cover
Contact Name
Lita Rahmasari
Contact Email
jurnal_jmpf@mail.uns.ac.id
Phone
+62271648939
Journal Mail Official
jurnal_jmpf@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Physics Education Department Building D Floor 2, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
ISSN : 20896158     EISSN : 26203944     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The scope of the articles published in Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) deal with a broad range of topics in the fields of physics learning education, learning technologies, assesment of physics education and another section related method of learning in physics education. Physics Learning and Education : an area of pedagogical research that seeks to improve those methods. Significant innovative findings related to physics education, with related research objects: the application of learning innovations with the latest learning models, methods and technologies, analysis of misconceptions, analysis of learning tools, and analysis of the implementation of school programs related to learning physics in high school environments Learning Technologies : Innovative development with research objects: teaching materials/media, teaching aids and learning tools based on technological pedagogical content knowledge (TPACK) for physics learning or extracurricular activities in high school environments. Assessment of Physics Education : Development of assessment instruments and analysis of the results of their application in physics learning in secondary schools, assessment for learning using classical test theory (CTT), and item response theory (IRT) and multidimensional item response theory (MIRT).
Articles 79 Documents
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis LCDS dengan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemandirian Siswa SMA Hanifah Nur Khofiah; Rini Budiharti; Elvin Yusliana Ekawati
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.434 KB) | DOI: 10.20961/jmpf.v10i1.41090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan perangkat pembelajaran fisika berbasis LCDS dengan model discovery learning untuk meningkatkan kemandirian siswa SMA pada materi Hukum Newton yang layak digunakan; (2) mengetahui apakah spesifikasi akhir perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan dengan model ADDIE. Sumber data berasal dari 2 orang ahli, 3 orang guru Fisika SMA, 3 orang teman sejawat, dan 102 orang siswa. Teknik analisis data kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik analisis data kuantitatif menggunakan perhitungan persentase komponen angket, analisis hasil uji butir soal (daya beda, taraf kesukaran, efektifitas distraktor, reliabilitas, dan validitas), dan analisis hasil observasi kemandirian siswa (realiabilitas antar rater). Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) tahapan pengembangan perangkat pembelajaran meliputi:(a) tahap analisis yaitu tahapan analisis permasalahan dan kebutuhan dalam proses pembelajaran; (b) tahap desain yaitu tahapan pembuatan draft perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian; (c) tahap pengembangan yaitu tahapan proses validasi, uji coba satu-satu, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. (2) Hasil akhir dari penelitian ini adalah perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), instrumen penilaian kognitif dengan koefisien reliabilitas 0,838 (sangat tinggi), dan instrumen penilaian kemandirian siswa dengan koefisien reliabilitas 0,719 (kategori sedang). Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan yang berupa RPP, LKS, instrument penilaian kognitif dan intrumen kemandirian siswa secara menyeluruh memenuhi kategori sangat baik serta layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Berbasis Proyek Materi Gejala Pemanasan Global Adventia Putri Pradita; Rini Budiharti; Sri Budiawanti
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.725 KB) | DOI: 10.20961/jmpf.v10i1.41583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis kebutuhan Guru dalam pengembangan perangkat pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dalam mengatasi kebutuhan peserta didik pada pembelajaran materi Gejala Pemanasan Global yang dilakukan di SMA Negeri 1 Sukoharjo, SMA Negeri 2 Sukoharjo, dan SMA Negeri 3 Sukoharjo. Hasil pengamatan menggunakan teknik dokumentasi dan teknik wawancara yang dianalisis menggunakan deskriptif kualititatif. Terdapat 4 tahap pada penelitian ini, yakni analisis kurikulum, analisis perangkat, analisis karakteristik peserta didik, dan penentuan solusi atas kebutuhan guru dan peserta didik yang selanjutnya dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil pengamatan menemukan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis proyek pada materi Gejala Pemanasan Global belum optimal dilaksanakan di sekolah, yaitu” pada guru adalah 1) guru masih kesulitan dalam pemahaman dan penyusunan perangkat pembelajaran, 2) guru masih kesulitan menentukan model pembelajaran yang tepat, 3) guru masih kurang kreatif. Sedangkan pada peserta didik adalah, 1) tidak ada pembelajaran materi Gejala Pemanasan Global di kelas, peserta didik diminta belajar mandiri, 2) peserta didik jarang diberikan pembelajaran yang memiliki kegiatan praktik, 3) peserta didik hanya memahami materi Gejala Pemanasan Global secara teori saja, tanpa mengetahui aplikasi dalam kehidupan konkret, 4) peserta didik merasa bosan dengan model pembelajaran ceramah sehingga menyebabkan sikap yang kurang aktif dalam belajar. Berdasarkan uraian permasalahan tersebut solusi yang diberikan perlunya dikembangkan perangkat pembelajaran berbasis proyek pada materi Gejala Pemanasan Global agar peserta didik memperoleh pengamalan belajar yang bermakna.
