cover
Contact Name
Kuswono
Contact Email
kromowijoyo@gmail.com
Phone
+6285200847481
Journal Mail Official
historiaummetro@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, No. 116 Metro Timur, Kota Metro, Lampung, Indonesia
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
ISSN : 23374713     EISSN : 24428728     DOI : https://doi.org/10.24127/hj.v10i1.3990
Field of History education, for example the model of developing historical learning. Historical Studies, for example, history of the movement, history of independence.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah" : 19 Documents clear
POLITIK ETIS DAN PENGARUHNYA BAGI LAHIRNYA PERGERAKAN BANGSA INDONESIA Agus Susilo; Isbandiyah Isbandiyah
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1531

Abstract

Politik etis berakar pada masalah kemanusiaan dan sekaligus pada keuntungan ekonomi. Pada akhir abad XIX, para pegawai kolonial baru yang datang dari negeri Belanda menuju Indonesia sudah memiliki suatu pemikiran tentang pemerintah kolonial ini. Politik etis secara resmi ditetapkan pada bulan September 1901, ketika Ratu Wilhelmina menyampaikan pidato tahunan. Politik etis di pusatkan membangun irigasi, menyelenggarakan emigrasi, dan memberikan sebuah pendidikan bagi bangsa Indonesia. Politik etis menuntut bangsa Indonesia kearah kemajuan, namun tetap bernaung di bawah penjajahan Belanda. Awal mula dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, bahwa Belanda memperhatikan pribumi dan membantu Indonesia dalam masa kesulitan. Meskipun pada kenyataannya kebijakan politik etis tidak serta merta mensejahterakan rakyat Indonesia, namun mampu merubah tatanan kehidupan bangsa, dimana sistem irigasi ada dimana-mana, masyarakat mengenal sistem pertanian dan perkebunan modern. Emigrasi atau trasmigrasi, dimana masyarakat dikirim keluar pulau Jawa, masyarakat Indonesia menjadi kenal satu sama lain dan membangun hubungan yang baik. Dampak politik etis yang sangat menonjol adalah program edukasi atau pendidikan. Adanya pendidikan bagi bangsa Indonesia, akhirnya dapat merubah pemikiran bangsa Indonesia untuk berfikir lebih maju dan bagaimana memperjuangkan suatu kemerdekaan tanpa jalan perang seperti di masa silam. Keuntungan dibidang pendidikan, yaitu banyak melahirkan tokoh cendikian lokal yang cerdas dan memiliki pemikiran yang setara dengan bangsa barat lainnya. Tokoh Cendikian atau golongan terpelajar bangsa Indonesia inilah yang akhirnya memperjuangkan kemerdekaan rakyat Indonesia dengan semangat nasionalisme dan cinta tanah air Indonesia yang dilakukan melalui diplomasi dan perang kemerdekaan Indonesia
DARI ENDE UNTUK INDONESIA: LAWATAN SEJARAH DAERAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR BAGI GENERASI MUDA Yohanes Yakobus Werang Kean; Yosef Dentis; Damianus Rikardo Sumbiwasa
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.723 KB) | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1527

Abstract

Melemahnya rasa memiliki sejarah, belajar dari sejarah, dan kurangnya perhatian terhadap pengetahuan keberadaan objek-objek sejarah adalah rangkaian permasalahan kesejarahan dikalangan generasi muda. Lawatan Sejarah Daerah merupakan momentum yang sangat baik untuk merajut simpul-simpul kesejarahan. Merajut ingatan kolektif bangsa melalui penanaman nilai-nilai sejarah kepada generasi muda lewat belajar langsung dari sumber-sumber sejarah yang ada di daerahnya. Inspirasi atas prestasi dan sumbangsih dari melawat ke situs-situs bersejarah adalah merawat memori generasi muda, membela dan memperjuangkan harapan-harapan yang baik bagi genarasi muda, dan terus memperjuangkannya pembelajaran sejarah yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Suatu visi dari pembelajaran sejarah yang diusahakan secara sadar bukan hanya impian semata. Ende menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan bangsa ini, sebuah kota bersejarah bagi sang Proklamator, Ir. Soekarno. Tempat dimana beliau merenungkan Pancasila, bergaul dan mengambil nilai-nilai dari kearifan lokal masyarakat Ende itu sendiri. Melalui Lawatan Sejarah daerah ini, bermuara pada belajar dari sejarah dalam konteks penanaman nilai-nilai sejarah itu sendiri.
PENGALAMAN TRANSMIGRASI DI INDONESIA (Studi di Desa Olak-Olak, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya) Andang Firmansyah; Superman Superman; Galuh Bayuardi
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.699 KB) | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1086

