cover
Contact Name
Rajudin
Contact Email
sirajudinsiraj@gmail.com
Phone
+6282286907998
Journal Mail Official
viartjournal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Padang Panjang Jl. Bahder Johan No.35 Padang Panjang, Indonesia
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
V-art: Journal of Fine Art
ISSN : -     EISSN : 28092589     DOI : 10.26887
V-art: Journal of Fine Art is an academic journal published by the Department of Fine Art, Faculty of Visual Art and Design, Institut Seni Indonesia Padang Panjang twice a year. This journal publishes original articles with a focus on the results of studies in the field of fine art since November 2021. V-art: Journal of Fine Art focuses on articles resulting from research and creation (applied research) in the field of fine art. Its scope includes, among others: History of fine art; Methodology of fine art; Discourse on fine art; Sociology of fine art; Management of fine art; Fine art criticism; Anthropology of fine art; Psychology of fine art; Fine art education in schools.
Articles 24 Documents
Bunga Edelweis Sebagai Objek penciptaan Yori Oktaviani; Hamzah Hamzah; Maulid Hariri Gani
V-art: Journal of Fine Art Vol 2, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.386 KB) | DOI: 10.26887/v-art.v2i1.2322

Abstract

Penciptaan karya Tugas Akhir ini didasari karena pengkarya ingin meluapkan rasa prihatin dan sedih terhadap kondisi dan keadaan dari populasi dan habitat asli bunga edelweis pada saat ini. Rasa yang dihadirkan pada karya seni lukis bunga edelweis  ini disampaikan dengan karya bergaya dekoratif, yang bertujuan supaya rasa prihatin dan dan sedih itu dapat tersampaikan, dengan berusaha menampilkan visual objek dengan hiasan. Metode penciptaan yang dilakukan terdiri dari persiapan yang mengumpulkan data, perancangan dengan menuangkan ide dari hasil yang didapatkan. Perwujudan menghadirkan  proses konsep dari awal rancangan penyajian karya setelah diproses. Proses perwujudan selesai dilakukan proses finishing yaitu pembingkaian karya. Dalam penciptaan karya seni lukis, bentuk visual utama yang dihadirkan yaitu bunga edelweis, dan objek pendukung lainnya, serta di hias dengan titik-titik dan kontur pada bagian background. Masing- masing karya memiliki perbedaan baik bentuk tata letak visual dll, sebagai media untuk mengungkapkan ekspresi dari rasa prihatin dan sedih dari diri pengkarya sendiri terhadap kondisi dan keadaan dari populasi dan habitat asli dari bunga edelweis.
Unggah-ungguh sebagai ide penciptaan karya seni lukis Helni Yuliana; Miswar Miswar; Rica Rian
V-art: Journal of Fine Art Vol 2, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.193 KB) | DOI: 10.26887/v-art.v2i1.2327

Abstract

Penciptaan karya Tugas Akhir dengan judul “Unggah-ungguh sebagai ide penciptaan karya seni lukis”, didasari dari ketertarikan pengkarya terhadap fenomena unggah-ungguh dalam budaya Jawa yang merupakan etika, sopan santun dan tata krama, yang berada di Blok B Sitiung II, Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Pengkarya menghadirkan karya seni lukis ini menjadi pengetahuan akan penerapan unggah-ungguh agar tidak hilang jati diri pengkarya pada budaya Jawa, karena mengalami penurunan penerapan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Metode penciptaan yang dilakukan terdiri dari persiapan meliputi pengumpulan data, eksperimen dengan menuangkan ide dari hasil data yang didapatkan, perwujudan dari proses konsep awal dengan sketsa, pemindahan sketsa, proses melukis hingga  finishing dan penyajian dengan pembingkaian pada karya serta pameran. Karya dalam bentuk dua dimensi menggunakan gaya dekoratif dengan karakter bentuk wayang dan motif batik sebagai hiasannya dengan teknik transparan. Masing-masing karya memiliki perbedaan dari segi bentuk visual yang mengungkapkan perasaan pengkarya terhadap unggah-ungguh dalam kehidupan pengkarya, yang terdiri dari judul Kulo Puron Nedi?, Ngrembuk, dan Wejangan.
Estetika Karya Seni Lukis Kaligrafi Zulhelman Azizul Ardhi; Suryanti Suryanti; Hamdan Akromullah
V-art: Journal of Fine Art Vol 2, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.878 KB) | DOI: 10.26887/v-art.v2i1.2328

