cover
Contact Name
LAMIA DIANG MAHALIA
Contact Email
jfk@poltekkes-palangkaraya.ac.id
Phone
+6281349000042
Journal Mail Official
jfk@poltekkes-palangkaraya.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Jalan George Obos No.30 Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Forum Kesehatan
ISSN : 20879105     EISSN : 27152464     DOI : https://doi.org/10.52263
Jurnal Forum Kesehatan (JFK) adalah jurnal berbasis online dimana sumber tulisan berasal dari tulisan ilmiah bidang kesehatan terutama untuk hasil penelitian dari Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Kesehatan Masyarakat.
Articles 52 Documents
Gambaran Pengetahuan dan Sikap tentang Menggosok Gigi yang Benar pada Siswa SDN Sungai Tiung 3 Cempaka Muhammad Doni Alfiannor; Evy Marlinda; Sugian Noor
Jurnal Forum Kesehatan Vol 8 No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.435 KB)

Abstract

Oral hygiene is very important because through these organs various germs can enter. Some mouth problems can also occur due to lack of maintaining dental and oral hygiene. The remaining food that is not cleaned by the method of brushing your teeth properly will be difficult to clean and will become a collection of dental plaques (dental caries) and consequently can cause cavities. This study aims to get an overview of the knowledge and attitudes about brushing teeth properly in students of SDN 3 Sungai Tiung Cempaka. The research design used was descriptive. The number of respondents was 32 people with sampling using the total sampling technique. Data collection using a questionnaire. The results showed that most respondents had enough knowledge as many as 17 people (53.1%) and most respondents had a positive category attitude of 27 people (84.4%). It is expected that the health center participates in providing treatment to improve children's health status, especially dental and oral health
Kinerja Petugas Pelaksana Surveilans Kusta di Seluruh Puskesmas Kabupaten Jeneponto Tahun 2016 Reski Amaliah; Ida Leida Maria; M Alimin Maidin
Jurnal Forum Kesehatan Vol 7 No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.45 KB)

Abstract

Dinas kesehatan harus mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas agar mampu melakukan program kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kinerja Petugas pelaksana Surveilans kusta di seluruh Puskesmas kabupaten Jeneponto tahun 2016. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pemegang surveilans kusta yang ada di puskesmas se-Kabupaten Jeneponto yakni sebanyak 18 orang. Sampel adalah semua pemegang surveilans kusta yang ada di puskesmas se-Kabupaten Jeneponto yakni sebanyak 18 orang (total sampling). Pengolahan data menggunakan program SPSS dengan uji chi square dan stratifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kompensasi, sikap dan motivasi dengan kinerja petugas surveilans Kusta, sedangkan pengetahuan dan kepemimpinan tidak berhubungan dengan kinerja petugas surveilans Kusta. Variabel Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kompensasi, sikap dan motivasi dengan kinerja petugas surveilans Kusta, sedangkan pengetahuan dan kepemimpinan tidak berhubungan dengan kinerja petugas surveilans Kusta sedangkan berdasarkan uji stratifikasi pengetahuan baik maupun kurang pada variabel independen dan variabel kinerja tidak ada hubungannya, begitupula jika dilihat dari karakteristik tidak ada kebermaknaan semua variabel dengan adanya kinerja petugas surveilans kusta. Penelitian ini menyarankan pimpinan sebaiknya memberi kesempatan kepada petugas untuk mengikuti pelatihan, pimpinan menerapkan kepemimpinan yang sesuai, memberikan motivasi berupa kompensasi (pemberian gaji tambahan/bonus) yang cukup atau memberikan penghargaan, Kinerja petugas yang sudah baik, dipertahankan dan ditingkatkan sehingga pelayanan semakin baik.
Penganggaran Dalam Rencana Pengembangan Program Jamkesda di Kabupaten Banjar Juni Ramadhani
Jurnal Forum Kesehatan Vol 7 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.733 KB)

