cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : https://doi.org/10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan (J. Sains. Kes) (e-ISSN 2407-6082, p-ISSN 2303-0267), is a national journal with ISSN and published four times a year in 2015. In 2016 the publishing frequency changed to twice a year. In 2021 the frequency increased to six times a year. Jurnal Sains dan Kesehatan is published online by the Faculty of Pharmacy, Mulawarman University, Samarinda City, East Kalimantan. Since 2019, the Jurnal Sains dan Kesehatan has been accredited to SINTA. Jurnal Sains dan Kesehatan publishes manuscripts (Original research Article, review articles, and Short communication) on original work, either experimental or theoretical in the following areas: Pharmaceutics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmacology & Toxicology, Pharmaceutical Biotechnology & Microbiology, Pharmacy practice & Hospital Pharmacy, Case Study & Full clinical trials, Clinical Pharmacy, Medicine, and other related fields. The purpose of publishing the Jurnal Sains dan Kesehatan is to provide scientific information about the development of science and technology in the field of Science and Health. Lingkup naskah Jurnal Sains dan Kesehatan mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 6 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan" : 23 Documents clear
Review: Pengaruh Faktor Risiko Terhadap Induksi Persalinan: Review: The Effect of Risk Factors on Induction of Labor Adaniyah, Esmaya R. A.; Sawitri, Endang; Ginting, Erwin
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.459 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.401

Abstract

Abstract Induction of labor has become one of the most common interventions in modern obstetrics, with an increasing number of pregnant women worldwide that received labor induction interventions to deliver their babies. Labor induction was influenced by several risk factors. This systematic review study aimed to evaluate the influence of risk factors against induction of labor. Searches were performed by searching articles using electronic databases or search engine i.e Pubmed, Clinical Key, Google Scholar, Research Gate, or Science Direct that were limited to studies published between 2015 and 2020 in English and Indonesian Language. 270 studies was found and 48 studies were selected based on the inclusion criteria. The results of this systematic reviews showed that maternal age was not affecting labor induction in 71.1% of the studies evaluated, parity was affecting labor induction in 90% of the studies, body mass index was affecting labor induction in 66.7% of the studies, and Bishop Score was affecting labor induction in 90.3% of the studies. It can be concluded that maternal age was not affecting induction of labor, but labor induction were influenced by parity, body mass index and Bishop score in the majority of the included studies. Abstrak Induksi persalinan telah menjadi salah satu intervensi yang paling umum dalam kebidanan modern, dimana semakin banyak wanita hamil di seluruh dunia yang menerima intervensi induksi persalinan untuk melahirkan bayi mereka. Induksi persalinan dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko. Systematic review ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana pengaruh faktor risiko terhadap induksi persalinan. Systematic review ini dilakukan dengan pencarian studi pada database atau search engine yang dapat diakses seperti Pubmed, Clinical Key, Google Scholar, Research Gate, atau Science Direct, dan dibatasi terbitan tahun 2015-2020 dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Hasil pencarian diperoleh sebanyak 270 studi dan tersisa 48 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan usia maternal tidak mempengaruhi induksi persalinan pada 71,1% hasil studi, jumlah paritas mempengaruhi induksi persalinan pada 90 % hasil studi, indeks massa tubuh mempengaruhi induksi persalinan pada 66,7% hasil studi, dan skor Bishop mempengaruhi induksi persalinan pada 90,3% hasil studi. Disimpulkan bahwa usia maternal tidak mempengaruhi induksi persalinan, tetapi jumlah paritas, indeks massa tubuh dan skor Bishop mempengaruhi induksi persalinan pada sebagian besar studi yang diinklusi
Covid-19 and Its Vaccine Development: A Narrative Review Septinia, Risa; Hasmono, Didik
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.461 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.444

