cover
Contact Name
Muhammad Erfan
Contact Email
muhammaderfan@unram.ac.id
Phone
+6282325653225
Journal Mail Official
jwd@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Pendidikan No. 37 Mataram - NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Warta Desa (JWD)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27762572     EISSN : 26852101     DOI : https://doi.org/10.29303/jwd.v3i3
Jurnal Warta Desa (JWD) mempublikasikan naskah hasil-hasil kegiatan pengabdian dengan bidang ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora, Hukum, Teknik, Pertanian, Komunikasi, Kesehatan, Pengembangan Sumberdaya Manusia, serta Teknologi Tepat Guna.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 120 Documents
PENTINGNYA PENGUASAAN TENSES BAHASA INGGRIS DALAM BERBICARA I Gede Nika Wirawan
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada mesayarakat ini dilaksanakan pada kelompok belajar desa Sangeh Badung dalam bentuk kegiatan pengajaran percakapan bahasa Inggris. Penggunaan tenses dalam melakukan percakapan Bahasa Inggris sangat penting. Sehingga tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa-siswa di kelompok belajar desa Sangeh-Badung. Metode pengajaran yang diterapkan dalam pelatihan tersebut yaitu metode Communicative Language Taeching in Secondary Level. Pelatihan Bahasa Inggris ini merupakan Kerjasama antara kursus Konsultan Bahasa dan Prodi Bahasa Inggris.  Di samping itu, kegiatan ini dilaksanakan secara offline guna mendapatkan hasil kegiatan pembelajaran yang maksimal. Pada kegiatan pengabdian tersebut, siswa kelompok belajar di desa Sangeh sangat antusias dan aktif untuk mengikuti pembelajaran atau pelatihan percakapan Bahasa Inggris. Siswa pada kelompok belajar ini diberikan beberapa pemahaman tentang tenses Bahasa Inggris yang sering dipakai, yaitu simple present tense, simple future tense dan simple past tense. Selain itu juga peserta pengabmas ini juga melakukan latihan percakapan langsungd dengan pengajar sehingga pengajar bisa memantau langsung terhadap proses perkembangan peserta didiknya.
OPTIMALISASI USAHA MIKRO MELALUI DISEMINASI PENGOLAHAN CABAI UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA KERONGKONG Esty Oktavia
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.359 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i1.11

Abstract

Salah satu aspek penunjang kesejahteraan hidup masyarakat yaitu mengelola potensi lokal yang ada di daerahnya. Desa Kerongkong merupakan salah satu desa di Kecamatan Suralaga yang secara demografis memiliki banyak potensi lokal daerah. Potensi terbesar di desa ini yaitu 90% terletak pada bidang petanian khususnya tanaman Cabai. Meskipun hasil tanaman cabai melimpah, namun warga desa setempat masih belum bisa memanfaatkan cabai menjadi produk yang memiliki nilai jual yang tinggi. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang hal tersebut. Sehingga salah satu program kerja utama KKN ini yaitu bagaimana cara pengolahan cabai sehingga menghasilkan nilai jual yang tinggi dengan membangun mitra kopeasi dengan ibu-ibu PKK di desa tersebut. Di desa ini sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani. Hal ini lah yang mendorong kami untuk melakukan kegiatan pengolahan cabai sebagai potensi desa ini. Disamping itu terdapat beberapa program kerja yang tujuan untuk mempererat silaturrahmi antara mahasiswa dan masyarakat desa.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENUJU LINGKUNGAN BERSIH DUSUN DASAN DAYA DESA LEMBAR Rahadi Wirawan
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.082 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i1.12

