cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6282164699680
Journal Mail Official
cejs@unimal.ac.id
Editorial Address
Jalan Batam nomor 02 Laboratorium Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Bukit Indah Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)
ISSN : -     EISSN : 28074068     DOI : https://doi.org/10.29103/cejs.v1i4.6176
Core Subject : Engineering,
Chemical Engineering Journal Storage adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan makalah tentang Teknik Kimia. Topik-topik berikut termasuk dalam ilmu-ilmu ini: 1. Proses Kimia 2. Teknik Reaksi Kimia 3. Perpindahan massa dan panas, 4. Pemodelan 5. Material 6. Lingkungan 7. Teknologi Bioproses 8. Review Artikel.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022" : 12 Documents clear
Pemanfaatan Limbah Serabut Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacg.) sebagai Sumber Energi Alternatif dalam Pembuatan Biopelet Dahliana Abdullah; Eddy Kurniawan; Zainuddin Ginting; Ishak Ishak; Rozanna Dewi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.6013

Abstract

Kebutuhan energi makin meningkat seiring dengan perkembangan zaman dan pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan penggunaan energi dari bahan baku fosil menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca, sehingga perlu penyediaan sumber energi pengganti yang ramah lingkungan yaitu biopelet. Biopelet merupakan jenis bahan bakar padat berbasis limbah biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk membuat energi alternatif yang berupa biopelet dengan memanfaatkan limbah serabut kelapa sawit, menentukan jenis dan persen perekat terhadap kualitas biopelet. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu persiapan bahan baku, pencampuran perekat dengan variasi jenis dan persen perekat, dan pencetakan biopelet. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah Limbah serabut kelapa sawit PT IBAS bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk biopelet. Biopelet terbaik berdasarkan jenis perekat yaitu biopelet dengan perekat tepung tapioka + sagu. Persen perekat sangat mempengaruhi kualitas biopelet yang dihasilkan, dimana semakin besar persen perkat maka semakin besar kadar air dan kadar abu yang didapatkan. Nilai kalor dipengaruhi oleh kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, dan kadar karbon terikat, dimana semakin tinggi kadar air dan kadar abu naka semakin rendah nilai kalor yang didapatkan, sebaliknya semakin tinggi kadar zat terbang dan korbon terikat maka semakin tinggi pula nilai kalor. Biopelet terbaik dari masing-masing perekat adalah biopelet dengan perekat 7,5% mendapatkan kadar air 9,8%, kadar abu 8,8%, kadar zat terbang 73,8%, kadar karbon terikat 10,1%, dan nilai kalor yaitu 16.451 j/g.
EKSTRAKSI KULIT BUAH BIT (BETA VULGARIS L) SEBAGAI ZAT PEWARNA ALAMI Lina Sari Silalahi; Muhammad Muhammad; Sulhatun Sulhatun; Jalaluddin Jalaluddin; Rizka Nurlaila; Fikri Hasfita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.6087

Abstract

Tanaman bit (Beta vulgaris L) merupakan sejenis tanaman umbi-umbian yang banyak mengandung gizi. Kulit bit merah memiliki kandungan pigmen zat betasianin alami yang dapat dijadikan sebagai pewarna makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan pewarna alami dari kulit bit, Mempelajari pengaruh waktu dan suhu untuk mengestraksi pigmen kulit bit dengan solven Aquades dan Mengevaluasi laju perpindahan massa zat warna dari kulit bit. Tahap pertama dilakukan ekstraksi kulit bit dengan pelarut solven aquades pada variasi suhu dan waktu. Tahap kedua dilakukan uji pada sampel yaitu uji pH, uji kadar air, uji intensitas warna dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dan evaluasi laju perpindahan zat warna. Pada suhu (70oC) dan waktu 90 menit menghasilkan zat warna yang bagus dan dihasilkan ketahanan zat warnanya lebih lama sampai 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu berpengaruh terhadap kualitas zat warna, pH, kadar air dan intensitas zat warna. Pada suhu rendah dan waktu ekstraksi yang lama ketahanan zat warnanya lebih tahan lama. Perpindahan massa yang terjadi pada zat warna didapatkan degan persamaan NA = Kca (C*A- CA). Harga konsentrasi pewarna (CA) dari kulit bit ke solven aquades pada ekstraksi zat warna dalam tangki berpengaduk berbanding lurus dengan waktu, suhu, kecepatan putar pengadukan dan fluks massa tiap satuan volume pelarut (NAV).
PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI PATI UBI JALAR UNGU (Ipomea batata L) Mauleny Gustina; Jalaluddin Jalaluddin; Nasrul ZA; Syamsul Bahri; Masrullita .
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.6604

