cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 207 Documents
BIOMASSA BATANG PISANG (Musa paradisiaca sp.) SEBAGAI BIOSORBEN Cd(II) Noer Komari; Sujatmiko Sujatmiko
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.854 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v4i2.2067

Abstract

Proses industri sering menghasilkan limbah yang mengandung logam berat seperti kadmium (Cd). Salah satu metode untuk mengurangi kadar Cd(II) dalam air adalah biosorpsi. Penelitian ini bertujuan mengkaji kemampuan biosorpsi batang pisang (Musa paradisiaca sp.) yang terimobilkan pada kaolin sebagai biosorben untuk mengadsorpsi Cd(II) dalam larutan. Variabel penelitian yang dikaji antara lain pengaruh pH, waktu kontak, kemampuan adsorpsi, dan identifikasi gugus fungsi pada biomassa Musa paradisiaca sp. yang terimobilisasi pada kaolin. Hasil penelitian menunjukkan adsorpsi Cd(II) optimum pada pH 6-7. Waktu kontak optimum adsoprsi setelah 120 menit. Jumlah Cd(II) yang dapat teradsorpsi pada biomassa bertambah seiring dengan bertambahnya konsentrasi Cd(II) yang dipakai dan optimum sebesar 63,8% pada perbandingan biomassa-kaolin (1:1). Gugus fungsional biomassa Musa paradisiaca sp.yang teridentifikasi antara lain gugus hidroksil, karboksil, metil, dan amina. Kajian ini menunjukkan bahwa biomassa Musa paradisiaca sp. dan kaolin layak dipakai sebagai biosorben Cd(II) dalam larutan Kata kunci : Biosorpsi, Biomassa, Cd(II), Musa paradisiaca sp. 
AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA KUMARIN TERISOPRENILASI DARI BUAH Melicope latifolia (DC.) T.G. Hartley Indatul Fitriyah; Ratih Dewi Saputri; Tjitjik Srie Tjahjandarie; Mulyadi Tanjung
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.196 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.8617

Abstract

Melicope latifolia (DC.) T.G. Hartley merupakan salah satu spesies tumbuhan yang termasuk famili Rutaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa kumarin terisoprenilasi dari buah M. latifolia serta menentukan aktivitas antikanker terhadap sel murin leukemia P-388. Ekstraksi senyawa kumarin terisoprenilasi yang terdapat dalam buah M. latifolia menggunakan metanol. Pemisahan dan pemurnian menggunakan kromatografi kolom gravitasi dan kromatografi radial menghasilkan dua senyawa kumarin terisoprenilasi, yakni alosantoksiletin (1) dan isopimpinelin (2). Struktur kedua senyawa kumarin terisoprenilasi ditetapkan berdasarkan analisis spektroskopi  UV, IR, HR-ESI-MS, 1D dan 2D NNMR. Aktivitas antikanker terhadap sel P-388 menggunakan metode MTT memperlihatkan nilai IC50 sebesar 3,41 ± 0,31 dan 23,70 ± 1,37 µg/mL.
PEMANFAATAN SLUDGE HASIL PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOGAS: PENELITIAN AWAL Mustafa Mustafa; Alwathan Alwathan; Ramli Thahir
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.83 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i2.2113

Abstract

Limbah cair rumah sakit, khususnya yang infeksius banyak yang belum dikelola dengan baik. Sebagian besar pengelolaan limbah infeksius disamakan dengan limbah medis non infeksius. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alat pengolah limbah cair rumah sakit menjadi limbah cair yang layak di buang kelingkungan, menganalisa parameter limbah cair yang sudah diolah diantaranya BOD, COD, TSS dan pH dan menguji kelayakan energi yang merupakan hasil samping dari pengolahan limbah cair rumah sakit serta mengukur kandungan H2S. Tujuan penelitian tahun I telah tercapai yaitu berupa Proses pengolahan bersumber pada limbah cair rumah sakit dengan mengacu pada proses bioreaktor aerob dan anaerob serta bioreaktor kombinasi secara batch. Dari ketiga proses tersebut maka diperoleh hasil uji analisa limbah cair rumah sakit sebelum pengolahan yaitu pH 6,3 ; BOD 134 mg/L, COD 448 mg/L, TSS 130 mg/L. Sedangkan hasil uji analisa limbah cair rumah sakit setelah pengolahan yaitu proses bioreaktor aerob : pH 8,52 ; BOD 38,6 mg/L, COD 99 mg/L, TSS 23 mg/L; proses bioreaktor anaerob : pH 8,69 , BOD 78,6 mg/L, COD 211 mg/L, TSS 24 mg/L dan proses bioreaktor kombinasi : pH 8,59 , BOD 34,6 mg/L, COD 123 mg/L, TSS 24 mg/L. Sampel penelitian adalah Limbah Cair rumah sakit berupa limbah cair medis dan limbah cair dari MCK rumah sakit, limbah tersebut dihomogenkan dalam tangki pencampur sementara agar terjadi pencampuran yang merata diantara kedua jenis limbah tersebut sehingga memudahkan dalam proses pengolahan lanjutan berupa gas yang dihasilkan dari aktifitas mikroba dalam mendegradasi limbah tersebut. Kata Kunci : Limbah cair, pH, COD, BOD, TSS. 
ELARUTAN FOSFAT YANG TERJERAP PADA TANAH MINERAL MASAM OLEH ASAM FULVAT DARI TANAH GAMBUT Uripto Trisno Santoso; Dewi Umaningrum; Radna Nurmasari; Amelia Harianti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.069 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v9i1.2145

