cover
Contact Name
Ervina Indrayani
Contact Email
acroporapapua@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
acroporapapua@yahoo.com
Editorial Address
Sekretariat Acropora, Gd. Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Uncen Waena. Jl. Kamp Wolker WAENA, Jayapura, Papua
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua
ISSN : 26225476     EISSN : 26851865     DOI : https://doi.org/10.31957/
Core Subject : Agriculture,
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua adalah terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Cenderawasih. Ruang lingkup jurnal fokus pada kajian ilmu kelautan dan perikanan.
Articles 55 Documents
PENERAPAN PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE BERKELANJUTAN DI HOLTE CAMP KOTA JAYAPURA Maklon Warpur; John D. Kalor; Kristhopholus Rumbiak; Kalvin Paiki; Efray Wanimbo; Baigo Hamuna; Vera K. Mandey
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.158 KB) | DOI: 10.31957/.v1i1.501

Abstract

Ekosistem mangrove Teluk Youtefa memiliki peranan yang sangat vital terhadap kelangsungan hidup penduduk Kota Jayapura, teristimewa masyarakat pesisir yang bermukim di sepanjang garis pantai teluk ini. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian kampus untuk mendukung pemerintah dalam upaya pelesteraian ekosistem mangrove Holte Camp. Kegiatan ini dilakukan dengan metode: 1). Observasi lokasi; 2). Diskusi Kelompok Terpadu (DKP); 3). Penyuluhan Perikanan Peduli Ekositem Mangrove Berkelanjutan; 4). Evaluasi Kegiatan. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 9 September 2017 di Kantor Desa Holte Camp dengan jumlah peserta sebanyak 22 orang. Hasil kegiatan diskusi perencanaan pengelolaan ekosistem mangrove, dari 59,1% masyarakat yang paham pengelolaan ekosistem mangrove kemudian meningkat menjadi 86,4% setelah mengikuti kegiatan. Dari 77,2% peserta berkomitmen akan merencanakan pengelolaan ekosistem mangrove di pantai Holte Camp dan akan membantu orang lain dalam menyebarluaskan informasi penting ini. Pemerintah dan masyarakat Holte Kamp telah bersepakat dan membentuk organisasi konservasi mangrove.Kata kunci: Ekosistem mangrove, Teluk Youtefa, Hate Camp. 
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN DAN KONDISI EKOLOGI EKOSISTEM MANGROVE MIMIKA PAPUA John D. Kalor; Rosye H.R. Tanjung; Ervina Indrayani; Kristopholus Rumbiak
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.684 KB) | DOI: 10.31957/.v1i1.502

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status kerusakan dan kondisi ekosistem mangrove di Kabupaten Mimika. Pengambilan data dilakukan tanggal 13- 21 Oktober 2015, pada 6 stasiun di Pesisir Selatan Mimika yakni (1) Stasiun Manasari, (2) St. Kampung Atakwa, (3) St. Kampung Atukwa, (4) St. Kakonau, (5) St. Kampus Biru, dan (6) St. Pomako. Menggunakan transek garis dan petak contoh yang dibuat tegak lurus garis pantai di daerah intertidal. Data dianalisis menggunakan Indeks Nilai Penting dan Uji Kriteria Kerusakan berdasarkan kepadatan vegetasi. Penelitian ini menemukan Kabupaten Mimika memiliki status ekosistem mangrove yang baik-sangat baik, namun dibeberapa lokasi terdapat kerusakan yang menyebabkan kerapatan menjadi rendah.Kata Kunci: Kerusakan, Ekologi, Mangrove, Mimika, Papua
STUDI KARAKTERISTIK PASANG SURUT PERAIRAN LAUT MIMIKA, PROVINSI PAPUA Baigo Hamuna; Rosye H.R. Tanjung; John D. Kalor; Lisiard Dimara; Ervina Indrayani; Maklon Warpur; Yunus Y.P. Paulangan; Kalvin Paiki
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.464 KB) | DOI: 10.31957/.v1i1.503

