cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : https://doi.org/10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan (J. Sains. Kes) (e-ISSN 2407-6082, p-ISSN 2303-0267), is a national journal with ISSN and published four times a year in 2015. In 2016 the publishing frequency changed to twice a year. In 2021 the frequency increased to six times a year. Jurnal Sains dan Kesehatan is published online by the Faculty of Pharmacy, Mulawarman University, Samarinda City, East Kalimantan. Since 2019, the Jurnal Sains dan Kesehatan has been accredited to SINTA. Jurnal Sains dan Kesehatan publishes manuscripts (Original research Article, review articles, and Short communication) on original work, either experimental or theoretical in the following areas: Pharmaceutics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmacology & Toxicology, Pharmaceutical Biotechnology & Microbiology, Pharmacy practice & Hospital Pharmacy, Case Study & Full clinical trials, Clinical Pharmacy, Medicine, and other related fields. The purpose of publishing the Jurnal Sains dan Kesehatan is to provide scientific information about the development of science and technology in the field of Science and Health. Lingkup naskah Jurnal Sains dan Kesehatan mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan" : 31 Documents clear
Hubungan Durasi Terdiagnosis Diabetes Melitus Tipe 2 dan Kejadian Hipertensi dengan Terjadinya Makula Edema pada Retinopati Diabetik: Relationship of Diagnosis Duration of Type 2 Diabetes Mellitus and Hypertension Incidence with Occurrence of Macular Edema in Diabetic Retinopathy Tandiarrang, Grace Pisca; Fatmawati, Nur Khoma; Danial, Danial
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.34 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.223

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular yang saat ini merupakan ancaman kesehatan global karena insiden diabetes melitus yang terus meningkat. Insiden diabetes melitus yang terus meningkat akan diikuti oleh meningkatnya komplikasi dari diabetes melitus. Makula edema merupakan komplikasi dari retinopati diabetik yang menjadi penyebab utama terjadinya kebutaan pada penderita diabetes. Faktor-faktor yang menjadi penyebab makula edema yaitu lama menderita diabetes, hipertensi, peningkatan HbA1c dan hiperlipidemia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara durasi terdiagnosis diabetes melitus tipe 2 dan kejadian hipertensi dengan terjadinya makula edema pada retinopati diabetik. Desain dalam penelitian ini menggunakan studi potong lintang dengan metode analitik observasional. Penelitian dilakukan di Sumatera Eye Centre (SMEC) Samarinda pada bulan Januari hingga Februari 2010 dan menggunakan metode total sampling. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis diperoleh adanya hubungan antara durasi terdiagnosis diabetes melitus tipe 2 ( p = 0,001) dan kejadian hipertensi ( p= 0,000) dengan terjadinya makula edema pada retinopati diabetik.
Pengaruh SSRIs Untuk Meningkatkan Independensi Fungsional Pada Pasien Depresi Pasca Stroke: Effect of SSRIs to Improve Functional Independence in Post-Stroke Depression Patients Salim, Winda Puspita; Hutahaean, Yetty Octavia; Sihotang, Fransiska Anggreni
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.268 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.280

Abstract

Post-stroke depression has a negative impact on the functional independence of patients carrying out daily activities. Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) are a class of antidepressants that are recommended as the first-line therapy for post-stroke depression because of their favorable tolerability profile. This literature review is intended to present a new insight about the effect of SSRIs in increasing the functional independence in patients with post-stroke depression. We applied a qualitative research design using two notable databases: PubMed and Google Scholar. Only references written in English were used in this paper. We also limited the publication year of journals from 2010 to 2020. From the results of journal searches, we found around 52.984 journals. However only 5 were included that met the inclusion criteria which were: (1), Randomized Controlled Trial (RCT) that tested the benefits of SSRIs treatment in post-stroke depression patients compared to other antidepressants or other treatment modalities; and (2) provided with the outcome measure of functional independence. In conclusion, we believe that SSRIs have an effect on improving functional independence in post-stroke depression patients. SSRIs have also been shown to have positive effects with various combinations of non-pharmacological therapeutic modalities as their support.
Hubungan Status Gizi, Umur, Jenis Kelamin dengan Derajat Infeksi Dengue pada Anak di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Relationship between Nutritional Status, Age, Gender and Degree of Dengue Infection in Children at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda Kharisma, Putri Lintang; Muhyi, Annisa; Rachmi, Eva
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.484 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.288