Abstract

Desa Lembar adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Lembar tepatnya di Dusun Dasan Daya baru-baru ini sedang dalam proses menuju lingkungan bersih. Dasan Daya akan menjadi contoh untuk dusun-dusun yang lain didalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan yang bersih. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat Dasan Daya adalah kurangnya motivasi dan kesadaran mengenai pentingnya kebersihan lingkungan. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dengan mengadakan sosialisasi gerakan dasan daya bersih dan mempertahankannya melalui lomba RT terbersih. Tujuan program ini adalah memberdayakan masyarakat dalam menanamkan kesadaran dan kepedulian masyarakat maupun terlibat secara langsung mengkondisikan lingkungan melalui program terkait. Metode yang digunakan adalah dengan mengumpulan data melalui pengamatan langsung di lingkungan sekitar dengan memperhatikan jumlah limbah plastik yang diangkut serta menjaga kebersihan sepanjang hari. Hasil dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah Dusun Dasan Daya dapat meningkatkan tingkat kebersihan lingkungannya serta mempertahankan dan bahkan mengembangkan hal tersebut. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa gerakan Dasan Daya bersih meningkatkan kebersihan lingkungan dan kesehatan di lingkungan tersebut. Selain itu melalui perlombaan yang diikuti oleh sluruh RT serta penghargaan yang diterima, masyarakat Dusun Dasan Daya berkomitmen untuk melakukan upaya berkelanjutan dari program gerakan Dasan Daya bersih._________________________________________Kata Kunci : Lingkungan, Kebersihan, Pemberdayaan
BUDAYA MULUT DAN TANGAN SEHAT PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DESA MAMBEN DAYA KECAMATAN WANASABA KECAMATAN LOMBOK TIMUR fatur rahman
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jwd.v1i1.13

Abstract

Kegiatan penyuluhan dan praktek  budaya mulut dan tangan yang sehat telah di Desa Mamben Daya. Tujuan dari kegiatan ini adalah membiasakan anak-anak dengan budaya mulut dan tangan yang sehat sedini mungkin. Anak-anak sebelumnya tahu tentang perlunya menyikat gigi dan mencuci tangan setiap hari, tetapi mereka tidak tahu cara menyikat gigi dan mencuci tangan dengan benar. Budaya hidup sehat diajarkan sedini mungkin untuk meletakkan fondasi yang kuat bagi mereka sehingga mereka dapat terus menerapkan sepanjang hidup mereka. Sasaran kegiatan budaya mulut dan tangan yang sehat adalah anak-anak sekolah dasar. Usia sekolah adalah masa untuk meletakkan fondasi yang kokoh bagi terwujudnya manusia yang berkualitas dan kesehatan merupakan faktor penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, usia sekolah sebagai agen perubahan dengan simbolisme persatuan semua komponen keluarga, rumah dan masyarakat dalam merayakan komitmen untuk perubahan yang lebih baik dalam perilaku sehat. Kegiatan ini diadakan di kelas 6, 5, 4 dan 3 kelas SD Negeri 4 Mamben Daya. Kegiatan ini berlangsung selama 2 minggu di bulan Februari. Kegiatan ini dibagi menjadi 4 program utama yaitu sosialisasi mulut yang sehat, sosialisasi cuci tangan pakai sabun, praktik menyikat gigi yang baik dan benar serta praktik mencuci tangan yang baik dan benar.___________________________________________Kata kunci : Budaya, Mulut, Tangan, Sehat, Mamben Daya
PENATAAN KAWASAN EMBUNG AIK BUAL MELALUI PENGUATAN MEDIA INTERPRETASI WISATA Maiser Syaputra
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.824 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i1.14

Abstract

Sarana interpretasi kepariwisataan adalah semua fasilitas informasi yang memungkinkan agar aktivitas kepariwisataan dapat hidup dan berkembang serta dapat memberikan pelayanan pada wisatawan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang beraneka ragam. Sarana interpretasi wisata juga dapat diartikan sebagai bagian kelengkapan daerah tujuan wisata yang diperlukan untuk melayani kebutuhan informasi wisatawan dalam menikmati perjalanan wisatanya.Pembangunan sarana interpretasi wisata di daerah tujuan wisata maupun objek wisata tertentu harus disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Sarana wisata secara kuantitatif menunjuk pada jumlah sarana wisata yang harus disediakan, dan secara kualitatif yang menunjukkan pada mutu informasi yang diberikan dan yang tercermin pada kepuasan wisatawan yang memperoleh pelayanan informasi. Dalam hubungannya dengan jenis sarana interpretasi wisata di daerah tujuan wisata khususnya kawasan hutan telah disusun suatu standar kebutuhan yang baku, sehingga pemegang ijin atau penyedia sarana wisata tinggal memilih atau menentukan jenis sarana yang akan disediakannya, hal ini tercantum dalam Perdirjen PHKA No.5 tahun 2015 meliputi papan informasi, papan interpretasi, papan peringatan, dan papan petunjuk arah. Penataan kawasan embung Aik bual melalui penguatan media interpretasi wisata dilakukan melalui beberapa rangkaian kegiatan, diawali dengan obeservasi potensi kawasan dan wawancara terhadap aktor kunci, diikuti dengan menyelenggarakan penyuluhan bersama pengelola mengenai teknik pembuatan media interpretasi serta diakhiri dengan pendampingan pembuatan materi media interpretasi.________________________________Kata kunci: penataan, interpretasi, aik bual
OPTIMALISASI PENGOLAAN SAMPAH SEBAGAI SUMBER DAYA MENUJU MASYARAKAT YANG SEHAT DAN MANDIRI DI DESA PERINA, KECAMATAN JONGGAT, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Sahnan Sahnan
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.412 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i1.15

