cover
Contact Name
Ahmad Fatoni
Contact Email
jurnalstifibp@gmail.com
Phone
+6281368741387
Journal Mail Official
jurnalstifibp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ariodillah III No.22A, RT.27/RW.9, 20 Ilir D. IV, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30128
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
ISSN : 25026712     EISSN : 26215519     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi memuat hasil penelitian dan review hasil penelitian yang berhubungan dengan ilmu dan teknologi farmasi. Topik-topik karya ilmiah adalah di bidang kimia farmasi, biologi farmasi, farmakologi dan farmasi klinis, farmasetika, serta pemanfaatan bahan alam untuk produk farmasi
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi" : 7 Documents clear
Isolasi Pati dari Tepung Ubi Jalar Ungu Agnes Rendowaty; Ensiwi Munarsih; Fizmawati
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.684 KB)

Abstract

Ubi jalar ungu merupakan salah satu sumber karbohidrat dan serat serta dapat dimanfaatkan dalam pembuatan produk olahan pangan berbahan dasar tepung. Pengolahan ubi jalar ungu menjadi tepung selain dapat meningkatkan umur simpan, dan memudahkan untuk pengolahan menjadi produk makanan. Tepung ubi jalar diperoleh dengan cara pengukusan dan tanpa pengukusan dengan rendemen masing-masing 19,76 % dan 30,16 %. Tepung dengan pengukusan mempunyai aroma sedikit ubi jalar ungu, berwarna kecoklatan dan berasa manis. Tepung tanpa pengukusan mempunyai aroma khas ubi jalar ungu, warna keunguandan rasa agak manis. Pati yang terkandung di dalam tepung dapat diperoleh dengan tekhnik pengendapan dengan pelarut air. Rendeman pati dari tepung dengan pengukusan 16,26 % dan tanpa pengukusan 7,74 %. Pati dengan pengukusan dengan penambahan larutan Iodium membentuk warna kuning kecoklatan dan pati tanpa pemanasan berwarna kebiruan. Pengamatan mikroskopis pati dengan pengukusan diperoleh bentuk bulat lonjong dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan pati tanpa pengukusan.
Rasionalitas Penggunaan Obat dan Kepatuhan Pasien Hipertensi di Puskesmas Mekarsari dan Puskesmas Lebubg Bandung Kabupaten Ogan Ilir pada Bulan Mei-Juli 2016 David Darwis; Yopi Rikmasari; Widia Nova Santi
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.379 KB)

Abstract

Penelitian mengenai rasionalitas penggunaan obat dan kepatuhan pasien hipertensi di puskesmas Mekarsari dan puskesmas Lebung Bandung Kabupaten Ogan Ilir pada bulan Mei – Juli 2016 telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerasionalan penggunaan obat antihipertensi yang meliputi ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan interval pemberian, ketepatan pasien dan kepatuhan. Pengambilan data penelitian dengan metode deskriptif yang bersifat kuantitatif yang dilakukan secara prosfektif terhadap pasien hipertensi rawat jalan di puskesmas Mekarsari dan Puskesmas Lebung Bandung. Kasus hipertensi selama penelitian sebanyak 96 pasien dan masing-masing puskesmas berjumlah 48 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil yang diperoleh yaitu di Puskesmas Mekarsari kerasionalan penggunaan obat sebesar 30 resep (62,5%) dan ketidakrasionalan penggunaan obat sebesar 18 (37,5%). Pada Puskesmas Lebung Bandung hasil yang diperoleh kerasionalan penggunaan obat sebesar 33 resep (68,7%) dan ketidakrasional penggunaan obat sebesar 15 resep (31,6%). Tingkat kepatuhan penggunaan obat di Puskesmas Mekarsari berdasarkan penilaian morisky hasil yang diperoleh yaitu tingkat rendah 33 pasien (68,75%), sedang 15 pasien (31,25%) dan tinggi 0%. Pada Puskesmas Lebung Bandung hasil yang di peroleh yaitu tingkat rendah 40 pasien (83,33%), sedang 8 pasien (16,66%) dan tinggi 0 %.
Uji Perbedaan Kadar Gula Darah Mencit Putih Jantan yang Diinduksi Aloksan Sebelum dan Sesudah Pemberian Minyak Zaitun Ekstra Virgin Ensiwi Munarsih; Yunita Listiani Imanda
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.805 KB)