Abstract

Dengue virus infection can manifest from mild to severe, which are undifferentiated fever, dengue hemorrhagic fever (DD), dengue hemorrhagic fever (DHF), and dengue shock syndrome (DSS), respectively. Mild and severe dengue infection is difficult to distinguish early in the course of the disease, and the clinical course is also difficult to "predict". Therefore, indicators were needed to predict the degree of dengue virus infection, thus appropriate treatment can be given. The study was aimed to determine the association of nutritional status, age, and sex with the degree of dengue infection in children. This study was an analytic observational study with a cross-sectional design. The samples were pediatric patients (0-18 years), who have been diagnosed with dengue virus infection and were hospitalized at the Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda in 2019. Purposive sampling technique was used to appointed 88 patients. The data obtained from the medical records. The bivariate association was statistically analyzed with chi-square test. The result showed a significant association between sex (p = 0.041) with the degree of dengue infection in children. Meanwhile nutritional status (p = 0.127) and age (p = 0.077) had no significant association with the degree of dengue infection in children. In conclusion, sex might serve as a predictor of the degree of dengue infection in children, in which male is more susceptible to worse manifestations.
Tanaman Famili Fabaceae yang Berpotensi sebagai Obat Herbal Antitukak Peptik : Fabaceae Family Plants as Herbal Medicine for Peptic Ulcers Sukaeningsih, Desi; Sukandar, Elin Yulinah; Qowiyyah, Atun
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.878 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.296

Abstract

Tukak peptik adalah penyakit yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara faktor agresif (sekresi asam lambung, pepsin dan infeksi bakteri Helicobacter pylori) dan faktor defensif (bikarbonat, musin, prostaglandin dan nitrogen monoksida). Beberapa tanaman famili Fabaceae telah diteliti secara ilmiah melalui uji praklinik yaitu efek antitukak peptik maupun keamanannya sehingga berpotensi dijadikan obat herbal terstandar. Tujuan review artikel ini untuk untuk menelaah tanaman famili Fabaceae yang berpotensi sebagai herbal terstandar untuk mengatasi tukak peptik. Metode yang digunakan dalam review artikel ini yaitu pencarian secara online menggunkan database dari Google Scholar. Berdasarkan hasil review terdapat 10 spesies tanaman dari famili Fabaceae yang berpotensi sebagai herbal terstandar antitukak peptik dengan menunjukkan efek antitukak peptik dan keamanan melalui uji toksisitas akut. Terdapat 3 spesies yaitu Cassia sieberiana, Parkia speciosa dan Cassia singueina yang menunjukkan rasio protektif lebih besar dari obat pembanding dengan nilai LD50 oral berturut-turut lebih besar dari 5000, 5000, dan 4000 mg/kgbb.
Penggunaan Antibiotik Restriksi pada Pasien Ulkus, Abses dan Batu Kandung Kemih di Bangsal Bedah RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Periode 2017-2019: Use of Restrictive Antibiotics in Patients with Ulcers, Abscesses and Bladder Stones in the Surgical Ward of H. Abdul Manap Hospital, Jambi City, 2017-2019 Ningsih, Satiya; Andriani, Yuni; Rahmadevi, Rahmadevi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.968 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.297

