cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Komplek House of Glory Belakang Ruko Eden Park, Taman Baloi, Batam Kota, Batam City, 29432 Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau.
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Coster
ISSN : -     EISSN : 28076044     DOI : -
Real Coster : Journal of Community Service receives all articles regarding Community Service reports from lecturers, both within the Batam Real Theological College, as well as other Christian religious colleges.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
Menumbuhkan Jiwa Enterpreneurship Mahasiswa STT Real Batam Melalui Kegiatan PKM Tahu Tempe Sebagai Jembatan Pewartaaan Injil Fredy Simanjuntak; Mangiring Tua Togatorop; Ardianto Lahagu; Roy Martin Simanjuntak; Stefanus Meo Nekin
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2: September 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.112 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v3i2.123

Abstract

This article discusses the Creativity Program initiated by the Theology Study Program with STT Real Batam students to take advantage of their free time to cultivate the entrepreneurial spirit of students through the skills of making tofu and tempeh. This was initially motivated by daily needs in the dormitory so that students could also eat simple, everyday foods that are no less healthy and beneficial for the body. The implementation method for this PkM program is by visiting one of the tofu-tempe production centres in Batu Aji. The purpose of the activity is to provide skills to students so as to foster an entrepreneurial spirit for STT Real Batam students. From the results of the evaluation, it was noted that he had attended several pieces of training from theory to practice. Students are motivated to develop such training in the campus environment. The implementation of this PKM is very useful to increase student creativity so that the production of tofu and tempeh can be used as a medium for Micro, small and medium enterprises and at the same time to complement the daily food needs of the hostel.AbstrakArtikel ini membahas tentang Program Kreativitas yang digagas oleh Prodi Teologi dengan mahasiswa STT Real Batam untuk memanfaatkan masa luang untuk menumbuhkan jiwa enterpreneuship mahasiswa melalui keterampilan pembuatan tahu dan tempe. Hal ini awalnya dimotivasi kebutuhan sehari-hari di asrama supaya mahasiswa pun dapat mengkomsi makanan sederhana sehari-hari yang tak kalah sehat dan bermanfaat bagi tubuh. Metode pelaksanaan pada program PkM ini yaitu dengan mengunjungi salah satu pusat produksi tahu-tempe di Batu Aji. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan meningkatkan keterampilan kepada mahasiswa sehingga menumbuhkan jiwa enterpreneurship bagi mahasiswa STT Real Batam. Dari hasil evaluasi, tercatat selama mengikuti beberapa kali pelatihan dari teori sampai praktek. Mahasiswa termotivasi untuk mengembangkan pelatihan pembuatan tersebut di lingkungan kampus. Pelaksanaan PKM ini sangat berguna untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa untuk ditambah hasil produksi tahu dan tempe dapat dijadikan sarana UMKM dan sekaligus untu melengkapi keperluan makanan asrama sehari-hari.
Pendidikan Rumah Singgah Bagi Anak Kurang Mampu di Kota Batam Johannes Tarigan; Fredy Simanjuntak; Septerianus Waruwu; David Martinus Gulo; Ya aman Gulo; Josanti Josanti; Otieli Harefa
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1: Maret 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.619 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v2i1.114

Abstract

Poverty is a condition that is never wanted by anyone. The condition of a large or small city does not guarantee that there will be no poor family in that place. However, the most important of these is what can happen to a poor family. How about their families, especially children born to poor families. Children who cannot afford it will certainly find it difficult to get an education and even their family's economic capacity may not be able to fulfil the three main human needs properly. Therefore, humans as social creatures cannot be separated from other humans. So that there need to be efforts from other individuals to help each other and the Halfway House becomes a solution for children who come from poor families.AbstrakKemiskinan merupakan keadaan yang tidak pernah diinginkan oleh siapapun. Keadaan kota yang besar atau kecil tidak menjadi jaminan ditempat itu tidak terdapat keluarga yang tidak mampu. Namun, yang paling penting dari hal itu adalah apa yang dapat terjadi terhadap keluarga yang tidak mampu. Bagaimana keluarganya terkhusus anak-anak yang lahir dari keluarga yang tidak mampu. Anak-anak yang tidak mampu tentunya akan kesulitan untuk mendapatkan pendidikan bahkan kemampuan ekonomi kelaurga mereka belum tentu dapat memenuhi tiga kebutuhan pokok utama manusia dengan layak. Oleh karena itu manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat lepas dari manusia lainnya. Sehingga perlu ada upaya dari individu lain untuk saling membantu dan Rumah Singgah menjadi salah satu solusi untuk anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. 
Upaya Edukasi Pemuda Dalam Pencegahan Perkawinan Beda Agama Mangiring Tua Togatorop; Ardianto Lahagu; Michael Cornelius Pua; Rame Irma Ida; Ulina Wati Br Siregar; Sukardin Zebua
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 1: Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.568 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v1i1.104

