cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Curvanomic
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan" : 12 Documents clear
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Sektor Primer, Sekunder dan Tersier terhadap Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat B1011151003, LAILA
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakEconomic growth is an important indicator that can explain how the role of each sector, namely the primary, secondary and tertiary sectors in overcoming poverty that occurs in the Province of West Kalimantan. The purpose of this study was to analyze the effect of economic growth in the primary, secondary and tertiary sectors on poverty in the province of West Kalimantan. The method used in this study is quantitative with a descriptive statistical approach. The results of the study show that partially the economic growth of the primary and secondary sectors has a negative and significant effect, but the growth of the tertiary sector has a positive and significant effect on the poverty of the Province of West Kalimantan. The variables in the model together have an influence of around 97.12 percent on poverty, while 2.88 percent is influenced by other variables. Keywords: Poverty, Primary Sector Economic Growth, Secondary Sector Economic Growth and Tertiary Sector Economic Growth ReferensiAmir, A. (2007). Pembangunan dan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Dalam Era Globalisasi. Bogor: Biografika.Arsyad, L. (2006). Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah, Edisi Pertama ,Yogyakarta: BPFEArsyad, L. (2015). Ekonomi Pembangunan. Edisi ke lima. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Jayadi, S. D. (2016). Peran Pertumbuhan Ekonomi dalam Menurunkan Kemiskinan di Tingkat Provinsi di Indonesia Tahun 2004–2012. Modus, 28 (1): 87-99.Kuncoro, M. (2010). Dasar- Dasar Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Sharp, A. M. (1996). Charles A.R., & Paul, W.C. Economics of social issues, edisi ke 12, Richard D. I, Chicago bab VII.Sobia Rose, S., Abbas, S., Ali, F.M., & Azeem, M. M. (2013).  Growth-Poverty Linkages: Does Sectoral Composition Matter for Pakistan?. World Applied Sciences Journal, 21 (6): 915-919.Sugiyono. (2015) Metde Penelitian Pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.Tambunan, T. (2011).  Perekonomian Indonesia, Kajian Teoritis dan Analisis Empiris, Jakarta.: Ghalia Indonesia.Todaro, M. P. (.2000). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga Edisi VII, Jakarta: Erlangga,Todaro, P. S. dan Smith, C. S. (2011). Pembangunan Ekonomi Edisi Kesebelas. Jakarta:Erlangga. 
DAMPAK BONUS DEMOGRAFI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI (Studi Kasus : Kabupaten-Kota di Provinsi Jawa Tengah) B1011141053, Chandra Anugrah Pakpahan
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dampak dari bonus demografi terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten-kota Provinsi Jawa Tengah. Bonus Demografi dapat menjadi sebuah peluang, ancaman atau tidak berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah yang mengalami peritiwa bonus demografi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kependudukan yang berada di Badan Pusat Statistik kabupaten-kota Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2010-2016. Variabel penelitian yang digunakan adalah Rasio Ketergantungan (Depedency Ratio), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (Labour Force Participation Rate), dan Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate) dan Pertumbuhan Ekonomi (Economic Growth). Teknik analisis pada penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan Eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak bonus demografi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah, dengan rincian pengaruh setiap variabel berikut : (1) Rasio Ketergantungan (Depedency Ratio) berpengaruh positif dan signifikan, (2) Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (Labour Force Participation Rate) berpengaruh positif dan signifikan, (3) Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate) berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Kata Kunci : Rasio Ketergantungan, Tingkat Partsipasi Angkatan Kerja, Tingkat Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi RINGKASAN Latar BelakangBonus Demografi adalah sebuah peristiwa yang menguntungkan bagi setiap wilayah yang mengalami peristiwa ini. Keadaan bonus demografi akan mengubah piramida/perbandingan antara penduduk usia produktif dan penduduk usia non produktif. Dalam hal ini, penduduk usia produktif akan semakin meningkat dan penduduk usia non produktif semakin menurun. Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu daerah yang sudah mengalami bonus demografi sejak tahun 2010. Dampak dari bonus demografi, salah satunya adalah beban ketergantungan semakin menurun. Angka ketergantungan semakin menurun maka akan berdampak juga terhadap kemampuan untuk produksi barang dan jasa untuk mendapatkan pendapatan. Sehingga perputaran ekonomi akan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Dampak yang dirasakan juga adalah tingkat partisipasi angkatan kerja, yang berarti jumlah penduduk usia bekerja yang bekerja dan menganggur semakin meningkat. Hal ini menguntungkan, karena sumber daya manusia adalah salah satu faktor yang mendukung produktivitas. Produktivitas yang meningkat maka pertumbuhan ekonomi juga semakin meningkat. Dampak negatif bonus demografi adalah pengangguran. Pengangguran adalah penduduk usia kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena akan menjadi beban bagi perekonomian daerah tersebut. Sehingga, pengangguran adalah dampak yang harus ditekan akibat dari peristiwa bonus demografi. PermasalahanAdapun permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :Apakah rasio ketergantungan, tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat pengangguran, secara bersama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah ?Apakah rasio ketergantungan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah ?Apakah tingkat partisipasi angkatan kerja berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah ?Apakah tingkat pengangguran berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah ? Tujuan PenelitianUntuk menguji dan menganalisis pengaruh rasio ketergantungan, tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat pengangguran secara bersama-sama terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh rasio ketergantungan terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh tingkat partisipasi angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh tingkat pengagguran terbuka terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah. Metode PenelitianPenelitian ini menggunakan data dari 35 kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah dalam periode 2010-2016. Sumber data pada penelitian ini adalah data sekunder, yakni sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber data penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik Kabupaten-Kota di Provinsi Jawa Tengah. Analisis hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji F (Simultan), uji Koefisien Determinasi (R2) dan uji T (Parsial). Hasil dan pembahasanHasil penelitian menunjukkan bahwa rasio ketergantungan, tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat pengangguran secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Rasio Ketergantungan (Depedency Ratio), berpengaruh positif dan  signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (Labour Force Participation Rate), berpengaruh positif dan  signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate), tidak berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kesimpulan dan saran Kesimpulan dari penelitian ini adalah dampak bonus demografi berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah. Saran dari penelitian ini adalah, untuk menghindari penduduk usia non produktif bekerja maka diperlukan penegasan dalam pelaksanaan UU Perlindungan Anak. Meratakan jumlah penduduk setiap kabupaten-kota dengan cara meningkatkan prasarana dan infrastuktur yang merata terhadap seluruh daerah. Hal ini bertujuan untuk mendorong para investor menanam modalnya atau berinvestasi. Modal adalah salah satu faktor produksi, sehingga modal bertambah akan memberikan dampak positif, karena dapat mengembangkan atau membuka usaha yang baru. DAFTAR PUSTAKA Adioetomo, Sri Moertiningsih. (1995). “Bonus Demografi Menjelaskan Hubungan antara Pertumbuhan Penduduk dengan Pertumbuhan Ekonomi”. Pidato Pengukuhan sebagai Guru Besar Ekonomi Kependudukan. Depok: Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Jakarta, 30 April 2005. Adioetomo, S.M. (2010). Dasar-Dasar Demografi. Jakarta: Salemba Empat. Agus Widarjono.2007. “Ekonometrika Teori dan Aplikasi Untuk Ekonomi dan Bisnis”. Edisi Kedua, Fakultas Ekonomi UIJ. Yogyakarta. Alun Jones Q.C., 1995. Jones On Extradition, First Edition, Sweet & Maxwell, Inggris. Arikunto, S. 2002. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT Rineka Cipta. Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:                            PT Rineka Cipta. Arsyad, Lincolin. 