cover
Contact Name
Wan Ridwan husen
Contact Email
jurnalmagelaran@gmail.com
Phone
+6289644238845
Journal Mail Official
jurnalmagelaran@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tamansari Km. 2,5 Mulyasari, Tamansari Kota Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
ISSN : -     EISSN : 26208598     DOI : https://doi.org/10.35568/
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni adalah jurnal Nasional yang diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember dengan (E-ISSN 2620-8598). Jurnal ini menerbitkan artikel ilmiah tentang : 1. Pendidikan seni 2. Seni Drama 3. Seni Musik 4. Seni Tari 5. Seni Rupa 6. Media Pembelajaran Seni 7. Seni Budaya 8. Sejarah Seni 9. Antropologi Seni Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris, atau bahasa Indonesia.
Articles 48 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KRITIK TARI UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SISWA TERHADAP KARYA TARI Lisna Hikmawaty
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1 No. 1 (2018): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1, No. 1, Juni 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.111 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v1i1.241

Abstract

Artikel ini menjelaskan bagaimana implementasi model pembelajaran kritik tari terhadap apresiasi karya tari. Kurangnya pembahasan mengenai kritik tari menjadi salah satu alasan untuk menerapkan model ini. Melalui kritik tari diharapakan siswa mampu untuk berapresiasi dengan mengungkapkan nilai – nilai yang terkandung di dalam sebuah karya tari dengan cara menulis. Metode yang digunakan dalam proses pembelajaran ini adalah menggunakan metode berbasis masalah dengan media yang digunakan yaitu berupa CD atau DVD dan buku teks.
PEMBELAJARAN SENI MELALUI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ANIMASI DIGITAL Ceceng Kosasih
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1 No. 1 (2018): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1, No. 1, Juni 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.18 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v1i1.243

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menyebabkan pergeseran paradigma dan budaya masyarakat terhadap pembelajaran. Secara teoritis proses pembelajaran merupakan kegiatan interaksi antara guru dan siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar. Berbagai faktor penghambat dalam mencapai tujuan pembelajaran harus dieliminasi dan diantisipasi oleh guru sebagai desainer pembelajaran. Mengingat hal tersebut seorang guru harus tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat dan lebih kreatif dalam merancang pembelajaran. Perancangan pembelajaran hendaknya mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan perkembangannya. Pada masyarakat urban, antusiasme siswa terhadap teknologi digital begitu tinggi. komputer, gadget, tablet, dan handphone sudah bukan barang mewah dan sudah menjadi budaya dan kebutuhan sehari-hari. hal ini perlu diaokomodir oleh seorang pengajar dalam merancang bahan ajar yang akan diguanakan dalam pembelajaran. Sehingga perlu upaya menyajikan bahan ajar khususnya pelajaran seni dalam bentuk animasi digital sebagai upaya menyelaraskan antara tujuan kurikulum dengan perkembangan karakteristik peserta didik guna mencapai tujuan pemebalajaran.
SITUS KABUYUTAN KARANGKAMULYAN (STUDI DESKRIPTIF ANALISIS PADA BENDA-BENDA SITUS KARANGKAMULYAN DI DESA KARANGKAMULYAN KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT) Aini Loita
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1 No. 1 (2018): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1, No. 1, Juni 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.532 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v1i1.244