Abstract

This research is a study on “Efforts to Prevent Interfaith Marriages for STT Real Batam Students. The main problems are 1. What are the causes of the rise of interfaith marriages, 2? What efforts are being made to minimize the prevalence of interfaith marriages, 3? What is the solution to the rise of interfaith marriages? The goal is whether or not interfaith marriages are carried out according to religion according to the biblical perspective. The type of research used is qualitative research, with a sociological approach. The results of the study indicate that efforts to educate the basics and criteria in choosing a life partner according to the teachings of the Christian religion must be planted in Christian families as early as possible so that wherever they are in the future or in whatever environment they are, they are still able to hold and have one principle. choosing the right life partner according to the Bible.AbstrakPenelitian ini adalah studi tentang “Upaya Pencegahan Perkawinan Beda Agama bagi Mahasiswa STT Real Batam. Pokok permasalahannya: 1. Apa penyebab maraknya perkawinan beda agama, 2. Upaya apa yang dilakukan unuk meminimalisir maraknya perkawinan beda agama, 3. Apa solusi maraknya pernikahan beda agama? Tujuannya adalah Boleh atau tidaknya Perkawinan beda agama dilangsungkan menurut agama menurut perspektif alkitab. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya didikan dasar-dasar dan kriteria-kriteria dalam memilih pasangan hidup menurut ajaran agama Kristian haruslah ditanam dalam diri keluarga Kristen sedini mungkin, sehingga dimanapun mereka berada kelak atau dilingkungan mana pun mereka, mereka tetap mampu untuk memegang dan mempunyai satu prinsip pemilihan pasangan hidup yang benar menurut Alkitab.Kata kunci: Edukasi, Pemuda, Pencegahan Perkawinan Beda Agama.
Pendampingan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Melalui Mewarnai Gambar Cerita Alkitab sebagai Upaya Penguatan Iman bagi Peserta Didik PAUD Menara Terang Kota Nova Ritonga; Mathan Yunip; Saedo Marbun
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2950.377 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v5i1.161

Abstract

Children are gifts that must be educated with faith in God. At their young age, children are not yet able to distinguish between good and bad, so they are easily influenced and cannot give an answer if someone asks about their faith. Current technological developments affect children's interest in learning. One of them, there are spectacles that are not educational so that it affects the personality of children. For this reason, an effort is needed to instill faith in children so that they can have a growing and solid faith. This Community Service (PkM) activity aims to provide faith strengthening for PAUD Menara Terang Pulung Kencana students through mentoring in Christian Religious Education. This activity was carried out using the coloring method of Bible stories in collaboration with the storytelling method. Coloring pictures can make PAUD students excited, making it easier for them to understand and remember what they are learning. Throughout the activity, the PkM team observed that the children were very enthusiastic about participating in the event from beginning to end. When finished coloring the children can tell what they colored. This shows that this activity can strengthen children's faith.Keywords: bible; children; faith; learning; Christian education; strengthening AbstrakAnak adalah anugerah yang harus dididik dengan iman kepada Allah. Di usia mereka yang masih belia, anak belum dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga mudah terpengaruh dan belum dapat memberi jawab jika ada orang yang bertanya tentang imannya. Perkembangan teknologi saat ini, mempengaruhi minat anak-anak dalam belajar. Salah satunya, adanya tontonan-tontonan yang tidak mendidik sehingga mempengaruhi keperibadian anak-anak. Untuk itu, diperlukan satu upaya untuk menanamkan iman kepada anak-anak agar mereka dapat memiliki iman yang bertumbuh dan kokoh. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan penguatan iman kepada peserta didik PAUD Menara Terang Kota Pulung Kencana melalui pendampingan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Kegiatan ini dilakukan dengan metode mewarnai gambar cerita Alkitab yang dikolaborasikan dengan metode bercerita. Kegiatan mewarnai gambar mampu membuat peserta didik PAUD bersemangat, mempermudah mereka memahami dan mengingat apa yang sedang dipelajari. Sepanjang kegiatan berlangsung, tim PkM mengamati bahwa anak-anak sangat antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir. Setelah selesai mewarnai anak-anak dapat menceritakan apa yang mereka warnai. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat memberi penguatan iman kepada anak-anak.Kata kunci: alkitab; anak-anak; iman; pembelajaran; pendidikan agama Kristen; penguatan
Edukasi Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Sosial, Emosional Pada Anak Usia Dini Ester Lina Situmorang; Daniel Agustin; Rikardo Dayanto Butar-Butar; Yuliati Siantajani; Lidya Dewi S; Florence Telaumbanua; Rohdamai Yanti Waruwu
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1: Maret 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.963 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v4i1.95

