cover
Contact Name
I Made Nuhari Anta
Contact Email
jurnalparama@gmail.com
Phone
+6285256448772
Journal Mail Official
jurnalparama@gmail.com
Editorial Address
Jl. Roviga No. 29 Kel. Tondo Kec. Mantikulore Kota Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility
ISSN : 26858789     EISSN : 26857170     DOI : 10.36417
Jurnal Pariwisata PaRAMA meliputi Karya tulis ilmiah yang menyangkut Panorama, Rekreasi, Akomodasi, Cendramata, akses pariwisata, Pendidikan dan Pelatihan Kepariwisataan, Hotel, Restoran dan Katering, Sejarah Seni dan Budaya, MICE, Tour dan Travel, Bina Wisata Nusantara. Scope: Adinistration of Tourism Geography of Tourism Economy of Tourism Sociology of Tourism Anthropology of Tourism Cross Cultural Tourism Management of Destinations and Tourist Attractions Planning and Development of Destinations and Tourist Attractions Tourism Development Financing Rural Tourism Ecotourism Tourism Village Spiritual / Pilgrims tourism Urban Tourism Entrepreneurship Work Safety Public Relations, Marketing, Digital Technology and Tourism Tourism Policy, Law and Politics Tourism Security and Convenience Mass Tourism and Alternative Tourism Impact / Implication of Tourism Adventure Tourism
Articles 18 Documents
PASAR TRADISIONAL SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KOTA PALU Irmayanti Diah Jatiningsih
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.603 KB) | DOI: 10.36417/jpp.v2i1.370

Abstract

Pasar tradisional dapat menjadi obyek wisata yang menarik minat wisatawan, bila dikemas dengan baik, menari dan memuat konsep wisata kekinian. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar pasar tradisional bisa menjadi daya tarik wisata yaitu: Pertama, mengubah kesan pasar sebagai tempat yang kumuh menjadi tempat yang menarik, bersih, dan rapih. Kedua, memiliki ciri khas yang bersifat tradisional, baik dari aspek tempat maupun ragam dagangan seperti sayur, buah, maupun kuliner. Ketiga, memadukan unsur-unsur tradisonal dalam pasar, seperti transaksi jual beli dengan unsur-unsur tradisional lain, seperti atraksi seni budaya dan permainan tradisional. Dengan demikian pasar tradisional yang ada di suatu daerah akan berbeda dengan daerah lain. Keempat, dapat dikunjungi oleh semua kalangan, baik wanita maupun laki-laki, anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Kelima, memiliki latar belakang pemandangan yang indah, unik, dan menarik, seperti bentang alam pegunungan, sawah, sungai, danau, laut, maupun bangunan bersejarah. Keenam, memadukan panorama pasar tradisional dengan tren wisata kekinian, yaitu dengan menyediakan spot menarik untuk berswafoto. Ketujuh, dikelola secara profesional dengan mengutamakan pelayanan dan kepuasan pengunjung, serta dipromosikan secara masif melalui media sosial. Selain itu, memiliki kalender even yang berkesinambungan, dan selalu menyuguhkan inovasi dalam atraksi seni budaya. Setiap daerah, sesungguhnya bisa mengembangkan pasar tradisional dengan konsep wisata, asalkan punya keunikan masing-masing.
AJEG BALI : WISATA KULINER DEWATA DI TANAH KAILI Komang Triawati
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.392 KB) | DOI: 10.36417/jpp.v2i1.394

Abstract

Mengkaji mengenai Wisata Kuliner merupakan makanan lokal yang menjadi salah satu Budaya leluhur Orang Bali Dewata di Tanah Kaili. Tanah Kaili merupakan Tanah Rantau yang di tinggali Orang Bali sejak adanya kebijakan transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah pada masa masa kolonial tepatnya pada tahun 1950-an. Keberadaan Dewata (Pura) menjadi indentitas Orang Bali di Palu. Sehingga Dewata (Pura) sebagai simbol permersatu Orang Bali di Palu. Tiga pertanyaan pokok yang hendak di jawab dalam tulisan ini, yaitu Bagaimana Ajeg Bali sebagai Harmoni Sosial Orang Bali di Palu? Seperti apa wisata Kuliner : Sate Lilit, Sayur Urab sebagai indentitas Bali? Mengapa kuliner sebagai warisan Budaya dan Dewata Sebagai Pemersatu Orang Bali di Tanah Kaili? Dewata di Tanah Kaili menjadi simbol bagi orang Bali. Pura sebagai identitas lahirnya Orang di tanah rantau dalam memuja Dewata (Tuhan). Konsep keselarasan atau harmoni sosial yang menjadi penghubung orang Bali tetap ajeg di Palu. Ajeg Bali nampak terlihat dengan miniatur Sanggah (pura kecil) sehingga hal ini menjadi simbol berdirinya Pura Agung di Tanah Kaili.
STRATEGI ADAPTASI HOTEL PARAMA SU DALAM MENINGKATKAN OKUPANSI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Wayan Pandi; Irmayanti Diah Jatiningsih; Edy Semara Putra
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.372 KB) | DOI: 10.36417/jpp.v3i1.446

