cover
Contact Name
Didin Syarifudin
Contact Email
ejurnal@stfmuhammadiyahcirebon.ac.id
Phone
+6285520711647
Journal Mail Official
medimuh.jurnal@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stfmuhammadiyahcirebon.ac.id/index.php/mh/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah
ISSN : 27163644     EISSN : 27762823     DOI : 10.37874/mh
Core Subject : Health, Science,
The Medimuh journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 2 (two) times in 1 (one) year, namely January and July consisting of 10 (ten) articles. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical and other health sciences related to pharmacy. Based on this, the editorial board of Medimuh invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. And the theme of health in general. All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2023)" : 9 Documents clear
REVIEW: JURNAL SWAMEDIKASI TENTANG PENYAKIT KULIT AKIBAT BAKTERI (BISUL DAN JERAWAT): REVIEW: JOURNAL OF SWAMEDICATION ON BACTERIAL SKIN DISEASES (BOILS AND ACNE) Trisna Lestari; Ellen Maylina; Fajar Willy Ahzami; Fasiha Nur Fadila; Indah Mutiara Sari; Qurotul Ayun
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.598

Abstract

Swamedikasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengobati suatu penyakit maupun gejala yang ringan atau dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan resep dari dokter. Apabila pengobatan dengan swamedikasi tidak berhasil, maka harus dilakukan pemeriksaan ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi dan pengobatan menjadi lebih efektif. Jerawat adalah salah satu keadaan pori – pori yang tersumbat hingga menyebabkan timbulnya kantung nanah dan meradang. Bisul merupakan penyakit kulit manusia yang berupa benjolan, kelihatan merah sehingga membesar dan penuh dengan nanah, rasanya panas, bisa tumbuh disemua bagian tubuh, tetapi biasanya tumbuh dibagaian tubuh yang basah, seperti: leher, lipitan tangan, lipatan selangkangan, kulit kepala. Tujuan review ini untuk mengetahui tentang pengetahuan swamedikasi penyakit kulit akibat bakteri bisul dan jerawat. Metode penelitian ini menggunakan literature review dari Google Schooler dengan 10 jurnal yang diperoleh, menggunakan kata kunci: swamedikasi, penyakit kulit yang disebabkan bakteri, jerawat dan bisul. Swamedikasi bisul masih rendah sehingga menyebabkan kesalahan dalam penggunaan obat hanya sekitar 40,12% saja hasil presentasenya. Cara non farmakologi 67,03% lebih menggunakan obat -obatan tradisional dari pada obat - obatan non tradisional dan swamedikasi jerawat dengan obat-obatan presentase 27,273% responden. Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa jurnal yang di review diketahui bahwa tingkat masyarakat tentang swamedikasi penyakit kulit akibat bakteri bisul dan jerawat. Sebagian masyarakat belum memahami pentingnya swamedikasi bisul dalam obat-obatan non herbal, tetapi lebih memahami obat –obatan herbal pada bisul dan pada jerawat pengetahuannya cukup untuk swamedikasi baik farmakologi berupa obat ataupun non farmakologi berupa pola hidup yang baik.
REVIEW : PERILAKU SWAMEDIKASI BATUK DAN ASMA: REVIEW : COUGH AND ASTHMA SELF-MEDICATION BEHAVIOR Defi Salsabila Putri; Dwi Noviasari Naros; Elfrida Ananda Nadhifah; Fadiyah Romadhona Berliani; Hana Syifaun Nufus; Hikmatul Fauziah; Aan Kunaedi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.555