Abstract

The use of gadgets in early childhood has the potential to trigger social-emotional development disorders by showing symptoms such as the inability to get along with peers and the surrounding environment, children are unable to recognize their own emotions and those of others, children are also unable to communicate and interact with the surrounding environment. This study uses a qualitative method by analyzing various journals, books, and information about the socio-emotional development of early childhood, identifying indicators, urgency in early childhood social-emotional development so as to achieve the socio-emotional development of children who are able to socialize and behave to understand oneself and others. The results show 1). The use of gadgets can hinder the social-emotional development of early childhood. 2) The socio-emotional development of children really needs to be taught by parents or PAUD educators to help children develop in designing a better life .3). The urgency of socio-emotional development makes early childhood ready to face the needs of themselves and the surrounding environment. AbstrakPenggunaan gadget pada anak usia dini berpotensi memicu gangguan perkembangan sosial emosional dengan menunjukkan gejala – gejala seperti ketidakmampuan bergaul dengan teman sebayanya dan lingkungan sekitar, anak tidak mampu mengenali emosi dirnya sendiri dan orang lain, anak juga tidak mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengalisis berbagai Jurnal, buku- buku, dan informasi- informasi tentang perkembangan sosial-emosional anak usia dini, mengindentifasi indakator, urgensi dalam perkembangan sosial emosinal anak usia dini sehingga mencapai pengembangan sosial-emosial anak yang mampu bersosialisasi dan dan berprilaku memahami diri sendiri serta orang lain.Hasil penelitian menunjukkan1).Penggunaan gadget dapat menghambat perkembangan sosial-emosial anak usia dini.2) Perkembangan sosial-emosional anak sangat perlu diajarkan oleh orangtua atau pendidik PAUD untuk membantu perkembangan anak dalam mendesain kehidupan yang lebih baik.3). Urgensi perkembangan sosial emosional menjadikan anak usia dini siap menghadapi kebutuhan dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Peningkatan Profesionalisme Guru Pak Melalui Pelatihan Elda Br Situmorang; Haposan Simanjuntak; Rita Evimalinda; Ardianto Lahagu; Lidya Dewi S.; Rikardo Butar-Butar; Ester Lina Situmorang
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2: September 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.027 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v2i2.128

Abstract

This research was conducted by the author aims to determine how the influence of PAK Teacher Professionalism on Student Interest in Learning. The research was conducted using descriptive qualitative methods by interviewing several active teaching staff and browsing several books related to PAK teacher professionalism and learning interest. The results of the study show that the influence of PAK Teacher Professionalism on Student Interest in School is very large and good in meeting the development of knowledge and spiritual character of students towards Christian Religious Education. AbstrakPenelitian ini di lakukan oleh penulis bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Profesionalisme Guru PAK terhadap Minat Belajar Siswa. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dekriptif dengan melakukan wawancara terhadap beberapa tenaga pengajar yang aktif dan menelusuri beberapa buku yang berkaitan dengan profesonalisme Guru PAK dan Minat Belajar. Hasil dari penelitian menunjukan pengaruh Profesionalisme Guru PAK terhadap Minat Belajar Siswa Disekolah sangat besar dan baik dalam memenuhi perkembangan pengetahuan dan karakter rohani siswa terhadap Pendidikan Agama Kristen.
Pembinaan Psikoedukasi Bagi Warga Binaan Di Lembaga Permasyarkatan Perempuan Kelas II Batam Fredy Simanjuntak; Rita Evimalinda; Ester Lina Situmorang; Lidya Dewi S; Yefta Arisma; Ceria Ceria; Susilo Susanto
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1: Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.575 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v3i1.119

