cover
Contact Name
Fery Siswadi
Contact Email
mawar@apps.ipb.ac.id
Phone
+6281315605310
Journal Mail Official
jpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Perpustakaan IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor PO Box 199 Telp.: (0251) 8621073 E-mail: jpi@apps.ipb.ac.id atau perpustakaan@ipb.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Taman Siswa Bima
ISSN : 14105551     EISSN : 26861879     DOI : https://doi.org/10.29244/jpi.20.1.22-34
Core Subject : Science,
Merupakan terbitan berkala terbit dua kali setahun yang menyajikan tulisan-tulisan Bidang perpustakaan, dokumentasi, Informasi dan komputer, Bidang Perpusdokinfokom di Indonesia
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia" : 6 Documents clear
Upaya Pengembangan Profesi Pustakawan Melalui Kegiatan Penelitian Perpustakaan Masriyatun .
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.414 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.1.%p

Abstract

Paparan ini membahas tentang pengembangan profesi pustakawan melalui kegiatan penelitian perpusatakaan. Karena dalam pengembangan profesi pustakawan melalui kegiatan penelitian masih jarang dilakukan oleh para pustakawan pada umumnya. Sementara bilamana pengembangan profesi pustakawan dilakukan dengan melalui kegiatan penelitian hal ini dapat mendukung eksistensinya sebagai pustakawan dan lebih diakui oleh masyarakat serta dapat meningkatkan kepercayaan diri bagi pustakawan. Kajian ini penulisan ini dengan judul “Upaya Pengembangan Profesi Pustakawan Melalui Kegiatan Penelitian Perpustakaan”. Adapun tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui Upaya Pengembangan Profesi Pustakawan melalui kegiatan Penelitian Perpustakaan. Upaya pengembangan profesi pustakawan dalam kegiatan penelitian dapat dilakukan dengan penerapan kegiatan penelitian melalui berbagai aspek bidang ilmu perpustakaan dan informasi di sebuah perpustakaan, hal ini kegiatan penelitian yang berkaitan dengan produk informasi, sistem informasi, perilaku penelusuran informasi dan pemakai informasi itu sendiri.Kata Kunci : Pengembangan Profesi, Pustakawan dan Penelitian
Menciptakan Desain Interior Perpustakaan Ramah Anak di Sekolah Dasar Negeri Potrobangsan 1 Kota Magelang: Best Practice (Creating Interior Design for Child-Friendly Library in Primary School of Potrobangsan 1, Magelang City: Best Practice) Dicki Agus Nugroho; Sri Haryati
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.494 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.1.%p

Abstract

School librarian must deliver information literacy for students in library. Than librarian create comfortable interior design, so student will enjoy library, and librarian can teach students easily. One of the best interior design of Child-Friendly Library is Room To Read method. The writer has been involved in this program, use best practice method in this research, so this research explain how to creating interior design of Child-Friendly Library in primary school. The result of this research are two steps to change library is like library as Room To Read’s design interior. The steps are (1) must have a room and (2) comfortable, safe, & secure interior design. The writer uses colorful pieces of paper to reset the furniture, so it is easy to apply. Keywords: mentoring, interior design, child-friendly library, school library, room to read,
Eksistensi Diri Pustakawan di Era Informasi: Kajian Analisis Presentasi Diri Nova Indah Wijayanti; Arief Surachman
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.869 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.1.%p

Abstract

Pustakawan memiliki peran penting yang melekat pada profesinya yaitu memberikan pendidikan literasi informasi kepada masyarakat. Peran ini dapat terwujud dengan adanya perkembangan kemajuan teknologi informasi yang menjembatani kehadiran pustakawan di masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi diri pustakawan di era informasi melalui analisis blog pustakawan dengan metode kualitatif. Blog yang akan dianalisis ada 5 yaitu Grenengane Pustakawan, Luckty Si Pustakawin, Pustakawan Jogja, Wribrarian, Pustaka Pusdokinfo. Teori presentasi diri oleh Jones digunakan dalam analisis yang mengkaji hubungan sosial antar manusia (pustakawan) dalam kehidupan sehari-hari. Hasil analisis yang dilakukan memperlihatkan komposisi yang berupa ingratation (60%), competence (100%), intimidation (20%), exemplification (40%) dan suplification (0%). Hasil ini menunjukkan pustakawan menggunakan strategi Competence untuk membentuk citra diri berkompeten dan percaya diri dalam menulis serta mengeskpresikan pikiran dan dirinya dalam blog. Kesimpulan kajian ini adalah blog menjadi media yang efektif untuk membangun citra diri sebagai pustakawan.
Kompetensi Arsiparis Pada Era Disrupsi Di Univeristas Negeri Semarang (UNNES) Agung Kuswantoro
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.649 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.1.%p