Analisis Butir Soal Ujian Akhir Semester Gasal Menggunakan Program Anbuso di SMA Negeri 1 Boyolali Rina Irawati; Elvin Yusliana Ekawati; Sri Budiawanti
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.456 KB) | DOI: 10.20961/jmpf.v10i1.42084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui kualitas butir soal penilaian akhir semester gasal kelas XI mata pelajaran Fisika SMA Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2019/2020 menggunakan program AnBuso, (2) mengetahui ketuntasan setiap indikator pada penilaian akhir semester gasal kelas XI mata pelajaran Fisika SMA Negeri 1 Boyolali tahun ajaran 2019/2020 dengan bantuan Program AnBuso. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif berbantuan program AnBuso versi 8.0, dengan mengumpulkan data-data kuantitatif yang didukung data kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, dengan sumber data berupa soal PAS fisika kelas XI tahun ajaran 2019/2020, kunci jawaban, kisi-kisi soal beserta jawaban peserta didik. Analisis butir soal dilakukan untuk mengetahui daya beda, tingkat kesukaran, efektivitas  pengecoh, kualitas setiap butir soal dan ketuntasan setiap indikator. Jumlah soal yang dianalisis sebanyak 35 butir dalam bentuk pilihan ganda dengan 4 pilihan (A, B, C, D dan E). Sampel penelitian sebanyak 200 peserta didik yang diambil dari kelompok atas dan kelompok bawah,  sedangkan untuk mengetahui ketuntasan setiap indikator melibatkan semua peserta didik kelas XI yang mengikuti PAS fisika. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: (1) Sebanyak 16 butir (45,71%) sudah memiliki kategori baik dengan daya beda baik atau cukup, semua alternatif jawaban efektif, dan tingkat kesukaran sedang. (2) Indikator yang sudah tuntas yaitu pada sub materi momen gaya (soal nomor 3) dan sub materi prinsip kerja pesawat (soal nomor 13) karena sudah dapat dikuasai oleh 85% peserta didik, sedangkan 33 indikator lainnya belum tuntas atau belum dapat dikuasai oleh 85% peserta didik.
Analisa Profil Kesalahan Peserta Didik dalam Mengerjakan Soal Soal Setara OSN di SMA Pradita Dirgantara Aulia Octaviani; Elvin Yusliana Ekawati; Dwi Teguh Rahardjo
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.165 KB) | DOI: 10.20961/jmpf.v10i1.42588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesalahan dan profil kesalahan peserta didik dalam mengerjakan soal-soal fisika setara OSN tingkat kabupaten. Penelitian dilakukan di SMA Pradita Dirgantara Boyolali, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus data utama dalam penelitian adalah jawaban tes tertulis peserta didik dan pendukung lainya yaitu data hasil kegiatan observasi dan hasil wawancara. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data penilitian ini antara lain teknik tes, teknik observasi, teknik wawancara dan dokumentasi. Uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi dengan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Jenis profil kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam mengerjakan soal soal setara OSN adalah kesalahan pada tahap pembacaan (reading reconition). komprehensi (comprehension), transformasi (transformation), keterampilan proses (process skill) dan encoding (encoding ability). Dengan kesalahan Kesalahan pembacaan disebabkan peserta didik yang tidak mengerjakan soal dan tidak membaca soal dengan baik sebanyak 29,81%. Kesalahan komprehensi disebabkan peserta didik yang belum memahami konsep dengan matang sebanyak 29,81 %. Kesalahan transformasi disebabkan peserta didik keliru dalam penggunaan persamaan matematis sebanyak 67,63%. Kesalahan keterampilan proses disebabkan peserta didik terburu-buru dan kesalahan pada tahap sebelumnya yaitu transformasi sebanyak 90,54%. Kesalahan encoding disebabkan peserta didik salah pada tahap sebelumnya, yaitu pada komprehensi, transformasi, maupun keterampilan proses  sebanyak 92,36%.
