cover
Contact Name
Anggi Septia Nugroho
Contact Email
septianugroho90@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
uml.prodipai@gmail.com
Editorial Address
JALAN Z.A. PAGAR ALAM NO.14, KEDATON, BANDAR LAMPUNG
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Ta'lim
ISSN : 02165198     EISSN : 27759725     DOI : https://doi.org/10.36269/ta'lim.v4i1.618
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Agama Islam ini dimaksudkan untuk menyebarkan hasil-hasil penelitian dosen, penelitian skripsi mahasiswa S1, maupun kajian ilmiah yang memberi kontribusi pada pemahaman, pengembangan teori, dan konsep keilmuan, serta aplikasinya terhadap pendidikan Agama Islam di Indonesia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA PESERTA DIDIK jo hansyah; Arizal Eka Putra; Anggi Septia Nugroho
Ta'lim Volume 1, Nomor 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.3 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.114

Abstract

Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar memiliki peran yang besar dalam dunia pendidikan, misalnya dalam mengembangkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap murid. Demikian pesatnya, maka keberadaan perpustakaan sebagai sumber informasi mutlak diperlukan di sekolah-sekolah. Perpustakaan merupakan salah satu sarana yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan di semua jenjangnya, mulai dari yang paling rendah (Taman Kanak-kanak) sampai yang paling tinggi (Perguruan Tinggi), tidak akan berjalan dengan lancar tanpa dukungan sarana perpustakaan. Hal ini dikarenakan kegiatan pembelajaran tidak bisa dilepaskan dengan buku sebagai sumber informasi, demikian pula sumber informasi yang lain seperti peta, globe, dan sebagainya, yang biasanya tersedia di perpustakaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari lokasi atau lapangan. Alat pengumpul data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun dalam analisisnya menggunakan Langkah-langkah analisis data dalam penelitian kualitatif, yaitu data Reduction, data Display, dan data Conclusion Drawing / Verification. Hasil penelitian ini yaitu upaya yang dilakukan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca peserta didik MA Al-Hikmah Way Halim Bandar Lampung adalah sebagai berikut : 1) Penyediaan bahan pustaka yang dapat memenuhi fungsi perpustakaan; 2) Meningkatkan pelayanan perpustakaan; 3) memperkenalkan dan membimbing mereka agar gemar dan mau baca buku; 4) Bekerja sama dengan guru kelas; 5) memotivasi minat baca peserta didik dengan jalan mengadakan pameran buku; 6) membuat klipping dari koran, majalah, atau buletin; 7) menyusun koleksi buku dengan sistem yang rapih; 8) membuat administrasi peminjaman.
IMPLIKASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM INTENALISASI KARAKTER DI PONDOK PESANTREN khalid ramadhani; kasja eki waluyo
Ta'lim Volume 1, Nomor 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.088 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.115

Abstract

Seluruh elemen mengakui bahwa pendidikan karakter dalam era milenial serba digital ini sangat penting dan relevan untuk diaplikasikan diseluruh jenjang pendidikan untuk mengatasi dekadensi moral yang mewabah di nusantara ini. Krisis tersebut antara lain menururunnya sopan santun anak-anak dan remaja kepada orang yang lebih tua, siswa berani melawan guru di sekolah, pergaulan bebas (free sex), meningkatnya kejahatan terhadap teman sejawat, menyebarnya prilaku konsumtif narkoba dan menonton film pornografi dan sering kita jumpai masalah-masalah social yang terjadi pada anak-anak usia sekolah baik di perkotaan ataupun di pedesaan sekalipun, hal tersebut belum dapat diatasi secara menyeluruh. Oleh karena itu di sini membentuk karakter anak sangatlah penting. Terutama peran guru di sekolah/pondok pesantren untuk mencetak generasi berkarakter dalam kehidupan masyarakat. Semakin banyak generasi berkaraker niscaya kebangkitan suatu bangsa dari kemerosotan akan tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa besar peranan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di pondok pesantren Nihayatul Amal dalam upaya untuk menanamkan dan membentuk karakter-karakter sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang dilakukan oleh para santri dan santriwati dalam kegiatan sehari – hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan yaitu metode studi kasus. Penelitin ini dilakukan dengan subyek penelitian santri dan santriwati Pondok Pesantren Nihayatul Amal Rawa Merta Karawang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, catatan lapangan, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini peneliti berharap agar dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi semua pihak-pihak yang terkait, terutama pihak pondok pesantren dalam rangka menanamkan dan membentuk karakter santri sesuai dengan karakter bangsa Indonesia dan khususya sesuai dengan ajaran agama Islam sehingga dapat bermanfaat juga bagi sekolah/pondok pesantren lain pada umumnya.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK MENGGUNANAKAN METODE TALKING STICK ahmad luviadi; nur hikmah; khoi roni
Ta'lim Volume 1, Nomor 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.919 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.116

