cover
Contact Name
Yuli Purnamasari
Contact Email
journalpkmindonesiamaju@gmail.com
Phone
+6281289645719
Journal Mail Official
jpmim@stikim.ac.id
Editorial Address
Gedung HZ. Jl.Harapan No. 50, Lenteng Agung Jakarta Selatan 12610 Telp : 021-78894043-46. Fax : 78894045
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju
ISSN : -     EISSN : 27224341     DOI : https://doi.org/10.33221/jpmim.v1i01.570
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju (JPMIM) adalah jurnal yang mencakup kajian pengembangan dan penerapan IPTEKS, maka jurnal ini ditujukan untuk mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang mencakup konsep, model dan implementasinya sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat antara lain: Pembangunan manusia dan daya saing bangsa Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan Kesehatan, gizi, penyakit tropis, dan obat-obatan herbal, Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Inovasi Berbasis Masyarakat Desa Tangguh Bencana (Destana) Berbasis Komunitas Hardy, Fathinah Ranggauni; Pulungan, Rafiah Maharani; Permatasari, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 1 No 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 01 Nomer 01 Tahun 2020
Publisher : Stikim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.885 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v1i01.528

Abstract

Kabupaten Lebak, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah di Indonesia yang telah masif terjadi gempa bumi selama 1 tahun terakhir. BNPB telah melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik dengan kekuatan M=6.1 SR yang paling besar terjadi pada hari Selasa, 23 Januari 2018. Gempa tersebut terjadi tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada kedalaman 61 km. Pusat gempa yang berada di darat atau dekat pantai menyebabkan guncangan keras dirasakan oleh masyarakat dan sampai saat ini disertai banyak gempa susulan (BNPB, 2018). Kecamatan Cikulur salah satu kecamatan di Kabupaten Lebak yang memiliki kerusakan yang parah dan mengalami kerugian secara fisik yaitu Sebanyak 2.760 unit rumah rusak itu rinciannya 291 rumah rusak berat (RB), 575 rusak sedang RS), dan 1.894 rusak ringan (RR) (BNPB, 2018) dan secara non fisik banyak warga yang mengalami trauma akibat kejadian gempa tersebut. Kecamatan di Kabupaten Lebak juga belum memiliki upaya manajemen bencana berbasis masyarakat yang optimal, misalnya belum ada terbentuk Desa Tangguh Bencana sesuai 20 Indikator Desa Tangguh Bencana. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, tim pengusul tertarik untuk membentuk inovasi berbasis masyarakat berupa Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Lebak yang inisiasi awal di Desa Anggalan, Kecamatan Cikulur. Tujuan dari kegiatan adalah untuk membentuk Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Lebak berbasis masyarakat agar siap dalam menghadapi bencana. Kegiatan yang akan dilakukan dalam pembentukan Desa Tangguh Bencana adalah Penilaian Risiko, Perencanaan Penanggulangan Bencana (PB) di Desa, Pembentukan Forum PB di Peningkatan Kapasitas Warga dan Aparat dalam PB melalui Pelatihan Kebencanaan pada warga dan perangkat desa, Pemaduan PB ke dalam Rencana Pembangunan Desa dan Legalisasi Desa Tangguh Bencana. Target Luaran dari PKM ini adalah terbentuknya Desa Tangguh Bencana.
Pola Hidup Sehat Dalam Mengurangi Hipertensi Dan Diabetes Di Cengkareng Koto, Yeni; Purnama, Agus; Jumari, Jumari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 1 No 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 01 Nomer 01 Tahun 2020
Publisher : Stikim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.463 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v1i01.564

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Kelurahan Cengkareng Barat RW 09 dan RW 10 yaitu masih tingginya angka kejadian diabetes mellitus, kolesterol, hipertensi, dan asam urat, masih perlunya warga ini mendapatkan pengetahuan mengenai diabetes mellitus, kolesterol, hipertensi, dan asam urat. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan untuk menambahkan pengetahuan warga dan dapat mengobati hipertensi dengan menggunakan bahan yang mudah, yaitu mentimun. Metode pelaksanaan yang dilakukan kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan, pengecekan gula darah dan pengukuran tekanan darah serta pembuatan jus mentimun. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan warga mengenai hipertensi, diabetes mellitus serta dapat membuat jus mentimun secara mandiri dan senam sehat secara berkala di llingkungan masyarakat. Masih perlunya kesadaran warga untuk mengecek sendiri tekanan darah dan gula darah. Saran supaya warga lebih peduli terhadap gaya hidup sehat, lingkungan yang sehat, serta pengecekan kesehatan secara berkala.
Implementasi Pendidikan Seksual Sejak Dini Melalui Audio Visual Lestari, Nur Eni; Herliana, Irma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 1 No 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 01 Nomer 01 Tahun 2020
Publisher : Stikim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.95 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v1i01.566

