cover
Contact Name
Wulan Agung
Contact Email
aristarkhusagung@gmail.com
Phone
+6282227139081
Journal Mail Official
jurnalsabdanusantara@gmail.com
Editorial Address
Sabda: Jurnal Teologi Kristen adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga. Diterbitkan dua kali dalam 1 tahun yaitu bulan Mei dan Nopember. Menerima naskah hasil penelitian dalam bidang: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan Seluruh naskah yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu oleh editor, jika memenuhi ketentuan maka dapat diproses untuk review.
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda : Jurnal Teologi Kristen
ISSN : 27223078     EISSN : 2722306X     DOI : https://doi.org/10.55097/sabda.v2i2
Sabda: Jurnal Teologi Kristen menerima artikel dengan fokus: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020): Nopember" : 6 Documents clear
Gembala Sidang Pemimpin Rohani Keluarga Dan Jemaat Menurut 1 Petrus 5:2 Karyo - Utomo
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.10

Abstract

AbstractLife of the Pastor as a Spiritual Leader of the Family and the Church, based on the letter of I Peter 5: 2; who will explain the basic vocation to be a pastor with his main task as the spiritual leader of the family and the church.This research to highlight the spiritual life of the pastor, spiritual leadership in the family and church. This study uses a literature study approach with descriptive presentation, as well as field observations; that a pastor has the main calling and duty as a spiritual leader in the family and the church. Thus, it is concluded that before leading the spiritual life of the congregation, a pastor must be able to lead the spiritual life of the family. Keywords: Pastor; Family Spiritual Leaders; Church Spiritual Leaders. AbstrakKehidupan Gembala Sidang Sebagai Pemimpin Rohani Keluarga Dan Jemaat, berdasarkan surat I Petrus 5:2; yang akan menjelaskan mengenai dasar panggilan menjadi seorang gembala sidang dengan tugas utamanya sebagai pemimpin rohani keluarga dan jemaat.Penelitian ini bertujuan mengetengahkan kehidupan rohani gembala sidang, kepemimpinan rohani dalam keluarga dan jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan penyajian deskriptif, serta observasi lapangan; bahwa seorang gembala sidang memiliki panggilan dan tugas utama sebagai pemimpin rohani dalam keluarga dan jemaat.  Dengan demikian, disimpulkan bahwa seorang gembala sidang sebelum memimpin kehidupan rohani jemaat harus mampu memimpin kehidupan rohani keluaraga. Kata kunci: Gembala Sidang; Pemimpin Rohani Keluarga; Pemimpin Rohani Jemaat
Covid-19 Memudarkan Rasa Kemanusiaan Terhadap Sesama Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Simon Simon; Lindin Anderson
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.202 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.11

