cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 45 Documents
OPTIMALISASI KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MELALUI IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING RUMIYATI RUMIYATI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.573 KB) | DOI: 10.51878/academia.v1i1.367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar fisika pada materi Induksi Elektromagnetik melalui implementasi model Discovery Learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan. Setiap siklus dilakukan melalui 4 (empat) tahapan yaitu: (a) perencanaan, (b) pelaksanaan, (c) observasi, dan (d) refleksi. Data keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar dikumpulkan dengan cara: observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah análisis kualitatif, kuantitatif dan análisis statistik deskriptif. Hasil análisis menunjukkan bahwa implementasi model Discovery Learning dapat mengoptimalkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar fisika pada materi Induksi Elektromagnetik. Secara kualitatif terjadi optimalisasi nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis kategori tinggi pada pra siklus sebesar 37,04%, pada siklus I sebesar 48,15% dan pada siklus II sebesar 81,48%. Berdasarkan hasil ini menunjukkan terjadi optimalisasi keterampilan berpikir kritis kategori tinggi peserta didik sebesar 33,33%. Secara kuantitatif terjadi optimalisasi hasil belajar fisika rata-rata pada pra siklus sebesar 68,15 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 55,56%, pada siklus I sebesar 71,02 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 62,96% dan pada siklus II sebesar 75,00 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 81,48%. Berdasarkan hasil ini menunjukkan terjadi optimalisasi rata-rata hasil belajar fisika sebesar 3,98 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 18,52%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa implementasi model Discovery Learning dapat mengoptimalkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar fisika.
PENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR KIMIA MELAUI PENERAPAN KOMBINASI METODE DISKUSI KELOMPOK DAN PENUGASAN TERSTRUKTUR SUDIARTI SUDIARTI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.974 KB) | DOI: 10.51878/academia.v1i1.381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar kimia siswa kelas X IPA 3 MAN 2 Sragen dalam memahami materi Reaksi Reduksi Oksidasi dan Tata Nama Senyawa melalui penerapan Kombinasi Metode Diskusi Kelompok dan Penugasan Terstruktur. Hasil penelitian ini mendiskripsikan proses dan hasil penerapan Kombinasi Metode Diskusi dan Penugasan Terstruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan Kombinasi Metode Diskusi dan Penugasan Terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IPA 3 MAN 2 Sragen dalam materi Reaksi Reduksi oksidai dan Tata nama Senyawa. Secara kuantitatif terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus I sebesar 69,25 dengan ketuntasan klasikal sebesar 65% ke siklus II sebesar 77,50 dengan ketuntasan klasikal sebesar 87,5%. Hasil ini menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman peserta didik terhadap materi Reaksi Reduksi oksidasi dan Tata nama Senyawa sebesar 22,5%. Secara kualitatif kemampuan peserta didik dalam memahami materi Reaksi Reduksi Oksidasi dan tata nama Senyawa meningkat dari kualifikasi sedang ke tinggi. Dengan demikian, Penerapan Kombinasi Metode Diskusi Kelompok dan Penugasan Terstruktur dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap memahami materi Reaksi Reduksi Oksidasi dan Tata nama Senyawa peserta didik kelas X IPA 3 MAN 2 Sragen Tahun Pelajaran 2017/2018
PENERAPAN MODEL DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII R5 MTS NEGERI 1 KOTAWARINGIN TIMUR TRI LISDIYANINGSIH
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.876 KB) | DOI: 10.51878/academia.v1i1.382

