cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28287746     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2015): Januari - Juni" : 7 Documents clear
PERBEDAAN BACAAN DALAM PEMBELAJARAN ILMU TAJWID MENURUT THARIQ AL-SYATIBI DAN IBN AL-JAZARI PADA QIRA’AT ‘ASHIM RIWAYAT HAFS Hanief, Fakhrie
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 1 (2015): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4042.262 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v5i1.1822

Abstract

Qira’at Imam ‘Ashim dengan riwayat Imam Hafs merupakan rujukan utama umat Islam dalam membaca Al-Qur’an, tercatat hampir 95% umat Islam yang menggunakannya, sedangkan qira’at lain merupakan qira’at minoritas yang digunakan sebagian kecil umat Islam. Dalam prakteknya penggunaan qira’at Imam ‘Ashim dengan riwayat Imam Hafs terdapat banyak thariq (jalur) dengan berbagai macam perbedaan bacaan, sehingga terkadang membuat kesalahfahaman di kalangan umat Islam dalam membaca Al-Qur’an, khususnya mempelajari ilmu tajwid. Kesalahfahaman tersebut seringkali mengakibatkan saling tuduh menuduh bahwa bacaan di salah satu pihak lebih benar sedangkan di pihak lain tidaklah benar. Jika dikaji secara mendalam, semua perbedaan-perbedaan dalam membaca Al-Qur’an berdasarkan qira’at Imam ‘Ashim riwayat Imam Hafs dengan berbagai thariq-nya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.Kata Kunci: Tajwid, Thariq al-Syatibi, Ibn al-Jazari, Qira’at ‘Ashim
STRATEGI PENGAWAS DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMAN) DI KOTA BANJARMASIN Salabi, Ahmad
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 1 (2015): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4042.156 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v5i1.1828

Abstract

Guru adalah salah satu komponen penting dalam mencapai keberhasilan pendidikan, guru harus semakin profesional dan bergerak dinamis mengikuti perubahan yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, upaya strategis seorang supervisor sangat diperlukan dalam mendampingi guru mengelola pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana strategi pengawas dalam meningkatkan profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi kepengawasan yang telah dilaksanakan adalah: (1) merencanakan dan menyiapkan perangkat kepengawasan sebelum melakukan supervisi dengan panduan program tahunan, program bulanan dan instrumen penilaian; (2) mengidentifikasi guru-guru yang akan disupervisi melalui daftar isian; (3) merumuskan faktor-faktor yang bisa mempengaruhi kelancaran supervisi melalui rumusan program supervisi; (4) memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang melalui rumusan program supervisi; (5) teknik supervisi yang dipergunakan lebih banyak bersifat individual; dan (6) tindak lanjut hasil supervisi dalam bentuk penilaian kuantitatif, kualitatif, dan laporan.Kata kunci: Strategi Pengawas, Profesionalitas, Guru PAI
HERMENEUTIKA DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Fuady, M. Noor
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 1 (2015): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4042.247 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v5i1.1823

Abstract

hermeneutika sebagai metode penafsiran teks, banyak digunakan oleh para pemikir Islam moderenis seperti, Hassan Hanafi, Fazlur Rahman, Muhamad Arkoun, Nasr Hamid Abu Zaid dan lain-lain. Padahal istilah hermeneutika dalam filsafat barat sangat terkait dengan interpretasi Bibel. Oleh karena itu penggunaan hermeneutika dalam tafsir al-Quran masih terdapat pro dan kontra. Hermeneutika selalu berpusat pada fungsi penafsiran teks. Konsep “teks” di sini tidak terbatas pada sesuatu yang tertulis, tapi meliputi pula ujaran, penampilan, karya seni, dan bahkan peristiwa. Di sini sebenarnya bisa pula dikatakan interpretasi “teks sosial”. Bahkan simbol-simbol pun, sebenarnya merupakan teks. Termasuk simbol-simbol dalam mimpi seseorang. Beberapa tokoh muslim mencoba memformulasikan hermeneutika ke dalam dunia Islam di antaranya adalah Abid al-Jabiri yang mengemukakan nalar Bayani, Irfani dan Burhani, yang kemudian dapat dijadikan landasan untuk menginterpretasi teks al-Quran untuk diimplementasikan ke dunia pendidikan.Kata Kunci: Hermeneutika, Filsafat, Pendidikan Islam
KERJASAMA ORANG TUA DAN SEKOLAH DALAM PEMBINAAN ANAK Norlena, Ida
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 1 (2015): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4042.168 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v5i1.1824

