cover
Contact Name
Rifky Serva Tuju
Contact Email
servatuyu00@gmail.com
Phone
+6282216985878
Journal Mail Official
sttetmpb@gmail.com
Editorial Address
STT Erikson-Tritt Jalan Trikora Sowi 3 Manokwari, Papua Barat
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 27453766     DOI : https://doi.org/10.53827/lz
LOGON ZOES merupakan wadah publikasi hasil penelitian di bidang teologi, sosial dan budaya bagi pengembangan kekristenan di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Erikson Trit, Manokwari dan institusi lain yang ingin berkontribusi dengan bidang kajian yang serupa. LOGON ZOES diterbitkan dan dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tirtt Manokwari dengan Focus dan Scope pada bidang: Teologi Biblikal, Teologi Sistematika, Teologi Praktikal, Teologi dan Sosial, Budaya dan Kearifan Lokal.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1: Pebruari 2022" : 3 Documents clear
Analisis Deskriptif Polah Asuh Orang tua terhadap Perkembangan Moralitas Anak Usia Dini Watulingas, Fandry
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 5, No 1: Pebruari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53827/lz.v5i1.49

Abstract

Children as the next generation must get the best parenting in the family for the formation of their morality. Parenting itself is a way for parents to educate, teach, and care from an early age to a certain time, including how parents show good exemplary attitudes that can affect the moral development of children. Deviant behavior from teenagers to adults can not be separated from the parenting pattern of parents who are not wise to their children. In this study, the researcher uses a descriptive qualitative methodology that focuses on bibliographic analysis, especially on journal articles that are closely related to the theme or topic being researched by the researcher. This study describes parenting and morality, where parents are the main role holders in parenting for the development of children's morality from an early age. There are four parenting styles used by parents based on the theory put forward by Diana Baumrind, namely: authoritarian parenting, authoritative parenting, neglectful parenting, and pampering parenting. AbstrakAnak-anak sebagai generasi penerus harus mendapatkan pola asuh yang terbaik dalam keluarga untuk pembentukan moralitas mereka.  Pengasuhan itu sendiri merupakan cara orang tua mendidik, mengajar, dan merawat sejak dini sampai pada waktu tertentu, termasuk bagaimana orang tua menunjukkan sikap keteladanan yang baik yang dapat mempengaruhi perkembangan moralitas anak.  Prilaku yang menyimpang dari anak-anak remaja hingga dewasa tidak lepas dari pola asuh orang tua yang tidak bijaksana terhadap anak-anak mereka.  Pada penelitian ini peneliti menggunakan metodologi kualitif deskriptif yang menitik beratkan pada analisis bibliografis khususnya pada tulisan artikel jurnal yang erat kaitannya dengan tema atau topik yang sedang diteliti oleh peneliti.  Pada penelitian ini menguraiakan tentang pola asuh dan moralitas, di mana orang tua adalah pemegang peran utama dalam polah asuh untuk pengembangan moralitas anak sejak usia dini.  Ada empat pola asuh yang digunakan orang tua berdasarka teori yang dikemukakan Diana Baumrind yaitu: pola asuh otoriter, pola asuh otoritatif, polah asuh lalai dan polah asuh memanjakan.  
Keteladanan Kepemimpinan Rasul Paulus Berdasarkan Kisah Para Rasul Asbanu, Noh
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 5, No 1: Pebruari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53827/lz.v5i1.54

Abstract

Leadership is an inseparable part of human life. Because Paul's example in leadership can be used as a model for leaders in carrying out their role as church leaders. Using descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that the role of Apostle Paul's leadership role in the Book of Acts is the first, dimension of teaching exemplary. Furthermore, the second is the exemplary dimension of the Apostle Paul's way of life for the church. Third, the dimension of faith is exemplary. And fourth, there is a dimension of exemplary love, this is the role of the leader as an actor in imitating Christian love that must always be done. Fifth, the dimension of exemplary perseverance is the role of the leader through the example of perseverance in Christian life which includes indicators of being active in serving, and steadfast in service. AbstrakKepemimpinan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hidup manusia. Sebab keteladanan Paulus dalam kepemimpinan dapat dijadikan model bagi para pemimpin dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin jemaat. Mengunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa peran keteladanan kepemimpinan rasul Paulus dalam Kitab Kisah Para Rasul adalah yang pertama, dimensi keteladanan pengajaran. Selanjutnya yang kedua adanya dimensi keteladanan cara hidup Rasul Paulus bagi jemaat ketiga, dimensi keteladanan iman. dan keempat, adanya dimensi keteladanan kasih hal ini merupakan peran pemimpin sebagai pelaku peneladanan kasih Kristiani harus selalu dilakukan. Kelima, dimensi keteladanan ketekunan adalah peran Pemimpin melalui peneladanan ketekunan hidup Kristiani yang mencakup indikator giat melayani, teguh dalam pelayanan. 
Analisis Narative Criticism Kisah Perumpamaan Orang Kaya dan Lazarus yang Miskin dalam Lukas 16:19-31 Simarmata, Herman; Prasetya, Tri
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 5, No 1: Pebruari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53827/lz.v5i1.55

Abstract

The parable of Lazarus and the rich man provides information for today's believers so that they can respond to everything well, especially those that are directly related to the salvation of eternal life. So that this research can provide meaning for narrative analysis for readers. Using the descriptive method of narrative criticism, it can be concluded that the first is that the narrative about Lazarus and the Rich Man provides an illustration for believers that luxury and abundance do not guarantee someone will receive salvation from God. second is absolute salvation only in the proclamation of Jesus Christ, who accepts and believes to be with Him forever. The third is that while living in this mortal world, have a love for many people as Jesus was willing to empty himself to take on the form of a human just to save all those who believe in Him.  AbstrakPerumpamaan tokoh lazarus dan orang kaya memberikan informasi bagi orang percaya masa kini agar dapat menyikapi segala sesuatu dengan baik, apalagi yang berkaitan langsung dengan keselamatan hidup kekal. Sehingga penelitian ini dapat memberikan makna bagi analisi narativ bagi para pembaca. Mengunakan metode dekritif kritik naratif maka dapat disimpulkan bahwa pertama adalah dari narasi tentang Lazarus dan orang kaya memberikan gambaran bagi orang percaya bahwa kemewahan dan kelimpahan tidak menjamin seseorang menerima keselamatan yang dari Allah. kedua adalah keselamatan mutlak hanya ada di dalam pemberitaan tentang Yesus Kristus, yang menerima dan percaya akan bersama dengan Dia selama-lamanya. Ketiga adalah selama hidup dalam dunia yang fana ini, milikilah kasih kepada banyak orang sebagaimana Yesus rela mengosongkan dirinya untuk mengambil rupa menjadi manusia hanya untuk menyelamatkan semua orang yang percaya kepadaNya. 

Page 1 of 1 | Total Record : 3