cover
Contact Name
Fery Siswadi
Contact Email
mawar@apps.ipb.ac.id
Phone
+6281315605310
Journal Mail Official
jpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Perpustakaan IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor PO Box 199 Telp.: (0251) 8621073 E-mail: jpi@apps.ipb.ac.id atau perpustakaan@ipb.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Taman Siswa Bima
ISSN : 14105551     EISSN : 26861879     DOI : https://doi.org/10.29244/jpi.20.1.22-34
Core Subject : Science,
Merupakan terbitan berkala terbit dua kali setahun yang menyajikan tulisan-tulisan Bidang perpustakaan, dokumentasi, Informasi dan komputer, Bidang Perpusdokinfokom di Indonesia
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia" : 6 Documents clear
PENGEMBANGAN VIDEO PENDIDIKAN PEMUSTAKA UNTUK ANAK USIA DINI Rini Pratami; Sefri Doni
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1995.964 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.2.%p

Abstract

Minat baca masyarakat Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara berdasarkan hasil penelitian world’s most literate nations ranked tahun 2016 lalu. Minat baca tidak dapat tumbuh begitu saja, melainkan perlu ditumbuhkan sejak usia dini dan perpustakaan menjadi sentral penting di luar keluarga untuk mendukungnya. Menggunakan metode R&D penulis mengembangkan video animasi  untuk memperkenalkan perpustakaan kepada anak usia dini. R&D menghasilkan sebuah produk yaitu berupa video pendidikan pemustaka anak usia dini. Setelah produk diuji cobakan kepada anak usia dini diperoleh nilai rata-tata pengujian 82,85%. Jadi dapat disimpulkan bahwa, produk berupa video pendidikan pemustaka dapat dijadikan pilihan dalam memperkenalkan perpustakaan kepada anak usia dini.Kata Kunci: Pendidikan Pemakai, Video, Anak Usia Dini, Minat Baca
STUDI EVALUASI KEGIATAN PUSTAKAWAN BERDASARKAN PERATURAN MENPAN RB REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 Sri Rahayu, S. Sos
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.523 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.2.%p

Abstract

Pedoman teknis dalam pelaksanaan penilaian angka kredit jabatan fungsional pustakawan telah diatur sesuai Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. Pedoman ini dibuat sebagai pedoman teknis untuk membatu Tim Penilai, Pustakawan, dan pihak pihak lainya dalam memahami dan mengimplementasikan ketentuan yang ada dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. Untuk mengetahui sejauh mana kegiatan pustakawan diajukan angka kreditnya berdasarkan peraturan yang berlaku, maka perlu dilakukan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Sebaran Butir Kegiatan Pustakawan yang diajukan angka kreditnya oleh pustakawan di Perpustaakaan Institut Pertanian Bogor dalam rangka mengajukan kenaikan jabatan dalam kurun waktu 2017/ 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang digunakan diambil dari data pengumpulan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) yang diajukan kepada Tim Penilai Fungsional Pustakawan di Institut Pertanian Bogor dalam kurun waktu Tahun 2017 dan 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Jumalah tenaga fungsional pustakawan di IPB adalah 28 orang sedangkan yang mengajukan angka kredit pada periode 2017 dan 2018 adalah 11 pustakawan. 2) Butir butir kegiatan pustakawan yang diajukan angka kreditnya terdiri dari unsur pendidikan 5,56% , Pengelolaan Perpustakaan 1,34%, Pelayanan Teknis 70,34%, Pelayanan Pemustaka 3,08%, Pengembangan Sistem Kepustakawanan 2,64%, Pengembangan Profesi 6,76% dan Penunjang 10,28%. 3) Berdasarkan sebaran butir kegiatan diperoleh kesimpulan bahwa beberapa kegiatan hanya diusulkan/dikerjakan oleh Pustakawan Keahlian, diantaranya adalah kegiatan pengelolaan Perpustakaan, Pengembangan sistem kepustakawanan, pengembangan Profesi hanya diusulkan oleh Pustakawan Keahlian.Kata Kunci : Angka kredit pustakawan, Perpustakaan, Kenaikan pangkat, Kenaikan jabatan
KOMPETENSI PUSTAKAWAN PERGURUAN TINGGI DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Rusna Nur Aini; Purwani Istiana
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.305 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.2.%p

Abstract

Kemenristikdikti memiliki program dan kebijakan terkait sumber daya, pembelajaran, riset dan pengembangan inovasi, yang diharapkan relevan dan siap menghadapi revolusi industry 4.0. Jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang mencapai 4.400, tentu membutuhkan sumberdaya yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan pada zamannya.  Perguruan tinggi diharapkan fokus pada kualitas dan relevansi. Salah satu program Kemenristek dikti yakni peningkatan kapasitas sumber daya dosen. Program ini dilakukan antara lain dengan melakukan kolaborasi riset dengan profesor kelas dunia. Pustakawan yang merupakan bagian dari sumberdaya perguruan tinggi, juga tidak luput dari perhatian. Kemenristekdikti memprogramkan  bimbingan teknis bagi pengelola bidang perpustakaan. Tujuannya tidak lain agar pustakawan/pengelola perpustakaan perguruan tinggi, mampu menghadapi tuntutan era revolusi industry 4.0, yang dihadapi oleh dunia pendidikan tinggi. Hal ini memunculkan pertanyaan, sesungguhnya kompetensi apa saja yang diperlukan pustakawan di lingkungan pendidikan tinggi dalam menghadapi era revolusi industry 4.0. Tinjauan pustaka dilakukan penulis untuk mencoba menjawab permasalahan diatas. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka ada beberapa kompetensi yang perlu dimiliki pustakawan dan atau dikembangkan.  Kompetensi ini sangat diperlukan pustakawan di lingkungan pendidikan tinggi, agar tetap relevan mendukung pendidikan tinggi menghadapi tantangan era revolusi 4.0. Kata Kunci: Kompetensi Pustakawan; Pendidikan Tinggi; Revolusi Industri
KERANGKA PEMANFAATAN KONTEN REPOSITORI BAGI INDUSTRI: STUDI KASUS ANALISIS TRIPLE HELIX RISET BIDANG PANGAN yaniasih yaniasih
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.626 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.2.%p

