cover
Contact Name
Sri Wahyuni
Contact Email
srayuni17@gmail.com
Phone
+6282284656583
Journal Mail Official
jpk@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Gedung Marine Center Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
Published by Universitas Riau
ISSN : 08537607     EISSN : 27218902     DOI : http://dx.doi.org/10.31258/jpk
Journal of Fisheries and Marine was published by the Faculty of Fisheries and Marine of the Universitas Riau in 2007. The scope of the research included: Aquaculture, fisheries socioeconomic, fisheries technology, management of aquatic resources, utilization of fisheries and marine resources
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 1 (2017)" : 8 Documents clear
Pemanfaatan Buah Mangrove Pedada (Sonneratia caseolaris) sebagai Pembuatan Sirup terhadap Penerimaan Konsumen Rajis, Rajis; Desmelati, Desmelati; Leksono, Tjipto
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.22.1.51-50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan buah mangrove pedada(Sonneratia caseolaris) sebagai pembuatan sirup terhadap penerimaan konsumen. Rancanganpercobaan menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial,dengan 4 taraf perlakuan yaitu sirup buah mangrove pedada dengan kadar gula45 % (G1), sirup buah mangrove pedada dengan kadar gula 50 % (G2), sirup buah mangrovepedada dengan kadar gula 55 % (G3), dan sirup buah mangrove pedada dengankadar gula 60 % (G4), parameter yang diukur yaitu rasa, rupa, aroma dan kekentalan,nilai kadar air, nilai pH, dan kadar total asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwanilai sensoris (rupa, aroma, tekstur, dan rasa) dari setiap perlakuan tidak berpengaruhnyata. Pada analisis kimia tidak berpengaruh nyata pada nilai kadar air dan pH, danberpengaruh nyata pada total asam. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwaperlakuan yang terbaik adalah penambahan gula 55 % (G3) yang memiliki karakteristiksirup buah pedada dengan rupa 97,50 %, aroma 98,75%, tekstur 98,75%, rasa 96,25%,dan mengandung 48,77% kadar air, pH 4,91%, dan 9,92% total asam.
Distribusi Diatom Epilitik (Bacillariophyceae) Berdasarkan Jenis Substrat Pada Zona Intertidal Kawasan Pelabuhan Palimbungan Ketek Batahan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara Rahim, Mustafa; Samiaji, Joko; Mubarak, Mubarak
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.22.1.9-17

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai Januari 2017 dikawasan Pelabuhan Palimbungan Ketek Batahan Kabupaten Mandailig Natal SumateraUtara dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan distribusi diatom epilitik berdasarkanjenis substrat (kayu, semen, dan batuan alam). Metode yang digunakan adalah metodesurvey dan analisis dilakukan di Laboratorium Biologi Laut Fakultas Perikanan danKelautan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diatom yang ditemukan sebanyak 10spesies. Diatom epilitik dengan kelimpahan tertinggi yaitu spesies Isthmia sp. Rata-ratakelimpahan diatom epilitik tertinggi antar substrat terdapat pada substrat kayu sebesar7.686,46 ind/cm2. Kemudian rata rata kelimpahan tertinggi antar plot bagian terdapatpada substrat batuan alam plot I, II, dan III bagian bawah dengan rata-rata nilai kelimpahanyaitu 2.951,05 ind/cm2. Nilai rata-rata indeks keanekaragaman jenis (H’) berkisardari 0,963 - 1,672. keseragaman jenis (E) berkisar antara 0,230 – 0,611. indeksdominansi diatom (D) berkisar dari 0,367 – 0,592.
Sebaran Klorofil-a Menggunakan Citra Satelit Landasat 8 di Kawasan Perairan Sungaitohor Kabupaten Kepulauan Meranti Mifdhol Hafli, Raja Diddin; Samiaji, Joko; Elizal, Elizal
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.22.1.44-50

