cover
Contact Name
Muhammad Ikrom
Contact Email
ikrom08mulya@gmail.com
Phone
+6285267921835
Journal Mail Official
jurnaliqtishaduna@iai-al-azhaar.ac.id
Editorial Address
Jalan Pelita No. 364 RT. 07 Kelurahan Pelita Jaya Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
ISSN : 25273914     EISSN : 27751120     DOI : https://doi.org/10.53888/
JURNAL IQTISHADUNA adalah media publikasi karya ilmiah khusus fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Media ini diperuntukkan bagi mahasiswa dan dosen yang berhasil menyelesaikan tugas penelitiannya dan berkeinginan mempublikasikan karyanya melalui media online. Namun demikian jurnal ini terbuka untuk menerima karya ilmiah lintas kampus dengan spesifikasi keilmuan bidang ekonomi dan bisnis.
Articles 44 Documents
ANALISIS RISIKO PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BNI SYARI’AH KCP LUBUKLINGGAU Saleh, Muhammad
IQTISHADUNA Vol. 1 No. 1 (2018): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.633 KB) | DOI: 10.53888/iqtishaduna.v1i1.383

Abstract

Pembiayaan murabahah merupakan pembiayaan yang dicirikan dengan adanya penyerahan barang diawal akad dan pembayaran kemudian, baik dalam bentuk angsuran maupun dalam bentuk lump sum (sekaligus). Dengan demikian, Pada pemberian pembiayaan murabahah dengan jangka waktu panjang menimbulkan risiko, tidak bersaingnya bagi hasil kepada dana pihak ketiga. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Dalam menganalisis data digunakan deskriptif analisis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yaitu dengan menggunakan metode deskritif analisis. Hasil dari penelitian ini adalah bahwasanya Pembiayaan Murabahah di BNI Syariah KCP Lubuklinggau merupakan jual beli barang dengan harga yang sebenarnya kemudian ditambah dengan keuntungan yang disepakati oleh kedua belah pihak. Praktek jual beli ini dilakukan oleh kedua belah pihak di mana Bank sebagai penjual barang dan Nasabah bertindak sebagai pembeli yang dalam prakteknya melalui pembiayaan dari perbankan, namun pembiayaan murabahah ini tidak luput dari risiko yang sering dihadapi baik perbankan maupun nasabah dan faktor yang menyebabkan risiko pembiayaan murabahah ini terjadi, dan perbankan selalu mengantisipasi akan hal ini oleh karenanya risiko-risiko yang pernah terjadi selalu diselesaikan dengan baik sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan oleh yang lain. Adapun terkait rukun dan syarat dalam pembiayaan murabahah ini sudah sesuai dengan syariah islam.
GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA BANK SYARI’AH MANDIRI DALAM PERSPEKTIF PBI NOMOR 11/33/PBI/2009 TENTANG PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE BAGI BANK UMUM SYARI’AH DAN UNIT USAHA SYARI’AH Subarkah, Imam
IQTISHADUNA Vol. 1 No. 1 (2018): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.581 KB) | DOI: 10.53888/iqtishaduna.v1i1.384

Abstract

Krisis perbankan yang terjadi pada tahun 1998 tidaklah terlepas dari kurang diterapkannya prudential banking principle di industri ini. Setelah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah, semangat “stabilitas sistem” perbankan yang salah satunya tercermin dengan ditegakkannya Good Corporate Governance semakin jelas terlihat. Bank Syari’ah Mandiri sebagai salah satu Bank Syari’ah di Indonesia telah melaksanakan Good Corporate Governance pada tahun 2017 dengan sangat baik, meskipun masih terdapat beberapa ketentuan dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syari’ah dan Unit Usaha Syari’ah yang belum terpenuhi. Belum terpenuhinya ketentuan yang terdapat pada Pasal 49, ayat (1) dan Pasal 62 ayat (2) Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/33/PBI/2009 membuat Bank Syari’ah Mandiri dapat dikenakan sanksi administratif yang ditetapkan dalam Pasal 58 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah. Hal ini juga telah meningkatkan potensi risiko kepatuhan dan bad reputation bagi Bank Syari’ah Mandiri.
Analisis Penerapan Multi Akad Pada Pembiayaan ARRUM (Ar-Rahn Untuk Usaha Mikro) Di PT. Pegadaian (Persero) Syariah Taba Cemekeh Kota Lubuklinggau. Ade Lawren Oktavia, Ikit
IQTISHADUNA Vol. 1 No. 1 (2018): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.736 KB) | DOI: 10.53888/iqtishaduna.v1i1.386

