cover
Contact Name
Sutriyono
Contact Email
sutriyono0775@gmail.com
Phone
+6285785692168
Journal Mail Official
inteleksia.stidalhadid@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak no. 80 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inteleksia: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah
ISSN : 26861178     EISSN : 26863367     DOI : 10.55372
Inteleksia JPID adalah transformasi dari Jurnal Kajian dan Pengembangan Manajemen Dakwah (JKPMD) yang telah diterbitkan oleh STID Al-Hadid sejak tahun 2011 dengan nomor ISSN 2088-639X. Transformasi tersebut dilakukan seiring dengan perkembangan STID Al-Hadid, yang awalnya hanya mengelola satu prodi yaitu Manajemen Dakwah, kini bertambah dua prodi baru yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam dan  Pengembangan Masyarakat Islam. Sehingga tuntutan kajian dan publikasi ilmiah STID Al-Hadid semakin meluas mencakup ketiga sub bidang ilmu dakwah. Nama Inteleksia diambil dari kata intelektual, yang berarti  kecerdasan, pemikiran, dan rasionalitas. Sedangkan Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah menunjukkan fokus dan lingkup studi yang dikaji yaitu pengembangan ilmu-ilmu dakwah. Diharapkan dengan nama tersebut dapat menjadi ciri dan identitas jurnal yang dikelola STID Al-Hadid, sebagai jurnal ilmu dakwah berbasis pemikiran Islam Rasional Kebangsaan.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2020)" : 8 Documents clear
PESAN DAKWAH DAN GAYA BAHASA PADA LIRIK LAGU "SEBUJUR BANGKAI" RHOMA IRAMA Mega Cynthia
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.573 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v2i1.62

Abstract

Salah satu cara penyampaian pesan dakwah adalah melalui lagu. Lagu bersifat mudah dipahami dan menghibur sehingga lebih melekat bagi mad’uw. Hal tersebut didukung penggunaan gaya bahasa yang tepat pada liriknya. Dewasa ini mulai banyak dai yang menggunakan lagu sebagai metode dakwahnya. Namun tidak semua menggunakan gaya bahasa yang tepat, akibatnya pesan dakwahnya hanya sepintas lalu pada benak mad’uw. Salah satu lagu sarat pesan dakwah adalah “Sebujur Bangkai” yang diciptakan Rhoma Irama. Lirik yang bergenre musik dangdut itu sampai dengan saat ini sudah didengar sebanyak 15.475.050 kali di kanal Youtube label musik Falcon. Sangat jarang dijumpai lagu bergenre dangdut namun kuat nilai-nilai agamanya hingga diterima kalangan luas dan bertahan lintas generasi. Untuk itu lagu tersebut menarik dikaji dari sudut pandang dakwah. Adapun fokus tujuan pada kajian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dan pesan dakwah yang digunakan pada lagu tersebut. Studi ini menggunakan metode analisis teks. Pada lirik lagu tersebut terdapat penggunaan gaya bahasa yang bervariasi mulai dari asonansi, aliterasi, personifikasi, eufemisme, disfemisme, perifrasa, metafora, satire, sinekdoke pars pro toto, hiperbol, dan polisindenton. Lalu adanya penggunaan pesan dakwah tarhib dan indzar, tadzkir dan tanbih, dan taklim dan tarbiyah qoshos dan riwayar pada lirik lagu.
PRODUK JASA LEMBAGA DAARUL QURAN TRAVEL HAJI DAN UMRAH PERSPEKTIF PEMASARAN JASA Santika Pertiwi
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.484 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v2i1.65

