cover
Contact Name
Nurain Suryadinata
Contact Email
nurain.suryadinata@fkip.unila.ac.id
Phone
+6285269017688
Journal Mail Official
jurnal.ruangpengabdian@gmail.com
Editorial Address
Gedung G. Lantai 2 FKIP, Jl. Sumantri Brojonegoro No.1, Kecamatan Gedung Meneng , Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Lampung
ISSN : 28072251     EISSN : 27989453     DOI : https://doi.org/10.23960/rp
Core Subject : Education,
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (RP) diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Matemarika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat. Terbit pertama kali pada tahun 2021 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni, dan Desember. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Ruang Pengabdian meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang original. Jurnal Ruang Pengabdian menerima manuskrip atau naskah artikel hasil pengabdian kepada masyarakat pada bidang keilmuan yang Relevan dengan keilmuan matematika, Biologi, Fisika, Kimia dan Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
BIMBINGAN TEKNIS VIRTUAL LESSON STUDY: MENINGKATKAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE DALAM MELAKUKAN ANALISIS REFLEKSI DIDAKTIS GURU-GURU SMP NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG Sri Hastuti Noer; Pentatito Gunowibowo; Widyastuti Widyastuti; Mella Triana
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.806 KB)

Abstract

Bimbingan teknis implementasi Virtual Lesson Study (VLS) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kehandalan untuk mengimplementasikan VLS serta melakukan analis reflektif bagi guru-guru di SMPN 2 khususnya dan di Kota Bandar Lampung umumnya.  Kegiatan ini juga membantu meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran siswa, memungkinkan diskusi mendalam dengan kolega, membangun kebersamaan, menciptakan budaya pembelajaran reflektif dan berkelanjutan, serta memberi kesempatan bagi guru baru untuk belajar kurikulum, manajemen, konten dan pedagogi dari guru yang berpengalaman. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu pelatihan VLS, pendampingan guru model, serta implementasi pelaksanaan VLS.   Implementasi pelaksanaan VLS dilaksanakan pada pada tahap plan dan do. Rangkaian kegiatan tersebut berkontribusi pada Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru-guru peserta dalam ranah PCK dan implementasi VLS. Hal tersebut ditandai dengan besar rata-rata skor n-gain teori sebesar 0,32 (kategori peningkatan sedang) dan rata-rata skor n-gain praktek sebesar 0,67 (kategori peningkatan sedang). Hasil uji Wilcoxon pada taraf nyata 0,05 juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan baik pada rata-rata skor peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah teori dengan rata-rata skor peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah praktek. Temuan tersebut mempertegas pentingnya kegiatan pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Namun demikian, kondisi kebijakan sekolah yang berubah-ubah terkait bentuk pertemuan pembelajaran di sekolah sebagai imbas dari ketentuan PPKM, membuat kegiatan see dan analisis refleksi yang direncanakan belum dapat terlaksana secara optimal. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru-guru peserta terkait PCK dan implementasi VLS masih sangat berpeluang besar untuk ditingkatkan lebih baik lagi sehingga  dapat lebih mengeksplorasi campuran konten dan pedagogi yang unik dari  guru, yang pada akhirnya akan membentuk pengertian profesional bagi guru itu sendiri Kata Kunci: lesson study; pedagogical content knowledge; virtual
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA AUDIOVISUAL BAGI GURU-GURU KIMIA SMA DI KOTA BANDAR LAMPUNG Ratu Betta Rudibiyani; Nina Kadaritna; Tasviri Efkar; Emmawaty Sofya; Atika Agustina; Febriyola Kurnia Utami
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.476 KB)

