kontribusi Mustafa Azami, kali ini peneliti mencantumkan pandangan dari dua orientalis termasyhur, yaitu Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht mengenai penulisan hadis serta kontribusi Mustafa Azami dalam membantah keduanya. Buku-buku dari kedua orientalis dan Mustafa Azami menjadi rujukan dari penelitian ini. Dengan mengumpulkan sumber-sumber data dokumenter, mengkaji, dan menganalisisnya, peneliti berhasil menemukan jawaban untuk masalah ini. Hasilnya, Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht berpendapat bahwa hadis berasal dari orang-orang abad kedua dan ketiga. Adapun Mustafa Azami berpendapat bahwa penulisan hadis sudah ada sejak masa Nabi. Kontribusi Mustafa Azami tampak dengan pembuktian penulisan hadis pada awal Islam, pembuktian istilah “Haddatsana”, “Akhbarana”, dan lain-lain bukan hanya untuk penyebaran hadis secara verbal saja, melainkan juga melalui tulisan, penjelasan hadis-hadis yang melarang penulisan hadis, dan meluruskan ungkapan “Ibnu Syihab adalah orang pertama yang menulis hadis”.
TSULATSIYAT BUKHARI; Metode Takhrij dan Karakteristiknya dalam Sanad Shahih al-Bukhari Intan Albeti Putri Aisyah; Muhammad Sidqi Abdurrahman
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 2, No 2 (2022): Nabawi: Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55987/njhs.v2i2.51

Abstract

Urgensi dan nilai kedudukan sanad selalu menjadi hal yang dijaga oleh umat Nabi Muhammad dan sudah menjadi ciri khas mereka. Oleh karenanya tak heran jika para ulama di zaman dahulu rela berkelana ke berbagai penjuru daerah demi mendapatkan sanad terutama sanad aly. Salah satunya adalah Imam Bukhori dengan karyanya yang legendaris yaitu Shahih Bukhori yang diakui keshahihannya dan didalamnya terdapat sanad aly atau biasa dikenal dengan istilah Tsulatsiyat Bukhori atau trilogi sanad Shahih Bukhori. Hal itu tentu menjadi nilai plus kitab tersebut disamping kedudukannya sebagai asshah al-kutub ba’da al-qur’an. Namun sekarang sudah tidak ada lagi rihlah pencarian sanad sebab hadis sudah terhimpun kedalam bentuk kitab begitu juga tsulatsiyat telah diulas oleh beberapa ulama dalam karya-karyanya, akan tetapi yang berbeda, penelitian ini mengungkap karakteristik, kredibilitas, serta metode takhrij tsulatsiyat di kitab Shahih Bukhori dan secara tidak langsung termasuk ittiba’ para ulama dalam upaya menjaga keabsahan sanad. Penelitian ini menggunakan metode induktif kualitatif dengan memperoleh data dari kitab-kitab syarah tsulatsiyat bukhori dan kitab-kitab lainnya tentang ilmu sanad dan menemukan bahwa jumlah tsulatsiyat di Shahih Bukhori dan jalur periwayatannya itu sedikit sebab terdapat tikrar sehingga lebih terjaga dari illat dan perubahan pada redaksinya. Selain itu termasuk sanad yang shahih dan dekat dengan Rasulullah.
PENGGUNAAN ITIBAR DALAM KRITIK MATAN UNTUK MENGUNGKAP PELAKU PERUBAHAN MATAN HADIS Maulanida Maulanida; Farha Kamalia
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 2, No 2 (2022): Nabawi: Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55987/njhs.v2i2.53

