cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Curvanomic
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi" : 19 Documents clear
MEKANISME PERIZINAN DAN PEMASANGAN REKLAME TERHADAP PENERIMAAN PAJAK SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN ASLI (PAD) KABUPATEN KUBU RAYA B21108051, Seftysa Rianti
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul dari penelitian ini adalah: “Mekanisme Perizinan dan Pemasangan Reklame terhadap Penerimaan Pajak Sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kubu Raya”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme perizinan dan pemasangan reklame terhadap penerimaan pajak reklame sebagai sumber PAD Kabupaten Kubu Raya, menganalisis kontribusi pajak reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di  Kabupaten Kubu Raya, menganalisis potensi pajak reklame di Kabupaten Kubu Raya, menganalisis efektivitas pemungutan pajak reklame di Kabupaten Kubu Raya dan menganalisis faktor-faktor yang menjadi kendala dalam proses pemungutan pajak reklame di Kabupaten Kubu Raya. Data primer diperoleh dari responden wajib pajak reklame di Kabupaten Kubu Raya melalui kuesioner. Sedangkan data skunder diperoleh dari Instansi terkait seperti Dispenda Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan  mekanisme  perizinan dan pemasangan reklame terhadap penerimaan pajak reklame sebagai sumber pendapatan pada Kabupaten Kubu Raya yakni dimulai permohonan izin penyelenggaraan/pemasangan reklame diiajukan kepada Bupati setelah memenuhi persyaratan, Bupati akan mengeluarkan surat izin menyelenggarakan/pemasangan reklame. Persentase kontribusi pajak reklame terhadap pajak daerah mengalami kenaikan dari 1,13% di tahun 2011 menjadi 2,08% di tahun 2012, tetapi pada tahun 2013 prosentase ini mengalami penurunan yang relative kecil sebesar 1,59%. Berdasarkan rasio kontribusi pajak reklame terhadap pajak daerah pada tahun 2011-2013 masuk dalam kategori sangat kurang karena berada pada interval rasio 0,00 – 10,00%.  Masih tingginya potensi pajak reklame yang tidak tergali menunjukkan bahwa penggalian sumber-sumber pendapatan daerah khususnya pajak ini masih belum dilaksanakan secara optimal seperti pada tahun 2011 sebesar Rp.176.869.703,00, pada tahun 2012 sebesar Rp.130.344.969,00 dan pada tahun 2013 sebesar Rp.181.182.364,00. Realisasi pajak reklame pada tahun 2011 sebesar Rp.474.194.914,00 dengan potensi pajak Rp.651.064.617,00 yang menghasilkan efektifitas pajak sebesar 72.83 persen dan masuk dalam kategori penilaian kurang efektif karena berada pada interval 60% - 80%. Pada tahun 2012 diketahui realisasi pajak reklame yang diterima sebesar Rp.706.403.539,00 dengan potensi pajaknya sebesar Rp.836.748.508,00 menghasilkan efektifitas pajaknya sebesar 84.42 persen dan masuk dalam kategori penilaian cukup efektif  karena berada pada interval 80% - 90%. Sedangkan pada tahun 2013 diketahui realisasi pajak reklame yang diterima sebesar Rp.764.396.981,00 dengan potensi pajaknya sebesar Rp.945.579.345,00 menghasilkan efektifitas pajaknya sebesar 80.84 persen dan masuk dalam kategori penilaian cukup efektif karena berada pada interval 80% - 90%. Kata Kunci: Mekanisme Perizinan dan Pemasangan Reklame, Kontribusi, Potensi, Efektifitas Pajak Reklame.