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Kandungan dari minyak zaitun yaitu polifenol merupakan agen hipoglikemik. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar gula darah mencit jantan yang diinduksi aloksan sebelum dan sesudah pemberian minyak zaitun ekstra virgin. Metode penelitian ini yaitu rancangan kontrol grup pre-post test. Hasil rerata kadar gula darah sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok kontrol berturut-turut 550.3 mg/dl dan 515.3 mg/dl. Rerata kadar gula darah sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok perlakuan berturut-turut 448.0 mg/dl dan 323.3 mg/ dl. Tidak terdapat perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok kontrol (p= 0.069) dan terdapat perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok perlakuan (p = 0.012). Pemberian minyak zaitun ekstra virgin selama 7 hari terbukti menurunkan kadar gula darah mencit jantan yang diinduksi aloksan secara signifikan.
Pengaruh Penggunaan Antibiotik terhadap Kasus Stevens Johnson Syndrome Reva Dwi Yanty; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.127 KB)

Abstract

Antibiotik memiliki kemampuan untuk melukai atau membunuh mikroorganisme penginvasi tanpa melukai sel inangnya. Penggunaan obat antibiotik haruslah digunakan secara rasional meliputi tepat dalam hal indikasi, tepat pasien, tepat dosis, tepat obat dan tepat cara dan lama penggunaan. World Health Organization (WHO) menerima laporan bahwa masih terdapat penggunaan obat yang tidak rasional. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dan tidak tepat dosis, dapat menggagalkan terapi pengobatan yang sedang dilakukan. Efek dari interaksi yang dapat terjadi cukup beragam, hipersensitivitas dan toksisitas termasuk dalam efek samping antibiotik secara langsung. Hipersensitivitas yang dimediasi kompleks imun yang disebabkan oleh obat-obatan biasanya menimbulkan kelainan Stevens Johnson Syndrome. Stevens Johnson Syndrome (SJS) merupakan kumpulan gejala klinis mucocutaneus eruption berupa kelainan pada kulit, mukosa dan mata dengan keadaan umum bervariasi dari ringan sampai berat yang bersifat mengancam jiwa. Banyak penelitian yang dilakukan mengenai SJS, diketahui bahwa obat-obatan adalah etiologi utama yang dapat terjadi pada orang dewasa atau anak-anak. Gejala SJS muncul tidak lama setelah obat disuntikkan atau diminum, gejala yang ditimbulkan sangat ditentukan oleh reaksi tubuh pasien dan tidak berhubungan langsung dengan dosis obat yang dikonsumsi. Terdapat lebih dari 100 obat yang dikenal sebagai penyebab SJS. Obat golongan antibiotik memiliki peran dalam meningkatkan angka kejadian SJS. Antibiotik diduga sebagai penyebab tersering pada kasus SJS, antara lain penisilin, amoksisilin, rifampisin, sefadroksil, dan siprofloksasin.
Relationship df Nursing Motivation with The Application of True Six in Giving Medicines in Patient Care Room Veronika Novi Milasari; Lilik Pranata; Andy Aryoko
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.983 KB)

Abstract

Motivasi merupakan inisiatif penggerak atau pendorong perilaku manusia akibat adanya interaksi stimulus instrinsik dan ekstrinsik yang mendorong seseorang untuk berperilaku optimal guna mencapai suatu tujuan seperti beragam keinginan, harapan, kebutuhan, dan kesukaannya. Motivasi kerja adalah yang bersifat internal atau eksternal bagi setiap pegawai yang menyebabkan timbulnya sikap antusias dan persistensi dalam melaksanakan tugas. Penerapan pemberian obat dengan enam benar merupakan salah satu tugas penting perawat dalam mewujudkan keselamatan pasien.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan penerapan enam benar dalam pemberian obat di rawat inap. Metode penelitian ini menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di RS X Ruang perawatan sebanyak 60 responden dengan menggunakan total sampling dan dihitung menggunakan rumus slovin. Hasil analisis univariat dari 56 responden didapatkan 28 (50%) dari 56 responden mengalami motivasi kurang, 32 (57,1%) mengalami motivasi baik, Hasil analisis bivariat dengan uji statistik spearman menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna antara motivasi perawat dengan penerapan enam benar dalam pemberian obat (p=0.142). Disarankan kepada pihak instusi dan tenaga kesehatan agar memperoleh lebih memotivasi perawat-perawat untuk melaksanakan penerapan enam benar dalam pemberian obat.
Formulasi Tablet Sistem Floating Ranitidin HCl menggunakan Polimer Kombinasi HPMC dan Pektin Yenni Sri Wahyuni; Nilda Lely; Septia Oktariani
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.792 KB)