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya realita sebuah lembaga travel hajidan umrah yang menarik untuk dikaji, yaitu mampu memadukan antara tujuanprofit dan dakwah berkelanjutan pada produk jasa yang dipasarkannya. Ia adalahDaarul Qur’an (Daqu) travel yang tiap tahunnya memberangkatkan 2000 jemaah.Tujuan studi untuk memaparkan produk jasa Daqu Travel dengan perspektif teoripemasaran jasa oleh Christopher Lovelock. Teori tersebut dipandang dapatmengulas produk jasa Daqu yang memiliki produk inti sekaligus beragam layanantambahan. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengandokumentasi sebagai pengumpulan data. Hasil studi menunjukkan bahwa DaquTravel memiliki produk inti yang menonjol pada pelaksanaan haji dan umrah yangkhatam Quran; tersedianya pembimbing/asatidz ahli Al-Qur'an, serta Quran Callyang dapat dipakai seumur hidup. Produk inti tersebut dikelilingi oleh layanantambahan antara lain layanan informasi melalui telepon, website, dan media sosial;layanan penerimaan pesanan yang cepat lewat aplikasi, layanan penagihan yangakurat dan terintegrasi; layanan pembayaran yang bernilai pahala sedekah; layanankonsultasi sebelum hingga selesai ibadah; layanan keramahan pada pegawai,pemberian wireless headset di tanah suci, dan tausiah selama waktu luang ibadah;layanan keamanan dan layanan pengecualian yang sesuai permintaan jemaah;hingga layanan pasca ibadah berupa kajian keagamaan, dan silaturahmi alumniyang berkelanjutan.
KEPEMIMPINAN KARISMATIK H.O.S. TJOKROAMINOTO DI SAREKAT ISLAM Anggit Rizkianto
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.212 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v2i1.71

Abstract

Perkembangan dan kemajuan Sarekat Islam tidak dapat dilepaskan dari kepemimpinan Tjokroaminoto sebagai pimpinan organisasinya. Sudah cukup banyak peneliti yang mengungkapkan bahwa keberhasilan kepemimpinan Tjokroaminoto dipengaruhi karisma yang dimiliki sang tokoh, tetapi belum ada studi yang menelaah kepemimpinan karismatiknya lebih jauh. Studi ini hendak mengeksplorasi lebih dalam mengenai kepemimpinan Tjokroaminoto melalui perspektif kepemimpinan karismatik. Untuk pengumpulan data, studi ini menggunakan metode dokumentasi dengan menggunakan literatur-literatur sejarah yang berbicara tentang kepemimpinan Tjokroaminoto di Sarekat Islam. Kemudian metode triangulasi sumber data digunakan untuk menguji kredibilitas data. Hasil studi menunjukkan bahwa karakteristik kepemimpinan karismatik Tjokroaminoto adalah tidak bergantung pada otoritas dan membawa perubahan. Kemudian sumber karisma pada kepemimpinannya terbagi dalam dua bentuk. Pertama, yang bersumber pada hal-hal yang bersifat given/karunia, yang meliputi faktor keturunan, kelahiran, dan aspek-aspek fisik. Kedua, yang bersumber dari hasil konstruksi personal, yang meliputi kompetensinya dalam hal manajerial, orasi, dan tulis-menulis serta ilmu pengetahuannya dalam berbagai bidang. Dalam implementasinya, kepemimpinan Tjokroaminoto yang karismatik lebih mengoptimalkan kompetensinya (yang merupakan hasil konstruksi personal). Dengan kompetensinya, Tjokroaminoto mempersuasif dan mengedukasi pengikutpengikutnya, dengan menciptakan kesan, mengungkapkan cita-cita, memunculkan harapan, mendorong/memotivasi, dan menjadi teladan. Upaya itu berhasil menyelamatkan SI dari berbagai situasi krisis.
POLA ARGUMENTASI DALAM METODE DAKWAH MUJADALAH NABI IBRAHIM Tri Djoyo Budiono
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.723 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v2i1.75

