cover
Contact Name
Kuswono
Contact Email
kromowijoyo@gmail.com
Phone
+6285200847481
Journal Mail Official
historiaummetro@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, No. 116 Metro Timur, Kota Metro, Lampung, Indonesia
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
ISSN : 23374713     EISSN : 24428728     DOI : https://doi.org/10.24127/hj.v10i1.3990
Field of History education, for example the model of developing historical learning. Historical Studies, for example, history of the movement, history of independence.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah" : 10 Documents clear
Penguatan Literasi Informasi dalam Pembelajaran Sejarah Melalui Buku Teks Sejarah Martin Rizaldi; Anin Lailatul Qodariyah
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.398 KB) | DOI: 10.24127/hj.v9i2.3394

Abstract

Pembelajaran sejarah menjadi salah satu wahana sebagai upaya pengembangan keterampilan literasi informasi. Siswa membutuhkan keterampilan literasi informasi agar bisa memperoleh informasi sesuai dengan fakta dan sumber sejarah salah satunya seperti melalui penggunaan buku teks sejarah. Penulisan ini bertujuan untuk memahami penguatan literasi informasi dalam pembelajaran sejarah melalui buku teks sejarah. Metode penyusunan artikel ini menggunakan metode kajian pusaka, yang menggunakan sumber referensi dari buku dan jurnal. Dengan penggunaan buku teks sejarah aktivitas belajar siswa akan menjadi lebih meningkat.
Ruang Poligami dalam Budaya Minangkabau: Tinjauan Historis Vitri Puspita Sari; Wannofri Samry; M. Midawati
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.001 KB) | DOI: 10.24127/hj.v9i2.3504

Abstract

Penelitian ini membahas tentang ruang poligami dalam budaya Minangkabau dengan tinjauan historis. Penulisan ini akan menggunakan metode sejarah yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi, serta menggunakan ilmu-ilmu sosial lainnya sebagai alatnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat apakah dalam budaya Minangkabau dapat memberi peluang untuk poligami. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa sistem sosial dan budaya Minangkabau telah memberi peluang untuk orang berpoligami serta pihak-pihak yang berpoligami. Hal ini disebabkan oleh dua faktor, pertama karena laki-laki dalam adat Minangkabau setelah menikah hanya berstatus sumando, di mana tidak boleh menetap lama-lama di rumah sang istri. Laki-laki yang berstatus sumando hanya untuk tujuan biologis/keturunan atau menghasilkan keturunan. Jadi tidak bisa menetap  lama-lama  di  rumah  sang istri. Faktor kedua yaitu karena kebutuhan ekonomi. Faktor kedua ini, biasanya untuk kedudukan laki-laki yang berstatus penghulu atau datuak. Hal ini untuk menaikkan prestise penghulu, di mana memiliki istri lebih dari satu menjadikan posisinya makin tinggi di dalam masyarakat.  
Peran Sarwo Edhie Wibowo Pasca Peristiwa G30S/PKI Tahun 1967-1989 Mira Kusuma; Abdul Syukur; K. Kurniawati
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.739 KB) | DOI: 10.24127/hj.v9i2.3478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk perjalanan karir militer dan non militer Sarwo Edhie Wibowo Pasca Peristiwa G30SPKI hingga meninggal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi lima tahap yaitu pemilihan topik, heuristik atau mencari sumber, kritik atau verifikasi, interpretasi, dan yang terakhir penulisan atau historiografi. Selain itu dilakukan dengan penulisan secara deskriptif naratif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Sarwo Edhie Wibowo tetap berkonstribusi untuk Indonesia walaupun jauh dari pusat pemerintahan. Seorang yang berjasa di Peristiwa G30SPKI dan dihormati oleh masyarakat disingkirkan karena dianggap akan mengkudeta Presiden Soeharto. Dalam penelitian ini dijelaskan tentang kebijakan-kebijakan diberbagai jabatannya hingga proses kematiannya. Kesan dan pesan dari orang-orang sekitar selama Sarwo Edhie Wibowo hidup juga dijabarkan pada penelitian.Kata kunci : kebijakan, penelitian, karir
Perkembangan Tari Seinggok Sepemunyian sebagai Simbol Akulturasi Budaya di Kota Prabumulih Tahun 2006-2019 syarifuddin syarifuddin
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.96 KB) | DOI: 10.24127/hj.v9i2.3391