Abstract

Kesehatan merupakan suatu hal pokok yang menjadi kebutuhan dalam kehidupan manusia oleh sebab itu penting untuk memahami swamedikasi. Swamedikasi (pengobatan sendiri) merupakan upaya seorang individu dengan cara memilih obat-obatan untuk mengobati penyakit berdasarkan diagnosis gejala oleh dirinya sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif. Batuk merupakan gejala tersering penyakit pernapasan dan masalah yang sering kali dihadapi dokter dalam praktik sehari-hari. Asma merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan adanya peradangan saluran pernafasan kronis dengan riwayat gejala seperti mengi, nafas pendek, nyeri dada dan batuk yang sering disertai dengan ekspirasi napas yang terbatas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu swamedikasi merupakan tindakan seseorang dalam menyembuhkan gejala atau penyakit ringan dengan obat-obatan secara mandiri seperti batuk dan asma. Pengobatan batuk dalam bentuk swamedikasi dapat dilakukan dengan cara meminum madu, menggunakan tablet hisap pelega tenggorokan, mengurangi minuman bersoda dan kopi, menghentikan merokok, mengurangi makanan berminyak dan minum banyak air putih untuk mengurangi iritasi pada tenggorokan. Sedangkan, pengobatan asma yang dapat dilakukan dengan memberikan obat inhalasi. Pada review artikel ini akan diulas mengenai swamedikasi batuk dan asma. Kata kunci : asma, batuk, swamedikasi
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOLIK DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas sp.): FORMULATION AND EVALUATION OF TOPICAL OINTMENT OF ETHANOLIC EXTRACT OF PURPLE SWEET POTATO LEAF (Ipomoea batatas sp.) Ismanurrahman Hadi; Antika Mardhotillah Meilian; Mariam Ulfah
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.485

Abstract

Daun ubi jalar ungu mengandung berbagai macam senyawa fitokimia yang memiliki aktifitas farmakologis. Senyawa fitokimia dari daun ubi jalar ungu diantaranya adalah flavonoid dan tanin. Selain itu, daun ubi jalar ungu diketahui memiliki antioksidan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas sp.) kedalam sediaan salep. Serbuk daun ubi jalar ungu dimaserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilanjutkan dengan skrining fitokimia. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa daun ubi jalar ungu mengandung senyawa Flavonoid, Saponin, Alkaloid, Terpenoid dan Tanin.Selanjutnya dilakukan pembuatan formulasi sediaan salep. Sediaan salep yang telah dibuat dievaluasi sediaan fisik (organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan uji iritasi terhadap kulit sukarelawan). Hasil dari evaluasi sifat fisik dan uji iritasi ekstrak etanolik daun ubi jalar ungu dengan konsentrasi 0%, 2%, 4% dan 6% merupakan konsentrasi yang akan dibuat sediaan salep. Hasil yang didapatkan menunjukkan formulasi yang dilakukan telah memenuhi syarat fisik dan uji iritasi pada konsentrasi 2% pada parameter organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Kata kunci: Daun ubi jalar ungu, Antioksidan, Salep
REVIEW JURNAL : PENGGUNAAN ANALGETIK DAN ANTIPIRETIK PADA MASYARAKAT SECARA SWAMEDIKASI: JOURNAL REVIEW : USE OF ANALGESICS AND ANTIPYRETICS IN COMMUNITY SWAMEDICATED Adha Zahara; Amanda Aulia Azahra; Bella Putri Firanti; Dea Ayu Ningtias; Dea Praviti; Riska Lediyana
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.558

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya masyarakat untuk mengobati dan memelihara kesehatan diri sendiri secara mandiri atau tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Salah satu obat yang paling banyak digunakan dalam swamedikasi yaitu parasetamol  untuk mengatasi demam dan ibuprofen untuk mengatasi nyeri.Tujuan penulisan review ini adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat penggunaan obat pada  swamedikasi analgetik dan antipiretik. Demam sendiri merupakan proses alami tubuh untuk melawan infeksi yang masuk kedalam tubuh saat suhu tubuh meningkat  melebihi suhu normal 37,50C, dan Nyeri yaitu sensasi yang menandakan bahwa suasana tubuh sedang mengalami kerusakan pada jaringan, inflamasi. Metode penulisan review ini menggunakan 11 jurnal untuk mencari referensi menggunakan Google Scholar. Dengan melakukan pengembangan jurnal yang sudah ada sebelumnya, sehingga mendapatkan pengetahuan serta penemuan yang baru. Kata kunci: Analgetika, Antipiretika, Swamedikasi
REVIEW : GAMBARAN SWAMEDIKASI TERHADAP INFLUENZA PADA ORANG DEWASA DAN ANAK-ANAK: REVIEW : OVERVIEW OF SWAMEDICATION OF INFLUENZA IN ADULTS AND CHILDREN Karunia Bintang; Laelatuz Zahro; Lala Komalasari; Muhammad Amir; Muhammad Agustian Erlangga; Aan Kunaedi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.563