Abstract

Pegadaian Syariah mempunyai produk-produk utama untuk menyalurkan dananya kepada masyarakat. Produk-produk tersebut yaitu Rahn, Arrum, mulia, dan lain-lain. Produk Arrum adalah skim pinjaman dengan sistem syariah bagi para pengusaha mikro dan kecil untuk keperluan pengembangan usaha dengan sistem pengembalian secara angsuran, mengunakan jaminan BPKB mobil atau motor. Produk Arrum tersebut berjalan di atas dua akad transaksi syariah yaitu akad rahn dan akad ijarah. Hasil penelitian menyatakan bahwa transaksi multi akad pada dasarnya berkaitan erat dengan syarat dan akad yang disertakan di dalam transaksi tersebut, maka kesahihan setiap transaksi multi akad akan bergantung pada sahih tidaknya syarat dan akad yang disertakan dengannya. Jika syarat dan akad yang ada di dalam transaksi itu sah secara syariat maka transaksi multi akad tersebut dapat dikatakan sah secara syariat, namun jika syarat dan akad yang terdapat di dalamnya itu tidak sah secara syariat maka transaksi itu pun tidak bisa dikatakan sah.
Analisis Pebandingan Retur, Volume Perdagangan Saham dan Pengumuman Dividen pada Kinerja Perusahaan Indeks Saham LQ-45 pada tahun 2017 Iskandar, Erwan
IQTISHADUNA Vol. 1 No. 1 (2018): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.366 KB) | DOI: 10.53888/iqtishaduna.v1i1.387

Abstract

Dividen merupakan salah satu bentuk informasi publik dalam pasar modal yang dianggap sebagai suatu signal dari perusahaan untuk menunjukkan kinerja dan prospek perusahaan di masa depan karena dividen merupakan salah satu informasi yang dapat mempengaruhi harga saham. Di Indonesia sejumlah perusahaan yang telah go public pembayaran dividen, merupakan cara klasik memberikan imbalan dalam bentuk pemberian aset keuangan (financial asset) perusahaan kepada para pemegang saham. Seperti halnya pengumuman dividen yang dilakukan oleh emiten yang tergabung dalam kinerja perusahaan indeks saham LQ-45. Dari pengumuman dividen tersebut melatar belakangi penelitian ini untuk menguji kandungan informasi dari pengumuman dividen.Adapun fokus penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbandingan yang signifikan pada return saham sebelum dan sesudah pengumuman dividen. Untuk mengetahui perbandingan yang signifikan pada volume perdagangan saham sebelum dan sesudah pengumuman dividen. Dengan menggunakan metode purposive sampling dalam pengambilan sampel, dan menggunakan indikator Return dan Volume Perdagangan Saham, serta melalui uji paired sample T-test yang dibantu sistem komputerisasi program SPSS Versi 11.5 for windows. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada return dan aktivitas volume perdagangan saham sebelum dan sesudah pengumuman dividen. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengumuman dividen tidak mempunyai kandungan informasi yang mengakibatkan pasar tidak bereaksi terhadap pengumuman dividen tersebut.
ANALISIS PELAKSANAAN SISTEM PEMBIAYAAN MUSYARAKAH PADA BANK SUMSEL BABEL CABANG PEMBANTU SYARI’AH MUARA KELINGI Niffilayani, Anita
IQTISHADUNA Vol. 1 No. 1 (2018): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.514 KB) | DOI: 10.53888/iqtishaduna.v1i1.388

Abstract

Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak untuk usaha tertentu, dimana kedua belah pihak sama-sama menyertakan modal yang masing- masing disebut dengan syirkah. Ketentuan modal tergantung kesepakatan kedua belah pihak dan bagi hasil sesuai dengan porsi modal masing-masing. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan pembiayaan musyarakah pada Bank Sumsel Babel Cabang Pembantu Syari’ah Muara Kelingi dalam hal kerja sama dan pembagian kerugian belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan dasar pembiayaan musyarakah, seperti yang telah ditetapkan dalam Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 08/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan musyarakah. Faktor pendukung pelaksanaan sistem pembiayaan musyarakah adalah Modal, yaitu dana yang digunakan untuk pembiayaan musyarakah merupakan dana yang bersumber dari dana APBD, Tingkat promosi yang baik dan Proyek, yaitu banyaknya pembangunan dan perbaikan infrastruktur transportasi khususnya di daerah musi Rawas dan Lubuk Linnggau. Sedangkan faktor penghambatnya adalah Kurangnya minat nasabah terhadap perbankan Syari’ah terutama tentang pembiayaan dengan sistem bagi hasil, dan ketidak jujuran nasabah dalam memberikan informasi tentang laporan keuangan hasil usaha yang dijalani.
PRAKTEK JUAL BELI BIBIT LELE DENGAN SISTEM HITUNGAN DAN TAKARAN MENURUT HUKUM EKONOMI ISLAM Zuriyandhy, Wahid
IQTISHADUNA Vol. 1 No. 2 (2018): Desember, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.927 KB)