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit saluran pernapasan yang ditetapkan sebagai pandemi pada Maret 2020 dan disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Tingginya penyebaran COVID-19 di seluruh dunia menyebabkan pengembangan vaksin mendesak untuk dilakukan. Oleh karena itu, review ini bertujuan untuk mengkaji tentang COVID-19 dan tantangannya dalam pengembangan vaksin serta mengkaji keamanan, efektivitas, dan immunogenisitas dari platform vaksin-vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan di beberapa negara. Berdasarkan pengalaman infeksi yang pernah terjadi di dunia, vaksin mampu mencegah penyebaran penyakit-penyakit infeksi dan menyelamatkan 23,3 juta nyawa. Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengembangan vaksin untuk COVID-19, diantaranya mudahnya SARS-CoV-2 bermutasi dan potensi terjadinya antibody-dependent enhancement (ADE) setelah vaksinansi. Berbagai macam platform digunakan dalam perkembangan vaksin COVID-19, baik platform teknologi tradisional (inactivated dan live-attenuated vaccine) maupun teknologi baru (viral vector, protein subunit, dan nucleic acid vaccine). Untuk mencegah penyebaran infeksi SARS-CoV-2, terdapat 10 vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat di beberapa negara. Platform yang digunakan antara lain vaksin mRNA, vektor virus, terinaktivasi, dan vaksin peptida. Vaksin-vaksin tersebut dilaporkan efektif, aman dan dapat ditoleransi dengan baik oleh partisipan dengan derajat efek samping yang timbul adalah ringan hingga sedang. Meskipun kejadian ADE tidak ditemukan dalam semua vaksin tersebut, monitoing terhadap kejadian tersebut harus dilakukan karena berdasar pada pengalaman penggunaan platform inactivated vaccine SARS-CoV sebelumnya, diketahui dapat menimbulkan vaccine-associated enhanced respiratory diseases (VAERD).
Review: Pengaruh Konsentrasi Garam Terhadap Produk Fermentasi Sayuran: Review: Effect of Salt Concentration on Fermented Vegetable Products Anggraeni, Leny; Lubis, Novriyanti; Junaedi, Effan Cahyati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.72 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.459

Abstract

Sayuran mudah layu dan busuk setelah panen. Sebagai metode pengawetan makanan, fermentasi telah diterapkan pada fermentasi sayuran: kimchi, sauerkraut, dan pickle. Proses penambahan garam merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap proses fermentasi. Fokus artikel ini adalah untuk mengkaji pengaruh konsentrasi garam terhadap sayuran yang difermentasi (kimchi, sauerkraut, dan acar). Artikel ini membahas pengaruh konsentrasi garam terhadap kadar air, total asam yang dititrasi (asam laktat), total bakteri asam laktat, dan uji organoleptik untuk produk fermentasi sayuran.
Gambaran Pola Makan Pra Lansia terkait Risiko Inflamasi Diabetes Melitus Tipe 2 Pada masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga: Overview of Pre-Elderly Eating Patterns Related to the Inflammatory Risk of Type 2 Diabetes Mellitus During the Covid-19 Pandemic in the Work Area of the Sidorejo Lor Health Center, Salatiga City Anis, Kasila; Nugroho, Kristiawan Prasetyo Agung; Natawirarindry, Catherine
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.896 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.463

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang cukup tinggi terjadi pada pra lansia. Apabila tidak diperhatikan akan berdampak pada penyakit dan kualitas hidup pra lansia. Selain itu perubahan kebiasaan makan pra lansia yang tidak sehat pada pandemi Covid-19 ini beresiko lebih tinggi memicu timbulnya komplikasi penyakit DMTP2 atau memperparah penyakit DMTP2. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pola makan pra lansia terhadap risiko inflamasi DMTP2 pada masa pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga. Metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling atau pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus. Responden penelitian Pra Lansia berusia 49-59 Tahun dipilih berdasarkan data sekunder puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatia dengan teridentifikasi DMTP2. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara terstruktur menggunakan, lembar SQ-FFQ, Food Recall, dan kuesioner identifkasi inflamasi DMTP2. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-November 2020. Analisis data meliputi hasil kuesioner, kemudian akan dianalisis secara deskriptif, lembar SQ-FFQ dan Food Recall dianalisis untuk mendapatkan data terkait jenis makanan yang rutin dikonsumsi dalam kurun waktu pengamatan penelitian, frekuensi, jumlah takaran serta penghitungan zat gizi dan kalori. Hasil penelitian responden dalam kategori defisit berat berdasarkan perhitungan Food recall dan SQ-FFQ. Kesimpulan penelitian ini yaitu jenis makanan yang dikonsumsi seperti nasi putih yang paling sering dikonsumsi responden memicu gula darah naik.
Medication Related Burden pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di RSUD Kota Yogyakarta : Medication Related Burden in Patients with Chronic Kidney Failure at the Yogyakarta City Hospital Supadmi, Woro; Muhlis, Muhammad; Agung, Ilham Bintang
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.771 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.575

