cover
Contact Name
Zuriatin
Contact Email
jurnalipstsb@gmail.com
Phone
+6285205393336
Journal Mail Official
kampustsb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Taman Siswa No. 1 Palibelo, Bima, NTB 84173
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN IPS
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880308     EISSN : 26850141     DOI : https://doi.org/10.37630/jpi
Jurnal Pendidikan IPS STKIP Taman Siswa Bima adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa Bima (LPPM STKIP Tamsis Bima). Jurnal ini menyediakan platform sebagai sarana bagi peneliti, akademisi, praktisi dan profesional untuk mempublikasikan hasil penelitian. Fokus dan lingkup penulisan (Focus & Scope) dalam Jurnal Pendidikan IPS meliputi: 1. Ilmu Sosial dan Pendidikan Ilmu Sosial 2. Sejarah dan Pendidikan Sejarah 3. Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi 4. Geografi dan Pendidikan Geografi 5. Sosiologi dan Pendidikan Sosiologi 6. Ilmu Hukum dan Humaniora
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN IPS" : 8 Documents clear
UPAYA SOEHARTO MEMOTONG PILAR-PILAR KEKUASAAN SOEKARNO Syahbuddin, Syahbuddin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v7i1.74

Abstract

Paska proklamasi kemerdekaan Indonesia dihadapkan pada masalah-masalah yang besar. Bangsa Indonesia harus berhadapan dengan Belanda dalam revolusi fisik tahun 1945-1950. Indonesia yang baru merdeka juga dihadapkan dengan masalah dalam negeri; perekonomian dengan inflasi yang besar, masalah politik dan disintegrasi bangsa. Kemelut politik 1959 mendorong Soekarno mengeluarkan Dekrit pada tanggal 5 Juli 1959 dan era Demokrasi Terpimpin dimulai. Demorasi terpimpin merupakan upaya Soekarno menghimpun kekuatan Nasionalis, Agama dan Komunisme (Nasakom). Konsep Nasakom mendapat sambutan yang baik dari PKI karena memberikan ruang kepada mereka untuk berkembang. Paska Gerakan 30 September 1965 terjadi perubahan konstelasi politik. Soeharto menghancurkan Partai Komunis Indonesia sebagai pilar penting kekuasaan Seokarno, maka pertarungan politik nasional saat itu berpusat pada Soekarno dan Soeharto. Soeharto kemudian naik ke panggung kekuasaan nasional setelah menghancurkan pilar-pilar lainnya seperti menangkap para menteri yang terlibat dalam Gerakan 30 September, membersihakan tentara yang terlibat atau dipandang Soekanois dan membersihkan MPRS/DPR-GR yang kelak mengangkatnya menajadi presiden.
KONFLIK SOSIAL ANTAR DESA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH DI BIMA Ahmadin, Ahmadin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran yang membuat kita terpengaruh, hal ini yang menjadikan konflik dalam diri setiap manusia.dalamtulisan ini adalah yang diangkat konflik sosial dalam perspektif sejarah di Bima dengan metodelogi kualitatif. Penyebab terjadinya konflik sosial adalah pertama, faktor kenakalan remaja. kedua, watak keras masyarakat karena masing-masing setiap pribadi mempunyai karakter dan sifat bawaan. ketiga, pergeseran budaya. ke’empat, kinerja struktur pemerintah setempat yang belum maksimal. dan kelima,lambanya tindakan pihak keamanan. Dampak konflik sosial antar Desa Secara positif atas peristiwa ini mengharuskan peningkatan kinerja pemerintah sesuai kewenanganya karena dalam sisi negatif menghambat proses perekonomian, pendidikan, politik, dan adanya tekanan sosial secara psikologis. secara pengetahuan upaya penyelesaian konflik hanya bersifat yaitu islah. sejarah mencatat konflik social yang terjadi di Bima sudah sangat menghawatirkan karena pada setiap moment dalam Desa masing-masing sudah mengalami mental down atau terkikisnya keimanannya untuk menggunakan akal sehat dalam menerima dan memberi pemikiran. Kemudian usaha para tokoh untuk memberikan konsep penyelesaiaan konflik dengan cara musyawarah mufakat dalam rangka penyatuan persepsi kemajemukan masyarakat. Pandangan sejarah bagi orang Bima masalah konflik waktu dulunya sebagaimana dicontohkan oleh para tokoh-tokoh yang diprakarsainya dari peradaban selalu diperlihatkan oleh para pejuang akan berpandangan kontra produktif terhadap konflik antar Desa danini merupakan sebuah kesalahan fatal karena muatan konflik berbentuk perang ini sangat tidak manusiawi, sebab meliputi rentetan saling melukai, menghancurkan, menyerang bahkan saling membunuh satu sama lain.
