cover
Contact Name
Dudi Nasrudin Usman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrtp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Pertambangan
ISSN : 28083105     EISSN : 27986357     DOI : https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Pertambangan. JRTP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6357 yang diterbitkan UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini dter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 50 Documents
Optimalisasi Spasi Ripping Bulldozer terhadap Fragmentasi Batubara Seam B2 di Tambang Banko Barat PT X Desa Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan Hafizh Nurul Fauzi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.398 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i1.27

Abstract

Abstract. Coal mining at PT X Banko Barat site uses the Strip Mine type Open Mine System using mechanical equipment. To breaking coal from Pit 1 Timur using ripping with the Komatsu D 375 Bulldozer A. As for the digging and loading using Backhoe Komatsu PC 400 and Backhoe Hitachi ZX 470 Lc The problem with the company is the large size of the fragmentation of ripping coal which is greater than 20 cm which is not in accordance with the specifications of the grizzly dump hopper, so there must be a reduction in the size of the coal back by the backhoe so that production is getting lower. This study aims to optimize the ripping bulldozer space on coal so that it will produce coal fragmentation smaller than the actual ripping and the effect of coal fragmentation on bulldozer and backhoe production. The research included taking data of bulldozer cycle time ripping, backhoe cycle time, bulldozer obstacle time, backhoe obstacle time, coal density and coal fragmentation. From these data we will know the effect of bulldozer ripping spacing on the fragmentation of coal produced and the effect on bulldozer and backhoe production. For the East Pit coal production target, West Banko is 360,000 tons/ month. The actual bulldozer ripping space is 80 cm with B2 coal fragmentation yield of more than 20 cm is 11.36% with 363,476.74 tons/month ripping bulldozer and backhoe production 363,477.32 tons/month. For the 60 cm ripping spacing improvement, the B2 coal fragmentation yield of more than 20 cm is 3.05% with a bulldozer ripping production of 347,670.27 tons/month and backhoe production of 347,670.7 tons/month. As for the 40 cm ripping spacing improvement, B2 coal fragmentation which is more than 20 cm is 1.58% with a bulldozer ripping production of 288,922.03 tons / month and backhoe production of 288,922.9 tons/month. Based on the results of the study, coal fragmentation of more than 20 cm has reached the Company's SOP, which is less than 2%, but the production target has not been reached, so efforts must be made to improve. The improvement effort is by adding a bulldozer and increasing the bulldozer work efficiency. Bulldozer production was obtained at 385,229.37 tons/month and backhoe production at 385,229.60 tons/month so as to reach the production target. Abstrak. Penambangan batubara pada PT X Site Banko Barat menggunakan Sistem Tambang Terbuka tipe Strip Mine dengan menggunakan peralatan mekanis. Untuk memberaikan batubara pada Pit 1 Timur menggunakan ripping dengan Bulldozer Komatsu D 375 A. Sedangkan untuk penggalian dan pemuatannya menggunakan Backhoe Komatsu PC 400 dan Backhoe Hitachi ZX 470 Lc. Adapun masalah pada perusahaan adalah banyaknya ukuran fragmentasi batubara hasil ripping yang lebih besar dari 20 cm yang tidak sesuai dengan spesifikasi grizzly dump hopper, sehingga harus ada pengecilan ukuran batubara kembali oleh backhoe sehingga produksinya semakin rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan spasi ripping bulldozer pada batubara sehingga akan menghasilkan fragmentasi batubara yang lebih kecil dibandingkan dengan ripping aktualnya dan pengaruh fragmentasi batubara terhadap produksi bulldozer dan backhoe. Penelitian meliputi pengambilan data cycle time ripping bulldozer, cycle time backhoe, waktu hambatan bulldozer, waktu hambatan backhoe, densitas batubara dan fragmentasi batubara. Dari data tersebut akan diketahui pengaruh dari spasi ripping bulldozer terhadap fragmentasi batubara yang dihasilkan serta pengaruh terhadap produksi bulldozer dan backhoe. Untuk target produksi batubara Pit Timur, Banko Barat adalah 360.000 ton/bulan. Spasi ripping bulldozer aktual adalah sebesar 80 cm dengan hasil fragmentasi batubara B2 yang lebih dari 20 cm adalah 11,36% dengan produksi ripping bulldozer sebesar 363.476,74 ton/bulan dan produksi backhoe sebesar 363.477,32 ton/bulan. Untuk spasi ripping perbaikan 60 cm dengan hasil fragmentasi batubara B2 yang lebih dari 20 cm adalah 3,05% dengan produksi ripping bulldozer sebesar 347.670,27 ton/bulan dan produksi backhoe sebesar 347.670,7 ton/bulan. Sedangkan untuk spasi ripping perbaikan 40 cm dihasilkan fragmentasi batubara B2 yang lebih dari 20 cm adalah 1,58% dengan produksi ripping bulldozer sebesar 288.922,03 ton/bulan dan produksi backhoe sebesar 288.922,9 ton/bulan. Berdasarkan hasil penelitian, fragmentasi batubara yang lebih dari 20 cm telah mencapai SOP Perusahaan yaitu kurang dari 2%, tetapi target produksinya tidak tercapai, sehingga harus ada upaya perbaikan. Adapun upaya perbaikannya adalah dengan menambahkan satu alat bulldozer dan meningkatkan efisiensi kerja bulldozer. Didapatkan produksi bulldozer sebesar 385.229,37 ton/bulan dan produksi backhoe sebesar 385.229,60 ton/bulan sehingga telah mencapai target produksi.
Rencana Produksi Pengangkutan Overburden Berdasarkan Pola Hujan di PT X Site Asam-Asam, Desa Riam Andungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan Abdulah; Maryanto
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.867 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i1.28