Abstract

This service aims to provide psycho-educational guidance to Christian female inmates at the Class II B Women's Prison in Batam so that the inmates return to fully understand themselves as noblewomen. This study involved 35 Christian female inmates in the Class II B Women's Prison in Batam. The methods used are self-compassion therapy, psychoeducation and woman discussion, as well as games for participants. Based on the results of the study, it can be concluded that there is an increase in the inmates' understanding of Self-Compassion so that after this therapy the inmates understand the recovery of their image and are able to accept themselves with their current conditions in prison. Furthermore, for psychoeducation of the role of women in ideals, participants have the tools to evaluate themselves with their roles so far and desire to experience transformation in themselves to become noblewomen in society.AbstrakPengabdian ini bertujuan untuk memberikan pembinaan psiko-edukasi pada warga binaan wanita kristen di Lapas Perempuan Kelas II B Batam, agar warga binaan kembali memahami dirinya secara utuh sebagai perempuan yang mulia. Penelitian ini melibatkan 35 warga binaan wanita beragama Kristen yang ada di Lapas Perempuan Kelas II B Batam. Metode yang digunakan adalah self-compassion therapy, psikoedukasi dan woman discussion, serta games bagi peserta. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pemahaman peserta warga binaan tentang Self-Compassion agar setelah terapi ini warga binaan memahami pemulihan akan gambar dirinya serta mampu menerima dirinya dengan kondisi saat ini di Lapas. Selanjutnya untuk psikoedukasi peran perempuan dalam cita-cita , peserta memiliki alat untuk mengevaluasi diri dengan perannya selama ini dan berkeinginan untuk mengalami transformasi pada diri sendiri untuk menjadi perempuan yang mulia di masyarakat.
Sosialisasi Kepemimpinan Milenial Berdasarkan Surat 1 Petrus 5:1-2 Dan Relevansinya Bagi Gereja Masa Kini Septerianus Waruwu; Daniel Ginting; Go Heeng; Masran P. Hutagalung
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2: Septermber 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.473 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v1i2.109

Abstract

The shepherd is a leader in the style of leadership offered by Jesus to his followers. This concept has been almost forgotten by some church leaders because today's church is more likely to be more inclined. The shepherd as a leader is a pattern of leadership that must be applied in Christian leadership, as Peter said in his writings 1 Peter 5:1-2 how a shepherd's attitude and responsibilities to the people led. The shepherd as a leader must be able to lead willingly, lead with devotion and be an example.AbstrakGembala sebagai pemimpin adalah gaya kepemimpinan yang ditawarkan oleh Yesus kepada pengikutnya. Konsep ini sudah hampir dilupakan oleh beberapa pemimpin gereja, karena gereja zaman sekarang lebih cenderung kesekuralisme. Gembala sebagai pemimpin merupakan satu pola kepimpinan yang harus diterapkan dalam kepemimpinan Kristen, seperti yang dikatakan Petrus dalam tulisannya 1 Petrus 5:1-2 bagaimana sikap dan tanggungjawab seorang gembala kepada umat yang dipimpin. Gembala sebagai pemimpin harus bisa memimpin dengan sukarela, memimpin dengan penuh pengabdian serta menjadi teladan.
Inovasi Model Problem Besed Learning Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa STT Real Batam Vitari Yunita Tarigan; Selvyen Sophia; Daniel Agustin; Yusak Hentrias Ferry; Ferdinandes Petrus Bunthu
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 1: Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.513 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v1i1.100