Abstract

Kekerasan seksual pada anak semakin tahun semakin meningkat. Dampak yang dapat terjadi yaitu kerusakan fisik, psikologi, dan kematian. Salah satu hal yang dapat dilakukan yaitu melakukan implementasi pendidikan seksual sejak dini. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu implementasi pendidikan seksual sejak dini melalui media audio visual. Mitra pengabdian kepada masyarakat ini yaitu PAUD Bunga Raya. Metode yang dilakukan yaitu peninjauan lokasi dengan wawancara kepala PAUD, guru dan anak, langkah kedua observasi pengetahuan dan sikap sebelum implementasi, langkah ketiga implementasi, dan langkah keempat observasi pengetahuan dan sikap bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain serta bagaimana cara menghindari orang asing setelah implementasi. Terakhir adalah analisis. Hasil menggambarkan mayoritas sebelum dilakukan implementasi sejumlah 94,2% tidak mengetahui dan tidak dapat menunjuk bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain serta tidak dapat menyebutkan cara menghadapi jika bertemu dengan orang asing. Sedangkan mayoritas setelah dilakukan implementasi sejumlah 82,4% mengetahui dan dapat menunjuk bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain serta dapat menyebutkan cara menghadapi jika bertemu dengan orang asing. Implementasi pendidikan seksual sejak dini melalui audio visual penting dilakukan sebagai salah satu upaya dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual pada anak usia dini.
Menggiatkan Kegiatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di Lingkungan Sekolah Mi Wijaya Kusuma Hidayani, Hidayani; Sugesti, Retno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 1 No 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 01 Nomer 01 Tahun 2020
Publisher : Stikim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.648 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v1i01.567

Abstract

Derajat kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pelayanan kesehatan, tetapi lebih dominan justru kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. Upaya untuk mengubah perilaku masyarakat agar mendukung peningkatan derajat kesehatan dilakukan melalui program pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta program ini telah dilaksanakan oleh Kementrian Kesehatan. Indikator keberhasilan PHBS terdapat pada tatanan rumah tangga, namun demikian, karena tatanan rumah tangga saling berkait dengan tatanan-tatanan lain, maka pembinaan PHBS dilaksanakan tidak hanya di tatanan rumah tangga melainkan juga di tatanan institusi pendidikan, tatanan tempat kerja, tatanan tempat umum, dan tatanan fasilitas kesehatan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) parasit ini menginfeksi lebih dari 2 miliar orang di dunia dan 880 juta dianta-ranya terjadi pada anak usia sekolah (6-14 tahun). Jumlah anak di Indonesia rata-rata 30% dari total penduduk Indonesia atau sekitar 237.556.363 orang dan usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga berpotensi sebagai agen perubahaan untuk mempromosikan PHBS, baik di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. PHBS di sekolah adalah upaya untuk memberdayakan peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Berangkat dari permasalahan tersebut maka kami bermaksud untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuan untuk menggiatkan perilaku hidup bersih dan sehat di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Wijaya Kusuma tahun 2019.
Promosi Kesehatan Hipertensi Di Desa Kutamukti Kecamatan Kutawakuya Nina, Nina; Novita, Astrid
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 1 No 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 01 Nomer 01 Tahun 2020
Publisher : Stikim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.251 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v1i01.568