ANALISIS PENGANGGURAN TERDIDIK DI KOTA PONTIANAK B21108067, Suci Fitria
Jurnal Curvanomic Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi karakteristik responden dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan pengangguran terdidik di Kota Pontianak. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumenter. Populasi dalam penelitian ini populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengangguran terdidik yang ada di Kota Pontianak pada tahun 2014. Teknik penarikan sampel dengan teknik non probability sampling sampel yang diambil berjumlah 50 orang pengangguran terdidik yang belum sama sekali bekerja yang sudah menganggur lebih dart satu tahun dan data dianalisis secara kualitatif Adapun yang menjadi karakteristik responden yakni kelompok paling besar adalah kelompok usia 20-24, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan universitas, telah menganggur lebih dart 2-3 tahun lamanya. Tanggapan responden mengenai faktor-faktor yang menyebabkan pengangguran terdidik di Kota Pontianak adalah: pada faktor ketidakcocokan antara karakteristik lulusan baru yang memasuki dunia kerja dengan kesempatan kerja yang tersedia sebagian besar responden mengatakan mencari pekerjaan sesuai dengan lokasi yang diinginkan, sesuai dengan jenjang pendidikan, tidak disesuaikan dengan orientasi status, sesuai dengan keahlian khusus yang dimiliki seperti keahlian bahasa inggris, komputer, tehnisi, bengkel dan lain-lain. Pada faktor semakin terdidik seseorang, semakin besar harapannya pada jenis pekerjaan yang aman, responden lebih suka memilih menganggur daripada mendapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka sebagian besar responden memilih pekerjaan yang peroleh pendapatan atau gaji sesuai dengan harapan, lebih suka bekerja pada perusahaan besar, memilih pekerjaan yang mudah dan memiliki tanggungjawab pekerjaan yang kecil, hanya berada dalam ruangan dan memilih pekerjaan yang memiliki jangka panjang dan stabil. Pada faktor terbatasnya daya serap tenaga kerja sektor formal sementara angkatan kerja terdidik cenderung memasuki sektor formal yang kurang beresiko sebagian besar responden lebih suka memilih bekerja sebagai PNS, sulit untuk bekerja atau diterima menjadi PNS, perusahaan besar atau BUMN. Pada faktor belum efisiensinya fungsi pasar tenaga kerja sebagian besar responden mengatakan mendapatkan informasi dart teman, sulitnya mendapatkan informasi mengenai pekerjaan yang diinginkan, sistem penerimaan karyawan yang tidak terbuka membuat sulit mendapatkan informasi tentang pekerjaan yang diinginkan. Saran-saran yang penulis berikan diharapkan para pencari kerja terdidik baik itu tingkat SMA, Diploma dan Perguruan Tinggi untuk terus membekali dirinya dengan berbagai macam keahlian agar dapat beradaptasi dengan berbagai bidang pekerjaan yang akan tersedia kelak. Sebaiknya tenaga kerja terdidik mencari pekerjaan tidak mesti sesuai dengan lokasi yang diinginkan dan siap ditempatkan dimana saja jika direkrut bekerja, sebaik para pencari kerja terdidik memilih pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan akan tetapi bekali din dengan kemampuan tambahan untuk menopang pendidikan yang telah ada, sebaiknya dalam memilih pekerjaan tenaga kerja terdidik ini tidak menjadikan skala prioritas utama mencari pendapatan atau gaji yang besar sesuai harapannya akan tetapi yang penting gaji yang diperoleh pantas disesuaikan dengan kinerja yang dilakukan. jangan selalu memprioritaskan diri untuk menjadi PNS ataupun BUMN dan sebaiknya pencari kerja terdidik ini sering-sering mencari informasi mengenai pekerjaan yang diinginkan dart berbagai cumber baik itu dart teman, keluarga, karyawan pada perusahaan tersebut, web site, koran dan media lainnya.