Abstract

Klorofil-a merupakan salah satu parameter oseanografi penting yang menentukan kelimpahandan sebaran populasi ikan. Penelititian ini bertujuan untuk mengetahuidaerah penangkapan ikan dan kesesuaiannya dengan sebaran klorofil-a di perairan.Penelitian telah dilaksanakan di perairan Sungaitohor, Kabupaten Kepulauan Meranti.Metode yang digunakan adalah survey. Penentuan titik sampling menggunakan metodepurposive sampling. Pengambilan sampel di lapangan telah dilaksanakan pada bulanFebruari 2017 dan analisis klorofil-a di laboratorium pada bulan Maret 2017. Hasilpenelitian menunjukkan terdapat 4 titik daerah penangkapan ikan (DPI) di perairanSungaitohor. Konsentrasi klorofil-a di perairan berdasarkan analisis laboratorium berkisar0,878 - 7,356 μg/l dan berdasarkan analisis citra satelit Landsat 8 berkisar 0,806 –9,541 μg/l. Validasi terhadap kedua data menunjukkan hubungan yang sangat kuatdengan koefisien korelasi (r) = 0,8634 dan tidak berbeda secara siginifikan. Hasilpenelitian menunjukkan tingkat kesesuaian DPI terhadap sebaran klorofil-a adalahsebesar 75 %.
Analisis Foraminifera Bentik pada Sedimen Terumbu Karang di Pulau Pandan Kota Padang Sumatera Barat Arinalhaq, Aminah; Rifardi, Rifardi; Elizal, Elizal
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.22.1.1-8

Abstract

Foraminifera merupakan salah satu ordo dari protozoa yang bersel tunggal, hidup padalingkungan perairan terutama laut yang dapat dijadikan bioindikator kondisi lingkunganterumbu karang melalui indeks sederhana bernama FORAM Index. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan lingkungan terumbu karang berdasarkanforaminifera bentik dilihat dari nilai FORAM Index, Penelitian ini menggunakan metodesurvei pada pengambilan sampel sedimen dan pengukuran parameter lingkunganyang telah dilakukan pada bulan November 2016. Analisis foraminifera meliputi tahappreparasi sampel, kemudian sampel di jentik maksimal 300 individu, dengan dua kalipengulangan, sampel hasil penjentikan dikoleksi untuk identifikasi dengan melihatstruktur morfologi cangkang foraminifera. Hasil dari penelitian ini ditemukan 4 genusforaminifera bentik bioindikator kondisi perairan terumbu karang. Kondisi perairanterumbu karang di gugusan Pulau Pandan berdasarkan FORAM Index (FI) nilainyaberkisar antara 5,31 - 5,98, nilai ini memberi indikasi bahwa perairan sangat kondusifuntuk lingkungan pertumbuhan terumbu karang dicirikan oleh kehadiran Amphisteginanamun memperlihatkan kondisi lingkungan yang mulai menurun dan dicirikan olehkehadiran Quinqueloculina
Karakteristik Habitat dan Populasi Kerang Bambu (Solen lamarckii) di Zona Intertidal Desa Teluk Lancar Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Ramadhan, Muhammad Farizqy; Nasution, Syafruddin; Efriyeldi, Efriyeldi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.22.1.36-43

Abstract

Kerang bambu merupakan salah satu jenis moluska dari famili solenidae yang mempunyainilai ekonomis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2017 bertempatdi Pantai Desa Teluk Lancar Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat, kelimpahan dan pola distribusi kerangbambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penentuanlokasi pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pengukurankualitas perairan dilakukan secara in situ dan ex situ yang terdiri dari parameter fisikadan kimia perairan. Karakteristik habitat kerang bambu yaitu jenis substratnya pasirdengan klasifikasi pasir sangat halus. Bahan organik sedimen tergolong rendah dansangat rendah 0,907-1,749 %. Padatan tersuspensi tergolong sangat tinggi 223-1830mg/l. Parameter kualitas perairan masih mendukung untuk kehidupan kerang.Kelimpahan rata-rata adalah 0,88/m2, kelimpahan tertinggi terdapat di subzona 5(zona lower) atau surut terendah dan kelimpahan terendah pada subzona 3 (zona middle)atau zona tengah intertidal. Pola distribusi rata-rata bersifat mengelompok. Ukurankerang yang ditemukan memiliki panjang 45-93 mm dengan berat 1,91-9,67 g.
Karakteristik Sedimen di Perairan Muara Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan Ananda, Nur Aulia; Mubarak, Mubarak; Ghalib, Musrifin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.22.1.27-35