Abstract

Mujadalah menjadi salah satu metode para nabi dalam menyebarkan Islam. Dalam mujadalah atau debat, argumentasi mempunyai peran penting untuk menentukan keunggulan suatu pendapat dibandingkan yang lain. Salah satu argumentasi mujadalah yang bisa dijadikan pelajaran adalah mujadalah Nabi Ibrahim yang terdapat dalam Al-Qur’an. Tujuan tulisan ini ingin mengetahui pola argumentasi dalam mujadalah Nabi Ibrahim. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan studi pustaka. Hasil kajian tulisan ini menunjukkan bahwa pola argumentasi dalam mujadalah Nabi Ibrahim bila dilihat dengan teori argumentasi Stephen Toulmin adalah: 1) Pernyataan (claim) yang dibangun senantiasa berkaitan dengan aspek tauhid, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Menolak Tuhan selain Allah yakni patung-patung; 2) Dalam semua mujadalahnya, Nabi Ibrahim menggunakan pola argumentasi kelima, bangunan argumentasinya kuat disertai dengan serangan pemikiran (rebuttal) yang sulit dibantah; 3) Ketika berhadapan dengan masyarakatnya yang awam, Nabi Ibrahim menggunakan pendekatan empiris, sedangkan ketika berhadapan dengan ayahnya dan Raja Namrud, Nabi Ibrahim menggunakan pendekatan rasional; 4) Nabi Ibrahim dalam menyampaikan rebuttal, tidak selalu ada elemen backing ataupun modal qualifier. 5) Ketika lawan debatnya tidak mampu menjawab argumen serangan Nabi Ibrahim, mereka menggunakan serangan ancaman psikis maupun fisik, Nabi Ibrahim membalasnya dengan bahasa yang baik dan memohon pertolongan Allah.
PERANAN ASET KOMUNITAS DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM PADA BANK SAMPAH SONGOLIKOER Wahanani Mawasti; Fasha Umh Rizky
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.375 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v2i1.83

Abstract

Pengembangan masyarakat Islam merupakan salah satu bentuk dakwah bil hal melalui upaya membangun keinginan dan partisipasi masyarakat untuk memperbaiki kondisi yang ada. Salah satunya dengan pengembangan masyarakat lokal yang bersifat bottom-up, yang mensyaratkan peranan aset komunitas untuk menjamin keberlangsungan dan keberhasilan kegiatan pengembangan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya pengembangan masyarakat adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui bank sampah. Tulisan ini, mendeskripsikan peranan aset komunitas dalam konteks pengembangan masyarakat Islam, melalui bank sampah. Sejauh ini studi terdahulu tentang peranan aset lebih menguraikan tentang peranan aset sosial dalam pengentasan kemiskinan, namun tidak cukup banyak membahas peranan jenis aset komunitas yang selainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi. Dari studi ini menunjukkan bahwa masing-masing aset memiliki peranan yang berbeda-beda dalam proses pengembangan masyarakat. Aset yang sangat berperan dalam pengembangan Bank Sampah Songolikoer adalah aset manusia, social, dan spiritual. Peranan berbagai aset komunitas pada Bank Sampah Songolikoer membawa dampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik aspek ekonomi, lingkungan, sosial, dan budaya.
KOMODIFIKASI DAN EFEK EKSTERNALITAS PROGRAM DAKWAHTAINMENT ISLAM ITU INDAH Dedy Pradesa; Yunda Presti Ardilla
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.982 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v2i1.85

Abstract

Tulisan ini mengeksplorasi gejala komodifikasi dan efek eksternalitas dalam tayangan program dakwahtainment Islam Itu Indah Trans TV. Program tersebut memiliki rating tinggi dan mampu bertahan hingga tahun kesepuluh. Tayangan dakwahtainment di televisi komersil tentu tidak terlepas dari proses komodifikasi dan efek eksternalitas. Pijakan teori yang digunakan adalah teori komodifikasi menurut Vincent Mosco yang dilengkapi Idi Subandy Ibrahim dan Bachruddin Ali Akhmad, serta teori efek eksternalitas siaran televisi menurut Edward S. Herman. Metodologi studi adalah kualitatif dengan pendekatan analisis semiotik. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan observasi tayangan di televisi, media sosial YouTube, dan Instagram, dengan sampel 91 episode tayangan (Desember 2019- Februari 2020). Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi signifikasi struktur tanda dalam tayangan dakwahtainment meliputi (a) konten komunikasi seperti judul materi dakwah, klasifikasi pesan dakwah, tagline acara; (b) khalayak, terdiri dari jemaah di studio dan di rumah, serta tingkat rating, dan share program; (c) tenaga kerja, terkait pilihan dai sebagai narasumber, host, dan bintang tamu; (d) nilai-nilai agama yang diwakili substansi isi pesan dakwahnya. Hasil studi menunjukkan bahwa gejala komodifikasi terjadi dalam empat kategori yaitu komodifikasi konten komunikasi, khalayak, pengisi acara (tenaga kerja), dan nilai-nilai keagamaan. Efek eksternalitas yang dihasilkan ada yang bermuatan positif, namun lebih banyak muatan negatifnya.
PENGEMBANGAN KOMUNITAS LOKAL SEKTOR EKONOMI PADA DESA NGLANGGERAN YOGYAKARTA Indrawati; Abdul Fatah Arif Hidayat
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.715 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v2i1.94

