cover
Contact Name
HENNY SYAPITRI
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
+6285359022627
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/2/Editorial-Team
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Farmanesia
ISSN : """"     EISSN : 25282484     DOI : https://doi.org/10.51544/jf.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Farmanesia dengan E-ISSN: 2528-2484 merupakan jurnal resmi yang diterbitkan oleh Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia, yang artikelnya dapat diakses dan diunduh secara online oleh publik (open access journal). Jurnal ini merupakan jurnal peer-review yang diterbitkan dua kali setahun dengan topik keunggulan hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktik kefarmasian, teknologi farmasi, dan disiplin ilmu kesehatan yang berkaitan erat. Jurnal ini menerima teks bahasa Indonesia. Berikut ini adalah area penelitian yang menjadi fokus jurnal ini: 1. Farmakologi 2. Farmasetika 3. Biologi Farmasi 4. Kimia Farmasi 5. Farmakognosi 6. Fitokimia
Articles 197 Documents
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PERILAKU PEDAGANG DENGAN KEBERADAAN PEMANIS SAKARIN DAN SIKLAMAT DALAM MINUMAN SIRUP PADA SEKOLAH DASAR (SD) DI KECAMATAN MEDAN JOHOR TAHUN 2014 Elly Nurita Sitorus
Jurnal Farmanesia Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.296 KB)

Abstract

Zat pemanis berfungsi untuk memberi rasa manis pada makanan maupun minuman. Pemanis buatan sering digunakan untuk menggantikan pemanis alami, karena harganya lebih murah dan tingkat kemanisannya tinggi dibandingkan gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Karakteristik Dan Perilaku Pedagang dengan Keberadaan Pemanis Sakarin Dan Siklamat Dalam Minuman Sirup Pada Sekolah Dasar (SD) Di Kecamatan Medan Johor Tahun 2014. Jenis penelitian dilakukan dengan rancangan penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang minuman sirup berwarna kuning yang berdagang pada sekolah-sekolah dasar di Kecamatan Medan Johor, dan keseluruhannya dijadikan sebagai sampel sebanyak 33 orang. Berdasarkan hasil penelitian di laboratorium secara HPLC diperoleh bahwa keberadaan sakarin dan atau siklamat dalam minuman sirup terdapat dalam 24 sampel (72.7%), artinya 24 orang pedagang menggunakan sakarin dan atau siklamat didalam minuman sirup. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan umur pedagang dan penghasilan pedagang dengan keberadaan sakarin dan siklamat dalam minuman sirup. Ada hubungan pendidikan, pengetahuan, sikap, tindakan dan perilaku pedagang dengan keberadaan sakarin dan siklamat dalam minuman sirup. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap keberadaan sakarin dan siklamat dalam minuman sirup adalah variabel pengetahuan (p value = 0,037; OR= 16,622) yang artinya bahwa  pedagang yang berpengetahuan rendah mempunyai peluang berisiko 16,622 kali lebih besar menggunakan sakarin dan atau siklamat dalam minuman sirup dibanding dengan pedagang yang mempunyai pengetahuan tinggi. Sampel minuman  sirup dengan  kadar  tertinggi  sakarin  dalam minuman  sirup 1415  mg/kg atau  353,75 mg/saji mencapai 141,5 % ADI orang dewasa.. Sedangkan sampel minuman  sirup dengan  kadar  tertinggi  sakarin  dalam minuman  sirup 7417  mg/kg atau 1854,25 mg/saji mencapai 337,14 % ADI orang dewasa. Dengan demikian disarankan kepada pemerintah agar bekerjasama dengan instansi kesehatan terkait untuk memberikan larangan,sanksi dan penyuluhan kepada pedagang dalam penggunaan sakarin dan siklamat dalam minuman. Dan kepada pihak sekolah agar dapat memberikan informasi kepada siswa-siswi sekolah dasar mengenai  dampak mengkonsumsi minuman sirup yang mengandung sakarin dan siklamat yang di dagangkan di sekitar sekolah.
PEMERIKSAAN FORMALIN PADA IKAN TERI ASIN siti nurbaya sihombing; yossy yossy silalahi
Jurnal Farmanesia Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.35 KB)

