cover
Contact Name
Dwi Fitriani
Contact Email
dwifitriani@umb.ac.id
Phone
+6285357113151
Journal Mail Official
agriculture@umb.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Peternakan Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl Bali Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agriculture
Core Subject : Agriculture,
Menghasil karya ilmiah hasil penelitian baik peneliti, mahasiwa maupun praktisi dibidang Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Articles 59 Documents
PENGARUH JARAK TANAM DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (ZeaMays Saccharata Sturt.) Rabi Dwika Putra; Jafrizal Jafrizal; Suryadi Suryadi
Agriculture Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.378 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v14i2.1025

Abstract

Pengaruh Jarak Tanam dan Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt).Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Di bawah bimbingan Jafrizal sebagai pembimbing utamadan Suryadi sebagai pembimbing kedua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Jarak Tanam dan Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sthurt). Rancangan yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama Jarak Tanam (J) : J1 (50 x 30), J2 (50 X 40), J3 (50 X 50), sedangkan faktor kedua Jenis Pupuk Kandang (P) : P1 (Pupuk Kandang Ayam), P2 (Pupuk Kandang Kambing), P3 (Pupuk Kandang Sapi) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengaruh Jarak Tanam dan Jenis Pupuk Kandang tidakberpengaruh nyata terhadapsemua pengamatan Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sthurt).
PENGARUH KONSENTRASI H2SO4 DAN GIBERELIN TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PEMATAHAN DORMANSI BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea Canephora) Bernard Gultom; Rita Hayati; Fiana Podesta
Agriculture Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.987 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v14i2.1028

Abstract

Bengkulu merupakan produsen kopi terbesar ke-3 di Indonesia yang luas perkebunan rakyat pada tahun 2013 sebesar 90.370 ha dengan  hasil produksi 56.142 ton dan produksi perhektarnya 0,62 ton, pada tahun 2014 sebesar 90.565 ha dengan hasil produksi 56.082 ton dan produksi perhektar 0,61 dan tahun 2015 sebesar 91.768 ha dengan  hasil produksi sebesar 88.709 produksi perhektarnya 0,96 (BPS 2015).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh H2SO4 dan Giberelin terhadap perkecambahan dan pematahan masa dormansi biji kopi. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Oktober 2018 sampai Januari 2019 di Curup Desa Pal 100, dengan ketinggian 800 mdpl.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap disusun dengan faktorial(RAL-F) dengan dua factor, dimana faktor 1 adalah konsentrasi H2SO4 (H),H0= Tanpa pemberian H2SO4 (Kontrol), H1= Pemberian H2SO4 100 ml, H2= Pemberian H2SO4 200 ml, H3= Pemberian H2SO4 300 ml.  Faktor 2 adalah konsentrasi Giberelin, G0= Tanpa pemberian Giberelin (Kontrol), G1= Pemberian Giberelin 40 ppm, G2= Pemberian Giberelin 80 ppm, G3= Pemberian Giberelin 120 ppm masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali.Hasil data dianalisis menggunakan Analasis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 0,5%. Hasil perlakuan konsentrasi H2SO4 (200 ml) memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap peubah tinggi tanaman dengan nilai 12,49 cm. Sedangkan perlakuan konsentrasi Giberelin (80 ppm) memberikan pengaruh nyata tehadap peubah tinggi tanaman dengan nilai 12,58 cm dan persentase berkecambah pada Giberelin (80 ppm) dengan nilai 69,67 cm. Sedangkan perlakuan konsentrasi H2SO4 dan Giberelin terjadinya interaksi pada peubah persentasi berkecambah pada H2SO4 (200 ml) dengan Giberelin (40 ppm) dengan nilai 76,67 % dan tinggi tanaman pada konsentrasi H2SO4 (200 ml) dengan Giberelin (80 ppm) dengan nilai 12,82 cm.
PENGARUH KONSENTRASI ZPT ALAMI DAN SINTETIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) Susanti Kesumawati; Eva Oktavidiati
Agriculture Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.212 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v14i2.1031