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai meningkatkan kasus terjadinya resistensi antibiotik. Pembatasan jenis antibiotik atau antibiotik restriksi merupakan salah satu strategi untuk mengurangi kejadian resistensi antibiotik, menekan biaya antibiotik serta menurunkan pemakaian antibiotik yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase penggunaan antibiotik restriksi pada pasien Ulkus, Abses dan Batu Kandung Kemih di Bangsal Bedah RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Periode 2017-2019. Penelitian ini menggunakan desain penelitian non-eksperimental yang bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara restrospektif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil perolehan sampel pada penelitian ini sebanyak 43 sampel yang memenuhi kriteria dari 135 pasien populasi diantaranya dengan diagnosis ulkus 15 sampel terdiri dari 40% pasien laki-laki dan 60% pasien perempuan, 40% usia 56-65 tahun dengan komorbid diabetes melitus tipe 2. Pasien dengan diagnosis abses 18 sampel terdiri dari 61,1% pasien laki-laki dan 38,9% pasien perempuan, 27,8% usia 36-45 tahun dengan komorbid sepsis dan diabetes melitus tipe 2. Pasien dengan diagnosis batu kandung kemih 10 sampel terdiri dari 30% pasien laki-laki dan 70% pasien perempuan, 60% usia 46-65 tahun. Selama periode 2017 sampai 2019 untuk pasien ulkus, abses dan batu kandung kemih menggunakan 2 jenis antibiotik restriksi yaitu ciprofloxacin dan levofloxacin. Pada pasien ulkus, abses dan batu kandung kemih jumlah penggunaan antibiotik restriksi yang banyak digunakan ialah antibiotik ciprofloxacin dengan persentase 21%, sedangkan penggunaan levofloxacin dengan persentase sebesar 10%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan antibiotik restriksi periode 2017-2019 pada diagnosis ulkus yaitu 41%, 35,7% dan 25%. Pada diagnosis abses yaitu 40%, 25% dan 35,2% serta pada diagnosis batu kandung kemih yaitu 18,1%, 33,3% dan 20%.
Perbandingan Kualitas Hidup Antara Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi CAPD dengan Hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Comparison of Quality of Life Between Chronic Kidney Disease Patients Undergoing CAPD Therapy with Hemodialysis at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda Nusantara, Dipo Try Harto; Irawiraman, Hadi; Devianto, Nirapambudi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.834 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.299

Abstract

Abstrak Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah suatu keadaan klinis ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara progresif lambat dan bersifat irreversible. Ginjal pasien PGK stadium 5 tidak berfungsi bak sehingga membutuhkan terapi pengganti ginjal (TPG) untuk bertahan hidup. Modalitas terapi pengganti ginjal adalah hemodialisis (HD), Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) dan transplantasi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas hidup antara pasien PGK dengan CAPD dan PGK dengan HD di Unit Dialisis RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda agar mengetahui terapi mana yang lebih menguntungkan terhadap kualitas hidup pasien PGK. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner KDQOL SF 36. Uji normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Independent t-test digunakan untuk uji hipotesis. Pasien dengan kualitas hidup yang baik pada dengan CAPD yaitu sebanyak 13 orang (48,14%) sedangkan pada pasien PGK dengan HD yang mengalami kualitas hidup yang baik sebanyak 0 orang (0%). Uji Independent t-test menunjukkan nilai p adalah 0,000 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna perbandingan kualitas hidup pasien dengan CAPD dan kualitas hidup pasien dengan HD dengan perbandingan 13:0 yang mana lebih banyak didapatkan kualitas hidup yang baik pada pasien CAPD di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Continous Peritoneal Ambulatory Dialysis, Hemodialisis Abstract Chronic Kidney Disease (CKD) is a clinical condition characterized by a decline in kidney function that occurs progressively slow and is irreversible. The kidney of patients with stage 5 CKD cannot function properly so it requires kidney replacement therapy to keep them alive. There are three substitute modalities for kidney therapy, namely hemodialysis (HD), Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) and kidney transplantation. This study aims to compare the quality of life between CKD patients with CAPD and CKD patients with HD in the Dialysis Unit of RSUD Abdul Wahab Sjahranie. This study was an observational analytic study with a cross sectional approach in which the researcher made observations or measurements at one particular time during the study with respondents who filled the inclusion criteria aimed at identifying differences in the quality of life of patients with stage 5 CKD undergoing hemodialysis therapy and CAPD therapy at RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Data were collected from the KDQOL SFTM questionnaire 36. Data normality was tested using the Shapiro-Wilk test and Independent t-test was used to test the hypothesis. There were 13 CKD patients (48.14%) with good quality of life undergoing CAPD, while in CKD patients undergoing HD, there were 14 people (51,86%) who experienced a sufficient quality of. Independent t-test shows the p value is 0,000 (p<0,05), it can be concluded that there is a comparison of the quality of life between patients undergoing CAPD and patients undergoing HD in RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Key Words: Quality of Life, Continous Peritoneal Ambulatory Dialysis, Hemodyalisis
Formulasi Nanoemulsi dengan Bahan Dasar Minyak Ikan (Oleum Iecoris Aselli): Nanoemulsion Formulation with Fish Oil (Oleum Iecoris Aselli) Base Ingredients Aprilya, Ayu; Rahmadevi, Rahmadevi; Meirista, Indri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.718 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.309