Karakteristisasi Tes Kemampuan Representasi Siswa Pada Materi Usaha-Energi Berdasarkan Analisis Teori Respon Butir Asri Herlianti
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.13 KB) | DOI: 10.20961/jmpf.v10i1.42592

Abstract

Kemampuan representasi merupakan salah satu dari tujuh kemampuan sains yang perlu dikembangkan siswa. Namun, belum banyak penelitian yang mengembangkan kemampuan representasi siswa, khususnya dalam pembuatan instrumen yang dapat mengukur kemampuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan tes kemampuan representasi siswa ditinjau dari konstruksi dan karakteristik tes tersebut. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif yang terdiri dari 2 tahap penting, yaitu tahap konstruksi dan tahap validasi. Sampel dalam uji coba melibatkan 120 siswa yang berasal dari empat SMA Negeri di Kota Bandung. Penelitian ini menghasilkan 16 butir soal pilihan ganda dengan 5 distraktor yang mencakup 3 aspek kemampuan representasi. Berdasarkan validasi ahli, 8 butir soal memiliki kesesuaian soal yang tinggi sedangkan 8 butir soal lain memiliki kesesuaian soal yang sangat tinggi. Secara umum, konstruksi tes memenuhi kriteria valid. Karakteristik tes menggunakan analisis teori respon butir dengan model yang sesuai berdasarkan fungsi informasi adalah 3 Parameter Logistik. Berdasarkan analisis tersebut menunjukkan bahwa karakteristik tes memiliki nilai slope (a) sebesar 1,228; threshold (b) 0,2; dan asymptote (c) sebesar 0,153. Perpotongan kurva fungsi informasi dan kesalahan pengukuran pada skala kemampuan peserta sebesar -1,83 sampai 1,77 dengan interpretasi tes dapat menilai kemampuan sedang.
Pengaruh Model CORE dan Model ICARE Terhadap Kemampuan Kognitif Ditinjau dari Kemandirian Belajar Siswa Sekar Ayu Prawesthi; Nonoh Siti Aminah; Dwi Teguh Rahardjo
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.587 KB) | DOI: 10.20961/jmpf.v10i1.42786

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak ada : 1) perbedaan pengaruh antara penggunaan model CORE dan model ICARE yang ditinjau dari kemampuan kognitif siswa 2) perbedaan pengaruh antara kemandirian belajar siswa kategori tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa, dan 3) interaksi antara pengaruh model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending (CORE) dan model pembelajaran Introduction, Connection, Application, Reflection, and Extension (ICARE) terhadap kemampuan kognitif siswa pada materi Usaha dan Energi ditinjau dari kemandirian belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMA Al Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2019/2020. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan uji anava dua jalan dengan frekuensi sel tak sama. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) Ada perbedaan pengaruh antara penggunaan pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending (CORE) dan model pembelajaran Introduction, Connection, Application, Reflection, and Extension (ICARE) terhadap kemampuan kognitif siswa (Fobservasi = 4,15 > Ftabel = F0,05;1;56 = 4,01). 2) Ada perbedaan pengaruh antara kemandirian belajar siswa kategori tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa (Fobservasi = 4,64 > Ftabel = F0,05;2;56 = 3,16). 3) Tidak ada interaksi antara pengaruh model pembelajaran  Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending (CORE) dan model pembelajaran Introduction, Connection, Application, Reflection, and Extension (ICARE) terhadap kemampuan kognitif siswa kelas X SMA Al Islam 1 Surakarta pada materi Usaha dan Energi ditinjau dari kemandirian belajar siswa (Fobservasi = 0,24 < Ftabel = F0,05;2;56 = 3,16). 
