cover
Contact Name
Gary Raya Prima
Contact Email
garyrayaprima@unsil.ac.id
Phone
+6281383733569
Journal Mail Official
akselerasi@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi no. 24, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Akselerasi Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 27157296     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Ilmu teknik sipil yang meliputi: bidang ilmu struktur, manajemen transportasi (pelabuhan, jalan, dan jembatan), pengembangan sumber daya air (PSDA), geoteknik, dan manajemen konstruksi/manajemen proyek.
Articles 72 Documents
Analisis Kebutuhan Air Irigasi Berbasis Regulasi Jadwal Tanam Dan Reduksi Lahan Tanam Pada Daerah Irigasi Cimulu Asep Kurnia Hidayat; pengki irawan; Nandang Hermawan
Akselerasi Vol 1, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v1i2.1496

Abstract

Defisit air menjadi salah satu faktor yang mengurangi hasil produksi pertanian padi. Tercatat ada 306 ha areal kekeringan atau 19,63% dari total area yang dilayani yaitu 1546,2 ha. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan air irigasi untuk mendapatkan nilai kebutuhan air irigasi maksimum pada Daerah Irigasi Cimulu, mengetahui debit ketersediaan air yang ada pada Bendung Cimulu, jadwal tanam serta luas area optimum yang mampu dilayani Daerah Irigasi Cimulu. Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan air irigasi antara lain penyiapan lahan, penggunaan konsumtif, perkolasi dan rembesan, pergantian lapisan air dan curah hujan efektif. Perhitungan dilakukan dengan cara manual (konsep KP-01) dimulai dari awal bulan Oktober menggunakan pola tanam padi-padi-palawija dan dari pertengahan bulan Mei menggunakan pola tanam padi-padi-padi.Dari perhitungan didapat kebutuhan air maksimum sebesar 5,33 m3/det. Debit ketersediaan air yang ada pada Bendung Cimulu pada Jan-1 2,07 m3/det, Jan-2 2,09 m3/det, Feb-1 2,64 m3/det, Feb-2 2,56 m3/det, Mar-1 2,75 m3/det, Mar-2 2,53 m3/det, Apr-1 2,35 m3/det, Apr-2 2,21 m3/det, Mei-1 1,93 m3/det, Mei-2 1,90 m3/det, Jun-1 1,80 m3/det, Jun-2 1,83 m3/det, Jul-1 1,31 m3/det, Jul-2 1,56 m3/det, Agu-1 1,44 m3/det, Agu-2 1,22 m3/det, Sep-1 1,17 m3/det, Sep-2 1,17 m3/det, Okt-1 1,26 m3/det, Okt-2 1,31 m3/det, Nov-1 1,90 m3/det, Nov-2 2,81 m3/det, Des-1 2,13 m3/det, Des-2 2,39 m3/det. Jadwal tanam optimum adalah Okt-1 menggunakan pola tanam padi-padi-palawija dan Jun-2 menggunakan pola tanam padi-padi-padi. Luas area pesawahan optimum adalah 1546,2 ha.Kata kunci : kebutuhan air, ketersediaan air, jadwal tanam, reduksi lahan
PENGARUH PENAMBAHAN ABU ARANG BAMBU SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Taufik Faturohman Hidayat; Nina Herlina; Mohammad Syarif Al-Huseiny
Akselerasi Vol 3, No 1 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v3i1.3562