Abstract

ABSTRACTThis paper highlights the fading sense of humanity towards others due to the influence of Covid-19. The understanding of humanity as referred to in this paper, of course, departs from a Christian theological perspective. The meaning of humanity means empathy or concern in understanding the difficulties experienced by others, as well as being an active actor in overcoming the burdens of other people's lives without seeking profit. The method used in this paper is descriptive qualitative with a phenomenological approach. The results of this discussion obtained an explanation, that government policies in dealing with Covid-19 are sometimes not pro-people. Then those who were expose to Covid-19, received negative stereo types from others, then there were hospitals that took advantage of Covid-19 victims for an incentive. Paramedic services are not optimal for some patients, and there are still people who do not fully comply with health protocols. In a climate of social conditions that have begun to diminish the sense of humanity, it is fitting for believers (Christians) to become light and salt by practicing the universal truth of God's word through their deeds to others.ABSTRAKTulisan ini menyoroti mulai memudarnya rasa kemanusiaan terhadap sesama karena pengaruh Covid-19. Pengertian rasa kemanusiaan yang dimaksud dalam tulisan ini tentunya berangkat dari perspektif teologis Kristen. Adapun makna kemanusiaan yang dimaksud adanya empati atau kepedulian dalam memahami kesulitan yang dialami oleh orang lain, serta menjadi pelaku aktif dalam menanggulangi beban hidup orang lain tanpa mencari keuntungan. Metode yang dipakai dalam tulisan ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomologis. Hasil dari pembahasan ini didapatkan suatu pemaparan, kebijakan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 terkadang tidak bersifat pro ke-rakyat. Kemudian mereka yang terpapar Covid-19, menerima streo type negatif dari sesama, kemudian adanya rumah sakit yang mengambil keuntungan dari korban Covid-19 demi sebuah insentif. Pelayanan tenaga medis yang tidak maksimal ke-sebagian pasien, serta masih dijumpainya masyarakat yang tidak sepenuhnya patuh pada protokol kesehatan. Iklim kondisi sosial yang mulai memudarkan rasa kemanusiaan, sudah sepatutunya orang percaya (Kristen) menjadi terang dan garam dengan mengamalkan kebenaran firman Allah secara menguniversal melalui perbuatannya kepada sesama.
Deskripsi Tentang Iman Yang Memindahkan Gunung Menurut Perspektif Alkitab Matius 17:20 Gideon Ricu Sele
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.399 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.12

Abstract

My righteous people will live by faith. Because without faith it is impossible to please God, because faith is the basis and evidence. Every believer must be able to practice his faith in everyday life. Faith as big as a mustard seed can move mountains. Quality faith is faith that has power. True faith is in accordance with the will of God which comes from God. Active faith. Faith without doubt. Faith that is completely surrendered to God without hesitation. What is the description of that mountain-moving faith? The author uses a qualitative descriptive study method from literature / literature sources that support this writing. Hopefully the results of this research can help every believer / Christian to be able to properly actualize his faith in this pluralistic society. Christians or believers can account for their faith appropriately and rightly before this world.
Membangun Paradigma Tentang Misi sebagai Landasan dan Motivasi untuk mengaktualisasi Amanat Agung Yonatan Alex Arifianto; Wulan Agung; Setya Budi Tamtomo
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.592 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.13

Abstract

Believers and churches have the wrong mindset towards the basic concepts of missiology that will result in not maximally preaching the good news to others. This wrong paradigm needs to be reduced as part of the motivation to evangelize. The author describes by using a descriptive qualitative approach, this research can be started by describing the mission in the values and basis of the Bible, then providing an understanding of the importance of reducing wrong paradigms and providing the concept of mission in Bible truth so that believers can actualize the mission with the right spirit and motivation. Since there is no excuse not to go on a mission, the gospel must be preached. Therefore, believers can be in God's mission through everything that is built into the correct paradigm of missiology. Orang percaya dan gereja  memiliki mindset  yang salah terhadap konsep dasar misiologi akan mengakibatkan tidak maksimalnya pemberitaan kabar baik bagi orang lain. Paradigma yang salah tersebut perlu direduksi sebagai bagian motivasi untuk menginjil. penulis mendeskripsikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif penelitian ini dapat dimulai dengan mendeskripsikan misi dalam nilai dan dasar Alkitab selanjutnya memberikan pemahaman begitu pentingnya mereduksi paradigma yang salah dan memberikan konsep misi dalam kebenaran Alkitab sehuingga orang percaya dapat mengaktualisasi misi dengan semangat dan motivasi yang benar. Karena tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan misi, injil harus diberitakan. Maka itu orang percaya dapat berada dalam misinya Tuhan melalui setiap apa yang dibangun dalam paradigma yang benar tentang misiologi.
Karakater Hamba Tuhan Menurut 1 Timotius 6:11-12 Sukarno Hadi
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.891 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.15

