cover
Contact Name
Siti Nuurlaily Rukmana
Contact Email
nuurlaily_rukmana@unipasby.ac.id
Phone
+6287750160001
Journal Mail Official
jurnal_planobuana@unipasby.ac.id
Editorial Address
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya 60234 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Plano Buana
ISSN : -     EISSN : 27462218     DOI : https://doi.org/10.36456/jpb.v2i1
Core Subject : Social, Engineering,
Focus and Scope Journal Plano Buana is open access journal that focuses on scientific work devoted to the study of urban and regional planning. The topics of these article in Journal of Plano Buana, covering the results of thoughts and research results relating to the field of urban and regional planning directly or indirectly. 1. Urban and regional planning 2. Urban design 3. Community planning 4. Transportation 5. Tourism 6. Rural development 7. Coastal planning 8. Disaster mitigation 9. Spatial Planning 10. GIS Application
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)" : 12 Documents clear
Identifikasi Jalur Evakuasi Bencana Di Gunung Kelud Kabupaten Blitar Imaduddinah, Annisaa Hamidah; Widiyanto Hari Subagyo Widodo; Ida Soewarni; Ibnu Sasongko
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.521 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v1i2.2678

Abstract

Gunung Api Kelud merupakan salah satu gunung aktif yang berada di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2014 terjadi erupsi Gunung Kelud yang menyebabkan 7 jiwa meninggal dan puluhan ribu jiwa harus mengungsi. Upaya meminimalisir risiko bencana dapat dilakukan dengan dilakukannya penentuan jalur evakuasi bencana Gunung Kelud. Dalam mengoptimalkan hasil kajian, dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengambil keputusan dan merumuskan tindakan prioritas pengurangan risiko bencana. Penentuan jalur evakuasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analytic hierarchy process. Berdasarkan hasil kajian ini, dihasilkan bahwa Desa Maliran di Kecamatan Ponggok, Desa Semen dan Desa Soso di Kecamatan Gandungsari merupakan tempat evakuasi sementara terpanjang di Kabupaten Blitar. Adapun hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk perencanaan kawasan Kabupaten Blitar yang berbasis pengurangan risiko bencana.
Stadia Perkembangan Kabupaten Gresik Sinaga, Gratia Ananda; Tucunan, Karina Pradinie
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.265 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v1i2.2840

Abstract

Kabupaten Gresik memiliki peninggalan Sejarah yang beragam, bukan hanya tangible tetapi juga intangible yang mendorong Kabupaten Gresik sebagai Kota Pusaka. Peninggalan sejarah ini menggambarkan peristiwa sejarah yang pernah terjadi di Kabupaten Gresik di masa lalu. Peristiwa menjadi sejarah Kabupaten Gresik ini kemudian dapat menjadi identitas dan kekhasan tersendiri untuk Kabupaten Gresik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tahapan peristiwa sejarah melalui penyusunan stadia perkembangan Kabupaten Gresik. Untuk menyusun stadia perkembangan Kabupaten Gresik, dilakukan pendataan peninggalan sejarah yang mewakili periode perkembangan tertentu dengan studi literature. Lalu Peninggalan Sejarah yang dirangkum diklasifikasikan melalui Focus Group Discussion dengan expert. Kemudian dilakukan analisis untuk menentukan stadia utama perkembangan Kabupaten Gresik. Berdasarkan penelitian, ditemukan 5 tahapan periode utama yang terdiri dari Masa Kerajaan Majapahit, Masa Perkembangan Islam, Masa Kolonial, Masa Pendudukan Jepang, dan Masa Awal Kemerdekaan.
Kesiapan Aksesibilitas Wisata Dalam Mengintegrasikan Obyek Wisata (Studi Kasus : Karanganyar Bagian Timur) Delamartha, Andreta; Galing Yudana; Erma Fitria Rini
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.511 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v1i2.3229