ANALISIS KONTRIBUSI SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN LANDAK B01109105, Tedy
Jurnal Curvanomic Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study entitled: "Analysis of Agricultural Sector Contribution Against Labor Absorption And GDP in Porcupine District". This study was motivated by the agricultural sector as the sector that contributes most in GDP in the District hedgehog, but farmers still do not prosper. The purpose of research is to determine how large the contribution of the sector pertaniandi Porcupine District, knowing that dominate the agricultural sub-sector in the agricultural sector in the Porcupine District, knowing employment and government policies to develop the sub-sector in the Porcupine District 2007-2011.Penelitian used formula contribution aims to determine how large the contribution of the agricultural sub-sector in Porcupine District and analysis tools that are used to measure the sectors and sub-sectors that dominate the seed in the agricultural sector is the location quotient   The results showed that the agricultural sub-sector is the largest contribution to the food crops sub-sector and sub-sector plantations. Sub leading sectors that dominate the agricultural sector is the food crops sub-sector and sub-sector employment in forestry and agriculture sector is the largest of all sectors. Keywords: contribution of agriculture sector, sub-sector and employment seed.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT PADA BANK UMUM DI KALIMANTAN BARAT B01110083, Viki
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit. Kredit merupakan fungsi intermediasi bank itu sendiri, karena keuntungan bank  diperoleh dari besarnya kredit yan disalurkan oleh bank. Penelitian ini berusaha menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kredit seperti Dana Pihak Kteiga (DPK), Suku Bunga Kredit (SB), Inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kalimantan Barat tahun 2004 kuartal I sampai 2013 kuartal IV. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, dan uji hipotesis menggunakan uji-t untuk menguji koefisien regresi parsial, serta uji –f untuk menguji pengaruh secara bersama-sama dengan level 5%. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari BPS Provinsi Kalimantan Barat dan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.   Hasil penelitian menunjukan bahwa: pertama, secara simultan (besama-sama) Dana Pihak Ketiga (DPK), Suku Bunga Kredit (SB), Inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), berpengaruh signifikan terhadap permintaan kredit pada Bank Umum di Kalimantan Barat. Kedua secara parsial (individu) Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh positif dan signifikan, Suku Bunga Kredit (SB) berpengaruh negatif dan signifikan, Inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap permintaan kredit pada Bank Umum di Kalimantan Barat. Kata Kunci :  Kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK), Suku Bunga Kredit (SB), Inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
ANALISIS PERKEMBANGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SANGGAU B21109004, Yuli Anggraeni
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regional autonomy policy basically is a delegation of authority from the central government to the local government to regulate and manage its own government and society according to their local needs and capacity. The policy was companied by the delegation of authority to regulate and manage regional finance through the fiscal decentralization. The capability of regional finance is the ability of regional government in improving local own source revenue (PAD) that leads to the independence of regional finance which is measured by fiscal decentralization. The aim of this study is to analyze the development of local government of Sanggau regency’s financial ability. The method used in this study is descriptive study. The data source used secondary data. The data collection techniques used in this study consists of: (1) ratio degree of fiscal decentralization, (2) ratio of independence, (3) ratio routine of capability index. Based on the results of analysis, showed that: (1) the capability rate of regional finance in the government of Sanggau regency for 5 (five) fiscal years viewed by the degree of fiscal decentralization is still very low. It showed by the proportion rate of local own source revenue (PAD) 3.85% (very low), proportion rate of BPHP 6.31% (very low), and proportion rate of donations 73.62% (very low). It is showed that regional finance is still depends on central government. (2) The independence ration of regional finance showed development of fluctuation with the average rate 4.38% (very low). It shows that the capability of regional finance of Sanggau regency’s government in funding all of the activities is still depends on other sources beside PAD. (3) The ratio routine of capability index showed development of fluctuation with the average rate 5.3% (very low). It shows that the routine capability of Sanggau regency’s government I funding all of the activities is still depends on other sources beside PAD. It means that PAD has the low capability in funding its routine expenses.   Keyword;  Local Financial Capacity, Ratio Degree of Fiscal Decentralization, Ratio of Independence, Ratio Routine of Capability Index