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a condition of chronic kidney function decline, progressive and irreversible. Treatment measures given to patients with chronic kidney disease depends on what stage obtained from treatment of comorbid conditions to renal replacement or hemodialysis. Prolonged drug consumption affects the burden of medication or medication related burden on patients. This study was conducted to determine the relationship between treatment load and the level of adherence in patients with chronic renal failure in RSUD Kota Yogyakarta. This study was observational study with a cross-sectional design. The instrument used was in the form of LMQ questionnaire to determine medication related burden and questionnaire MARS to determine the adherence. Data were analyzed by Spearman Test to determine the relationship between medication-related burden and patient compliance. The results showed that significant correlation between LMQ scores and MARS scores (correlation coefficient = -0.413, p = 0.001) and between VAS Score and MARS scores (correlation coefficient = -0.413, p = 0.001). The higher the medication related burden, the lower the patient's compliance.
Epidemiologi Karakteristik Pasien COVID-19 di Kutai Kartanegara pada Bulan Juli-Desember 2020: Epidemiological Characteristics of COVID-19 Patients in Kutai Kartanegara in July-December 2020 Sanjaya, Kevin; Paramita, Swandari; Khalidi, Muhammad Rizqan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.346 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.604

Abstract

Pada awal tahun 2020, dunia dihebohkan dengan ditemukannya COVID-19. Sejak kasus COVID-19 di Indonesia pertama kali diumumkan, kasus tersebut masih mengalami peningkatan hingga sekarang. Kutai Kartanegara merupakan salah satu kabupaten dengan kasus COVID-19 terbanyak di Kalimantan Timur. Hal tersebut merupakan dampak dari banyaknya perusahaan pertambangan di Kutai Kartanegara yang menyebabkan terjadinya peningkatan mobilitas masyarakat di daerah tersebut. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui epidemiologi karakteristik pasien COVID-19 di Kutai Kartanegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian ini adalah pasien COVID-19 di Kutai Kartanegara selama periode Juli-Desember 2020 dengan total 4787 sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil pada penelitian ini didapatkan kelompok usia terbanyak adalah 21-30 tahun yaitu sebanyak 1063 pasien (22,2%) dan rata-rata usia adalah 33.79 ± 16.23 tahun dengan rentang usia pasien yang terinfeksi adalah 0-93 tahun. Sebanyak 54,5% merupakan laki-laki dan 73,3% kasus merupakan asimptomatik. Kasus perjalanan berjumlah 320 kasus (6,7%) dengan riwayat perjalanan terbanyak berasal dari Jawa Tengah (26,3%). Jumlah kasus kematian sebanyak 94 pasien (1,96 %) dengan rata-rata usia adalah 54.99 ± 11.374 tahun dan mayoitas merupakan laki-laki (60,8%) serta memiliki penyakit penyerta (94,7%).
Hubungan Sosio-Demografi dengan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kota Tegal tentang COVID-19: Socio-Demographic Relationship with the Level of Knowledge of the People of the City of Tegal about COVID-19 Susanto, Agus; Prastiwi, Ratih Sakti; Suwito, Kristy Natalia; Latifah, Ulfatul
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.551 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.644