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair dari pengolahan tumbuhan) disamping Biodiesel. Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Ubi jalar yang berwarna ungu merupakan salah satu yang karbohidratnya tinggi, sehingga dapat dijadikan salah satu bahan baku alternative bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanol ubi jalar ungu melalui fermentasi dengan menggunakan ragi roti dengan variasi waktu 4, 5 dan 6 hari pada suhu kamar. Hasil penelitian menunjukkan kadar glukosa yang berasal dari proses hidrolisis menggunakan asam HCl 7% dengan kadar etanoltinggi yang optimum diperoleh melalui fermentasi penggunaan ragi Saccharomyces cerevisiae sebesar 30% diperoleh yield sebesar 54.1% pada hari ke 5 urea 5 gram dengan waktu distilasi selama 2 jam pada suhu 90 oC. Hal ini disebabkan karena perbedaan hari dan urea yang berbeda yaitu hari ke 4, 5 dan 6 dan pada urea 3 gram, 4 gram dan 5 gram. Dimana semakin tinggi urea maka kadar etanol semakin tinggi, dan dimana semakin lama fermentasi semakin tinggi kadar etanol, namun setelah hari ke 5 akan terjadi penurunan kembali, karena waktu terbaik untuk fermentasi bioetanol adalah 5 hari setelah 5 hari maka akan terjadi penurunan kadar etanol.
PEMANFAATAN AMPAS BIJI KEMIRI (ALEURITES MOLUCCANA (L.) WILLD) UNTUK FORMULASI PEMBUATAN LULUR DENGAN PENAMBAHAN SCRUBBER ARANG TEMPURUNG KEMIRI Seli Novianna Brutu; Sulhatun Sulhatun; Zulnazri Zulnazri; Jalaluddin jalaluddin; Syamsul Bahri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7023

Abstract

Telah dilakukan penelitian Pemanfaatan Ampas Biji Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd.) sebagai Formulasi Pembuatan Lulur dengan Penambahan scrubber Arang Tempurung Kemiri. Lulur (Body Scrub) merupakan sediaan kosmetik yang digunakan sebagai perawatan kulit untuk menghaluskan kulit tubuh, melembabkan kulit dan mengangkat sel mati dengan bantuan bahan scrub. Berbagai bahan alami dapat dimanfaatkan menjadi sediaan kosmetik salah satunya adalah kemiri. Berdasarkan uji fitokimia, kemiri (Aleurites moluccana L.Willd) mengandung kuersetin, yang memiliki kekuatan antioksidan 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin C dan vitamin E. Pembuatan ampas kemiri dilakukan dengan metode pengeringan menggunakan sinar matahari selama satu minggu. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ampas biji kemiri sebagai bahan dasar pembuatan lulur (Body Scrub) dengan variasi konsentrasi ampas kemiri 20 gram, 30 gram, 40 gram, 50 gram dan waktu pengadukan selama 2, 4, 6 dan 8 menit. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Pengujian sediaan meliputi uji organoleptik, uji daya sebar, uji pH dan uji stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan sediaan yang memenuhi evaluasi fisik dan daya sebar adalah konsentrasi 20 gram dan 30 gram dengan tekstur semi padat , aroma khas kemiri,  berwarna abu tua dan coklat dengan daya sebar sebesar 5-6,1 cm. Lulur pada konsentrasi 40 gram dan 50 gram tidak memenuhi evaluasi fisik dan daya sebar karena memiliki tekstur yang padat dengan daya sebar 3,7-4,6 cm. Lulur memiliki  pH sesuai dengan pH pelembab kulit. Hasil uji stabilitas menunjukkan bahwa lulur memiliki stabilitas yang baik (stabil).
ADSORPSI ZAT WARNA METHYLENE BLUE MENGGUNAKAN ADSORBEN DARI AMPAS TEH PADA KOLOM Nur Asiah Indah Rahayu; Novi Sylvia; Syamsul Bahri; Meriatna Meriatna; Agam Muarif
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7030

