cover
Contact Name
Haeruddin
Contact Email
haeruddin@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jeneral.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto, Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27984850     DOI : -
Jurnal nasional berbahasa indonesia dan bersifat open access yang menerbitkan artikel hasil penelitian tentang eksplorasi dan pemanfaatan mineral serta pengolahannya di bidang teknik pertambangan yang meliputi: Eksplorasi Sumberdaya Minerba, Perencanaan Tambang, Ekonomi Minerba, Reklamasi dan Pengelolaan Lingkungan Pertambangan, Komputasi Tambang, Hidrogeologi Tambang.
Articles 15 Documents
Identifikasi Lapisan Tanah dan Batuan Dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Pada Daerah Durjo, Kabupaten Jember, Jawa Timur Faizin, Nur; Irawan, Januar Fery; Aminah, Siti
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.301 KB)

Abstract

Resistivitas material dapat diukur dengan dimensi dan hambatan listrik material tersebut. Salah satu model resistivitas semu adalah satu Dimensi (1-D). Resistivitas semu dapat diperoleh dengan metode geolistrik. Salah satu konfigurasi untuk metode geolistrik adalah Konfigurasi Schlumberger. Konfigurasi ini umumnya digunakan dalam survey geolistrik. Keunggulan konfigurasi ini adalah kemampuan deteksi ketidakhomogenan lapisan batuan permukaan dan penetrasi arus dapat mencapai 20%. Konfigurasi Schlumberger dilakukan dalam bentuk lintasan atau line. Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah beda potensial (ΔV), resistansi (R), dan jarak elektroda (x). Jumlah lintasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua. Setiap lintasan diset sepanjang 100 m mendatar dengan jarak spasi injeksi arus 5 m. sedangkan jarak antar lintasan adalah 30 m. Setelah dibandingkan nilai resistivitas semu antara hasil analisa data dengan referensi, diketahui bahwa lintasan 1 terdapat batuan sedimen dimana batuan sedimen ini memiliki nilai resistivitas semu berorde 10-103 Ωm. Batuan ini ditemukan pada kedalaman 6,1-38,47 m. Jenis batuan sedimen yang mungkin adalah batu kapur, batu serpih atau batu pasir. Hasil yang diperoleh pada lintasan 2 hampir sama dengan lintasan 1. Sehingga lintasan 2 kemungkinan jenis batuan yang muncul adalah batuan sedimen. Batuan ini berada pada kedalaman 2,98-61,73 m. Batuan ini merupakan batuan yang menopang salah satu kebun kopi yang berada pada perkebunan kopi durjo.
Pemodelan 1D Resistivitas Semu Lapisan Tanah Di Wilayah Durjo, Kabupaten Jember Faizin, Nur; Irawan, Januar Fery
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.837 KB)

Abstract

Karakteristik dari suatu material yang dapat membedakan setiap material salah satunya adalah Resistivitas. Resistivitas dari suatu material dapat diperoleh yaitu dengan mengetahui dimensi dan hambatan listrik material tersebut. Resistivitas semu dapat dimodelkan dalam 1 -Dimensi (1-D). Pemodelan resistivitas semu 1-D merupakan landasan dasar untuk pemodelan dua dimensi dan tiga dimensi. Konfigurasi Schlumberger merupakan konfigurasi yang sering dipakai dalam survey geolistrik. Hal ini dikarenakan konfigurasi Schlumberger mudah dalam operasinya yaitu cukup dengan mengubah jarak antar elektroda arusnya saja tanpa mengubah jarak elektroda potensialnya. Pengubahan jarak antar elektroda arus harus tetap memperhatikan jarak antar elektroda potensial. Konfigurasi Schlumberger dilakukan dalam bentuk lintasan atau line. Dari line tersebut diperoleh beda potensial (ΔV) dan resistansi bumi (R). Jarak antar elektroda potensialnya (P) diset 5 meter dan jarak antar elektroda arusnya (C) diubah seperti deret aritmatik dengan beda 5 meter untuk masing-masing C dalam satu line. Arus yang digunakan untuk injeksi berupa arus DC dengan besar arus 20,582 mA. Setelah dibandingkan nilai resistivitas semu antara hasil analisa data dengan referensi diketahui bahwa lapisan 3 memiliki resistivitas semu 16,2 Ωm pada kedalaman 5,85 m. Nilai resistivitas tersebut menunjukkan bahwa adanya tanah lempung. Dimana tanah lempung tersebut berperan sebagai bidang gelincir. Ketebalan bidang gelincir ini adalah 1,11 m. Dengan adanya bidang gelincir ini maka dapat memungkinkan terjadinya tanah longsor.
Optimasi Jumlah Bola Baja Terhadap Proses Penghancuran Material Dalam Silinder Berputar Faizin, Nur
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.291 KB)

