cover
Contact Name
Swastya Rahastamaa
Contact Email
swastya.r@lecturer.itk.ac.id
Phone
+6281266111589
Journal Mail Official
positron@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi Kota Pontianak Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
POSITRON
Core Subject : Science,
POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika (POSITRON) is a peer-reviewed open accessed Indonesian journal that publishes scientific research papers in the field of physics and its application. The journal covers a wide range of topics in physics, including conceptual studies, theoretical and experimental studies, the use of computational methods, instrumentation, and multidisciplinary studies involving physics. This journal aims to be a platform to exchange research results in physics-related topics across all scientific disciplines. POSITRON is published by Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura, Indonesia, twice a year (Mei and November). This journal is accreditated SINTA 2 by RISTEKDIKTI and indexed in Directory of Open Access Journal (DOAJ), Bielefeld Academic Search Engine (BASE), Google Scholar, Science and Technology Index (Sinta), Garda Rujukan Digital (GARUDA), and Indonesia One Search (IOS). All articles in this journal are uniquely identified with DOI.
Articles 136 Documents
Struktur Bawah Permukaan pada Lokasi Rencana Pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Kota Bengkulu dengan Metode seismik MASW Secara 2 Dimensi Lubis, Ashar Muda; Satriani, Bella; Lizalidiawati, Lizalidiawati; Samdara, Rida
POSITRON Vol 10, No 1 (2020): Vol. 10 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v10i1.35846

Abstract

A study on the subsurface structure has been conducted using the multichannel analysis of surface wave (MASW) method near Tugu Hiu, Bengkulu City, the location where Muhammadiyah hospital will be built. We aimed to determine the subsurface structure in 2-Dimension (2D) to classify soil type on the location. The data were measured with seismograph PASI 16S24-P using 24 geophones for a track of 72 m of total length and 1.5 m of intervals. The seismic data were processed by using seismic ParkSeis software. The results show that shear wave velocity (Vs) is 800-1200 m/s at a depth of 1-5 m, indicating this layer is filled by rock type (unsaturated). At a depth of 6-8 m below surface, Vs value decreases to 400-500 m/s which may indicate that the soft rock type fills the layer. The results of this study provide a high level of confidence, about 80-100%, in the Vs value. Thus, we suggest for the foundation of hospital construction, the pillars for construction must be for more than 10 m in depth with a solid concrete foundation. This to ensure the foundation can withstand the building in case of shake during an earthquake.
Kebergantungan Sifat Fisis dan Mekanis Papan Komposit Berbahan Dasar Sabut Pinang dan Sabut Kelapa pada Variasi Struktur Faryuni, Irfana Diah; Putri, Mentarie Resthu; Asri, Asifa; Nurhasanah, Nurhasanah
POSITRON Vol 10, No 1 (2020): Vol. 10 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v10i1.35873

Abstract

Pada penelitian ini, telah dibuat papan komposit dengan kandungan serat sabut pinang (Areca catechu L.) dan partikel sabut kelapa (Cocos nucifera L.) yang keduanya berperan sebagai filler. Selain itu, digunakan urea formaldehyde (UF) sebagai matriks, parafin untuk penghambat air, serta NH4Cl sebagai katalis. Struktur papan komposit divariasikan sebanyak 2 jenis, yaitu struktur homogen dan sandwich yang akan diuji sifat fisis dan mekanisnya dengan menggunakan standarisasi Japanese Industrial Standars (JIS) A 5908-2003. Struktur homogen terdiri dari 3 sampel, yaitu 100% serat sabut pinang, 100% partikel sabut kelapa, dan 50% serat sabut pinang dicampur 50% partikel sabut kelapa. Pada struktur sandwich terdapat 2 sampel, yaitu 25% serat sabut pinang sebagai face dan back serta 50% partikel sabut kelapa sebagai core dan 25% partikel sabut kelapa sebagai face dan back serta 50% serat sabut pinang sebagai core. Hasil penelitian menunjukkan sampel sandwich dengan susunan 25% serat sabut pinang sebagai face dan back serta 50% partikel sabut kelapa sebagai core, merupakan sampel yang paling baik yakni memiliki nilai kerapatan 641,36 + 18,03 kg/m3, kadar air 9,88 + 0,49 %, daya serap air 118,74 + 25,61 %, pengembangan tebal 48,82 + 8,44 %, modulus of elasticity 767,90 + 35,41 MPa, modulus of rupture  14,45 + 4,57 MPa, dan internal bonding 0,17 + 0,04 MPa. 
Preparasi dan Karakterisasi Komposit TiO2/Metakaolin Teraktivasi KOH dalam Upaya Menurunkan Energi Celah Pita pada Anoda TiO2 Ramadhy, Wahyu Febri; Rahmalia, Winda; Usman, Thamrin
POSITRON Vol 10, No 1 (2020): Vol. 10 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v10i1.36703