Abstract

Methylene blue (MB) merupakan zat pewarna yang umum digunakan pada industri tekstil dan senyawa ini memiliki gugus benzene sehingga sulit untuk terurai secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tinggi unggun yang digunakan pada penyisihan methylene blue menggunakan ampas teh. Parameter operasi yang efektif seperti konsentrasi adsorbat, tinggi unggun dan waktu kontak pada adsorpsi telah diselidiki. Data model kinetik dianalisa menggunakan model orde pertama semu, orde kedua semu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi yang terbaik untuk waktu operasi adsorben yang digunakan dengan konsentrasi adsorbat 15 mg/L pada tinggi unggun 8, 12 dan 16 cm berturut-turut yaitu 60 menit, 60 menit dan 75 menit dengan efesiensi penyerapan sebesar 98.4793%, 99.3441% dan 99.4883%. Mekanisme kesetimbangan adsorpsi dipelajari dengan menggunakan dua jenis isotehrm, yaitu isoterm Langmuir dan Freundlich.  Fenomena dari adsorpsi MB ke ampas teh didapatkan bahwa model Freunlich lebih sesuai dalam menjelaskan kesesauaian antara data ekperimen dengan data yang diperoleh dari model. Hal ini juga dapat dibuktikan bahwa nilai koefisien korelasinya (R2) yang diperoleh juga lebih tinggi untuk Freunlich dari pada Langmuir, yaitu 0.9764.
Pemanfaatan Limbah padat Industri asap cair (Arang Tempurung Kemiri) Untuk Pembuatan Sabun Cuci Piring Maryanti Maryanti; Sulhatun Sulhatun; Meriatna Meriatna; Suryati Suryati; Agam Muarif
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7231

Abstract

Limbah yang dihasilkan dari proses pemecahan biji kemiri berupa tempurung kemiri belum dimanfaatkan secara optimal. Saat ini limbah padat industri asap cair (arang tempurung kemiri) dapat digunakan untuk proses pembuatan sabun cuci piring dengan demikian dapat memanfaatkan limbah pada industri asap cair. Adapun tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh massa charcoal dan waktu pengadukan terhadap produk sabun cuci piring yang dihasilkan, mengetahui pengaruh massa charcoal dan waktu pengadukan terhadap kualitas sabun cuci piring yang dihasilkan, dan mengetahui kondisi proses terbaik terhadap nilai pH, kadar alkali bebas, dan bobot jenis. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan proses yaitu meliputi tahap persiapan bahan baku, dan tahap proses pencampuran. Pada penelitian ini dengan kondisi terbaik pada proses pembuatan sabun cuci piring cair dengan massa charcoal 1 gr dan 1,5 gr dengan waktu pencampuran 15 menit yaitu dengan kadar alkali bebas maksimal kurang dari 0,1%. Pada setiap sampel telah memenuhi SNI 06-4075-1996, pada nilai pH yang terbaik adalah 6-8 dengan itu nilai pH pada sabun cair telah memenuhi SNI 1996, dan pada bobot jenis 0,890026 dan 0,889937.Kata kunci:Charcoal,   Sabun Cuci Piring, Standard nasional Indonesia.dan Waktu Pengadukan
PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF DALAM PEMBUATAN BIOPELET Mauliza Asri; Eddy Kurniawan; Novi Sylvia; Syamsul Bahri; Jalaluddin Jalaluddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7232

Abstract

Penelitian prembuatan biopelet dari sekam padi yang menggunakan tepung kanji sebagai perekat telah selesai dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sekam padi sebagai bahan bakar alternatif dalam pembuatan biopelet. Peneltian ini dilakukan beberapa tahapan proses yaitu pengumpulan bahan baku, pengeringan bahan baku dan pemisahan berdasarkan ukuran (pengayakan). Kemudian abu tersebut di campur perekat dengan variasi perekat menggunakan tepung kanji. Kemudian dicetak dengan cara ditekan berbentuk slinder dan dikeringkan di dalam oven pada suhu 105oC selama 2 jam. Hasil menunjukkan bahwa kadar air yang di peroleh antara 6.6-8.4%, kadar abu antara 6- 16%, sedangkan nilai kalor dengan berat sekam yang  berbeda pada perekat tepung kaji diperoleh nilai kalor 4.1352 J/g untuk berat sekam 50 gram dan untuk berat sekam 100 gram diperoleh nilai kalor 4.0640 J/g.
Pembuatan Sabun Mandi Padat dengan Penambahan CHarcoal dariTempurung Kemiri Nurlian Nurlian Nurlian; Sulhatun Sulhatun; Suryati Suryati; Meriatna Meriatna; Agam Muarif
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7233