Abstract

AbstrakKeakuratan matan dapat mempengaruhi keakuratan pemahaman hadis tapi tak banyak artikel mengkaji hal tersebut. Artikel ini akan membahasnya dari sudut pandang kepemilikan riwayat. Penulis berusaha membuktikan bahwa kritik matan tidak sekedar mempertentangkan suatu hadis dengan dalil lain. Kritik matan juga dapat digunakan untuk mendeteksi pelaku perubahan lafal matan. Oleh karena itu, artikel menghadirkan bentuk kritik matan ulama salaf yang mencapai level tersebut. Kemudian artikel ini menggagas penggunaan tabel untuk mengidentifikasi rawi pengubah lafal matan. Dari kajian pustaka, diketahui bahwa ulama salaf telah mampu mengidentifikasi rawi yang melakukan perubahan pada matan. Kajian musthalah hadits juga menunjukkan beberapa kaidah ilmu matan untuk melakukannya. Hanya saja, belum ada insumen penelitian yang didesain untuk hal ini. Juynboll pernah mencontohkan tabel kritik matan tapi tabelnya tidak mengakomodir konsep ilmu matan dalam musthalah hadits. Oleh karenanya, artikel ini mengembangkan tabel Juynboll menjadi dua instrumen penelitian untuk menganalisa kemasyhuran matan, illat pada matan, jenis riwayatnya, dan rawi yang menyebabkan perubahan lafal matan. AbstractMatn accuracy can affect the accuracy of understanding of hadith but not many articles examine this. This article will discuss it from the point of view of riwaya ownership. The author tries to prove that the matn criticism is not just contradicting a hadith with other arguments. Matn criticism can also be used to detect the perpetrators of changes in matan. Therefore, the article presents a form of criticism from the salaf scholars who have reached that level. Then this article initiated the use of tables to identify the matan modifier. From the literature review, it is known that the salaf scholars have been able to identify the narrators who make changes to the matan. The study of musthalah hadith also shows some rules of matan criticism for that purpose. However, there is no research instrument designed for this. Juynboll once made a table of matn criticism but the table does not accommodate the concept of matn criticism from musthalah hadith. Therefore, this article develops Juynboll's table into two research instruments to analyze the fame of matn, illat in matn, types of riwaya, and the narrators who cause changes in the matn.
TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF HADIS Muhammad Abror Rosyidin; Mukti Latif Muhammad
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 2, No 2 (2022): Nabawi: Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55987/njhs.v2i2.52

Abstract

AbstrakPendidikan agama Islam merupakan hal terpenting dalam sistem pendidikan di Indonesia. Dikarenakan pendidikan agama Islam adalah pendidikan yang di dalamnya terkandung pendidikan moral, intelektual dan spiritual. Pendidikan Islam memiliki tujuan yang didasarkan pada sumber-sumber ajaran agama, salah satunya ada hadis. Hadis menjadi sumber pedoman kedua setelah al-Quran dalam Islam.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur dengan analsis data deskriptif analitis. Dari penelitian tersebut, dapat dihasilkan sebuah konsep tentang tujuan pendidikan Islam dalam perspektif hadis Rasulullah. Hasil penelitianya, ditemukan rumusan terdiri dari 5 poin tujuan pendidikan Islam dalam perspektif hadis, yaitu (1) membentuk dan mengembangkan sirkel ilmiah, (2) penghambaan diri kepada Allah SWT, (3) mengarahkan destinasi penyelenggaraannya kepada akhirat, (4) mendapatkan kebaikan, dan (5) mengembangkan fitrah manusia.Kata Kunci: tujuan, pendidikan Islam, hadisAbstractIslamic religious education is the most important thing in the education system in Indonesia. Because Islamic religious education is education which contains moral, intellectual and spiritual education. Islamic education has a goal that is based on the sources of religious teachings, one of which is hadith. Hadith is the second source of guidance after the Koran in Islam.This research uses a qualitative approach to study literature with analytical descriptive data analysis. From this research, a concept can be generated about the purpose of Islamic education in the perspective of the Prophet's hadith. The results of his research, found that the formulation consisted of 5 goals of Islamic education in the perspective of hadith, namely (1) forming and developing scientific circles, (2) self-servitude to Allah SWT, (3) directing the purpose of its implementation to the hereafter, (4) getting goodness, and (5) develop human nature.Keywords: puspose, Islamic education, hadith,

Page 1 of 1 | Total Record : 6