Abstract

Ikan teri asin merupakan makanan yang memiliki protein tinggi. Pengawetan ikan teri asin dengan cara penggaraman dan pengeringan, namun pada kenyataannya masih ada produsen yang menggunakan formalin sebagai pengawetnya.Formalin merupakan zat berbahaya bila terdapat pada makanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan formalin pada ikan teri asin. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Sampel yang digunakan adalah ikan teri asin dari pusat pasar sentral medan. Pemeriksaan kandungan formalin pada ikan teri asin dengan menggunakan pereaksi asam kromatropat 0,5%, pereaksi cermin perak, dan pereaksi fehling. Hasil penelitian terdapat dua jenis ikan teri asin yang positif mengandung formalin dari empat sampel yang diperiksa. Kesimpulan Ikan teri asin yang positif mengandung formalin sebanyak dua sampel.
STUDI PERBANDINGAN OBAT GENERIK DAN OBAT DENGAN NAMA DAGANG Nerdy Jo
Jurnal Farmanesia Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.924 KB)

Abstract

Sediaan obat yang beredar di masyarakat tersedia dalam bentuk paten dan generik. Pada dasarnya, obat generik merupakan salah satu sediaan farmasi yang telah memenuhi persyaratan farmakope serta melewati proses pembuatan sesuai Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun turut mengawasi standar umum tersebut. Hal yang membedakan dengan obat bermerek dan banyak dipromosikan, umumnya pada pemilihan kadar kandungan dalam rentang standar farmakope. Obat generik memang dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat. Penyebab masalah ini adalah baik dokter maupun pasien, masih menganggap obat generik adalah obat yang murah dan tidak berkualitas. Hal ini menunjukkan masih kurangnya edukasi dan perlunya sosialisasi lebih lanjut terhadap obat generik.
STUDI TANAMAN KHAS SUMATERA UTARA YANG BERKHASIAT OBAT Nerdy Jo
Jurnal Farmanesia Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.64 KB)

Abstract

Indonesia dikenal secara luas sebagai mega center keanekaragaman hayati (biodiversity) terbesar ke dua setelah Brazil di dunia, yang terdiri dari tumbuhan tropis dan biota laut. Indonesia juga Negara agraris yang memiliki areal pertanian dan perkebunan yang luas serta pekarangan yang dapat ditanami tumbuhan obat. Penggunaan tumbuhan sebagai obat tradisional juga semakin banyak diminati oleh masyarakat karena telah terbukti bahwa obat yang berasal dari tumbuhan lebih menyehatkan dan tanpa menimbulkan adanya efek samping jika dibandingkan dengan obat-obatan yang berasal dari bahan kimia. Tumbuhan obat yang ditemukan di hutan banyak digunakan oleh masyarakat sekitar hutan sebagai pengobatan alternatif sehari-hari. Pengetahuan masyarakat tentang tumbuhan obat sudah berkembang, sehingga masyarakat sudah membudidayakan beberapa tumbuhan obat di kebun dan pekarangan rumah mereka.
PEMERIKSAAN KADAR ALKOHOL DALAM MINUMAN TUAK Drs. Suryanto M.Si., Apt.; Siti Nurbaya
Jurnal Farmanesia Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.725 KB)

Abstract

Tuak adalah jenis minuman beralkohol yang dibuat dari nira pohon aren atau pohon kelapa. Dampak mengkonsumsi tuak adalah mabuk, berat badan naik, tekanan darah tinggi, sistem kekebalan tubuh menurun, gangguan jantung, kerusakan syaraf, gangguan jiwa, kecerdasan menurun.Tujuan penelitian adalah memeriksa kadar alkohol dalam tuak. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Sampel penelitian ini menggunakan tuak. Tekhnik pengambilan sampel purposive yaitu pengambilan sampel tanpa membandingkan sampel yang ada di daerah lain. Hasil penelitian minuman tuak mengandung kadar alkohol yaitu sampel A, dengan percobaan I BJ alkohol adalah 0,9890 mempunyai kadar alkohol 6,4% v/v,  dan percobaan II BJ alkohol adalah 0,9910 mempunyai kadar alkohol 5,1% v/v. Sampel B dengan percobaan I BJ alkohol adalah 0,9846 mempunyai kadar alkohol 9,9% v/v, dan percobaan II BJ alkohol adalah 0,9844 mempunyai kadar alkohol 9,9% v/v.
PENETAPAN KADAR NATRIUM BENZOAT PADA KECAP MANIS YANG TIDAK BERMEREK SECARA ALKALIMETRI Barita Aritonang; Yossy Silalahi
Jurnal Farmanesia Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.004 KB)