2004. Ekonomi Pembangunan. Edisi Keempat. Yogyakarta: STIE YKPN. Arsyad, S. 2010. Konservasi Tanah dan Air. Serial Pustaka IPB Press. Bogor. Aswandi, Haerul dan Kuncoro, M., 2002. Evaluasi Penetapan Kawasan Andalan: Studi Empiris Di Kalimantan Selatan 1993-199, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Badan Pusat Statistik. Statistik Indonesia Tahun (2010). Jakarta. Badan Pusat Statistik. Statistik Jawa Tengah Tahun (2010). Jawa Tengah. _________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2011). Jawa Tengah. _________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2012). Jawa Tengah. _________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2013). Jawa Tengah. _________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2014). Jawa Tengah. _________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2015). Jawa Tengah. __________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2016). Jawa Tengah. __________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2017). Jawa Tengah. Bloom, David E., Canning, D., & Sevilla, J. The Demographic Dividend: A New Perspective on The Economic Consequences of Population Change. RAND Program of Policy Relevant Research Communication. Basuki, Agus Tri and Prawoto, Nano. 2016. Analisis Regresi Dalam Penelitian Ekonomi & Bisnis: Dilengkapi Aplikasi SPSS & EVIEWS. Depok: PT Rajagrafindo Persada. Chandrsekhar, C. P., Ghosh, J., & Roychowdhury, A. 2006. The Demographic Dividend and Young India’s Economic Future. Economic and Political. Weekly : 5055-5064. Cooper, Donald R., dan Pamela, S. Schindler. 2006. Metode Riset Bisnis, Volume 1. Jakarta: PT Media Global Edukasi. Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.                          Edisi Ketujuh. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Istianto, Bambang. 2009. Manajemen Pemerintahan Dalam Persepektif Pelayanan Publik. Jakarta: Mitra Wacana Media. Jones, GR, 1995, Organizational Theory: Text and Case, New York: Addison-Wasley Publishing Company.Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta: Erlangga. Kuncoro, Mudrajad. 2011. Metode Kuantitatif: Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. Lembaga Demografi FE UI. Dasar-Dasar Demografi Jakarta: Lembaga Demografi             FE UI. Manurung, Mandala dan Prahtama Rahardja 2004, Uang, Perbankan, dan Ekonomi Moneter. Jakarta: Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Mankiw,Gregory. 2006. Ekonomi Makro. Jakarta: Grafindo Persada. Mulyadi,S. 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia dalam Perpektif Pembangunan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Nachrowi. 2006. Ekonometrika, untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan, Cetakan Pertama, Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI. Nasution, S. 2000. Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara. Nawari. 2010. Analisis Regresi dengan MS Excel 2007 dan SPSS 17. Jakarta: PT. Eex Media Komputindo. Rusli, S. 1998. Pengantar Ilmu Kependudukan. Jakarta: LP3ES. Sanusi, Anwar. 2011. Metodologi Penelitian Bisnis, Jakarta, Salemba Empat. Schultz, Theodore, W .1961. Investment in Human Capital. The American Economics Review, No. 51. Siagian. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara. Sjafrizal, 2008. Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi. Baduose Media, Cetakan Pertama. Padang. Sofyan Yamin dan Heri Kurniawan. 2009. Teknik Analisis Statistik Terlengkap dengan Software SPSS. Jakarta: Salemba Infotek. Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukirno, Sadono. 2000. Makroekonomi Modern. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Todaro, Michael P. 2000. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Erlangga. Jakarta. Winarno, Wing Wahyu. 2011. Analisis Ekonometrika dan Statistika Dengan Eviews: Edisi 3. Yogyakarta: UPPSTIMYKPN Wongboonsin, K. & Patcharawalai, W. 2003. First and Second Demographic Dividend, Thailand: Chulalongkorn University.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Bank XYZ Dalam Memberikan Pembiayaan Kredit Kepada UMKM B1011141034, Bella Tanari
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bank XYZ dalam Memberikan Pembiayaan Kredit Kepada UMKM ABSTRAK Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan pelaku-pelaku bisnis atau ekonomi yang bergerak diberbagai bidang usaha baik berupa barang maupun jasa dan selama ini mempunyai peran yang cukup besar dalam perekonomian. Tumbuh kembangnya usaha UMKM harus di dukung oleh semua pihak, terutama pihak perbankan, sebab pihak perbankan merupakan faktor terpenting dalam mendanai atau memberikan kredit usaha bagi pihak UMKM. Jenis metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan metode kuantitatif. Adapun jumlah sampel yang digunakan di dalam penelitian ini berjumlah 32 (analis kredit). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil menunjukan bahwa (1) character memperoleh nilai indeks sebesar 4,26 berkategori sangat tinggi, (2) capacity memperoleh nilai indeks sebesar 4,18 berkategori tinggi, (3) capital memperoleh nilai indeks sebesar 4,04 berkategori tinggi, (4) collateral memperoleh nilai indeks sebesar 4,10 berkategori tinggi, (5) condition of economy memperoleh nilai indeks sebesar 3,89 berkategori tinggi (6) Analisa tim analis kredit menyatakan bahwa yang paling dominan dari penilaian-penilaian prinsip 5C ialah karakter (character). Kata Kunci : Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition Of Economy dan Keputusan Pemberian Kredit. DAFTAR PUSTAKA Alamsyah, Halim dkk 2005. Banking Disintermediation and Its Implication for Monetary Policy: The Case of Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Maret 2005 : 499 – 521 Arikunto, Suaharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Arikunto,Suharsimi.( 2012). Prosedur Penelitian.Jakarta : Rineka Cipta. Arikunto, S., 2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi 6. Jakarta : Rineka Cipta. Azwar, Saifuddin. 2007. Metode Penelitian. Pustaka Pelajar : Yogyakarta. Cooper, Donald R., dan Emory William C., (1997). Metode Penelitian Bisnis. Erlangga, Jakarta. Dahlan Siamat, 2004, Manajemen Lembaga Keuangan, PT. Gramedia Pustaka Umum, Jakarta. Ety Rochaety. 2007. Metode Penelitian Bisnis Pandia.2012. Manajemen Dana dan Kesehatan Bank. Jakarta : PT Rineka Cipta. Ghozali, Imam. 2011. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gozali, Imam. 2009. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS”. Semarang : UNDIP. Gujarati, Damodar, 2003, Ekonometri Dasar. Terjemahan: Sumarno Zain, Jakarta : Erlangga. Gunawan, Imam. Metode Penelitian Kualitatif. : Teori dan Praktik Jakarta : PT Bumi Aksara. 2013 Kasmir, 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Kasmir, 2008, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta : PT Raja Grapindo Persada. Kasmir, 2003, Manajemen Perbankan, Jakarta : PT Raja Grapindo Persada Kiryanto, Rian. 2007. Langkah Terobosan Mendorong Ekspansi Kredit. Economy Review No. 2008. Juni 2017 Kusumah, Wijaya dan Dedi Dwitagama 2011.  Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Edisi: 2 Jakarta : PT Indeks. Masri Singarimbun.  1991. Metode Penelitian,Yogyakarta: LP3S Nazir Moh. (2013). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia. Priyatno, Duwi. 2010. Paham Analisa Statistik Data Dengan SPSS. Mediakom, Yogyakarta. Santoso A. Budi, Susilo Sri, Triondani. 2006. Manajemen Perkreditan Bank Umum Edisi 2. Jakarta : Salemba Empat. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuatitatif, Kualitatif dan R&D Cetakan 20. Bandung :  Cv. Afabeta. Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuatitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung : Afabeta. Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuatitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung : Afabeta. Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuatitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Afabeta. Suliyanto. 2011. Ekonometrika Terapan: Teori dan Aplikasi dengan SPSS. Yogyakarta: ANDI. Susilo Sri  Y, Triandaru Totok Budi Santoso, 2006, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Jakarta : Salemba Empat. Umi Narimawati, 2010. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Penerbit Genesis. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM. UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUH KEMAUAN MASYARAKAT UNTUK MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA B1011141088, Dina Ratna Sari