Abstract

Di Provinsi Bengkulu peningkatan hasil produksi kedelai disebabkan karena adanya pertambahan luas lahan, akan tetapi hasil produksinya masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan di provinsi itu sendiri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zpt alam dan sintetik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max) L.Merril). Penelitian ini dilakukan di Jl. Danau Raya No.59, Panorama, Singaran Pati, Kota Bengkulu pada ketinggian 24 ± mdpl menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama pemberian Auksin Alami (A): A1 25 ml, A2 50 ml, A3 75 ml. Faktor kedua adalah auksin sintetik (B): B0 (Kontrol) B1 (1 ml) B2 (1,5 mon l) dan B3 (2 ml), masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan Analysis of Variance Analysis (ANOVA). Hasil yang berbeda diikuti oleh Duncan Multiple Range Test (DMRT) level 5%.               Hasil perlakuan auksin alami berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun 14 HST, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot 100 biji kadar air kedelai 14% sedangkan pengaruh signifikan terjadi pada tinggi tanaman 56 HST, jumlah Jumlah cabang 28 HST, jumlah cabang 42 HST kedelai (Glycine max L. Merril). Sedangkan pemberian auksin sintetik berpengaruh nyata terhadap panjang akar dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 14 HST kedelai (Glycine max L. Merril). Dalam penelitian ini, tujuan interaksi antara auksin alam dan auksin sintetik terjadi pada panjang akar tanaman kedelai. Kata kunci: Kedelai, auksin alam, auksin sintetik.
RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) TERHADAP PUPUK ANORGANIK PADA BERBAGAI MASUKAN ENERGI JUMLAH PANAS Perdian Syaputra; Suryadi Suryadi; Usman Usman
Agriculture Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.311 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v14i2.1032

Abstract

Respon Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) Terhadap Pupuk Anorganik Pada Berbagai Masukan Energi Jumlah Panas (MEJP).  Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu.  Di bawah bimbingan Ir. Suryadi, MP. sebagai pembimbing utama dan Ir. Usman, M.Si. sebagai pembimbing kedua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Respon Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) Terhadap Pupuk Anorganik Pada Berbagai Masukan Energi Jumlah Panas (MEJP).  Rancangan yang digunakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama Masukan Energi Jumlah Panas (M) : M1 (1030-1050 SP), M2 (1130-1150), M3 (1230-1250), M4 (1330-1350), sedangkan faktor kedua Pupuk Anorganik (B) : B1 (12,5 kg Urea/ha + 100 kg SP-36/ha + 50 kg KCl/ha), B2 (25 kg Urea/ha + 50 kg SP-36/ha + 50 kg KCl/ha), B3 (25 kg Urea/ha + 100 kg SP-36/ha + 25 kg KCl/ha) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5 %.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Masukan Energi Jumlah Panas tidak berpengaruh nyata terhadap semua pengamatan tanaman kedelai (Glycine max L. Merril).  Sedangkan Pupuk Anorganik berpengaruh nyata terhadap Jumlah Polong dan Jumlah Biji tanaman kedelai (Glycine max L. Merril).  Dan terjadi interaksi antara Masukan Energi Jumlah Panas dan Pupuk Anorganik terhadap Berat Kering Tanaman kedelai (Glycine max L. Merril). Kata kunci : kedelai, masukan energi jumlah panas,  pupuk anorganik
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK TSP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata L.) Sunaldi Sunaldi; Fiana podesta; dwi fitriani
Agriculture Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.975 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v14i2.1033