Abstract

Kecap adalah sari kedelai yang telah difermentasikan bahan nabati  atau hewani berprotein tinggi didalam larutan garam. Kecap biasanya ditambahkan pengawet natrium benzoat  agar lebih tahan lama dalam penyimpanan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kadar natrium benzoat pada kecap manis yang tidak bermerek apakah telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Permenkes. Sampel diambil dari seluruh pedagang kecap manis yang tidak bermerekdi sekitar pasar Petisah Medan. Penentuan kadar natrium benzoat pada kecap manis tidak bermerek secara alkalimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecap manis tidak bermerek mengandung kadar natrium benzoat yang berbeda-beda.Kadar natrium benzoat yang tertinggi adalah 707 mg/kg sedangkan yang terendah adalah 85 mg/kg. Batas maksimum yang diperbolehkan oleh Permenkes adalah 600 mg/kg.
PENGUJIAN ANTIBAKTERI BEDAK DINGIN HERBAL MAHKOTA DEWA TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Yosy Silalahi; Indah Sari; Surianto Siregar; Dewi Rani Sinaga; Meliza Matari
Jurnal Farmanesia Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.828 KB)

Abstract

The fructus of Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) fructus contains alkaloids, saponins, tannins and flavonoids that function as an antioxidant. In this study, its fructus is used as a main ingredient for this powder formulation that is combined with various other traditional crops. The aim of this research is to make a formula of a tradisional powder as an antibacterial from acne (P. acne). The method used in this research is the Minimum Inhibitory Concentration Test (MIC) and Total Plate CountTest. The MIC results of this research that of the Phaleria extract capableof inhibiting the growth of P.acne is 3% with inhibition zone diameter of 0.8 cm. And the result of Total Plate Count Test for yeast is 9.0 x 10 3 andforbacteria is 17.5 x 105.
PEMERIKSAAN ASAM THIOGLIKOLAT PADA SEDIAAN PELURUS RAMBUT YANG BEREDAR DI PASAR SAMBAS MEDAN Nova Florentina
Jurnal Farmanesia Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam Thioglikolat berupa cairan tidak berwarna, bau tidak sedap dan mudah dioksidasi oleh udara. Penambahan asam thioglikolat dalam sediaan pelurus rambut untuk mematahkan ikatan disulfide pada rambut dan dapat melarutkan zat tanduk. Sediaan pelurus rambut berupa dalam bentuk krim atau pasta kental yang dapat membentuk rambut yang ditarik melurus. Tujuan penelitian ini adalah untuk pemeriksaan kadar asam thioglikolat pada 3 jenis sediaan pelurus rambut dengan menggunakan metode iodatometri yang menggunakan pentiter larutan kalium iodat dan indikator amilum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam thioglikolat dalam sediaan pelurus rambut yang diteliti mengandung kadar yang berbeda. Kadar rata – rata asam thioglikolat pada sampel A adalah 4,59 % , sampel B adalah 4,50 % , dan sampel C adalah 5,19 % . Hasil ini memenuhi syarat sesuai dengan keputusan Kepala Badan POM RI no. HK.00.05.42.1018 tahun 2008 penggunaan asam thioglikolat dalam sediaan pelurus rambut dengan kadar maksimal 8,0 %. Kata Kunci: Asam Thioglikolat, Pelurus Rambut, Titrasi, Iodometri
PEMERIKSAAN SENYAWA ALKALOID PADA BEBERAPA TANAMAN FAMILIA SOLANACEAE SERTA IDENTIFIKASINYA DENGAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) Maniur Arianto Siahaan; Reinhard Hiskia Sianipar
Jurnal Farmanesia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.301 KB)