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah yang masih belum terealisasikan oleh masyarakat maupun pemerintah Desa di Desa Perina. Desa Perina adalah desa yang sudah berkembang, namun kurangnya sosialisasi maupun pelatihan dari pemerintah, membuat warga desa tidak tahu cara mengolah sampah. Survey kami menunjukkan desa Perina tidak memiliki Tempat Pembuangan Akhir dan warga desa masih membuang sampah di sungai yang membuat aliran sungai tersumbat. Oleh karena itu, sosialisasi tentang pengelolaan sampah dibutuhkan untuk membuat warga desa menyadari pentingnya sanitasi desa. Survey kami menemukan banyak sampah dalam berbagai jenis yaitu sampah organic (dedaunan dan lain-lain), sampah anorganik (plastik dan lain-lain) dan sampah industry. Kata kunci : Sampah, Sosialisasi, Pengelolaan Sampah
PENGEMBANGAN WISATA DESA DAREK KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA MELALUI PEMANFAATAN DAN PENGENDALIAN SAMPAH Sinarep Sinarep
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.634 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i1.16

Abstract

Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, merupakan salah satu desa wisata yang ada di Lombok Tengah. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya tingkat kesadaran tentang pengelolaan sampah, disamping kurangnya sarana prasarana yang memadai, terutama belum adanya Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan mengadakan sosialisasi tentang pengendalian dan pemanfaatan sampah. Pengendalian sampah dilakukan dengan membangun TPS dibeberapa Dusun tempat sampah menumpuk yaitu di Dusun Bual, Tanggong dan Bale Luah. Dalam pemanfaatan sampah dilakukan dengan pembuatan spot foto berbahan dasar sampah. Tujuan dari program ini adalah mewujudkan Desa Darek yang bersih dan mengembangkan wisata yang ada di desa Darek. Metode yang digunakan adalah persiapan program, sosialisasi dan pembuatan TPS serta spot foto. Hasil dari program ini adalah  membangun kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, mengembangkan wisata Desa Darek melalui pembuatan spot foto di dusun Mentokan tepatnya di bukit Rei. Dalam pembuatan TPS memanfaatkan bambu yang banyak terdapat di desa Darek. Sedangkan dalam pembuatan spot foto memanfaatkan sampah berupa botol plastik dan bambu. Dalam melaksanakan program masyarakat khususnya Karang Taruna desa Darek ikut mendukung dalam pelaksanaannya. Pembuatan TPS dan spot foto dapat memperkenalkan desa Darek sebagai desa wisata dan selanjutnya akan dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah desa.______________________Kata Kunci: Tempat Pembuanagn Sementara (TPS), Spot foto, Desa Darek.
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN BANK SAMPAH DI DESA MONTONG BAAN KECAMATAN SIKUR KABUPATEN LOMBOK TIMUR Aris Doyan
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.027 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i1.17