Abstract

Kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 adalah 136.610.590 jiwa. Hal tersebut berbanding jauh dengan Pulau Kalimantan yang hanya 13.787.831 jiwa. Ketimpangan jumlah penduduk antara Pulau Jawa dan Madura dengan pulau lainnya sangat besar. Oleh sebab itu pemerataan penduduk terus menerus digalakkan salah satunya dengan program transmigrasi. Jauh sebelum negara Indonesia merdeka, program perpindahan penduduk ini sudah dilaksanakan, tentu saja dengan tujuan yang menguntungkan kolonialisme.Program perpindahan penduduk di Masa Kolonial gencar dilakukan pada saat dibukanya perkebunan. Kolonial Belanda menginginkan tenaga kerja yang murah serta mudah. Program ini kemudian berlanjut pada masa politik etis, walaupun tujuan awalnya untuk pemerataan jumlah penduduk akan tetapi banyak terjadi penyelewengan. Kemudian setelah Indonesia merdeka, masalah kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura masih menjadi perhatian serius pemerintah. Oleh sebab itu Pemerintahan Soekarno mencanang program transmigrasi pada tahun 1950 yang diselenggarakan oleh Dinas Transmigrasi (Jawatan Transmigrasi).Provinsi Kalimantan Barat khususnya Desa Olak-Olak merupakan salah satu tempat tujuan transmigrasi di Indonesia. Kelompok transmigrasi yang pertama datang pada tahun 1958 sampai dengan tahun 1959. Rata-rata transmigran ini berasal dari daerah Jawa Tengah dan sekitarnya. Oleh sebab itu budaya Jawa masih sangat kental ditemui di Desa Olak-Olak ini, akan tetapi mulai memudar pada generasi-generasi selanjutnya. Keadaan Desa Olak-Olak ini sampai sekarang masih dikatakan belum berkembang karena terhambat banyak faktor salah satunya adalah transportasi.
sampul dan isi sampul isi
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL TAHUN 1950-1959 Johan Setiawan; Wahyu Ida Permatasari; Dyah Kumalasari
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.393 KB) | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1250

Abstract

This study aims to find out how the basic foundation of the Indonesian state administration system, the completeness of state tools and the cabinets that ruled during the liberal democracy of 1950-1959. This study uses historical method with the following steps: (1) heuristics, (2) source critic, (3) interpretation, (4) historiography. The results of the research are: (1) The basic foundation used in liberal democracy is UUDS 1950, (2) State apparatus according to UUDS 1950 namely President and Vice President, Ministers, House of Representatives, Supreme Court and Supervisory Board, (3) Cabinet governing the period of liberal democracy in Indonesian 1950-1959 is Natsir Cabinet, Sukiman Cabinet, Wilopo Cabinet, Ali Satromidjojo I Cabinet, Burharuddin Harahap Cabinet, Ali Satromidjojo II Cabinet and Djuanda Cabinet. Keywords: indonesian state administration system, liberal democracy, 1950-1959.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana landasan dasar sistem ketatanegaraan Indonesia, kelengkapan alat-alat negara dan kabinet-kabinet yang memerintah pada masa demokrasi liberal tahun 1950-1959. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan langkah sebagai berikut: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, (4) historiografi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) Landasan dasar yang digunakan dalam demokrasi liberal yaitu UUDS 1950,(2) Alat-alat kelengkapan negara menurut UUDS 1950 yaitu Presiden dan Wakil Presiden, menteri-menteri, Dewan Perwakilan Rakyat, Mahkamah Agung dan Dewan Pengawas Keuangan, (3) Kabinet yang memerintah masa demokrasi liberal di Indonesia 1950-1959 yaitu Kabinet Natsir, Kabinet Sukiman, Kabinet Wilopo, Kabinet Ali Satromidjojo I, Kabinet Burharuddin Harahap, Kabinet Ali Satromidjojo II dan Kabinet DjuandaKata kunci: sistem ketatanegaraan indonesia, demokrasi liberal, 1950-1959.
MENELUSURI JEJAK SEJARAH PENINGGALAN PORTUGIS DI KAMPUNG NUMBA Hasti Sulaiman; Fransiskus Xaverius Rema; Anita Anita
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.089 KB) | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1528