Abstract

Salah satu karakteristik perairan Mimika adalah banyaknya sungai-sungai besar yang bermuara di wilayah perairan Mimika yang mempengaruhi berbagai aktivitas, salah satunya adalah aktivitas transportasi kapal berukuran besar yang akan masuk dan keluar di pelabuhan Poumako dan Port Site-Freeport harus melalui sungai dan sangat bergantung pada proses pasang surut air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji karakteristik pasang surut di perairan Mimika, Provinsi Papua. Data yang digunakan adalah data pasang surut selama 29 hari dengan interval pengamatan 1 jam. Penentuan tipe pasang surut dan tinggi muka air rata-rata dengan menggunakan metode Least-Squares. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa tipe pasang surut di perairan Mimika adalah pasang surut campuran condong ke harian tunggal dengan bilangan Formzahl 2,9498. Hal ini berarti bahwa pada perairan Mimika dalam sehari terjadi satu kali atau dua kali pasang dengan interval tinggi air laut yang berbeda. Adapun nilai komponen-komponen elevasi muka air pada periode pengamatan yang meliputi HHWL (4,3153 m), MHWL (2,4476 m), MSL (1,7996 m), MLWL (0,9938 m), dan LLWL (0,3102 m).Kata Kunci: Metode Least-Squares, Formzahl, pasang surut, Perairan Mimika 
ANALISIS KESESUAIAN LOKASI SERO APUNG DI PERAIRAN TELUK TANAH MERAH KABUPATEN JAYAPURA Lisiard Dimara; Kalvin Paiki; Eduard Raunsay; Ervina Indrayani; John Domingus Kalor D Kalor
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.199 KB) | DOI: 10.31957/.v1i1.504

Abstract

Sampai saat ini belum dilakukan analisis kesesuaian lokasi untuk penempatan Sero Apung berdasarkan parameter biologi, fisika dan kimia perairan di Teluk Tanah Merah khusunya dan Perairan Kabupaten Jayapura pada umumnya. Tujuan dalam penelitian adalah untuk menentukan lokasi penempatan Sero Apung berdasarkan parameter biologi, fisika dan kimia perairan di Teluk Tanah Merah Jayapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi pada lokasi-lokasi yang ditentukan secara purposif. Penentuan titik samping dengan bantuan survei lapangan dan wawancara dengan nelayan. Analisis data menggunakan skoring kesesuaian, dilakukan dengan cara menurunkan hasil skoring yang diperoleh kedalam model geo-statistik untuk mendapat model, yang didasari pada transfer data Geodetic/position (Degree, Minute, Second/DMS) sehingga mendapatkan nilai tunggal, dengan formula: Numeric Value (Lat ; Long) = Degree + {Minute + (Second/ 60} / 60. Hasil penelitian yang diperoleh skoring kesesuaian perairan berdasarkan paramater biologi, fisika dan kimia perairan diperoleh nilai rata-rata 85,33% dengan kisaran 66,67 – 100 %. Berdasarkan hasil yang diperoleh memperlihatkan perairan Teluk Tanah Merah berada pada kelas yang sangat sesuai (S1) untuk lokasi penempatan Sero Apung. Sedangkan zona pengembangan lokasi penempatan Sero Apung berada pada koordinat 02'26, 081 LS dan 140'21, 448 BT (titik 6) 02'125, 889 LS dan 140'21, 298 BT (titik 5). Kata Kunci : Kesesuaian Perairan, Sero Apung, Teluk Tanah Merah
POTENSI DAN PEMANFAATAN (Pandanus tectorius Parkinson.) SEBAGAI BUSANA TRADISIONAL DI KABUPATEN NABIRE PROVINSI PAPUA Eduard K Raunsay; Ervina Elewyaan
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.473 KB) | DOI: 10.31957/.v1i1.505

Abstract

Pandan-pandanan merupakan kelompok tumbuhan monokotil yang masuk dalam famili Pandanaceae dan tumbuhan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Papua. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan pandan-pandanan oleh masyarakat Papua di Kepulauan Yapen, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Lanijaya, dan Kabupaten Jayawijaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka.Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna serat P. tectorius Parkinson sebagai asesoris busana tradisional masih terbatas pada kalangan pendidikan sebagai mata pelajaran Muatan Lokal. Selanjutnya pemanfaatan (P. tectorius Parkinson.) tersebut masih digunakan sebagai asesoris busana tradisional dan kemudian digunakan pada berbagai lomba, yospan, penjemputan pejabat dan berbagai acara penting lainnya. Mengingat potensi berbagai bagian tumbuhan (P. tectorius Parkinson.) yang sangat besar maka perlu adanya pemanfaatan yang berkelanjutan untuk menghasilkan berbagai macam prodak yang kemudian dapat dipublikasi sebagai aset daerah, terutama sebagai aset budaya.Kata kunci: Potensi dan Manfaat, Pandanus tectorius, Nabire
IbM BUKU SAKU KECIL TiDAK: PENCEGAHAN DINI PENYAKIT TB, DIABETES, ASAM URAT, DAN KOLESTEROL (TiDAK) PADA MASYARAKAT YAPASE KABUPATEN JAYAPURA Eva Susanty Simaremare; Septriyanto Dirgantara; Elsye Gunawan; Rani Dewi Pratiwi; Rusnaeni Rusnaeni
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.087 KB) | DOI: 10.31957/.v1i1.506