Abstract

Abstrak Pariwisata merupakan sebuah kegiatan dalam rangka memberikan kepuasan atau hiburan terhadap seseorang dan memiliki sifat sementara. Terdapat 5 komponen penting dalam pariwisata atau biasa disebut 5A’s tourism, salah satunya adalah Aksesibilitas. Aksesibilitas wisata merupakan segala macam kemudahan yang dapat dirasakan oleh wisatawan dalam melakukan pergerakan/ perpindahan tempat saat perjalanan wisata. Aksesibilitas wisata meliputi 5 hal yaitu Sarana penunjang pariwisata, Prasarana penunjang pariwisata, Informasi mengenai obyek wisata, Waktu, dan Managemen aksesibilitas wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan aksesibilitas wisata dalam mengintegrasikan obyek wisata dengan studi kasus di Kabupaten Karanganyar bagian timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik skoring menggunakan Skala Likert. Teknik pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder melalui survei kuisioner, observasi lapangan, studi literatur, dan studi dokumen dari dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan aksesibilitas wisata di Kabupaten Karanganyar bagian timur dalam mengintegrasikan obyek wisata memiliki tingkat kesiapan yang sedang dengan perolehan skor sebesar 11,06.
Nilai-Nilai Coworking Space dalam Mendukung Konsep Kota Kreatif (Studi Kasus: Daerah Istimewa Yogyakarta) Ni'mah Mahnunah
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.193 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v1i2.3271

Abstract

Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perekonomian dunia saat ini telah memasuki era ekonomi kreatif, yang memberikan implikasi pada pengembangan konsep kota kreatif dalam perencanaan dan pengembangan kota. Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota yang telah dikenal menjadi pusat budaya dan pendidikan didalamnya memiliki sumber daya utama kota kreatif yaitu orang-orang kreatif. Penerapan konsep kota kreatif yang dapat dilihat dari aspek fisik yaitu keberadaan ruang-ruang kreatif yang salah satunya berupa coworking space. Coworking space sebagai wadah dalam menumbuhkan kembangkan kreativitas dan inovasi orang-orang kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai – nilai coworking space dalam mendukung konsep kota kreatif dengan menggunakan studi kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif menggunakan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai coworking space di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai lingkungan kerja di sektor kreatif mampu mendorong munculnya komunitas, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas dapat berkontribusi dalam menghasilkan inovasi dan penciptaan peluang nilai ekonomi. Keberadaan coworking space di kota ini juga memiliki peranan yang signifikan dalam hal menghasilkan orang-orang kreatif atau pekerja kreatif (creative class) sebagai sumber daya utama dalam pengembangan kota kreatif.
Identifikasi Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Upaya Peningkatan Kunjungan Wisata Alam Pantai Torong Besi Dewi Endang, Bonefansiana; Siti Nuurlaily Rukmana
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.21 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v1i2.3327

Abstract

Pantai Torong Besi Kabupaten Manggarai dikembangkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata baik untuk nusantara maupun mancanegara karena memiliki daya tarik untuk memikat pengunjung. Objek wisata ini mempunyai keindahan alam seperti pantai dengan pasir putih yang indah dan alam dengan tekstur yang berbukit. Sehingga mempunyai potensi untuk dikembangkan yang sangat besar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasikan karakteristik wilayah kawasan wisata pantai dan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat terhadap kawasan wisata pantai Torong Besi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah wisata pantai Torong Besi sudah layak untuk dijalankan mengingat wisata pantai Torong Besi mempunyai daya tarik untuk menarik minat pengunjung yang terdiri dari beberapa objek Gua Maria, Gereja Tua dan pasir putih. Untuk aksesbilitas menuju Wisata Pantai Torong Besi sudah cukup baik. Namun ada beberapa yang belum memenuhi standar seperti kondisi jalan yang kurang baik, jarak terminal dengan lokasi objek wisata yang terlalu jauh, dan jumlah penujuk jalan yang masih terbatas. Fasilitas di Wisata Alam Pantai Torong Besi sudah memadai. Perlu adanya penambahan terkait jumlah hotel, restoran atau rumah makan di sekitar lokasi Wisata, dan perlunya perbaikan pada fasilitas toilet. Pelayanan tambahan di objek Wisata Alam Pantai Torong Besi belum tersedia, karena pengelolaanya masih bergantung kepada masyarakat. Upaya partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat yaitu di dominasi citizen control sebesar 82%.
Pola Persebaran Wisata Taman Dan Lingkungan Di Kota Surabaya Anak Agung Sagung Alit Widyastuti; Pramana, Rizal Dian
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.872 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v1i2.3533