Abstract

Membahas masalah pendidikan tak ubahnya membicarakan generasi mendatang yang memerlukan kepedulian para pendidik. Jika demikian untuk mewujudkan manusia yang terdidik dan paripurna, diperlukan adanya usaha dan upaya yang serius agar tujuan pendidikan dapat terwujud, apalagi jika yang diajarkan menyangkut Akhlak. Secara sederhana untuk melihat sejauh mana keberhasilan proses belajar mengajar adalah dengan melihat hasil belajar peserta didik. Pendidik telah berupaya melakukan strategi dalam mengajar, namun hasil belajar masih terlihat rendah. Melihat kondisi tersebut, peneliti ingin menawarkan suatu metode inovatif yang diharapkan mampu membantu meningkatkan hasil belajar, yaitu MetodeTalking Stick. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan MetodeTalking Stick dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini menggunakan Action Research atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penerapan MetodeTalking Stickdapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kesimpulan ini dapat dilihat dari rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada setiap siklusnya. Padapra siklus masih terdapat 8 siswa yang belum tuntas dari 19 siswa dan siswi. Artinya nilai ketuntasannya masih 42,1% dan yang belum tuntas 57,9%.Pada siklus I masih terdapat 5 siswa yang belum tuntas dari 19 siswa dan siswi. Artinya nilai ketuntasannya masih 73,7% dan yang belum tuntas 26,3%. Pada siklus ke II dengan lebih fokus dalam menggunakan MetodeTalking Stick seluruh peserta didik mengalami ketuntasan 90%. Nilai ketuntasan ini dilihat dari batas minimal KKM75%
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF ISLAM muhammad sholihin
Ta'lim Volume 1, Nomor 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.041 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.117

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk menuangkan konsep pendidikan karakter dalam perspektif Islam. Dalam Implementasinya dilapangan banyak lembaga pendidikan yang menerapkan konsep pendidikan karakter lepas dari nilai-nilai pendidikan Islam. padahal implementasi pendidikan karakter harus sejalan nilai-nilai pendidikan Islam. Dalam tujuan pendidikan Islam lebih mengedepankan perubahan akhlak dalam proses pembelajaran. Artinya hal ini juga sejalan dengan nilai-yanag tertuang didalam tujuan pendidikan Nasional. Banyak ungkapan – ungkapan yang dirumuskan dalam konsep pendidkan karakter juga ditemukan dalam teks al Qur’an, hal ini menunjukan bahwa tidak ada kontradiksi didalam konsep pendidikan karakter dengan konsep pendidikan Islam. hal ini yang perlu dipahamkan kepada masyarakat bahwa islam merupakan agama yang santun, agama yang luhur, yang mengedepankan nilai-nilai jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan dan nasionalisme, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social, dan tanggungjawab. Untuk dapat menimplemantasikan pendidikan karakter perlu dipahami sebuah kaidah’ Konsep Pendidikan karakter dan konsep pendidikan Islam bukanlah sesuatu yang harus di bandingkan, apalagi dipertentangkan, namun harus dilaksanakan dan diimplementasikan
Dekonstruksi Paradigma Pendidikan (Mengafirmasi Pendidikan Berbasis Multikulturalisme) muslim basyar
Ta'lim Volume 1, Nomor 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.478 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.118

Abstract

Tulisan ini secara umum akan membahas ihwal disparitas antara “keagungan” teori pendidikan (das sollen) dengan prakteknya secara nyata (das sein). Tujuan yang ingin diperoleh adalah untuk melihat sejauh mana pendidikan (agama) mampu membentuk manusia menjadi pribadi yang dewasa, sehingga bisa menurunkan tensi kesenjangan sosial yang saat ini kian menganga. Metode dan pendekatan yang dilakukan adalah analisis data dan dokumen berupa literatur akademik (studi pustaka). Dari hasil analisa menunjukkan bahwa praktek dalam dunia pendidikan (agama) kita belum mampu menjadikan pendidik dan peserta didik sebagai relasi yang setara, bersama-sama menjadi subjek; bukan sebagai patron-klien. Wajar, jika out put yang dihasilkan dari “ruang kelas” malah menjadi bagian dari praktek kekerasan dan ketidakadilan; yang kini kian jadi momok di negeri ini.
IKHLAS DALAM AL-QURAN dedi junaedi; sahliah lia
Ta'lim Volume 1, Nomor 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.842 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.119