Abstract

Pendidikan bukanlah tanggung jawab pemerintah daerah, namun merupakan tanggung jawab oleh seluruh komponen masyarakat untuk menciptakan sistem pendidikan bersesuaian dengan kebutuhan dan kepentingan. Hubungan kerjasama antara guru dan orang tua murid dalam pembinaan anak sangatlah penting. Ada berbagai bentuk kerjasama pembinaan yang dapat dilakukan seperti pembinaan akidah dan akhlak. Selain itu, kerjasama guru dan orang tua dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, yaitu adanya kegiatan pembelajaran, pengembangan bakat, pembinaan mental dan kebudayaan. Kerjasama yang baik antara orang tua dan sekolah berpulang pada komitmen masing-masing. Tingginya komitmen yang ditunjukkan tentunya akan berdampak positif bagi bentuk yang akan dijalankan.Kata Kunci: Sekolah, Orang tua, Pembinaan Anak, Kerjasama
HAKIKAT PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK Ramli, M.
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 1 (2015): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4042.162 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v5i1.1825

Abstract

Hakikat seorang pendidik kaitannya dalam pendidikan Islam adalah mendidik dan sekaligus di dalamnya mengajar sesuai dengan keilmuwan yang dimilikinya. Secara umumnya pendidik adalah orang yang memiliki tanggungjawab mendidik. Bila dipersempit pengertian pendidik adalah guru yang dalam hal ini di suatu lembaga sekolah. Sedangkan pengajar adalah pendidik yang baik. Adapun hakekat pendidik adalah Allah SWT yang mengajarkan ilmu kepada manusia dan manusia pula yang mempunyai sebuah kewajiban baginya untuk mentransferkan ilmu itu kepada orang lain demi kemaslahatan ummat, hakekat peserta didik merupakan individu yang akan dipenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan, sikap dan tingkah lakunya, karena peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran.Kata Kunci: Hakikat, Pendidik, Peserta Didik
PEMBELAJARAN PAI BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP Muhdi, Muhdi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 1 (2015): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4042.317 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v5i1.1826

Abstract

Dalam dua dasawarsa terakhir ini, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa lingkungan di negeri ini mengalami kerusakan yang semakin parah. Banjir, tanah longsor, dan kerusakan hutan menjadi masalah yang semakin luas dan dialami oleh banyak daerah di negeri ini. Berbagai bencana yang menimpa pendudukan baik desa maupun kota silih berganti terjadi. Semua itu menyisakan problem kemanusiaan yang mendalam, mulai dari ambruknya tempat tinggal, terhentinya aktivitas perekonomian, penyebaran penyakit menular yang cepat meluas, dan korban jiwa yang tidak saja dalam jumlah puluhan, ratusan bahkan ribuan. Memperhatikan berbagai fakta bencana yang terjadi, ternyata kenestapaan tersebut tidak melulu murni bencana alam seperti gunung meletus atau sunami, tetapi bencana yang muncul akibat perusakan alam yang dilakukan oleh manusia serakah yang tidak bertanggung jawab. Mempertimbangkan hal ini, langkah kuratif yang dilakukan pemerintah maupun pihak yang yang peduli tidak bisa tidak harus diikuti dengan langkah antisipatif lewat pendekatan budaya. Pendekatan budaya ini kurang lebihnya disetting dalam upaya internalisasi nilai-nilai sadar lingkungan lewat proses pendidikan. Tulisan ini bermaksud menguraikan konsep dasar persoalan ini dari arah pembelajaran PAI sebagai sarananya.Kata Kunci: Pembelajaran, PAI, Lingkungan
ISRAILIYYAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP TAFSIR ALQURAN Raihanah, Raihanah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 1 (2015): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4055.08 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v5i1.1827

Abstract

Orang Yahudi memiliki pengetahuan keagamaan yang bersumber dari Taurat dan orang Nasrani dari Injil, keduanya disebut Ahli Kitab. Sementara Alquran banyak mencakup hal-hal yang terdapat dalam Taurat dan Injil, khususnya yang berhubungan dengan kisah para Nabi dan umat terdahulu. Berita-berita yang diceritakan oleh Ahli Kitab yang masuk Islam disebut Israiliyat. Berita tersebut ada yang sesuai dengan Islam, ada yang batil, ada juga yang harus disikapi dengan mauquf. Penyusupan Israiliyyat ke dalam tafsir melalui periodesasi periwayatan dan pengkodifikasiannya. Tanpa disadari Israiliyyat masuk ke dalam ranah Tafsir Alquran dan hadis sampai tercampur aduk dan tidak diketahui lagi otentitas riwayat, mana yang dari Nabi dan mana yang datang dari Ahli Kitab. Kajian mendalam diperlukan untuk bisa mensikapi maraknya Israiliyyat untuk bisa mengambil intisari kebenaran kisah-kisah dalam Alquran.Kata Kunci: Israiliyyat, tafsir, Alquran, Ahli Kitab

Page 1 of 1 | Total Record : 7