Abstract

Kota Surabaya sebagai kota metropolitan, tidak meninggalkan penampilannya dalam mempercantik wilayahnya terutama dalam pembangunan sebuah taman di seluruh wilayah. Taman Bungkul mendapatkan penghargaan kategori taman terbaik Se-Asia dari Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) pada tahun 2013. Pemerintah berupaya memperluas pembangunan objek wisata taman. Tercatat berdasarkan data rencana induk pariwisata objek wisata dan lingkungan sebanyak 29 objek tersebar di wilayah Kota Surabaya. Tujuan penelitian adalah mengetahui pola persebaran objek wisata taman dan lingkungan di Kota Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik dekskriptif kualitatif dan teknik analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbor Analysis) menggunakan software ArcGis 10.2. Karakteristik objek wisata taman dan lingkungan berdasarkan atraksi memiliki ciri khas tersendiri pada setiap objek wisata taman. Fasilitas yang ada didalam maupun diluar objek wisata belum semuanya tersedia. Aksesbilitas menuju objek wisata memadai dan masih ada beberapa objek wisata yang harus dilakukan perbaikan jalan dan penambahan moda transportasi. Pengelolaan objek wisata dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya dan ada juga dari pihak swasta. Pola persebaran di setiap wilayah Surabaya Pusat, Utara, Selatan, Barat dan Timur seragam (Dispersed), sedangkan pola persebaran se Surabaya pola persebaran mengelompok (Cluster).
Identifikasi Jalur Evakuasi Bencana Di Gunung Kelud Kabupaten Blitar Annisaa Hamidah Imaduddinah; Widiyanto Hari Subagyo Widodo; Ida Soewarni; Ibnu Sasongko
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v1i2.2678

Abstract

Gunung Api Kelud merupakan salah satu gunung aktif yang berada di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2014 terjadi erupsi Gunung Kelud yang menyebabkan 7 jiwa meninggal dan puluhan ribu jiwa harus mengungsi. Upaya meminimalisir risiko bencana dapat dilakukan dengan dilakukannya penentuan jalur evakuasi bencana Gunung Kelud. Dalam mengoptimalkan hasil kajian, dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengambil keputusan dan merumuskan tindakan prioritas pengurangan risiko bencana. Penentuan jalur evakuasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analytic hierarchy process. Berdasarkan hasil kajian ini, dihasilkan bahwa Desa Maliran di Kecamatan Ponggok, Desa Semen dan Desa Soso di Kecamatan Gandungsari merupakan tempat evakuasi sementara terpanjang di Kabupaten Blitar. Adapun hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk perencanaan kawasan Kabupaten Blitar yang berbasis pengurangan risiko bencana.
Stadia Perkembangan Kabupaten Gresik Gratia Ananda Sinaga; Karina Pradinie Tucunan
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v1i2.2840