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan sumber daya alam yang potensial, didukung dengan keadaan geografisnya. Salah satu sumber daya alam yang ada di Indonesia adalah bambu, merupakan komoditas lokal  masyarakat sejak dulu. Bambu merupakan tanaman yang mudah ditemui di Indonesia. Secara tradisional bambu telah banyak digunakan sebagai bahan bangunan. Penggunaan bambu secara luas adalah untuk keperluan industri baik kertas, kayu lapis, kerajinan, kesenian, dan bahan makanan. Dengan banyaknya manfaat dari bambu yang dapat digunakan, begitupun dengan limbah dari sisa penggunaan bambu. Limbah bisa berupa sisa potongan, daun dan akar, maka  perlu dilakukan pemanfaatan dari limbah bambu tersebut. Penelitian ini memanfaatkan limbah bambu dengan cara dibakar kemudian sisa pembakaran yang berupa abu akan digunakan sebagai bahan campuran beton, yang mana kandungan silika yang merupakan pengikat agregat yang baik terdapat dalam abu bambu. Penelitian ini menggunakan abu arang bambu pada beton dengan persentase 2%,4%,8% dari volume total penggunan agregat halus dan sebagai pembanding digunakan beton normal F’c 20 Mpa dengan pengujian kuat tekan dilakukan pada umur umur 7,14 dan 28 hari. Dimana hasil pengujian kuat tekan menyatakan penambahan abu bambu sangat mempengaruhi kuat tekan  dimana pada persentase 8% abu bambu mengalami over strength dan paling  optimal dalam penelitian ini. Kata Kunci : Abu bambu, beton, kuat tekan.
PEMILIHAN TRASE PENINGKATAN JALAN AKSES SITU RAWA GEDE DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS Wahyu Gendam Prakoso; Heny Purwanti; Budi Arief
Akselerasi Vol 2, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i2.2764

Abstract

AbstrakSalah satu infrastruktur penting dalam pengembangan daerah tujuan wisata ialah ketersediaan jalan dan jembatan. Situ Rawa Situ Rawa Gede terletak di Desa Sirnajaya Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Bogor merupakan salah satu objek tujuan wisata potensial yang memiliki keterbatasan akses jalan dan jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk memilih trase peningkatan jalan akses menuju ke objek wisata Situ Rawa gede sebagai bagian pengembangan desa wisata Sirnajaya. Metode yang digunakan dalam penentuan alternatif trase tersebut adalah importance performance analysis dengan melibatkan aspek teknis, ekonomi, lingkungan dan sosial. Responden terdiri dari unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, Pengurus BUMDES Sinar makmur dan pengunjung Situ Rawa Gede. Importance performance analysis memberikan urutan kriteria terpenting dalam penentuan trase jalan yakni slope maksimum 46,90%, jarak tempuh 20,45%, waktu tempuh 17,05%, dan biaya peningkatan jalan dan jembatan 15,30%. Selanjutnya dengan menggunakan pembobotan kriteria disusun skor penilaian yang digunakan untuk menentukan prioritas alternatif yang dipilih. Alternatif II dipilih sebagai alternatif trase terbaik dari 3 alternatif yang tersedia dengan skor total sebesar 30,9. Kata Kunci : Analytic Heirarchy Process, Importance Performance Analysis, Situ Rawa Gede, trase jalan.
PREFERENSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN SEPEDA MOTOR DI KOTA BANDUNG An An Anisarida; Gary Raya Prima; Syapril Janizar
Akselerasi Vol 2, No 1 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i1.2048

Abstract

Jumlah sepeda motor yang tinggi dapat menimbulkan kemungkinan terjadinya jumlah kecelakaan di Kota Bandung. Semakin tingginya jumlah kecelakaan di Kota Bandung dapat menimbulkan tingkat keselamatan menjadi rendah. Tingkat keselamatan sepeda motor dijalan dapat digambarkan dari indikator yang mempengaruhinya. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan preferensi kemudahan pengunaan sepeda motor pada lalu lintas di Kota Bandung. Preferensi diidentifikasi sebagai salah satu upaya untuk menentukan penggunaan sepeda motor di Kota Bandung. Penilaian studi dilakukan dengan melihat kajian tentang indikator berbagai literatur, RUNK di Indonesia dan Road Safety Kota Bandung. Data pada penelitian ini diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner yang disebarkan kepada 60 responden dan terbagi atas empat bagian, yaitu: 1) profil  responden,  2) kuesioner ukuran harapan, 3) kuesioner ukuran kinerja, dan 4) infor-masi   tambahan. Responden penelitian 26,0% adalah wanita dan sisanya (74 %) adalah pria.  Usia  respon-den  diatas 20 tahun sebesar 87% dan dibawah 20 tahun sebesar 13%. Jumlah responden yang berprofesi sebagi karyawan sebesar 55%, pelajar sebesar 26%, pekerja swasta sebesar 12%, dan wiraswasta sebesar 19%. Hasil analisis melalui metode Importance Performance Analysis mendapatkan semua pertanyaan yang dibuat memiliki tingkat kepentingan dan kemudahan berada pada kuadran ke II. Hal ini memberikan pengertian bahwa aspek berkendara merupakan hal yang penting dan bila dilakukan pembiasaan maka dalam penerapannya akan mudah. Kata Kunci : preferensi, kecelakaan, keselamatan, RUNK, sepeda motor.
Perancanaan Gedung Parkir Motor Dari Konstruksi Baja Dengan Pelat Komposit 3 Lantai Di Universitas Siliwangi Tasikmalaya Empung Empung; Iman Handiman; Nanang Setiawan
Akselerasi Vol 1, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v1i2.1501