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini yang berjudul faktor-faktor yang mempengaruhi kemauan masyarakat untuk membayar pajak bumi dan bangunan di kecamatan sukadana kabupaten kayong utara bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemauan masyarakat untuk membayar pajak bumi dan bangunan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari badan keuangan daerah dan data primer yang diperoleh dari kuesioner. analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak bumi dan bangunan yang ada di kabupaten kayong utara Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 responden wajib pajak bumi dan bangunan Penelitian ini menggunakan empat variabel yaitu ,Tingkat pendidikan kepala keluarga, Tingkat pendapatkan kepala keluarga dan Kualitas pelayanan pajak sebagai variabel independen dan Kemaun membayar pajak sebagai variabel dependen .Hasil penelitian menunjukan variabel tingkat pendidikan kepala keluarga berpengaruh positif signifikan terhadap kemauan membayar pajak.Variabel Pendapatan Kepala Keluarga  berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kemauan membayar pajak dan variabel kualitas pelayanan pajak berpengaruh positif signifikan terhadap kemauan membayar pajak. Kata Kunci : pajak,pendidikan,pendapatan dan kualitas pelayanan.RINGKASAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAUAN MASYARKAT UNTUK MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARALatar BelakangPembangunan suatu negara tidaklah hanya mencakup usaha hanya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja, tetapi pembangunan suatu negara lebih mencakup  usaha untuk mewujudkan pemerataan disegala bidang ekonomi dan daerah. kegiatan ekonomi yang sangat bervariasi ini untuk mendorong setiap daerah untuk mengembangkan potensi ekonominya pembangunan di suatu negara tidak terlepas dari peran pajak yang diterapkan di setiap negara tersebut khususnya di indonesia. pajak di indonesia sering dipergunakan oleh negara untuk sumber penerimaan terbesar setelah migas dalam menutupi belanja negara, yaitu sebesar 70%  dari total pendapatan negara, sebagaimana yang terdapat  di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di setiap tahunnya.Akan tetapi masyarakat masih banyak yang belum memahami pentingnya kesadaran wajib pajak dikarenakan tarif pajak yang di bebankan kepada masyarakat tidak sesuai dengan pendapatan yang mereka terima untuk membayar jumlah pajak yang harus dibayarkan, sehingga banyak masyarakat yang tidak mau membayar pajak. kurang tegasnya sanksi yang di berikan kepada wajib pajak juga menjadi penyebab kurangnya masyarakat untuk berpartisipasi dalam membayar pajak. dan banyak diantara masyarakat yang membayar pajak mengalami birokrasi (kualitas pelayanan pajak) yang masih belum memuaskan. selain itu, kurangnya sosialisasi menyebabkan masyarakat di pinggiran kota kurang mengetahui arti pentingnya pajak untuk daerah mereka dan kewajiban yang harus mereka menuhi sebagai warga negara.PermasalahanKesadaran masyarakat Kayong Utara masih sangat rendah untuk  membayar Pajak Bumi dan Bangunan. Hal ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya faktor internal yang meliputi, kesadaran membayar pajak, kemauan orang membayar pajak ,birokrsasi (kualitas pelayanan),sistem pemungutan pajak. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang sangat menarik untuk dibahas. peneliti perlu menganalisis Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemauan masyarakat untuk membayar pajak Bumi dan Bangunan.Tujuan PenelitianMenguji faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemauan masyarakat untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan ? Metode PenelitianLokasi penelitian :Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong UtaraData yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder  Data primer adalah data yang diperoleh dan dikumpulkan sendiri dalam melalakukan penelitian untuk mendapatkan informasi berupa data-data bersangkutan. Data primer dalam penelitian ini menggunakan penyebaran kuisioner yang diberikan pada responden serta mengajukan pertanyaan pada saat melakukan penelitian. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara atau dengan kata lain diperoleh atau dicatat oleh pihak lain.Alat Analsis:Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini analisis regresi logistik.Hasil PenelitianHasil Penelitian diperoleh beberapa faktor yang mempengaruhi kemauan membayar pajak bumi dan bangunan yaitu tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat pendapatan kepala keluarga dan kualiatas pelanan pajak. dimana tingkat pendidikan kepala keluarga dan kualitas pelayanan berpengaruh positif signifikan sedangkan tingkat pendapatan kepala keluarga tidak berpengaruh signifikan.Kesimpulan dan saranKesimpulan :Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel tingkat pendidikan kepala keluarga berpengaruh signifikan terhadap kemauan membayar pajak.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel tingkat pendapatan kepala keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap kemauan membayar pajakHasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel kualitas pelayan perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kemauan membayar pajak.Rekomendasi :Diharapkan kepada kepala keluarga dapat meningkatkan wawasan tentang  pengetahuan perpajakan sehingga dengan begitu kedepanya bisa lebih meningkatkan kemauan membayar pajak. misalnya seperti mengikuti sosialisasi yang di adakan oleh dinas pendapatan daerahDiharapkan kepada kepala keluarga dapat meningkatkan pendapatan sehingga dengan begitu kedepanya bisa meningkatkan kemauan membayar pajak. misalnya dengan membuka usaha sampingan.Diharapkan kepada petugas pajak untuk meningkatkan kualitas pelayanan pajak, sehingga dengan begitu dapat meningkatkan kemauan membayar pajak.misalnya perbaikan sarana dan prasana. Sarana misalnya petugas memberikan pelayanan dengan baik misalnya petugas pajak bersikap ramah dan sopan kepada wajib pajak. Prasarana misalnya disediakan ruang tunggu yang nyaman serta fasilitas pendukung yang baik.  DAFTAR PUSTAKA Amelia, D. (2016). “Optimalisasi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan Oleh Uptd  Dinas Pendapatan Daerah Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis”.Vol. 3 (1), 4-10.Darwin. (2013). “Pajak Bumi Dan Bangunan Dalam Tataran Praktis”. Jakarta: Mitra Wacana Media.Firdaus, M. (2011). Ekonometrika. Jakarta : PT. Bumi Aksara.Mardiasmo. (2011). “Perpajakan edisi revisi 2011”. Yogyakarta : Andi.Misbahuddin & Hasan , I (2013). Analisis data penelitian dengan statistik. Jakarta: PT. Bumi AksaraPersadha, B.W., Hidayat, K., & Topowijoyo., (2015). “optimalisasi penerimaan pajak bumi dan bangunan dan kontribusinya terhadap pajak daerah di kota surakarta (Studi pada kasus dinas pendapatan pengelolaan keungan dan aset kota surakarta)”. Vol. 6. (2), 4-6.Pertiwi, P. R., Azizah, F. D., & Kurniawan, C. B., (2014). “Analisis Efektivitas Pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan (Studi Pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keungan Dan Aset Kota Probolinggo)”.Vol. 3 (1), 2-4.Resmi, S. (2011). “Perpajakan : Teori dan kasus”. Edisi 6 buku 1. Jakarta : Salemba Empat.Rahmawan, E. (2012). “Optimalisasin Pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) Dalam Peningkatan Pendapatan Daerah (Studi Pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) Di Kecematan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah”.Vol. 1. (2), 24-37.Rahmawati, Ningsih, E.S., & Fadhlia, W. (2011). “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak (Studi Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Memiliki Usaha Warung Kopi Di Kota Banda Aceh)”. Vol. 4 (2),3-5.Supramono & Theresia, D.W. (2010). “Perpajakan Indonesia Edisi Revisi 2009”. Yogyakarta : Andi.Sugiyono. (2016). Metode penelitian manajemen.Bandung: Alfabeta.Susyanti, j & Ahmad, D. (2016). “Perpajakan Untuk Praktisi dan Akademisi”. Malang : Empatdua Media.SR, Soemarso. (2007). “Perpajakan : Pendekatan Komprehensif“. Jakarta: Salemba Empat.Waluyo. (2011). “Perpajakan Indonesia Edisi 10 Buku 2”. Jakarta : Salemba          Empat.
NILAI TAMBAH INDUSTRI PENGOLAHAN KACANG KEDELAI MENJADI TAHU (StudiKasusDi KelurahanSiantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara) Selfia, Widya B1011141090
Jurnal Curvanomic Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa biaya produksi,  mengetahui berapa nilai tambah, mengetahui tingkat efisiensi kegiatan usaha industri tahu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kuantitatif. Populasi yang di gunakan dalam penelitian ini adalah industri tahu di Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara pada tahun 2018. Dengan penentuan sampel menggunakan metode purposive (dengan cara sengaja), jumlah sampel dalam penelitian ini di ambil sebanyak 4 industri tahu.Teknik analisis data yang di gunakan adalah analisis biaya produksi, analisis nilai tambah hayami, analisis efesiensi usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Biaya produksi tertinggi berada pada industri tahu Mulyana yaitu sebesar Rp 132.945.195 sedangkan biaya produksi terendah berada pada industry tahu Asong yaitu sebesar Rp 58.418.733. 2) Setelah Terjadinya perhitungan nilai tambah kedelai menjadi tahu mengakibatkan penambahan nilai secara ekonomi nilai tambah tertinggi berada pada industri tahu Asang dengan hargakedelai Rp. 7.500/kg menjadi Rp. 12.070 /kg tahu. 3) Berdasarkan perhitungan benefit cost (B/C Ratio) dapat dilihat bahwa keempat industri tahu yang berada di Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara pada penelitian ini layak dijalankan. Hal ini dikarenakan indikator nilai B/C lebih dari satu (>1) sehingga keempat Industri dinilai efisien dan menguntungkan untuk tetap di laksanakan.Kata kunci : Industri Tahu, Purposive, Biaya Produksi, Nilai Tambah, Benefit Cost , Hayami DAFTAR PUSTAKAAdisarwanto, T. (2002).BudidayadeganPemupukan yang Efektif danPengoptimalanPeranBintilAkarKedelai.Jakarta :PenebarSwadaya.Adnaniyun. (2013). analisisusahaindustritahu di kecamatansragenkabupatensragen.Universitas Muhammadiyah, SurakartaAgustina, L. (2013). AnalisisEfesiensiObyekWisata Di KabupatenWonosobo.Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Skripsi.Anonim. 1983. Simposium nasional Agroindustri I, Jurusan Teknologi industri Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. BogorAustin, J.E. 1981. Agroindustrial Project Analysis. The Johns Hopkins University Prss. LondonBuntolo.