ANALISIS PENDAPATAN SUPIR OPLET DI KOTA PONTIANAK B21109020, Suprianto
Jurnal Curvanomic Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan sopir oplet di Kota Pontianak saat ini dan untuk mengetahui rata-rata pendapatan sopir oplet dalam satu bulan serta untuk mengetahui pendapatan rata-rata sopir berbanding upah minimum Kota Pontianak. Metodologi yang digunakan menggunakan metode deskriptif Hasil temuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan sopir oplet yakni pada faktor tarif sebagian besar responden mengatakan tarif yang ditetapkan organda masuk dalam kategori tidak wajar, harga BBM saat ini tidak sesuai dengan tarif yang dibebankan kepada konsumen, tidak wajarnya tarif retribusi diterminal, ada berbagai punggutan, tidaknya adanya tarif setoran karena milik sendiri. Pada faktor curahan jam kerja sebagian besar responden bekerja dan jam 06.00 pagi-17.00, Lamanya maksimal bekerja diatas enam jam, setiap hari turun kerja sebagai sopir oplet. Pada faktor shift dan antrian kerja sebagian besar responden mengatakan wajib melakukan kegiatan antrian, seluruh responden mengatakan pembagian shift/antrian ini mempengaruhi pendapatan. Pada faktor pengalaman kerja sebagian besar responden mengatakan pernah berhenti dalam menjalani profesi ini, pemah menjadi sopir selain sopir oplet. Adapun rata-rata biaya yang harus dikeluarkan oleh para supir oplet ini setiap harinya sebesar Rp.25.000.00 yakni biaya retribusi, biaya calo dan BBM. Sedangkan untuk mengetahui pendapatan kotor responden perbulan terendah sebesar Rp1.500.000.00 dan tertinggi Rp. 2.100.000.00. Rata-rata pendapatan kotor perhariannya Rp. 58.780,00 sedangkan rata-rata pendapatan kotor perbulannya sebesar Rp.1.736.200,00. Rata-rata biaya setiap bulannya adalah sebesar 843.000,00. Biaya yang harus dikecuarkan tidak tennasuk biaya servis ringan 3 bulan sekali, perbaikan mesin dan pergantian spare part, ban setiap 4 bulan sekali, aki 6 bulan sekali, belum lagi perpanjangan STNK, KIR, SIPA setiap 1 tahun. Sedangkan tingkat pendapatan bersih paling tinggi Rp 1.130.000.00 dan yang paling rendah Rp. 650.000.00 dengan rata-rata pendapatan bersih perbulannya sebesar Rp. 893,200.00. Jika perbandingannya berdasarkan pendapatan kotor maka posisinya lebih tinggi dan upah minimum Kota Pontianak dan jika perbandingannya berdasarkan pendapatan bersih maka posisinya cukup jauh dibawah standar pendapatan upah minimum Kota yang ditetapkan oleh Pemerintah Kalimantan Barat Rekomendasi yang penulis berikan perlunya untuk menaikkan tarif oplet guna memperbaiki tingkat pendapatan yang diterima oleh sopir dan pemilik oplet. Diharapkan Pemerintah dapat menekan biaya retribusi resmi dan menghilangkan berbagai pungutan­-pungutan liar. Adanya pemberian subsidi khusus bagi pembelian Bahan Bakar Minyak khususnya sopir oplet ini. Perbaikan fasilitas fisik dan kebersihan oplet harus dijaga dan adanya pembatasan kuota pembelian kendaraan bermotor lewat perusahaan pembiayaan yang ada di Kota Pontianak yang semakin banyak saat ini, sehingga pendapatan sopir oplet semakin hari semakin kecil akibat kredit kendaraan bermotor yang dikreditkannya. Kata Kunci : Pendapatan sopir oplet
Pengaruh Kredit Usaha Rakyat (Kur) TerhadapPerkembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Umkm) Di Kabupaten Mempawah B01108057, M. ICHFAN FIRDIANSYAH
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study entitled "The Effect of Credit (KUR) The Development of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) in the District Mempawah." The purpose of this study was to determine and analyze the impact or influence of lending funds to the development of KUR entrepreneurs business customers Enterprises Kabpaten small Mempawah. The research method is quantitative descriptive analysis tool used is a simple regression analysis. Variable research is the realization of KUR loans as variables that affect (X) and two variables from the customer side of the turnover of sales and use of labor as a variable that is affected (Y1, Y2). The data used is primary data survey conducted in 2014 against 60 respondents BRI Mempawah KUR loan recipients. Also used as a secondary data also support the implementation of the report KUR BRI Mempawah Branch and Regional, Data from BPS. The results showed that the effect  of lending fund (KUR BRI Mempawah) a positive impact on increasing the number of sales turnover with an average increase of Rp2.587.500 or 25.50%, with funds received an average of Rp11,000,000, - Effect on the use of labor is also positive with the addition of an average of one person after the loan. Regression analysis showed that the influence of KUR on sales turnover is positive with a regression coefficient of 0,494 and constants of 8.335. This means that every one amount of KUR funds amounting 4,94 Rupiah effect on sales turnover. While the impacts of the use of labor is also positive with a regression coefficient of 0.981 and constanta of negatif (-12.773). This means that with the gave of fund (KUR/loans) provide an increase of 0.494 or 1 person workforce. The constant negative value means that if there is no (additional) funds KUR the labor used to be reduced. Keywords: People's Business Credit, Small Business, Turnover, Employment.