Abstract

Situs adalah daerah temuan benda-benda purbakala. Salah satu situs budaya Sunda adalah Situs Karangkamulyan terletak di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Situs Karangkamulyan merupakan situs cerita Ciungwanara dari masa Hindu-Buddha. Banyak terdapat tinggalan-tinggalan kebudayaan kuno di situs ini. Ragam peninggalan yang terdapat dalam situs ini merupakan kekayaan budaya lokal yang merupakan bagian dari sejarah Kabupaten Ciamis. Kecenderungan masyarakat modern kini banyak melupakan warisan kearifan-kearifan budaya lokal tersebut, terutama warisan dari cara berpikir lokal yang memiliki nilai terbaik yang merupakan norma masyarakatnya. Maka perlu ditelusuri dan diteliti bagaimana kearifan lokal dari masyarakat kuno Ciamis melalui hasil peninggalan sejarah masa lalunya. Salah satunya melalui budaya rupa/ visual yang ditinggalkannya. Penelitian ini bertujuan mengkaji makna filosofis kearifan lokal budaya masyarakat Indonesia kuno di wilayah Ciamis dengan fokus penelitian benda-benda rupa yang terdapat di Situs Karangkamulyan. Penelitian ini menganalisis perkembangan seni rupa Indonesia daerah Kabupaten Ciamis dilihat dari tinggalan situs Karangkamulyan berkaitan dengan pengaruh Hindu-Budha sebagai dasar pengetahuan guna pengembangan wawasan budaya dalam rangka menelusuri identitas kearifan lokal seni rupa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, pendekatan kualitatif, dan desain penelitian menggunakan penelitian etnografi. Hasil penelitian terdapat sekitar delapan buah benda seni rupa yang memiliki bentuk berupa tatanan batu-batu bujur sangkar atau segi empat dengan batu berdiri dan batu pipih terhampar. Pada dasarnya ada dua jenis bentuk, yakni segi empat dan lingkaran, batu berdiri dan batu pipih terhampar di tanah dan memiliki makna filsafat.
INOVASI MUSIK KACAPI SEBAGAI WAJAH BARU DARI SAJIAN KESENIAN KACAPI KAWIH (STUDI KASUS TENTANG BENTUK STEMAN DAN ANALISIS KARYA MUSIK KACAPI INOVASI) denden setiaji
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1 No. 1 (2018): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1, No. 1, Juni 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.979 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v1i1.245

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang perubahan yang terjadi pada kesenian Sunda khususnya pada bentuk penyajian instrumen kacapi dari segi kreativitas dan kualitas. Kacapi inovasi sebagai salah satu bentuk pengembangan kreativitas seniman, merupakan sebuah hasil karya cipta yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan karya yang berbeda dari karya-karya kacapi pada umumnya. Hal ini merupakan sebuah inovasi dalam memainkan instrumen kacapi terutama inovasi tentang bentuk steman kacapi. Pembahasan mengenai kontekstual dan tekstual kacapi inovasi akan disajikan melalui analisis karya musik kacapi inovasi yaitu lagu Bulan Priangan.
SENI DAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF MUHAMMADIYAH Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1 No. 1 (2018): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1, No. 1, Juni 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.005 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v1i1.246

Abstract

Abstract The presence of the Study Program of Drama, Dance and Music (Sendratasik) in Muhammadiyah University (PTM) becomes a challenge as well as an opportunity for the development of da'wah amar ma`ruf nahi munkar, especially the pros and cons of religious scholars (fuqahau fi diin) with artistic and cultural laws. Muhammadiyah as an Islamic movement and da'wah amar ma`ruf nahi munkar with the spirit of tajdid to carry out its movement in various aspects of human life, namely: education, health, social, economic, arts and culture, and other aspects, even KH Ahmad Dahlan as founding father using art in his dakwah. By using descriptive method, then art and culture in Muhammadiyah perspective of law is allowed, even can become fardu if in framework of da'wah amar maruf nahi munkar. As for norms and values that must be held firmly in running art and cultural activities, do not lead or cause damage (fasad), danger (dharar), iniquity (Ishyan), and distancing themselves from Allah (baid anillah).
AKU ANAK KREATIF: STIMULASI KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN ART AND CRAFT Mirawati Mirawati; Aini Fidianti
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1 No. 1 (2018): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1, No. 1, Juni 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.955 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v1i1.247

Abstract

Artikel ini mengkaji terkait implementasi kegiatan art and craft yang dilakukan di Kelompok Bermain Lab. UPI sebagai salah satu upaya stimulasi kreativitas bagi anak usia dini. Kreativitas merupakan salah satu aspek pada setiap individu yang sangat penting untuk distimulasi sejak dini. Masa usia dini merupakan masa dimana perkembangan anak sangat pesat, termasuk perkembangan kreativitas, terutama karena pada masa tersebut anak memiliki karakteristik rasa ingin tahu yang tinggi sebagai salah satu bekal kreativitasnya. Berdasarkan hal tersebut, layanan pendidikan anak usia dini seyogyanya menyediakan aktivitas yang mampu memberikan stimulasi terhadap perkembangan kreativitas anak. Salah satu aktivitas yang dijadikan program rutin dengan tujuan menstimulasi kreativitas anak adalah kegiatan art and craft yang dilaksanakan di Kelompok Bermain Lab. UPI. Metode yang digunakan dalam melakukan kajian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan tujuan memperoleh gambaran pelaksanaan kegiatan art and craft secara menyeluruh. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kegiatan art and craft yang dilaksanakan terdiri dari beberapa aktivitas seperti menggambar, mencampur warna, mewarnai, menggunting, menempel, membentuk dan aktivitas seni rupa lainnya. Art and craft di Kelompok Bermain Lab. UPI juga merupakan kegiatan yang termasuk dalam program rutin yang dilaksanakan setiap minggu. Aktivitas ini mampu merangsang anak untuk berkreasi sesuai dengan keinginannya, melakukan uji coba pencampuran warna dan membuat hasil karya. Adapun Kesimpulan dari artikel ini merujuk kegiatan art and craft sebagai salah satu kegiatan stimulasi terhadap perkembangan anak khususnya dalam aspek kreativitas.
KOMPARASI SEJARAH SENI RUPA BARAT DAN TIMUR KEBUDAYAAN YUNANI DENGAN INDIA Winia Hafiti; Aini Loita
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1 No. 2 (2018): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1, No. 2, Desember 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.61 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v1i2.242