Abstract

Tuberkulosis (TB), tekanan darah tinggi, diabetes mellitus (DM), asam urat, dan kolesterol merupakan penyakit yang semakin lama namun pasti akan menyebabkan kesakitan yang tidak tertahankan bahkan menimbulkan kematian pada penderita. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian kampus untuk mendukung pemerintah dalam upaya kampanye kesehatan, terutama pada masyarakat di Kampung Yapase. Kegiatan ini dilakukan dengan ceramah dan edukasi mengenai pencegahan penyakit TiDAK (tuberkulosis, diabetes melitus, asam urat, dan kolesterol) dengan beberapa tahap yaitu dengan: 1). Pembuatan buku saku; 2). Sosiaisasi buku TiDAK; 3). Evaluasi kegiatan. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari kamis tanggal 3 Agustus 2017. Lokasi kegiatan dilakukan di Aula Desa Yapase. Jumlah peserta sebanyak 21 orang. Dari hasil kegiatan didapati 57% masyarakat tidak tahu bagaimana pencegahan dan pengobatan baik TB, DM, asam urat, dan kolesterol ini dan hanya 52% peserta pernah mengikuti kegiatan yang sama. 64% peserta memahami bagaimana pencegahan dan pengobatan penyakit TiDAK dan 95% berkomitmen akan membantu orang lain dalam menyebarluaskan informasi penting yang mereka dapat pada waktu kegiatan.Kata kunci: Tuberkulosis (TB), Diabetes, Asam urat, Kolesterol, Yapase
AKTIVITAS JAMUR SIMBION SPONS TERHADAP JAMUR Trichophyton sp. DI PULAU BIAK, KABUPATEN BIAK-NUMFOR, PAPUA Popi IL Ayer; Agus Sabdono; Agus Trianto
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.489 KB) | DOI: 10.31957/.v1i1.507

Abstract

Jamur Trichophyton sp. merupakan penyebab penyakit kulit yang disebut dengan Tinea Imbrikata. Persebaran penyakit ini di Indonesia dapat ditemukan di wilayah tertentu antara lain Papua, Sulawesi dan Sumatra. Kasus Tinea imbrikata banyak ditemukan di bagian Selatan Samudra Pasifik dengan tingkat infeksi ditemukan sebesar 18% di Papua dan Papua New Guinea. Organisme laut memiliki potensi yang sangat besar dalam menghasilkan senyawa-senyawa aktif yang dapat digunakan sebagai bahan baku obat-obatan dibandingkan dengan senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan teresterial. Spons merupakan invertebrata laut berpori yang bersifat  filter feeder sehingga menjadi habitat bagi mikroorganisme. Jamur merupakan mikroorganisme simbion spons selain bakteri yang berpotensi sebagai sumber senyawa metabolit sekunder dalam bidang farmakologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis jamur simbion spons C1K1 yang memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Trichophyton sp. Isolasi jamur simbion spons dilakukan dengan menggunakan metode pengenceran dan metode tempel. Identifikasi isolat jamur dilakukan dengan pengamatan morfologi koloni jamur yang terbentuk, kemudian dilakukan pemisahan isolat satu dengan lainnya. Hasil isolasi menunjukan terdapat 25 isolat jamur simbion spons (C1K1). Analisis pengujian antijamur tahap awal dilakukan dengan metode overlay dimana diperoleh 4 isolat jamur yang memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Trichophyton sp.Kata kunci: Trichophyton sp., jamur simbion spons, metabolit sekunder
Kondisi Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Tablasupa Kabupaten Jayapura dan Nilai Manfaat Ekonominya Basa T. Rumahorbo; Baigo Hamuna; Lisiard Dimara
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.368 KB) | DOI: 10.31957/acr.v1i2.929

