cover
Contact Name
Fery Siswadi
Contact Email
mawar@apps.ipb.ac.id
Phone
+6281315605310
Journal Mail Official
jpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Perpustakaan IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor PO Box 199 Telp.: (0251) 8621073 E-mail: jpi@apps.ipb.ac.id atau perpustakaan@ipb.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Taman Siswa Bima
ISSN : 14105551     EISSN : 26861879     DOI : https://doi.org/10.29244/jpi.20.1.22-34
Core Subject : Science,
Merupakan terbitan berkala terbit dua kali setahun yang menyajikan tulisan-tulisan Bidang perpustakaan, dokumentasi, Informasi dan komputer, Bidang Perpusdokinfokom di Indonesia
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia" : 9 Documents clear
APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN FEDERATED SEARCH? Irma Elvina
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.69 KB) | DOI: 10.29244/jpi.11.1.%p

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat saat ini, terutama internet, menjadikan kendala tempat dan waktu selama terhubung dengan dengan jaringan global yaitu internet akan menjadi nihil. Internet telah merubah perilaku pencarian informasi bagi sebagian besar individu penggunanya. Apabila seseorang ingin mencari informasi maka cara termudah adalah cari di Google, sehingga tercipta kosa kata baru googling yang artinya secara harfiah adalah menggunakan Google. Terlepas dari valid atau tidaknya informasi yang ditemukan di sana, paling tidak sudah menjawab pertanyaan pengguna secara cepat.
TIPS SUKSES WAWANCARA RUJUKAN Irman Siswadi
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.508 KB) | DOI: 10.29244/jpi.11.1.%p

Abstract

Munculnya layanan perpustakaan pada hakekatnya karena adanya kebutuhan informasi para pemustaka. Banyaknya permintaan informasi berbanding lurus dengan jumlah pemustaka. Bahkan sering terjadi banyak permintaan informasi dari seorang pemustaka karena pemustaka tersebut membutuhkan lebih dari satu informasi. Hal tersebut terjadi karena informasi awal berkembang terus atau bahkan jika informasi awal tidak ditemukan, maka pemustaka akan beralih ke informasi yang tampak berkaitan
MENGHITUNG JUMLAH PEMINJAM SIRKULASI DENGAN PROGRAM SIPISIS WINISIS DAN PIVOT TABLE DARI EXCEL Sri Rahayu
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.959 KB) | DOI: 10.29244/jpi.11.1.%p

Abstract

Pada program SIPISIS telah dibuatkan cara menghitung statistik peminjam untuk setiap bulannya. Namun ada kalanya penyajian statistik ingin ditampilkan selengkap mungkin; diantaranya menampilkan jumlah pengujung perpustakaan, jumlah peminjam, jumlah peminjaman berdasarkan kelompok anggota, jumlah peminjam berdasarkan nomor klas, jumlah pengembalian buku yang dipinjam dan lain-lain.
HUBUNGAN KERJA ANTARA DOSEN DAN PUSTAKAWAN DALAM PENDIDIKAN TINGGI Abdul Rahman Saleh
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.045 KB) | DOI: 10.29244/jpi.11.1.%p

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Di masa depan penyelenggaraan pendidikan cenderung ke arah metode Student-Centered Learning dibanding dengan penyelenggaraan pendidikan saat ini yang lebih banyak menggunakan Teacher-Centered Learning. Pada pendidikan berbasis Student-Centered Learning peran guru/dosen menjadi tidak sentral, namun lebih sebagai fasilitator. Sumber pengetahuan lebih banyak berada di luar guru/dosen antara lain di perpustakaan. Dengan pendidikan berbasis Student-Centered Learning ini, maka pustakawan akan berperan sebagai fasilitator ataupun navigator bagi mahasiswa yang akan mengakses pengetahuan dari perpustakaan. Oleh karena itu tantangan besar bagi pustakawan untuk menjalankan peran fasilitator atau navigator informasi bagi pendidikan masa depan.Kata kunci: Pustakawan, Dosen, Teacher-Centered Learning, Student-Centered Learning
PERPUSTAKAAN KEBUN RAYA BOGOR Sutarsyah .
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.187 KB) | DOI: 10.29244/jpi.11.1.%p

Abstract

Pengunjung Kebun Raya Bogor (KRB) tidak hanya dapat menikmati kerindangan aneka pepohonan dan tanaman langka tetapi dapat juga menikmati layanan Perpustakaan, sehingga diharapkan dapat meningkat-kan pengetahuan dan apresiasi masyarakat terhadap tumbuhan dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan fungsi dasar kebun raya sebagai pusat riset dan konservasi tumbuhan. Perpustakaan KRB diharapkan dapat mengubah imej masyarakat terhadap kebun raya yang selama ini hanya menjadi tempat rekreasi dan kunjungan wisata saja, menjadi tempat untuk mencari ilmu tentang tumbuhan dan lingkungan sesuai dengan visi Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, yaitu menjadi salah satu kebun raya terbaik di dunia dalam bidang konservasi tumbuhan, penelitian, pelayanan pendidikan lingkungan , dan pariwisata.
KEAKTIFAN PUSTAKAWAN DALAM PEMASYARAKATAN PERPUSDOKINFO GUNA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN DAN CITRA POSITIF PERPUSTAKAAN Ane Dwi Septina
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.948 KB) | DOI: 10.29244/jpi.11.1.%p