Abstract

Abstract. PT X is a subsidiary of PT Pama Persada which is engaged in coal mining by using an open pit system, so that its mining activities are very much needed in the weather. Based on production output data, monthly production targets are not achieved, displayed in 2018 and 4 months of which production targets are not achieved in May, August, September, and December. This causes erratic rain that can be canceled due to mining activities. That way it needs to be reviewed in determining production targets based on rain predictions. In this research an analysis is performed first, then data processing is performed using rain classification, traffic classification, and productivity calculation. The results of this study on the correlation analysis of the relationship between rain hours to rainfall, slippery, and rainfall intensity are all three influential, it's just that the effect is very strong based on the correlation test that is the rainfall intensity with a significant value <0.05 and the correlation value 0.704 is at intervals 0.61 - 0.80, including the strong correlation category. Then the results of rain hour forecasting in January 2019 are 71.25 hours, February 2019 is 53.92 hours, and in March 42.06 hours. For forecasting slippery time in January 2019 is 23.97, in February 2019 that is 18.18, and in March 2019 14.30 hours. Calculation of monthly production targets is based on forecasting rain hours, the results of forecasting production targets for 2019 in January are 1,205,331.64 BCM, February 1,106,561.46 BCM, in March 1,406,595.41 BCM. Keywords: Rain, Slippery, Rain Prediction, Productivity, Production Target. Abstrak. PT X merupakan anak perusahaan dari PT Pama Persada yang bergerak di bidang penambangan batubara dengan menerapkan sistem tambang terbuka (Surface Mining), sehingga dalam kegiatan penambangannya sangat bergantung pada keadaan cuaca. Berdasarkan data hasil produksi, tidak tercapainya target produksi perbulan, tercatat pada tahun 2018 terdapat 4 bulan yg tidak tercapainya target produksi yaitu pada bulan Mei, Agustus, September, dan Desember. Hal tersebut disebabkan keadaan hujan yang tidak menentu yang dapat menghentikan aktivitas kegiatan tambang. Dengan begitu perlu dilakukan pengkajian ulang dalam menentukan target produksi berdasarkan prediksi hujan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis korelasi terlebih dahulu, keudian dilakukan pengolahan data dengan menggunakan klasifikasi intensitas hujan, tahap peramalan, dan perhitungan produktivitas. Hasil dari penelitian ini pada analisis korelasi hubungan antara jam hujan terhadap curah hujan, slippery, dan intensitas hujan ketiganya berpengaruh, hanya saja nilai yang pengaruhnya sangat kuat berdasarkan uji korelasi yaitu intensitas hujan dengan nilai signifikan < 0,05 dan nilai korelasi 0,704 berada pada interval 0,61 − 0,80 termasuk kategori korelasi kuat. Kemudian hasil dari peramalan jam hujan pada bulan januari 2019 yaitu 71,25 jam, bulan februari 2019 yaitu 53,92 jam, dan pada bulan maret 42,06 jam. Untuk peramalan waktu slippery pada bulan januari 2019 yaitu 23,97, pada bulan februari 2019 yaitu 18,18, dan pada bulan maret 2019 14,30 jam. Perhitungan target produksi bulanan berdasarkan peramalan jam hujan, hasil peramalan target produksi tahun 2019 pada bulan Januari yaitu 1.205.331,64 BCM, bulan Februari 1.106.561,46 BCM, pada bulan Maret 1.406.595,41 BCM.
Rancangan Geometri Rencana Lereng Akhir Waste Dump terhadap Displacment Batuan Dasar Area Waste Dump PT X Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat Rana Antariksa D
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.304 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i1.29