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata L.) merupakan salah satu jenis tanaman jagung yang belum lama dikenal dan berkembang di Indonesia. Salah satu faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan jagung manis karena keterbatasan lahan produktif, dan fungsinya telah berubah. Sebagai upaya peningkatan produksi jagung manis pada umumnya terkendala oleh lahan yang tidak subur dan petani harus mampu memanfaatkan lahan yang tidak subur untuk mencapai hasil yang maksimal, misalnya penggunaan pupuk sapi dan TSP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sapi dan pupuk TSP terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan 3 ulangan. Faktor perlakuan pertama adalah pemberian pupuk sapi (S), terdiri dari 3 taraf S0 (0 ton / ha), S1 (15 ton / ha), S2 (30 ton / ha). Faktor perlakuan kedua adalah pupuk TSP (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu P0 (0 kg / ha), P1 (50 kg / ha), P2 (100 kg / ha).                Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varian dalam terang Duncan's Multipe Range Test (DMRT), pada taraf 5%. Pemberian pupuk sapi sangat berpengaruh nyata pada tanaman jagung manis 8 MST, diameter batang 8 MST, jumlah daun 8 MST, umur berbunga, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol tongkol dan bobot tongkol tanpa tongkol. Pemberian pupuk TSP tidak berpengaruh nyata terhadap bobot tongkol tanpa kelobot. Pengaruh yang signifikan terhadap bobot sapi, dengan urat yang sama, terhadap tinggi tanaman 8 MST, diameter batang 8 MST, jumlah daun 8 MST, umur berbunga, panjang tongkol dan diameter tongkol. Namun, interaksi yang tidak sama berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 8 MST dan diameter batang 8 MST. Pengaruh yang sangat nyata terhadap jumlah daun 8 MST, umur berbunga, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol, bobot tongkol dan bobot tongkol tanpa simpul. Kata kunci: Jagung Manis (Zea mays saccharata L.), Pupuk Kotoran Sapi, Pupuk TSP.
PENGARUH PEMBERIAN AUKSIN ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK SAMBUNG KOPI ROBUSTA ( Coffea Canephora.L ) Melka Irlando; dwi fitriani; Fiana podesta
Agriculture Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.306 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v14i2.1034