Abstract

Telah dilakukan kajian efektivitas asam fulvat dalam melarutkan fosfat yang terjerap pada tanah mineral masam pada skala laboratorium. Dua parameter yang mempengaruhi pelarutan fosfat, yakni konsentrasi awal asam fulvat dan waktu reaksi, telah dipelajari secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu reaksi mempengaruhi jumlah P-tersedia secara signifikan. Keberadaan asam fulvat dapat melarutkan fosfat yang terjerap secara signifikan. Namun demikian, variasi konsentrasi asam fulvat 50 hingga 250 ppm tidak meningkatkan kemampuan asam fulvat dalam melarutkan fosfat yang terjerap tetapi pada konsentrasi asam fulvat 500 ppm terjadi peningkatan P-tersedia secara signifikan. Kata kunci: asam fulvat, pelarutan, fosfat, tanah mineral masam 
DUA SENYAWA TERPENOID ALKOHOL DARI RIMPANG LENGKUAS MERAH kholifatu rosyidah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.429 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i1.2027

Abstract

Telah dilakukan isolasi senyawa dari fraksi aseton rimpang lengkuas merah. Sebanyak 6 Kg rimpang lengkuas segar dihaluskan dan dikeringkan sehingga diperoleh 900 g serbuk kasar lengkuas kering, selanjutnya dimaserasi dengan 3 L aseton selama 24 jam sebanyak 3 kali. Ekstrak aseton disaring dan dipekatkan sehingga diperoleh 31,6 g ekstrak kering. Ekstrak aseton yang diperoleh difraksinasi dengan kromatografi vakum cair (KVC) sebanyak 2 kali. KVC pertama sebanyak 15,0 g dan KVC kedua sebanyak 16,6 g, masing-masing tahap diperoleh 30 fraksi. Fraksi 17A dan 8B masing-masing dikristalisasi dengan pelarut metanol, diperoleh senyawa 1 dan 2, keduanya berupa padatan berwarna putih. Kedua senyawa tersebut diuji kemurniannya dengan kromatografi lapis tipis dan dianalisis strukturnya dengan Spektrofotometer Ultra Violet (UV) dan Infra Merah (IR). Dari data KLT dan data spektroskopi UV dan IR diketahui bahwa senyawa 1 dan 2 adalah golongan terpenoid alkohol. Kata kunci : isolasi, lengkuas merah, terpenoid alkohol 
ISOLASI SELULOSA DARI JERAMI PADI MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI BASA Dewi Umaningrum; Radna Nurmasari; Maria Dewi Astuti; Mardhatillah Mardhatillah; Ani Mulyasuryani; Diah Mardiana
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.665 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i1.4652

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang isolasi selulosa dari jerami padi menggunakan variasi konsentrasi basa. Pada penelitian ini dipelajari tentang pengaruh basa dan variasi konsentrasinya dalam isolasi selulosa dari jerami padi. Kajian pengaruh basa dan konsentrasi dilakukan dengan melarutkan ekstrak jerami padi pada NaOH dan KOH dengan variasi konsentrasi 1%, 3%, 5%, 7% dan 9% dan kemudian dilakukan analisis IR terhadap selulosa hasil isolasi serta dihitung rendemen selulosa dan lignin sisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada isolasi selulosa dari jerami padi digunakan NaOH 7% dengan rendemen selulosa yang diperoleh sebesar 33,63% dengan lignin sisa sebesar 2,42%.Kata kunci : isolasi, selulosa, lignin sisa
PENINGKATAN KUALITAS BIO-OIL HASIL PIROLISIS MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN REAKSI EPOKSIDASI DAN HIDROKSILASI Istiqomah Istiqomah; Abdullah Abdullah; Maria Dewi Astuti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.954 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v14i2.7432