Abstract

Abstract. PT X is a company engaged in the cement factory industry in West Java that uses an open-pit mining system with limestone mining. X is planning the location of waste dump placement using the in-pit dump method, so a safe and efficient final slope design is needed. For optimal stockpiling activities, slope geometry planning on the waste material dump needs to be carried out slope stability analysis. Slope stability is influenced by slope height, slope angle, rock mass strength, rock type, and groundwater level. The purpose of this research is to find out whether or not a slope is stably displayed in the Safety Factor (FK) value. Analysis process is carried out using the Finite Element Method and the Boundary Equilibrium Method. The analysis was carried out on bedrock and pile material. Analysis of bedrock using Finite Element Method in the Goa area in Sections A - B and C - D obtained SRF values ​​of 4.6 and 16 with a total displacement of 13,771 m and 6 m. In the area of ​​Mount Bindis Section E - F and G - H obtained SRF values ​​of 2.5 and 4.75 with a total displacement of 11.8 m and 3 m. Analysis of the embankment material in the Goa In areas with Sections A - B and C - D FK values ​​obtained = 2.11 and 1.56 and for Section C - D FK 2.62 and 1.94. In the Mount Bindis Area with sections E - F and G - H FK values ​​= 1.59 and for Section G - H FK values ​​= 2.31 and 1.57. The disposal obtained the amount of volume that will be accommodated in each area of ​​11,175,191.19 LCM and 74,749,919.45 LCM. Abstrak. PT X adalah perusahaan yang bergerak di industri pabrik semen di Jawa Barat yang menggunakan sistem penambangan terbuka dengan penambangan batu kapur. X sedang merencanakan lokasi penempatan pembuangan limbah dengan menggunakan metode pembuangan di dalam pit, sehingga diperlukan desain lereng akhir yang aman dan efisien. Untuk kegiatan penimbunan yang optimal, perencanaan geometri lereng pada tempat pembuangan bahan limbah perlu dilakukan analisis stabilitas lereng. Stabilitas lereng dipengaruhi oleh ketinggian lereng, sudut lereng, kekuatan massa batuan, jenis batuan, dan tingkat air tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemiringan secara stabil ditampilkan dalam nilai Safety Factor (FK). Proses analisis dilakukan dengan menggunakan Metode Elemen Hingga dan Metode Kesetaraan Batas. Analisis dilakukan pada material batuan dasar dan tiang pancang. Analisis batuan dasar menggunakan Metode Elemen Hingga di daerah Goa di Bagian A - B dan C - D memperoleh nilai SRF 4,6 dan 16 dengan total perpindahan 13,771 m dan 6 m. Di daerah Gunung Bindis Bagian E - F dan G - H diperoleh nilai SRF 2,5 dan 4,75 dengan total perpindahan 11,8 m dan 3 m. Analisis bahan timbunan di Goa Di daerah dengan Bagian A - B dan C - D nilai FK diperoleh = 2.11 dan 1.56 dan untuk Bagian C - D FK 2.62 dan 1.94. Di Wilayah Gunung Bindis dengan bagian E - F dan G - H nilai FK = 1,59 dan untuk Bagian G - H nilai FK = 2,31 dan 1,57. Pembuangan memperoleh jumlah volume yang akan ditampung di masing-masing area 11.175.191 LCM dan 74.749.919,45 LCM.
Redesign Geometri Lereng Penambangan Batugamping Kuari C di PT X Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat Guntur Indra Prahasta; Yuliadi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.169 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i1.30

