cover
Contact Name
Kuswono
Contact Email
kromowijoyo@gmail.com
Phone
+6285200847481
Journal Mail Official
historiaummetro@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, No. 116 Metro Timur, Kota Metro, Lampung, Indonesia
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
ISSN : 23374713     EISSN : 24428728     DOI : https://doi.org/10.24127/hj.v10i1.3990
Field of History education, for example the model of developing historical learning. Historical Studies, for example, history of the movement, history of independence.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah" : 6 Documents clear
Kota Sungaipenuh sebagai Kota Sentral Batik Incung Nandia Pitri
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.89 KB) | DOI: 10.24127/hj.v8i1.2439

Abstract

Penelitian ini menjelaskan hubungan antara batik incung dengan Kota Sungaipenuh. Kota Sungaipenuh merupakan salah satu kota penghasil batik di Indonesia. Kota Sungaipenuh sebagai pusat pengembangan kerajinan batik incung. Batik incung di Kota Sungaipenuh digunakan oleh masyarakat sebagai aset ekonomi dan identitas budaya. Batik incung adalah batik khas Kota Sungaipenuh dengan menjadikan aksara incung (aksara Kerinci kuno) sebagai motif batiknya. Adanya penggunaan motif aksara incung menjadikan batik incung di Kota Sungaipenuh memiliki keunikan dengan mengembangkan kearifan lokal masyarakat setempat. Hal ini dikarenakan masyarakat Kota Sungaipenuh memiliki rasa bangga terhadap batik sebagai sesuatu yang indah untuk dijadikan sebagai karya seni. Sehingga, mereka memiliki kewajiban untuk membangkitkan serta mengembangkan batik incung. Selain itu, motif tulisan Kota Sungaipenuh yang dituliskan dalam aksara incung juga dijadikan sebagai motif batik di daerah ini. Hal ini juga disebabkan karena Kota Sungaipenuh menjadi sentral atau pusat pengembangan batik incung. Pengembangan motif pada batik incung di Kota Sungaipenuh juga berkaitan dengan adanya budaya setempat, karena generasi muda belum mengenal aksara incung secara keseluruhan, maka dijadikan sebagai motif batik untuk memperkenalkan kembali aksara incung kepada masyarakat setempat terkhususnya kepada generasi muda.
Melacak Akar dan Perkembangan Konservatisme Islam dalam Dinamika Perpolitikan Indonesia Irvan Tasnur; Z Zulkarnain
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v8i1.2280

Abstract

Konservatisme sebagai suatu ideologi kembali mendapatkan perhatian dalam kehidupan bernegara masyarakat indonesia di beberapa tahun terakhir, hal ini disebabkan oleh adanya serangkaian pristiwa-pristiwa besar sehingga isu ideologi kembali mencuat kehadapan publik. Menyeruaknya isu ideologi dan keterlibatan framing media menyebabkan terbentuknya stigma negatif  terhadap ideologi khususnya yang berlandaskan pada ajaran keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisa proses lahir dan berkembangnya konservatisme islam di Indonesia menggunakan pendekatan historis. Hasil telaah dan analisa ditemukan bahwa pengistilahan konservatisme akan selalu berkaitan dengan tradisionalitas masyarakat, namun perbedaan makna tradisional pada tiap-tiap negara akan menyebabkan terjadinya  perbedaan bentuk-bentuk dari konservatisme. Makna tradisionalitas pada masayarakat indonesia lebih identik kepada golongan islam yang bila ditelusuri lebih jauh lagi, hal tersebut disebabkan oleh adanya propaganda Belanda untuk menciptakan rasa inferiority complex akibat adanya kekhawatiran terhadap terjadinya perlawan yang dimotori oleh golongan islam. Perjuangan islam untuk kembali menegakkan ajaran-ajaran keislaman ditengah kehidupan berbangsapun terus berlanjut dan berdinamika pasca Indonesia merdeka hingga kini dengan berbagai bentuk, salah satunya adalah partai politik yang menjadikan isyariat sebagai sine qua non dan raison d’ȇtre dari partai tersebut.
Pewarisan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kalosara dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Membangun Karakter Siswa R Rispan; Ajat Sudrajat
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.775 KB) | DOI: 10.24127/hj.v8i1.2254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal kalosara dan akan diintegrasikan kedalam pembelajaran sejarah guna membangun karakter peserta didik. Fokus penelitian ini adalah proses pewarisan nilai-nilai kearifan lokal kalosara terhadap peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: nilai-nilai kearifan lokal kalosara yang dapat diaktualisasikan dan diinternalisasikan dalam pembelajaran sejarah antara lain: pertama, nilai kepemimpinan yang berintikan persatuan dan kesatuan (medulu mepoko’aso), keserasian dan keharmonisan, kesucian dan keadilan (ate pute penao moroha), nilai keamanan, kedamaian, keadilan dan kesejahteraan (morini mbu’umbundi monapa mbu’undawaro), kedua, budaya malu (kohanu), ketiga, budaya gotong royong (samaturu), dan keempat, budaya sopan santun (meiro’u) yang meliputi saling hormat-menghormati (mombekapona-pona’ako), dan saling kasih-mengasihi (mombekamei-meiri’ako). Pewarisan nilai-nilai kearifan lokal kalosara sangat penting, selain menjadikan pembelajaran sejarah semakin menarik dan bermakna, juga dapat berfungsi sebagai alat bagi penguatan karakter anak didik untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan masa kini dan masa yang akan datang, sehingga peserta didik memiliki pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral dalam memahami nilai-nilai luhur yang terdapat dalam kebudayaannya. Pewarisan nilai-nilai kearifan lokal kalosara dapat tercapai dengan efektif apabila ada kerjasama antara lingkungan keluarga, masyarakat, dan Sekolah dalam menginternalisasikan nilai budaya tersebut sebagai bagian sumber belajar bagi pembelajaran sejarah di Sekolah.   Kata Kunci: Pewarisan Nilai, Kalosara, Pembelajaran Sejarah
Sejarah Revolusi Industri di Inggris Pada Tahun 1760-1830 Mutiarawati Fajariah; Djoko Suryo
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.558 KB) | DOI: 10.24127/hj.v8i1.2214