Abstract

Pengabdian dilaksanakan di lingkungan Posyandu Wilayah Kerja Kesehatan Hipertensi Di Desa Kutamukti Kecamatan Kutawakuya. Hasil dari penyuluhan tersebut adalah Pukesmas Kutamukti Kelurahan Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya. Pengabdian ini mengambil Judul Penyuluhan Promosi menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Kutamukti Kecamatan Kutawakuya Tingkat pengetahuan masyrakat mengenai hipertensi sebelum kegiatan ialah sebesar 78% dan naik menjadi 98% setelah pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tekanan darah, 51% (23 orang) mengalami masalah kesehatan tekanan darah tinggi, atau hipertensi. sisanya, sebesar 31% (14 orang) bertekanan darah normal dan 18% lainnya (8 orang) bertekanan darah rendah. Berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah sewaktu, 9% (4 orang) mengalami masalah kesehatan gula darah tinggi sedangkan 91% (41 orang) memiliki kondisi gula darah yang normal. Berdasarkan hasil pemeriksaan asam urat 40% (18 orang) mengalami masalah kesehatan asam urat tinggi sedangkan 60% (27 orang) memiliki kondisi gula darah yang normal. Dari evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan maka kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan Hipertensi dan perlu adanya rencana tindak lanjut dari kegiatan ini.
Kegiatan Pengecekkan Gula Darah, Asam Urat, Golongan Darah, Dan Senam Bersama Pada Warga Srengseng Sawah Purnama, Agus; Yuliza, Emi; Rokhmiati, Eka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 1 No 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 01 Nomer 01 Tahun 2020
Publisher : Stikim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.654 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v1i01.570

Abstract

Dalam kegiatan praktik komunitas di RW 04 Srengseng Sawah telah dilakukan pendataan di masyarakat dan mendapatkan hasil analisis dimana banyak penyakit terbanyak Hipertensi, Asam Urat dan Diabetes Melitus/Gula darah. Ada sebagian besar warga RW 04 banyak belum mengetahui Golongan darah. Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indoensia Maju (STIKIM) dengan masyarakat setempat sudah menyepakati untuk melakukan pengecekan asam urat, gula darah, golongan darah dan senam. Acara tersebut dapat diikuti oleh masyarakat RW. 04 yang belum mengetahui golongan darah dan yang berkenan untuk melakukan donor darah yang terdiri dari 7 RT (Rukun Tetangga). Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dan untuk mencapai tujuan yang diingini terkait dengan banyaknya masyarakat di RW.04 yang terdiagnosa penyakit terbanyak yakni Hipertensi, Asam Urat dan Diabetes Melitus/Gula darah dan belum mengetahui golongan darah, maka solusi yang kami tawarkan dan sudah disepakat dengan pemuka masyarakat di daerah tersebut adalah membuat acara pengecekan asam urat, gula darah, golongan darah dan senam bersama secara gratis bagi masyarakat RW 04 dan Senam bersama, langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pengecekan asam urat, gula darah, golongan darah secara gratis bagi masyarakat dan Senam bersama. Diharapkan dari hasil pengecekan asam urat, gula darah, golongan darah dan senam bersama ini diperoleh data-data yang terkait dengan kesehatan.
Dukung Ibu Memberikan ASI untuk Meningkatkan Kesehatan Bayi kusumastuti, istiana; Hendarwan, Harimat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 1 No 02 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 01 Nomer 02 Tahun 2020
Publisher : Stikim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.13 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v1i02.655

Abstract

ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim. Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai ASI Eksklusif dan pemberian MP-ASI tepat dan memberikan dukungan kepada ibu untuk meng-ASI-hi selama 6 bulan dengan menggunakan metode Focus Discussion Group (FGD) melalui fasilitasi serta pengenalan jingle ASI Eksklusif dan workshop pijat oksitosin (pijat pelancar ASI) di RW 003 Desa Jambuluwuk, wilayah kerja Puskesmas Banjarsari Kecamatan Ciawi yang dilakukan pada tanggal 20 Agustus dan 25 Agustus 2019. Sampel dari penelitian ini yakni ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan di RW 003 Desa Jambuluwuk sebanyak 20 responden. Peneliti mengolah data menggunakan Microsoft Office. Penelitian dilakukan berdasarkan hasil observasi lapangan, peneliti menemukan bahwa perilaku ibu yang malas memberikan ASI kepada bayi menjadi salah satu diberikannya MP-ASI kepada bayi sebelum usia 6 bulan. Selain itu kurangnya pengetahuan ibu mengenai pentingnya ASI Eksklusif dan bahaya pemberian MP-ASI dini juga menjadi salah satu pemicu diberikannya MP-ASI kepada bayi sebelum usia 6 bulan. Diharapkan dari hasil penelitian ini, tenaga kesehatan dapat melakukan upaya perbaikan cakupan pemberian ASI Eksklusif kepada bayi dengan membentuk gerakan dukungan untuk ibu menyusui.
Kegiatan Upaya Pencegahan Dini Dan Segera Obati Pada Masyarakat Dengan Pemanfaatan Bahan Alam Sebagai Warisan Budaya Bangsa Noordam, Errol Rakhmad; Nurlaeli, Leli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 1 No 02 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 01 Nomer 02 Tahun 2020
Publisher : Stikim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.638 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v1i02.659