Abstract

Abstract. PT X is a cement producer which has a limestone mine in Palimanan District, Cirebon Regency, West Java Province. In the Quarry C limestone mining area there has been an landslide that has resulted in the inoperation of mining activities in the area. This research was conducted on the slopes of the Quarry C mine which had experienced a landslide. This study aims to determine the causes of landslides that occur, determine the value of cohesion, deep friction angles and safety factors when landslides occur, and recommend safe slope geometry with the input parameters results of back analysis. In this study, to determine the type of avalanche that occurs is done with stereographic projections that refer to the criteria of the landslide Hoek and Bray, 1981. Data taken in the form of strike and discontinuous dip fields using a geological compass. The initial parameter input uses physical property test data to obtain the value of natural density and mechanical properties testing, namely the shear strength test to obtain the value of cohesion and deep friction angle, as well as the compressive strength test to get the modulus young and poisson ratio values. To find out the value of cohesion, the friction angle in the safety factor during a landslide is performed back analysis using the probability method. Based on the results of data processing and data analysis conducted, it can be concluded that the landslides that occurred in section C1 to section C3 were in the form of arc slides. The results of back analysis of landslides in sections C1 through section C3 are in the form of cohesion and friction angle during landslides, namely for claystone lithology (c = 129.3 kPa, Ø = 25.04o) and for Marly Limestone lithology (c = 80.17 kPa, Ø = 11.23o). For the recommended slope geometry in section C1 is α = 8 o, H = 37.265 m with FK = 1,299 and section C2 is α = 10 o, H = 44.712 m with FK = 1,313. Abstrak. PT X adalah salah satu produsen semen yang mempunyai tambang batugamping di Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pada area penambangan batugamping Kuari C telah terjadi longsoran yang mengakibatkan tidak bisa beroperasinya kegiatan penambangan di area tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kelongsoran yang terjadi, mengetahui nilai kohesi, sudut gesek dalam dan faktor keamanan saat terjadi longsor, serta merekomendasikan geometri lereng yang aman dengan input parameter hasil analisis balik. Pada penelitian ini, untuk mengetahui jenis longsoran yang terjadi dilakukan dengan proyeksi stereografi yang mengacu pada kriteria longsoran Hoek and Bray, 1981. Data yang diambil berupa strike dan dip bidang diskontinu menggunakan kompas geologi. Input parameter awal menggunakan data hasil pengujian sifat fisik untuk mendapatkan nilai natural density dan pengujian sifat mekanik yaitu uji kuat geser untuk mendapatkan nilai kohesi dan sudut gesek dalam, serta uji kuat tekan untuk mendapatkan nilai modulus young dan poisson ratio. Untuk mengetahui nilai kohesi, sudut gesek dalam faktor keamanan saat terjadi longsor dilakukan analisis balik dengan metode probabilitas. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa longsoran yang terjadi pada section C1 sampai dengan section C3 berupa longsoran busur. Hasil analisis balik kelongsoran di section C1 sampai dengan section C3 berupa nilai kohesi dan sudut gesek dalam saat terjadi longsor, yaitu untuk litologi claystone (c = 129.3 kPa, Ø = 25.04o) dan untuk litologi Marly Limestone (c = 80.17 kPa, Ø = 11.23o). Untuk geometri lereng yang direkomendasikan pada section C1 adalah α = 8 o, H = 37.265 m dengan FK = 1,299 dan section C2 adalah α = 10 o, H = 44.712 m dengan FK = 1,313.
Perencanaan Sistem Penyaliran dan Pemompaan pada Tambang Terbuka di PT X Desa Tegalega, Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat Mutiara Nur Fajryanti; Elfida Moralista
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.345 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i1.31