Abstract

Artikel ini memuat tentang komparasi sejarah seni rupa khususnya seni rupa Asia dan Barat. Dalam artikel ini dibahas secara garis besar mengenai jalur penyebaran peradaban timur dan jalur penyebaran peradaban barat. Hasil-hasil kebudayaan dari timur dan barat masing-masing diwakili oleh peradaban India untuk kebudayaan timur sedangkan untuk kebudayaan barat diwakili oleh peradaban Yunani. Masing-masing peradaban dianggap sebagai pondasi peradaban selanjutnya di masing-masing wilayah timur dan barat. Bahasan artikel ini mengupas contoh karya representatif dari segi arsitektur, seni lukis dan seni pahat untuk Timur dan Barat berupa analisis perbandingan. Artikel ini menjelaskan mengenai perbandingan kebudayaan India dan kebudayaan Yunani yang meliputi persoalan: filsafat, karya seni dan berbagai pendapat para Filusuf yang mengungkapkan konsep perbedaan dan atau kesamaan di antara seni Timur dan Barat.
SIMBOL-SIMBOL DALAM GUNUNGAN WAYANG KULIT JAWA Aini Loita
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1 No. 2 (2018): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1, No. 2, Desember 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.684 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v1i2.463

Abstract

Puppet is a legacy of the past that has been tradition until now. Although in its development, wayang experienced changes as innovations to maintain it, but there were fixed structures that did not change, such as the form of the puppet itself, how to perform it, the structure of the gamelan, its suluk-suluk, philosophy and others. One of the Javanese shadow puppets called gunungan has many symbols of visual values ??that can be observed and interpreted as the noble heritage of traditional values. This article outlines the analysis of the visual meaning of the Javanese shadow puppet views from the point of view of the symbol of Tribuwana or Tiga Dunia, Up, Down, Middle.
MAKNA ORNAMENTASI PAPANTUNAN DALAM TEMBANG SUNDA CIANJURAN Denden Setiaji
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1 No. 2 (2018): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1, No. 2, Desember 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.483 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v1i2.464

Abstract

This article is an analysis of the meaning of ornamentation found in Sunda Cianjuran songs, especially wanda papantunan, where the role of ornamentation in papantunan has meanings and values ??that can describe the pattern of life or frame of mind of Sundanese society during the formation of Sunda Cianjuran song wanda papantunan, it is expressed through the form of ornamentation and graphic notation presented in each verse and ornamentation to the application of notation. All aspects listed there have values ??that describe the rational pattern of a harmonious and religious Sundanese society.
ANALISIS 7 UNSUR KEBUDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN CIGALONTANG KABUPATEN TASIKMALAYA Krisma Jayanti; Aini Loita; Helda Safaat
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1 No. 2 (2018): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 1, No. 2, Desember 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.768 KB) | DOI: 10.35568/magelaran.v1i2.465

Abstract

This article is the result of a qualitative descriptive study focused on the study of seven elements of culture including systems of technology, livelihoods, social systems and social organizations, languages, arts, education, and religious systems. Most of the residents of Cigalontang speak Sundanese and are Muslim. Most people who work as farmers are still very traditional, have diverse cultural customs including jaipongan, pencak silat, rudat, calung, ronggeng, tambourine, dog dogs, and are cut down by gebes. In addition, there are also traditional hereditary practices that are usually carried out by the community, namely randomizing those who want to get married and thanksgiving for the harvest if they are going to harvest by burning incense.