Abstract

Ekosistem terumbu karang memiliki nilai dan arti yang penting baik dari segi ekologi, sosial, ekonomi maupun budaya masyarakat. Keberadaan ekosistem terumbu karang dapat berdampak pada ekonomi dan pengembangan wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tutupan karang hidup dan nilai manfaat ekonomi dari ekosistem terumbu karang di perairan Tablasupa. Pengamatan kondisi tutupan karang hidup dilakukan dangan menggunakan metode Point Intersept Trasect (PIT) pada kedalaman 3 m di 2 stasiun penelitian. Sedangkan nilai manfaat ekonomi ekosistem terumbu karang diperoleh dengan menggunakan konsep valuasi ekonomi untuk menghitung nilai manfaat secara langsung maupun manfaat tidak langsung dari potensi ekosistem terumbu karang yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kondisi tutupan karang hidup di perairan Tablasupa berada dalam kategori sedang hingga baik dengan tutupan karang hidup berkisar antara 34,0% - 52,5%. Jenis karang hidup yang dominan adalah Coral branching dan Coral massive, Acropora branching, Acropora submassive dan Acropora tabulate. Nilai total manfaat ekonomi sumberdaya terumbu karang perairan Tablasupa mencapai Rp. 3.856.018.301,- per tahun, yang terdiri dari manfaat langsung perikanan terumbu (89,626%), manfaat tidak langsung sebagai nursery ground (0,014%), manfaat pilihan atau keanekaragaman (0,004%), manfaat keberadaan (1,194%) dan manfaat warisan (8,963%).Kata Kunci: Terumbu karang; Point Intersept Trasect; Manfaat ekonomi; Perairan Tablasupa
Morfometrik Kerang Polymesoda erosa di Perairan Teluk Youtefa Jayapura Papua Efray Wanimbo; John Dominggus Kalor
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.474 KB) | DOI: 10.31957/acr.v1i2.930

Abstract

Perairan Teluk Youtefa berada di Kota Jayapura dan memiliki potensi sumberdaya alam yang menjanjikan. Salah satu sumber daya alam adalah kerang Polymesoda erosa. Habitat hidup kerang ini di sela-sela akar mangrove pada substrat lumpur, lumpur berpasir dan serasah mangrove. Akibat pengumpulan kerang yang tidak terkontrol oleh nelayan, menyebabkan jumlah kerang P. erosa di perairan Teluk Youtefa semakin menurun atau habis dari habitat hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara panjang cangkang, lebar cangkang dan faktor kondisi. Sampel kerang dikumpulkan dari tiga stasiun penelitian dengan jumlah sampel 113 individu. Hubungan morfometrik dianalisis menggunakan regresi linear dengan parameter frekuensi panjang kelas, dimensi cangkang dan faktor kondisi kerang. Hasil penelitian menunjukan frekuensi panjang kelas tertinggi berada pada ukuran 50,56 mm – 56,56 mm. Hubungan morfometrik panjang berat cangkang berkorelasi kuat positif dengan pola pertumbuhan alometrik negatif, isometrik dan alometrik positif untuk tiap stasiun. Faktor kondisi di stasiun satu adalah hubungan kuat atau besar dengan ukuran kerang P. erosa pipih, sementara stasiun dua dan tiga berukuran kecil atau kerang kurang pipih.Kata Kunci: Morfometrik; Faktor kondisi; Polymesoda erosa; Teluk Youtefa.
Hubungan Kelimpahan Fitoplankton dan Zooplankton di Teluk Tanah Merah Distrik Depapre Kabupaten Jayapura Kalvin Paiki; Lisiard Dimara; Ervina Indrayani; Vera Kostansie Mandey; Tien Nova Yenusi
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.444 KB) | DOI: 10.31957/acr.v1i2.931

Abstract

Plankton merupakan organisme akuatik yang berperan sebagai dasar dalam rantai makanan dan berperan penting pada ekosistem perairan. Kajian penelitian plankton di perairan Teluk Tanah Merah belum banyak dilakukan sehingga penting untuk dilakukan. penelitian mengeanalisis Kelimpahan Plankton dan Hasil Tangkapan Ikan Pelagis Kecil di Teluk Tanah Merah Kabupaten Jayapura perlu untuk dilakukan. Penelitian menggunakan metode purposive sampling, pengambilan sampel dilakukan pada 9 titik yang di kelompokan kedalam 3 stasiun pengamatan. Analisis data penelitian menggunakan Regresi linier sederhana, APHA dan Shannon – Wiener. Hasil penelitian ditemukan fitoplankton terdiri dari 4 kelas yaitu Bacillariphyceae, Desmidiaceae, Clorophyceae, Cyanophyceae dan 56 genus. Zooplankton terdiri dari 3 kelas yaitu Crustaceae, Ciliatea, Monogononta dan 39 genus. Total kelimpahan fitoplankton 1.149,95 ind/m3, dan zooplankton 1.149,95 ind/m3. Hasil analisis koefisien korelasi diperoleh nilai Sig hitung 0.002 < 0.05 maka dikatakan bahwa terdapat hubungan antara fitoplankton dan zooplankton.Kata Kunci: Kelimpahan; Keanekaragaman;Plankton; Teluk Tanah Merah