Abstract

Ikhlas merupakan hal yang sangat peting karena keimanan dan amal shaleh akan diterimah oleh Allah swt apabila perbuatan itu benar dengan murni karena Allah tidak tercampur dengan hal apapun. Terkadang ada manusia yang melakukan perbuatan bukan karena Allah swt. tetapi ada maksud yang yang lain. Inilah yang ditakutkan amalnya akan sia-sia bahkan tidak diterima oleh Allah swt. Mengetahui makna ikhlas dalam al Quran sangat penting karena syarat masuk surga adalah melakukan keimanan dan amal shaleh harus ikhlas karena Allah dan mengharakan ridha hanya Allah semata-mata. Manusia dalam pandangan Islam untuk beribadah dan menjadi khalifah apabila tidak dilandasakan niatnya untuk Allah maka akan tertolak. Perbuatan ikhlas sangat penting untuk diteliti bagaiman al Quran memandang tetang ikhlas supaya amal kita diterima oleh Allah swt dan mendapatkan balasan yaitu surga Allah swt.
KOLABORASI ORANG TUA DAN GURU PAI DALAM MEMBENTUK AKHLAK PESERTA DIDIK Anggi Septia Nugroho; Ewin Iskandar; Agung M; Iqbal Iqbal
Ta'lim Vol 1, Nomor 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.073 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.80

Abstract

Keluarga dan sekolah merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan, sebab baikburuknya akhlak siswa di sekolah bergantung pula kepada pola pendidikan siswa tersebut dirumah oleh orang tua mereka. Guru bertugas menanamkan akhlak yang baik kepada siswanyasedangkan orang tua melakukan pembinaan dan pengawasan lanjut terkait perilaku anakanaknyadi rumah.Perumusan masalah dalam penulisan ini yaitu : Bagaimana bentuk kerja sama antaraOrang tua & Guru PAI dalam membentuk Akhlak Siswa di MIN 8 Bandar Lampung. Tujuanpenulisan ini adalah untuk mengetahui Bagaimana bentuk kerja sama antara Orang tua &Guru PAI dalam membentuk Akhlak Siswa di MIN 8 Bandar Lampung. Penulisan ini merupakan penulisan kualitatif deskriptif yang mana instrumen kunciadalah penulis itu sendiri. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancaradan Dokumentasi. Analisis data yang digunakan oleh penulis adalah reduksi data, displaydata dan penarikan kesimpulan. Hasil penulisan menunjukkan bahwa bentuk kerja sama antara orang tua dan guru diMIN 8 Bandar Lampung yaitu : 1) Mengadakan pertemuan dengan orang tua pada haripenerimaan siswa baru. 2) Mengadakan surat menyurat. 3) Melakukan komunikasi dua arahmelalui telephone. 4) Memberikan penugasan (PR). 5) Memberikan buku penghubung siswa.6) Melakukan kunjungan orang tua ke sekolah. 7) Memberikan raport hasil belajar siswa.Sedangkan usaha dan strategi antara orang tua dan guru dalam membentuk akhlak siswaadalah dengan melakukan pembiasaan keteladanan dan kedisiplinan.
KORELASI ANTARA PENGAMALAN IBADAH SHALAT DENGAN AKHLAK SISWA Mardiana Mardiana; Wiwik Haryani; Basri Nurin
Ta'lim Vol 1, Nomor 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.502 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.81

Abstract

Ibadah shalat yang dilaksanakan seorang muslim mulai dari takbir sampai salam. Salah satu pengamalan dari ibadah adalah shalat lima waktu sehari semalam. Pada saat anak telah mencapai usia baligh telah wajib menunaikan shalat lima waktu sehari semalam. Dalam shalat terkandung ajaran mengenai akhlakul karimah, dimana shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Berkaitan dengan masalah pengamalan ibadah shalat dan kaitannya dengan akhlak siswa, maka penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang “ Korelasi Antara Pengamalan Ibadah Shalat Dengan Akhlak Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada korelasi antara pengamalan ibadah shalat dengan akhlak siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Kegunaan penelitian ini adalah dengan mempelajari korelasi antara pengamalan ibadah shalat dengan akhlak Siswa  terhadap kehidupan sehari – hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2017 / 2018 berjumlah 144 siswa terdiri dari 46 siswa laki – laki, 98 siswa perempuan dan di ambil sampel sebanyak 40% atau 58 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner atau angket sebagai data pendukung. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif pengamalan ibadah shalat dengan akhlak siswa tahun pelajaran 2017 / 2018, hal ini di buktikan dari koefisien diterminisasi sebesar 94% dengan kata lain bahwa akhlak siswa ada korelasi dengan pengamalan ibadah shalat, dengan adanya pembinaan secara rutin yang dilakukan oleh guru disekolah maupun orang tua dirumahnnya.
MENINGKATKAN PENGAMALAN IBADAH SHALAT DENGAN METODE DEMONSTRASI Khorini Khorini; Ajeng Amalia; Yurnalis Etek
Ta'lim Vol 1, Nomor 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.196 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.82

