cover
Contact Name
Syarief Fajaruddin
Contact Email
syarief.fa@outlook.com
Phone
+6285643439943
Journal Mail Official
sepakbola.ressi@gmail.com
Editorial Address
Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55172, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Sepakbola
ISSN : -     EISSN : 27754863     DOI : 10.33292
Sepakbola is a peer-reviewed journal. The Journal will interest the growing numbers of academic researchers, students, clinicians, and applied practitioners in football-related organisations worldwide. Topic areas include football coaching, performance analysis, medicine, physiology, nutrition, psychology, management, history, cultural studies, sports medicine, epidemiology, prevention, rehabilitation, physiology, biomechanics, nutrition, training and testing, and sports psychology. Manuscripts from social sciences are only considered when they deal with aspects very close to these named fields.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
Latihan plyometric dalam sepakbola untuk anak usia muda Komarudin Komarudin
Sepakbola Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.264 KB) | DOI: 10.33292/sepakbola.v1i2.101

Abstract

Sepakbola adalah permainan dengan intensitas tinggi yang membutuhkan banyak keterampilan fisik selama permainan berlangsung. Dibutuhkan latihan yang mampu menunjang sifat permainan sepakbola yang membutuhkan kelincahan, kecepatan, daya ledak dan koordinasi. Latihan dengan intensitas dan beban yang tinggi berpotensi cidera. Di tingkat profesional pria elit dalam sepak bola, hampir sepertiga dari semua cedera yang berhubungan dengan sepak bola berhubungan dengan otot, dengan mayoritas mempengaruhi hal-hal berikut kelompok otot utama pada ekstremitas bawah: paha belakang (37%), otot perut (23%), paha depan (19%), dan otot betis (13%). Pelatihan plyometric memiliki manfaat yang luar biasa yang berpotensi sebagai metode pelatihan untuk meningkatkan daya ledak untuk sepak bola, Diperkenalkan dan diajarkan sejak usia muda agar dapat memberikan bekal atlet dalam mempersiapkan kebutuhan fisik mereka dalam permainan yang intensif dan menjaga mereka dari cidera di masa depan. Plyometric exercises in football for young children Abstract: Football is a high-intensity game that requires a lot of physical skill throughout the game. It takes practice that is able to support the nature of the game of football which requires agility, speed, explosive power and coordination. Exercise with high intensity and load has the potential for injury. At the elite male professional level in soccer, nearly a third of all soccer-related injuries are muscle-related, with the majority affecting the following major muscle groups in the lower extremities: hamstrings (37%), abdominal muscles (23%), quadriceps (19%), and calf muscles (13%). Plyometric training has tremendous benefits that have the potential as a training method to increase explosive power for soccer. Introduced and taught from a young age in order to equip athletes to prepare for their physical needs in intensive games and protect them from future injuries.
Meletakkan keterampilan mental dalam sepakbola pada konteksnya Hysa Ardiyanto
Sepakbola Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.216 KB) | DOI: 10.33292/sepakbola.v1i2.116