PEMBENTUKAN KULTUR SEKOLAH MELALUI PEMBELAJARAN IPS (STUDI DESKRIPTIF DI SMPN 5 SAPE) Ida Waluyati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah membangun kultur sekolah yang baik. Kultur sekolah merupakan kultur organisasi dalam konteks persekolahan. Kultur sekolah sebagai kualitas kehidupan sekolah yang tumbuh dan berkembang berdasarkan semangat dan nilai yang dianut sekolah. IPS sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dan memegang peran dalam upaya menciptakan kultur yang posistif, mengingat dalam program pembelajaran di sekolah, IPS dapat mengembangkan kemampuan berpikir, inkuiri, pemecahan masalah, keterampilan sosial, serta meningkatkan kemampuan berkompetensi dan bekerjasama dalam masyarakat yang majemuk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembentukan kultur sekolah melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN 5 Sape. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan desain embaded case study. Subjek penelitian terdiri dari Guru IPS dan siswa kelas IX. Sedangkan informan penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, anggota MGMP IPS SMPN 5 Sape. Tehnik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data dengan tehnik trianggulasi metode dan sumber. Tehnik analisis data menggunakan analisis model interaktif (interactive model analysis) yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS di SMPN 5 Sape telah menanamkan kultur sekolah. Pada akhir pembelajaran tumbuh kesadaran yang esensial dalam membentuk siswa menjadi manusia yang optimis, berani tampil, berperilaku kooperatif serta memiliki kecakapan personal dan akademik sehingga diharapkan peserta didik menjadi smart and good citizenship. Pemahaman dan pembentukan kultur sekolah dapat ditransformasikan melalui pembelajaran IPS secara simultan dan terus menerus ditanamkan kepada peserta didik, sehingga mempunyai karakter yang responsif terhadap realitas yang ada. Pembentukan kultur sekolah melalui pembelajaran IPS ini, secara psikologis membawa dampak kepada perkembangan sikap sosial sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan dan mengakui keberagaman.
ANALISIS EKONOMI TERHADAP HUKUM DALAM KEBIJAKAN PENEGAKAN HUKUM PIDANA DI INDONESIA Ady Irawan
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penegakan hukum, tidak terkecuali hukum pidana memiliki beberapa tahap yakni pada tahap formulasi, tahap aplikasi dan tahap eksekusi. Dalam rangka mencapai tujuan penegakan hukum secara maksimal yaitu dengan memenuhi kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan jelas tidak bisa dikotomikan dari hal yang bernama ekonomi. Mengingat dalam seluruh aspek kehidupan faktor ekonomi jelas memegang peran penting, tidak terkecuali dalam penegakan hukum pidana. Analisis ekonomi dalam kebijakan penegakan hukum ini sangat penting, mengingat tindak pidana yang dilakukan khususnya dalam era globalisasi ini mengandung berbagai motif dan karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan tindak pidana konvensional yang biasa terjadi pada umumnya. Tindak pidana sebagai produk globalisasi ini sering disebut kejahatan kerah putih (white collar crime) yang jelas tidak akan efektif jika hanya ditangani secara konvensional. Efek globalisasi dapat menghasilkan tindak pidana yang bersifat nasional, transnasional, dan internasional. Oleh karena itu analisis ekonomi terhadap hukum tidak bisa dipandang sebelah mata, mengingat para pelaku tindak pidana white collar crime lebih khawatir akan kerugian secara ekonomi jika dibandingkan dengan sekedar dihukum dan mendekam di penjara.