Abstract

Perpindahan sistem belajar konvensional ke sistem daring secara tiba-tiba (karena pandemi covid-19) tanpa persiapan yang matang menyebabkan sejumlah guru tidak mampu mengikuti perubahan dengan pembelajaran berbasis teknologi dan informasi (Asmuni, 2020). Hal ini tentu sangat menghawatirkan dikarenakan perkembangan TIK memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bagaimana proses pembelajaran siswa, khususnya efektivitas pembelajaran, efisiensi waktu dan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya (Harjono, 2017). Waktu pembelajaran yang dipersingkat menjadi 2 x 30 menit membuat siswa kurang memahami konsep yang disampaikan. Oleh karena itu diperlukan media yang dapat memecahkan masalah tersebut. Salah satu usaha yang akan diberikan oleh Tim Dosen FKIP adalah memberi pelatihan membuat media audiovisual berupa video pembelajaran kepada guru kimia. Selama ini, guru kimia belum pernah mendapat pelatihan membuat media audiovisual berupa video pembelajaran (lebih dari 70%, hasil pretes). Video sebagai media audiovisual yang mempunyai unsur gerak akan mampu menarik perhatian dan motivasi siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan guru kimia berupa pelatihan membuat media audiovisual umumnya dan media audiovisual berbasis problem solving. Sebelum pelatihan dimulai peserta diberi pretes dan sesudah pelatihan diberi postes. Setelah mengikuti kegiatan pelatihan terdapat peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta sebesar 75 % dalam membuat media audiovisual.
PELATIHAN PENYUSUNAN INSTRUMEN TES MATEMATIKA DAN IPA SD KELAS TINGGI Rini Asnawati; Caswita Caswita; Median Agus Priadi; Novinta Nurulsari
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): EDISI JUNI 2021
Publisher : Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.253 KB)

Abstract

Assesmen merupakan komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Assesmen yang dilakukan dengan baik dan menggunakan instrumen tes yang tepat  dapat membantu guru dalam memperoleh informasi, mengindentifikasi dan memetakan tingkat kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran. Keberhasilan asesmen sangat tergantung pada pengetahuan dan keterampilan guru dalam memilih dan mengembangkan jenis asesmen dalam mengukur kompetensi siswa, sehingga, pemahaman tentang prinsip dasar asesmen yang berkualitas harus dimiliki oleh guru agar dapat melakukan asesmen terhadap siswa secara tepat sesuai dengan jenjang pendidikan dan level berpikir siswa.Permasalahan yang terjadi di sekolah adalah instrumen yang dibuat oleh guru dalam melakukan assesmen hanya berupa instrumen tes yang cenderung lebih banyak menguji aspek ingatan, sedangkan instrumen yang melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa belum banyak dibuat dan digunakan oleh guru khususnya mengenai matematika dan IPA. Selain itu, guru belum memperhatikan tahap perkembangan berpikir siswa, khususnya untuk siswa SD kelas tinggi. Banyak alasan yang dikemukakan oleh guru SD kelas tinggi, diantaranya kurangnya kemampuan dan keteram­pilan guru dalam membuat instrumen penilaian yang melatih siswa untuk berpikir tingkat tinggi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada guru SD kelas tinggi di Kecamatan Rajabasa Kota bandar Lampung untuk menyusun instrumen tes pada  materi matematika dan IPA. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah melalui ceramah, diskusi, dan proyek. Pada kegiatan ceramah pemateri meyampaikan materi tentang teknik penambangan instrumen penilaian sesuai dengan prosedur yang baku dilanjutkan dengan diskusi. Setelah diskusi, peserta pelatihan megerjakan tugas proyek berupa menyusun instrument tes mata pelajaran matematika dan IPA, menganalisis secara kualitatif, mengujicobakannya. Berdasarkan hasil kegiatan, diperoleh simpulan bahwa kegiatan pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang perancangan instrumen tes matematika dan IPA SD kelas tinggi Berdasarkan hasil nilai pretest diketahui bahwa pemahaman awal guru-guru tergolong sedang. Pada akhir pelatihan, rata-rata nilai posttest guru-guru lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai pretest, peningkatan pemahaman guru-guru perancangan instrumen tes matematika dan IPA tergolong sedang. Kata Kunci : Instrumen tes matematika dan IPA, SD kelas tinggi
PELATIHAN PENUYUSUNAN LKS BERBASIS MODEL PROJECT BASED LEARNING BAGI GURU IPA SMP Noor Fadiawati; Dewi Lengkana; Chansyanah Diawati; Tri Jalmo
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.98 KB)