Abstract

Cangkang kemiri merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif (charcoal). Pemanfaatan limbah cangkang kemiri ini dimaksudkan untuk menanggulangi penumpukan limbah cangkang kemiri dan  diharapkan dapat menghasilkan produk yang aman dan ramah lingkungan. Adapun tujuan penelitian ini adalah Menemukan komposisi terbaik dari sabun mandi padat yang telah ditambahkan Charcoal, Menguji kualitas sabun mandi padat yang dibuat dengan variasi penambahan massa Charcoal dan pengaruh perbandingan minyak zaitun pomace dan minyak kelapa (VCO) dan Mengkaji pengaruh penambahan massa Charcoal dan pengaruh perbandingan minyak zaitun pomace dan minyak kelapa (VCO) terhadap nilai pH, kadar air, kadar alkali bebas dan uji organoleptik. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan proses yaitu meliputi tahap persiapan bahan baku  tahap pengayakkan arang aktif, tahap pembuatan sabun dan tahap Maturing. Adapun variasi massa charcoal yang digunakan yaitu 2,5 gr, 5 gr 7,5 gr, 10 gr dan 12,5 gr. Dengan variasi perbandingan minyak zaitun pomace dan minyak kelapa (VCO) 100:100, 125:75, 150:50 ml. Hasil penelitian menunjukkan minyak zaitun pomace  memiliki kadar air lebih tinggi dibandingkan minyak kelapa. Semakin besar perbandingan minyak zaitun yang digunakan daripada minyak kelapa maka kadar air yang dihasilkan semakin tinggi. Kadar alkali bebas tertinggi yaitu 0,081 yang berada pada massa charcoal 12,5 gram dengan perbandingan minyak yang digunakan sebesar 150:50. Adapun standar kualitas sabun telah diatur dalam SNI 3532-2016 yaitu dengan kadar air maksimal kurang dari 14%, kadar alkali bebas maksimal kurang dari 0,1%. Pada setiap sampel telah memenuhi SNI 3532-2016. Pada uji organoleptik, panelis lebih menyukai run 2, 8 dan 10 dengan massa Charcoal 5gr, 7,5gr dan 12,5gr.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BONGGOL NANAS (ENZIM BROMELIN) PADA PEMBUATAN KECAP IKAN DARI IKAN LEMURU (SARDINELLA LEMURU) Reza Dwi Fani; Meriatna Meriatna; Masrullita Masrullita; Suryati Suryati; Agam Muarif
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7295

Abstract

Ikan merupakan sumber protein hewani utama, yang kaya akan protein dan mempunyai daya cerna mencapai 80%. Karena sifat fisik ikan cepat mengalami pembusukan, khususnya pada iklim tropis dan kelembapan yang tinggi, maka perlu dilakukan pengawetan dan pengolahan salah satunya adalah dengan mengolah ikan menjadi kecap ikan melalui proses fermentasi, ikan yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan lemuru, Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh waktu fermentasi dan pengaruh lama fermentasi terhadap kadar protein, kadar air, dan pH. Pada penelitian ini proses hidrolisis dilakukan dengan menambahkan ektrak bonggol nanas (Enzim Bromelin) kedalam daging ikan yang sudah dihaluskan, dengan kosentrasi ekstrak bonggol nanas 5%, 10%, 15%, dan 20% , dan waktu fermentasi selama 1, 3, 5, dan 7 hari. Analisis dilakukan terhadap produk kecap ikan yang meliputi uji kadar protein, kadar air dan pH. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kecap ikan secara optimum dapat diproduksi dari ikan lemuru dengan ekstrak bonggol nanas (Enzim Bromelin) sebanyak 20% dan waktu fermentasi 7 hari.
Kajian Formulasi Pembuatan Creambath Berbasis Minyak Kemiri Cut Rika Saffira; Sulhatun Sulhatun; Eddy Kurniawan; Syamsul Bahri; Rizka Mulyawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.7299

Abstract

Biji kemiri dapat diformulasikan sebagai creambath untuk melembabkan kulit kepala. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pengembangan formulasi dan pemanfaatan tanaman biji kemiri (Aleurites Moluccana L. Wild) sebagai bahan kosmetik yang memiliki banyak manfaat dan sangat diminati banyak negara luar, salah satunya yaitu sebagai pembuatan creambath. Berdasarkan hasil yang didapat sediaan creambath terbanyak di dapat pada sampel 16 dengan waktu pengadukan selama 8 menit dengan volume minyak 12,5 yaitu seberat 168,72 gram. Dan hasil produk creambath yang terkecil terdapat pada waktu pengadukan selama 2 menit dengan volume minyak 5% yaitu 98,43.5. Berdasarkan uji pH yang terdapat pada sediaan creambath di peroleh yaitu 6,3-7,5, nilai pH pada masing-masing creambath tersebut berada pada kisaran nilai pH yang terdapat pada SNI 16-4399-1996. Hasil uji organoleptik diperoleh standarisasi organoleptik creambath pada konsentrasi volume minyak 12,5% dengan waktu pengadukan selama 8 menit. Berdasarkan uji homogenitas waktu pengadukan 6-8 menit pada volume 5%-12% sediaan creambath yang   dihasilkan terbentuk sempurna (homogen). Dan pada hasil pengamatan stabilitas terhadap creambath pada suhu kamar 25oC dan suhu 35 oC creambath tidak mengalami perubahan tekstur warna dan bau. 

Page 1 of 2 | Total Record : 12