cover
Contact Name
Mahmuda Saputra
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+6281229472841
Journal Mail Official
mahmuda@ugp.ac.id
Editorial Address
Jln. Simpang Kelaping-Lukup Badak-Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kab. Aceh Tengah, Provinsi Aceh, 24560
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis (JuSPA)
ISSN : 28100565     EISSN : 28099737     DOI : https://doi.org/10.55542/juspa.v4i1
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis (JuSPA) mencakup bidang keilmuan Agribisnis meliputi : Sosial Ekonomi Pertanian, Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga, Ekonomi Pertanian, Sosiologi Pedesaan, Agribisnis, Penyuluh Pertanian. Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis (JuSPA) terbit dua kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2022): Januari 2022 : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis" : 5 Documents clear
Analisis Subsistem Agroinput Tanaman Menghasilkan Kopi Arabika (Coffea Arabica Sp) Terhadap Tingkat Produksi Di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah Elvi Yana; Ilma Fitri; M. Yustisar
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 4 No 1 (2022): Januari 2022 : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.996 KB) | DOI: 10.55542/juspa.v4i1.152

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mencari bukti hipotesis tentang pengaruh faktor-faktor agroinput terhadap produksi kopi. Fokus penelitian adalah Tanah (X1), tenaga kerja (X2), Modal (X3) dan Keahlian (X4) dan variable produksi kopi Arabika (Y). Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui pengaruh faktor Tanah terhadap tingkat produksi kopi arabika di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. 2) Untuk mengetahui pengaruh faktor Tenaga Kerja terhadap tingkat produksi kopi arabika di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. 3) Untuk mengetahui pengaruh faktor Modal terhadap tingkat produksi kopi arabika di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. 4) Untuk mengetahui pengaruh faktor Keahlian terhadap tingkat produksi kopi arabika di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. dan 5) Untuk mengetahui pengaruh faktor tanah, Tenaga Kerja, Modal, dan keahlian secara simultan terhadap tingkat produksi kopi arabika di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner. Analisis data melalui analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya Faktor Tanah berpengaruh terhadap tingkat produksi kopi arabika di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Karena nilai thitung > ttabel (4,826>1,986). Faktor Tenaga Kerja tidak berpengaruh terhadap tingkat produksi kopi arabika di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Karena nilai thitung < ttabel (0,958<1,986). Faktor Modal tidak berpengaruh terhadap tingkat produksi kopi arabika di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Karena nilai thitung < ttabel (1,211<1,986). Faktor Keahlian tidak berpengaruh terhadap tingkat produksi kopi arabika di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Karena nilai thitung < ttabel (1,429<1,986). Faktor tanah, Tenaga Kerja, Modal, dan keahlian secara simultan berpengaruh terhadap tingkat produksi kopi arabika di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Karena nilai fhitung > ftabel (8,726>2,470).
Analisis Kesejahteraan Usahatani Tebu di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah Ruhmi Kasih; Ilma Fitri; Hikmah Hikmah
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 4 No 1 (2022): Januari 2022 : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.494 KB) | DOI: 10.55542/juspa.v4i1.153