Abstract

Bio-oil hasil pirolisis minyak kelapa sawit mengandung senyawa alkena yang dapat digunakan dalam pembuatan senyawa alkohol. Konversi senyawa alkena menjadi alkohol dilakukan melalui dua tahap, yaitu epoksidasi dan hidroksilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari reaksi epoksidasi dengan mengetahui pengaruh rasio mol asam perasetat (CH3COOH/H2O2)dan waktu reaksi terhadap bilangan hidroksil senyawa alkohol yang dihasilkan. Epoksidasi bio-oil hasil pirolisis minyak kelapa sawit dilakukan dengan mereaksikan alkena dengan asam perasetat. Variasi yang dilakukan yaitu rasio mol asam perasetat0,5; 1; 2; 3; 4 dan waktu reaksi epoksidasi selama 60, 90, 120, 150, dan 180 menit. Pada bio-oil terepoksidasi, selanjutnya dilakukan hidroksilasi selama 120 menit menggunakan campuran metanol dan isopropanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum rasio mol asam perasetatadalah 2 dan waktu reaksi selama 120 menit. Senyawa alkohol yang dihasilkan memiliki nilai bilangan hidroksil 171,105 mg KOH/g.
ADSORPSI ZAT WARNA DIRECT BLACK 38 MENGGUNAKAN KITOSAN BERBASIS LIMBAH UDANG DELTA MAHAKAM Zainal Arifin; Dedy Irawan; Marinda Rahim; Ferdi Ramantiya
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.822 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2104

Abstract

Telah dilakukan penelitian dekolorisasi Direct Black 38 menggunakan kitosan dari limbah udang Delta Mahakam. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan kondisi optimum proses dan kapasitas adsorpsi kitosan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: waktu (20-480 menit), massa kitosan (0.01, 0.1, 0.5, 0.75, 1, 1.5, 1.75, 2 gram), dan konsentrasi Direct Black 38 (2, 5, 10, 50, 100 ppm). Direct Black 38 dengan konsentrasi awal 500 ppm diencerkan menjadi 100 ppm. Sampel sebanyak 100 mL dimasukkan dalam erlenmeyer dan ditambahkan sejumlah kitosan. Sampel diaduk menggunakan shaker dengan kecepatan tertentu hingga tercapai kesetimbangan. Sampel disaring dengan Whatman 40 kemudian dianalisis penurunan konsentrasi Direct Black 38 menggunakan UV-Vis pada panjang gelombang 505.7 nm. Untuk mendapatkan data kapasitas adsorpsi kitosan digunakan model isoterm Freundlich. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum adsorpsi Direct Black 38 adalah waktu adsorpsi 360 menit dan massa kitosan 1.5 gram. Penurunan konsentrasi Direct Black 38 pada kondisi optimum mencapai 63.10%. Data kapasitas adsorpsi kitosan terbesar diperoleh sebesar 4.21 mg/g berdasarkan persamaan isoterm Freundlich. Kata kunci: adsorpsi, dekolorisasi, direct black 38, kitin, kitosan 
TOKSISITAS EKSTRAK N-HEKSANA DAN METANOL DAUN KELOPAK TAMBAHAN TUMBUHAN PERMOT (Passiflora foetida L) Maria Dewi Astuti; Dewi Umaningrum; Kamilia Mustikasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.54 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2136

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang skrining fitokimia dan uji toksisitas ekstrak n-heksana dan metanol dari daun kelopak tambahan tumbuhan permot (Passiflora foetida L). Skrining fitokimia dilakukan berdasarkan uji kualitatif dengan pereaksi spesifik untuk fitokimia tertentu dan uji toksisitas dilakukan berdasarkan metode BSLT (Brine Shrimps Lethality Test). Hasil penelitian tentang skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana mengandung alkaloid, flavonoid, dan steroid sedangkan ekstrak metanol mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, triterpenoid, steroid, dan saponin. Uji toksisitas memperlihatkan bahwa ekstrak metanol lebih toksik (LC50 546,56 ppm) daripada ekstrak n-heksana (LC50 821,41 ppm). Kata kunci: skrining fitokimia, uji toksisitas, permot, Passiflora foetida L, daun kelopak tambahan 
KAJIAN ANALISIS TERMAL KITIN-KITOSAN CANGKANG UDANG MENGGUNAKAN THERMOGRAVIMETRIC ANALYSIS DAN DIFFERENTIAL THERMAL ANALYSIS (TGA-DTA) Candra Purnawan; Nurul Hidayat Aprilita; Indriana Kartini; Eko Suguharto
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2499.386 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v2i2.2018

Abstract

Telah dilakukan kajian analisis termal pada kitin-kitosan cangkang udang menggunakan thermogravimetric analysis dan differential thermal analysis (TGA-DTA). Kitosan dengan derajat deasetilasi (DD) bervariasi diperoleh dari proses deastilasi kitin dengan kondisi percobaan yang berbeda. Kitin dan kitosan dengan variasi DD tersebut dianalisis menggunakan TGA-DTA. Berdasarkan perbedaan termogram TGA-DTA kitin dan kitosan, menunjukkan bahwa kitosan lebih higroskopis daripada kitin dan memiliki gugus asetil yang lebih sedikit. Pada proses deasetilasi, kitin dimungkinkan terjadi degradasi rantai polimer dan pembentukan rantai polimer yang lebih panjang secara acak sehingga heterogenitas polimer kitosan lebih besar daripada kitin. Kata kunci: kitin-kitosan, analisis termal, termogram TGA/DTA 

Page 1 of 21 | Total Record : 207