cover
Contact Name
Fery Siswadi
Contact Email
mawar@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8621073
Journal Mail Official
jpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Perpustakaan IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor PO Box 199 Telp.: (0251) 8621073 E-mail: jpi@apps.ipb.ac.id atau perpustakaan@ipb.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PUSTAKAWAN INDONESIA
ISSN : 14105551     EISSN : 26861879     DOI : https://doi.org/10.29244/jpi.20.1.22-34
Core Subject : Social,
JPI merupakan terbitan berkala terbit dua kali setahun yang menyajikan tulisan-tulisan : 1. Bidang perpustakaan, dokumentasi, 2. Informasi dan komputer; 3. Iidang Perpusdokinfokom di Indonesia
Articles 176 Documents
PERUBAHANPARADIGMALAYANANPERPUSTAKAAN MEMASUKIERA TE1{NOLOGI INFORMASI Mustafa B.
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 1 No. 1 (1997): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.815 KB) | DOI: 10.29244/jpi.1.1.%p

Abstract

Istilah library without walls (perpustakaan tanpa dinding), virtual library (perpustakaan maya), virtual catalog (katalog . maya) adalah beberapa istilah yang selama ini banyak ditemui dalam artikel mengenai perpustakaan pada majalah luar,negeri. Istiiah-istilah itu sebelumnya hanya merupakan istilah asing. dan kurang bertnakna bagi pustakawan Indonesia. Namun kini sudah mulai dimaklumi dan dihayati oleh sebagian pustakawan kita. Halini disebabkan karena pada tabuntabun terakhir ini jaringan Internet makin merambah seluruh aspek kegiatan, termasuk pada hidang perpustakaan.
PENGGUNAANTNTERNET UNTUK KATALOGISASITERPASANG (Online Cataloging)SEBUAH TANTANGAN BAGI PUSTAKAWANINDONESIA Sujana Janti G.
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 1 No. 1 (1997): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.159 KB) | DOI: 10.29244/jpi.1.1.%p

Abstract

Tugas utama sebuah perpustakaan adalah mengoleksi, memproses mendiseminasikan buku dan pustaka lainya, dengan tujuan mendukung aktivitas institusinya.  Dalam rangka mencapai tujuan itu, pustakawan haruslah siap dengan sistem penyimpanan dan penemuan kembali infomasi yang mantap.Layanan perpustakaan merupakan salah satu indikator keberhasilan perpustakaan.  Kebanyakan perpustakaan menyelenggarakan pelayanan yang mendasar, seperti sirkulasi, referansi, penyusunan bibliografi, pendidikan pengguna dan lain sebagainya.  Disamping itu perpustakaan menpupnyai masalah yang selalu harus dihadapinya, seperti kekurangan koleksi, kekurangan biaya, kekurangan staf yang terlatih dan profesional dan lain-lain.
PROSPEK CDS/ISIS DIINTERNET Saleh Abdul Rahman
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 1 No. 2 (1998): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.876 KB) | DOI: 10.29244/jpi.1.2.%p

Abstract

Akhir-akhir ini kata internet menjadi sebuah kata kunci penting di bidang teknologi informasi.  Internet sendiri berasal dari kata inter (antar) dan network (jaringan).  Internet tersebut pada awalnya dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang dikenal sebagai ARPA-net (Advanced Research Project Agency Network) pada tahun 1969 tersebut mulai marak di Indonesia pada dekade 1990an.  Dimulai dari instansi pemerintah dan perguruan tinggi seperti Ipteknet BPPT, Paguyuban network ITB, UI dan lain-lain, yang kemudian diikuti oleh provider swasta seperti indointernet RADnet, Satelindo Mitralintas, IDOLAnet, Wasantara-net dan lain-lain.
PELAYANAN PERPUSTAKAAN "GAYA ABAD KE-21”: PERANAN INTERNET” Campbell Jane E.
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 1 No. 2 (1998): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.474 KB) | DOI: 10.29244/jpi.1.2.%p