Abstract

Fenomena yang ada bahwa kesejahteraan usahatani tebu di Kecamatan Ketol masih dianggap sebagai tolak ukur kesejahteraan dan status sosial mereka. Semakin tinggi pendapatan seseorang biasanya semakin tinggi pula kesejahteraan dan status sosialnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesejahteraan usahatani tebu di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah. Hipotesis penelitian ini adalah diduga bahwa kesejahteraan usahatani tebu di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah dipengaruhi oleh jumlah tanggungan, usia kepala keluarga, tingkat pendidikan, dan pendapatan. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa regresilinier berganda, dengan memperhatikan variabel jumlah tanggungan, usia kepala keluarga, tingkat pendidikan, dan pendapatan. Hasil penelitian ini diperoleh persamaan regresi Y = 439,083 - 28,767 X1 + 33,682 X2 +32,833 X3 + 456,682X4. Koefisien determinasi (R2) bernilai 0,861 atau 86,1% berarti bahwa kesejahteraan usahatani tebu dipengaruhi oleh jumlah tanggungan, usia kepala keluarga, tingkat pendidikan,dan pendapatan sebesar 86,1% dan sisanya 13,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Uji F, diperoleh hasil Fhitung > Ftabel atau 45,748 > 2,660, dan nilai signifikansi ≤ α atau 0,000 < 0,05, sehingga jumlah tanggungan (X1), usia kepala keluarga (X2), tingkat pendidikan (X3), dan pendapatan (X4) secara serempak berpengaruh nyata terhadap kesejahteraan usahatani tebu (Y). Uji t, untuk jumlah tanggungan (X1) menunjukkan bahwa thitung ≤ ttabel atau - 0,839 < 2,037, dan nilai signifikansi > α atau 0,102 > 0,05, sehingga jumlah tanggungan (X1) secara parsial tidak berpengaruh nyata, sedangkan usia kepala keluarga (X2) thitung > ttabel atau 2,585 > 2,037, dan nilai signifikansi ≤ α atau 0,023 ≤ 0,05, tingkat pendidikan (X3) thitung > ttabel atau 2,831 > 2,037, dan nilai signifikansi ≤ α atau 0,007 ≤ 0,05, dan pendapatan (X4) bahwa thitung > ttabel atau 3,921 > 2,037, dan nilai signifikansi ≤ α atau 0,000 ≤ 0,05, sehingga berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan usahatani tebu (Y). Kesimpulan adalah bahwa kesejahteraan usahatani tebu di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah dipengaruhi oleh jumlah tanggungan, usia kepala keluarga, tingkat pendidikan, dan pendapatan. Kesejahteraan usahatani tebu di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah termasuk dalam kriteria keluarga kesejahteraan III.
Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Gula Merah Tebu Di Kilang Zahratul Azhar Kampung Blang Mancung Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah Satrina Satrina; Anna Permatasari Kamarudin; Hikmah Hikmah
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 4 No 1 (2022): Januari 2022 : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.559 KB) | DOI: 10.55542/juspa.v4i1.154