Abstract

Bola baja yang menumbuk material dimanfaatkan untuk proses penghancuran material. Material yang dihancurkan merupakan material yang terbuat dari bahan setengah jadi semen yang dibentuk menjadi butiran. Material yang berbentuk butiran tersebut dihancurkan di dalam silinder yang berputar. Ukuran silinder yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berdiameter dalam 400 mm dan diameter luar 440 mm serta memiliki ketebalan 3 cm yang terbuat dari akrilik. Dinding dalam silinder dibentuk bergerigi, gerigi tersebut memiliki ketinggian 4,2 mm. Material yang dimasukkan ke dalam silinder dicampur dengan bola baja berdiameter 6,35 mm. Mode gerak cataracting dan cascading merupakan mode gerak yang khusus diamati dalam penelitian ini. Proses penghancuran dan penghalusan material sangat didukung oleh kedua mode gerak tersebut. Data yang diambil yaitu massa material yang lolos dari ayakan 24 mesh atau 0,75 mm. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah variasi jumlah bola baja yang dimasukkan ke dalam silinder dengan massa material yang tetap, variasi kecepatan putaran silinder, dan lama putaran silinder. Hasil yang diperoleh yaitu massa material maksimum yang lolos dari ayakan 24 mesh diperoleh pada massa bola baja 500 gram dan kecepatan putar 56,52 rad/detik.
Kajian Sistem Penyaliran Pada Tambang Terbuka Granit Pit Barat, PT. XYZ, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau Suparno, Fanteri Aji Dharma; Febianti, Zahrah
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.07 KB)

Abstract

Salah satu kegiatan penting yang dilakukan pada usaha pertambangan adalah sistem penyaliran tambang. Tujuan penelitian adalah untuk mengendalikan air limpasan yang masuk kebukaan tambang agar proses penambangan tidak terganggu. Adapun metode yang digunakan untuk menghitung curah hujan rata-rata dan volume air limpasan yang masuk ke sumuran serta luas kolam pengendapan yang dibutuhkan, yaitu dengan menggunakan metode distribusi Gumbel, metode monobe, dan untuk perhitungan debit limpasan menggunakan metode empiris dan rasional. Dari hasil penelitian curah hujan rata-rata maksimum pada lokasi penelitian yaitu 142.27mm, curah hujan rencana diambil periode ulang 15 tahun sebesar 82.94 mm/jam serta debit limpasan maksimum yang masuk diestimasikan sebesar 6.92 m3/s yang akan masuk ke sump. Jumlah pompa yang digunakan dua unit (2) dengan kapasitas 1000 m3/hari. Jadi untuk mengendalikan air limpasan yang masuk kebukaan tambang dibutuhkan kapasitas kolam sebagai tempat pengendapan sebesar 120.52 m3.
Uji Mineragrafi Batuan Bijih Emas dari Banyuwangi, Jawa Timur Aminah, Siti
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.466 KB)

Abstract

Emas termasuk ke dalam golongan logam mulia karena keterdapatannya di bumi yang langka dan memiliki sifat spesifik tertentu. Emas dapat ditemukan dalam bentuk mineral dimana emas sebagai logam yang dominan, misalnya emas native, elektrum, calaverite, sylvanite dan dalam mineral dimana emas sebagai unsur minor, misalnya arsenopirit, pirit dan kalkopirit. Uji karakterisasi dari batuan emas yang terkandung di suatu daerah, dalam hal ini daerah Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur sangat penting karena melalui proses ini dapat diketahui struktur dan komposisi suatu mineral, sifat-sifat fisika dan kimia dari mineral yang terkandung dalam batuan sampel, klasifikasi (termasuk jenis mineral apa yang terkandung dalam batuan emas) dan keberadaan mineral asosiasinya. Berdasarkan hasil pengujian karakterisasi sampel, komponen mineral didominasi oleh kuarsa dan kalkopirit, adapun mineral bijih sulfida lainnya seperti sfalerit, pirit, digenit kalkosit dan kovelit hanya sedikit dijumpai. Keterdapatan emas berada dalam bentuk elektrum.
Analisis Statistik Pada Ekstraksi Kelurusan Morfologi Untuk Mendukung Pemetaan Sumberdaya Mineral Haeruddin, Haeruddin; Sari, Riska Laksmita
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1789.975 KB)