Abstract

Tujuan utama dari makalah ini adalah untuk menekan kepadulian atau kesadaran dari pustakawan mengenai pentingnya mengambil bagian yang aktif sebagai penyedia informasi dalam era informasi.  Salah satu artikel mengenai peranan pustakawan di abadi informasi ini berjudul “Leading the charge or holding the fort17” menggunakan symbol militer, penulis bertanya – apakah kita para pustakawan ingin menjadi pelopor menejer informasi atau apakah kita ingin mempertahankan “status quo” kembali ke belakang?   Tidak akan ada lagi kesempatan bagi pustakawan seperti sekarang dan akan datang dalam waktu dekat.  Kita mempunyai kesempatan untuk “menciptakan kembali profesi kita”, untuk mengembangkan karir kita dalam menghadapi tantangan pada arah yang baru.  Hal ini berarti bahwa kita harus memanfaatkan teknologi yang mutakhir untuk mengakses informasi yang terbaru dari seluruh dunia, efisiensi dalam pemakaian informasi yang terbaru dari seluruh dunia, efisien dalam pemekaian informasi teknologi termasuk internet, supaya kita masih tetap ada di depan (at the forefront) dengan peranan yang sentral dalam abad ke-21.
Internet Sampai Abad 21 Suatu Telaah dan Perkiraan Teknologi Internet Michael S. Sunggiardi
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 1 No. 2 (1998): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.581 KB) | DOI: 10.29244/jpi.1.2.%p

Abstract

Dari seluruh bahasan pada artikel ini, kunci utama pengembangan jaringan Internet di masa mendatang sebetulnya adalah bagaimana memperbesar bandwidth sekaligus menyeragamkan bandwidth antar ISP, karena kunci ini akan menyebabkan perkembangan lebih lanjut dari teknologi yang ada.  Memperbesar bandwidth sama de-ngan penambahan biaya (penyewaan satelit per bulan di Indonesia untuk bandwidth 32kbps sekitar US$ 3.000, di Amerika bisa mendapatkan 4,5mbps), dimana biaya ini nantinya akan dibebankan kepada anggota, sedang trend masa depannya, keanggotaan ini akan gratis (saat ini, di Amerika, sudah ada perusahaan ISP yang menawarkan biaya hanya US$ 10 untuk satu bulan langganan, tidak terbatas) dan dibiayai oleh jasa lain, seperti pemasang iklan di web, atau di mesin-mesin tertentu.  Jadi temuan-temuan yang sudah ada saat ini akan dilanjutkan dan disempurnakan lagi, mengikuti perkembangan lain, seperti band-width, perangkat lunak, dan perangkat kerasnya. Semoga kita dapat melihat teknologi baru yang akan mempermudah komunikasi manusia di era globa-lisasi nanti.
Cloud computing atau komputasi awan ialah teknologi yang memanfaatkan layanan internet menggunakan pusat server yang bersifat virtual dengan tujuan pemeliharaan data dan aplikasi. Keberadaan komputasi awan jelas akan menimbulkan perubahan dalam cara kerja sistem teknologi informasi dalam sebuah organisasi. Hal ini karena komputasi awan melalui konsep virtualisasi, standarisasi dan fitur mendasar lainnya dapat mengurangi biaya Teknologi Informasi (TI), menyederhanakan pengelolaan layanan TI, dan Akhmad Syaikhu
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpi.10.1.%p