Abstract

A fun teaching and learning process is very important in increasing interest in learning so as to encourage learning outcomes to increase. To create a pleasant learning atmosphere, teachers need to have various kinds of learning skills, one of which is related to their ability to apply appropriate learning models. Of the many existing learning models, one of which is the problem-based learning model. This model aims to create an atmosphere of the teaching and learning process that triggers students to be active so that they are able to develop changing their character and increase their self-potential. This research uses descriptive qualitative research methods. learning if applied properly is very significant in improving student learning outcomes. Therefore the authors encourage educators to use this learning model in the teaching and learning process. AbstrakProses belajar mengajar yang menyenangkan merupakan hal yang sangat penting dalam meninggkatkan minat belajar sehingga mendorong hasil belajar meningkat.Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, maka guru perlu memiliki berbagai macam keterampilan pembelajaran, salah satunya adalah berkaitan dengan kemampuannya dalam mengapliksaikan model pembelajaran yang tepat guna.Dari sekian banyak model pembelajaran yang ada salah satunya adalah model problem besed learning.Model ini bertujuan mewujudkan suasana proses belajar mengajar yang memicu siswa keaktifan peserta didik sehingga mampu mengembangkan mengubah karakternya dan menaikkan potensi diri.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.Model problem besed learning jika diterapkan dengan baik sangat signifikan dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Oleh sebab itu penulis mendorong para pendidik untuk menggunakan model pembelajaran ini. Dalam proses belajar mengajar.
Pelatihan Pemanfaatan Media Panggung Boneka Bagi Guru Sekolah Minggu Ireni Irnawati Pellokila; Maria Indriani Sesfao
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2: September 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4356.105 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v4i2.144

Abstract

The purpose of this activity is to provide understanding and knowledge to Sunday school teachers about learning media as well as an experience for Sunday school teachers in the Central Kupang City class about the importance of using learning media and school activities and the use of puppet stage media. This activity is intended to add insight and skills Sunday school teachers in utilizing various available media in delivering interesting Bible stories to children, so that the process of Sunday school activities can run with enthusiasm and joy. Because in school learning that is carried out in the congregation is still very boring for children, especially for small and middle class children, the same teaching methods are carried out from week to week by Sunday school teachers such as stories and coloring pictures. This causes Sunday school children to feel lazy to come to Sunday school, let alone listen to the stories that are told. Because especially for children's classes, they prefer to listen to something interesting. The methods used in this service activity are socialization, mentoring and training, and reflection. From the service activities carried out, the results obtained are Sunday school teachers understand about learning media and the importance of using learning media in Sunday schools to attract children's interest in participating in Sunday school activities, especially using the puppet stage media which is interesting and fun, even school teachers are starting to can use and have the initiative to make their own existing learning media, especially dolls from patchwork/recycled materials. Keywords: Sunday school; media; puppet stage; training AbstrakTujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada guru sekolah minggu tentang media pembelajaran serta sebagai pengalaman bagi guru sekolah minggu di klasis Kota Kupang Tengah tentang pentingnya pemanfaatan media pembelajaran dan kegiatan sekolah dan penggunaan media panggung boneka, Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan keterampilan guru sekolah minggu dalam pemanfaatan berbagai media yang tersedia dalam penyampaian cerita Alkitab kepada anak yang menarik, sehingga proses kegiatan sekolah minggu dapat berjalan dengan semangat dan sukacita. Karena dalam pembelajaran sekolah yang dilakukan di jemaat masih sangat membosankan bagi anak, khususnya anak kelas kecil dan kelas tanggung, metode mengajar yang sama yang dilakuakn dari minggu ke minggu oleh pengajar sekolah minggu seperti cerita dan mewarnai gambar. Hal ini menyebabkan anak sekolah minggu merasa malas untuk datang ke sekolah minggu, apalagi mendegarkan cerita yang disampaikan. Sebab khusus untuk kelas anak, lebih senang mendegarkan sesuatu yang menarik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi, pendampingan dan pelatihan, serta refleksi. Dari kegiatan pengabdian yang dilakukan, maka hasil yang diperoleh yaitu guru sekolah minggu memahami tentang media pembelajaran dan pentingnya pemanfaatan media pembelajaran di sekolah minggu untuk menarik minat anak dalam mengikuti kegiatan sekolah minggu, khususnya menggunakan media panggung boneka yang menarik dan menyenangkan, bahkan guru sekolah mulai dapat menggunakan dan memiiki inisiatif untuk membuat sendiri media belajar yang ada khususnya boneka dari bahan perca/daur ulang. Kata kunci: sekolah minggu; media; panggung boneka; pelatihan