Abstract

ABSTRACT Fish oil is a natural source of omega-3 (n-3) polyunsaturated fatty acids (PUFA), especially eicosapentaenoic acid (C20: 5n-3; EPA) and docosahexaenoic acid (C22: 6n-3; DHA) . Fish oil is beneficial for health Fish oil is generally made in the form of an emulsion, but the absorption is not good and creaming often occurs during the storage period, causing a decrease in dose. There is a need to modify the emulsion dosage form into nanoemulsion because it can increase absorption, and help dissolve lipophilic drugs, improve bioavailability. The aim of this research is to get the best surfactant and cosurfactant comparison to produce nanoemulsion. Formula Consists of a ratio of oil: surfactant: cosurfactant 9 tween80: PEG400 ratio and 9 tween80: propylenglycol ratio, from the results of stirring magnetic stirer with a rotation of 600rpm heating temperature 700C for 1 hour, and stored. and after 24 hours the% transmittance test was obtained, the six highest comparisons were selected, namely the Tween80: PEG400 G (7: 1) 94.02%, H (8: 1) 95.32%, I (9: 1) 96, 88%, and tween80: propyleneglycol O (6: 1) 96.20%, Q (8: 1) 96.14%, R (9: 1) 96.25%. input into the preparation formula into F1-F6. From the six dosage formulas the ratio of tween80: propylenglycol (8: 1) was obtained which produced nanoemulsion preparations with 88nm particle size, with% transmittance> 96%. Keywords: Nanoemulsion, Fish oil, Tween80, PEG400, Propylenglycol. ABSTRAK Minyak ikan merupakan sumber alami asam lemak tidak jenuh atau minyak polyunsaturated fatty acid (PUFA) omega-3 (n-3), terutama eicosapentaenoic acid (C20: 5n-3; EPA) dan docosahexaenoic acid (C22: 6n-3; DHA). Minyak ikan bermanfaat bagi kesehatan Minyak ikan umumnya dibuat dalam bentuk sediaan emulsi, namun absorbsinya kurang bagus dan sering kali terjadi creaming selama masa penyimpanan sehingga menyebabkan terjadinya penurunan dosis. Perlu adanya modifikasi bentuk sediaan emulsi menjadi nanoemulsi karena dapat meningkatkan absorbsinya, dan membantu melarutkan obat yang lipofilik, meningkatkan bioavailabilitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan perbandingan surfaktan dan kosurfaktan yang paling baik untuk menghasilkan nanoemulsi. Formula Terdiri dari perbandingan minyak:surfaktan:kosurfaktan 9 perbandingan tween80:PEG400 dan 9 perbandingan tween80:propilenglikol, dari hasil pengadukan magnetik stirer dengan perputaran 600rpm suhu pemanasan 700C selama 1 jam, dan disimpan. dan setelah 24 jam dilakukan uji % transmitan yang didapatkan, dipilih enam perbandingan tertinggi yaitu perbandingan Tween80:PEG400 G (7:1) 94,02%, H (8:1) 95,32%, I (9:1) 96,88%, dan tween80:propilenglikol O (6:1) 96,20%, Q (8:1) 96,14%, R (9:1) 96,25%. dimasukan kedalam formula sediaan menjadi F1-F6. Dari ke-6 formula sediaan didapatkan perbandingan tween80:propilenglikol (8:1) yang menghasilkan sediaan nanoemulsi dengan ukuran partikel 88nm, dengan %transmitan >96%. Kata kunci: Nanoemulsi, Minyak ikan, Tween80, PEG400, Propilenglikol.
Hubungan Frekuensi Konsumsi dan Jenis Junk Food dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman: Relationship between Frequency of Consumption and Types of Junk Food with Menstrual Cycle in Students of Faculty of Medicine, Mulawarman University Manurung, Gresya Elizabet; Iskandar, Abdillah; Rachmiputri, Alfiani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.46 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.324