Abstract

Obesitas merupakan kondisi seseorang yang memiliki angka berat badan diatas angka berat idealnya(1). Seseorang dengan IMT 30 kg/m² atau lebih umumnya dianggap obesitas, jika IMT25 – 29,9 kg/m² disebut pre obesitas. Untuk orang Asia, BMI diatas 25 kg/m² termasuk obesitas(2). Masyarakat Indonesia terbiasa mengonsumsi karbohidrat berlebih. Nasi tetap menjadi makanan utama yang memiliki indeks glikemik (IG) yang tinggi sehingga cepat menaikan glukosa dalam darah, sedangkan mie, ubi, dan roti sebagai makanan selingan(3). Pengabdian Masyarkat PS Sarjana Farmasi ini untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang obesitas dan penangannannya dari seduhan daun tin sebagai anti-obesitas dari bahan alam.
Pertumbuhan Optimal dengan Pijat dan Spa Bayi Jayatmi, Irma; Fatimah, Jesy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 1 No 02 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 01 Nomer 02 Tahun 2020
Publisher : Stikim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.697 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v1i02.663

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Tumbuh Kembang Optimal pada bayi 6-12 bulan dengan Pijat dan SPA Bayi di Posyandu Kenanga Cilebut Bogor Tahun 2019. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode dengan melakukan terapi pemijatan dan baby spa yang berjumlah 20 bayi terdiri dari 10 bayi kelompok baby spa (spa bayi) dan 10 bayi kelompok baby massage (pijat bayi). Pengukuran pertumbuhan berdasarkan berat badan dan panjang badan sedangkan pemantauan perkembangan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa beda rata-rata berat badan setelah baby massage didapatkan hasil 9.020 gram dan setelah baby spa didapatkan 10.580 gram dengan p value 0,002, sedangkan beda rata-rata panjang badan setelah baby massage didapatkan hasil 74.90 cm dan setelah baby spa didapatkan 78.80 gram dengan p value 0,017 dan rata–rata perkembangan pada kelompok baby massage 8.95 lebih rendah dibandingkan dengan kelompok baby spa sebesar 12.05, nilai p value sebesar 0.121. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat meningkatan pengetahuan pada ibu tentang pentingnya Baby Spa untuk meningkatkan pertumbuhan (berat badan dan panjang badan) bayi, sedangkan untuk perkembangan bayi dapat melakukan stimulasi baby massage dan baby spa.
Promosi Kesehatan Senam Hipertensi Pada Pasien Usia Lanjut Di Kelurahan Srengseng Sawah Rokhmiati, Eka; Agustina, Marisca; Sarwili, Indri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 1 No 02 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 01 Nomer 02 Tahun 2020
Publisher : Stikim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.798 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v1i02.667

Abstract

Promosi Kesehatan merupakan cara yang paling efektif jika dibarengi dengan kegiatan. Kegiatan untuk promosi kesehatan pada penyakit tidak menular yaitu Hipertensi yang banyak di derita oleh lanjut usia (lansia). Tujuan pengenalan Senam hipertensi termasuk terapi non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah. Senam ini dapat menurunkan tekanan darah, jika dilakukan 3 kali dalam seminggu secara berurutan (senin, rabu dan sabtu) disertai kedisiplinan. Pengukuran tekanan darah mengunakan alat spigmanometer digital yan telah terkalibrasi. Kegiatan dimulai dengan terlebih dahulu dilakukan pengukuran tekanan darah sebelum senam. Setelah kegiatan senam berlangsung, maka dilakukan pengukuran tekanan darah setelah jeda 10 menit. Hasil pengukuran untuk sistole penurunan 5-20 Mmhg, yaitu sebanyak 21 lansia (100%). Penurunan untuk diastole 9-20 Mmhg, yaitu sebanyak 9 lansia (43%). Hal ini membuktikan kegiatan senam hipertensi bagi lansia sangat bermanfaat untuk menjadi sehat dan mengontrol tekanan darah.

Page 1 of 4 | Total Record : 35