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui peningkatan Hasil Belajar siswa setelah diterapkan Model Demonstrasi. Selama mengikuti pembelajaran, siswa kelas VIII R5 kurang bersemangat, hal ini disebabkan guru memberikan materi dengan metode ceramah, tidak memberikan contoh langsung. Siswa tidak respon dan kurang memperhatikan pelajaran. Mengakibatkan rendahnya nilai siswa, oleh karena itu Penulis melakukan analisis penyebabnya. Penulis membuat Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model pembelajaran yang lebih aktif. Penggunaan Model Demonstrasi diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam memahami materi Tekanan zat Cair. Model Demonstrasi bertujuan untuk memperjelas pengertian konsep dan memperhatikan cara melakukan sesuatu atau proses terjadinya sesuatu. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus yang terdiri dari tiga tahap yaitu: rancangan, kegiatan, refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII R5. Data diperoleh dari hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan, dan lembar wawancara. Dari hasil analisis didapatkan bahwa Hasil Belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I yaitu sebesar 45,33 dan ketuntasan belajar sebesar 33,33 %, menjadi 80,6 dan ketuntasan belajar sebesar 93,3 % pada siklus II. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII R5. Model Demonstrasi sebagai alternatif pembelajaran dapat diterapkan pada mata pelajaran lainnya sehingga hasil belajar dan kriteria ketuntasan maksimal dapat tercapai dengan baik.
EFEKTIVITAS YOUTUBE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) MATA PELAJARAN PPKN PADA MASA PANDEMI COVID-19 INDRIYATI INDRIYATI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.784 KB) | DOI: 10.51878/academia.v1i1.383

Abstract

Pandemi Covid-19 telah melanda dunia pada umumnya, dan Indonesia pada khususnya, sangat berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dunia pendidikan. Pembelajaran tatap muka di dalam kelas, terpaksa harus diubah menjadi pembelajaran jarak jauh melalui berbagai media online dalam rangka menghentikan penularan Covid-19. Media pembelajaran online yang digunakan untuk proses pembelajaran jarak jauh antara lain, zoom, google meet, google classroom, whatsap, elearning, youtube, dan lain- lain. Pembelajaran jarak jauh menuntut pendidik untuk selalu berkreasi dan berinovasi mengembangkan media pembelajaran yang afektif dan efisien, sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Penulis sebagai guru PPKn membuat penelitian yang berjudul, “Efektivitas Youtube sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Mata Pelajaran PPKn pada Masa Pandemi Covid-19. Youtube memiliki keunggulan karena sangat digemari oleh semua lapisan masyarakat Indonesia, krena kehadiran kreator dengan konten yang bervariasi . Youtube berisi konten video yang bersifat audio visual sehingga pesan-pesan yang termuat di dalam konten tersebut sangat mudah diterima oleh pengguna atau penonton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas youtube sebagai media pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran PPKn. Penelitian ini menggunakan kuesioner model secara acak. Jawaban responden penelitian menunjukkan bahwa youtube afektif sebagai media pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran PPKn.
PENGGUNAAN METODE MIND MAPPING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA NINA GANTINA KUSTIAN
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.677 KB) | DOI: 10.51878/academia.v1i1.384

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis penggunaan metode mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini masuk dalam penelitian kualitatif, kategori penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan adalah suatu penelitian menggunakan kajian teoritis yang digunakan dalam mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai macam informasi yang ada di perpustakaan seperti buku, jurnal, berita dll. Data-data tersebut dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, yaitu dengan jalan membaca (text reading), mengkaji, mempelajari, dan mencatat literatur yang ada kaitannya dengan pembelajaran. Penggunaan maind mapping dalam meningkatkan hasil belajar tentu dipilih guru sebagai salah satu alternatif. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009 : 200) hasil belajar merupakan tingkat keberhasilan yang diperoleh oleh siswa setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran yang ditandai dengan nilai. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan (Hamalik, 2008: 27). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah penerapan metode mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS HASIL OBSERVASI MELALUI PENERAPAN E – LEARNING SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 NGANJUK Rr ERY KUSUMA INDRYATI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.903 KB) | DOI: 10.51878/academia.v1i1.393