Abstract

Latar Belakang: Anggaran yang harus disediakan oleh pemerintah Kabupaten Banjar di bidang kesehatan bertambah besar dengan diterapkannya program pelayanan kesehatan bersubsidi 24 jam. Dalam implementasinya biasa disebut dengan singkatan PKDG 24 jam. Anggaran untuk PKDG 24 jam ini bersumber dari APBD ditambah dari sumber-sumber lain yang diperbolehkan oleh peraturan yang berlaku. Pada tahun 2009 program ini akan dikembangkan menjadi Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) karena untuk meningkatkan perlindungan sosial kepada setiap warga masyarakat di daerah yang lebih baik dan penerapan PP No. 38 tahun 2007 tentang pembagian fungsi dan wewenang pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dalam proses penyusunan perencanaan pengembangan program tersebut ada dua opsi yang ditawarkan yaitu; pengembangan PKDG menjadi Jamkesda dan pengembangan Jamkesda dengan tetap mempertahankan program PKDG. Tujuan: Penelitian ini untuk mengkaji sistem penganggaran rencana pengembangan Program Jamkesda, mengidentifikasi tersedia atau tidaknya anggaran yang berkaitan langsung dengan program Jamkesda di Kabupaten Banjar, dan mengevaluasi penganggaran rencana program Jamkesda di Kabupaten Banjar. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan studi kasus dengan metode kualitatif. Variabel variabel yang digunakan dalam penelitian terdiri dari anggaran program Jamkesda, kesiapan sumberdaya manusia, kepesertaan program Jamkesda dan persepsi Stakeholder. Instrumen penelitian adalah wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian: Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa anggaran program Jamkesda sudah dialokasikan dalam DPA-SKPD sebesar Rp. 3.381.769.000, khusus untuk persiapan pelaksanaan Jamkesda dianggarkan sebesar Rp. 1.014.538.800 (30%). Sumberdaya manusia pengelola program Jamkesda masih masih belum siap terbukti pengelolaan belum dilakukan secara dasar pendidikan maupun dari pengalaman. Kepesertaan program Jamkesda adalah masyarakat miskin dan kurang mampu yang tidak terakomodir oleh program Jamkesmas (Askeskin). Persepsi stakeholder terhadap rencana pengembangan program Jamkesda di Kabupaten Banjar sangat positif terbukti dengan adanya persiapan baik dari segi anggaran dan sarana prasana dalam pelaksanaan program Jamkesda tahun 2010. Kesimpulan: Penganggaran pelaksanaan Jamkesda belum dianggarakan tersendiri karena masih menyatu dengan anggaran PKDB, yaitu sebesar 30%. Kesiapan sumberdaya manusia untuk pengelolaan Jamkesda belum siap. Jumlah sasaran program Jamkesda di kabupaten Banjar sebanyak 10.422 orang. Persepsi stakeholder terhadap rencana pengembangan Jamkesda adalah positif yang ditunjukkan dengan adanya anggaran untuk persiapan pelaksanaan.
Perbedaan Edukasi/Penyuluhan dengan Penggunaan Media Terhadap Perubahan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Konsumsi Sayur dan Buah pada Siswa SMP di Pekanbaru Fitriani ,; Yessi Marlina; Roziana ,
Jurnal Forum Kesehatan Vol 9 No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.799 KB)

Abstract

Abstrak : Gizi merupakan komponen utama dalam penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas (Dirjen Kemenkes RI, 2017). Keadaan kesehatan gizi tergantung dari tingkat konsumsi yang ditentukan oleh kualitas serta kuantitas menu, yang berarti menu tersebut mengandung zat gizi dalam porsi yang sesuai dengan kebutuhan. Salah satu zat gizi yang diperlukan tubuh adalah vitamin dan mineral yang pada umumnya banyak terdapat dalam sayur dan buah. Konsumsi sayur dan buah pada remaja masih banyak yang belum memenuhi rekomendasi WHO sebesar 400 gram perhari. Rendahnya konsumsi buah dan sayur pada remaja dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif dimasa dewasa dan lanjut usia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan penyuluhan dengan penggunaan media terhadap perubahan pengetahuan sikap dan perilaku konsumsi sayuran dan buah pada siswa SMP di MTs Hasanah Pekanbaru, dimulai pada bulan juli. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental). Jumlah sampel yang diperlukan yaitu 18 orang per kelompok dengan menggunakan metode random sampling. Penelitian ini menggunakan uji t-test untuk melihat perbedaan dua kelompok. Hasil pada penelitian ini diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan antara pengetahuan, sikap dan perilaku responden sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan menggunakan media video maupun leaflet. Disarankan untuk pihak sekolah agar dapat memberikan penyuluhan mengenai konsumsi sayur dan buah serta menyediakan ketersediaan pangan sayur dan buah untuk meningkatkan asupan konsumsi sayur dan buah bagi siswa.
Pengaruh Dimensi Mutu dan Peran Kepala Ruangan Rawat Inap Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Ardenny Ardenny; Rohani Rohani
Jurnal Forum Kesehatan Vol 9 No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.29 KB)