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan keaktifan pustakawan dalam pemasyarakatan Perpusdokinfo yang dapat meningkatkan perkembangan dan citra positif perpustakaan berdasarkan kajian literatur yang dilakukan. Ide utama dari tulisan ini berdasar atas gambaran sebuah perpustakaan ideal, yaitu yang ditunjang oleh sumberdaya manusia (SDM) yang mumpuni di bidang perpusdokinfo dan atau yang sudah berpengalaman, terutama harus memiliki semangat untuk mengembangkan perpustakaan ke arah yang lebih baik, sehingga perpustakaan tersebut dapat diakses dan dapat memberikan pelayanan prima. Untuk mewujudkan hal tersebut secara ideal, diperlukan para pustakawan yang inovatif dan informatif dalam mengemas dan menyampaikan informasi kepada pengguna seiring dengan perkembangan dunia informasi dan kemajemukan pengguna perpustakaan.Kata kunci : keaktifan, pustakawan, citra positif perpustakaan, pengembangan
WEEDING : MEMBUAT AKSES PADA KOLEKSI LEBIH BAIK Janti G Sujana
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.644 KB) | DOI: 10.29244/jpi.11.1.%p

Abstract

Weeding merupakan salah satu aktivitas di Perpustakaan yang sulit dilakukan. Pustakawan harus menilai dengan sangat hati-hati bila akan melaksanakan weeding pada sebuah bahan perpustakaan. Ia akan merasa bersalah bila bahan perpustakaan yang di-weeding kemudian dibutuhkan pemustaka. Namun jajaran bahan perpustakaan di rak yang dipenuhi dengan bahan perpustakaan yang tidak terpakai akan menyulitkan pemustaka mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Untuk menghindari terjadinya protes dari stakeholders perpustakaan harus membuat dokumen kebijakan weeding yang dipersiapkan dengan baik, sehingga stakeholders mengerti manfaat dilakukannya weeding dan masalah yang ditimbulkan bila perpustakaan tidak melaksanakan weeding. Bahkan untuk koleksi e-book juga perlu dilakukan weeding, walaupun belum banyak yang melakukan hal itu. Perpustakaan IPB memisahkan koleksi buku dengan tahun terbit 1990 ke bawah sebelum melakukan weeding pada koleksi tersebut.Keyword : Library collections, Library access
POTENSI DIGITAL NATIVES DALAM REPRESENTASI LITERASI INFORMASI MULTIMEDIA BERBASIS WEB DI PERGURUAN TINGGI Riana Mardina
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.234 KB) | DOI: 10.29244/jpi.11.1.%p

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dalam sepuluh tahun terakhir mempengaruhi gaya hidup seseorang. Kemunculan aplikasi social networking seperti: Facebook, Twitter, MySpace, Blogs dibarengi dengan perangkat komunikasi bersifat mobile. Hadirnya e-bookreader, PC tablet, digital music players, telepon selular terbaru membuat seseorang untuk staying connected. Digital natives merupakan generasi yang lahir pada era digital, dengan ciri multitasking, selalu berjejaring, akses secara random, preferensi pada informasi bentuk multimedia interaktif. Diperkirakan generasi digital natives dalam waktu akan datang menjadi pengguna perpustakan perguruan tinggi. Representasi materi literasi informasi dalam dokumen hypertext berpotensi untuk memperkaya lingkungan pembelajaran, beragam, fleksibel dan berpotensi untuk interaktif. Peluang perpustakaan perguruan tinggi merepresentasikan literasi informasi dengan menggunakan teknologi web tidak menghilangkan esensi literasi informasi secara tatap muka bahkan memperluas akses layanan perpustakaan kepada pengguna.
ISU KEAMANAN FEMTOCELL Agung Ridwan SN
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.209 KB) | DOI: 10.29244/jpi.11.1.%p

Abstract

Femtocell hadir dengan menawarkan layanan konektivitas jaringan mobile yang lebih baik yakni dengan menempatkannya di area yang lemah sinyal dan mengantarkan layanan jaringan mobile melalui jaringan berbasis IP ke operator service provider. Dengan membangun jaringan Femtocell maka mampu menurunkan biaya infrastruktur, berdaya rendah, plug and play, meningkatkan availabilitas dan mobilitas baik bagi pengguna maupun bagi operator jaringan. Peningkatan cakupan jaringan Femtocell akan memecah domain akses bagi operator sehingga perlu diperhatikan pula isuisu keamanan yang akan muncul dan bagaimana mengatasinya sesuai dengan standar keamanan yang berlaku. Beberapa Femtocell Access Point (FAP) yang ada di pasaran tidak memenuhi standar ini sehingga keamanannya dapat ditembus. Tulisan ini akan mensarikan informasi mengenai isu-isu keamanan jaringan Femtocell mulai dari sisi pengguna hingga ke sisi operator.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2011 2011