cover
Contact Name
Tulus Burhannudin Sitorus
Contact Email
jurnaldinamis@gmail.com
Phone
+6281361719718
Journal Mail Official
jurnaldinamis@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Engineering, University of Sumatera Utara J17 Building 3rd Floor Mechanical Engineering Department Jl. Almameter Kampus USU Medan Telp.061-8213250, Fax 061-8213250
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Dinamis
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : 02167492     EISSN : 28093410     DOI : https://doi.org/10.32734/dinamis
Focus and Scope Dinamis Journal is a national electronic journal as a means to publish scientific works in Mechanical engineering and other relevant fields. This journal has strengths and focuses on the sub-fields of energy conversion, structural materials and materials engineering, production processes, and maintenance systems which are all part of mechanical engineering science. This journal is managed by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University of Sumatera Utara. Scientific works published in the Dinamis Journal are the results of research, both experimental, literature reviews, and simulations and contribute significantly to the development of science and technology. The Dinamis Journal publishes scientific papers in the field of Mechanical engineering related to the following fields of study: Experimental and Computational Mechanical Systems Solar Energy Fuel Cell Noise and Vibration Alloy and Processing
Articles 203 Documents
ANALISIS NUMERIK ANALISIS NUMERIK TERHADAP SAMBUNGAN PROTOTIPE PENGGANTI TULANG PANGGUL PATAH PADA MANUSIA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK SOLIDWORKS: TERHADAP SAMBUNGAN PROTOTIPE PENGGANTI TULANG PANGGUL PATAH PADA MANUSIA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK SOLIDWORKS Muhammad Yusuf Rahmansyah Siahaan Yusuf Siahaan; Rakhmad Arief Siregar
DINAMIS Vol. 10 No. 1 (2022): DINAMIS
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dinamis.v10i1.8974

Abstract

Implan panggul membutuhkan bentuk geometris yang kompleks untuk merekonstruksi area cacat tulang yang tidak biasa, serta kekuatan mekanik yang tinggi untuk menahan beban tekan yang tinggi. Desain fiksasi penting pada implan panggul, mengingat bahwa fiksasi mengamankan implan panggul ke tulang yang tersisa, sementara juga menanggung sejumlah besar beban yang ditempatkan pada tulang. dalam penelitian ini, klasifikasi model sambungan dirancang untuk meningkatkan stabilitas mekanis implan panggul dan menganalisis sambungan protptipe panggul menggunakan simulasi solidworks. Dengan mengklasifikasikan suatu model sambungan. simulasi yang dilakukan dan distribusi tegangan antara daerah tegangan yang tinggi diamati daerah sambungan pada tulang panggul bagian pubis.
ANALISIS ENGINE TIDAK BISA RUNNING PADA UNIT DUMP TRUCK HOWO 371 Hendro Purwono; Rasma Rasma; riki_ftumj Effendi; Hardin Hardin
DINAMIS Vol. 10 No. 1 (2022): DINAMIS
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dinamis.v10i1.8993

Abstract

Dump Truck Howo 371 adalah salah satu alat berat yang digunakan dalam pertambangan bauksit yang memiliki fungsi sebagai pengangkut material bauksit dari penambangan menuju washing. Oleh karena adanya beberapa faktor mengakibatkan timbulnya masalah pada engine yang tidak bisa running pada saat di starting. Hal ini disebabkan oleh adanya indikasi penyumbatan pada saringan bahan bakar, pemisah air, dan nipple. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa penyebab engine tidak bisa running dengan cara melakukan pengumpulan data primer atau informasi yang baru dan terkait dengan kondisi kenyataan yang berada dilapangan dan beberapa data sekunder sebagai pendukung. Penelitian yang dilakukan menggunakan prosedur untuk menemukan dan memecahkan permasalahan yang ada di lapangan agar unit dapat dilakukan perbaikan dengan tepat dan benar. Dalam melakukian prosedur tersebut penelitian menggunakan 8 step troubleshooting. Pengecekan gejala timbulnya masalah dengan melihat troubleshooting chart. Setelah melalui serangkaian proses ditemukan penyebab terjadinya engine tidak bisa running adalah karena adanya penyumbatan pada fuel filter, water separator, dan nipple pada unit Howo 371. Untuk langkah pencegahan maka perlu dilakukan perawatan berkala terhadap unit dengan aturan yang sudah ditentukan oleh perusahaan atau fabrikasi.
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TIPE MONOCRYSTALLINE DENGAN MEMANFAATKAN ATAP GEDUNG SEBAGAI MEDIA PEMANTUL PANAS MATAHARI Eko Julianto; Ahmad Yunus Nasution; Ripandu Sasmeidy; Fuazen; Eko Sarwono; Doddy Irawan
DINAMIS Vol. 10 No. 1 (2022): DINAMIS
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dinamis.v10i1.9021