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Februari 2017 dimuara Sungai Kampar, Pelalawan yang bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkunganpengendapan. Pada penelitian ini menggunakan metode survei sedangkan pengambilansampel sedimen menggunakan metode purposive sampling pada 14 stasiun. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sedimen di muara Sungai Kampar didominasi oleh 3tipe sedimen yaitu lupur, lumpur berpasir dan pasir berlumpur. Parameter statistik sedimenmemiliki nilai diameter rata-rata 3,58-6,62Ø, kategori skewness menceng halus,katagori koefisien sorting terpilah buruk dan katagori kurtosis puncak datar.
Performa Kapal Tradisional Bagansiapi-api Hutauruk, Ronald M; Suprayogi, Imam; Fakhri, Fakhri
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.22.1.51-58

Abstract

Hingga saat ini, masih belum ada studi mendalam tentang kapal kayu yang dibangun diBagansiapi-Api walaupun produk galangan kapal ini cukup dikenal dunia karenakualitasnya. Kajian tentang performa kapal kayu di Bagansiapi-Api perlu dikodifikasidi tengah-tengah penurunan output galangan kapal tradisional dan kekawatiran tentangsejarah kapal kayu Bagansiapi-Api di masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisa secara numerik performa kapal kayu di Bagansiapi-api. Dimensi utamakapal adalah LOA =32 m; B = 10 m, H = 6 m, T = 3, 2 m dan 50 GT. Hasil kajianmenunjukkan bahwa kapal memiliki performa yang baik terutama dalam seakeeoingdan stabilitas karena memenuhi semua kriteria IMO untuk kapal perikanan.Penggunaan kayu kelas awet (kelas 1) dan kelas kuat (kelas 1) membuat kapal tersebutmemiliki umur yang lebih lama. Lunas dan linggi (haluan dan buritan) menggunakankayu leban (Vitex pubesceus Vahl.), sementara balok geladak menggunakan kayukempas (Koompassia malaccensis Maing), dan geladak menggunakan kayu merantibatu (Shorea platiclados (dipterocarpaceae)). Jumlah sambungan dalam kapal dibuatseminim mungkim. Perencanaan lambung sangat smooth, sehingga membuat aliranfluida menjadi stremline dan berpengaruh terhadapa hambatan kapal.
Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Tanjung Balai Kota Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau Adriana, Alysa; Thamrin, Thamrin; Siregar, Sofyan Husein
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.22.1.18-26

Abstract

Fitoplankton merupakan produsen primer di suatu perairan yang dapat menunjang kehidupansumberdaya hayati perairan lainnya dan menempati trofik level pertama dalamrantai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplanktonserta hubungan antara konsentrasi fosfat dan nitrat dengan kelimpahan fitoplankton.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari 2017 di perairan TanjungBalai Kota Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Hasil dari penelitian ini ditemukan27 genus dari fitoplankton yang berasal dari 3 kelas, 7 ordo dan 16 famili.Adapun nilai kelimpahan fitoplankton berkisar antara 48 - 79 ind/l. Nilai indeks keanekaragaman(H’) berkisar antara 2,60 – 2,83, indeks dominasi (C) berkisar antara 0,20 –0,23 dan indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,77 – 0,80. Berdasarkan uji regresilinear sederhana, model matematis konsentrasi fosfat dengan kelimpahan fitoplanktonyaitu y = 10.90 + (656.4)x dengan nilai korelasi (r) = 0,42 (tergolong sedang). Modelmatematis konsentrasi nitrat dengan kelimpahan fitoplankton yaitu y = 138.3 + (-1207)x dengan nilai korelasi (r) = 0,21 (tergolong lemah)

Page 1 of 1 | Total Record : 8