Abstract

Irregular menstrual cycle is one of the most frequent problems among adolescent girls, such as in medical faculty student of Mulawarman University. This study aimed to determine the association between the frequency of consumption and kinds of junk food with menstrual cycle among female student in medical faculty of Mulawarman University. This was an observational analytic study with cross-sectional design. The subject of this study were 66 female students in medical faculty of Mulawarman University and taken non-randomly using the consecutive sampling method. Food Frequency Questionnaire (FFQ) was used as the instrument to measure the frequency of consumption and kinds of junk food in this study. The result showed that the majority of respondents were 20 years old and getting menarche on 8-14 years old. Most of the respondents have regular menstrual cycle (51,5%), consumed junk food 2-3 days/week (39,4%), and consumed foods made from processed meat or foods that contain high amount of sugar (21,2%). The result of logistic regression test showed that Chi square count less than Chi square table and Sig. more than 0,05. This study concludes that there was no significant correlation between frequency of consumption and kinds of junk food and menstrual cycle. Keywords: frequency of consumption, kinds of junk food, menstrual cycle
Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 6-24 Bulan di Puskesmas Temindung Samarinda: Relationship of Complementary Feeding with the Incidence of Diarrhea in Infants Aged 6-24 months at Temindung Community Health Center in Samarinda Cahyandiar, Mahasti Irsa; Khotimah, Siti; Duma, Krispinus
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.627 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.326

Abstract

Hingga saat ini masalah diare pada pada anak masih menjadi masalah di dunia. Menurut data, terdapat 535 ribu orang menderita penyakit Diare tiap tahunnya. Diare menjadi penyebab kematian kedua di dunia khususnya anak dibawah usia 5 tahun. Terdapat berbagai macam penyebab diare pada anak diantaranya adalah akibat pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian MPASI meliputi frekuensi pemberian MPASI, porsi pemberian MPASI, jenis MPASI dan cara pemberian MPASI dengan kejadian diare pada bayi usia 6-24 bulan di Puskesmas Temindung Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan case-control. Jumlah responden yang berhasil dikumpulkan pada penelitian ini sebanyak 60 responden dan dibagi menjadi 30 responden kelompok kasus (bayi yang terkena diare) dan 30 kelompok kontrol (bayi yang tidak terkena diare). Data responden diambil melalui wawancara orang tua responden dengan mengunakan kuisioner. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square dan jika nilai harapan kurang dari 5 maka uji yang digunakan adalah uji fisher’s exact. Hasil penelitian ini didapatkan hubungan antara frekuensi MPASI (p= 0.003), porsi MPASI (p= 0.008), dan cara pemberian MPASI (p=0,000) dengan kejadian diare. Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis MPASI dengan kejadian diare (p= 0.166).
Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Pinggang dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Preklinik Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman: Relationship between Body Mass Index and Waist Circumference with Sleep Quality of Pre-clinical Students in Medical Study Program, Faculty of Medicine, Mulawarman University Sari, Rohmi Pawitra; Rotinsulu, Denny Jeffry; Fitriany, Evi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.289 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.327

Abstract

Sleep is defined as unconsciousness from which the person can be aroused by sensory or other stimuli. Long-term consequences of sleep deprivation increased the risk of hypertension, diabetes mellitus, obesity, heart failure, stroke, memory impairment as well as depression. Obesity is one of the factors that affect sleep quality. Obesity is associated with sleep quality through its effect of causing obstructive sleep apneu (OSA), increased proinflammatory cytokins and gastrointestinal disorders. This study aims to analyze the correlation between body mass index and waist circumference with the quality of sleep of the pre-clinical students of the Mulawarman University, Faculty of Medicine. This research is an observational analytic study with a cross-sectional approach. Sleep quality data were collected using the PSQI questionare while body mass index and waist circumference data were collected by measuring body height using microtoise, body weight using a weighing scale and waist circumference using an anthropometric band. The result showed that 81.2% of respondents had poor sleep quality, 28.2% of respondents with obesity category and 35.9% of respondents who had central obesity. The result of hypothesis testing using chi square showed that both body mass index and waist curcumference had a significant relationship with sleep quality (p=0.046 and p=0.027).

Page 1 of 4 | Total Record : 31