PENGARUH PENDAPATAN DAN ALOKASI BELANJA DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN BARAT B01110066, YESTI SURYA
Jurnal Curvanomic Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pendapatan dan Alokasi Belanja Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Barat selama periode 1998-2012.   Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang diperoleh dari laporan tahunan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari BPS Provinsi Kalimantan Barat.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara individu Pendapatan Daerah berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Barat di karenakan penarikan pajak dan retribusi yang telah dilakukan secara optimal.Sedangkan Belanja Daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Barat di karenakan belanja daerah lebih banyak digunakan untuk belanja tidak langsung.   Kata Kunci :Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, dan Pertumbuhan Ekonomi  
ANALISIS PENERIMAAN PAJAK REKLAME KOTA PONTIANAK Kartika B01110058, Tiara Aris
Jurnal Curvanomic Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan jawaban untuk tingkat efektivitas potensi pajak reklame di kota Pontianak, dan kontribusinya terhadap penerimaan pajak daerah, dimana dalam era otonomi daerah, pemerintah daerah dituntut untuk selalu meningkatkan penerimaan daerahnya, seperti peningkatan pendapatan pajak daerah melalui penerimaan pajak reklame. Perolehan pajak melalui reklame iklan di kota Pontianak memberikan kontribusi yang tidak dapat diremehkan untuk penerimaan daerah. Namun dalam prakteknya belum mendekati potensi yang sesungguhnya, selain itu penyusunan target pajak ini hanya didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Lamanya penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Desember 2013.Penelitian ini menerapkan metode analisis deskriptif, dimana metode ini digunakan untuk memberikan penjelasan sistematis, pernyataan aktual dan akurat fakta, dan hanya menggambarkan situasi atau peristiwa bukan untuk mencari atau menjelaskan hubungan dan tidak menguji hipotesis.teknik pengumpulan data adalah observasi langsung, komunikasi langsung dan studi dokumenter.   Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat efektivitas potensi pajak reklame di kota Pontianak pada tahun 2013 cukup baik, mencapai 45,95%, laju pertumbuhan pajak reklame selama lima tahun terakhir menunjukkan rata-rata mencapai 32,94 % per tahun. Potensi pajak reklame yang harus diperoleh oleh kota Pontianak dapat mencapai Rp18.846.402.873, pajak reklame pada tahun 2009 dan kontribusi terhadap Pajak Daerah untuk tahun 2013 berdasarkan realisasi mencapai 4,79%, sedangkan berdasarkan potensinya mampu mencapai 20,54%. Kata Kunci :Pajak Reklame, Potensi Penerimaan, Efektivitas Potensi Pajak.
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN ERHADAP BELANJA DAERAH DALAM UPAYA OTON0OMI DAERAH KABUPATEN SAMBAS B01110025, Evin Juliasti
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dan Dana Perimbangan (DP) Terhadap Belanja Daerah (BD) Dalam Upaya Otonomi Daerah di Kabupaten Sambas selama periode 2001-2012. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang diperoleh dari laporan tahunan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).  Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari BPS Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara individu Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh positif terhadap peningkatan Belanja Daerah (BD) di Kabupaten Sambas. Sedangkan Dana Bagi Hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Belanja Daerah di kabupaten Sambas. Uji serempak antara Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan Belanja Daerah di Kabupaten Sambas selama periode 2001-2012. Signifikannya hubungan antara variabel Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil terhadap peningkatan Belanja Daerah di Kabupaten Sambas dikarenakan belanja daerah itu sendiri merupakan semua pengeluaran Pemerintah Daerah pada suatu periode Anggaran yang pada dasarnya belanja daerah tersebut dibiayai oleh dana yang bersumber dari anggaran pendapatan daerah yang terdiri dari tiga komponen utama, yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan dan Lain-Lain Pendapatan Yang Sah. Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil Belanja Daerah

Page 1 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi More Issue