Abstract

AbstrakUniversitas Siliwangi (UNSIL) merupakan Perguruan Tinggi Negeri yang ada di kota Tasikmalaya yang memiliki tujuan menjadi kampus hijau. Oleh karena itu perlu dilakukan penataan pada berbagai bidang salah satunya yaitu tempat parkir kendaraan sehingga diperlukan Gedung parkir yang memadai. Struktur bangunan di Indonesia harus didesain tahan terhadap gempa, karena letak Indonesia yang berada digugusan cincin api (ring of fire) mengakibatkan aktivitas kegempaan lebih sering.Dalam tugas akhir ini, penulis melakukan perencanaan elemen-elemen struktur pada bangunan baja untuk gedung parkir 3 lantai agar gedung tersebut mampu mendukung beban-beban yang berkerja termasuk beban gempa. Karena bangunan tersebut dipakai sebagai tempat motor dan gedung parkir Sendiri di gunakan untuk jangka waktu yang lama, bangunan yang dihasilkan juga harus aman kuat dan sesuai dengan peraturan. Tugas akhir ini membahas perencanaan struktur gedung parkir motor menggunakan konstruksi baja. Pengolahan data dianalisis dengan menggunakan program SAP 2000 v.14 untuk perhitungan portal, balok dan kolom.Ruang lingkup bahasan meliputi perencanaan struktur atas yaitu rangka atap gable frame, pelat, balok, kolom, ramp dan struktur bawah yaitu balok sloof dan pondasi. Berdasarkan dari peritungan, dapat disimpulkan bahwa perencanaan gedung parkir motor menggunakan struktur profil baja IWF 400.400.15.15 untuk struktur kolom dan untuk sruktur balok induk  menggunakan Profil Baja IWF 450.175.11.20 dan balok anak IWF 300.150.6,5.9 sedangkan untuk gording digunakan profil baja kanal C 250.125.6.9. Kata Kunci: Baja, Gedung Parkir Motor, Sambungan, Struktur.
EVALUASI PENATAAN TERMINAL ANGKUTAN DARAT PAMEUNGPEUK KABUPATEN GARUT Ida Farida; Raden Teguh Permana Sidik; Athaya Zhafirah
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v3i2.4584

Abstract

Terminal Pameungpeuk merupakan terminal tipe B sebagai prasarana angkutan umum. Seiring bertambahnya wisatawan yang datang ke daerah Garut Selatan maka Kecamatan Pameungpeuk, maka dibutuhkan peningkatan prasarana transportasi khususnya transportasi darat yang memadai.  Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah merencanakan serta mengevaluasi luasan dan fasilitas yang tersedia di terminal Pameungpeuk. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa data kendaraan dan sarana dan prasarana terminal eksisting. Sedangkan data primer meliputi data keluar masuk kendaraan, foto dokumentasi, dan wawancara langsung dengan pengelola terminal. Hasil penelitian didapatkan luas area yang terminal Pameungpeuk 1224,39m² masih kurang apabila disesuaikan dengan kebutuhan sebagai terminal angkutan darat tipe B yaitu paling sedikit harus memiliki luas 16031m². Fasilitas yang harus tersedia di terminal Pameungpeuk perlu  penyesuaian masih sesuai dengan peraturan Undang-Undang Republik Indonesia No.22 Tahun 2009, terkait ruang Parkir AK, Ruang Parkir ADES, Ruang Parkir pribadi, Ruang Service, Pompa Bensin, Sirkulasi Kendaraan, Bengkel, Gudang, Ruang Parkir Cadangan, Sirkulasi Orang, Kios, Ruang Administrasi, Loket, Peron Retribusi, Ruang Informasi, Ruang P3K. Fasilitas di Termial Pameungpeuk perlu diperhatikan penempatan ruang, luasan, dan akses keluar masuk terminal masih perlu dibenahi dengan melakukan penataan agar dapat tertata dan berfungsi sebagaimana mestinya. Kata kunci: Angkutan darat, Fasilitas, Terminal
Pengaruh Filler Mortar Terhadap Campuran Aspal Beton Mochammad Irvan Baiquni; Asep Kurnia Hidayat; Herianto Herianto
Akselerasi Vol 1, No 1 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v1i1.831