Abstract

ABSTRACTThis research is located in Palu City, namely Parama Su Hotel. The purpose of this study was to determine the adaptation strategy of Parama Su Hotel in increasing occupancy during the Covid19 pandemic. The decline in occupancy resulting from the global Covid-19 pandemic has had a negative impact on the tourism industry, which includes the tourist accommodation or hospitality sector. The hotel sector was paralyzed for several months at the beginning of the spread of the Covid-19 pandemic in Indonesia, that in March 2020. This study used a qualitative approach and analyzed descriptively. Data collection techniques consist of observation, interviews, and documentation. sources of information in this study managers and employees of Hotel Parama Su. Data collection techniques using data analysis techniques Miles and Huberman, namely, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the implementation of government regulations in anticipating Covid-19 had a negative impact on the Parama Su hotel. In the worst situation, the hotel tries to survive during the Covid-19 pandemic by managing and controlling the implementation of activities at the Parama Su Hotel.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN BENDUNG MISTERIUS SEBAGAI OBJEK WISATA Putu Suryani; Irmayanti Diah Jatiningsih; Edy Semara Putra
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.917 KB) | DOI: 10.36417/jpp.v2i1.447

Abstract

Penelitian ini berlokasi di Bendung misterius yang terletak di Desa Balane, Kabupaten Sigi. Objek wisata bendung misterius merupakan objek wisata yang dikelola oleh Desa melalui BUMDES. Dalam pegembangan bendungan tersebut, masyarakat Desa Balane beserta para pemuda mengelola dan menjadikan Bendung Misterius sebagai objek wisata dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada dan menatanya agar menjadi tempat wisata. Tujuan dari peneitian ini yaitu untuk mengetahui partisipasi masyarakat desa balane dalam mengelola bendung sebagai objek wisata. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. sumber informasi pada penelitian ini masyarakat Desa Balane serta pengelola objek wisata. Tehnik pengumpulan data meggunakan tehnik analisis data Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat aktif dalam berpartisipasi memengelola bendung misterius menjadi objek wisata. Dapat dilihat dari bentuk partisipasi masyarakat yang diberikan berupa ide gagasan dan Perencanaan pengelolaan bendung misterius tersebut. Selain itu masyarakat berisisiatif dalam memberian sumbangan berupa materi dalam pengadaan fasilias-fasilitas penunjang lainnya.
ANALISIS BENTUK DAN GAYA SOUVENIR PADA PRODUK PARIWISATA DI KOTA PALU Sukarni Sukarni; Edy Semara Putra; I Nyoman Slamet
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.828 KB) | DOI: 10.36417/jpp.v2i1.451

Abstract

Penelitian dilakukan di Kota Palu, Sulawesi Tengah dengan tiga titik lokasi yaitu Toko Sumber Urip Eboni, Toko Krisna Karya dan Toko Sal-Han. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan gaya souvenir pada produk pariwisata di Kota Palu yang dianalisis menggunakan teori bentuk dan teori gaya seni dengan menggunakkan metode kualitatif dengan maksud untuk menguraikan secara deskriptif hasil temuan data-data di lapangan. instrumen penelitian berupa indept interview. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Sumber informasi dalam penelitian ini yaitu pemilik toko souvenir, Pengrajin serta kepala UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kota Palu. Adapun hasil yang didapatkan yaitu bentuk souvenir yang dijual di toko-toko souvenir di Kota Palu sebagian dibuat dengan bentuk menyerupai atau meniru bentuk alam dan sebagian dibuat dengan meniru benda sekeliling serta benda yang berciri khas daerah Sulawesi Tengah. Gaya yang terkandung dalam souvenir-souvenir yang ada di Kota Palu lebih banyak menerapkan formal order dimana souvenir dibuat dengan pola ukuran yang metodis dan beberapa diciptakan sesuai dengan objek aslinya, memiliki bentuk yang lahir dari imajinasi pengrajinnya (gaya fantasi) dan lebih natural (Objective Accuracy). Produk souvenir yang dibuat pada umumnya memiliki tekstur yang halus dan beberapa terdapat bagian yang kasar akibat dari bentuk dan motif dari souvenir tersebut.
MANAJEMENT PENGELOLAAN OBJEK WISATA TAIPA BEACH Ni Kadek Suartini; I Gede Suhartawan; Komang Triawati
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.944 KB) | DOI: 10.36417/jpp.v3i1.456