Abstract

Pada umumnya pemasangan panel surya berada di bagian paling atas (rooftop) dari sebuah bangunan atau gedung, yang permukaannya datar dan tidak ditutupi oleh langit-langit, sehingga pancaran sinar matahari tidak terhalangi. Dikawasan perkotaan khususnya di Kalimantan Barat, sebagian besar ruangnya dipenuhi dengan bangunan-bangunan besar, sehingga memiliki potensi untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Desain pembangkit tenaga surya ini menggunakan empat bagian utama, bagian pertama yaitu solar panel Monocrystalline 110 wp untuk sumber utama dari energi matahari menjadi tegangan awal DC, bagian kedua yaitu charger controller sebagai pengatur arus dari panel pada battery atau penyimpanan daya dan ke beban yang dihasilkan dari solar panel tersebut, bagian ketiga yaitu inverter salah satu pengubah tegangan DC ke AC, serta bagian ke keempat yaitu beban untuk penerangan (lampu LED). Dari pengujian pada skripsi ini, penggunaan panel surya belum cukup efisien dan menghasilkan daya rata-rata pada cuaca cerah sebesar 75,03 Watt, sedangkan pada cuaca berawan sebesar 46,3 Watt. Dari segi ekonomis untuk menggantikan PLN.
ANALISA DESAIN KOMPOR BIOMASSA BERBAHAN BAKAR TEMPURUNG KELAPA MENGGUNAKAN ANSYS Ahmad Yunus Nasution; Fernando Hiro; Louis Tarigan
DINAMIS Vol. 10 No. 1 (2022): DINAMIS
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dinamis.v10i1.9072

Abstract

Bahan bakar konvensional seperti minyak tanah dan gas yang terus meningkat harganya akan menyebabkan banyak penduduk mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan energi keluarga mereka sehari hari karena keterbatasan ekonomi. Pemanfaatan limbah biomasa sebagai sumber bahan bakar disebabkan karena limbah tersebut mempunyai kandungan energi yang cukup signifikan. Keuntungan dari Kompor biomassa ini adalah menggunakan bahan bakar tempurung kelapa, sehingga dapat mengurangi limbah tempurung kelapa yang banyak tidak dimanfaatkan. Selain itu, kinerja alat kompor biomassa sudah cukup baik dibanding kompor konvensional. Pada penelitian ini dilakukan analisa menggunakan Ansya software untuk mengetahui laju aliran massa yang terjadi pada kompor biomassa. Dari spesifikasi kompor biomassa dimana D = 40 cm, T = 50 cm, diperoleh volume V = 62,4m3, dan energi yang diperoleh dari analisa Ansys adalah 34 KJ.
STUDI EKSPERIMENTAL KEBISINGAN PADA KAMPAS REM SEPEDA MOTOR YANG TERBUAT DARI MATERIAL KOMPOSIT HAZELNUT, PINEAPPLE, ALUMINIUM Rizky Ramadhan; Dr.Ing.Ir. Ikhwansyah Isranuri
DINAMIS Vol. 10 No. 1 (2022): DINAMIS
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dinamis.v10i1.9085

Abstract

Kampas rem merupakan bantalan yang berfungsi untuk menghentikan laju kendaraan yang terdapat pada bagian sistem pengereman, dan menimbulkan kebisingan pada saaat pengereman. Maka dari itu perlu dilakukan kajian tentang kebisingan pada kampas rem dengan metode eksperimental. Kebisingan kampas rem diukur menggunakan alat SLM (Sound Level Meter) untuk mendapatkan nilai kebisingan pada kampas rem HPA dan AHM sebagai perbandingan kebisingan. Kampas rem komposit HPA (Hazelnut, Pineapple, Aluminium) menggunakan komposisi bahan kemiri 61%, serat daun nanas 0,8%, aluminium 8,2%, dan poliuretan yaitu polyiscocyanate 20% dan polyol 20%. Dari hasil eksperimental kebisingan tertinggi kampas rem HPA beban 500 gram terjadi pada putaran 900 rpm jarak pengukuran 5 cm sumbu Z dengan nilai 78,5 dB. Kebisingan tertinggi kampas rem HPA beban 750 terjadi pada putaran 900 rpm pada jarak 5 cm di sumbu Z dengan nilai 78,8 dB. Nilai kebisingan tertinggi pada kampas rem AHM beban 500 gram terjadi pada putaran 900 rpm pada jarak pengukuran 5 cm di sumbu Y- dengan nilai 80,1 dB. Serta nilai kebisingan tertinggi beban 750 gram terjadi pada putaran 900 rpm pada jarak pengukuran 5 cm di sumbu Y- dengan nilai 81,3 dB. Dari data kebisingan tersebut dapat disimpulkan bahwa kebisingan yang dihasilkan pada kampas rem HPA lebih baik dibandingkan dengan kebisingan yang dihasilkan pada kampas rem AHM.
STUDI EKSPERIMENTAL SOLAR COLD ENERGY STORAGE DENGAN PENAMBAHAN PCM DAN TANPA PCM Calvin; Samar; Himsar Ambarita
DINAMIS Vol. 10 No. 1 (2022): DINAMIS
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dinamis.v10i1.9086