PENGARUH PENERAPAN KOMPARASI METODE NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) DAN METODE DRIIL TERHADAP PEMAHAMAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH SEJARAH INDONESIA ABAD XIX-XX Roni Irawan; Zuriatin, Zuriatin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pemahaman mahasiswa pada mata kuliah Sejarah Indonesia Abad XIX-XX dengan menerapkan komparasi metode number head together dengan metode driil. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berbentuk esay. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis penelitian digunakan uji-t pada taraf signifikan 5%, sebelum menggunakan uji-t terlebih dahulu dilakukan perhitungan prasyarat yaitu menguji normalitas data. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0,00 dan nilai ini lebih kecil dari 0.05 (0,00< 0,05) maka dapat diketahui hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif ( Ha) dan Ho ditolak, yang berarti terdapat pengaruh pembelajaran dengan menggunakan komparasi NHT dengan driil terhadap pemahaman mahasiswa pada mata kuliah Sejarah Indonesia Abad XIX-XX di STKIP Taman Siswa Bima.
PERAN KESULTANAN BIMA PADA MASA SULTAN ISMAIL TAHUN 1819-1854 Dewi Ratna Muchlisa Mandyara
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa pemerintahan Sultan Ismail, hubungan Kesultanan Bima dengan Belanda bagaikan api dalam sekam, hanya menunggu melahirkan satu peranan. Perjanjian sudah dilaksanakan, namun tidak dapat meredamkan suasana, maka penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui Gambaran Umum Bima Pada Masa Sebelum Pemerintahan Sultan Ismail, 2) untuk mengetahui Latar Belakang Kehidupan Sultan Ismail, 3) Untuk mengetahui Peran Kesultanan Bima Masa Pemerintahan Sultan Ismail Pada Tahun 1819-1854. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan sosial dan pendekatan agama. Metode penelitian sejarah dalam penulisan skripsi ini adaempat langkah yaitu heuristik, kritik sumber, interprestasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Sultan Ismail adalah putra dari Sultan Abdul Hamid, dilahirkan pada tanggal 1 Zulhijah 1211 H. di lantik menjadi Sultan yang ke X (sepuluh) pada tanggal 26 November 1819 atau Safar 1235 H. kemudian di beri gelar Ma Wa’a Alu karena beliau berbudi luhur dan bersikap sopan santun, disamping bergelar Ma Wa’a Alu Sultan Ismail juga diberi gelar “Manuru Sigi”, atas jasa dan pengabdiannya dalam pembangunan Mushalla dan Masjid di seluruh Wilayah Kesultanan Bima, 2) Pada masa kepemerintahan Sultan Ismail pada tahun 1819-1854 sejarah mencatat karya besar sultan Ismail bagi perekonomian dan keamanan tanah Bima, karena Sultan Ismail diberi gelar Ma Wa’a Alu serta sifat dan pembawaan Sultan Ismail sangat halus dan lembut. Pada masa kepemerintahan Sultan Ismail, Bima berada dalam kekuasaan Inggris. Sultan Ismail di beri gelar Ma Wa’a Alu karena beliau berbudi luhur dan bersikap sopan santun danManuru Sigi atas jasa dan pengabdiannya dalam pembangunan masjid di seluruh wilayah Kesultanan Bima. Sultan Ismail Wafat pada tahun 1854 M dan dimakamkan dihalaman masjid Kesultanan Bima, 3) Pada awal pemerintahan Sultan Ismail, Kesultanan Bima baru saja lepas dari kemiskinan dan kelaparan akibat meletusnya gunung Tambora, serangan bajak laut, dan musim kemarau panjang. Pada saat itu Kesultanan Bima laksana seorang yang baru saja sembuh dari penyakit kemiskinan.Sultan Ismail bersama Ruma Bicara Abdul Nabi bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat.