Abstract

Abstract. PT X is a mining company with open pit mining methods for andesite rocks. The implementation of open pit methods is inseparable from the problem of inclusion water of rainfall and groundwater seepage into the mining area (pit). This can lead to disruption of mining activities if not handled properly. In this case to cope with the incoming water at Pit in PT X requires some study. It deals with the large number of pumps needed to tackle the incoming water each day.The purpose of the research is to overcome the potential of water entering the Pit, by making diversion channels and to overcome water that already inside the Pit is handled by making sump and pumping system.The data used are 2014-2018 rainfall data, topographic maps, mine progress maps, land use maps, water velocity data, temperature and humidity data and soil condition and land conservation data. Pit has 4 Catchment Areas with each divided into 3 namely Catchment Area PIT, Catchment Area A, Catcthment Area B, Catcthment Area C with a total area of 26,28 Ha. The water runoff plan during the 10 years period. From these data the reults obtained amounted to 50,35 m3/day. Water discharge that enters from inside and outside the pit with a total discharge of 0,94 m3 /sec. Based on data that obtained the ways to prevent water entering the mining area can be minimized by creating a diversion channel. The first diversion channel made for prevent water entering the mining area that comes from Catchment Area A, the diversion channel made along 569 m from 300–270 mals. The second one made for prevent water from Catchment Area C with total length 756 m from 290–130 mals. So that the incoming water debit becomes as much as 0,53 m3/sec. Sump is place at an elevation 115 masl, volume of sump is 7.900 m3 with dimensions of surface length 43 m, surface width 50 m, the base length of the is 36 m, and the depth of 4 meters can accommodate the total volume of water. The pump used is a MFC 180 , with a total of 2 unit pump, the pumping hours are adjusted based on the incoming water debit per month. The highest pumping hour in November was 15.2 hours with a debit of 12,403.63 m3 / day and the lowest in May was 6 hours with a discharge of 4,896.17 m3 / day. Abstrak. PT X merupakan salah satu perusahaan pertambangan dengan menggunakan Sistem Tambang Terbuka dengan tipe Quarry untuk batuan andesit. Akan tetapi belum tersedianya sistem penyaliran tambang menyebabkan terjadinya banjir pada lokasi penambangan, sehingga mengganggu kegiatan penambangan terutama pada musim penghujan. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk menanggulangi potensi air yang masuk ke pit , maka dilakukan penanggulangan air dari luar pit dengan membuat saluran pengalihan dan penanggulangan air yang masuk ke dalam pit dengan sistem pemompaan dan kolam penampungan.Data yang digunakan merupakan data curah hujan tahun 2014-2018, peta topografi, peta kemajuan tambang, peta tataguna lahan, data kecepatan air, suhu dan kelembaban dan data kondisi tanah dan konservasi lahan. Pit memiliki 4 Catchment Area dengan masing-masing dibagi menjadi 4 yaitu Catchment Area PIT, Catchment Area A, Catchment Area B, Catchment Area C dengan total luasan sebesar 26,28 Ha. Curah hujan rencana dengan data curah hujan selama 10 tahun periode 2014-2018. Hasilnya adalah curah hujan rencana maksimum sebesar 50,35 mm/hari. Debit air yang masuk adalah dari dalam pit dan luar pit dengan total debit sebanyak 0,94 m3/detik. Dari hasil penelitian, saluran pengalihan dibuat pada dua lokasi yaitu untuk menangani Catchment Area A dengan total panjang saluran 569 m pada elevasi 300 -270 dan untuk menangani Catchment Area C dengan panjang 756 m pada elevasi 290 - 130. Sehingga debit air yang masuk menjadi sebanyak 0,53 m3/detik.Kolam penampungan dibuat dengan volume 7.900 m3,dengan dimensi panjang atas 43 dan panjang bawah 36 m, dengan lebar 50 m dan ketinggian 4 m. Pompa yang digunakan adalah 2 unit pompa Multiflow 180 dengan jam pemompaan disesuaikan berdasarkan debit air yang masuk perbulannya. Jam pemompaan tertinggi pada bulan November yaitu 15,2 jam dengan debit 12.403,63 m3/hari dan yang paling rendah pada bulan Mei yaitu 6 jam dengan debit 4.896,17 m3/hari.
Kajian Korosi Struktur Conveyor C Pada Tambang Batubara PT XYZ Di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi Mohamad Rifki Alghifari
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.293 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i1.142