Abstract

Character is one of the elements related to the principles and values of life that influence a person's thoughts, attitudes and behavior. To be a servant of God is a call from God personally to the person He wants. Many servants of God lose the focus of their ministry and lose God's character in their lives. A pastor in ministry must have the character of a servant of GodThe method in writing scientific papers is descriptive qualitative using literature study. The concept of the character of God's servants in 1 Timothy 6: 11-12, namely: First, stay away from all forms of evil. All forms of crime such as arrogance or pretending to be ignorant, looking for questions and fighting words that cause envy, injury, slander, suspicion, and bickering, wrong motivation in worship (1 Tim. 6: 4-5), greed / greed that is shown love of money (1 Tim. 6: 9-10. Second, pursuing all forms of virtue, which are the principles and nature of serving God and others. The first form of virtue is justice. Timothy must pursue justice, worship or piety, faithfulness, love. , patience, gentleness (1 Tim. 6:11), Third, defend his vocation by competing in a good / true faith contest (1 Tim. 6:12) Keywords: Concept, Character, Servant of God. Abstrak Karakter adalah salah satu unsur  yang terkait dengan prinsip dan nilai hidup yang mempengaruhi pikiran, sikap, serta perilaku seseorang. Menjadi hamba Tuhan adalah sebuah panggilan dari Allah secara pribadi kepada orang yang dikehendakiNya. Banyak hamba-hamba Tuhan kehilangan fokus pelayanan dan kehilangan karakter Allah dalam kehidupannya. Seorang gembala dalam pelayanan harus  memiliki karakter hamba TuhanMetode dalam penulisan karya ilmiah ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi pustaka . Konsep tentang  karakter hamba Tuhan dalam 1 Timotius 6:11-12 yaitu:Pertama, menjauhi segala bentuk kejahatan. Segala bentuk kejahatan seperti kesombongan atau berlagak tahu, mencari-cari soal dan bersilat kata yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, dan percekcokan, motivasi yang salah dalam beribadah (1 Tim. 6:4-5), keserakahan/ketamakan yang ditunjukkan cinta uang (1 Tim. 6:9-10.Kedua, mengejar segala bentuk kebajikan, yang menjadi prinsip dan sifat dasar dalam melayani Tuhan dan sesama. Bentuk kebajikan yang pertama adalah keadilan. Timotius harus mengejar keadilan , ibadah atau kesalehan, Kesetiaan. kasih, kesabaran, kelemah-lembutan (1 Tim.6:11), Ketiga, mempertahankan panggilannya dengan cara bertanding dalam pertandingan iman yang baik/benar (1 Tim.6:12) Kata kunci: Konsep, Karakter, Hamba Tuhan.
Pendekatan Pneumatologi, Misiologi, dan Historikal-Eskatologis Terhadap Gerakan Pentakosta Ketiga Theodorus Miraji
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.059 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.7

Abstract

Gerakan Pentakosta adalah Social Religion Movements yang terbukti mampu mengubah wajah kekristenan secara global dari dalam. Pentakosta Ketiga adalah gerakan yang diperkenalkan dan dipopulerkan oleh Pdt. Niko Njotorahardjo, yang memiliki dampak secara nasional maupun internasional. Tulisan ini akan melihat Gerakan pentakosta ketiga ini dari sudut pandang Pneumatologi, Misiologi dan Historikal-Eskatologis. Metode yang digunakan adalah Metode Deskrptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka tentang tema tema yang sesuai dengan judul yang sedang diteliti. Sudut pandang Pneumatologi menunjukkan bahwa Gerakan Pentakosta membuktikan bahwa Roh Kudus masih bekerja secara aktif hingga hari ini, sudut pandang Misiologi gerakan ini adalah sebuah pengingat tentang Misi pemberitaan Injil yang harus dilakukan oleh semua orang percaya, dan secara Historikal-Esktaologis, gerakan ini memberi pengharapan akan kedatangan Yesus yang kedua kali. Kata kunci : Gerakan Pentakosta Ketiga, Pneumatologi, Misiologi, Historikal-Eskatologis

Page 1 of 1 | Total Record : 6