Abstract

Praktek jual beli bibit lele dengan sistem hitungan dan takaran dimana jual beli bibit lele tersebut Dalam pelaksanaannya mereka menggunakan takaran bukan per ekor dan perhitungan nya disesuaikan dengan hitungan takaran yang pertama. Padahal apabila menggunakan sistem takaran, jumlahnya belum tentu sama dengan jumlah takaran awal, dan bisa mengakibatkan kerugian bagi kedua belah pihak yang berakad (penjual) dan (pembeli) karena terkadang tidak sesuai dengan jumlah bibit yang diinginkan. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan metode interview, observasi dan dokumentasi. Dalam analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dengan mengintepretasikannya dalam kalimat sederhana sehingga dapat diambil pengertiannya untuk mendapatkan kesimpulan sebagai hasil penelitian. Setelah melakukan penelitian, didapatkan hasil bahwa Jual beli bibit lele yang terjadi di Desa G1 Mataram Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas ini menggunakan sistem hitungan dan takaran. Islam memandang jual beli ini hukumnya boleh harena dalam prakteknya sudah memenuhi syarat dan rukun jual beli sesuai hukum Islam. Dalam prakteknya sudah dilakukan penakaran bibit lele dengan cara yang adil, tidak adanya tipu menipu, dan saling rela. Sedangkan bibit lele membutuhkan penanganan yang cepat, halus dan akurat sehingga harus diperlakukan dengan cara yang baik agar terjaga kelangsungan hidup bibit lele hal ini sejalan dengan konsep sadd az˙-z˙ari’ah sehingga jual beli dengan sistem hitungan dan takaran tersebut sudah dijadikan kebiasaan.
ANALISIS KEGIATAN PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DALAM MENGGERAKKAN EKONOMI MIKRO MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS DI DESA PAJAR BAKTI KEC. TEBING TINGGI KAB. EMPAT LAWANG). Ningsih, Susi
IQTISHADUNA Vol. 1 No. 2 (2018): Desember, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.394 KB)

Abstract

Pemberdayaan adalah suatu proses pribadi dan sosial yakni suatu pembebasan kemampuan pribadi, kompetensi, kreatifitas dan kebebasan bertindak yang mengacu pada kata “empowerment,” yang berarti memberi daya, memberi ”power” (kuasa), kekuatan, kepada pihak yang kurang berdaya dan menjelaskan bahwa pemberdayaan pada hakekatnya bertujuan untuk membantu klien mendapatkan daya, kekuatan dan kemampuan untuk mengambil keputusan dan tindakan yang akan dilakukan dan berhubungan dengan diri klien tersebut, termasuk mengurangi kendala pribadi dan sosial dalam melakukan tindakan. Peranan PKK dalam Kesejahteraan Ekonomi Mikro warga di Desa Pajar Bakti Melaksanakan program kerja PKK Desa Pajar Bakti Kecamatan Tebing Empat Lawang dengan membina potensi masyarakat, khususnya keluarga untuk terlaksananya program kerja dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan. rumusan masalah dalam penulisan yaitu sebagai berikut: Bagaimana proses kegiatan PKK di Desa di Desa Pajar Bakti Kec. Tebing Tinggi Kab. Empat Lawang dalam menggerakkan ekonomi mikro. Apa saja faktor-faktor yang menghambat dalam menggerakkan ekonomi mikro di di Desa Pajar Bakti Kec. Tebing Tinggi Kab. Empat Lawang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif. Data penulis peroleh dengan melakukan penelitian langsung ke lapangan (field reseach) yaitu di Pegadian Syariah Lubuklinggau melalui wawancara (interview) serta dokumentasi dan observasi.
STRATEGI PEMASARAN PRODUK TABUNGAN BAITULLAH IB HASANAH DI BANK BNI SYARIAH KC LUBUKLINGGAU Hamidah, Nur
IQTISHADUNA Vol. 1 No. 2 (2018): Desember, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.748 KB)

