cover
Contact Name
Sutriyono
Contact Email
sutriyono0775@gmail.com
Phone
+6285785692168
Journal Mail Official
inteleksia.stidalhadid@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak no. 80 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inteleksia: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah
ISSN : 26861178     EISSN : 26863367     DOI : 10.55372
Inteleksia JPID adalah transformasi dari Jurnal Kajian dan Pengembangan Manajemen Dakwah (JKPMD) yang telah diterbitkan oleh STID Al-Hadid sejak tahun 2011 dengan nomor ISSN 2088-639X. Transformasi tersebut dilakukan seiring dengan perkembangan STID Al-Hadid, yang awalnya hanya mengelola satu prodi yaitu Manajemen Dakwah, kini bertambah dua prodi baru yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam dan  Pengembangan Masyarakat Islam. Sehingga tuntutan kajian dan publikasi ilmiah STID Al-Hadid semakin meluas mencakup ketiga sub bidang ilmu dakwah. Nama Inteleksia diambil dari kata intelektual, yang berarti  kecerdasan, pemikiran, dan rasionalitas. Sedangkan Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah menunjukkan fokus dan lingkup studi yang dikaji yaitu pengembangan ilmu-ilmu dakwah. Diharapkan dengan nama tersebut dapat menjadi ciri dan identitas jurnal yang dikelola STID Al-Hadid, sebagai jurnal ilmu dakwah berbasis pemikiran Islam Rasional Kebangsaan.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2022)" : 2 Documents clear
Teknik Argumentasi Nabi yang Diajarkan Allah Untuk Menjawab Tuduhan Quraisy Nur Aida
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v4i1.220

Abstract

Allah mengajarkan kepada Nabi Muhammad teknik argumentasi untuk menjawab tuduhan, bantahan dan argumentasi Kafir Quraisy. Teknik argumentasi ini diajarkan Allah secara langsung dan terbukti efektif. Maka selain mempelajari teori teknik argumentasi, umat Islam juga dapat belajar dari teknik argumentasi Nabi ketika menjawab argumentasi kafir Quraisy. Seperti masa rasul, hari ini tugas dakwah juga banyak dirintangi dengan berbagai tuduhan, bantahan dan argumen yang berusaha menyalahkan agama Islam. Maka diperlukan berbagai teknik argumentasi yang dapat menjawab mereka secara efektif. Tulisan ini hendak mengetahui ragam teknik argumentasi yang diajarkan Allah ketika menjawab bantahan Quraisy dan konteks penggunaanya. Menggunakan metode kualitatif, tulisan ini berusaha menganalisis ayat-ayat al-Qur’an yang berisi argumentasi untuk menjawab bantahan kafir Quraisy atas dakwah rasul. Menggunakan teori teknik argumentasi yang digagas oleh Gorys Keraf, hasilnya ditemukan teknik argumentasi yang diajarkan Allah bervariasi. Diantaranya teknik genus, persamaan, perbandingan, sebab-akibat, authoritas, keadaan dan pengandaian. Teknik pengandaian tidak ada pada kajian teoritik namun ada pada al-Qur’an. Temuan baru lain adalah ketika menggunakan teknik perbandingan dua hal yang diperbandingkan tidak harus sudah ada, bisa juga diandaikan jika diadakan.
Dakwah Pasca Pandemi dengan Karakter Entrepreneurship Ahmad Hidayat; Dedy Pradesa
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v3i2.235

Abstract

Pandemi Covid-19 yang berdampak pada sektor dakwah menuntut subjek dan lembaga dakwah untuk bisa beradaptasi dan bangkit pasca pandemi, yang sebelumnya mengalami penurunan bahkan kemandegan. Untuk bisa bangkit dan memulai lagi usaha dakwah dibutuhkan mentalitas yang kuat yang ada pada nilai-nilai karakter entrepreneurship. Oleh karenanya studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan karakter entrepreneurship bagi subjek dan lembaga dakwah dalam menghadapi situasi pandemi dan pascanya, serta bagaimana menginternalisasikannya pada subjek dakwah. Metodologi studi adalah kualitatif, data dikumpulkan berdasarkan sumber kepustakaan serta observasi dakwah di masa pandemi. Hasil studi menjelaskan bahwa karakter entrepreneurship memiliki peran siginfikan bagi kebangkitan dakwah pasca pandemi. Dengan mindset yang visioner, berorientasi untuk maju, dan berpikir kreatif dan inovatif menjadi syarat agar subjek dan lembaga dakwah bisa bertahan dan tumbuh. Mindset tersebut akan melahirkan sikap kerja keras, kegigihan, pantang menyerah, berani memulai lagi usaha dari awal sebagai modal kesuksesan dakwah. Internalisasi nilai-nilai karakter entrepreneurship berpijak dari persoalan yang banyak dihadapi subjek dakwah yaitu terkait masalah ­mindset. Melalui tiga tahap internalisasi yaitu transformasi, transaksi, dan transinternalisasi nilai-nilai entrepreneurship akan bisa merubah mindset subjek dakwah sehingga menerima dan menyadari pentingnya, yang pada akhirnya akan mewujud pada sikapnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 2