Abstract

Ibadah shalat merupakan dasar dan tiang agama yang menghubungkan antara seorang hamba dengan rabbnya. Shalat merupakan kewajiban dan juga sudah menjadi kebutuhan bagi seorang muslim. Salah satu usaha untuk meningkatkan pengamalan ibadah shalat adalah dengan menerapkan metode yang praktis dan mudah dipahami yaitu dengan metode demonstrasi. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan melalui 2 siklus dengan setiap siklus tahapannya adalah perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui metode dokumentasi, metode observasi dan metode tes. Indikator kinerja penelitian berupa tercapainya target pengamalan ibadah shalat. Perolehan nilai peserta didik pada masing-masing siklus di atas menunjukkan adanya peningkatan persentase yang signifikan di tiap-tiap siklusnya. Peserta didik yang semula pada siklus I ada 15 peserta didik yang sempurna mengerjakan shalat lima waktu dengan kriteria benar gerakan dan hafal bacaan berjumlah 15 orang (39,47%), yang hampir sempurna melaksanakan shalat lima waktu berjumlah 10 orang (26,31%), yang kurang sempurna melaksanakan ibadah shalat lima waktu berjumlah 10 orang (26,31%), yang tidak sempurna melaksanakan shalat lima waktu berjumlah 3 orang (7,91%). Setelah diadakan perbaikan pada siklus II, persentase pelaksanaan ibadah shalat menjadi meningkat, peserta didik yang sempurna mengerjakan shalat lima waktu berjumlah 35 orang (92,10%), yang hampir sempurna melaksanakan shalat lima waktu berjumlah 3 orang (7,90%), dan sudah tidak ada lagi peserta didik yang kurang atau bahkan tidak sempurna melakukan shalat, berarti bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan pengamalan ibadah shalat peserta didik dalam pembelajaran PAI materi pokok shalat.
AKHLAQ HUMOR DALAM PENDIDIKAN ISLAM Khalid Ramdhani
Ta'lim Vol 1, Nomor 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.67 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.83

Abstract

Tidak diragukan lagi bahwa humor itu ada dalam khasanah agama islam. Kisah Nabi dan para sahabatnya menunjukan bahwa humor dan anekdot itu ada, yang secara eksplisit muncul dalam konteks al-Quran dan hadits. Islam tidak pernah melarang tertawa, bahkan berusaha mengelola dan membatasi tertawa sebagai sebuah bentuk kebahagiaan saja, bukan keterlenaan terhadap kenikmatan duniawi. Sebagai hayawanu nathiq, manusia diciptakan Allah untuk hidup saling bergantung antara satu dengan lainnya (simbiosis mutualisme) mereka tidak bisa hidup sendiri ditengah kehidupan sosialnya yang beraneka negara, suku, daerah, adat istiadat, bahasa, budaya, tradisi dan agama. Terlebih lagi jika membahas kedalam jati diri manusia yang berbeda-beda watak dan karakternya, meski anak kembar identic sekalipun pasti memiliki perbedaan yang signifikan. Diantara mereka ada yang cenderung ceria, murah senyum, suka bercanda gurau dan banyak tertawa (easy going), ada pula yang lebih cenderung introvert asyik dengan dunianya sendiri, tampak serius, bahkan mudah tersinggung dan sering marah, jarang sekali terlihat bercanda dalam raut wajahnya. Banyak orang menganggap humor hanya sebatas candaan atau guyonan biasa, namun tidak sedikit juga orang-orang yang menyukainya bahkan menggunakannya dalam perbincangan atau diskusi bertema berat ataupun ringan. Karena humor secara esesnsial mampu mendatangkan sensasi menyenangkan dalam hati dengan senyum dan tawa. Nabi Muhammad Saw sang khatamun nabi pun pernah bersenda gurau dengan keluarga dan para sahabatnya. Namun ia memberikan batasan dalam setiap hal karena segala sesuatu jika berlebihan tidak baik. Rasulullah mengatakan dalam hadistnya “Janganlah kamu banyak tertawa karena itu dapat mematikan hati”. (HR Tirmidzi). Dalam hal ini, tampak Islam melarang seseorang untuk banyak tertawa, akan tetapi bukan berarti melarang seseorang untuk tertawa secara mutlak karena tertawa dalam bentuk humor candaan adaalah salah satu fitrah manusia, namun tertawa yang berlebihan apalagi mengandung celaan, hinaan atau penistaan dalam sudut apapun tidak dianjurkan dalam Islam. Artikel ini mencoba membahas tertawa, lelucon dan humor dalam sudut pandang Islam.