Abstract

TiO2 (titanium dioksida) merupakan satu di antara material semikonduktor yang banyak dipelajari karena sifat optik dan elektroniknya yang baik. Secara struktur, TiO2 mempunyai tiga fase kristal yaitu anatase, rutile, dan brookite. Dari ketiga fase tersebut, anatase lebih diminati untuk fotokatalisis. Namun, energi celah pita (band gap) dari fase ini (3,2 eV) sedikit lebih besar daripada fase rutile (3,0 eV) sehingga diperlukan perlakuan lebih lanjut untuk menurunkan energi celah pita material ini. Dalam penelitian ini, telah dilakukan sintesis komposit TiO2 dengan variasi penambahan metakaolin teraktivasi KOH (MK-OH) menggunakan metode sol-gel. Sifat fundamental yang meliputi gugus fungsi dan energi celah pita dari komposit TiO2/MK-OH juga dikaji. Berdasarkan hasil analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF) dari MK-OH yang digunakan dalam penelitian ini, diketahui adanya puncak difraksi pada 2 = (12,34o; 20,85o; 25,52o; 26,59o) yang menunjukkan kandungan mineral kaolinit dan kuarsa dengan rasio Si/Al sebesar 1,614. Hasil analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) juga menunjukkan adanya puncak pada bilangan gelombang 686-700 (Si-O-Si); 946-947 (Si-O-Ti); 1630 (-OH); 3330 (-OH) cm-1. Selain itu, berdasarkan analisis Diffuse Reflectance – Ultraviolet (DR-UV) diketahui bahwa energi celah pita terendah dimiliki oleh komposisi 5% MK-OH sebesar 3,05 eV.
Pengaruh Ukuran Partikel terhadap Karakteristik Riser Sleeve Sekam Padi Pada Aplikasi Pengecoran Baja Idamayanti, Dewi; Purwadi, Wiwik; Gary, Hamim Al
POSITRON Vol 10, No 1 (2020): Vol. 10 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v10i1.37232

Abstract

Sekam padi mempunyai potensi besar sebagai material eksotermik yang umum dimanfaatkan sebagai bahan briket karena menghasilkan nilai kalor yang cukup tinggi. Dalam bidang pengecoran baja, material eksotermik seperti sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai riser sleeve untuk memperpanjang waktu pembekuan baja sekaligus mengatasi penyusutan baja. Ukuran partikel sekam padi yang diteliti adalah 40 mesh dan 60 mesh, dipisahkan dengan sieve shaker.  Penentuan jumlah bahan pengikat diujicoba pada rentang 10-18% (b/b). Penggunaan bahan pengikat sesedikit mungkin karena mempengaruhi terhadap kinerja sebuah riser sleeve.  Hasil pengujian kompresi menunjukan pengikat dengan kadar 11 % sudah memenuhi standar minimal kekuatan kompresi 5 kg/cm2. Selanjutnya, sekam padi yang berukuran 40 mesh maupun 60 mesh dibentuk dengan tipe H-sleeve berbahan pengikat 11%, dipadatkan melalui hand pressing dan dikeringkan pada 120­oC selama 2 jam.  Kinerja sleeve sekam padi sebagai riser diuji pada pengecoran baja karbon rendah melalui pengukuran laju solidifikasi baja dan modulus extension factor. Diperoleh bahwa sleeve sekam padi berukuran 40 mesh mampu menahan laju pembekuan baja 52 detik lebih lama dibandingkan sleeve sekam padi berukuran 60 mesh. Hal ini disebabkan porositas pada sleeve berukuran 40 mesh lebih tinggi sehingga memberikan efek insulasi lebih baik dari sleeve 60 mesh. Modulus extension factor untuk sleeve sekam padi berukuran 40 mesh dan 60 mesh adalah 1,9 dan 1,75. Kedua sleeve tersebut dapat diklasifikasikan sebagai  exothermic sleeve menurut Indian Standar 15865 : 2009.
Electrochemically Exfoliated Graphite/Cu/Cu2O Composites and Their Photocatalytic Activity Destiarti, Lia; Abdillah, Oktaviardi Bityasmawan; Maharsi, Retno; Floweri, Octia; Iskandar, Ferry
POSITRON Vol 10, No 1 (2020): Vol. 10 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v10i1.37260