Abstract

Sebagian besar universitas dan lembaga riset di Indonesia memiliki repositori lembaga. Setelah hasil riset dikumpulkan dan dikelola dalam repositori, bagaimana pengolahan konten dalam repositori supaya lebih bermanfaat luas? Makalah ini membahas kerangka pemanfaatan konten repositori menjadi produk pengetahuan yang disesuaikan dengan kebutuhan sasaran pengguna. Kajian dilakukan dengan metode   deskritif. menggunakan  kerangka  model pemanfaatan konten repositori bagi industri.  Kemudian kerangka dijadikan acuan dalam analisis konten publikasi bidang pangan untuk mengetahui aliran teknologi dari lembaga riset ke industri dalam konsep triple helix. Model kerangka yang diusulkan terdiri dari lima tahap yaitu (1) identifikasi sasaran pengguna,(2) penentuan topik, (3) analisis publikasi, (4) pengemasan produk, dan (5) diseminasi. Sedangkan untuk publikasi konten repositori dianalisis dengan menggunakan metode kajian sains kuantitatif.. . Hasil analisis riset bidang pangan menunjukkan kolaborasi lembaga riset dengan industri masih sangat rendah. Hasil analisis perlu disampaikan kepada pimpinan lembaga, peneliti, pemerintah dan industri dalam bentuk kemasan produk pengetahuan supaya mudah dipahami dan didiseminasikan. Saluran diseminasi dapat melalui menu khusus dalam situs web repositori, media sosial dan forum komunikasi langsung dengan sasaran pengguna.Kata kunci: kemasan informasi, lembaga riset, pangan, repositori, sainstometrik
Peran Pustakawan Pendidikan Jarak Jauh di era Disrupsi: Studi kasus di Perpustakaan Universitas Terbuka M Pandu Rustiono
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.116 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.2.%p

Abstract

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, dunia kini memasuki era Revolusi Industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau yang dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Universitas Terbuka yang menggunakan pembelajaran jarak jauh terhadap mahasiswanya tersebar dipenjuru nusantara dan di 24 negara, dalam perkuliahan di Universitas Terbuka (UT) dimana Modul (Bahan ajar) menjadi wakil dosen bagi mahasiswa,namun sejak era digital UT sudah melakukan Tutorial online (Tuton) sehingga dapat menjembatani mahasiswa dengan Dosen(Tutor). Begitu juga dalam layanan Perpustakaan, UT telah melalukan layanan secara elektronik. Seperti Ruang baca Virtual (RBV) yang menjadi primadona bagi mahasiswa UT.disamping Repository dan layanan e-Resources. Pustakawan UT diharuskan bersahabat dengan perkembangan internet, termasuk media social di era digital seperti ini.disamping itu pustakawan harus mampu mengubah pola fikir untuk menjadi mitra bagi peneliti di perguruan tinggi. Bahkan sekarang bisa di bilang era “Pustakawan digital”.
BERTANI ITU BELAJAR: KOLABORASI PUSTAKAWAN DAN PETANI LAHAN MARJINAL DESA GUWOSARI, KECAMATAN PAJANGAN, KABUPATEN BANTUL widiarsa widiarsa
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.544 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.2.%p

Abstract

Fokus pembangunan di bidang pertanian selama ini lebih banyak pada lokasi lahan pertanian yang berpotensi hasil tinggi, yaitu lahan-lahan persawahan dengan ketersediaan air yang cukup bagi budidaya tanaman pangan sepanjang tahun. Sementara itu di lain pihak ada lahan yang masih sangat luas dan notabene miskin akan unsur hara dan ketersediaan air yang minim atau biasa disebut lahan marginal, belum mendapatkan perhatian yang serius bagi pembangunan pertanian oleh pemerintah. Lahan yang memiliki kondisi demikian, seringkali memiliki infrastruktur jalan dan saluran irigasi yang tidak memadai, terbatasnya modal petani, kelembagaan pertanian yang masih sangat minim, pemanfaatan teknologi usaha tani yang masih tradisional dan yang terpenting ialah penerimaan informasi pertanian yang sangat kurang. Dalam upaya mengangkat derajat petani lahan marjinal, khususnya di Desa Guwosari, penulis melakukan riset sederhana terhadap petani lahan marjinal di desa ini. Penulis, dimana ia juga seorang pengelola perpustakaan, melakukan pendampingan petani lahan marjinal di Desa Guwosari saat mencoba budidaya tanaman bawang merah, yang merupakan tanaman yang belum pernah ia tanam sebelumnya, di awal musim kemarau tahun 2018. Penulis memposisikan diri sebagai seorang penghubung antara petani lahan marjinal dan petani bawang merah kawakan (profesional) serta sumber informasi pertanian di luar keduanya yang bisa diakses penulis. Penulis, si pustakawan ini, berusaha bekerja berdasarkan etos-etos kemanusiaan (humanistic ethos), berusaha menjadi fasilitator kelancaran arus informasi dan memperlancar proses transformasi dari informasi dan pengetahuan menjadi kecerdasan sosial (social intelegence).Keywords: marginal land, librarian, farmer, knowledge sharing, social intelegence.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2018 2018