Abstract

Mortar dikenal sebagai bahan yang memiliki kuat tekan dan kekakuan tinggi sifat tersebut dapat dimanfaatkan dalam campuran aspal beton. Penggunaan mortar pada campuran ini menambah nilai stabilitas  dari campuran tersebut, sehingga dapat menanggung volume lalu lintas tinggi dan kendaraan berat.Dalam penelitian ini, mortar digunakan sebagai pengganti sebagian filler abu batu pada agregat, sedangkan aspal yang digunakan aspal ESSO Pen 60 / 70. Karakteristik dari aspal dan agregat diperoleh melalui pengujian standar campuran beraspal panas di Indonesia, sedangkan kinerja campuran diperoleh dari pengujian Marshall. Penelitian yang dilakukan merupakan pengujian Marshall yang dilakukan di laboratorium terhadap aspal beton menggunakan aspal  ESSO Pen 60 / 70 dengan 2 % mortar dan kadar aspal yang bervariasi antara 4,5 % - 6,5 %.Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar aspal optimum adalah 6,25 %, nilai stabilitas Marshall sanggup menahan beban lalu - lintas yang besar. Nilai stabilitas Marshall pada kadar aspal optimum pada penggunaan aspal Esso pen 60 / 70 + 2 % mortar dengan kadar aspal 6,25 % didapat 1291 kg. Kata Kunci : Aspal Beton, Filler, Kadar Aspal Optimum, Marshall, Mortar.
ANALISIS KINERJA BIAYA DAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE PADA PROYEK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR LABORATORIUM TRADISIONAL FOOD GMP FACILITY (PAKET 3) R. Muchammad Bagas Wicaksono
Akselerasi Vol 3, No 1 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v3i1.3558

Abstract

AbstrakSuatu proyek tidak hanyadilihat dari segi kualitasnya saja, tetapi keberhasilan suatu proyek dilihat pula dari segi waktu dan biaya. Jika terdapat penyimpangan biaya dan waktu yang sangat signifikan dalam sebuah proyek maka proyek tersebut terindikasi memiliki manajemen proyek yang buruk. Metode earned value concept merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengendalian proyek dengan mengintegrasikan biaya dan waktu. Metode earned value concept digunakan untuk mengetahui kinerja biaya dan waktu pelaksanaan proyek, nilai penyimpangan biaya dan waktu pada akhir proyek sehingga dapat menentukan langkah percepatan penyelesaian proyek. Metode earned value dilakukan dengan menganalisis indikator Budgeted Cost for Work Schedule (BCWS), Actual Cost for Work Performance (ACWP), Budgeted Cost for Work Performance (BCWP), analisis kinerja Schedule Varians (SV), Cost Varians (CV), Schedule Performance Indeks (SPI), Cost Performance Indeks (CPI), analisis perkiraan akhir proyek berupa Estimate To Completion (ETC), Estimate At Completion (EAC), Estimate Date Completion (EDC), serta solusi percepatan penyelesaian proyek dengan crashing program. Dari hasil analisis hingga minggu ke 25 di dapat BCWS = Rp. 49.453.036.706; BCWP = Rp. 48.859.483.000; ACWP = 46.641.888.100, lalu di dapat nilai SV = - Rp. 593.553.706; CV = Rp. 2.217.594.900; SPI = 0,988; CPI = 1,048; ETC = Rp. 30.828.293.597; EAC = Rp. 77.470.181.697; EDC = 303 hari. Solusi percepatan dengan crashing program di dapat biaya akhir penyelesaian proyek = Rp. 77.616.929.459 dan waktu akhir penyelesaian 297 hari. Dengan hasil tersebut maka waktu penyelesaian proyek lebih cepat dari jadwal yang direncanakan dan biaya yang di keluarkan untuk menyelesaikan proyek lebih kecil dari nilai kontrak.Kata Kunci : schedule, cost, estimate, crashing program, percepatan.
ANALISIS CURAH HUJAN PENYEBAB BANJIR BANDANG DI UJUNG BERUNG, BANDUNG Segel Ginting
Akselerasi Vol 2, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i2.2760