Abstract

Kota Palu merupakan salah satu kota yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, dengan adanya kawasan pariwisata dapat memberikan peluang besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarkat Sulawesi Tengah, dalam upaya mengelola objek wisata Taipa Beach ada beberapa masalah diantaranya mengenai modal dalam pembangunan fasilitas, kurangnya tenaga kerja, dan tata kelola yang belum maksimal dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pengelolaan objek wisata Taipa Beach. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif dengan pendekatan kualitatif, teknik analisi data menggunakan tekni analisis data menurut Miles dan Hubermen. Hasil penelitian menujukan bahwa manajemen pengelolan objek wisata Taipa Beach cukup baik, karena pihak pengelola sudah melakukan pembangunan dan pengembangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, memberikan pelatihan-pelatihan khusus bagi karyawan dan sudah melakukan promosi melalui media sosial untuk menarik minat kunjungan wisatawan sedangkan untuk kegiatan atraksi wisata yang dapat dilakukan para wisatawan yaitu daving, snorkling dan lain-lain.
KEBAYA DAN PURA : IDENTITAS GAYA HIDUP BUDAYA PEREMPUAN BALI DI TOILI Komang Triawati
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.414 KB) | DOI: 10.36417/jpp.v3i1.461

Abstract

Budaya menjadi kajian menarik dewasa ini, kebaya yang digunakan oleh perempuan bali ketika ke pura menjadi gaya hidup tersendiri di kalangan perempuan Bali di Toili. Perempuan Bali menganggap bahwa cara berpakaian dengan menggunakan kebaya ketika ke pura merupakan hal yang anggun, unik, indah, cantik, menarik bahkan menjadi identitas sendiri serta primadona bagi perempuan Bali masa kini. Budaya menjadi sebuah nilai yang dipandang sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat khususnya perempuan Bali di Toili. Toili sebagai sebuah Kota kecil merupakan ex transmigrasi sekarang menjadi pusat peradaban budaya bali. Peradaban yang dimaksud adalah pendapat yang memiliki nilai terhadap perkembangan kebudayaan. Wisata budaya yang di tonjolkan adalah karya manusia yaitu kebaya. Karya manusia menyeimbangkan keselarasan hidup antara manusia dan manusia, manusia dan alam, manusia dan Tuhan, ketiga hal tersebut menjadi satu kesatuan dalam budaya itu sendiri. Perempuan bali ketika datang ke Pura, dengan berkebaya perempuan bali mampu menjaga keselarasaan, keseimbangan dan gaya hidup yang khas terhadap perempuan bali itu sendiri. Hal ini terlihat dari cara pandang memahami kebaya, kebaya merupakan baju khas bali yang digunakan ke Pura. Pura adalah miniatur Rumah Tuhan, yang di sembah dengan tulus iklhas dan bhakti oleh manusia itu sendiri.
TANTANGAN DAN STRATEGI HUMAN RESOURCES DALAM MENJAGA PRODUKTIVITAS KARYAWAN HOTEL PARAMA SU PADA ERA NEW NORMAL Irmayanti Diah Jatiningsih
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.007 KB) | DOI: 10.36417/jpp.v3i1.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan strategi Human Resources (HR) dalam menjaga produktivitas karyawan Hotel Parama Su yang ditinjau menggunakan konsep strategic fleksibility analysis (SFA). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analitik deskriptif. Instrumen penelitian berupa indepth Interview. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara. Sumber informasi dalam penelitian ini yaitu manager dan karyawan Hotel Parama Su. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan untuk dapat mempertahankan kegiatan serta operasional hotel agar tetap berjalan di masa pandemi Covid-19 dan new normal yaitu dengan mengatur jadwal kerja dan mengurangi jam kerja karyawan, mengawasi dan memastikan kondisi kesehatan karyawan , mengadakan discount untuk harga kamar, tidak menyediakan breakfast bagi tamu yang menginap, mengadakan promosi di media sosial mengenai hotel, menerapkan protokol kesehatan, memberikan teguran kepada karyawan yang tidak taat protokol kesehatan, memberikan pelatihan dasar kepada karyawan tentang efektifitas penggunaan desinfektan, memberikan pengarahan dan edukasi terkait dengan standar protokol kesehatan yang diterapkan di Hotel Parama Su, karyawan Hotel Parama Su diterjunkan secara langsung untuk melakukan pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan hotel dan saling memantau dan menjaga kondisi kesehatan diri sendiri maupun antar karyawan.

Page 2 of 2 | Total Record : 18