(2004), Analisis Usaha Pembuatan Tempe Kedelai Skala Rumah Tangga di Kabupaten Sukoharjo.Eugene, A.Diulio, Salvatore, Dominick (2004), Schaum’s Easy Outlines “Principles Of Economics”, PT. Gelora Aksara Pratama.Gitinger, J. P. (1986). Analisis Ekonomi Proyek-proyek Pertanian. Jakarta : UI Press. Diaksesdarihttps://id.wikipedia.org/wiki/ProduksiHayami, Y., T, Kawagoe, Y. Morooka & M. Siregar.(1987).Agricultural  Marketing and Processing in Upland Java A Perspective from A Sunda Village. Bogor : CGPRT Centre. Diaksesdarihttp://xerma.blogspot.com/2014/01/pengertian-nilai-tambah-produk-pertanian.htmlHayami Y. 1987. Agricultural Marketing and Processing in Upland Java, a Perspective From Sunda Village. CGPRT Center: BogorPartadireja, Ace. 1985.  Pengantar Ekonomi. BPFE-UGM, Yogyakarta.Putong,& Iskandar. (2010). Economics Pengantar Mikro dan Makro. Jakarta:Mitra wacana media.Pratama. (2015). AnalisisnilaiTambahKedelai Pada ProdukIndustriRumahTanggaPengolahanTahudiKecamatanNatarKabupaten Lampung Selatan. Sekolah Tinggi IlmuPertanian Dharma Wacana Metro, LampungRahardi, F. 1999. Agribisnis Tanaman BuahSoekartawi, Rusmadi, EffiD.(1993). Resiko  daKetidakpastiandalamAgribisnis: Teori dan aplikasi.,Jakarta: PT. Raja GrafindoPrasada.Soekartawi. (1995). Analisis Usaha Tani. Jakarta :  UI Press.Soedarsono Hadisapoetro (1975). Pembangunan Pertanian. Yogyakarta: UGM. hlm. 3.Sumiarti, Murti et, al. 1987. Dasar-dasar Ekonomi Perusahaan. Edisi II, Penerbit Liberty, Yogyakarta.Sukirno, S. (2002).Pengantar Teori Mikro Ekonomi, Jakarta : PT Raja GrafindoPersada.Tinaprilla. (2015). AnalisisFinansialUsahataniKedelai Dan Nilai TambahTahu Di Kabupaten Lombok Tengah.SEPA, 12Todaro, M. P.(1994). Pembangunan Ekonomi Dunia KetigaJilid2.Jakarta : Erlangga..Tunggadewi. (2009). AnalisisProfitabilitas Serta Nilai Tambah Usaha Tahu Dan Tempe (StudiKasus Di KecamatanTegalGundil Dan Cilendek Timur Kota Bogor). DepartemenAgribisnisFakultasEkonomi Dan ManajemenInstitutPertanian,Bogor 
PENGARUH KESEHATAN, PENDIDIKAN DANPENGELUARAN PERKAPITA TERHADAP KEMISKINANDI KALIMANTAN BARAT B1011141089, Tri Agus Maulani
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kesehatan, pendidikan, dan pengengeluaran per kapita terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat. Penelitian ini  menggunakan  data  sekunder  dengan  periode  observasi 2012 - 2016. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat  maupun publikasi lainnya yang terkait. Analisis  yang  digunakan  adalah analisis  regresi  berganda data  panel  dengan  model  regresi  Common Effect Weight.  Data  diolah dengan menggunakan Eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan dalam tenaga medis negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Kesehatan dalam angka harapan hidup berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Pendidikan  dalam jumlah guru berpengaruh  negatif  dan  tidak signifikan  terhadap kemiskinan. Pendidikan dalam jumlah murid berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Pengeluaran per kapita berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Kata Kunci: angka kemiskinan, kesehatan, Pendidikan, Pengeluaran Per Kapita   RINGKASAN SKRIPSIPENGARUH KESEHATAN, PENDIDIKAN DAN PENGELUARAN DI KALIMANTAN BARAT 1.      Latar BelakangKebijakan pengentasan kemiskinan yang  dilakukn seringkali kurang memperhatikan karakteristik dan konteks lokal masyarakat miskin. Misalnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak diikutidengan penyediaan lapangan pekerjaan sehingga tidak mampu mengatasi masalah kemiskinan. Terbatasnya kesempatan kerja merupakan salah satu penyebab seseorang menjadi miskin karena peluang untuk memperoleh pendapatan menjadi semakin kecil. Kemiskinan mengakibatkan jutaan anak - anak tidak bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas, kesulitan membiayai kesehatan, tidak adanya tabungan, kurangnya lapangan pekerjaan, kurangnya jaminan sosial dan kurangnya akses ke pelayanan publik. Kemiskinan, menyebabkan masyarakat melakukan apa saja demi kelangsungan hidup, bahkan rela menerima upah yang tidak sepadan dengan biaya tenaga yang dikeluarkan. Jadi penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata - rata pengeluaran per kapita perbulan di bawah garis kemiskinan.2.        PermasalahanApakah terdapat pengaruh signifikan tenaga kesehatan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat?Apakah terdapat pengaruh signifikan angka harapan hidup terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat?Apakah terdapat pengaruh signifikan tenaga pendidikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat?Apakah terdapat pengaruh signifikan jumlah murid terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat?Apakah terdapat pengaruh signifikan pengeluaran perkapita terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat?3.        TujuanPenelitianUntuk menguji dan menganalisis pengaruh tenaga kesehatan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh angka harapan hidup terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh tenaga pendidikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh jumlah murid terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh pengeluaran per kapita terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat.4.      MetodePenelitianPenelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif berupa data kesehatan yaitu tenaga kesehatan dan angka harapan hidup, pendidikan yaitu jumlah guru dan jumlah murid, pengeluaran per kapita dan kemiskinan di Kalimantan Barat tahun 2012 - 2016. Penelitian ini akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data yang digunakan untuk penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis ekonometrika dengan model regresi berganda dengan teknik OLS (Ordinary Least Square) dan pengolahan data penelitian menggunakan Eviews 9.HasildanPembahasanHasil  penelitian  menunjukkan  bahwa kesehatan dalam tenaga medis berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien sebesaar -0,140221dan nilai probabilitas sebesar 0,5958. kesehatan dalam angka harapan hidup berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien sebesar 29,18556 dan nilai 0,5268. Pendidikan dalam jumlah guru berpengaruh negatif dan tidaksignifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien sebesar -0,463234 dan nilai probablitas sebesar 0,1553. pendidikan dalam jumlah murid berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien sebesar -2,765277 dan nilai probabilitas sebesar 0,0022. pengeluaran per kapita berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien sebesar -5,571301 dan nilai probabilitas sebesar 0,1365.Kesimpulandan SaranKesimpulanTenaga medis menunjukkan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat. Angka harapan hidup berpengaruh posirif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat. Jumlah guru berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat.Jumlah murid memiliki pengaruh secara negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat. Hal ini karena jumlah murid meningkat dan banyaknya orang yang bekerja sehingga berpengaruh pada kemiskinan.Pengeluaran perkapita berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat. Selain itu uji Determinasi (R2) menunjukkan bahwa 79,43% variabel bebas (kesehatan,pendidikan dan pengeluaran per kapita) mempengaruhi variabel terikat (kemiskinan), sisanya dipengaruhi oleh variabel diluar variabel bebas.SaranUntuk mengurangi jumlah kemiskinan yang semakin meningkat, pemerintah hendaknya meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan serta menyediakan lapangan pekerjaan karena kemiskinan masih menjadi masalah utama dalam pembangunan suatu negara. Kesehatan, pendidikan dan pekerjaan merupakah hal utama dalam mengatasi kemiskinan tersebut karena jika seseorang memperoleh pendidikan atau bahakan menempuh tingkaat pendidikan yang tinggi serta memiliki tubuh yang sehat untuk bekerja dan memiliki pekerjaan serta mendapatkan penghasilan untuk konsumsi maka artinya kesejahteraan orang tersebut telah meningkat dan kemiskinan akan berkurang, sehingga masalah kemiskinan di Kalimantan Barat dapat teratasi.DAFTAR PUSTAKAAnggadini, F. (2015). “Analisis Pengaruh Angka Harapan Hidup, Angka Melek Huruf, Tingkat Pengangguran Terbuka dan Pendapatan Domestik Regional Bruto Perkapita Terdapkemiskinan Pada Kabupaten/ Kota Di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2010-2013”. Vol. 3 No. 7, Juli 2015. Universitas Tadulako.Arsyad, L. (2009). “Ekonomi Pembangunan”. Edisi Keempat. Bagian Penerbitan STIE Yogyakarta: YKPN.Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat---------Statistik Angka Kemiskinan di Kalimantan Barat Tahun 2012 - 2016---------Statistik Jumlah Tenaga Medis di Kalimantan Barat Tahun 2012 - 2016---------Statistik Angka Melek Huruf di Kalimantan Barat Tahun 2012 – 2016---------Statistik Jumlah Guru di Kalimantan Barat tahun 2012 – 2016---------Statistik Angka Harapan Hidup di Kalimantan Barat  2012 – 2016---------Statistik Pengeluaran Perkapita di Kalimantan Barat 2012 – 2016Duwila, U. (2016). “Pengaruh Pendidikan, Pengangguran Dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kawasan Timur Indonesia (KTI)”. Vol. X, No. 1, Mei 2016, Universitas Pattimura.Fithri, N. & Kaluge, D (2017). “Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan dan Kesehatan terhadap Kemiskinan”. Vol. 15, No. 2, Desember 2017.Fatturrohmin, R. (2011). “Pengaruh PDRB, Harapan Hidup dan Melek Huruf terhadap Tingkat Kemiskinan”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarifhidayatullah Jakarta.Kumalasari, M. (2011). “Analisis Pertumbuhan Ekonomi, Angka Harapan Hidup, Angka Melek Huruf, Rata – Rata Lama Sekolah, Pengeluaran Perkapita, Dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Jawa Tengah”. Universitas Diponegoro.Kuncoro, M. 1997. “Ekonomi Pembangunan Teori masalah dam Kebijakan”.Yogyakarta : Cetakan ke III, UPP AMP YKKN.Lisnawati, D. (2017). “Pengaruh Tingkat Kesehatan, Tingkat Pendidikan Dan Investasi Terhadap Kemiskinan Di Kota Padang”. (STKIP) PGRI Sumatera Barat, Padang.Nurwati, N. (2008). “Kemiskinan : Model Pengukuran, Permasalahan Dan Alterbatif Kebijakan”.Vol. 10, No. 1, Januari 2008,Universitas Padjadjaran.Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Indonesia PerProvinsi (2016)Permana, A, Y. (2012). “Analisis Pengaruh PDRB, Pengangguran, Pendidikan, Dan Kesehatan Terhadap Kemiskinan Di Jawa Tengah Tahun 2004-2009”. Universitas Dipponegoro. Semarang.Rimawati, E. (2004). “Modul Ekonomi Kesehtan_Prodi S1” KesMas : FKM UNDINUSRise, A., Dwinda, D, L., & Yolanda, U, H. (2015). “Pengaruh Pendidikan, Pengangguran dan Kesehatan Terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Sumatera Barat”. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sumatera Barat.Suharto, E. (2009). “Kemiskinan & perlindungan social di Indonesia Menggagas Model Jaminan Sosial Universal Bidang Kesehatan”.Bandung: AlfabetaSukirno, S. (1996).“Pengantar Teori Makroekonomi edisi kedua”.Jakarta : PT. RajaGrafindoPersada.Sukirno, S. (2008). “Makro Ekonomi Modern: Perkembangan Pemikiran dariKlasik Hingga Keynesian Baru”. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.Sisca, H, V., Hamzah, A., &Syachlad, N, M. (2013). “Pengaruh Kesempatan Kerja, Pendidikan Dan Kesehatan Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Aceh”.Vol. 1, No. 4, November 2013. Universitas Syiah Kuala.Sudiharta, P, S, P.&Sutrisna, K. (2014). “Pengaruh Pdrb Per Kapita, Pendidikan, Dan Produktivitas Tenaga Kerja Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Bali”.Vol. 3, No. 10, Oktober 2014. Universitas Udayana.Todaro, M, P. & Stephen, C, S. (2006).”Pembangunan Ekonomi edisi kesembilan”. Jakarta: ErlanggaTodaro, M, P. (2006). ”Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga” . Jakarta:Erlangga.Tjiptoherijanto, P. & Soesetyo, B. (1994). ”Ekonomi Kesehatan”.Jakarta:PT Rineka Cipta.Todaro, M, P. (1994). “Pemabagunan Ekonomi di Dunia Ketiga Edisi Kedua”,Terjemahan Haris Munandar, Penerbit Erlangga, Jakarta.Triwiyanto, T. (2014). “Pengantar Pendidikan”. Jakarta : Bumi AksaraWoyanti, N. (2018). “Pengaruh PDRB, Pendidikan, Kesehatan, Dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Jawa Tengah (2011-2015)”. Vol. 33, No 1, Januari 2018. Universitas Diponegoro.Widyasworo, R. (2014). “Analisis Pengaruh Kesehatan, Pendidikan dan Angkatan Kerja Wanita Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Gersik”. Fakultan Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang.
Motivasi Masyarakat Sambas Untuk Menjadi Pekerja Di Malaysia ( Studi Kasus Pekerja Plywood Asal Sambas Di Malaysia) b1011151008, rizwan
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi masyarakat sambas untuk menjadi pekerja di Malaysia. Persoalan pengangguran yang tidak kunjung usai dan lemahnya daya beli  di dalam negeri membuat masyarakat tidak punya banyak pilihan untuk menyambung hidupnya. Ketidakseimbangan antara jumlah  angkatan kerja dengan jumlah lapangan pekerjaan membuat masyarakat memutuskan untuk bekerja di Malaysia. Penelitian ini bersifat deskriptif yang menggunakan data primer yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti, langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian tersebut dilakukan melalui kuesioner dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Ada sejumlah 58 orang yang dijadikan responden dengan menggunakan metode rumus slovin dengan data yang sudah tersedia dari Badan Nasional Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. Motivasi masyarakat Sambas untuk menjadi pekerja di Malaysia beragam. Adapun  motivasi masyarakat Sambas mau menjadi pekerja di Malaysia adalah Penghasilan di daerah Asal Tidak Cukup, Perbedaan Upah, dan Tidak Ada Pekerjaan Di Daerah Asal.  Kata Kunci : Motivasi Ekonomi, Upah, Terbatasnya Pilihan PekerjaanReferensi Abdullah, Syahfirin. (2009). Faktor-Faktor Penentu Status Migran Penduduk Propinsi Lampung. Thesis Mahasiswa. Jakarta: Pasca Sarjana Universitas Indonesia.Agustina, ( 2017) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Migrasi Tenaga Kerja Wanita Ke Luar Negeri (Studi Kasus Di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar). Skripsi Universitas Muhamadiyah Malang.Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan  Tenaga Kerja Indonesia 2017.Bagas ( 2017) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Menjadi Tenaga   Kerja Indonesia (Studi Kasus di Kabupaten Grobogan), 393.Dinas  Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten  Sambas tahun 2017.Handono 2004 dalam Pratiwi  (2007). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi internasional tenaga kerja Indonesia ke luar negeri ,Skripsi Surakarta: Fakultas Ekonomi UNS.Hugo, J. Graeme. 1978. Population Mobility in West Java.Yogjakarta.Fawaid, Nur ( 2016 ) Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi minat mantan TKI di kecamatan arjasa kepulauan kangean kabupaten sumenep untuk bekerja kembali ke luar negeri. Artikel Ilmiah Universitas Jember.Ferdinand, A. (2006). Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian untuk Skripsi, Tesis dan Disertasi Ilmu Manajemen. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.Guntoro ( 2016 ) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penduduk Melakukan Migrasi Internal Di Indonesia. Skripsi .Universitas Negeri YogyakartaJulaiha ( 2014) Analisis Faktor-Faktor yang  mempengaruhi masyarakat kecamatan Galing bekerja di malaysia, Skripsi Universitas Tanjungpura.Jhingan. (1996). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jogjakarta: Rajawali Press.Kuncoro, M. (2011). Metode Kuantitatif. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Lee, S. Everett. 1976. Teori Migrasi. Diterjemahkan oleh Daeng Hans. Jogjakarta.Malthis. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Salemba Empat. Jakarta.Mantra, Ida Bagus, 2003. Demografi Umum. Pustaka Pelajar. JakartaMantra, I. B., Kasto, Keban, Y.T. (2008). Mobilitas Tenaga Kerja Indonesia ke Malaysia: Studi Kasus Flores Timur, Lombok Tengah, Pulau Bawean. Yogyakarta. Pusat Penelitian Kependudukan, Universitas Gadjah Mada.Maryadi ( 2016 ). Analisis keputusan bermigrasi tenaga kerja  asal kabupaten Ogan ilir ke Malaysia. I-Economic Vol. 2. (No.2)Nisa, Setiawan ( 2012 ). Analisis faktor – faktor yang mempengaruhi Keputusan tenaga kerja menjadi commuter dan tidak Menjadi commuter ke kota semarang ( kasus kebupaten kendal ). Vol1, (No1)Purnomo, Didit (2005). Migration Intention Of Circular Migran (Internal Migran) In Indonesia. Skripsi. Surakarta, Universitas Muhammadiyah.EmpirikaRahmawati, T.M. (2010). “Faktor yang Mempengaruhi Minat Tenaga Kerja Untuk Bekerja Di Luar Negeri (Kasus Kota Semarang)”. Skripsi. Fakultas Ekonomi  Universitas Diponegoro: Semarang.Raharto ( 2017). Pengambilan keputusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Perempuan untuk bekerja di luar negeri: Kasus kabupaten cilacap. Jurnal kependudukan indonesia | vol. 12 (No 1).Ravenstein, E.G. (1885). “The laws of migration”. Journal of the Royal Statistical Society. Vol. 48, Reni,  et al. (2016). Analisis keputusan bermigrasi tenaga kerja asal kabupaten ogan ilir ke malaysia. I-Economic, Vol 2, (No2).Rizal ( 2014). Migrasi tenaga kerja indonesia ke luar negeri Menggunakan cost benefit analysis (studi di kabupaten malang). JESP-Vol. 6, (No 2). Siregar, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS (PERTAMA). Jakarta: Prenadamedia Group.Suharyono Gunadi dan Marthen. L. nDoen. 2003. Mobilitas Angkatan Kerja: Karakteristik Migran Antar Wilayah di Jawa Tengah. Jurnal Studi Pembangunan Vol.15 (No.1).Susilowati,  Mudji Rahardjo dan Waridin (2000). Analisis Masalah Sosial, Politik dan Ekonomi Pada Migrasi Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri. Laporan Penelitian. Proyek DCRG-URGE. Tahun Anggaran 2000/2001. No. Kontrak: 015/Dcrg/Urge/2000. Dirjen DiktiSugiyono. (2014). Metode Penelitian Manajemen. Bandung: CV. Alfabeta.Sumarsono. (2003). Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.Syaifulloh, F. (2016). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tenaga Kerja Wanita Indonesia Untuk Bekerja Ke Luar Negeri. Skripsi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UB, 1–17.Todaro, P. Michael. (1994). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, ed.4. Diterjemahkan oleh: Burhanudin Abdulloh. Jakarta.Todaro, Michael P.( 2000). Pembangunan Ekonomi Di Dunia Ketiga. Jakarta. Penerbit: Erlangga.Waridin. (2002.) Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Migrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Luar Negeri, Jurnal Ekonomi Pembangunan (JEP) Vol.3 (No.2 ).Wulan, lucky. (2011). Analisis Pengaruh Motivasi Kerja Dan Lingkungan Kerja terhadap kinerja karyawan. Studi Pada Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Semarang. Skripsi.Universitas Diponegoro Semarang. 