Abstract

Banjir bandang di Ujungberung terjadi sebanyak 3 kali selama tahun 2019. Kejadian banjir ini terjadi pada sungai yang sama. Kejadian banjir tersebut disebabkan oleh hujan yang sangat tinggi di hulu sungai yang sudah padat pemukiman. Kejadian hujan yang menyebabkan banjir bandang tersebut memiliki tingkat probabilitas yang sangat tinggi sampai dengan kecil, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis yang telah dilakukan. Kejadian banjir bandang yang pertama disebabkan oleh hujan dengan periode ulang 88 tahun, kejadian banjir bandang ke dua tidak terindetifikasi, dan kejadian banjir bandang ketiga memiliki kala ulang sekitar 25 tahun. Analisis tersebut berdasarkan pada kejadian hujan sesuai dengan durasi hujannya, namun jika dilakukan analisis berdasarkan kejadian hujan harian, maka kejadian banjir bandang pertama disebabkan oleh hujan dengan kala ulang 30 tahunan, kejadian banjir bandang ke dua disebabkan oleh hujan kala ulang 3 tahunan, dan banjir bandang ketiga disebabkan oleh hujan kala ulang 5 tahun. Kata kunci: banjir bandang, analisis frekuensi, lengkung intensitas, banjir di hulu sungai.
ANALISIS KAPASITAS SISTEM HIDROLIS JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH MENGGUNAKAN SOFTWARE WATERCAD V8I (Studi Kasus: PDAM Tirta Galuh Ciamis) Taofik Budiman; Asep Kurnia Hidayat; Pengki Irawan
Akselerasi Vol 2, No 1 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i1.2044

Abstract

PDAM Tirta Galuh Cabang Ciamis merupakan salah satu cabang pelayanan air bersih dari PDAM Tirta Galuh Ciamis. Air bersih menjadi kebutuhan utama bagi manusia yang harus diprioritaskan dan dipenuhi baik di perkotaan maupun di pedesaan. Pertumbuhan penduduk setiap tahun meningkat mengakibatkan permintaan kebutuhan air bersih menjadi bertambah dan juga dapat berpengaruh pada sistem hidrolis jaringan perpipaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proyeksi kebutuhan air bersih sampai dengan tahun 2024 pelanggan PDAM Tirta Galuh Cabang Ciamis, menganalisis kondisi sistem hidrolis jaringan pipa distribusi air bersih tahun 2020 dan 2024 PDAM Tirta Galuh Cabang Ciamis dan menganalisis kehilangan tinggi tekan pada sistem jaringan pipa PDAM Tirta Galuh Cabang Ciamis. Penelitian dilakukan dengan menganalisis proyeksi penduduk, proyeksi kebutuhan air bersih sampai dengan tahun 2024. Analisis jaringan pipa distribusi paa tahun 2020 dan 2024 menggunakan software WaterCAD V8i dengan kondisi tidak permanen (EPS) dan waktu simulasi 24 jam dengan interval 1 jam yang mengacu pada Permenpu No. 18 Tahun 2007. Hasil dari analisis, kebutuhan air jam puncak pada tahun 2024 tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan sejumlah 62880 jiwa. Kebutuhan air bersih tersebut melebihi kapasitas produksi. Hasil akhir simulasi menggunakan software WaterCAD V8i saat kondisi jam puncak pukul 07.00 WIB pada tahun 2020 dan 2024, terdapat 593 buah dan 604 buah pipa dengan kecepatan bermasalah, 171 buah dan 240 buah pipa dengan headloss gradient bermasalah serta 904 buah dan 908 buah junction dengan tekanan bermasalah. Hasil kehilangan tinggi tekan akibat gesekan didapatkan total kehilangan tinggi tekan pada tahun 2020 dan 2024 sebesar 2155,690 m dan 2149,224 m dengan total panjang pipa 159809 m. Kata Kunci: air bersih, jaringan pipa distribusi, WaterCAD V8i, saluran tertutup.