Abstract

Zulhelman adalah seniman Sumatera Barat yang cukup terkenal dengan karya lukis kaligrafinya. Penelitian ini membahas tentang bagaimana memahami estetika karya lukis kaligrafi Zulhelman dengan menggunakan teori Djelantik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mana meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka serta penelitian dilakukan di kota Padang dan Padang Panjang, Sumatera Barat. Dilanjutkan dengan pembahasan tentang perjalanan berkesenian Zulhelman. Pembahasan tentang visual karya lukis Zulhelman untuk memahami estetika karya kaligrafi Zulhelman dengan menggunakan teori estetika A.A.M Djelantik. Berdasarkan hasil penelitian tentang estetika seni lukis kaligrafi Zulhelman, penggunaan garis yang tajam mendominasi setiap karya seni lukis kaligrafinya. Penggunaan huruf atau khat dalam kaligrafi Zulhelman berbeda dengan penulisan khat baku yang terlihat pada bentuk penulisan ayat. Hampir setiap kaligrafi Zulhelman memiliki tekstur. Nilai-nilai yang terkandung di dalam karya Zulhelman berupa nilai ketauhitan.
Kumbang Koksi Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Nadiya Syalimah; Hamzah Hamzah; Jufrinaldi Jufrinaldi
V-art: Journal of Fine Art Vol 2, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.272 KB) | DOI: 10.26887/v-art.v2i1.2329

Abstract

Kumbang koksi merupakan salah satu satwa liar bangsa serangga yang memiliki keindahan warna dan bentuk corak pada badannya yang membuat mereka mudah dikenali karena penampilannya yang cukup khas, sehingga bisa dibedakan dari serangga lainnya. Bentuk fisik dari kumbang koksi sangat berkesan akan keindahannya, yang saat ini sudah jarang dijumpai. Karya ini mengangkat tentang kekaguman terhadap keindahan kumbang koksi, ke dalam bentuk karya seni lukis dalam bentuk representasional, yang menggunakan konsep distorsi, deformasi, stilisasi yang direpresentasi menggunakan gaya dekoratif. Metode penciptaan yang digunakan terdiri dari persiapan mencari informasi, perancangan dengan menuangkan ide dari hasil data yang didapatkan, perwujudan menghadirkan proses konsep yang dari awal dirancang dan penyajian setelah proses perwujudan selesai dilakukan proses finishing yaitu pembingkaian karya. Karya dalam bentuk dua dimensi berupa karya lukisan, masing-masing karya memiliki perbedaan baik dari bentuk visual yang diwujudkan maupun perasaan yang ingin disampaikan terkait kumbang koksi, yang terdiri dari delapan buah karya dengan judul Plural, Home, Tarian Kumbang Koksi, Bingung, Bingung #2, Queen, Atraktif, dan Kerumunan.
Teman Sebagai Objek Penciptaan Karya Seni Lukis Jefri Rahmat; Rajudin Rajudin; Ibrahim Ibrahim
V-art: Journal of Fine Art Vol 2, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.535 KB) | DOI: 10.26887/v-art.v2i1.2331