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perkembangan tari tradisional yang ada di Kota Prabumulih yaitu tari Seingok Sepemunyian, yang merupakan salah satu tari sambut Kota Prabumulih yang ditarikan oleh 9 orang dan menjadi bagian penting dalam menyambut kedatangan tamu penting di Kota Prabumulih. Tujuan Penelitian ini akan membahas mengenai bagaimana perkembangan dan bentuk akulturasi yang diciptakan yang menjadi kekhasan di dalamnya. Dalam penelitian ini menggunakan metode historis yaitu mulai dari heuristik, kritik sumber, interpretasi dan Historiografi. Tahap pertama dari penelitian ini, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan. Setelah data dikumpulkan dilanjutkan dengan kritik sumber dalam memperoleh fakta sejarahnya. Selanjutnya fakta tersebut diinterpretasi, hingga ditutup dengan historiografi (penulisan). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terciptanya suatu akulturasi budaya di Kota Prabumulih yaitu sebagai tari sambut di Kota Prabumulih terdiri dari tiga tarian yang berasal dari wilayah yang berbeda-beda yaitu tari Pincang Urung Lebak Kelekar, tari Tupai Begelut dan tari 9 Bidadari. Kemudian ketiga tarian tersebut berakulturasi membentuk satu tari sambut baru dari kota Prabumulih yaitu tari Seinggok Sepemunyian. 
Analisis Pelaksanaan Perkuliahan Pendidikan IPS dengan Memanfaatkan E-Learning berbasis SPADA UM Metro Bobi Hidayat
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.78 KB) | DOI: 10.24127/hj.v9i2.3646

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah ingin menganalisis pelaksanaan perkuliahan secara daring pada mata kuliah Pendidikan IPS di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro. Adanya pandemi covid 19 yang mengharuskan perkuliahan dilakukan secara daring, menyebabkan keseluruhan perkuliahan Pendidikan IPS dilaksanakan secara daring. Hasil dari penelitian ini akan digunakan untuk melakukan evaluasi perkuliahan dan dijadikan pijakan dosen dalam mengelola proses pembelajaran daring selanjutnya. Objek penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi pendidikan Sejarah UM Metro yang mengambil mata kuliah pendidikan IPS. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan pendidikan IPS terkendala dalam mengoperasikan SPADA UM Metro karena kurangya sosialisasi terkait dengan sistem pembelajaran daring menggunakan SPADA UM Metro. Kendala lain yang dihadapi mahasiswa adalah, masalah teknis seperti sinyal internet yang sangat dipengaruhi oleh lokasi tempat tinggal mahasiswa dan kondisi cuaca. Meski ada beberapa kendala dalam pelaksanaan perkuliahan secara daring, namun terus diupayakan untuk mengatasinya sehingga pembelajaran menggunakan SPADA UM Metro pada mata kuliah pendidikan IPS dapat berjalan hingga akhir semester meskipun belum berjalan secara optimal.
Pergulatan Tradisi, Agama, Negara: Analisis Sosio-Kultural Keturunan Tionghoa dan Perkembangan Gereja Tionghoa Indonesia (1950-1999) Samudra Eka Cipta
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.286 KB) | DOI: 10.24127/hj.v8i2.2781

Abstract

Pada masa Hindia Belanda sudah ada beberapa komunitas Tionghoa-Kristiani yang ditandai dengan adanya Gereja Tionghoa. Masa Demokrasi Liberal perkembangan Umat Tionghoa-Kristiani mengalami perkembangan pesat. Perkembangan tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah terkait masalah identitas keagamaan bagi Masyarakat Keturunan. Pasca kejatuhan Demokrasi Terpimpin dengan lahirnya Orde Baru, perkembangan Umat Tionghoa-Kristiani meningkat tajam. Politik yang dilakukan Masa Orde Baru yakni ‘’politik asimilasi’’ dengan berusaha menghilangkan unsur kebudayaan pada masyarakat tertentu. Hal tersebut ditandai dengan kebijakan Pemerintah Orde Baru yang melarang adanya praktik Ajaran Konfusianisme bagi Masyarakat Keturunan Tionghoa karena dianggap sebagai bentuk propaganda Komunisme Tiongkok. Selama Mas Orde Baru Keturunan Tionghoa melakukan konversi keagamaan secara besar-besaran. Dampak lain yang ditimbulkan bagi Masyarakat Keturunan adalah perubahan nama dengan berunsurkan nama layaknya orang Indonesia pada umumnya. Penelitian ini melahirkan rumusan masalah yakni 1) bagaimana awal perkembangan  sosial Masyarakat Keturunan Tionghoa?, 2) bagaimana respon Masyarakat Tionghoa Indonesia terhadap kebijakan Pemerintah Masa Soekarno dan Soeharto?, 3) bagaimana upaya rekonsiliasi dalam upaya melestarikan kembali nilai-nilai budaya dan filosofis bagi masayarakat Keturunan Tionghoa?.
Pemanfaatan Situs Sejarah di Ternate Sebagai Sumber Pembelajaran Jamin Safi; Suharlin Ode Bau
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.806 KB) | DOI: 10.24127/hj.v9i2.3592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan situs sejarah di Ternate sebagai sumber pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini bersifat penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, pengamatan dan analisis isi. Validitas data dilakukan dengan cara triangulasi untuk memperoleh informasi yang akurat. Pembelajaran sejarah pada mata kuliah kajian peninggalan sejarah dilakukan dengan mengeksplorasi peninggalan sejarah di Ternate. Eksplorasi peninggalan sejarah dilakukan setelah mahasiswa memperoleh pengetahuan dari dosen. Pembelajaran lapangan dilakukan dengan metode project dan wisata ilmiah. Proses pembelajaran lapangan mengukuti skema pemanfaatan situs sejarah di Ternate sebagai sumber pembelajaran yang meliputi orientasi pembelajaran; eksplorasi situs sejarah; dan penulisan laporan dan presentasi hasil. Dalam kegiatan eksplorasi, mahasiswa mengamati, mencatat, dan menafsirkan situs-situs peninggalan sejarah. Pembelajaran lapangan dapat mendorong mahasiswa untuk berpikir kronologis pada setiap peristiwa sejarah. Kajian peninggalan sejarah juga dapat menumbuhkan kesadaran sejarah pada mahasiswa.
Historical Paradigm In The Face of Religious Radicalism in The21st Century Rahmatullah, Wildan Nanda; Rumambo Pandin, Moses Glorino
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1882.824 KB) | DOI: 10.24127/hj.v9i2.3821