Abstract

Abstract. Conveyor structure is a tool that is applied to the mining industry as a tool that supports the process of moving excavated materials such as coal. The structure of the conveyor is made of steel which is subject to corrosion. The disadvantage of corrosion is that it results in a reduction in the thickness of the conveyor structure. Therefore, it is necessary to control and monitor corrosion on the conveyor structure to be observed, so that corrosion can be controlled. The purpose of this study was to determine the type of corrosion, corrosion control methods, and thickness reduction. The methodology used in this study is measuring the thickness reduction of the conveyor structure. This research was conducted on a 60 meter long conveyor structure above ground level. Measurement of the thickness of the conveyor structure using the Ultrasonic Thickness Gauge TT 130 at 16 observation points. The environmental conditions in the research area are the air temperature in the range of 27oC-29oC, while the rainfall is in the range of 111.37-437.30 mm. The type of corrosion that occurs in the conveyor structure is uniform corrosion. In controlling this corrosion using a 3-layer coating method with a Seaguard 5000 primer coating, Sherglass FF intermediate coating, and aliphatic acrylic modified polyurethane top coating. Abstrak. Struktur conveyor adalah alat yang diaplikasikan pada industri pertambangan sebagai alat yang menunjang dalam proses pemindahan material bahan galian contohnya batubara. Struktur conveyor terbuat dari baja yang dapat mengalami korosi. Kerugian terjadinya korosi yaitu mengakibatkan pengurangan ketebalan struktur conveyor. Oleh karena itu, diperlukannya pengendalian serta monitoring korosi pada struktur conveyor yang akan diamati, sehingga korosi dapat dikendalikan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis korosi, metoda pengendalian korosi, dan pengurangan ketebalannya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengukuran pengurangan ketebalan struktur conveyor. Penelitian ini dilakukan pada struktur conveyor sepanjang 60 meter yang berada di atas permukaan tanah. Pengukuran ketebalan struktur conveyor menggunakan alat Ultrasonic Thickness Gauge TT 130 pada 16 titik pengamatan. Kondisi lingkungan di daerah penelitian yaitu temperatur udara kisaran 27 oC-29oC, sedangkan curah hujan kisaran 111,37-437,30 mm. Jenis korosi yang terjadi pada struktur conveyor adalah korosi merata. Dalam pengendalian korosi ini menggunakan metoda 3 lapis coating dengan primer coating Seaguard 5000, intermediate coating Sherglass FF, dan top coating aliphatic acrylic modified polyurethane.
Kajian Korosi Struktur Conveyor B Pada Tambang Batubara PT XYZ Di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Rizky Yulmansyah
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.836 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i1.143

Abstract

Abstract. Conveyor is one of the tools that is used to move excavated materials such as coal. Conveyor structure is made of carbon steel. However, the conveyor structure can experience a decrease in quality due to corrosion that occurs due to direct contact with coal impurities and its environment. This research was conducted on a conveyor structure consisting of 2 segments with 16 test points along 60 meters. This study aims to determine the type of corrosion, corrosion control conditions applied coating. Methodology in this research is measuring the thickness reduction of the conveyor structure. In this study, observations of environmental conditions include an average air temperature of 280C, an average rainfall of 233 mm and, relative humidity of 87%. The actual thickness measurement of the conveyor structure is using the Ultrasonic Thickness Gauge TT 130. Type of corrosion that occurs in the conveyor structure is uniform corrosion. The corrosion control method applied to the conveyor structure is the coating method. The applied coatings are primer coating using Seaguard 5000, intermediate coating using Sherglass FF and, top coating using Aliphatic Acrylic Modified Polyurethane. Abstrak. Conveyor merupakan salah satu alat yang digunakan untuk memindahkan material bahan galian seperti batubara. Struktur conveyor yang digunakan berbahan dasar baja karbon. Namun demikian struktur conveyor dapat mengalami penurunan kualitas yang diakibatkan oleh korosi yang terjadi karena kontak langsung dengan pengotor batubara dan lingkungannya. Penelitian ini dilakukan pada struktur conveyor yang terdiri dari 2 segmen dengan 16 test point sepanjang 60 meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis korosi, kondisi pengendalian korosi yaitu coating yang diaplikasikan. Metodologi dalam penelitian ini adalah pengukuran pengurangan ketebalan struktur conveyor. Pada penelitian ini, pengamatan kondisi lingkungan meliputi temperatur udara rata-rata 280C, curah hujan rata-rata 233 mm dan kelembapan relatif 87%. Pengukuran tebal aktual struktur conveyor dilakukan dengan menggunakan alat Ultrasonic Thickness Gauge TT 130. Jenis korosi yang terjadi pada struktur conveyor yaitu korosi merata. Metode pengendalian korosi yang diaplikasikan pada struktur conveyor yaitu metode coating. Coating yang digunakan adalah primer coating menggunakan Seaguard 5000, intermediate coating menggunakan Sherglass FF dan top coating menggunakan Aliphatic Acrylic Modified Polyurethane.
Identifikasi Karakteristik Peluruhan Hasil Peledakan Andesit berdasarkan Beberapa Prediktor pada Tunnel #4 Kereta Cepat Indonesia China di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat Aghrid Salsabiela
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.224 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i1.144