Abstract

Kelurusan merupakan fitur linier yang muncul akibat proses geologi berupa adanya rekahan, struktur geologi, dan dapat diindentifikasi melalui teknologi penginderaan jauh. Kelurusan dapat diperoleh dengan menggunakan data DEM SRTM yang diekstrak menggunakan metode mSTA. Proses diawali dengan membuat multishaded relief DEM SRTM, kemudian dilanjutkan dengan ekstraksi dan grouping kelurusan. Dalam hal ini, proses akhir menggunakan perhitungan statistik untuk mendapatkan kelurusan yang akurat sangat diperlukan. Hasil akhir kelurusan menunjukkan panjang 1-2 km, dengan rata-rata 1,36 km. Adapun arah umum kelurusan yang diperoleh yaitu NW-SE dan SE-NW. Dengan demikian, hasil ekstraksi kelurusan ini dapat digunakan lebih lanjut untuk mendukung pemetaan sumberdaya mineral
Studi Karakteristik Geologi Gumuk di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Jawa Timur Ditinjau dari Analisis Petrologi Irawan, Januar Fery; Febriany, Sapna Rizqi; Saputra, Ade Reza; Faizal, Sultan Affith
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.962 KB)

Abstract

Gumuk di kabupaten Jember khususnya di kecamatan Sumbersari merupakan morfologi yang unik yang sering dikaitkan dengan fungsi sebagai resapan air. Sementara itu, pemanfaatan Gumuk di kecamatan Sumbersari seringkali digunakan untuk sumber bahan galian. Apabila komposisi batuan penyusun gumuk memiliki porositas dan permeabiiitas yang baik, maka morfologi gumuk memiliki fungsi sebagai tempat resapan air. Disamping itu terjadinya gumuk dikarenakan oleh proses geologi yang unik yang muncul di morfologi bergelombang. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahuI karakteristik morfologi gumuk. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis mineralogi dan petrologi. Analisis ini dilakukan dengan cara mengambil sampel batuan penyusun gumuk di kecamatan sumbersari. Dari hasil analisis petrologi menunjukkan bahwa batuan penyusun gumuk merupakan endapan breksi volkanik klastik dengan fragmen andesit berwarna abu abu cerah dengan matriks terdiri dari mineral lempung dan pasir halus yang berwarna coklat cerah.
Manajemen Risiko Kecelakaan Kerja Akibat Blindspot pada Disposal Area Menggunakan Analisis HIRARC Suparno, Fanteri Aji Dharma; Kuswardani, Ika Fabriana; Anggraini, Yensi Ina; Febriany, Sapna Rizqi
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.273 KB)