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar setelah Brazil dan Vietnam, dimana sebagian besar kopi yang diekspor merupakan jenis kopi robusta.  Provinsi Bengkulu termasuk tiga besar produsen kopi Indonesia dengan luas areal 91.434 ha dan produksi 55.845 ton.  Produsen kopi terbesar di Indonesia adalah Provinsi Lampung dengan luas areal 162.342 dan produksi 145.025 ton, disusul Sumatera Selatan dengan luas areal 256.138 dan produksi 138.385 ton.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi auksin terhadap pertumbuhan sambungan pada tanaman kopi robusta. Konsentrasi auksin 500 ppm pada tanaman kopi akan meningkatkan pertumbuhan sambungan kopi robusta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) penelitian ini menggunakan auksin yang terdiridari 4 konsentrasi auksin 0, 250, 500, 750,  ppm dan di ulang sebanyak 4 kali sehingga di perlukantanaman 16 unit percobaan.Penyambungan antara tunas batang dengan cabang dari pohon kopi yang lain, dimana tunas menjadi bagian bawah dan cabang menjadi bagian atas, sehingga setelah berkembang akan membentuk pohon kopi seperti payung, tujuan dari penyambungan ini untuk meremajakan dan meningkatkan produksi buah dari pohon kopiitusendiri.Kopi sambung  ini  akan  memanfaatkan  tunas  muda pada kopi, atau dengan kata lain peremajaan hingga kopi dapat berbuah terus. Penyambungan merupakan salah satu teknik penyambungan tanaman secara vegetatif, yaitu menggabungkan dua tanaman yang berbeda sehingga bersatu dan tumbuh menjadi satu tanaman baru. Berdasarkan hasil penelitian ini dengan menggunakan auksin alami belum berpengaruh nyata terhadap persentase tumbuh, tinggi tunas, jumlah daun, jumlah cabang, dan diameter batang. Pemberian auksin alami 750 ppm menunjukkan belum berpengaruh nyata Dari penelitian ini di sarankan untuk  menggunakan auksin alami lebih dari 750 ppm ..Kata kunci :sambungan, kopi, danauksin.
PENGARUH MASUKAN ENERGI JUMLAH PANAS (MEJP) DAN DOSIS PUPUK FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) Ningsih Riani Kurnia; Jon yawahar; Dwi fitriani; suryadi suryadi; Fiana Podesta
Agriculture Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.485 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v14i2.1035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masukan energi jumlah panas dengan dosis pupuk fosfor terhadap hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merril). Penelitian ini telah laksanakan pada bulan Juli-Oktober 2019 di Jl. Danau Raya No.59, Panorama, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu dengan ketinggian + 24 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap disusun dengan factorial(RAL-F) dengan dua faktor, dimana faktor 1 adalah masukan energi jumlah panas (E) E1= 1030-1050 SP, E2 = 1130-1150 SP, E3= 1230-1250 SP, E3= 1330-1350 SP. Faktor 2 adalah dosis pupuk fosfor (P)   P1= 75 kg/ha, P2= 150 kg/ha, P3= 225 kg/ha masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 0,5%. Hasil perlakuan masukan energi jumlah panas menunjukan berbeda sangat nyata terhadap peubah berat basah tanaman, berat biji, dan menunjukan berbeda nyata terhadap peubah berat kering tanaman, berat polong. Sedangkan perlakuan masukan energi jumlah panas dan dosis pupuk fosfor terjadi interaksi pada peubah tinggi tanaman, jumlah daun dan berat biji. Kata kunci : Masukan Energi Jumlah Panas, Dosis Pupuk Fosfor.
PENGARUH TANAH BEKAS MACAM-MACAM BIOAKTIVATOR DAN MIKORIZA SERTA KOMBINASI PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) Zulfanur Trirahmah; Fiana Podesta; Usman Yasin
Agriculture Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.904 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v14i2.1036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh penggunaan tanah bekas macam-macam bioaktivator Mikoriza  dengan kombinasi pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merril). Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Danau Raya No. 59, Panorama, Singaran Pati, Kota Bengkulu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama bioaktivator mikoriza (M): M1 (Bioaktivator Mikoriza Ragi), M2 : (Bioaktivator Mikoriza Nasi Basi), M3 (Bioaktivator Mikoriza Rumen Sapi), sedangkan faktor kedua kombinasi pupuk anorganik (P); P1 (12,5 kg Urea/ha + 100 kg SP36/ha + 50 kg KCL/ha), P2 (25 kg Urea/ha + 50 kg SP36/ha + 50 kg KCL/ha), P3 (25 kg Urea/ha + 100 kg SP36/ha + 25 kg KCL/ha), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil data  dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range (DMRT) taraf 0,5 %. Hasil penggunaan tanah bekas dengan macam bioaktivator mikoriza (rumen sapi)   menunjukkan pengaruh yang nyata  terhadap berat polong kering tanaman kedelai (Glycine max L. Merril), Sedangkan pemberian kombinasi pupuk anorganik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 28 HST.  Penggunaan tanah bekas macam bioaktivator mikoriza dengan kombinasi pupuk anorganik tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun, panjang akar, berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat polong basah, berat polong kering, jumlah polong isi pertanaman, jumlah polong hampa (cipo), jumlah biji pertanaman, berat biji pertanaman, berat 100 biji.Kata kunci : kedelai, tanah bekas bioaktivator dan mikoriza, kombinasi pupuk anorganik.
PENGARUH BERBAGAI INSEKTISIDA ORGANIK TERHADAP SERANGAN HAMA KUTU BERAS (Sitophylus oryzae L.) PADA BERBAGAI VARIETAS BERAS Sri Rahmi; Dwi Fitriani; Fiana Pondesta
Agriculture Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.407 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v15i1.1296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  ketahanan beberapa jenis beras terhadap tingkat serangan hama kutu beras (S. oryzae), pengaruh insektisida organik dalam mengendalikan hama kutu beras (S. oryzae), dan  pengaruh interaksi beberapa insektisida organik dan jenis beras terhadap tingkat serangan hama kutu beras (S. oryzae)varietas Penelitian dilakukan di Laboratorium Karantina tumbuhan kota Bengkulu pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2020. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap  faktorial dengan 2 (dua) faktor. Faktor Pertama Jenis beras (V) yang terdiri dari 4 taraf yaitu (V1) Varietas Mekongga, (V2) Varietas Ciherang, (V3) Varietas IR-64, (V4) Varietas Cigeulis. Faktor Kedua Insektisida Organik (I) yang terdiri dari 5 (Lima) taraf yaitu Tampa Pemberian Insektisida (I0), Insektisida Daun Sirsak (I1), Insektisida Daun Jeruk Nipis (I2), Insektisida daun Mengkudu (I3), Insektisida daun Serei (I4) dan masing masing perlakuan di ulang sebanya tiga kali sehingga di dapat 60 unit percobaan.Adapun peubah yang diamati antara lain : serangga yang hidup, beras rusak, beras utuh dan Jumlah tepung yang terbentuk.  Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa ketahanan beras beberapa varietas padi menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata terhadap serangga yang hidup, beras rusak, beras utuh dan jumlah tepung yangterbentuk.  Dapat disimpulkan bahwa Varietas IR-64 adalah varietas yang paling tahan terhadap serangan Hama Gudang (Sitophillus oryzae ) dibandingkan dengan varietas lainnya, diketahui bahwa kandungan amilosa pada beras Varietas  IR64 mencapai 27 %, ini jelas lebih tinggi dari varietas lainnya yang diamati yang rata-rata hanya 23%. Pemberian insektisida organik terhadap beras tidak memberi pengaruh yang nyata sehingga terdapat hasil tidak bepengaruh nyata dengan adanya kombinasi perlakuan antara varietas beras dan pemberian insektisida organik, ini di karenakan insektisida organis yang di gunakan hanya bersifat menolah hama gudang bukan untuk mematikan. Disarankan perlunya penelitian lanjutan dengan menggunakan  varietas padi lokal dan dengan insektisida organik lainnya. Kata kunci : Ketahanan beras , Varietas, beras, Sitophillus oryzae, Insektisida Organik
REKOMENDASI PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KOPI MASYARAKAT SINDANG MELALUI KAJIAN ETHNOAGRICULTURE Paisal Ansiska; Ela Hasri Windari; Indriati Meilina Sari
Agriculture Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.812 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v15i1.1297