ANALISIS KONFLIK ANTAR DESA SAMILI DENGAN MASYARAKAT DESA DADIBOU DI KECAMATAN WOHA KABUPATEN BIMA TAHUN 2016 M. Tahir
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis konflik antar desa samili denga masyarakat desa dadibou di kecamatan woha kabupaten bima. Tujuan penelitian ingin mengetahui penyebab konflik antar desa. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitaif deskriptif, dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Konflik samili dan dadibou akibat persoalan antar pelajar, sehingga merambat kepada pemuda dan masyarakat dan pada ujunya konflik antar kampung. Hasil penelitian bahwa konflik di Bima bukan karena tidak lapangan kerja, tetapi “ada satu sikap yang mewarisi dari generasi ke generasi yaitu ingin mencoba sesuatu yang baru”. Karena hampir masyarakat Bima memiliki aktifitas yang memadai, hanya pada tingkat anak mereka memang malas untuk pergi menaman bawang merah, panen padi. Konflik muncul akibat satu tradisi pembiaraan secara kolektif”.
PEMBINAAN NARAPIDANA WANITA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB DOMPU Suherman, Suherman
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui dan menganalisa model pembinaan yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan terhadap Narapidana Wanita. 2. Untuk mengetahui dan menganalisa faktor Apa Sajakah yang menjadi Penghambat pelaksanaan pembinaan Narapidana Wanita dan Upaya-upaya apa sajakah yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Dompu dalam dalam mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Yuridis Empiris, yaitu suatu metode penelitian hukum yang berfungsi untuk melihat hukum dalam artian nyata dan meneliti bagaimana bekerjanya hukum di lingkungan masyarakat. Dikarenakan dalam penelitian ini meneliti orang dalam hubungan hidup di masyarakat maka metode penelitian hukum yuridis empiris dapat dikatakan sebagai penelitian sosiologi hukum karena untuk melihat aspek-aspek hukum dalam interaksi sosial didalam masyarakat, dan berfungsi sebagai penunjang untuk mengidentifikasi dan mengklarifikasi temuan bahan non hukum bagi keperluan penelitian atau penulisan hukum. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa pembinaan Narapidnaa wanita di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Dompu sesuai dengan Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor: M.02-PK.04.10 Tahun 1990 Tentang Pola Pembinaan Narapidana dan Tahanan serta Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan. Hanya saja pelaksanaannya belum terlaksana secara optimal yang disebabkan beberapa hal, yaitu: Kualitas Sumber Daya Manusia, Kurangnya Kerja sama dengan Pihak ketiga, serta sarana dan prasarana yang belum memadai serta beberapa faktor penghambat pelaksanaan Pembinaan yaitu: Faktor Intern (Sarana Gedung Lapas, Kualitas dan Kuantitas Petugas, Kesejahtreaan Petugas, Sarana/Fasilitas, Anggaran Lapas, SDM, Ragam Program Pembinaan) serta Faktor Intern (Faktor Ekonomi, Faktor Pendidikan). Untuk itu disarankan kepada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Dompu untuk lebih meningkatkan Sumber Daya Manusia bagi para Petugas/Pegawai Lembaga Pemasyarakatan tersebut dengan berbagai macam pelatihan-pelatihan, serta melaksanakan pembinaan secara optimal sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dan diharapkan kepada pemerintah pusat untuk membetuk peraturan-peraturan yang khusus dalam mengatur tentang pembinaan Narapidana wanita agar tepat sasaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 8