Abstract

Strategi pemasaran sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perbankan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambung melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut. Untuk itu, penelitian ini dilakukan di Bank BNI Syariah KC Lubuklinggau dengan rumusan masalah: (1) Bagaimana strategi pemasaran produk tabungan Baitullah iB Hasanah pada Bank BNI Syariah KC Lubuklinggau (2) Faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pemasaran produk tabungan Baitullah iB Hasanah pada Bank BNI Syariah KC Lubuklinggau. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) sedangkan pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ini adalah bahwa Bank BNI Syariah KC Lubuklinggau telah melaksanakan strategi pemasaran dengan menggunakan strategi produk, strategi harga, strategi tempat/distribusi, dan strategi promosi. Faktor pendukung dalam pemasaran terdapat pada faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang terdiri dari pemimpin, karyawan fasilitas perusahaan dan teknologi. Sedangkan faktor eksternal yang terdiri dari para agen jasa pemasaran, kebijakan pemerintah, dan pesaing. Adapun yang menjadi faktor penghambat dalam pemasaran terdapat pada faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang terdiri dari sumber daya manusia, fasilitas perusahaan, dan teknologi. Sedangkan faktor eksternal yang terdiri dari faktor lingkungan, faktor pesaing dan bidang operasional.
PERAN PERBANKAN SYARI’AH DALAM MENGEMBANGKAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (Studi Kasus Bank BNI Syari’ah KC Watervang Kota Lubuklinggau) Niffilayani, Anita
IQTISHADUNA Vol. 1 No. 2 (2018): Desember, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.081 KB)

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah usaha ekonomi yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan, atau cabang perusahaan. Perkembangan perbankan syari’ah memiliki peranan yang penting pada pertumbuhan perekonomian. Oleh karena itu peran perbankan syari’ah diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengembangkan usahanya melalui modal usaha. karena usaha mikro kecil dan menengah memberikan kontribusi yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia dan dianggap sebagai cara yang efektif dalam pengentasan kemiskinan.Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana peran bank BNI Syari’ah KC Watervang dalam mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah di Kota Lubuklinggau serta apa saja yang menjadi kendala bank BNI Syari’ah KC Watervang Kota Lubuklinggau dalam mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah Karena selama ini para pelaku usaha mikro kecil dan menengah mengalami permasalahan modal dalam mengembangkan usahanya.Dari penelitian ini penulis melakukan analisa data maka dapat diketahui bahwa Bank BNI Syari’ah KC Watervang Kota Lubuklinggau berperanpenting dalam perkembangan Usaha MikroKecil dan Menengah untuk masyarakat di lubuklinggau, dengan adanya pemberian modal yang dilakukan Bank BNI Syari’ah KC Watervang KotaLubuklinggau sangat membantu masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka dan mampu mengurangin kemiskinan.Walaupun bank syariah memiliki berbagai macam kelebihan dan keunggulan dalam mengembangkan UMKM, namun bank BNI Syari’ah mempunyai kelemahan dan mempunyai kendala dalam mengembangkan UMKM seperti masalah pinjaman banyak masyarakat yang melakukan pembiayaan produk layanan mikro tetapi terkendala oleh usaha yang dijalankannya belum memenuhi syarat minimal 2 tahun usaha sudah berjalan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGADAAN BERAS BULOG UNTUK MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN DI KOTA LUBUKLINGGAU (STUDI KASUS PERUM BULOG KANSILOG KOTA LUBUKLINGGAU) Artiyanto
IQTISHADUNA Vol. 1 No. 2 (2018): Desember, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.407 KB)

Abstract

Dalam mengatur masalah pangan di Indonesia pemerintah membentuk Perum BULOG Kansilog di bawah naungan BUMN. Bulog bertugas menjaga ketersediaan beras, keterjangkauan dan stabilitasi harga. Perum BULOG Kansilog dalam kebijakan pengadaan beras Bulog untuk mewujudkan ketahanan pangan dengan adanya CBP (cadangan beras pemerintah) dan OP (operasi pasar). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftip. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengadaan beras bulog untuk mewujudkan ketahanan di kota Lubuklinggau belum terlaksana dengan maksimal. Terdapat beberapa kendala yang menjadi penghambat terlaksananya kebijakan ini sehingga pengadaan beras belum mencapai target yang sudah ditentukan oleh Perum BULOG Kansilog pusat.