Abstract

Sistem manajemen mutu merupakan suatu tatanan yang menjamin tercapainya tujuan dan sasaran mutu yang direncanakan termasuk di dalam pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem manajemen mutu dan kepemimpinan kepala ruangan rawat inap terhadap kinerja perawat pelaksana di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan SEM dengan SmartPLS dengan sampel yang ditetapkan adalah seluruh perawat ruangan rawat inap berjumlah 52 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan metode pengumpulan data melalui data sekunder dan data primer melalui proses wawancara dan oberservasi lapangan. Hasil penelitian terdapat pengaruh antara variabel dimensi mutu (R square 0,000) dan peran kepala ruangan (R square 0,038) terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. Nilai R Square variabel kinerja perawat sebesar 0,259% artinya sebesar 25,9% kienrja perawat dipengaruhi oleh dimensi mutu dan peran kepala ruangan. Disarankan pada pihak Rumah Sakit untuk mengembangkan kualitas pelayanan dalam dimensi mutu yakni dimensi keandalan (reliability) dan empati (empathy) dalam meingkatkan kinerja perawat pelaksana di ruangan rawat inap. Sedangkan untk peran kepala ruangan dapat ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan terkait fungsi manajemen.
Potensi Pengembangan Buah Lokal Kalimantan Tengah: Selai Buah Cemot (Passiflora Foetida L.) Nur Hasanah; Mars Khendra Kusfriyadi; Agnescia Clarissa Sera
Jurnal Forum Kesehatan Vol 9 No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah cemot (Passiflora foetida L.) merupakan buah lokal yang umum ditemui di semak liar dan hutan Kalimantan Tengah. Buah ini sangat popular di kalangan anak-anak penduduk setempat dan lazim dikonsumsi dalam kondisi segar. Sampai saat ini belum ada penelitian yang membahas tentang produk olahan buah cemot. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi buah cemot yang diproses menjadi selai dengan berbagai variasi penambahan pektin: 0,25%; 0,75%; 1,25%; 1,75% dan 2,25%. Penelitian eksperimental ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rata-rata panelis menyatakan selai cemot berasa manis, aroma buah nyata, tekstur sangat kental dan warna sangat coklat. Persen padatan terlarut selai buah cemot untuk perlakuan 0,25%; 0,75%; 1,25%; 1,75%; 2,25% berturut-turut adalah 66,7%; 67,3%; 68,4%; 69,2%; 69,8% brix. Konsentrasi pektin tidak mempengaruhi rasa (p=0,244), aroma (p=0,621) dan warna selai (p=0,492). Namun, mempengaruhi tekstur (p=0,000) dan persen padatan terlarut selai buah cemot (p=0,000).
Stres Psikososial dan Kejadian Fluor Albus Patologis pada Santri Chusnul Hana; Nabila Zuhdy; Hesty Widyasih
Jurnal Forum Kesehatan Vol 8 No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.492 KB)

Abstract

Fluor albus or vaginal discharge is a secretion from the woman’s genitals but it is not a blood. Fluor albus divided into physiological and pathological fluor albus. Pathological fluor albus is a secretion from vagina that whitish, yellowish or greenish, itching or burning or pain. Fluor albus is not a disease but becoming the indication of infections, viciousness or benign tumor of gynecological problems. There are many factors can caused fluor albus at adolescent, one of the factors is stress. This study aimed to know the correlation between psychosocial stress and incidence of pathological fluor albus of islamic boarding students as research population in Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Sleman Yogyakarta. The sampling technic used non-probability sampling and the sample size was 82 people. This study used Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42) and fluor albus questionnaires to collect the data. The data analyzed using Chi-Square, Coefficient Contingency and Prevalence Ratio test.Result of the study showed 58,7 % santri had stress and 64,9% santri were indicated pathological fluor albus. At the age of characteristic respondent, the majority subject was the end of adolescent (50,5%) and the majority subject was at higher education (41,2%). Statistical test showed p-value = 0,001, C = 0,523 and PR = 2,982, which means there were significant correlation between level of psychosocial stress and incidence of pathological fluor albus, the correlation strength was strong enough. Santri who got stress psychosocial have risk 2,982 times experienced pathological fluor albus incidence.
Kepemimpinan Demokratis Dapat Meningkatkan Motivasi dan Kinerja Keperawatan di Bangsal Rawat Inap di RSUD Ie Moeis Samarinda Rasmun Rasmun; Edi Sukamto
Jurnal Forum Kesehatan Vol 9 No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.421 KB)