Abstract

Alkaloid merupakan senyawa organik yang paling banyak ditemukan, karena sebagian besar zat alkaloida berasal dari tanaman. Pada umumnya alkaloida memiliki satu buah atom nitrogen atau lebih dengan sifat basa sehingga disebut alkaloid. Alkaloid berfungsi untuk pelindung tanaman dari penyakit, serangan hama, sebagai pengatur perkembangan, dan sebagai basa mineral untuk mengatur keseimbangan ion pada bagian-bagian tanaman, alkaloida yang ditemukan dan dihasilkan oleh tanaman termasuk dalam bagian kelompok metabolit sekunder. Bahan tumbuhan digunakan dalam penelitian ini adalah daun kecubung, daun terung dan daun rimbang. Hasil skrining fitokimia dari Golongan senyawa kimia dari serbuk simplisia daun kecubung (Datura stramonium) adalah golongan Alkaloid, Flavonoid, Saponin, Tanin, dan Triterpenoid/Steroid. Golongan senyawa kimia dari serbuk simplisia daun terung (Solanum melongena L) adalah golongan Flavonoid, Tanin, dan Triterpenoid/Steroid. Golongan senyawa kimia dari hasil serbuk simplisia dari daun rimbang (Solanum torvum Swartz) adalah golongan Flavonoid dan Tanin. Hasil analisa atau identifikasi Kromatografi Lapis Tipis dari . Golongan Alkaloid dari ekstrak etanol daun kecubung (Datura stramonium) memiliki nilai Rf sebelum sinar yaitu Rf1 ; 0,37, Rf2 ; 0,78, Rf3 ; 0,91 ditandai adanya warna kuning dan nilai Rf setelah sinar ultraviolet yaitu Rf1 ; 0,37, Rf2 ; 0,78, Rf3 ; 0,91 berwarna kuning cerah dan nilai Rf dari pereaksi Dragendorff adalah 0, 97 ditandai adanya warna kuning hingga kuning kecoklatan.Golongan Alkaloid dari ekstrak etanol daun terung ( Solanum melongena L) memiliki nilai Rf sebelum sinar yaitu Rf1;0,26, Rf2; 0,47 ditandai adanya warna kuning dan nilai Rf setelah sinar ultraviolet yaitu Rf1; 0,26, Rf2; 0,47 berwarna kuning cerah dan nilai Rf dari pereaksi Dragendorff adalah negatif .Golongan Alkaloid dari ekstrak etanol daun rimbang (Solanum torvum Swartz) memiliki nilai Rf sebelum sinar yaitu Rf1 ;0,06, Rf2 ;0,8, Rf3 ;0,97 ditandai adanya warna kuning dan nilai Rf setelah sinar ultraviolet yait Rf1 ; 0,06, Rf2 ; 0,8, Rf3 ; 0,97 Rf berwarna kuning kecoklatan dan nilai Rf dari pereaksi Dragendorff adalah negatif.
FORMULASI KRIM ANTI – AGING DARI BUAH MANGGA MANALAGI Denny Satria; Maniur A Siahaan
Jurnal Farmanesia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.338 KB)

Abstract

Latar belakang : Proses penuaan dini ditandai dengan adanya garis – garis kerutan dipermukaan kulit, baik kulit wajah ataupun kulit dibagian tubuh lainnya. Proses penuaan lebih cepat terjadi apabila tubuh tidak cukup mendapatkan asupan nutrisi dan vitamin. Kandungan nutrisi dan vitamin dapat diperoleh dari konsentrat sari buah mangga manalagi yang mengandung beta karoten, kalium, dan vitamin C. Dimana beta karoten tergolong sebagai antioksidan yang dapat memberikan perlindungan terhadap kulit, karena dapat menangkal radikal bebas. Tujuan : Untuk memformulasikan konsentrat sari buah mangga import sebagai krim anti - aging dan untuk mengetahui formulasi krim anti - aging dari konsentrat sari buah mangga manalagi memiliki efek anti-aging atau tidak. Metode : Sediaan krim yang dibuat adalah tipe m/a, konsentrat sari buah mangga manalagi yang digunakan sebagai bahan krim yaitu : 5%, 7,5%, 10%, 12%. Pengujian yang dilakukan adalah uji homogenitas, penentuan tipe emulsi, pH, pengamatan stabilitas selama 12 minggu pada penyimpanan suhu kamar, uji iritasi terhadap kulit. Uji kemampuan sediaan untuk memberikan efek anti aging pada punggung tangan yang telah ditandai menggunakan 5 kelompok uji yang masing masing terdiri dari 3 orang sukarelawan dengan pemberian sediaan krim pada konsentrat sari buah mangga manalagi yang berbeda, dan 1 kelompok uji dengan pemberian blanko. Pengujian dilakukan selama 1 bulan. Hasil : Semua sediaan krim anti aging yang dihasilkan homogen dan menunjukkan tipe m/a. Uji pH pada saat krim dibuat adalah : 5,89 – 6,99 dan setelah penyimpanan selama 12 minggu adalah : 5,63 -6,93. Semua sediaan stabil selama penyimpanan 12 minggu, serta tidak mengiritasi kulit. Hasil pengujian dari sediaan krim anti aging pada punggung tangan dari keadaan dehidrasi menjadi normal (kadar air), mengubah pori pori besar menjadi kecil (pore), dan mengubah kulit yang keriput menjadi tidak berkeriput (wrinkle). Sediaan krim anti aging telah menunjukkan peningkatan efek kulit yang signifikan setelah 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu. Kesimpulan : Konsentrat sari buah mangga manalagi dapat diformulasikan menjadi sediaan krim m/a yang mampu memberikan efek anti aging pada punggung tangan. Formula 4 (F4) dengan konsentrat sari buah mangga import 12% adalahyang paling baik dapat memberikan efek pada kulit punggung tangan.

Page 1 of 20 | Total Record : 197