Abstract

Kabupaten Gresik memiliki peninggalan Sejarah yang beragam, bukan hanya tangible tetapi juga intangible yang mendorong Kabupaten Gresik sebagai Kota Pusaka. Peninggalan sejarah ini menggambarkan peristiwa sejarah yang pernah terjadi di Kabupaten Gresik di masa lalu. Peristiwa menjadi sejarah Kabupaten Gresik ini kemudian dapat menjadi identitas dan kekhasan tersendiri untuk Kabupaten Gresik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tahapan peristiwa sejarah melalui penyusunan stadia perkembangan Kabupaten Gresik. Untuk menyusun stadia perkembangan Kabupaten Gresik, dilakukan pendataan peninggalan sejarah yang mewakili periode perkembangan tertentu dengan studi literature. Lalu Peninggalan Sejarah yang dirangkum diklasifikasikan melalui Focus Group Discussion dengan expert. Kemudian dilakukan analisis untuk menentukan stadia utama perkembangan Kabupaten Gresik. Berdasarkan penelitian, ditemukan 5 tahapan periode utama yang terdiri dari Masa Kerajaan Majapahit, Masa Perkembangan Islam, Masa Kolonial, Masa Pendudukan Jepang, dan Masa Awal Kemerdekaan.
Kesiapan Aksesibilitas Wisata Dalam Mengintegrasikan Obyek Wisata (Studi Kasus : Karanganyar Bagian Timur) Andreta Delamartha; Galing Yudana; Erma Fitria Rini
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v1i2.3229

Abstract

Abstrak Pariwisata merupakan sebuah kegiatan dalam rangka memberikan kepuasan atau hiburan terhadap seseorang dan memiliki sifat sementara. Terdapat 5 komponen penting dalam pariwisata atau biasa disebut 5A’s tourism, salah satunya adalah Aksesibilitas. Aksesibilitas wisata merupakan segala macam kemudahan yang dapat dirasakan oleh wisatawan dalam melakukan pergerakan/ perpindahan tempat saat perjalanan wisata. Aksesibilitas wisata meliputi 5 hal yaitu Sarana penunjang pariwisata, Prasarana penunjang pariwisata, Informasi mengenai obyek wisata, Waktu, dan Managemen aksesibilitas wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan aksesibilitas wisata dalam mengintegrasikan obyek wisata dengan studi kasus di Kabupaten Karanganyar bagian timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik skoring menggunakan Skala Likert. Teknik pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder melalui survei kuisioner, observasi lapangan, studi literatur, dan studi dokumen dari dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan aksesibilitas wisata di Kabupaten Karanganyar bagian timur dalam mengintegrasikan obyek wisata memiliki tingkat kesiapan yang sedang dengan perolehan skor sebesar 11,06.
Nilai-Nilai Coworking Space dalam Mendukung Konsep Kota Kreatif (Studi Kasus: Daerah Istimewa Yogyakarta) Ni'mah Mahnunah
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v1i2.3271

Abstract

Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perekonomian dunia saat ini telah memasuki era ekonomi kreatif, yang memberikan implikasi pada pengembangan konsep kota kreatif dalam perencanaan dan pengembangan kota. Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota yang telah dikenal menjadi pusat budaya dan pendidikan didalamnya memiliki sumber daya utama kota kreatif yaitu orang-orang kreatif. Penerapan konsep kota kreatif yang dapat dilihat dari aspek fisik yaitu keberadaan ruang-ruang kreatif yang salah satunya berupa coworking space. Coworking space sebagai wadah dalam menumbuhkan kembangkan kreativitas dan inovasi orang-orang kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai – nilai coworking space dalam mendukung konsep kota kreatif dengan menggunakan studi kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif menggunakan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai coworking space di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai lingkungan kerja di sektor kreatif mampu mendorong munculnya komunitas, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas dapat berkontribusi dalam menghasilkan inovasi dan penciptaan peluang nilai ekonomi. Keberadaan coworking space di kota ini juga memiliki peranan yang signifikan dalam hal menghasilkan orang-orang kreatif atau pekerja kreatif (creative class) sebagai sumber daya utama dalam pengembangan kota kreatif.

Page 1 of 2 | Total Record : 12