Kajian Ekonomi Alih Fungsi Lahan di Kecamatan Pontianak Barat Anggraeni, Vinsensia Puspita
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe phenomena of land convertion from agricultural land to non agricultural is currently happening, one of them is in West Pontianak, it can be seen from the data published by BPS Kota Pontianak that agricultural land in west in pontianak reduced 42ha from year 2012 to 2017.This study attempts to: know factors causing the change the function of the land and assess the impact of land convertion to household income of the land owner. Data analyzed in research is primary data obtained with the interview, the questionnaire, the literature study, documentation and observation.Then the data that have been acquired being processed and analyzed with the method of descriptive analysis .The result of this research is the factor that make the owner change the function of the land, were the internal household factors and external household factors. The impact of the land convertion to the owner’s household income is increasing the income of the households accordance with the expectation even though there are still household that have the stagnan income or decreasing income. Keyword : land convertion , household income , agriculture landReferensiAdisasmita, Rahardjo. 2008. Pengembangan Wilayah : Konsep Dan Teori. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.Afrida, 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Ghalia IndonesiaArsyad, Lincolin, 1999, Pengantar Perencanaan Dan Pembangunan Ekonomi Daerah, Yogyakarta: BPFE UGMBadan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2013. Kecamatan Pontianak Barat Dalam Angka 2012. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Minggu, 9 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2015. Kota Pontianak Dalam Angka 2014. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2015. Kota Pontianak Dalam Angka 2014. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2015. Statistik Penggunaan Lahan Kota Pontianak 2014. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2016. Kecamatan Pontianak Barat Dalam Angka 2015. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Minggu, 9 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2016. Statistik Penggunaan Lahan Kota Pontianak 2017. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2017. Kota Pontianak Dalam Angka 2016. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2017. Kota Pontianak Dalam Angka 2017. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2017. Kecamatan Pontianak Barat Dalam Angka 2016. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Minggu, 9 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2017. Kecamatan Pontianak Barat Dalam Angka 2017. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Minggu, 9 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2018. Kecamatan Pontianak Barat Dalam Angka 2018. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Minggu, 9 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2018. Statistik Penggunaan Lahan Kota Pontianak 2017. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Black, J.A. 1981. Urban Transport Planning: Theory and Practice. London: Cromm HelmDinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat, 2017. UMP / UMK di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2016-2018. https://Disnakertrans.kalbarprow.go.id/, diakses Sabtu, 29 Desember 2018.Dwi Andika, Kadek. dkk. 2017. Faktor-Faktor Yang Mempegaruhi Konversi Lahan Pertanian dan Hubungannya Terhadap Kesejahteraan Petani Subak Saih Di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Jurnal Manajemen Agribisnis,Vol. 5, No.2, Oktober 2017.Fadjarajani, Siti, 2001, Pengaruh Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Petani di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung : Implikasi Pada Perencanaan Pengembangan Wilayah, Thesis, Bandung: Pascasarjana ITBFajriany, Nur Isra. 2017. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kabupaten Pangkep. Skripsi. Universitas Negeri Alauddin : MakassarFatihudin, Didin, 2011, Pengaruh Investasi Swasta Dan Investasi Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Penyerapan Tenaga Kerja, Dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten/ Kota Di Provinsi Jawa Timur, Disertasi, Surabaya, Program Pascasarjana Universitas Airlangga.Irawan, B 2005. Konversi Lahan Sawah : Potensi Dampak, Pola Pemanfaatannya dan Faktor Determinan. Forum Penelitian Agro Ekonomi Volume 23, No. 1, Juni 2005. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijaan Pertanian : Bogor.Jhingan, ML. 2008.Ekonomi Pembangunan Dan Perencanaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.Koentjaraningrat. 1974. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. Jakarta: P.T Gramedia.Kurniasari, Merisa; Ariastita, Putu Gde. 2014. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Pertanian Sebagai Upaya Prediksi Perkembangan Lahan Pertanian di Kabupaten Lamongan.JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 2. 2014Kustiawan, Iwan. 1997. Permasalahan Konversi Lahan Pertanian dan Implikasinya Terhadap Penataan Ruang Wilayah (Studi Kasus Wilayah Pantura Jawa Barat). Jurnal PWK Volume 8 No. 1Nuryaman, Hendar. 2017. Tren Alih Fungsi Lahan Pertanian Ke Non Pertanian. Prosiding Seminar Nasional Hail Penelitian Agribisnis I FP UNIGAL. Ciamis: 1 April 2017. Hal. 577-583Rustiadi, Ernan; Saefulhakim, Sunsun; Panuju, Dyah R, 2011, Perencanaan Dan Pengembangan Wilayah, Jakarta: Crestpent Pres dan Yayasan Pustaka Obor IndonesiaSasono, Adi; Husein, Ali Sofyan. 1995. Ekonomi Politik Pengusaan Tanah. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.Schumacher, EF. 1973.Small is Beautiful. London: Blond and Briggs, Ltd.Sihaloho, Martua. 2004. Konversi Lahan Pertanian dan Perubahan Struktur Agraria. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor : BogorSugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : AlfabetaSugiyono. 2016. Kuantitatif Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Method). Bandung : AlfabetaTodaro, Michael P, and Smith, Stephen C, 2006, Pembangunan Ekonomi, Jakarta: ErlanggaUrep, Silvester Ansel. 2014. Pengaruh Produktivitas Usahatani Tanaman Pangan Dan Alih Fungsi Lahan Budidaya Tanaman Pangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten/ Kota Di Provinsi Kalimantan Barat.  Disertasi. Program Doktor Universitas Airlangga : Surabaya.Utomo, Muhajir dkk. 1992. Pembangunan dan Pengendalian Alih Fungsi Lahan. Lampung: Universitas LampungYudhistira, Muhamad Dika. 2013. Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Ketahanan Pangan di Kabupaten Bekasi Jawa Barat (Studi Kasus Desa Sriamur Kecamatan Tambun Utara). Skripsi. Program Sarjana Institut Pertanian Bogor : Bogor
PENGARUH PENDAPATAN, USIA DAN HARGA TERHADAP KONSUMSI MINUMAN KOPI PADA USAHA KOPI DI KOTA PONTIANAK B1011141042, Wahyu Ochiano Saputro