Abstract

Peningkatan efisiensi energi dan kondisi kenyamanan di dalam gedung lingkungan semakin dibutuhkan. Oleh karena itu, bahan perubahan fasa (PCM) dikhususkan untuk mengurangi konsumsi energi bangunan. Penelitian ini adalah eksprerimen dengan sistem kerja CES bertenaga surya yang berdimensi 740 mm x 410 mm x 310 mm yang digunakan untuk menyuplai udara dinginnya ke ruangan berdimensi 4,8 m × 3,7 m × 3,3 m. Komponen utama dari sistem pendingin CES terdiri dari gabungan sistem termoelektrik dan PCM yang diaplikasikan secara aktif. Dalam aplikasi aktif, konveksi paksa merupakan mekanisme perpindahan panas yang dominan antara PCM dan udara dalam CES dimana diperlukan beberapa perangkat listrik tambahan. Pada pengujian ini didapat hasil CES tanpa PCM, di hari pertama dan kedua memiliki perbedaan temperatur outlet untuk ruangan dan temperatur inlet dari ruangan yang hampir sama dengan rata-rata sebesar 1,43℃ dan 1,5. Sedangkan CES dengan PCM pada hari pertama dan kedua dengan rata-rata sebesar 7,36℃ dan 3,85℃. Untuk nilai COP didapat CES tanpa PCM di hari pertama dan kedua memiliki nilai rata-rata sebesar 0,25. Sedangkan nilai COP CES dengan PCM di hari pertama dan kedua sebesar 0,39 dan 0,33.
PERANCANGAN DAN KONSTRUKSI INSTALASI AIR MINUM DARI KAPASITAS 500 LPS MENJADI 900 LPS DI PDAM TIRTANADI CEMARA Alfian Hamsi; Muhammad Taufik
DINAMIS Vol. 10 No. 1 (2022): DINAMIS
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dinamis.v10i1.9087

Abstract

Instalasi air minum adalah Jaringan atau sistem pendistribusian air minum dari sumber air melalui komponen penyalur dan penyambungnya untuk pemenuhan kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari. Perancangan ini dilakukan untuk penambahan kapasitas air minum di PDAM Tirtanadi Cemara dari 500 lps menjadi 900 lps dengan menggunakan perhitungan analitik metode Hazen William. Adapun parameter perancangannya yaitu diameter pipa outlet ke jaringan distribusi, kapasitas reservoir, dan kapasitas pompa yang digunakan. Pada hasil perhitungan didapatkan diameter Pipa outlet ke IPA Martubung adalah 0,8 m, jalur Pancing 0,5 m, dan jalur Karakatau 0,5 m. Untuk Kapasitas Reservoir yang dibutuhkan adalah 4536 dengan diameter 16 m dan tinggi 12,5 m. Pada distribusi air minum ke IPA Martubung dibutuhkan 3 unit Pompa Booster dengan masing-masing kapasitas 300 KW, jalur pancing dibutuhkan 1 unit Pompa Booster dengan kapasitas 240 KW, dan jalur Karakatau dibutuhkan 1 unit Pompa Booster dengan kapasitas 225 KW, dan 1 unit Pompa Booster cadangan dengan kapasitas 240 KW. Hasil Simulasi menggunakan aplikasi Epanet berupa: Pressure dengan nilai maksimum = 1,37257952 Bar, nilai minimum = 0 Bar, dan Rata-rata = 0,836440156 Bar. Velocity dengan nilai maksimum = 1,0 m/s, nilai minimum = 0 m/s, dan Rata-rata = 0,632926829 m/s. Headloss dengan nilai maksimum = 26,03 m/km, nilai minimum = 0 m/km, dan Rata-rata = 2,939268293 m/km.
PENGARUH MASUKAN PANAS TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN DAN KETANGGUHAN PADA PENGELASAN SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW) DARI PIPA BAJA DIAMETER 2,5 INCHI Mizhar, Susri; Pandiangan, Hamonangan
DINAMIS Vol. 2 No. 1 (2014): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1931.218 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v2i1.6978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus pengelasan terhadap ketangguhan, kekerasan dan struktur mikro las pada pengelasan SMAW dengan elektroda E7016. Bahan pipa baja karbon rendah dengan diameter 2,5 inchi dan ketebalan 12 mm dilas dengan variasi arus 100 Amper,110A dan 120 Amper dengan menggunakan las SMAW DC polaritas terbalik dengan elektroda E7016 diameter 3,2 mm dan menggunakan kampuh V tunggal dengan sudut 600. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketangguhan impak tertinggi diperoleh pada arus 120 Amper dengan nilai 1,6 Joule/mm2 . Hal ini karena masukan panas yang tinggi, maka laju pendinginan setelah pengelasan akan menjadi lebih lambat, sehingga struktur ferrite acicular yang terbentuk akan lebih banyak.
PENGARUH PENAMBAHAN CU DAN SOLUTION TREATMENT TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO PADA ALUMINIUM PADUAN A356
DINAMIS Vol. 2 No. 1 (2014): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.252 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v2i1.6980