Abstract

Masyarakat yang masih kental dengan pengaruh kebiasaan Praktik tradisional dalam hal pertanian adalah Masyarakat Sindang. Masyarakat Sindang adalah masyarakat asli Kota Lubuklinggau yang sebagian besar menetap di pelosok kota Lubuklinggau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana praktik perkebunan kopi yang dilaukan masyarakat Sindang dan memberikan rekomendasi pembangunan perkebunan kopi masyarakat sindang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan emik dan etik dengan metode observasi wawancara terbuka dan terstruktur. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kegiatan ethnoagriculture perkebunan kopi pada masyarakat sindang dilakukan dengan tahapan Pembukaan Lahan, Penanaman, Pemeliharaan, Pengendalian Hama dan Penyakit, Pemanenan, Pasca Panen dan Pemasaran secara sederhada dan tradisional. Pembangunan perkebunan kopi masyarakat sindang dapat dilakukan dengan pengembangan sistem pertanian yang lebih konservatif, Melakukan penanaman tanaman pertanian yang lebih beragam guna untuk meningkatkan nilai fungsi lahan pertanian, Melakukan pengelolaan pasca panen untuk memberi nilai lebih, Mengadakan pelatihan/penyuluhan tentang manajemen keorganisasian dan pengelolaan perkebunan.Kata Kunci: Tradisional, Sindang, Perkebunan Kopi.