Abstract

The success of Europeans in creating their history has succeeded in bringing Europe to high success and culture, why is that: The period of renensaince in Europe began to emerge among the thinkers of scholars who can create new innovations and one of the very famous of the many is as we know it the industrial revolution, the industrial revolution that began in the United Kingdom. One of the industrial revolution happened because of population growth. The increase in population as it was waged, did not occur in England.     This Industrial Revolution occurs because things that are diverse are better and healthier and have a general prosperity, scientific advances, especially technology used for life today such as technology in medical treatment, and technology in manufacturing such as in a casting and others-another by bricks discovered by russian scientist Thomas Newton, with this machine the changes that can be overcome in the life of social society this led to the industrial revolution and made Britain the first country of the industrial revolution.
Poligami di Minangkabau Pada Masa kolonial Sari, Vitri Puspita
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.216 KB) | DOI: 10.24127/hj.v8i1.2626

Abstract

Di Minangkabau, poligami merupakan hal yang sudah biasa terjadi pada masa kolonial. Pada masa itu, laki-laki banyak yang mempunyai istri lebih dari satu orang. Mengingat hal itu, penulisan ini penting dilakukan dengan tujuan untuk melihat apakah memang di Minangkabau praktek poligami sering terjadi. Penulisan ini akan menggunakan metode sejarah dengan melihat sumber-sumber pada masa kolonial. Menurut laporan Kolonial Belanda Indisch Verslag terbitan 1931, di Sumatera Barat terdapat sebanyak 271.901 laki-laki yang sudah menikah secara monogami. Sedangkan laki-laki yang beristri dua terdapat sebanyak 20.127 orang. Laki-laki yang beristri tiga orang sebanyak 2.371 orang, dan laki-laki yang mempunyai istri empat terdapat sebanyak 455 orang. Dari jumlah tersebut, Sumatera Barat yang paling banyak berpoligami di antara kota-kota yang ada di Pulau Sumatera. 
Sejarah Batik Tanah liek dan Pekerjaan Perempuan Perajin Batik di Kabupaten Dharmasraya Putri, Ella Hutriana; Midawati, M
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.041 KB) | DOI: 10.24127/hj.v8i1.2472

Abstract

Batik tanah liek merupakan batik khas yang berasal dari Sumatera Barat. Proses pengerjaan batik tanah liek hampir sama dengan batik pada umumnya namun ada beberapa perbedaan dalam proses pengerjaan dan motif yang digunakan. Dalam proses pengerjaan batik tanah liek proses pencelupan kain ke tanah liat dilakukan untuk mendapatkan warna alami tanah liat. Proses perendaman kedalam tanah liat dilakukan lebih kurang selama seminggu. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Semua kegiatan tersebut tidak terlepas dari pekerjaan yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Sumber daya manusia yang dipakai pada umumnya adalah perempuan yang bekerja paruh waktu untuk mengisi kekosongan waktu setelah mengurus rumah tangganya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memahami fenomena sosial yang terjadi di masyarakat dengan cara terjun langsung ke lokasi penelitian. Daerah yang diambil dalam penelitian ini adalah di Kabupaten Dharmasraya. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pekerja perempuan sebagai perajin dan pengusaha batik yang berkecimpung dengan dunia batik tanah liek sejak 1995.Kata Kunci :Perempuan, batik tanah liek, perajin, pengusaha 

Page 1 of 1 | Total Record : 6