Abstract

Teman adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerjasama dan saling mendukung. Teman memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, pada ruang lingkup pertemanan terkadang tidak berjalan baik dengan semestinya, pada semua pertemanan pasti memiliki permasalahan didalamnya seperti penghianatan, perundungan dan penghinaan. Hal tersebeut menjadi landasan dalam penciptaan karya seni lukis. Bentuk karya yang dihadirkan adalah karya dua dimensi dengan pendekatan gaya abstrak, dengan mengkombinasikan abstraksi bentuk di dalamnya menggunakan cat akrilik dan kombinasi arang pada kanvas.  Metode penciptaan dilakukan adalah persiapan, tahap ini melakukan observasi di lingkungan pertemanan pengkarya dan pencarian referensi yang berkaitan dengan tema yang diangkat, selanjutnya tahapan perancangan dilakukan rancangan atau strategi visual, teknik yang digunakan adalah teknik plakat dan aquarel kemudian tahap perwujudan adalah tahap penggarapan dan eksplorasi teknik pada karya hingga selesai, setelah melakukan semua tahap, masuk ketahap penyajian, dimana pada tahapan ini dilakukannya pameran. Perwujudan karya seni lukis ini berhasil menghasilkan tiga buah karya yang berjudul “Toxic”, “Cemooh”, dan “Penghasut”.
Trauma Masa Kecil Sebagai Rangsang Cipta Dalam Karya Seni Lukis Reno Masril; Suryanti Suryanti; Miswar Miswar
V-art: Journal of Fine Art Vol 2, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.525 KB) | DOI: 10.26887/v-art.v2i1.2352

Abstract

Trauma pada masa kecil yang dihadirkan dalam karya ini diciptakan dari pengalaman masa kecil pengkarya yang sering dibuli, disakiti baik secara fisik ataupun mental. Dalam penciptaan karya seni lukis ini menghadirkan perasaan sedih dan pilu karena pernah mengalami buli tersebut dan menyebabkan trauma tersendiri pada pengkarya. Bentuk karya yang akan diciptakan adalah dengan bentuk representasional dengan penggunaan bentuk distorsi dan konsep disformasi dengan gaya pop surealis. Metode penciptaan yang dilakukan adalah persiapan dimana dalam tahap ini melakukan perenungan dan ingatan-ingatan masa lalu yang mengganggu kemudian dilanjutkan pada pembuatan sketsa alternatif pada tahap perancangan, proses pembuatan karya dilanjutkan pada tahap perwujudan dimulai dari proses penyediaan bahan, proses pemasangan kain kanvas, pendasaran kanvas, proses pemindahan sketsa pada kanvas, proses melukis sampai finishing dan setelah melakukan semua tahapan tersebut dilakukan pameran pada tahap penyajian. Hasil karya menggunakan mixed media, teknik plakat dan aquarel, penciptaan karya ini telah menghasilkan lima karya lukis yang berjudul Leave Me Alone, Gold Fish, Fight Back, dan Refrain.
Cover Vol 2 No 1 (2022): Januari - Juni 2022 Rajudin Rajudin
V-art: Journal of Fine Art Vol 2, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.882 KB) | DOI: 10.26887/v-art.v2i1.2610

Abstract

Daftar Isi Vol 2 No 1 (2022): Januari - Juni 2022 Rajudin Rajudin
V-art: Journal of Fine Art Vol 2, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.743 KB) | DOI: 10.26887/v-art.v2i1.2611

Abstract

Editorial Team Vol 2 No 1 (2022): Januari - Juni 2022 Rajudin Rajudin
V-art: Journal of Fine Art Vol 2, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.213 KB) | DOI: 10.26887/v-art.v2i1.2612

Abstract

Monumen Perjuangan Masyarakat Cupak Ditinjau Dari Segi Bentuk, Fungsi Dan Tata Letak Dinda Fitria; Maulid Hariri Gani; Rica Rian
V-art: Journal of Fine Art Vol 1, No 1 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.495 KB) | DOI: 10.26887/vartjofa.v1i1.2131

Abstract

This study discusses the Cupak Community Struggle Monument in Solok Regency in terms of form, function, and layout. In addition, we briefly discuss the brief history behind the monument's establishment. This study uses a qualitative approach which includes observations, interviews, literature studies, and research is carried out directly to the field, namely to the Cupak area in Solok Regency, West Sumatra. Based on the results of the research conducted, it is known that the construction of the Cupak Community Struggle Monument aims to commemorate the period of the Cupak people's struggle against the Japanese army, and the shape of the monument is a visual representation of 3 warriors including statues consisting of figures dressed in Indonesian soldiers, Japanese soldiers, and community warrior. The layout of the Cupak Community Struggle Monument is closely related to the function of the monument itself, a monument that has a social function and a physical function, namely a monument which, if created and viewed on a public scale, means that it can reach the wider community.

Page 1 of 3 | Total Record : 24