Abstract

Keterampilan mental dianggap salah satu aspek penting dalam permainan sepakbola. Namun demikian, pembahasan tentang keterampilan mental dalam sepakbola yang berangkat dari perspektif olahraga individu berpotensi menimbulkan persoalan. Perbedaan yang signifikan antara sepakbola sebagai permainan tim dengan olahraga individu seharusnya tidak diabaikan begitu saja. Oleh karena itu, mental dalam sepakbola perlu ditempatkan pada suatu sistem, alih-alih terisolasi dari aspek lain-nya. Artikel ini bertujuan mendiskusikan keterampilan mental dalam sepakbola dan meletakkannya pada suatu konteks berdasarkan gagasan dari Periodisasi Taktikal. Kerangka acuan yang dipakai adalah model struktur logis aksi-aksi sepakbola dan model momen dalam permainan sepakbola. Hasil dari pembahasan adalah keterampilan mental dalam sepakbola seharusnya dikembangkan dan dilatihkan secara terintegrasi dengan struktur logis aksi-aksi sepakbola dan selaras dengan fase permainan. Lebih dari itu, pembahasan keterampilan mental dalam sepakbola perlu diangkat ke tingkat yang lebih tinggi daripada individu, yaitu tim dan organisasi klub. Putting mental skills in football to its context Abstract: The discussions about mental skills in football from the perspective of individual sports could be problematic. However, a significant difference between football as a team sport compared to an individual sport should not be neglected. Therefore, putting mental skills in football into a system rather than being isolated from other aspects was necessary. This article aimed to discuss the mental skills in football and put it to a context according to the idea from Technical Periodization. The framework models used were the logical structure of football actions and moments of the football game. In conclusion, mental skills in football should be developed or trained in an integrated manner with the logical structure of football actions and aligned with the phase of play. Furthermore, the discussion of mental skills in football needs to be drawn at a higher level than individuals at a team and club organizations. 
Pengaruh metode latihan dan kelincahan terhadap power pemain sekolah sepakbola Hanung Putanto Jati; Ria Lumintuarso
Sepakbola Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.746 KB) | DOI: 10.33292/sepakbola.v1i2.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh metode latihan plyometrics hurdle hops dan multiple box jump up-down terhadap power pemain sekolah sepakbola, (2) pengaruh kelincahan tinggi dan kelincahan rendah terhadap power pemain sekolah sepakbola, dan (3) interaksi antara metode latihan dan kelincahan terhadap power pemain sekolah sepakbola. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2, menggunakan tes awal dan tes akhir dengan dua kelompok yang diberi perlakuan berbeda. Populasi dalam penelitian ini adalah 44  pemain Sekolah Sepakbola Bambanglipuro dan pemain Sekolah Sepakbola Argodadi kelompok umur 17 tahun. Sampel penelitian adalah 24 atlet yang ditentukan dengan teknik sampling. Pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Instrumen dalam penelitian ini adalah Illinois Agylity Test dan Standing Long Jump Test. Analisis data penelitian ini menggunakan ANAVA pada taraf signifikansi 5%. Uji prasyarat analisis data menggunakan uji normalitas Kolmogorov Smirnov Test dengan taraf signifikansi 5% dan uji homogenitas varians Levene Test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian adalah (1) terdapat pengaruh metode latihan plyometrics hurdle hops dan multiple box jump up-down terhadap power pemain sekolah sepakbola, yang terbukti dari nilai p = 0,00 < 0,05, (2) terdapat pengaruh kelincahan tinggi dan kelincahan rendah terhadap power pemain sekolah sepakbola,  yang terbukti dari nilai p = 0,00 < 0,05, (3) tidak terdapat interaksi antara metode latihan dan kelincahan terhadap peningkatan power pemain sekolah sekolah sepakbola, yang terbukti dari nilai p = 0,167 > 0,05. The effect of training method and agility on the power of player football school  AbstractThis study aims to reveal: (1) the effect training methods of plyometrics hurdle hops and plyometrics multiple box jump up-down on the power improvement football school players, (2) the effect of high and low agility on the power improvement football school players, and (3) the interaction between training methods and agility on the power of football school players. This study was an experimental study with a 2 x 2 factorial design, using the initial test and final test. The two groups were treated differently. The population was 44 players of Football Schools Bambanglipuro and Argodadi under 17 teams. A sample of 24 players was established using the purposive sampling technique. The data were collected using tests and the measurements performed before and after treatment. The instruments used in this study were the Illinois Agility Test and Standing Long Jump Test. The data were analyzed using the ANOVA at the significance level of 5%. The prerequisite test data analysis used the normality tests of  Kolmogorov Smirnov Test at the significance level of 5% and the homogeneity of variance test used the Levene Test at the significance level of 5%. The results are as follows (1) there is a significant effect training methods of plyometrics hurdle hops and plyometrics multiple box jump up-down on the power improvement football school players, as shown by the p-value of = 0.00 > 0.05, (2) there is a significant effect high and low agility on the power improvement football school players, as shown by the value of p = 0.00 < 0.05, (3) there is no interaction between training methods and agility on the power of football school players, as shown by the value of p = 0.167 > 0.05.
Manajemen klub sepakbola profesional PSIS Semarang pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021 Rahmat Ardiyanto; Fajar Awang Irawan; Long-Ren Chuang
Sepakbola Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.778 KB) | DOI: 10.33292/sepakbola.v1i2.121