Abstract

Model pembelajaran berbasis proyek atau project based learning (PjBL) merupakan model pembelajaran di mana siswa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melalui suatu proyek dalam jangka waktu tertentu, untuk menyelidiki dan menanggapi pertanyaan kompleks.  Pada model ini, pembelajaran dirancang berdasarkan masalah kehidupan nyata dan ber­sifat ill-structured, sehingga siswa menjadi terdorong lebih aktif dalam belajar dan kreativitas siswa menjadi berkembang. Akan tetapi faktanya kemampuan guru dalam menerapkan model ini relatif rendah.  Untuk itu perlu dilakukan pelatihan penyusunan LKS berbasis model PjBL. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah meningkatkan pemahaman guru IPA tentang model PjBL, dan keterampilan guru IPA dalam menyusun LKS berbasis PjBL.  Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan pendampingan. Kegiatan ini  dilaksanakan di gedung G FKIP Universitas Lampung.  Sasaran dari kegiatan ini adalah guru-guru IPA yang tergabung dalam MGMP IPA Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. Model evaluasi program yang digunakan adalah model evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP). Berdasarkan hasil evaluasi, dapat dinyatakan bahwa terdapat peningkatan pemahaman guru tentang model PjBL, hal ini terlihat dari peningkatan nilai postes dibandingkan nilai pretes dengan n-gain rata-rata sebesar 0,88 (kategori tinggi); dan meningkatnya keterampilan guru dalam menyusun LKS berbasis model PjBL Kata kunci: guru IPA SMP; LKS; n-gain rata-rata; pembelajaran berbasis proyek
PELATIHAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DALAM MENGUKUR DIMENSI PENGETAHUAN BAGI GURU-GURU BIOLOGI SMA DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Median Agus Priadi; Tri Jalmo; Darlen Sikumbang
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): EDISI JUNI 2021
Publisher : Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.615 KB)

Abstract

Assesmen merupakan komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Assesmen yang dilakukan dengan baik dan menggunakan instrumen tes yang tepat  dapat membantu guru dalam memperoleh informasi, mengindentifikasi dan memetakan tingkat kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran. Permasalahan yang terjadi di sekolah adalah instrumen yang dibuat oleh guru dalam melakukan assesmen hanya berupa instrumen tes yang cenderung lebih banyak menguji aspek ingatan, sedangkan instrumen yang melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa belum banyak dibuat dan digunakan oleh guru.Selain itu, guru belum memperhatikan tahap perkembangan berpikir siswa.Banyak alasan yang dikemukakan oleh guru, diantaranya kurangnya kemampuan dan keteram­pilan guru dalam membuat instrumen penilaian yang melatih siswa untuk berpikir tingkat tinggi.Berdasarkan uraian di atas, guru perlu dilatihdalam membuat atau menyusun instrumen tes sebagai Assesment for learningyang dapat membantu melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada guru biologi SMA di Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk menyusun instrumen tes pada materi Biologi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah melalui ceramah, diskusi, dan proyek. Pada kegiatan ceramah pemateri meyampaikan materi tentang teknik penambangan instrumen penilaian sesuai dengan prosedur yang baku dilanjutkan dengan diskusi. Setelah diskusi, peserta pelatihan megerjakan tugas proyek berupa menyusun instrument tes mata pelajaran, menganalisis secara kualitatif, mengujicobakannya. Berdasarkan hasil kegiatan, diperoleh simpulan bahwa kegiatan pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang perancangan instrumen tes biologi  Berdasarkan hasil nilai pretest diketahui bahwa pemahaman awal guru-guru tergolong sedang. Pada akhir pelatihan, rata-rata nilai posttest guru-guru lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai pretest, peningkatan pemahaman guru-guru perancangan instrumen tes Biologi tergolong sedang.
PELATIHAN PENYUSUNAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA PRANCIS MELALUI PLATFORM QUIZIZZ BAGI GURU BAHASA PRANCIS SE-LAMPUNG Setia Rini; Diana Rosita; Endang Ikhtiarti; Indah Nevira Trisna
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.634 KB)