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Kemagnetan pada Peserta Didik Subroto Subroto
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.112 KB) | DOI: 10.20961/jmpf.v10i1.44120

Abstract

Pelaksanakan penelitian tindakan kelas di penelitiannya di SMPN 2 Klaten menunjukkan terdapat masalah peserta didik dalam memahami pelajaran IPA. Peserta didik masih sulit dalam mengolah pelajaran IPA sehingga peserta didik banyak yang tidak tertarik untuk mengikuti pelajaran tersebut. Antusiasme dan aktivitas peserta didik selama guru memberikan pelajaran masih belum tampak, peserta didik banyak ramai dan tidak menyimak materi dengan baik, kondisi tersebut di tambah dengan model pembelajaran yang masih monoton sehingga mengakibatkan hasil belajar peserta didik yang rendah dibawah KKM. Data menunjukkan sekitar 47% atau 18 peserta didik yang tuntas KKM. Agar kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik, maka salah satunya adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta didik yaitu metode pembelajaran Discovery Learning. Metode Discovery Learning merupakan suatu pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam pemecahan masalah untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Indikator keberhasilan peningkatan pembelajaran peserta didik pada penelitian ini dilihat lebih dari 75% peserta didik tuntas KKM (dengan nilai 70). Hasil penelitian yang didapat dari data tes memperlihatkan bahwa pada prasiklus terdapat 47% (18 anak) peserta didik tuntas KKM. Pada siklus 1 terdapat 61% (23 anak) peserta didik tuntas KKM sehingga siklus dilanjutkan. Kemudian pada siklus 2 terdapat 82% (31 anak) peserta didik tuntas KKM sehingga siklus dihentikan.
Pengembangan Software Pengukur Performa Jaringan Komunikasi Fiber Optic (FO) sebagai Alternatif Transmisi Node B (NB) berbasis Android Ervian Arif Muhafid
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.205 KB) | DOI: 10.20961/jmpf.v10i1.45642

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan software android untuk mengukur performa jaringan fiber optic dan untuk membandingkan keakuratan hasil pengujian melalui aplikasi dengan data hasil pengukuran secara riil. Performa yang dibahas dalam penelitian ini yaitu redaman total, Optical Signal to Noise Ratio (OSNR) dan Bit Error Rate (BER). Metode yang digunakan untuk mendapatkan nilai redaman disepanjang kabel dan redaman total yaitu dengan melakukan pengukuran jaringan fiber optic dengan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR). Setelah melakukan pengukuran, maka data tersebut diproses untuk manghasilkan keluaran berupa performa jaringan yaitu nilai redaman total, OSNR dan BER. Hasil keakuratan dari kedua perbandingan tersebut ditunjukkan dengan prosentase tingkat error. Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan dilakukan melalui tahapan (1) studi putaka android yang dijadikan sebagai pemilihan aplikasi akan digunakan; (2) studi pustaka jaringan fiber optic; (3) merancang sistem kerja untuk merencanakan alur pekerjaan yang akan dilalui; (4) penentuan jalur dan parameter yang diukur; (5) melakukan pengukuran core dengan instrument berupa OTDR; (6) perancangan desain aplikasi dan pembuatan program aplikasi berbasis android; (7) dilakukan simulasi program; (8) mengamati dan menganalisa hasil simulasi; (9) pengambilan data dan analisa hasil pengujian dari aplikasi yang telah dibuat; (10) pembuatan laporan dan penarikan kesimpulan dari aplikasi yang telah dibuat. perbandingan keakuratan hasil aplikasi dengan data hasil pengukuran secara riil didapatkan nilai 5.53% untuk perbandingan antara hasil teori dengan nilai hasil pengukuran dan mendapatkan nilai 5.10%. 