Abstract

Writing this article aims to discuss the rise of religious radicalism, especially in the 21st century. Then this article is also intended to address the widespread radicalism, especially in Indonesia, according to the paradigm of history. The research method that the author uses is a qualitative method with content analysis through a literature review. The author takes sources from 2 books, 12 journal articles, and 2 news stories from BBC and CNN. In this article, we will discuss the history of radicalism, what the historical paradigm of religious radicalism, how the radicalism impact of religion on people's lives every day, and how prevention is based on the paradigm of history. In this article, the author uses a qualitative approach in the form of content analysis, literature review of 12 journals, 2 books, and 2 news sources from BBC Indonesia and CNN Indonesia. The results of this study are that the authors find that in the 21st century, society is amid unrest due to radicalism. The action is not only in Indonesia but also in several other countries, which is disturbing the peace between religious communities. From this research, the author recommends that this article can be used as a reference in discussing the handling of religious radicalism in social life. The limitation of this research is the lack of data that the author can get due to technical constraints such as limited internet access and social restrictions due to the COVID-19 pandemic.
Menelusuri Jejak Sejarah Ende Sebagai Kota Pancasila S., Samingan; Roe, Yosef Tomi
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.198 KB) | DOI: 10.24127/hj.v9i2.3607

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui keberadaan kota tua yang ada di bagian Timur Indonesia Ende Flores. Sebagai kota tua jarang disentuh oleh ilmuwan padahal memiliki arti yang  cukup penting bagi Indonesia. Kemerdekaan yang diperoleh Indonesia tidak terlepas dari keberadaan kota tua Ende Flores. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode sejarah (historical method). Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pertama adalah mengumpulkan sumber (heuristik), ke dua adalah kritik sumber atau verifikasi, langkah ketiga adalah interpretasi, langkah ke empat rekontruksi historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: nama Ende muncul dalam dokumen ditemukan tahun 1638 oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Hendrik Brouwer pada waktu pembentukan wilayah afdeling Flores dengan ibu kota Ende. Masa perjalanan pemerintahan Ende dalam sejarah dipegang oleh kesultanan Islam, Portugis dan Belanda.  Menjelang awal abad dua puluh Ende menjadi bagian penting dari perjuangan bangsa Indonesia. Ende menjadi tempat pengasingan tokoh besar bangsa Indonesia Soekarno. Selama pengasingannya di Endelah Soekarno menemukan butir-butir Pancasila selama perenungannya di bawah pohon Sukun.
Historical Meme As a Solution to Improve Generation Z Nationalism in Indonesia Febri Choiru Rozikin
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1948.171 KB) | DOI: 10.24127/hj.v9i2.3823

Abstract

The development of the world of technology brings various influences on society. This progression includes communication between members. Generation Z as a generation that has grown up together with technological developments faces a formidable challenge. The threat of nationalism identity erosion becomes a problem that will lead to their sense of nationalism. The historical meme comes as entertaiment and history education for society. From that, a question arises. How can historical meme solve the fading sense of generation Z nationalism in the social media era? This reseach will answer it. History learning is needed to overcome the issue of the fading sense of nationalism. Historical knowledge can strengthen one’s devotion for the nation itself through the delivery of historical values. As a generation that is synonymous with technology, conventional solutions are not very effective in instilling historical values.

Page 1 of 1 | Total Record : 10