Abstract

Penyebab utama rendahnya nilai Bahasa Indonesia dari faktor guru adalah kurang variasinya metode yang digunakan dalam pembelajaran sehingga siswa mengalami hambatan dalam memahami materi pelajaran.Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: (1) Untuk mendeskrisikan kemampuan menulis teks hasil observasi pada siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Nganjuk melalui E-Learning; dan (2) Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Nganjuk setelah adanya pembelajaran dengan E-Learning. E-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone (Learn Frame.Com, 2011).Berdasarkan hasil penelitian didapat kesimpulan bahwa: (1) Melalui penerapan E - Learning, maka kemampuan menulis teks hasil observasi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Nganjuk dapat meningkat dari sebelumnya.; (2) Peningkatan kemampuan menulis teks hasil observasi sampai pada siklus II dapat dilaporkan bahwa: (1) Nilai rata-rata kelas mencapai 81,56; (2) Persentase keberhasilan siswa mencapai 93,75%; (3) Persentase keberhasilan aktivitas siswa mencapai 93,3% ; dan (3) E-Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Nganjuk
PENINGKATAN MINAT BACA BUKU FIKSI PADA SISWA KELAS IX-D SMPN 3 NGRAMBE MELALUI KONTRAK MEMBACA SUYATUN SUYATUN
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.434 KB) | DOI: 10.51878/academia.v1i1.397

Abstract

Pada zaman teknologi seperti sekarang ini, kita dituntut selalu meng-up to date informasi. Sayangnya penyerapan informasi melalui membaca di negara kita masih sangat rendah. Demikian juga minat baca pada siswa SMPN 3 Ngrambe. Pada kenyataannya orang atau anak lebih suka menonton TV atau bermain HP (WA, instagram, dan lain-lain) ketimbang membaca buku/e-book. Rendahnya minat baca siswa SMPN 3 Ngrambe khususnya kelas 9 perlu mendapat perhatian. Salah satu cara meningkatkan minat baca siswa dengan cara membuat kontrak membaca atau sebuah kesepakatan. Kontrak membaca akan memaksa siswa untuk membaca dengan pembatasan waktu, target jumlah buku, dan dituntut membuat laporan. Adapun permasalahan yang dibahas adalah bagaimanakah peningkatan minat baca buku fiksi pada siswa kelas IX-D SMPN 3 Ngrambe melalui kontrak membaca? Apakah melalui kontrak membaca dapat meningkatkan minat baca buku fiksi pada siswa kelas IX-D SMPN 3 Ngrambe? Strategi yang digunakan deskriptif kualitatif. Dengan subjek penelitian siswa kelas IX-D SMP Negeri 3 Ngrambe, Ngawi. Hasil pengamatan pada siklus I menunjukkan 72% cukup berusaha membaca. Sedangkan pada siklus II mencapai 76% yang usaha membacanya baik. Dengan ketuntasan 0% pada siklus I dan 56% pada siklus II. Dengan demikian, minat baca dalam pembelajaran literasi membaca buku fiksi melalui kontrak membaca pada siswa kelas IX-D SMPN 3 Ngrambe menunjukkan peningkatan yang signifikan.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PPKN MELALUI METODE GROUP INVESTIGATION DI KELAS XI-APHP 2 SMKN 1 CANGKRINGAN SLEMAN ENI LESTARI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.73 KB) | DOI: 10.51878/academia.v1i1.415

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan prestasi belajar PPKn siswa kelas XI APHP 2 SMKN 1 Cangkringan dibanding dengan kelas XI lainnya. Hal ini diduga disebabkan oleh pola pembelajaran yang dilakukan guru masih membuat siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran serta kurangnya variasi model dalam pembelajaran PPKn. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan nilai rata-rata setiap pengamatan siklus. Penilaian motivasi belajar mengalami peningkatan rata-rata skor kelas dari siklus I adalah 1.67 predikat C (Cukup), siklus II adalah 2.72 predikat B (Baik) dan siklus III adalah 2.83 predikat B (Baik) dan untuk penilaian rata-rata kelas uji kompetensi I diperoleh 45.52, uji kompetensi II diperoleh 79.41, dan uji kompetensi III 81.75. Dari hasil wawancara dengan guru dan siswa juga mengatakan proses pembelajaran dengan menggunakan Group Investigation lebih menyenangkan. Setelah melaksanakan penelitian tindakan kelas, disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation, dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar PPKn siswa kelas XI APHP 2.
BELAJAR MANDIRI DAN MERDEKA BELAJAR BAGI PESERTA DIDIK, ANTARA TUNTUTAN DAN TANTANGAN KHABIB BASTARI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.212 KB) | DOI: 10.51878/academia.v1i1.430