Abstract

Sediaan tablet mengapung merupakan salah satu bentuk dari sistem penghantaran obat tertahan dilambung yang bertujuan untuk memperpanjang waktu tinggal obat didalam lambung. Prinsip sediaan tertahan dilambung dapat digunakan untuk meningkatkan efikasi ranitidin HCl dalam mengobati penyakit lambung. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sediaan tablet mengapung dengan menggunakan HPMC dan pektin sebagai matriks atau polimer. HPMC dan pektin sebagai matriks atau polimer dalam sediaan tablet mengapung dengan ranitidin HCl sebagai model obat. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah dalam 3 formula kombinasi HPMC dan pektin dengan konsentrasi yang berbeda-beda yaitu 30 mg/tablet dan 20 mg/tablet (F1), 25 mg/tablet dan 25 mg/tablet (F2), 20 mg/tablet dan 30 mg/tablet (F3) dengan zat tambahan PVP, Avicel PH 102 (MCC), natrium bikarbonat, Mg stearat. Tablet dihasilkan diuji sifat fisik tablet meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kadar zat aktif, uji floating dan disolusi mendapatkan konsentrasi optimum dari tablet formula 1 yaitu menghasilkan tablet dapat bertahan mengapung selama 17 jam sampai 24 jam. Uji pelepasan ranitidin HCl dilakukan secara in vitro menggunakan alat tipe 2 (dayung) dengan kecepatan pengadukan 50 rpm dalam medium HCl 0,1 N sebanyak 900 ml pada suhu 37 ℃ ± 0,5 selama 8 jam. Formula tablet ranitidin HCl dengan komposisi 200 mg. Effisiensi disolusi dari tablet formula 1 adalah 78,19 %.
Hubungan Rasionalitas Pengobatan dan Kepatuhan Pasien TB Paru Kategori 1 dengan Keberhasilan Terapi di Puskesmas X Sumatera Selatan Yopi Rikmasari
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.039 KB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menimbulkan kesakitan, kecacatan, dan kematian yang tinggi bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Keberhasilan terapi sangat tergantung dari factor-faktor yang mempengaruhinya, diantaranya rasionalitas pengobatan dan kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasionalitas pengobatan dengan ke1berhasilan terapi dan hubungan antara kepatuhan pasien dengan keberhasilan terapi. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional korelasional analitik dengan uji statistik chi square. Data diperoleh dari sumber data primer dan data sekunder. Populasi pada penelitian ini merupakan populasi sampel (sampling population), yaitu keseluruhan individu akan menjadi unit penelitian jika memenuhi kriteria inklusi. Rasionalitas pengobatan dinilai melalui analisa kesesuaian paduan terapi, dosis dan lama pengobatan dengan standar pengobatan TB di donesia. Kepatuhan pasien dinilai dengan kuesioner MMAS-8. Terapi dinyatakan berhasil jika pasien yang dinyatakan sembuh pada saat pemeriksaan terakhir. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden, sebanyak 20 (66,7%) dinyatakan sembuh dan 10 (33,3%) gagal. Pengobatan yang rasional sebanyak 16 (53,3%) dan tidak rasional 14 (46,7%) serta tingkat kepatuhan tinggi 15 (50%) dan rendah-sedang (50%). Terdapat hubungan antara rasionalitas pengobatan dengan keberhasilan terapi (p = 0,013). Pasien yang mendapatkan pengobatan rasional berpeluang 9 kali sembuh dibandingkan dengan pengobatan yang tidak rasional (OR=9) dan terdapat hubungan antara kepatuhan pasien dengan keberhasilan terapi (p = 0,007). Pasien dengan tingkat kepatuhan tinggi berpeluang 21 kali sembuh dibandingkan dengan tingkat kepatuhan rendah-sedang (OR = 21).

Page 1 of 1 | Total Record : 7