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi produksi Gula Merah Tebu di Kilang Zahratul Azhar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis faktor yang mempengaruhi produksi gula merah tebu, faktor dependen (terikat) yaitu produksi gula merah tebu (Y) dan variabel independent (variable bebas) yaitu jumlah batang tebu (X1), penundaan waktu penggilingan (X2), persamaan regresi yang faktor faktor yang mempengaruhi produksi gula merah tebu adalah sebagai berikut : Y = 66.511+128 X1-003 X2. Berdasarkan hasil regresi linier berganda di dapat nilai koefisien regresi jumlah batang tebu bernilai positif sebesar 9.183. Pada tingkat kepercayaan 95% jumlah batang tebu menunjukan nilai bahwa 9.183 > 1.701 dengan demikian dapat disimpulkan terima Ha ( thitung > ttabel)yang berarti bahwa jumlah batang tebu berpengaruh terhadap produksi gula merah tebu. Berdasarkan perhitungan hasil regresi linier berganda dapat nilai regresi penundaan waktu penggilingan tebu bernilai negatif sebesar -254 angka ini menunjukan hubungan yang terbalik antara penundaan waktu penggilingan dengan produksi gula merah tebu. Pada tingkat kepercayaan 95% penundaan waktu penggilingan menunjukan nilai -254 < 1.701 dengan demikian dapat di simpulkan terima ho (thitung > t tabel) yang berarti bahwa penundaan waktu penggilingan berpengaruh terhadap produksi gula merah tebu. Berdasarkan hasil Uji F diperoleh nilai Fhitung sebesar 42.280 lebih besar dari Ftabel 3.34 sesuai Dengan kreteria keputusan berdasarkan perbandingan nilai F hitung dan F tabel jika ( Fhitung > Ftabel ) Maka tolak HO terima Ha, yakni jumlah batang tebu, penundaan waktu penggilingan berpengaruh secara simultan terhadap produksi gula merah tebu di Kilang Zahratul Azhar, Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah. Nilai koefisien dari keseluruhan hasil uji regresi linier berganda adalah nilai konstanta 66.511 dan b1 = 0.128 dan b2 = -003. Dengan kriteri keputusan jika F hitung >Ftabel Maka tolak Ho terima Ha, Jika thitung > t tabel maka tolak Ho terima Ha, Jika thitung< ttabel maka terima Ha tolak Ho
Analisis Pemasaran Tembakau (Nicotiana Tabacum,L) Petani Ilenial Di Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah Syahputra Syahputra
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 4 No 1 (2022): Januari 2022 : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.131 KB) | DOI: 10.55542/juspa.v4i1.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran rantai pasok pemasaran, marjin dan farmer’s share pemasaran komoditi Tembakau di Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah. Populasi dalam penelitan ini sebanyak 65 petani milenial dan di ambil 3 desa yang terbanyak memiliki petani milenial, dari ke 3 desa yang terpilih berjumlah 38 petani hanya 30 petani yang di ambil untuk menjadi sampel penelitian. Untuk sampel pedagang pemasaran dilakukan dengan wawancara terhadap petani untuk selanjutnya yang bersangkutan diminta untuk menyebutkan calon responden berikutnya sampai dengan konsumen akhir. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif, analisis saluran pemasaran, analisis margin pemasaran dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran di Kecamatan Bintang ada 3 saluran yakni : saluran I (produsen-pedagang pengecer-konsumen), saluran II (produsen-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen) dan saluran III (produsen-pedagang pengumpul-pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen). Untuk responden pada setiap saluran yaitu; saluran I berjumlah 7 orang, saluran pemasaran II sebanyak 15 dan saluran III berjumlah 8 orang. Margin yang paling tinggi di saluran III karena banyak lembaga atau pedagang yang terlibat dalam pemasarannya. Untuk saluran pemasaran yang paling efektif yaitu pada saluran I karena memiliki nilai farmer's share yang tinggi.
Analisis Sosial Ekonomi Petani Tebu (Saccharum Officinarum L) di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah Joko Setiawan
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 4 No 1 (2022): Januari 2022 : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.085 KB) | DOI: 10.55542/juspa.v4i1.156

Abstract

Fenomena fluktuasi produksi gula dialami juga oleh petani tebu di kecamatan Ketol. kondisi tersebut secara langsung mempengaruhi sosial ekonomi petani tebu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sosial ekonomi petani tebu di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah. Hipotesis penelitian ini adalah diduga bahwa sosial ekonomi petani tebu di Kecamatan Ketol, jumlah tanggungan, dan luas lahan, dan tingkat pendapatan berada pada kategori tinggi atau sangat tinggi. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis sosial ekonomi petani tebu dengan indikator umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, dan luas lahan, selanjutnya dianalisa menggunakan regresi linier berganda. Penelitian memperoleh hasil bahwa uji pengaruh variabel secara serempak dengan menggunakan uji F menunjukan bahwa Fhitung (21,423) > Ftabel(2,660), sehingga variabel Umur (X1), Tinglat Pendidikan (X2), Jumlah Tanggungan (X3), dan Luas Lahan (X4), secara serempak berpengaruh nyata terhadap variabel Sosial Ekonomi Petani Tebu (Y). Secara parsial, thitung Umur (X1) = 1,621; thitung Luas Lahan (X4) = 2,632. sementara nilai ttabel diperoleh 2,037. Karena hanya thitung Luas Lahan (X4) > ttabel, dan nilai signifikan Luas Lahan (X4) < @=5% atau 0,05, maka dari empat indikator Sosial Ekonomi, Yaitu Umur (X1), tingkat pendidikan (X2), jumlah Tanggungan (X3), dan Luas Lahan (X4), secara parsial hanya luas lahan yang berpengaruh nyata terhadap variabel Sosial Ekonomi Petani Tebu (Y). Berdasarkan kategori tingkat pendapatan, dimana rata-rata pendapatan per musim tanam per hektar adalah Rp 59.891.771,92 termasuk kategori sangat tinggi atau rata-rata pendapatan per bulan per hektar adalah RP 4.910.147,66 termasuk kategori sangat tinggi

Page 1 of 1 | Total Record : 5