Abstract

In this work, the photocatalytic performance of electrochemically exfoliated graphite (EG) with low copper addition (≤ 5 wt.%) was studied. Composites of EG/Cu/Cu2O were successfully prepared by microwave-assisted in situ reduction method. FTIR spectra of the samples showed that the main functional groups of graphite were detected in the samples. XRD characterization further proved the presence of EG, Cu, and Cu2O in the samples. The higher proportion of Cu2O presented in the samples prepared with a higher amount of Cu2+. SEM analysis showed that Cu2O/Cu particles were homogeneously deposited on the surface of EG. The composites of EG, Cu, and Cu2O with a varied amount of Cu (1 and 5 wt. %) in EG / Cu2+ mixture were examined as photocatalyst in the degradation process of Rhodamine B (RhB). The photocatalytic degradation of RhB was analysed by observing its decolorization within a set time of irradiation. UV-Vis analysis revealed that the degradation of RhB in EG/Cu/Cu2O A and B for 105 minutes was 26 and 35 %, respectively. The result demonstrates that the sample with a larger amount of Cu2O (sample B, Cu 5 wt.%) shows higher photocatalytic activity in the degradation of RhB.
Model Pembentukan Eddy Akibat Interaksi Arus dan Topografi di Teluk Palu, Sulawesi Tengah Sabhan, Sabhan; Pranowo, Widodo Setiyo; Purba, Mulia; Koropitan, Alan Frendy
POSITRON Vol 10, No 1 (2020): Vol. 10 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v10i1.37263

Abstract

Tofografi Teluk Palu unik dengan degradasi kedalaman yang tinggi sehingga membentuk kemiringan lereng yang curam. Tofografi teluk menyebabkan arus pusaran (eddy) membentuk siklonik dan antisiklonik sebagai salah satu penggerak upwelling. Penelitian ini menggunakan model hidrodinamika dengan pendekatan volume hingga dengan koordinat vertikal sigma. Model dibangkitkan oleh pasang surut dan angin. Hasil model menunjukkan korelasi pasang surut (r = 0,9937) yang baik dengan kondisi di Teluk Palu. Eddy Siklonik yang terbentuk mempunyai diameter yang berbeda untuk setiap kedalaman oleh efek dari tofografi aliran di Teluk Palu. Lokasi perpindahan vertikal massa air ke atas yang dikenal sebagai upwelling bersesuaian dengan eddy siklonik yang terbentuk.
Perancangan Sistem Desalinasi Air Laut Menggunakan Multi Sel Elektroda Capacitive Deionization (CDI) Berbasis Karbon Aktif Tempurung Kemiri Astuti, Astuti; Efendi, Zudit
POSITRON Vol 10, No 1 (2020): Vol. 10 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v10i1.37526