Abstract

Cloud computing atau komputasi awan ialah teknologi yang memanfaatkan layanan internet menggunakan pusat server yang bersifat virtual dengan tujuan pemeliharaan data dan aplikasi. Keberadaan komputasi awan jelas akan menimbulkan perubahan dalam cara kerja sistem teknologi informasi dalam sebuah organisasi. Hal ini karena komputasi awan melalui konsep virtualisasi, standarisasi dan fitur mendasar lainnya dapat mengurangi biaya Teknologi Informasi (TI), menyederhanakan pengelolaan layanan TI, dan mempercepat penghantaran layanan. Secara umum arsitektur komputasi awan terdiri dari (1) Infrastructure as a Service (IaaS) (2) Platform as a Service (PaaS) dan (3) Software as a Service (SaaS). PUSTAKA sebagai pusat perpustakaan pertanian terbesar di Indonesia tentunya memiliki potensi yang cukup besar dalam penerapan teknologi cloud computing di masa yang akan datang. Potensi-potensi yang tersedia seperti adanya tugas pokok dan fungsi yang jelas, jaringan antar lembaga lingkup KEMTAN, sumberdaya informasi, infrastruktur dan SDM tentunya dapat  menjadi kekuatan dalam pengembangan komputasi awan perpustakaan pertanian di Indonesia. Dibutuhkan perencanaan yang matang dan terintegrasi antar semua pihak agar pengembangan komputasi awan perpustakaan pertanian dapat diwujudkan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang konsep penerapan cloud computing di perpustakaan, sehingga di masa yang akan datang perpustakaan sebagai penyedia layanan informasi dapat memberikan layanan yang terbaik, mutakhir dan berkesinambungan kepada penggunanya.
Microsoft Office Excel merupakan suatu program aplikasi yang terdiri atas beberapa fitur, di mana salah satu fitur jarang sekali dimanfaatkan oleh petugas perpustakaan dalam melakukan pengolahan data terutama dalam mendukung pembuatan laporan perpustakaan. Adapun fitur tersebut adalah “PivotTable” yang dapat dimanfaatkan sebagai alat penghitung jumlah frekuensi data dan rangkaiannya berupa grafik (chart). Tujuan pembahasan ini untuk memandu staf perpustakaan dalam melakukan pengolahan rekaman da Subagyo .
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpi.10.1.%p

Abstract

Microsoft Office Excel merupakan suatu program aplikasi yang terdiri atas beberapa fitur, di mana salah satu fitur jarang sekali dimanfaatkan oleh petugas perpustakaan dalam melakukan pengolahan data terutama dalam mendukung pembuatan laporan perpustakaan. Adapun fitur tersebut adalah “PivotTable” yang dapat dimanfaatkan sebagai alat penghitung jumlah frekuensi data dan rangkaiannya berupa grafik (chart). Tujuan pembahasan ini untuk memandu staf perpustakaan dalam melakukan pengolahan rekaman data aktivitas perpustakaan dan penyajian data hasil olahan ke dalam model format laporan perpustakaan. Dalam sajian ini dijelaskan mengenai langkah-langkah pengolahan data tentang tahun koleksi penerbitan, kelas subyek maupun yang lainnya. Dengan tulisan ini diharapkan pustakawan dapat membuat kreasi yang lain sesuai kebutuhan dalam penyajian data berdasar rekaman data yang dimiliki.
Visualisasi Keterhubungan Antar Istilah Subjek pada Metadata Tesis IPB Menggunakan Peluang Bersyarat Reza Risky; Firman Ardiansyah
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.857 KB) | DOI: 10.29244/jpi.10.1.%p

Abstract

Bogor Agricultural University library has metadata for its collection. The metadata is used for searching andbrowsing. The activity of searching and browsing can be based on metadata fields, such as title, author, subject, etc.Searching on the subject or topic is an effective way if someone want to search document that fulfill his/her topic.When someone search on a subject, the result is only documents that has the subject. So, someone needs to pick anappropriate query to find the desirable result. The decision for picking a query is based on how good the knowledge ofsomeone about the collection. It will be hard if someone does not know about the collection. In that case, we need anapplication that shows the relationship between the subject, so the related terms can be used as query suggestion forsomeone to decide his/her query. In order to make the view of relationship more interesting, understandable, andinteractive, the relationship is visualized. The result of this research is an implementation of a Java desktopapplication that searches document based on subject and visualize subject terms relationship. The documents are fromIPB thesis metadata. From 7445 documents, 7416 documents has subject field. Obtained 4496 unique terms fromthe 7416 document. From test result, the process to show document result and visualization is fast enough. Theaverage time to show document result and visualization is one second.
Bisnis Informasi dalam Konteks Knowledge Management Irma Elvina
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.055 KB) | DOI: 10.29244/jpi.10.1.%p