Abstract

Pertambangan merupakan salah satu industri yang memiliki risiko kerja tinggi. Meskipun industri pertambangan menawarkan banyak keuntungan, sektor ini tidak luput dari banyaknya risiko yang kemungkinan terjadi. Risiko yang ditimbulkan baik berupa risiko terhadap lingkungan maupun risiko terhadap para pekerja selama melakukan aktivitas penambangan. Faktor risiko yang biasa ditemui diantaranya ledakan, longsoran, kebakaran. Risiko lain dari aktivitas penambangan adalah terjadinya kecelakaan kerja yang melibatkan alat berat dengan kendaraan kecil. Pada studi kasus ini telah terjadi kecelakaan kerja antara Rigid Dump Truck dengan mobil patroli/LV di area penimbunan overburden atau disposal area dan menewaskan empat orang pekerja. Kejadian ini dapat disebabkan oleh kesalahan manusia, kerusakan alat, maupun kondisi lingkungan. Kesalahan manusia merupakan faktor yang paling mendominasi terjadinya kecelakaan kerja, seperti tidak mematuhi SOP, tidak memakai alat pelindung diri, dan mengabaikan area blindspot pada alat besar. Hal ini menunjukkan bahwa sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja atau biasa disebut K3 sangat penting untuk diaplikasikan pada industri pertambangan. Manajemen K3 pada suatu perusahaan berfungsi untuk mengatur segala aktivitas pertambangan dengan cara mengidentifikasi risiko dan melakukan pengendalian sebagai upaya pencegahan terhadap kejadian yang tidak diinginkan. Pada studi kasus ini terdapat beberapa cara yang digunakan untuk memberikan solusi terhadap masalah yang kemungkinan terjadi terkait dengan K3. Tahap pertama adalah menggambarkan dan menguraikan area yang menjadi titik buta atau blindspot pada alat berat dengan tujuan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan antar unit. Tahap kedua adalah melakukan analisis K3 menggunakan metode HIRARC dan membuat JSA dengan tujuan supaya dapat mengenali secara dini risiko-risiko yang kemungkinan terjadi pada aktivitas Rigid Dump Truck dan mobil patroli/LV yang sedang beroperasi di area penimbunan. Tahap terakhir adalah penjelasan solusi-solusi yang mengacu pada Undang-Undang dan Kepmen 1827K tahun 2018 tentang manajemen kesehatan dan keselamatan kerja di industri pertambangan. Ketiga langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas kasus yang sering terjadi di perusahaan pertambangan utamanya terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja di industri pertambangan.
Extracting the Topographic Features as a Pragmatic Survey for Landslide Susceptibility Analysis Marifa, Tutur Afdol; Wibowo, Arif Setio; Halza, Dzaky Alfaiz; Permata, Linda
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.578 KB)

Abstract

Landslide susceptibility mapping in the mountainous area has become crucial for taking any precautions and imperative for any disaster management. As safety factor is currently widely used to indicate the ratio of strength to stress in a unit column, it lacks what matters to the disaster response unit – the probability in which a landslide can occur in a place. A value of safety factor shows whether a unit column will fail (SF >1) but does not lead to which unit column will be prioritized for monitoring and prevention measures. Therefore, unit slopes are generated based on the watersheds to part the study area. Before evaluating the landslide movement, and types, slope analyses is required. Several references of slope classification are chosen to gain the descriptive characteristics of a certain unit column and its correlation to other topography parameters. This research paper is a step before limit equilibrium analysis where the ratio of strength-to-stress calculation cannot disregard the slope behavior and soil thickness.
Mekanisme Pembentukan Struktur Geologi di Gunung Raung, Provinsi Jawa Timur Sabila, Firman Sauqi Nur; Abdurrachman, Mirzam
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1356.96 KB)

Abstract

Gunung Raung di Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi Jawa Timur merupakan salah satu gunungapi aktif di Busur Sunda. Keberadaan gunungapi ini menghasilkan keragaman potensi sumber daya alam yang ada seperti panasbumi, bahan galian vulkanik, dan endapan mineral. Perlunya penambahan data geologi pada gunungapi aktif melatarbelakangi peneliti untuk menelaah dan mengkaji lebih lanjut untuk mengidentifikasi tatanan geologi yang secara tidak langsung menjadi acuan pada tahap eksplorasi awal sumber daya geologi di dalamnya. Keberadaan struktur geologi dinilai turut memengaruhi aktivitas vulkanisme di gunungapi ini. Model struktur di batuan vulkanik juga kemudian dapat dijadikan analog pada reservoir panasbumi ataupun migas. Belum adanya penelitian yang menjelaskan mengenai tatanan struktur geologi dan tektonik Gunung Raung mendasari penelitian ini dengan tujuan untuk mempelajari aspek tersebut menggunakan analisis penginderaan jauh dan survei lapangan. Metode yang digunakan yaitu analisis penginderaan jauh menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) dan observasi lapangan untuk mengidentifikasi keberadaan struktur geologi dan mekanismenya. Data yang didapatkan dari analisis penginderaan jauh akan divalidasi dengan keberadaan bukti-bukti struktur di lapangan. Penamaan struktur geologi akan didasarkan pada mekanisme serta lokasi geografisnya. Vulkanisme Gunung Raung menghasilkan produk berupa basalt, andesit, dan breksi piroklastik. Struktur geologi yang berkembang di Gunung Raung terdiri dari struktur primer berupa kekar berlembar dan autobreksi serta struktur sekunder yaitu Sesar Normal Kaldera Gadung, Sesar Normal Kaldera Raung, Sesar Normal Kali Slincak dan Sesar Mendatar Menganan Kali Pace.

Page 1 of 2 | Total Record : 15