Abstract

Sistem desalinasi air laut menggunakan metode capacitive deionization (CDI) dibuat berbahan dasar karbon aktif sebagai eletroda. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan dan mempercepat proses desalinasi air laut sehingga air tersebut layak untuk dikuonsumsi. Karbon aktif dibuat dari tempurung kemiri menggunakan H3PO4 2,5 % sebagai aktivator dengan suhu aktivasi 300 oC, dan 700oC. Berdasarkan data scanning electron microscope (SEM), diperoleh bahwa karbon aktif dengan suhu aktivasi 700 oC mempunyai jumlah pori yang lebih banyak dibanding karbon aktif dengan suhu aktivasi 300 oC. Karbon aktif dengan suhu aktivasi 700oC digunakan sebagai bahan dasar pembuatan elektroda untuk sistem desalinasi. Elektroda tersebut dibuat dengan tahapan berikut, pembuatan karbon aktif dari tempurung kemiri, pembuatan sel CDI, dan perakitan multisel elektroda CDI. Sistem desalinasi disusun dengan teknik multi sel elektroda menggunakan 5 pasang sel CDI. Sel CDI dikarakterisasi dengan cyclic voltammetry (CV) untuk menentukan kapsitansi spesifik elektroda. Sedangakan hasil dari proses desalinasi dikarakterisasi menggunakan conductivitymeter untuk menentukan konduktivitas dan atomic absorpsion spectroscopy (AAS) untuk menentukan kadar natrium. Kapasitansi spesifik dari elektroda yang dihasilkan adalah 160,476 mF/g. Pengurangan kadar garam pada air laut ditunjukan oleh penurunan konduktivitas dari 3850 µS menjadi 3450 µS. Kadar natrium menurun dari 9884,34 mg/L menjadi 2347,64 mg/L, atau pengurangan kadar natrium pada proses desalinasi terjadi sebanyak 76,25 %. Setelah proses desalinasi berlangsung selama 5 menit, kadar natrium terus menurun menjadi 2310,43 atau proses desalinasi terjadi sebanyak 76,7%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, CDI dengan multisel dapat meningkatkan proses desalinasi dan mempercepat proses desalinasi tersebut.
Sintesis TiO2 terdoping Fe3+ untuk Degradasi Rhodamin B Secara Fotokatalisis dengan Bantuan Sinar Tampak Pratiwi, Eka; Harlia, Harlia; Aritonang, Anthoni Batahan
POSITRON Vol 10, No 1 (2020): Vol. 10 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v10i1.37739

Abstract

Fotokatalis TiO2 terdoping Fe3+ telah disintesis menggunakan titanium tetraisopropoksida (TTIP) sebagai prekursor serta dopan Fe3+ dari Fe(NO3)3 dengan metode sol-gel. Fotokatalis TiO2 didoping menggunakan Fe3+ bertujuan untuk memperlebar serapan dari sinar Ultra Violet (UV) hingga sinar tampak pada berbagai variasi persentase Fe3+ 0,05%; 0,125%; 0,25% (b/v). karakterisasi fotokatalis dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis/DRS, FT-IR, XRD  dan diuji aktivitasnya terhadap degradasi rhodamin B. Hasil pengukuran UV-Vis/DRS dari setiap variasi memberikan energi celah pita (Eg) masing-masing sebesar 1,33 eV, 2,11 eV, 2,53 eV. Spektra Infra merah (FT-IR) menunjukkan serapan Fe-O yang merupakan interaksi antara TiO2 dengan dopan Fe3+ dalam struktur TiO2. Hasil pengukuran x-ray difraction (XRD) Fe-TiO2 memberikan difragtogram pada 2θ 25,4773°, 37,9223°, 48,0159° mengindikasikan bahwa Fe3+ telah tersubsitusi kedalam struktur TiO2. Dopan Fe3+ yang telah tersubsitusi juga dapat dibuktikan dari penurunan ukuran rata-rata kristalit dan jarak antar kisi. Hasil Uji Aktivitas konsentrasi dopan Fe3+ 0,125% memiliki aktivitas tertinggi yaitu sebesar 25,605%. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Fe-TiO2 memiliki potensi dalam mendegradasi rhodamin B menggunakan sinar tampak.
Sebaran Salinitas Perairan Laut Kabupaten Bengkayang pada Musim Kemarau Jumarang, Muhammad Ishak; Nurjaya, I Wayan; Atmadipoera, Agus Sholeh; Bengen, Dietriech G
POSITRON Vol 10, No 1 (2020): Vol. 10 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v10i1.40113