Penerapan Model Discovery Learning Berbasis LCDS untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar dan Kemampuan Kognitif Siswa Ichtiar Fijanatun; Rini Budiharti; Elvin Yusliana Ekawati
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.262 KB) | DOI: 10.20961/jmpf.v10i2.42992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar dan kemampuan kognitif (pengetahuan) siswa melalui penerapan model discovery learning berbasis LCDS khususnya pada materi Hukum Newton di  kelas X MIPA 7 SMA Negeri 3 Surakarta tahun pelajaran 2019/2020. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc. Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik observasi, angket, wawancara, tes, dan kajian dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif secara kualitatif dan kuantitatif. Teknik validitas data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penerapan model discovery learning berbasis LCDS pada pembelajaran fisika dapat meningkatkan kemandirian belajar dan kemampuan kognitif (pengetahuan) siswa kelas X MIPA 7 SMA Negeri 3 Surakarta. Peningkatan dapat dilihat dari hasil observasi kemandirian belajar siswa yang didukung angket dan wawancara, Pada pratindakan persentase siswa yang mencapai kategori kemandirian belajar tinggi dan sangat tinggi sebesar 33,33%, meningkat menjadi 54,54% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 78,79% pada siklus II. Peningkatan kemandirian belajar siswa terdapat pada aspek personal attributes, processes, dan learning context. Peningkatan kemampuan kognitif (pengetahuan) siswa dapat dilihat melalui hasil tes kognitif fisika. Pada pratindakan persentase siswa yang tuntas (memenuhi KKM) sebesar 26,47%, meningkat menjadi 64,64% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 90,91% pada siklus II.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Eksperimen Listrik Statis Berbasis Inkuiri Terbimbing dengan Phet Colorado Untuk Mahasiswa Frendi Ihwan Syamsudin; Rini Budiharti; Pujayanto Pujayanto
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.808 KB) | DOI: 10.20961/jmpf.v10i2.43132

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1) Mengembangkan perangkat pembelajaran eksperimen materi Listrik Statis berbasis inkuiri terbimbing dengan bantuan phet colorado yang berkriteria baik, 2) Mengetahui kriteria akhir dari perangkat pembelajaran eksperimen yang dikembangkan. Perangkat pembelajaran berupa RPP, LKM, dan instrumen evaluasi HOTS. Penelitian menggunakan metode Reasearch and Development dengan model ADDIE. Subyek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika UNS angkatan 2017, 2018, dan 2019. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, wawancara, dan angket. Instrumen pengambilan data berupa angket analisis masalah, angket wawancara, angket validasi, dan angket uji coba. Teknik analisis data secara kuantitatif dengan kuantisasi data hasil penilaian dan kualitatif dengan pembahasan hasil wawancara, saran, dan masukan dari penilai. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik dari perangkat pembelajaran eksperimen yang dikembangkan adalah berbasis inkuiri terbimbing yang terdiri dari RPP, LKM, dan Instrumen Evaluasi HOTS. LKM pegangan mahasiswa mendukung pembelajaran inkuiri terbimbing, diawali dengan contoh fenomena terkait dengan materi yang akan dieksperimenkan, selanjutnya mahasiswa akan termotivasi untuk dapat menentukan sendiri variabel bebas, terikat, dan kontrol yang akan disusun langkah-langkahnya untuk memperoleh dan menganalisis data. Instumen evaluasi yang dikembangkan memuat item soal HOTS yang berjumlah 25 butir soal, terdiri  dari 7 soal tipe C4, 11 soal tipe C5, dan 7 soal tipe C6. RPP, LKM, dan instrumen evaluasi HOTS pada validasi ahli memenuhi kriteria sangat baik, validasi dosen pengampu memenuhi kriteria sangat baik, penilaian tahap uji coba satu-satu memenuhi kriteria sangat baik, penilaian tahap uji coba kelompok kecil memenuhi kriteria sangat baik, dan penilaian tahap uji coba kelompok besar memenuhi kriteria sangat baik.