Abstract

Penelitian ini menelusuri sejarah awal kedatangan dan peninggalan Portugis di Kampung Numba, Kabupaten Ende Provinsi Nusa. Kajian ini menggunakan pendekatan historis dalam melihat persoalan. Untuk mendapatkan paparan data dan kesimpulan penelitian ini penulis memanfaatkan beberapa kesempatan dengan mengunjungi dan melihat langsung lokasi fokus penelitian. Data dikumpulkan dengan tehnik penelusuran sejarah Ende dari berbagai sumber kepustakaan, termasuk dari sumber internet mengenai gambaran NTT Secara umum. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedatangan bangsa Portugis di kampung Numba tidak lepas dari persaingan dengan Islam di Pulau Ende. Sebelum Potugis berpindah dari pulau Ende  ke pesisir selatan pulau Flores pada tahun 1620-1630 terjadi penyerbuan kepada orang Portugis yang saat itu berada di dalam benteng. Dari beberapa sumber informasi terpercaya melalui ingatan dan cerita lokal yang masih berkembang dapat dibuktikan bahwa kedatangan Portugis di kampung Numba meninggalkan jejak sejarah dalam bentuk fakta-fakta sejarah secara fisik. Bukti-bukti peninggalan Portugis diantaranya: perigi, meriam, dan gereja, makam dari seorang uskup serta patung bunda Maria. Walaupun bukti fisik beberapa peninggalan sejarah ini sudah tidak terawat lagi, namun menjadi bagian penting dalam dinamika sejarah yang oleh warga setempat masih terus dikisahkan karena merupakan bagian dari sejarah masyarakat setempat akan masa lampaunya.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE SMARTPHONE SEBAGAI MEDIA PENGENALAN SEJARAH LOKAL MASA REVOLUSI FISIK DI KALIMANTAN SELATAN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Susanto, Heri; Akmal, Helmi
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.49 KB) | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1425

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of a learning application that is accessed through mobile smartphones as a medium of introduction of local history during the physical revolution in South Kalimantan. Quantitative method was used with pre-experimental one-group pretest-posttest design in which the researchers tested the effectiveness of the media by comparing the students' understanding before and after being treated. The subjects of the study were students of class XI IPS SMAN 7 Banjarmasin consisting of two classes with a population of 57 people. The sample of this research was 25 students taken from population using sample random sampling technique. The research instrument used in the form of multiple choice test with the number of 25 items. Instrument validity was tested through product moment correlation, while its reliability was tested using alpha cronbach formula. The analysis technique used was paired sample t test with hypothesis H0 = no increase of pretest result to posttest after treatment, and H1 = increase of pretest result to posttest after given treatment. The results showed that after being treated using instructional media application, students' posttest score was greater than pretest with mean posttest (76,80)> pretest (56,32). Through the statistical calculation known that -thitung (-11,058) <-ttabel (-2,064) with a strong and positive correlation of 0.729 which means H1 accepted so that it can be said to occur increased understanding of students after using the application of learning. Based on the results of the study, it was concluded that the application of mobile smartphone-based learning is effectively used as a medium of introduction of local history of physical revolution in South Kalimantan in the students of class XI IPS SMA Negeri 7 Banjarmasin
SOCIAL INTERACTIONS BETWEEN JAVANESE ETHIC GROUP AND BALINESE ETHNIC GROUP Ningrum, Ayu Reza; Sudjarwo, Sudjarwo; Pargito, Pargito
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.275 KB) | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1297