Abstract

COVID-19 has developed into a pandemic and the transmission chart of this new type of disease has ups and downs from day today. The duration of handling COVID-19 is related to the public's level of awareness and knowledge about COVID-19 and its prevention procedures. The level of public awareness and knowledge cannot be separated from socio-demographic factors. This study aims to analyze whether there is a relationship between socio-demography and the level of public knowledge about COVID-19. This study is a cross-sectional study, with a total sample size of 313. The subjects of this study were the people of Tegal City with a minimum age of 18 years. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results showed that most of the respondents' knowledge level was at a sufficient level (71.25%). This study also shows that there is no relationship between gender and age with the level of knowledge (p-value 0.184 & 0.147), while between education and work and the level of knowledge (p-value 0.000 & 0.009). The level of public knowledge is still at the intermediate level, so health promotion activities are needed to raise awareness about COVID-19.
Efek Pemberian Hydrotherapy untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Sebuah Tinjauan Literatur: Effects of Presenting Hydrotherapy to Lower Blood Pressure in Hypertensive Patients: A Literature Review Angraini, Rini; Irwan, Andi Masyitha; Arafat, Rosyidah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.782 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.647

Abstract

Sebanyak 53% penderita hipertensi tidak dapat mengontrol tekanan darahnya, sehingga berisiko terjadi komplikasi. Saat ini pengobatan hipertensi dengan modifikasi gaya hidup dan farmakologis. Strategi pengobatan farmakologis direkomendasikan, namun adanya efek samping yang dapat menjadi alasan utama tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Salah satu terapi komplementer untuk mengontrol dan menurunkan tekanan darah dengan hydrotherapy. Hydrotherapy mudah untuk semua orang, tidak mahal, tidak memiliki efek samping yang berbahaya dan dapat dilakukan di rumah. Tujuan dari tinjauan literatur ini untuk mengidentifikasi efek pemberian hydrotherapy dalam menurunkan tekanan darah pada hipertensi dengan berbagai penelitian yang relevan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pencarian literatur menggunakan: PubMed, Sciencedirect, Proquest, EBSCO host, Wiley, dan Garuda. Berfokus pada Hydrotherapy untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi, dipublikasikan pada tahun 2010 sampai 2020, full text, berbahasa Inggris dan Indonesia. Daftar periksa CASP digunakan untuk menganalisis setiap artikel. Sepuluh studi teridentifikasi dan dimasukkan dalam tinjauan literatur yaitu latihan akuatik pada wanita hipertensi pasca menopause dapat menurunkan tekanan darah, latihan air wanita yang lebih tua lebih efektif pada hipertensi yang tidak diobati, latihan berbasis air panas berefek pada penurunan tekanan darah hipertensi resisten, latihan aerobik air dapat mengurangi tekanan darah sistolik pada hipertensi esensial, latihan pemanasan berbasis air mengurangi tekanan darah dalam 24 jam pada hipertensi resisten, latihan berbasis air efektif menurunkan tekanan darah dengan usia lebih tua, pelatihan gabungan berbasis air dapat memperbaiki tekanan darah sistolik, hydrotherapy berefek terhadap penurunan rata - rata tekanan darah sistolik dan diastolik dan perendaman kaki dalam air hangat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hydrotherapy dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada hipertensi. Sehingga dapat digunakan sebagai salah satu pengobatan tambahan untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kata kunci: Hydrotherapy;Hipertensi; Tekanan darah. As many as 53% of people with hypertension cannot control their blood pressure, so they are at risk of complications. Currently the treatment of hypertension is with lifestyle and pharmacological modifications. Pharmacological treatment strategies are recommended, but side effects can be the main reason for non-adherence to treatment. One of the complementary therapies to control and lower blood pressure with hydrotherapy. Hydrotherapy is easy for everyone, inexpensive, has no harmful side effects and can be done at home. The aim of this literature review is to identify the effect of hydrotherapy in lowering blood pressure in hypertension with various relevant studies. The method used was literature review with literature search using: PubMed, Sciencedirect, Proquest, EBSCO host, Wiley, and Garuda. Focusing on Hydrotherapy to lower blood pressure in hypertension, published in 2010 to 2020, full text, in English and Indonesian. The CASP checklist was used to analyze each article. Ten studies were identified and included in the literature review, namely aquatic exercise in postmenopausal hypertensive women can lower blood pressure, older women water exercise is more effective in untreated hypertension, hot water-based exercise has an effect on lowering blood pressure in resistant hypertension, water aerobic exercise can reduce systolic blood pressure in essential hypertension, water-based warm-up exercises reduce blood pressure within 24 hours in resistant hypertension, water-based exercises can effectively lower blood pressure with older age, combined water-based training can improve systolic blood pressure, hydrotherapy has an effect on lowering the average - average systolic and diastolic blood pressure and soaking the feet in warm water. The results of this study indicate that Hydrotherapy can reduce systolic and diastolic blood pressure in hypertension. So that it can be used as an additional treatment to lower blood pressure in hypertensive patients. Keywords: Hydrotherapy;Hypertention; blood pressure.
Hubungan Kadar Hemoglobin Sebelum dan Selama Terapi Radiasi dengan Respon Tumor pada Pasien Kanker Serviks di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Association Between Hemoglobin Levels Before and During Radiation Therapy in Cervical Cancer Patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda Ulfa, Luthfa Hubbalkhairi; Andriansyah, Andriansyah; Iskandar, Abdillah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.94 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.659