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sebaran salinitas perairan laut Kabupaten Bengkayang pada musim kemarau. Penelitian ini dilakukan dengan melalukan pengambilan data salinitas, suhu dan konduktivitas massa air berdasarkan kedalaman di 23 stasiun pengukuran.  Lokasi penelitian berada pada koordinat 107,68 s.d 108,93 BT dan 0,69 LS s.d 0,87 LU. Lokasi penelitian terdiri atas lima lintasan yang membentang dari timur ke barat dan setiap lintasan terdiri atas empat stasiun pengamatan serta penambahan tiga stasiun pengukuran di sisi timur, barat dan selatan Pulau Lemukutan. Analisis dan visualisasi data massa air (suhu, salinitas, dan densitas) dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV) versi 4.7.6. Hasil analisis dan visualisasi data massa air menunjukkan bahwa salinitas massa air di perairan laut Kabupaten Bengkayang pada musim kemarau berada pada rentang 28,96 s.d 32,5 psu. Sebaran salinitas permukaan di daerah penelitian terbagi atas tiga bagian yaitu bagian utara, bagian tengah dan bagian selatan daerah penelitian, dengan tiap bagian membentang dari timur ke barat atau tegak lurus garis pantai. Massa air bersalinitas rendah (MABR) yang terjebak di bagian tengah diduga berasal dari massa air dari sungai yang terletak di bagian selatan pesisir Kalimantan yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Mempawah. MABR tersebut terdorong dan bergerak ke arah utara sesuai dengan arah arus yang terjadi di pesisir Kalimantan Barat pada musim kemarau. Stratifikasi kolom air dalam kondisi stabil di seluruh daerah penelitian. Massa air yang bersalinitas kurang dari 30,5 psu ditemukan hingga kedalaman 4,5 meter di bagian barat daya, bagian selatan dan bagian tenggara Pulau Lemukutan. Massa air dengan salinitas 30,75 s.d 31,75 psu dapat dijumpai dari garis pantai hingga mencapai bagian barat Pulau Lemukutan dengan kedalaman sampai 10 meter dari permukaan.
Analisis Respons Optis Nanokomposit: Pengaruh Faktor Geometris Nugroho, Bintoro Siswo; Yulyanto, Yulyanto
POSITRON Vol 10, No 1 (2020): Vol. 10 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v10i1.40947

Abstract

Pada penelitian ini, dilakukan studi teoritik respons optis sistem nanokomposit yang terdiri dari semiconductor quantum dot (SQD) dan metal nanoparticle (MNP) elips. SQD dimodelkan secara kuantum sebagai three-level system bertipe V sedangkan MNP dimodelkan dalam kerangka teori elektromagnetika klasik. Fokus studi diarahkan pada investigasi pengaruh faktor geometris, yaitu aspek rasio MNP, terhadap modifikasi respons optis nanokomposit. Formalisme density matrix dengan aplikasi persamaan Liouville–von Neumann digunakan untuk menganalisis dinamika optis sistem. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa variasi aspek rasio MNP dapat menyebabkan modifikasi pada dinamika populasi SQD. Nanokomposit dengan aspek rasio MNP bernilai q=0,5 memiliki frekuensi osilasi populasi yang lebih tinggi dibandingkan nanokomposit dengan q=1,5 . Ditemukan pula bahwa nanokomposit dengan  q = 0,5 mencapai keadaan tunaknya pada interval waktu yang lebih lama dibandingkan  q=1,5.  Optical instability dapat muncul saat nanokomposit dengan  dieksitasi dengan medan berintensitas tinggi, I=10^4.7  W/cm^2,  Saat fenomena ini terjadi, populasi SQD mengalami osilasi secara lestari dan sistem tidak pernah mencapai keadaan tunaknya.

Page 1 of 14 | Total Record : 136