Abstract

Gaya kepemimpinan akan berpengaruh terhadap kinerja staf dan tenaga keperawatan itu sendiri yaitu tenaga profesi yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, perawat sebagai pelaksana maupun manajer harus mampu mempergunakan dan mengelola sumber sumber daya manusia dengan baik, menerapkan standar serta mencapai tujuan pelayanan keperawatan dengan efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan demokratis dengan kinerja perawat pelaksana. Penelitian ini dilakukan di RSUD IA. Moeis Samarinda Bulan Agustus 2018 menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 44 yang memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis terdapat 20 perawat berkinerja baik atau sebesar 45,5%, sedangkan pada gaya kepemimpinan yang sangat demokratis terdapat 30 orang perawat berkinerja baik atau sebesar 66,7%. Dari hasil uji statistik, didapatkan nilai p sebesar 0,044 (p value < α) dengan alpha (α) sebesar 0,05 dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan demokratis dengan kinerja perawat.Nilai OR (Odds Ratio) didapatkan sebesar 0,417 (95% CI: 0,177 – 0,983) yang berarti bahwa pada ruang rawat yang kepala ruangannya memiliki gaya kepemimpinan yang sangat demokratis memiliki odd sebesar 2,4 kali lebih besar perawat pelaksananya memiliki kinerja yang baik dibandingkan dengan ruangan yang gaya kepemimpinannya demokratis.
Studi Deskriptif Pengetahuan Ibu tentang Toilet Training pada Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) di Paud Terpadu Citra Indonesia Banjarbaru Nova Uly Simbolon; Agustine Ramie; Hammad ,
Jurnal Forum Kesehatan Vol 8 No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.448 KB)

Abstract

Toilet training if not taught can cause children to be undisciplined, spoiled, and most importantly, children will experience psychological problems, children will feel different and cannot independently control defecation and urination. This study aims to determine the mother's knowledge about toilet training. The design of this study is descriptive. The study population was mothers who had toddler-age children (1-3 years) in Citra Integrated Integrated Education in Banjarbaru. Samples were taken using "Total Sampling" with a sample size of 31 mothers. Data is analyzed descriptively and presented in table form. The results of the study found that most of the mother's knowledge about toilet training in toddler age children was sufficient knowledge (41.9%). Good knowledge is found at the age of 31-40 years (45.45%). Good knowledge for mothers with higher education level (66.66%). Good knowledge for non-working mothers (60%). The results of the study found that sufficient knowledge of mothers who received information from TV/radio (38.88%). Increasing mother's knowledge about toilet training is needed both in formal and non-formal ways in collaboration with health workers
Kunjungan ke Empat Pemeriksaan Kehamilan Terhadap Kejadian BBLR di Desa Lok Baintan Wilayah Kerja Puskesmas Sei Tabuk Kabupaten Banjar Tahun 2017 Tri Tunggal; Hapisah Hapisah
Jurnal Forum Kesehatan Vol 9 No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.87 KB)

Abstract

Bayi berat lahir rendah berisiko tinggi mengalami kematian, kesakitan dan kecacatan. Risiko kematian 20 kali lebih tinggi dibandingkan bayi berat lahir normal. Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Banjar pada tahun 2015 jumlah bayi lahir dengan BBLR meningkat dan kunjungan K4 tidak memenuhi target. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kunjungan ke empat pemeriksaan kehamilan dengan bayi berat lahir rendah dan bayi berat lahir cukup berdasarkan kunjungan ke empat di Lok Baintan Wilayah Kerja Puskesmas Sei Tabuk. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control study. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berisi daftar pertanyaan dan kartu kohort ibu dan bayi. Populasi penelitian adalah seluruh bayi yang lahir yang tercatat di kohort ibu di Desa Lok Baintan Puskesmas Sei Tabuk Kabupaten Banjar pada bulan Maret 2016 sampai dengan Maret 2017, Sampel kasus dan control dengan perbandingan 1 : 1. Analisis bivariat menggunakan uji statistic chi square dan analisis multivariat menggunkan uji statistic regresi logistik. Hasil Penelitian di dapatkan sebanyak 80 responden sebanyak 32 orang (40,0%) tidak melakukan kunjungan K4 dan sebagian besar mengalami BBLR sebanyak 27 orang (67,5%),dengan nilai OR sebesar 14,5. yaitu ada hubungan yang bermakna antara kunjungan ke empat pemeriksaan kehamilan dengan kejadian bayi berat lahir rendah, dengan nilai p = 0,000.