Abstract

Flu adalah suatu infeksi saluran pernafasan atas orang dengan daya tahan tubuh yang tinggi biasanya sembuh sendiri tanpa obat. Pada anak-anak, lanjut usia dan orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah lebih cenderung menderita komplikasi seperti infeksi bakteri sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan pengetahuan swamedikasi terhadap influenza. Penelitian ini merupakan penelitian literatur review. Studi literatur dilakukan melalui review jurnal atau artikel yang berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian. Dari hasil jurnal maka dapat disimpulkan tingkat pengetahuan  informasi obat untuk sumber informasi obat diperoleh dari pengalaman pribadi atau keluarga terdekat sebanyak 30 orang (33,3%). Persentase tertinggi berdasarkan pertanyaan tingkat pengetahuan mengenai swamedikasi influenza yaitu (98.8%) influenza pada anak-nak dapat diatasi dengan berjemur dibawah sinar matahari pagi pada jam 6.30-08.00. Kata kunci : Swamedikasi, Influenza, Penyakit
REVIEW ARTIKEL TINGKAT PENGETAHUAN TINDAKAN SWAMEDIKASI DIARE DI KALANGAN MASYARAKAT INDONESIA : REVIEW ARTICLE KNOWLEDGE LEVEL OF DIARRHEA SWAMEDICATION ACTIONS IN INDONESIAN COMMUNITY Dede Rafi Gifari; Della Nur Nadiya; Devita Alifa Soleha; Dinda Wibowo; Fachrurrozy Purwadinata; Alvia Nuraisah
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.581

Abstract

Swamedikasi adalah cara mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obatan yang sederhana yang bisa dibeli bebas di apotek atau toko obat atas inisiatif sendiri tanpa nasehat dokter atau tenaga kesehatan terlebih dahulu. Diare adalah buang air besar dengan konsistensi yang lebih encer atau cair dari biasanya sebanyak lebih dari 3 kali perhari yang timbul secara mendadak dan berlangsung kurang dari 2 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tindakan swamedikasi diare di kalangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode literatur review jurnal atau artikel yang bekaitan dengan masalah dan tujuan penelitian ini. Maka dapat disimpulkan pada Tabel I dan Tabel III bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi diare tertinggi pada karakteristik jenis kelamin, pada Tabel II bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi diare pada nilai yang cukup, pada Tabel IV bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi diare tertinggi pada karakteristik usia 26-35tahun. Kata kunci : diare, swamedikasi, tingkat pengetahuan
REVIEW : PRESEPSI TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENGENAI PENGGUNAAN PARACETAMOL UNTUK DEMAM PADA ANAK SECARA MANDIRI: REVIEW : PRECEPTION OF MOTHER’S LEVEL OF KNOWLEDGE ABOUT THE USE OF PARACETAMOL FOR FEVER IN CHILDREN INDEPENDENTLY Aan Kunaedi; Amanda Safitri; Dhania Agni Chaerunnisa; Andini Febriani; Deta Cerelia Berliana; Alfi Oktavia; Agus Trimulyana; Cindra Yulianto
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.603

Abstract

Latar Belakang : Demam merupakan keadaan meningkatnya suhu normal diatas 37,50C  yang disebabkan oleh terganggunya reaksi imun dalam tubuh yang terjadi pada otak bagian hipotalamus.Demam pada anak membutuhkan pengetahuan ibu yang tepat. Dampak positif apabila orang tua, terutama ibu memiliki pemahaman dan perilaku yang baik maka dapat ditangani dengan cepat dan resiko keselamatan pada anak meningkat. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan secara umum adalah Pendidikan dan umur.Tujuan : Untuk mengukur kesadaran, menggali presepsi dan pengetahuan dikalangan orang tua, terutama ibu tentang antipiretik “paracetamol” sebagai OTC yang paling umum digunakan.Metode : Menggunakan metode Literature Review Matrix. Penelusuran jurnal menggunakan database akademik Google Scholar, Pubmed Central (PMC), National Center Of Biotechnology Information (NCBI) dan Science Direct yang dipublikasi dengan rentan tahun 2017-2022.Hasil : Didapatkan hasil dari 5 artikel terkait bahwa usia dan pendidikan berpengaruh pada tingkat pengetahuan Ibu. Diperoleh hasil bahwa hubungan faktor usia Ibu dengan perilaku pengetahuan demam anak diantaranya berusia diatas 35 tahun. Identifikasi berdasarkan tingkat Pendidikan, rata-rata Pendidikan akhir Ibu adalah lulusan Sekolah Tengah Menengah Atas (SMA), hasil penelitian bahwa tingkat pengetahuan dominan dalam kategori baik. Sehingga, dapat disimpulkan penelitian literatur yang dianalisis menunjukan bahwa adanya hubungan usia dan Pendidikan dengan tingkat pengetahuan Ibu dalam penggunaan parasetamol untuk terapi demam anak. Kata kunci : Anak, Antipiretik, Demam, Ibu, Parasetamol, Pengetahuan
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG SWAMEDIKASI DIARE PADA ANAK DI DESA KARANGASEM KABUPATEN CIREBON: DESCRIPTION OF MOTHER KNOWLEDGE ABOUT DIARRHEA SWAMEDICATION IN CHILDREN IN KARANGASEM VILLAGE, CIREBON REGENCY Siska Pransiska; Arsyad Bachtiar; Rinto Susilo; Didi Rohadi; Muh. Yani Zamzam
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.875