Abstract

Satu tahun lebih telah berlalu proses pembelajaran daring karena pandemi Covid-19. Meskipun demikian, sebagai seorang pendidik profesional, guru dituntut untuk tetap dapat optimal dalam melakukan pengajaran dan pendidikan tentu saja dengan  beberapa kebijakan yang diberikan oleh pemerintah khususnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu dengan melonggarkan capaian pembelajaran. Terkait dengan pencapaian tujuan pembelajaran tersebut, seorang guru harus dapat melakukan evaluasi dengan valid meskipun dilakukan secara daring. Hal ini dikarenakan, ada banyak kemungkinan bagi siswa untuk melakukan kecurangan-kecurangan ketika evaluasi berlangsung seperti menyontek, copy paste jawaban, dan berbagai hal lain yang dapat dilakukan dengan sangat mudah oleh siswa melalui internet. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membekali para guru Bahasa Prancis di Lampung untuk terampil menggunakan berbagai macam media/aplikasi evaluasi seperti Quizizz. Melalui pembuatan quiz/tugas/ujian interaktif Quizizz maka siswa akan merasa lebih semangat dan antusias, sedang dievaluasi tetapi rasanya seperti sedang bermain game. Dengan demikian, evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan baik, optimal, efektif, efisien, mudah, dan menyenangkan baik bagi siswa maupun bagi guru.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA AUDIO VISUAL MATEMATIKA BAGI GURU SD KOTA BANDAR LAMPUNG Sugeng Sutiarso; Nurhanurawati Nurhanurawati; Nurain Suryadinata; M. Coesamin
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.988 KB)

Abstract

Matematika merupakan salah satu pelajaran yang materinya memiliki karakteristik tertentu bila dibandingkan dengan pelajaran lain. Karakteristik tertentu tersebut seperti materinya bersifat abstrak, logis, sistematis, dan menggunakan simbol yang bersifat universal. Karakteristik inilah yang menjadi salah satu faktor matematika sulit dipahami siswa, apalagi siswa SD (sekolah dasar). Untuk membantu kesulitan siswa tersebut maka perlu pemanfaatan media pembelajaran sebagai sarana yang memudahkan belajar siswa, seperti media audio visual. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan penge-tahuan guru SD tentang media-visual matematika, dan keterampilan guru SD dalam membuat media audio visual matematika. Sasaran kegiatan pengabdian adalah guru SD yang mengajar matematika di Kota Bandar Lampung sebanyak 32 orang. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 6 hari, yaitu 1 hari untuk penyampaian materi/teori (Sabtu, 9 Oktober 2021, dilaksanakan di ruang kuliah G9, Gedung G FKIP Universitas Lampung) dan 5 hari untuk pembimbingan praktek (Senin-Jumat, 11-15 Oktober 2021, dilaksanakan secara daring/online). Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah (1) meningkatknya pengetahuan guru SD dalam membuat media audio visual dengan N-Gain sebesar 0,88 (rata-rata skor pretes: 46,95; dan rata-rata skor postes: 95,08), dan (2) meningkatnya keterampilan guru SD dalam membuat media audio visual; hal ini ditunjukkan oleh media audio visual yang dihasilkan guru. Kata Kunci: guru SD; matematika; media audio visual
PELATIHAN DIGITALISASI BENDA-BENDA SEJARAH DI MUSEUM KEKHATUAN SEMAKA PEKON SANGGIH UNGGAK KABUPATEN TANGGAMUS Feriansyah Sesunan; Wayan Suana; Erimson Siregar; Rangga Firdaus; Fajar Juliantono; Umi Hanifah
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.951 KB)

Abstract

Ketidaktahuan masyarakat dalam menyebarkan informasi membuat sesuatu yang penting untuk dipublikasikan menjadi terhambat, contohnya seperti penemuan benda benda bersejarah. Maka tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu sebagai berikut: Meningkatkan pemahaman dan keterampilan kepala desa dan karang taruna dalam mendigitalisasikan koleksi Benda Benda Sejarah Museum Kekhatuan Semaka Pekon Sanggih Unggak Kecamatan Bandar Negeri Semuong Kabupaten Tanggamus; Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya digitalissasi benda benda Sejarah Museum Kekhatuan Semaka Pekon Sanggih Unggak Kecamatan Bandar Negeri Semuong Kabupaten Tanggamus; Melestarikan informasi tentang benda benda bersejarah di Museum Kekhatuan Semaka Pekon Sanggih Unggak Kecamatan Bandar Negeri Semuong Kabupaten Tanggamus; Memberikan pelatihan digitalisasi koleksi Benda Benda Sejarah Museum Kekhatuan Semaka Pekon Sanggih Unggak Kecamatan Bandar Negeri Semuong Kabupaten Tanggamus.Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan digitalisasi museum ini berhasil memberikan pemahaman dan keterampilan para pamong desa dan karang taruna Pekon Sanggih Unggak yang merupakan peserta kegiatan pelatihan ini. Dari hasil penilaian, terbukti bahwa para pamong desa dan karang taruna memahami serta memperoleh keterampilan dalam melakukan digitalisai benda-benda bersejarah yang ada di museum Kekhatuan Semaka dimulai dari teknik pengambilan dan pengeditan foto/video, pengaturan pencahayaan foto/video, serta dapat mengelola website museum Kekhatuan Semaka dengan baik. Dari penilaian diri peserta, skor rata-rata yang diperoleh dari pemahaman mereka adalah 74,1 dengan persentase 83% dan keterangan berhasil. Keterampilan peserta dinilai dari keterampilan dalam mengambil gambar dan keterampilan mengedit gambar. Adapun keterampilan mengelola website tidak dilakukan penilaian dikarenakan keterbatasan waktu. Penilaian keterampilan ini juga dilakukan sekali, yaitu selama proses kegiatan (on going assessment).
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU-GURU BIOLOGI SMA MELALUI MEDIA VIDEO TUTORIAL DALAM REMEDIAL TEACHING Berti Yolida; Rini Rita T. Marpaung; Wisnu Juli Wiono; Median Agus Priadi
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): EDISI JUNI 2021
Publisher : Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.766 KB)