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki interaksi sosial antara dua kelompok etnis Jawa dan Bali di Bawang Tirto Mulyo dan Kahuripan Dalam, khususnya dalam bentuk kerjasama, asimilasi, akulturasi, dan akomodasi dalam dua level, yaitu interaksi antara individu dan interaksi antar kelompok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang diperoleh dari sumber utama yaitu orang-orang yang tinggal di Bawang Tirto Mulyo dan Kahuripan Dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) interaksi antara individu Jawa dan Bali berjalan harmonis ditandai dengan toleransi dan saling menghormati dan tidak ada diskriminasi etnis ditemukan dalam bergaul, (2) interaksi antara kelompok berjalan dalam bentuk kerjasama, asimilasi, akulturasi, dan akomodasi. Kedua kelompok etnis memahami bahasa masing-masing meskipun orang Jawa memahami bahasa Bali secara pasif sementara mayoritas orang Bali dapat secara aktif berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa toleransi dan saling menghormati antara dua kelompok etnis menyebabkan interaksi sosial yang asosiatif
HISTORICAL LITERATURE AS AN ENCULTURATION OF EDUCATION IN LOCAL WISDOM OF KINGDOM FAMILY IN JAVA Birsyada, Muhammad Iqbal; Darsono, Darsono; Siswanta, Siswanta; Sudartoyo, Sudartoyo; Syahruzah, Juang Kurniawan
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.757 KB) | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1526

Abstract

Historically historical literature has cultural roots especially in the development of the character of the values of local wisdom. In addition to the development of literary history culture can be one of the references in the process of writing historiography. This study aims to find the values of local wisdom in the work of historical literature. This research uses historical method. The conclusion in this study finds that the historical literature that developed in Java expressed the literary writer's poetry. Culturally, the contents of historical literature reflect the strategy of enculturation of the values of theroyal family's wisdom to the Javanese community. The suggestion in this study is to develop a further study of other forms of enculturation in historical literature in the development of local wisdom values of the Javanese community.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIDANG STUDI SEJARAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR Suparno Suparno
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.264 KB) | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1412

Abstract

Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Bidang Studi Sejarah dengan Menggunakan Metode Cooperative Learning Tipe Kepala Bernomor Terstruktur Kelas XII IPS 1 Semester Ganjil di SMA Negeri 1 Punggur Tahun Pelajaran 2017/2018Salah satu factor penunjang kemajuan bangsa adalah pendidikan karena dengan mutu pendidikan yang baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, dan mandiri.  Proses pembelajaran yang memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat bangsa dan negara.Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar siswa yang rendah,siswa kurang termotivasi mengikuti mata pelajaran sejarah,  siswa kurang disiplin dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru, begitu juga hasil belajar sejarah yang rendah, dengan demikian peneliti menggunakan metode cooperative learning tipe kepala bernomor terstruktur untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sejarah.Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian adalah siswa kelas XII IPS 1 semester ganjil pada SMA Negeri 1 Punggur Tahun Pelajaran 2017/2018 pada materi Perjuangan bangsa Indonesia sejak Proklamasi hingga lahirnya Orde. Pada tanggal 21 Agustus – 25 September  2017 yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan pada setiap siklus  dilaksanakan evaluasi.Dari hasil analisis data diperoleh aktivitas memperhatikan guru menjelaskan dengan indicator 80% diperoleh 92,1%, aktivitas menyelesaikan masalah dengan indicator 80% diperoleh 89,1%, aktivitas aktif berdiskusi dengan teman dengan indicator 70% diperoleh 78,3%, aktivitas memberikan tanggapan dengan indicator 25% diperoleh 27,4%, dan aktivitas bertanya dengan indicator 15% diperoleh 18,5%.  Hasil belajar siswa pada siklus I dengan persentase 70,5% siswa yang tuntas belajar, pada siklus II meningkat menjadi 99%.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode cooperative learning tipe kepala bernomor terstruktur dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sejarah siswa kelas XII IPS 1 semester ganjil pada SMA Negeri 1 Punggur Tahun Pelajaran 2017/2018.

Page 1 of 2 | Total Record : 19