Abstract

Desa Montong Baan merupakan salah satu desa tertua  yang ada di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok  Timur, Nusa Tenggara Barat. Desa ini berada ditempat yang strategis dan mudah dijangkau dari ibu kota kabupaten maupun provinsi, karena berada di tepi Jalan Negara Masbagik dan Mataram. Kendala yang terlihat di Desa Montong Baan adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah, serta disetiap dusun belum tersedia tempat penampungan sampah.  Sehingga, banyak terlihat sampah-sampah yang berserakan padahal sudah terdapat lokasi pengolahan sampah (Bank sampah) di Desa Montong Baan itu sendiri. Alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Bank Sampah MACADAS (Masyarakat Cerdas Daur Sampah) dan Sosialisasi Peduli Lingkungan. Tujuan dari program ini adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah dan masyarakat dapat mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna, misalnya untuk kerajinan atau sesuatu yang memiliki nilai ekonomis serta masyarakat bisa sadar akan pentingnya peduli terhadap lingkungan. Metode yang digunakan adalah survei bank sampah yang sudah ada di Desa Montong Baan, persiapan program, sosialisasi bank sampah dan peduli lingkungan, pembuatan kerajinan dari bahan bekas, monitoring dan evaluasi. Hasil yang diharapkan dari program pemberdayaan dan sosialisasi ini adalah masyarakat Desa Montong Baan dapat merubah paradigma lama menjadi paradigma baru tentang sampah, yang tentunya akan berdampak menjadi lebih baik bagi masyarakat, lingkungan dan perekonomian masyarakat itu sendiri..______________________Kata Kunci: Bank Sampah, MACADAS, Pengolahan Sampah, Peduli Lingkungan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KETAHANAN PANGAN MELALUI PENGOLAHAN ABON DARI IKAN NILA DI DESA PRINGGARATA KECAMATAN PRINGGARATA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Suparmin Suparmin
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.424 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i1.18

Abstract

Desa Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, merupakan salah satu desa penghasil perikanan dan pertanian di Kabupaten Lombok Tengah. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya tingkat kesadaran tentang pengolahan hasil perikanan untuk menambah nilai jual ikan. Alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan mengadakan sosialisasi serta pelatihan pengolahan ikan nila menjadi abon untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Desa Pringgarata. Tujuan dari program pengabdian ini adalah memberdayakan masyarakat Desa Pringgarata dalam membuat abon yang berbahan dasar ikan nila. Metode yang digunakan adalah metode partisipasi dan sosialisasi. Hasil dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah masyarakat Desa Pringgarata berpotensi untuk membuat dan mengembangkan produk abon dari ikan nila. Hasil monitoring dan evaluasi  menunjukkan bahwa partisipasi dan sosialisasi masyarakat cukup banyak dapat dilihat dari antusias masyarakat yang tinggi dalam pengolahan ikan nila menjadi abon. Dengan demikian dapat meningkatkan ketahanan, sehingga masyarakat Desa Pringgarata dapat berkomitmen dalam mengembangkan abon dari ikan nila sebagai upaya berkelanjutan dari program pengembangan perikanan. Kata kunci : Pringgarata, Ikan Nila, Abon
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP SAMPAH LIMBAH RUMAH TANGGA DENGAN MENGAPLIKASIKAN 3R (RECYCLE, REUSE, DAN REDUCE) DI DESA JEROWARU Baiq Rani Dewi Wulandari
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jwd.v1i1.19

Abstract

Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, merupakan salah satu desa penghasil pertanian dan perikanan di Kabupaten Lombok Timur. Potensi sumber daya alam di Desa Jerowaru  berupa produk olahan terasi yang sudah terkelola dengan cukup baik, hanya saja yang menjadi masalah adalah hak cipta . Selain produk terasi Desa Jerowaru juga merupakan desa pengahasil tembakau, namun masyarakat Desa Jerowaru sudah pintar dalam memasarkan hasil pertanian mereka. Masalah yang tidak lepas dari berkembangnya sumber daya alam yaitu terkait dengan limbah rumah tangga baik limbah sampah organik dan anorganik. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya tingkat kesadaran tentang pengelolaan sampah, disamping kurangnya sarana prasana yang  memadai terutama belum adanya tempat pembuangan atau mesin penghancur sampah (alat daur ulang sampah organik/anorganik). Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan mengadakan sosialasi terhadap kesadaran untuk pemanfaatan limbah sampah dan pelatihan pembuatan kompos serta kerajinan tangan. Tujuan dari program ini adalah agar  masyarakat Desa Jerowaru mampu beradaptasi dalam membuat  pupuk kompos dengan bahan utama sampah organik. Metode yang digunakan adalah persiapan program, sosialisasi dan pelatihan, pembuatan produk, pemanfaatan, monitoring, dan mengevaluasi. Hasil dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah kelompok tani Jerowaru yang diharapkan dapat mampu beradaptasi dengan penggunaan 3R. Selain itu, ibu rumah tangga juga menjadi sasaran agar dapat menggunakan kembali sampah anorganik dengan tujuan agar mampu membuat kerajinan tangan dari bahan utama sampah anorganik.______________________Kata Kunci: desa Jerowaru, sampah,3R

Page 1 of 12 | Total Record : 120