Jurnal Curvanomic Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendapatan, usia dan harga terhadap tingkat konsumsi di Kota Pontianak. Objek dari penelitian ini adalah penikmat kopi di Kota Pontianak yang gemar meminum kopi baik di warung kopi, kedai kopi dan cofee shop premium. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan kuesioner, responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 sampel yang dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi kopi di kota Pontianak dan Usia berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi kopi di kota Pontianak sedangkan Harga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konsumsi kopi di kota Pontianak.Dari hasil penelitian ini Pendapatan, Usia dan Harga berpengaruh dengan sangat kuat terhadap tingkat konsumsi yang ada di kota Pontianak. Pendapatan yang tinggi akan mempengaruhi banyaknya konsumsi kopi , Usia yang relatif dewasa juga mempengaruhi meningkatnya konsumsi kopi dan Harga yang tinggi akan mempengaruhi tingkat konsumsi dengan harga tinggi akan terjadi penurunan konsumsi kopi.Kata kunci : Konsumsi kopi, Pendapatan, Usia, HargaLatar BelakangKopi Merupakan salah satu Komoditas ekspor terbesar di Indonesia, dengan melimpahnya stok kopi kini orang meminum kopi tidak hanya dirumah melainkan diluar rumah seperti di Warung Kopi, Kedai Kopi dan Coffee Shop Premium. Dengan digemarinya kopi diberbagai golongan masyarakat baik itu dari segi pendapatan, usia, dan jenis kelamin dengan tingkat harga yang beragam, maka bisa dikatakan bahwa selain termasuk kedalam 10 komoditas utama ekspor tetapi kopi juga sudah menjadi salah satu komoditas utama baik produksi ataupun konsumsi dalam negeri terutama dalam kategori bahan minuman. PermasalahanApakah pendapatan berpengaruh terhadap konsumsi kopi di Kota Pontianak ?Apakah usia berpengaruh terhadap konsumsi kopi di Kota Pontianak ?Apakah harga berpengaruh terhadap konsumsi kopi di Kota Pontianak ? Tujuan PenelitianUntuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pendapatan terhadap konsumsi kopi di Kota Pontianak.Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh usia terhadap konsumsi        kopi di Kota Pontianak.Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh harga terhadap konsumsi kopi di Kota Pontianak. Metode PenelitianBentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menganalisa pengaruh pendapatan, usia, dan harga terhadap tingkat konsumsi kopi di Kota Pontianak, yang pada akhirnya akan ditarik kesimpulan untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial maupun simultan.Sumber data yang digunakan dengan menggunakan kuesioner, responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 sampel yang dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu menggunakan teknik purposive sampling. Dan menggunakan data sekunder didapatkan dari sebuah instansi yaitu Badan Pusat Statistik dalam Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Pertanian RI.Data yang sudah terkumpul dari hasil kuesioner ini kemudian dikelompokkan dan dibersihkan (cleaning) sehingga menjadi informasi yang mudah dikenali dan cukup memadai untuk dianalisis yang pada akhirnya dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kesimpulan. Pengolahan dan analisis data dilakukan peneliti dengan bantuan software Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 2.3.Ada empat tahap analisis data dalam penelitian ini yaitu pemodelan analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi (Adjusted R2), dan uji hipotesis. Hasil dan pembahasanPengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi KopiPendapatan berpengaruh positif dan siginifikan terhadap konsumsi kopi, karena hal ini berhubungan dengan pemenuhan kepuasan yang tak terbatas dalam hal mengkonsumsi kopi pada dasarnya dengan berbagai alasan baik dalam bekerja atau aktivitas gaya hidup sehari-hari.  Pengaruh Usia Terhadap Konsumsi KopiUsia berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi kopi karena pada usia matang atau dewasa seseorang akan lebih membutuhkan tingkat konsentrasi bekerja, atau refreshing pada tingkat kejenuhan bekerja atau mencari relasi dalam menjalin suatu pekerjaan.   Pengaruh Harga Terhadap Konsumsi KopiHarga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konsumsi kopi karena dengan harga yang terjangkau para konsumen bisa menikmati fasilitas yang mereka inginkan dengan waktu yang lama untuk bersantai bertemu teman dan bebas berekspresi tanpa harus dilihat orang disekitar kita berbeda dengan mengopi di coffee shop premium. Hal ini, terlihat bahwa variabel harga memiliki pengaruh yang lebih kuat dibanding variabel pendapatan namun tidak lebih kuat dibanding variabel usia. Kesimpulan dan SaranKesimpulanPendapatan mempunyai hubungan positif dan signifikan terhadap Tingkat konsumsi kopi di Kota Pontianak artinya pendapatan mempunyai pengaruh secara langsung kepada konsumsi kopi di Kota Pontianak, semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang maka akan semakin tinggi juga untuk mengkonsumsi dan daya beli pada kopi . Hal ini berhubungan dengan pemenuhan kepuasan yang tak terbatas dalam hal mengkonsumsi kopi pada dasarnya dengan berbagai alasan baik dalam bekerja atau aktivitas gaya hidup sehari-hari.Usia mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi kopi di Kota Pontianak artinya semakin tinggi usia seseorang maka tingkat konsumsinya akan semakin tinggi di dalam penelitian ini usia yang paling banyak mengkonsumsi kopi ialah usia produktif, disebabkan karena perlunya refreshing atau mencari relasi untuk pekerjaan dan mengisi waktu luang saat bekerja. Harga mempunyai hubungan yang negatif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi kopi di Kota Pontianak , artinya semakin tinggi harga maka semakin rendah pula tingkat konsumsi kopi dan semakin rendah harga maka tingkat konsumsi kopi akan meningkat pula, hal ini disebabkan karena dengan harga yang terjangkau para konsumen bisa menikmati fasilitas yang mereka inginkan dengan waktu yang lama untuk bersantai bertemu teman dan bebas berekspresi tanpa harus dilihat orang disekitar kita berbeda dengan mengopi di coffee shop premium.SaranMelihat dari hasil penelitian yang dilakukan, untuk pengusaha pemilik kedai kopi dan coffee shop premium merupakan tempat yang paling rawan dalam bersaing. Dikarenakan tingkat pendapatan responden yaitu menengah kebawah sebaiknya kedai kopi dan coffee shop premium juga memainkan dari segi harga, kenyamanan tempat dan fasilitas  agar bisa mendapatkan pasaran dari menengah kebawah sampai menengah ke atas. Untuk lebih menarik konsumen usia muda sebaiknya warung kopi, kedai kopi dan coffee shop premium membuat inovasi agar bisa menambah pasaran pada usia muda. DAFTAR PUSTAKA Ajija, Shochrul R, dkk. “Cara Cerdas Menguasai Eviews”, Salemba Empat, Jakarta, 2011.Algifari & Guritno Mangkoesoebroto. “Teori Ekonomi Makro”, STIE YKPN, Yogyakarta, 1998.Badan Pusat Statistik. Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia 2011. http://www.bps.go.idBadan Pusat Statistik Kota Pontianak. Kota Pontianak Dalam Angka 2017. https:// pontianakkota.bps.go.idBoediono. “Ekonomi Mikro: Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi”, Edisi 2, BPFE,Yogyakarta, 2002.Diulio, A. Eugene. “Teori dan Masalah dalam Uang dan Bank”, Erlangga, Jakarta, 1993.Ghozali, Imam. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19”, Badan Penerbit Universitas Dipenogoro, Semarang, 2011.Ghozali, Imam. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 20”, Badan Penerbit Universitas Dipenogoro, Semarang, 2012.Gilarso, T, Drs, SJ. “Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro”, Kanisius, Yogyakarta, 2003.Hamid, Abdul. “Pedoman Penulisan Skripsi”, FEB UIN, Jakarta, 2012.Hariwijaya dan Triton. “Pedoman Penulisan Ilmiah Skripsi dan Tesis”, Suku Buku, Jakarta, 2011.Hermawa, A. “Penelitian Bisnis-Paradigma Kuantitatif”, Grasindo, Jakarta, 2006.Hurlock, Elizabeth .B. ”Psikologi Perkembangan”, Erlangga. Jakarta, 1980.H,Assael. “Consumer Bihavior and Marketing Action”, Kent. Publishing Company, Boston, 1992.Istijanto. “Aplikasi Praktis Riset Pemasaran”, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2009.Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, 10 Komoditi Utama dan Potensi. http://www.kemendag.go.id/id/economic-profile/10-main-and-potential-commoditiesKementerian Pertanian Republik Indonesia. Konsumsi Per Kapita Dalam Setahun Menurut Kelompok Bahan Minuman (ons) tahun 2009 – 2014. http://aplikasi2.pertanian.go.id/konsumsi/tampil_susenas_kom_th.php,_____. Data Keluaran Berdasarkan Komoditas. https://aplikasi2.pertanian.go.id/bdsp2/id/komoditasKotler,  Philip  dan Armstrong.  “Prinsip-prinsip  Pemasaran”,Edisi kedelapan.Erlangga, Jakarta, 2001.Lipsey, Richard G. “Pengantar Makroekonomi”, Erlangga, Jakarta, 1993.Mahyu Danil. “Pengaruh Pendapatan terhadap Tingkat Konsumsi pada Pegawai Negeri Sipil di Kantor Bupati Kabupaten Bireuen”, Jurnal Ekonomika Universitas Almuslim Bireuen Aceh, Vol. IV No. 7 Maret 2013.Mankiw, Gregory. “Pengantar Ekonomi Makro”, Salemba Empat, Jakarta, 2006._____. “Makroekonomi”, Edisi keenam, Erlangga, Jakarta, 2007.McEachern, William A. “Ekonomi Mikro”, Salemba Empat, Jakarta, 2001.Mubyarto. “Sistem dan Moral Ekonomi Indonesia”, LP3ES, Jakarta, 2005.Nachrowi, Djalal dan Usman, Hardius, “Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrikauntuk Analisis Ekonomi dan Keuangan”, Lembaga Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta, 2006.Rahardja, Pratama dan Manurung,   Mandala. “Pengantar Ilmu Ekonomi:Mikroekonomi & Makroekonomi”, LPFEUI, Depok, 2008.Samuelson, Paul A., William D. Nordhaus. “Makro Ekonomi”, Erlangga, Jakarta, 1996._____. “Ilmu Makroekonomi”, PT. Media Global Edukasi, Jakarta, 2004.Santoso, Singgih, dan Fandy Tjiptono. “Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik”, PT. Elexmedia Computindo, Jakarta, 2002Saputra E. “Kopi”, Harmoni, Yogyakarta, 2008.Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. “Consumer Behavior”, 8th Edition, Pearson Prantice Hall, New Jersey, 2004.Setiadi, Nugroho J. “Perilaku Konsumen”, Kencana, Jakarta, 2003.Setiawan, Maman. “Data Entry dan Eviews Application”, LP3E FE UNPAD, Bandung, 2005.Sigit Winarno dan Sujana Ismaya. “Kamus Besar Ekonomi”, Pustaka Grafika, Bandung, 2007.Soediyono, R. “Ekonomi Mikro: Perilaku, Harga Pasar dan Konsumen”, Edisi 3, Liberty, Yogyakarta, 1989.Sugiyono.“Metedologi Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”, Alfabeta, Bandung, 2007._____. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”, Alfabeta, Bandung, 2012._____. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”, Alfabeta, Bandung, 2014.Sunyoto, Danang, Drs. “Praktik SPSS Untuk Kasus”, Nuha Medika, Yogyakarta, 2011.Supranto, J. “Statistik Teori dan Aplikasi”, Erlangga, Jakarta, 2000.Taff, J Steven dan Sanford Weisberg. “Compensated Short Term Conservation Restrictions May Reduce Sale Prices”, The Appraisal Journal, 2007.Umar, Husein. “Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen”, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2010Widarjono, Agus. “Ekonometrika Teori dan Aplikasi”, Ekonisia FE UII, Yogyakarta, 2007.Winarno, Wing Wahyu. “Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan Eviews”, UPP STIM YKPN, Yogyakarta, 20011Yamin, Sofyan dan Kurniawan, Heri. “SPSS Complete”, Salemba Infotek, Jakarta, 2009.Zulganef. “Metode Penelitian Sosial dan Bisnis”, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2008.
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Roda Dua Di Kota Pontianak B01112023, Isa Salisna
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul dari skripsi ini adalah “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor  Roda Dua di Kota Pontianak . Berdasarkan judul tersebut maka tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui  factor apa saja yang menjadi penyebab tunggakan pajak kendaraan bermotor di Kota Pontianak . Perumusan masalah umum dalam penelitian ini factor-faktor apa saja yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi tunggakan pajak kendaraan bermotor.  Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif  . Adapun yang menjadi sasaran penelitian ini adalah pemilik kendaraan bermotor yang menunggak pajak kendaraan bermotor , sampel yang diambil sebanyak 100 orang responden. Sumber data dalam penelitian ini ada dua macam yaitu data sekunder dan data primer serta dari penelitian dan literatur-literatur yang ada . Adapun faktor yang menjadi penyebab penerimaan pajak kendaraan bermotor realisasi penerimaan nya tidak sesuai dengan target yang telah ditentukan , dikarenakan masih  banyak nya wajib pajak yeng menunggak. Faktor yang menjadi terjadinya tunggakan pajak  kendaraan bermotor diantaranya: mengenai pelayanan tempat pembayaran pajak, informasi tentang pajak , rendahnya tingkat kesadaran wajib pajak dan sanksi administrasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan wajib pajak yang  melakukan tunggakan kendaraan bermotor mereka dengan alasan karena tingkat pendapatan dan pekerjaan wajib pajak serta pelayanan yang diberikan baik itu mengenai tempat pembayaran maupun informasi mengenai pajak. serta kurang tegasnya sanksi yang diberikan.Kata kunci:Pajak ,Penerimaan , Pendapatan,Pelayanan, Sanksi. DAFTAR PUSTAKAArsyad Lincolin 1999. Ekonomi pembangunan. Yogyakarta: STIE YKPN.Bohari, (2010 ) perpajakan edisi revisi 1. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.Halim, Abdul, 2009, problem desentralisasi dan perimbangan pemerintahan pusat dan daerah.Yogyakarta: Sekolah pasca sarjana UGMHaula Rosdiana,2009. Menggagas Model Proyeksi Penerimaan PKB dan BBNKB, Jurnal ilmiah : FISIP Universitas Indonesia.Herliene Yudhah Altius, Erlina, dan H.B. Tarmizi,2013.  Kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor Terhadap Pad Dan Dampaknya Bagi Pengembangan Wilayah  Provinsi Sumatera Utara. Jurnal ilmiah : Fakultas Ekonomi, PWD SPs US.Hoetomo, (2005 ) . perpajakan Edisi–III, BPFE, YogyakartaKalbar dalam Angka.2012. Pontianak: BPS Provinsi Kalimantan BaratKalbar dalam Angka.2013. Pontianak: BPS Provinsi Kalimantan BaratKalbar dalam Angka.2014. Pontianak: BPS Provinsi Kalimantan BaratKalbar dalam Angka.2015. Pontianak: BPS Provinsi Kalimantan BaratKalbar dalam Angka.2016. Pontianak: BPS Provinsi Kalimantan BaratMangkoesoebroto, Guritno, 1993, Ekonomi Publik, Edisi–III, BPFE, YogyakartaMardiasmo,2013. perpajakan edisi revisi . Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.Marihot (2010) perpajakan edisi revisi Jakarta: Rajawali Pers.Munir Fuady(2011) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.Natalia Ester Rompis, Ventje Ilat, Anneke Wangkar,2015. Analisis Kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor Terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Studi Kasus Pada Samsat Airmadidi) .jurnal ilmiah : Berkala Ilmiah Efisiensi, Universitas Sam Ratulangi Manado.Nadya Fazriana Haniz, Hadi Sasana. 2013. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah Kota Tegal.Jurnal ilmiah: Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.Ni Nyoman Pande Ariasih  ,I Made Suyana Utama , I G A P Wirathi.  Pengaruh Jumlah Penduduk Dan Pdrb Per Kapita Terhadap Penerimaan Pkb Dan Bbnkb Serta Kemandirian Keuangan Daerah Provinsi Bali Tahun 1991-2010.Jurnal ilmiah :   Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (Unud), Bali,   Indonesia.Primandita dkk (2010) .  Kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor Terhadap Penerimaan asli daerah  Provinsi Sulawesi . Jurnal ilmiah : Fakultas Ekonomi.Ratnasari,2016. Analisis Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Di Provinsi Sulawesi Tenggara. jurnal ilmiah: Universitas Halu Oleo, Kendari.Randi Ilhamsyah  Maria G Wi Endang  Rizky Yudhi Dewantara.2016.   Pengaruh Pemahaman Dan Pengetahuan Wajib Pajak Tentang Peraturan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan, Dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (Studi Samsat Kota Malang).Jurnal ilmiah:   Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya.Siahaan Pahala Marihot,2010 edisi revisi. cetakan ke 2 Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Jakarta: Rajawali Pers.Suhartono Rudy,  Ilyas B Wirawan,2010.Ketentuan Umum dan Tata cara Perpajakan.Jakarta : Salemba Empat.Sugiyono, 2011”Metode penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D”, penerbit Alfabeta, Bandung,.Suparmono, Damayanti Woro Theresia,2010 edisi revisi. Mekanisme dan Perhitungan.Yogyakarta : Andi Offset.Todaro, Michael.P. dan Stephen C Smith. 2006. Pembangunan Ekonomi edisi kesembilan. Jakarta: Erlangga.Vicky Lobrian, Anton Arisman, Icha Fajriana. Pengaruh Penduduk, Kendaraan Bermotor, Dan Pdrb Terhadap Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Provinsi Sumsel.Jurnal ilmiah: STIE MDP,.Palembang.Yenni Del Rosa1, Ingra Sovita1, Idwar.2016. Analisis Dampak Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2000 – 2014. Jurnal ilmiah:  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dharma Andalas.Yuskar Febri Yanti.2014. Analisis Efektivitas Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Kendaraan BermotorDi Sumatera Barat. Jurnal ilmiah: Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.    

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi More Issue