Abstract

ABSTRAK Guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik dituntut untuk mampu merencanakan, melaksanakan, melakukan evaluasi, dan harus terampil dalam membuat dan memanfaatkan media pembelajaran. Salah satu kegiatan pembelajaran adalah Remedial Teaching. Remedial teaching merupakan kegiatan pembelajaran bagi siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketuntusan Minimal (KKM). Siswa yang belum tuntas umumnya pada materi yang berbeda-beda antara siswa satu dan yang lainnya. Hal ini menjadi kendala bagi guru dalam pelaksanakan kegiatan remedial teaching. Untuk itu guru harus memanfaatkan media pembelajaran. Guru-guru Biologi SMA di Kabupaten Tulang Bawang Barat baik guru SMA Negeri maupun swasta selama ini belum terampil dalam membuat media pembelajaran serta memanfaatkannya khsusnya dalam remedial teaching. Oleh karena itu perlu adanya pelatihan terhadap guru-guru dengan tujuan meningkatkan keterampilan dan pemahaman guru-guru Biologi SMA di Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam membuat media pembelajaran dan memahami strategi memanfaatkan media dalam remedial teaching. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi,dan praktik membuat media video tutorial, serta evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru-guru dalam membuat media video tutorial dan implementasinya dalam pembelajaran remedial teaching. Semua guru mampu membuat dan menyelesaikan produk berupa media video tutorial dengan baik. 
PELATIHAN MENDESAIN PERTANYAAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MATRIKS PERTANYAAN BAGI GURU IPA BIOLOGI SE-LAMPUNG TIMUR Pramudiyanti Pramudiyanti; Dina Maulina; Nadya Meriza; Rini Rita T. Marpaung
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.015 KB)

Abstract

Pertanyaan merupakan hasil kegiatan berpikir yang perlu dibudayakan pada proses pembelajaran, karena pertanyaan dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa.Selain itu pertanyaan dapat membantu guru menemukan konsep-konsep penting yang perlu dipelajari oleh siswa. Kegiatan membuat pertanyaan membutuhkan keterampilan karena tidak semua siswa mampu membuat pertanyaan dengan mudah. Kegiatan membuat pertanyaan dapat diajarkan oleh guru kepada siswa menggunakan matriks pertanyaan. Tujuan kegiatan adalah memberikan pengalaman kepada guru IPA Biologi dalam membuat pertanyaan menggunakan matriks pertanyaan, sehingga guru dapat membelajarkan membuat pertanyaan menggunakan matriks pertanyaan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode pelatihan membuat pertanyaan pembelajaran bagi guru IPA Biologi se-Lampung Timur. Kelompok mitra yaitu MGMP IPA Biologi se_Lampung Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pretes dan postes. Data diolah menggunakan program excel. Hasil pengabdian sebagai berikut: nilai pretes 42,78, postes 55,42 dengan nilai N-Gain 22 berkategori tidak efektif. Kata Kunci: biologi; matriks; MGMP; pelatihan guru; pertanyaan

Page 1 of 3 | Total Record : 23