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sistem perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan manajemen klub PSIS Semarang. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrument dalam penelitian ini diantaranya observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur penelitian dimulai dari identifikasi data dan informasi di lapangan, kemudian komunikasi dengan manajemen Klub PSIS Semarang, pengumpulan data baik dokumen dokumen manajemen Klub PSIS, informasi dari media on line, dan wawanacara denganpihak manajemen. Data yang sudah didapatkan kemudian dikumpulkan dan dianalisis dengan deskripsi secara berkembang. Perencanaan yang dilakukan klub PSIS Semarang pada masa pandemi covid-19 baik. Pengorganisasian yang ada di klub PSIS Semarang pada masa pandemi covid-19 baik. kesimpulan bahwa sistem perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan manajemen klub PSIS Semarang pada kategori Baik. Hal ini didasarkan pada data dan evaluasi rutin yang dilakukan manajemen Klub PSIS Semarang yang kesemua laporannya dapat dipertanggungjawabkan. Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu masih adanya pembatasan dalam diskusi secara langsung dengan manajemen sehingga informasi dan data yang didapatkan kurang maksimal. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melengkapi data kuantitatif untuk mengetahui parameter dan grafik performa dari Klub PSIS Semarang. Management of the PSIS Semarang club during the Covid-19 pandemic Abstract. The purpose of this study was to determine the system of planning, organizing, implementing, and supervising the management of the PSIS Semarang club. The method in this study uses a qualitative descriptive approach. Instruments in this study include observation, interviews, and documentation. The research procedure starts from the identification of data and information in the field, then communication with the management of the PSIS Semarang Club, data collection both documents for the management of the PSIS Club, information from online media, and interviews with the management. The planning and organization carried out by the PSIS Semarang club during the covid-19 pandemic were good. The implementation and supervision were also in the good category at the PSIS Semarang club during the covid-19 pandemic. Conclusion in the management of the PSIS Semarang club is in a Good category. This is based on data and routine evaluations carried out by the management of the Semarang PSIS Club, all of which reports can be accounted for. The limitation of this research is that there are still limitations in direct discussions with management so that the information and data obtained are less than optimal. Future research is expected to complement quantitative data to determine the parameters and performance graphs of the PSIS Semarang Club.
Pengembangan model latihan wasit sepakbola untuk meningkatkan kebugaran Muhamad Irham; Febi Kurniawan
Sepakbola Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.139 KB) | DOI: 10.33292/sepakbola.v1i2.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model latihan wasit sepakbola yang layak dan efektif, yang diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kebugaran (physical fitness) wasit dalam persiapan tes kebugaran wasit, sesuai dengan kebutuhan gerak dari seorang wasit saat memimpin pertandingan sepakbola di lapangan, yang dikemas dalam bentuk modul dan video panduan latihan beserta penjelasan mengenai fungsi dan tujuan latihan. Penelitian ini mengadaptasi langkah-langkah penelitian pengembangan Borg & Gall sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi, (2) menganalisis hasil informasi, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi ahli dan revisi tahap pertama, (5) uji coba skala kecil dan revisi, (6) uji coba skala besar dan revisi, (7) pembuatan produk final, (8) uji efektivitas produk. Uji coba skala kecil dilakukan terhadap enam orang dari korps wasit Asosiasi PSSI Kota Yogyakarta. Uji coba skala besar dilakukan terhadap enam belas orang dari korps wasit Asosiasi Provinsi PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, catatan lapangan, skala nilai, dan lembar penilaian uji efektivitas model latihan. Hasil penelitian berupa model latihan kebugaran wasit sepakbola terdiri dari pemanasan, inti, dan pendinginan. Model disusun dalam modul pedoman berjudul ”Model Latihan Wasit Sepakbola untuk Meningkatkan Kebugaran (Physical Fitness)”. Berdasarkan penilaian ahli materi dan praktisi dapat disimpulkan bahwa model latihan kebugaran yang dikembangkan berkategori baik sehingga layak, efektif, dan sesuai untuk digunakan dalam latihan kebugaran wasit sepakbola. Developing a physical fitness exercise model for football referees AbstractThis research aims to develop and increase the diversity of a model of physical fitness for football referees, which effective and can be used by referees to improve fitness in order to prepare for physical fitness test and maintain fitness in daily life according to the needs of the motion of a referee when refereeing football matches, packaged in the form of books and video guides or training module with an explanation of its function and purpose. This research adapted the steps of research and development by Borg & Gall, consisting of: (1) the collection of information, (2) analysis of the information gathered, (3) initial product development, (4) validation by experts and revision, (5) small-scale field trial and revision, (6) large-scale field trials and revisions, (7) the manufacture of the final products. (8) testing the effectiveness of the product. The small-scale trials were conducted on six referees from refereeing corp of Indonesian Football Association of Yogyakarta City. The large-scale trial was conducted on sixteen referees from refereeing corp of Indonesian football Association of Yogyakarta Province. The instrument used to collect data included interview guides, field notes, evaluation sheet, the value scale questionnaire validation, assessment rubrics, observation guidelines, and sheet of the effectiveness of the exercise. The result of the research is a model of physical fitness for football referees consisting of warming up models, core, and cooling models. The model guidelines are compiled in a module titled "Physical Fitness Training Model for Football Referees". Based on the evaluation of the subject matter experts and practitioners, it can be concluded that the developed model of physical fitness for football referees is categorized as good, so that it is adequate, effective, and suitable for use in physical fitness exercise for football referees.

Page 1 of 1 | Total Record : 5