Abstract

Internet saat ini sudah merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari yang membuat padaperilaku masyarakat pencari informasi mengalami banyak perubahan. Sumber daya elektronik yangtersedia di internet menjadi sasaran pertama bagi para pencari informasi. Pengetahuan telah menjadisesuatu yang sangat menentukan, oleh karena itu perolehan dan pemanfaatannya perlu dikeloladengan baik dalam konteks peningkatan kinerja organisasi. Langkah ini dipandang sebagai sesuatuyang sangat strategis dalam menghadapi persaingan yang mengglobal, sehingga pengabaiannya akanmerupakan suatu bencana bagi dunia bisnis, oleh karena itu diperlukan cara yang dapatmengintegrasikan pengetahuan itu dalam kerangka pengembangan sumberdaya manusia (SDM)dalam organisasi. Bisnis internet adalah bisnis informasi. Bisnis internet bukanlah bisnis yang rumit,kita dapat memasarkan produk fisik bisnis kita sendiri melalui internet, dengan mengatur carapembayaran, dan mengirimkan produk fisik tersebut ke alamat pembeli di seluruh dunia.
Strategi Pembinaan Pustakawan dalam Pengelolaan Perpustakaan Elektronik Wiratna Tritawirasta
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.493 KB) | DOI: 10.29244/jpi.10.1.%p

Abstract

Artikel ini membahas tentang strategi pembinaan pustakawan dalam pengelolaan perpustakaanelektronik. Sesuai dengan fungsinya bahwa perpustakaan merupakan agen informasi yang bertugasmengumpulkan, mengolah, menyimpan, menyajikan dan menyebarkan informasi kepadapenggunanya, maka kehadiran teknologi informasi sangat diperlukan agar layanan prima dapatdiwujudkan. Artikel ini membuka pemahaman dan wawasan pustakawan bahwa ketika teknologiinformasi diimplementasikan di perpustakaan maka ia berpotensi secara berangsur-angsurmenggeser paradigma mengenai perpustakaan sebagai pemilik menjadi penyedia akses koleksi bahanpustaka tanpa dibatasi ruang dan waktu. Untuk menghadapi perubahan paradigma tersebutpustakawan perlu strategi yang harus dilakukan, yaitu pertama, meningkatkan kompetensiprofesional dan kompetensi personal yang dapat diperoleh dari pendidikan dan pelatihan. Kedua,melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan praktisi teknologi informasi dan pengguna melaluiorganisasi profesi atau antar lembaga. Ketiga menempatkan pustakawan sesuai dengankompetensinya.

Page 1 of 18 | Total Record : 176


Filter by Year

1997 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2022): Jurnal Pustakawan Indonesia (Edisi Khusus) Vol. 21 No. 1 (2022): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 20 No. 2 (2021): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 20 No. 1 (2021): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 19 No. 2 (2020): Jurnal Pustakawan Indonesia (Edisi Khusus) Vol. 19 No. 1 (2020): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 18 No. 2 (2019): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 18 No. 1 (2019): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2017): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 16 No. 1 (2017): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 15 No. 1-2 (2016): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 14 No. 2 (2015): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2015): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2014): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2014): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2010): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 7 No. 1 (2007): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2006): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2005): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2004): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 2 No. 2 (1999): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 2 No. 1 (1998): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 1 No. 2 (1998): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 1 No. 1 (1997): Jurnal Pustakawan Indonesia More Issue