Abstract

Hakikat belajar yang sesungguhnya adalah belajar mandiri dan bebas dari tekanan, sebagai aktivitas yang muncul dari rasa ingin tahu dari dalam diri sendiri. Ingin mencari, menemukan, dan memecahkan masalah sehingga dapat menambah pengetahuan, pengalaman, atau mengubah sikap dan perilaku. Belajar dikatakan berhasil ketika motivasi dan rasa ingin tahu peserta didik meningkat. Peserta didik tidak lagi menunggu disuruh belajar, diberi materi, soal, atau tugas. Dia tidak hanya aktif mengonsumsi pengetahuan, melainkan juga mengonstruksi pengetahuan, menuangkan ide, dan menghasilkan karya. Fenomena umum yang terjadi di sekolah adalah peserta didik diajar bukan belajar. Mereka pasif, tergantung guru, tidak ada motivasi, tidak melakukan apa-apa sebelum diberi materi, soal, atau tugas oleh guru. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tuntutan belajar mandiri dan merdeka belajar bagi peserta didik sudah berjalan dengan baik atau belum karena banyaknya tantangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif melalui kajian kepustakaan (library research). Berdasarkan rujukan artikel ilmiah, disimpulkan bahwa belajar mandiri dan merdeka bagi peserta didik masih jauh dari tuntutan yang diharapkan.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN DARING DAN SOLUSINYA STUDI KASUS DI SMKN 4 YOGYAKARTA JAMADI JAMADI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.894 KB) | DOI: 10.51878/academia.v1i1.484

Abstract

Kebijakan pembelajaran daring merupakan upaya pencegahan penyebaran covid-19. Meski ada kekurangan, pembelajaran daring merupakan solusi saat ini. Pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi berbasis teknologi Informasi dan jaringan. Penelitian ini mengungkap problematika dan solusinya dengan kasus di SMKN 4 Yogyakarta. Metode penelitian deskriptif kualitatif yang dirancang menggambarkan data penelitian secara obyektif, dengan analisis data induktif, mementingkan proses dan makna. Teknik pengumpulan, dengan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi dan peneliti sebagai kunci. Hasil wawancara ditemukan problematika yang dihadapi peserta didik, guru dan orang tua. Bagi peserta didik, yang menonjol; paket data, berturut kondisi jenuh, konsentrasi terganggu, orang tua kurang mendukung, pembelajaran belum familiar, pemakaian gawai bersama dan jaringan tidak stabil. Problematika guru; paling menonjol semangat belajar rendah, kompetensi menurun, sulitnya penanaman karakter, komunikasi serta masih ada guru terkendala pembelajaran. Sedangkan orang tua; kesulitan ekonomi, kesempatan, pemahaman pembelajaran yang keliru dan masalah komunikasi. Dari penelitian didapatkan, solusi problematika dalam pembelajaran daring, secara umum perlu pemahaman yang sama bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Komunikasi diharapkan terbangun secara baik, sehingga problematika dapat diselesaikan. Masalah kesulitan ekonomi, paket data, jaringan, gawai untuk bersama dipecahkan secara komprehensif, kolaborasi orang tua, guru dan fihak lain. Kesulitan pembelajaran daring dipecahkan dengan mengadakan pelatihan bagi guru, pendampingan peserta didik dan sosialisasi kepada orang tua. Masalah kesempatan dan sarana pembelajaran, orang tua dan peserta didik diharap membuat skala prioritas. Problem kurang semangat karena jenuh, konsentrasi terganggu, ditemukan solusinya guru melaksanakan pembelajaran inovatif, kreatif serta menarik, bahkan pembelajaran diharap sekaligus hiburan. Capaian kopetensi masa darurat, perlu perampingan KD substansial saja, serta penanaman karakter akhlak mulia, perlu strategi dan penilaian yang sesuai. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran dan acuan bagi penelitian berikutnya dan fihak yang terkait.