Abstract

Kanker serviks menempati peringkat ke empat jenis kanker pada wanita yang paling umum, dimana kasus baru kanker serviks lebih sering muncul di negara berkembang dibanding negara maju, yaitu sebesar 76% kasus pada semua kelompok usia. Di Indonesia kanker serviks merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi. Pengobatan utama pada pasien kanker serviks adalah operasi atau radiasi. Terapi radiasi sendiri dapat menyebabkan penurunan proses pembentukan sel-sel darah merah sehingga sel darah merah akan menurun. Secara fisiologis, penurunan kadar hemoglobin dapat mendorong pertumbuhan tumor dan merusak respons terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin sebelum dan selama terapi radiasi dengan respon tumor pada pasien kanker serviks di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian analitik observasional dengan metode cohort dilakukan pada 102 pasien kanker serviks yang melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum terapi dan selama terapi radiasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia terbanyak adalah 50-59 tahun (45.1%). Hasil uji statistik menunjukkan variabel yang tidak berhubungan adalah kadar hemoglobin sebelum terapi (p = 0.572) dan kadar hemoglobin selama terapi (p = 0.466). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kadar hemoglobin sebelum dan selama terapi dengan respon tumor pada pasien kanker serviks.
Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Kadar Kreatinin dan Ureum Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Streptozotocin: Effectiveness of Ethanol Extract of Papaya Peel (Carica papaya L.) on Creatinine and Ureum Levels of Male White Rats (Rattus norvegicus) Induced by Streptozotocin Patala, Recky; Kenta, Yunlis Silintowe; Irnawati, Irnawati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.261 KB) | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.661

Abstract

Salah satu faktor yang paling mempengaruhi penyakit ginjal adalah Diabetes Melitus. Diabetes Melitus yang tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskuler yang disebut dengan nefropati diabetik. Gangguan fungsi ginjal tersebut diukur dengan Glomerular Filtration Rate (GFR). Dimana penurunan GFR diikuti dengan kenaikan kadar kreatinin dan ureum darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.) serta dosis berapakah ekstrak kulit buah pepaya memberikan pengaruh terhadap kadar kreatinin dan ureum tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 kelompok perlakuan yang terdiri dari 5 ekor hewan uji. Kelompok I kontrol normal (suspensi Na CMC 0,5%). Kelompok II kontrol negatif (streptozotocin 40 mg/kg BB). Kelompok III diberikan ekstrak etanol kulit buah pepaya 100 mg/kg BB. Kelompok IV diberikan ekstrak etanol kulit buah pepaya 200 mg/kg BB dan kelompok V diberikan ekstrak etanol kulit buah pepaya 400 mg/kg BB. Perlakuan diberikan selama 28 hari dan dilakukan pengukuran kadar kreatinin dan ureum pada hari ke- 14, 21 dan 28. Analisis data yang digunakan yaitu One Way Anova dan uji lanjut LSD menggunakan program SPSS 24. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah pepaya mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, alkaloid dan saponin serta ekstrak etanol kulit buah pepaya menunjukkan adanya efek penurunan kadar kreatinin dan ureum tikus putih jantan pada dosis 400 mg/kg BB.

Page 1 of 3 | Total Record : 23