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh realitas fenomenal, keberhasilan sebuah desa yang miskin dan terbelakang, kemudian menjelma menjadi desa yang mandiri, kaya, dan berprestasi. Salah satu prestasinya adalah desa ini sukses mendapatkan predikat sebagai desa terbaik se-Asean. Dengan demikian, menarik untuk mengkaji bagaimana cara mereka melepaskan diri dari keadaan terbatas menjadi berdaya. Fokus tulisan ini mengkaji salah satu model intervensi komunitas yaitu pengembangan masyarakat lokal sektor ekonomi pada Desa Nglanggeran Yogyakarta. Tulisan ini menggunakan metode library research. Teori yang digunakan adalah teori model intervensi komunitas Rothman-Tropman spesifik model pengembangan masyarakat lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pengembangan komunitas lokal pada desa ini memiliki karakteristik yang unik, yaitu segala sumber daya (baik yang bersumber dari internal dan eksternal masyarakat) tidak ada yang luput dari perhatian mereka untuk dimanfaatkan potensinya. Sumber daya yang telah mereka potensikan antara lain sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya sosial (kearifan lokal, spiritual, dan lain-lain). Termasuk mengajak kerja sama seluruh elemen sosial eksternal, antara lain lembaga pendidikan, lembaga penelitian, pemerintah, swasta, dan lain-lain. Terakhir, yang terpenting agar bisa mengoptimalkan segala sumber daya dalam rangka mencapai tujuan, hampir secara keseluruhan anggota masyarakat Nglanggeran terlibat dalam mengambil keputusan untuk menentukan apa yang terbaik bagi mereka.
LANDASAN DAKWAH MULTIKULTURAL: STUDI KASUS FATWA MUI TENTANG PENGHARAMAN PLURALISME AGAMA Aris Kristianto; Dedy Pradesa
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.964 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v2i1.96

Abstract

Studi ini berangkat dari gagasan dakwah multikultural yang relevan dengan konteks Indonesia. Sebagai sebuah pendekatan dakwah berbasis multikultural perlu memiliki landasan yang tepat dalam pelaksanaannya, karena konsep multikultural bersinggungan dengan konsep pluralisme teologis yang ternyata maknanya tidak tunggal. Sisi lain MUI sebagai Lembaga yang mengeluarkan fatwa Nomor 7 Tahun 2005 tentang keharaman pluralisme. Di sinilah perlunya pengkajian fatwa MUI tentang pengharaman pluralisme teologis sebagai landasan dakwah multikultural. Studi ini berfokus pada menelaah fatwa MUI tentang pengharaman pluralisme agama dan keabsahan makna khusus pluralisme agama, serta implikasi fatwa tersebut bagi pelaksanaan dakwah multikultural. Metodologi studi secara kualitatif deskriptif dengan pendekatan kepustakaan. Analisis berpijak pada konsep pluralisme, karakteristik dakwah multikultural, serta kelembagaan MUI dan fatwanya. Hasil studi menunjukkan bahwa pemaknaan pluralisme yang digagas MUI absah sebab berangkat dari pengertian awal pemahaman masyarakat, sehingga fatwa tersebut dapat diterima kebenarannya. Implikasi fatwa tersebut terletak pada tiga hal, yaitu perlunya pengembangan materi antipluralisme dan promultikultural, pengembangan strategi dakwah berbasis kultural dan mengedepankan kerukunan, penyikapan perbedaan dengan dialog dan toleransi aktif untuk hidup Bersama.

Page 1 of 1 | Total Record : 8