Abstract

Diare adalah kondisi dimana seseorang melakukan buang air besar dengan kondisi feses yang cenderung encer bahkan cair dengan frekuensi setidaknya lebih dari tiga kali dalam sehari. Untuk menghindari risiko terjadinya diare perlu dilakukan pemutusan rantai untuk mencegah penularan penyakit tersebut. Swamedikasi adalah sebuah upaya pengobatan yang dilakukan oleh diri sendiri dengan menggunakan obat yang mudah dan bisa ditemukan di apotek atau toko obat atas gagasan sendiri tanpa adanya nasihat dari dokter atau tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang swamedikasi diare pada anak di Desa Karangasem Kabupaten Cirebon. Metode penelitian ini merupakan penelitian observational/survei yang bersifat deskriptif serta teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 93 orang. Hasil penelitian menunjukan dari 93 responden, kelompok usia responden terbanyak adalah ibu dengan usia 26-35 tahun sebanyak 32 responden (34,41%). Pendidikan yang ditempuh ibu terbanyak adalah pendidikan dasar (SD/SMP) sebanyak 58 responden (62,36%). Dari pekerjaan, mayoritas ibu tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga sebanyak 82 responden (88,17%). Pada penelitian ini didapatkan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 78 responden (83,87%), memiliki pengetahuan cukup sebanyak 13 responden (13,98%), dan memiliki pengetahuan kurang sebanyak 2 responden (2,15%). Kata kunci : pengetahuan ibu, swamedikasi, diare, anak.
REVIEW: DESCRIPTION OF THE USE OF NON-STEROID ANTI-INFLAMMATORY DRUG DICLOPHENAC SODIUM AS PAIN RELIEF IN OSTEOARTRITIS PATIENTS Trisna Lestari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.911

Abstract

Nyeri merupakan suatu penyakit yang tidak menyenangkan bagi sebagian orang akibat kerusakan jaringan atau selm Inflamasi dapat diobati dengan menggunakan obat anti inflamasi seperti OAINS (Obat Anti Inflamasi Non Steroid). Obat anti inflamasi ini berfungsi sebagai pereda nyeri, penurun panas, dismenore, dan anti inflamasi lainnya. Salah satu penyakit yang sering menimbulkan inflamasi kronik yaitu Osteoarthritis. Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif sendi yang bersifat kronik, berdampak besar dalam msalah kesehstan masyarakat. Terjadinya osteoarthritis dipengaruhi oleh faktor risiko yaitu umur, genetic, kegemukan. Cedera sendi, pekerjaan, olahraga, dan penyakit inflamasi sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat OAINS sebagai pereda nyeri pada pasien osteoarthritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat antiinflamasi nonsteroid terdiri dari obat antiinflamasi sederhana, obat antiinflamasi nonselektif, dan inhibitor COX-2 selektif. pereda nyeri sederhana seperti acetaminophen; Obat antiinflamasi non selektif, misalnya natrium diklofenak, dan inhibitor COX-2, yaitu etoricoxib dan celecoxib. Natrium diklofenak termasuk golongan selektif penghambat COX-2 yang memiliki efek terapi yang cepat langsung menghambat COX-2 sehingga aman pada pasien Osteoartritis. Natrium diklofenak dapat mengobati nyeri ringan hingga berat, terutama pada kondisi peradangan kronis seperti osteoarthritis.

Page 1 of 1 | Total Record : 9