Abstract

Era disrupsi menggantikan ‘pasar lama’, industri, teknologi, dan menghasilkan suatu kebaruan yang lebih efesien dan menyeluruh. Ia bersifat destruptif dan kreatif. Termasuk, dalam bidang kearsipan, kini mengelola arsip tak cukup dengan manual saja, tetapi perlu disertai dengan cara digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui dampak era disrupsi dalam pengeloaan kearsipan, (2) mengetahui kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang arsiparis di era disrupsi, dan (3) mengetahui cara agar sebuah lembaga memiliki arsiparis yang berkompeten di era disrupsi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi literatur. Dalam pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara. Adapun literatur yang digunakan adalah bukubuku tentang kearsipan, Perundang-undangan dan Peraturan mengenai kearsipan, dan buku manajemen SDM/personalia. Sedangkan, wawancara digunakan untuk mengambil data awal saat penelitian dengan mewancarai arsiparis UNNES untuk mengetahui keberadaan SDM kearsipan di Perguruan Tinggi. Simpulan dalam penelitian ini adalah (1) Dampak era disrupsi dalam pengelolaan kearsipan yaitu masyarakat menjadi terbuka terhadap suatu informasi dan pengelolaan arsip membutuhkan software dan hadware yang besar untuk menyimpan file-file arsip; (2) Kompetensi yang harus dimiliki arsiparis di era disrupsi yaitu terampil di bidang TIK atau sistem informasi manajemen; (3) Cara agar sebuah lembaga memiliki arsiparis yang berkompeten di era disrupsi adalah memberikan ilmu kepada arsiparis di bidang teknologi. Saran dalam penelitian ini adalah lembaga sangatperlu untuk meningkatkan SDM dalam bidang TIK bagi arsiparsinya melalui pelatihan atau workshop elektronik arsip. Kata Kunci: Kompetensi, Arsiparis, dan Disrupsis
Blended skill bagi Pustakawan Akademik dalam menghadapi era Revolusi Industri Kalarensi Naibaho
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.428 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.1.%p

Abstract

The fourth industrial revolution is considered as a result of the convergence of a number of technologies in industrial operations. These technologies include, but are not limited to robotics, artificial intelligence, big data, 3D printing, biotechnology and technology integration with the human body. Fourth generation industrial revolution is characterized by the emergence of supercomputers, smart robots, vehicles without drivers, genetic editing and neurotechnology development which allows humans to further optimize brain function. Unlike the previous era where competition was marked by 'big vs. small', the 4.0 industrial revolution was characterized by 'fast vs. slow' jargon. Competition in the industrial world no longer depends on the size of the company, but how fast and creative business people see opportunities. This concept does not only occur in the industrial world but also affects the education sector, and the library. The emergence of the trend of e-resources has changed many things in the world of libraries, not only regarding access but also the role of librarians. The convergence of information technology with communication technology causes information and communication technology (ICT) to have an impact on the emergence of the modern library digital landscape. The paradigm shift in the librarian profession is suspected to be the result of the ICT revolution. The speed of change has created a new role for librarians in terms of services and activities, which in turn has an impact on the roles, competencies, skills and knowledge of librarian professionals. The ever-changing information needs of users bring an expansion and new role for librarians to equip themselves with various skills to remain relevant to the digital environment. Blended skills become a familier concept among librarians today. This concept requires many skills that must synergize with institutions or the surrounding environment. Blended librarians are a necessity and librarians must be able to implement in their respective environments. Keyword: Blended librarians, Blended skills, Future librarians, Fourth industrial revolution
GREEN LIBRARY MENINGKATKAN KINERJA DAN GAYA HIDUP SEHAT DI LINGKUNGAN KAMPUS Isnaini Syamsiati
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.858 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.1.%p

Abstract

The comfort and condusive ambience directly propotional to effective ness performance at work. The harmony of life (life balance between human and an environment) needed to reach the real happiness and make confortable of working. Back to nature is the power of movement present natural ambience in the office to decrease of depression and saturation point. Many people ignore about an environment, either in their house of their office. Have we did of 5R tagline (resik, rapi, ringkas, rawat, rajin) have we realized and took care if our body is machine to our daily activity? Apparently, mental condition and natural an environment to have influence on health, mindset, and effectivity of work. Green library is pioneer to create “paradise” ambience present healthy life, confortable zone, and condusive work to civitas academica. The harmony between human and an environment become a strong and possitive energy for all.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2018 2018