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahkan Cu dan Solution Treatment pada paduan A356 terhadap struktur mikro dan kekerasan pada hasil coran kepala silinder (head cylinder) sepeda motor 2 Tak yang dicor dengan metode lost foam casting (LFC). Aluminium paduan A356 sebelum dan sesudah penambahan Cu dilebur menggunakan dapur krusibel dan selanjutnya dituangkan kedalam pola styrofoam. Proses perlakuan panas solution treatment T-6 diterapkan dengan memanaskan hasil coran prototipe head cylinder pada temperatur 540 C dengan waktu tahan selama 4 jam dan selanjutnya dilakukan quenching kedalam media pendingin air hangat pada temperatur 70 C. Proses Age Hardening dilakukan dengan memanaskan kembali coran pada temperatur 170 C selama 2 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Cu sebesar 3% pada paduan A356 meningkatkan nilai kekerasan benda cor baik pada bagian sirip maupun pada bagian alas dari hasil coran head cylinder. Perlakuan panas solution treatment pada benda hasil coran sebelum dan setelah penambahan Cu memberikan peningkatan nilai kekerasan benda cor. Dari hasil pengamatan stuktur mikro menunjukkan terjadi perubahan struktur mikro pada hasil coran paduan A356 setelah proses solution treatment pada paduan A356 baik sebelum dan sesudah penambahan Cu.
PENGARUH POSISI ANTENA TERHADAP SINYAL GELOMBANG ANTENA YAGI ALUMUNIUM Lubis, A. Zulkifli
DINAMIS Vol. 2 No. 1 (2014): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1770.856 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v2i1.7122

Abstract

Antena adalah suatu alat yang digunakan untuk memancarkan gelombang elektromagnetik atau menerima gelombang elektromagnetik.Provider layanan 3G (Third Generation) dengan keterbatasan jaringan yang dicakupnya menjadikan kebutuhan akan penguatan perolehan sinyal sangat besar. Antena Yagi adalah salah satu pilihan penguatan perolehan sinyal.Antena Yagi memiliki komponen utama yaitu sebuah Driven element yang merupakan dipole aktif dan sebuah Element yang berfungsi untuk memantulkan pancaran dari Driven element. Pada paperini membahas tentang rancang bangun antena Yagi 2,1GHz untuk memperkuat penerimaan sinyal 3G.Tujuan pembuatan Antena ini ditujukan untuk menjadi media bantu dalam memperkuat penerimaan sinyal 3G demi memaksimalkan perolehan sinyal dan koneksi. Adapun Methode parameter antena diuji sebagai titik ukur kemampuan antena, Setelah pengujian dan analisa data diperoleh bahwa parameter yang diuji berupa pola radiasi, beamwidth, gain dan transfer data.Pertama kali yang akan diukur adalah level sinyal maksimum yang diperoleh tanpa menggunakan antena Yagi. Pengukuran antena dilakukan pada dua tempat yang berbeda.Jarak pertama antara tempat pengukuran dengan BTS ±5,57km dan yang kedua ±5,75 km.

Page 1 of 21 | Total Record : 203