Abstract

Abstract. Blasting is commonly used in the activities of the excavation of hard rock not only in mining and quarrying, but also in the tunnel construction of the subway, highway, and dam construction. (Kuzu, 2008). Activities blasting produces a negative impact on the environment is that the vibration of the ground, the formation and characteristics of different rocks in the study area lead to the difference in the value of the vibration of the ground that is produced during the activities of blasting. Methods in the analysis of vibration of the soil are influenced by the scaled distance as well as the value of peak particle velocity, the relationship of the two will produce a value of the coefficient of decay and site exponent. The parameters that affect the vibration of the ground, namely the distance, the weight of the explosives, the type of wave shakes as well as the constant decay and site exponent. Analysis of the predictive value of peak particle velocity was found that all the predictors have differences with the actual data that is small, except in the predictor IS 6922 through predictor of the value of the correlation coefficient of the highest, but basically, the value of PPV predictions produced is very much different from the data PPV actual obtained. The Data that the resulting prediction shows that the model PPV results predicted by the regression power have a value that is very close to the value PPV actual compared with the predictions by the model or predictor of the other. Abstrak. Peledakan umumnya digunakan dalam kegiatan penggalian batuan keras tidak hanya di pertambangan dan penggalian, tetapi juga dalam konstruksi terowongan kereta bawah tanah, jalan raya, dan konstruksi bendungan. (Kuzu, 2008). Kegiatan peledakan menghasilkan dampak negatif terhadap lingkungan yaitu getaran tanah, pembentukan dan karakteristik batuan yang berbeda di daerah penelitian menyebabkan perbedaan nilai getaran tanah yang dihasilkan selama kegiatan peledakan. Metode dalam analisis getaran tanah dipengaruhi oleh jarak skala serta nilai kecepatan partikel puncak, hubungan keduanya akan menghasilkan nilai koefisien peluruhan dan eksponen situs. Parameter yang mempengaruhi getaran tanah yaitu jarak, berat bahan peledak, jenis getar gelombang serta peluruhan konstan dan eksponen situs. Analisis nilai prediksi kecepatan partikel puncak ditemukan bahwa semua prediktor memiliki perbedaan dengan data aktual yang kecil, kecuali pada prediktor IS 6922 melalui prediktor nilai koefisien korelasi tertinggi, tetapi pada dasarnya nilai Prediksi PPV yang dihasilkan sangat jauh berbeda dengan data PPV aktual yang didapat. Data prediksi yang dihasilkan menunjukkan bahwa model PPV hasil prediksi dengan kekuatan regresi memiliki nilai yang sangat mendekati nilai PPV sebenarnya dibandingkan dengan prediksi oleh model atau prediktor yang lain.
Analisis Kestabilan Terowongan Akibat Getaran Peledakan pada Konstruksi Development Terowongan #4 Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di Desa Sukajaya dan Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat Muhammad Izzat Ibrahim; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.42 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i1.230

Abstract

Abstract. The activities of the tunnel excavation conducted by PT. Fast train Indonesia China to meet the target length of the tunnel is by the method of blasting. The energy generated from the activities of blasting at the time of development will affect the stability of the tunnel. The purpose of this study is to determine the stability of the tunnel in conditions without support, with support, and the presence of blasting vibration factors. The method used in this research is by using the numerical methods by using the data the results of the investigation in the field, which is then carried out numerical modeling in two dimensions with the software Phase 2 using the finite element method (Finite Element Method). so that it will produce the value of the Major Stress (σ1), Minor Stress (σ3), Shear Strain, and the Total Displacement. The results of numerical modeling with the conditions prior to buffering at the tunnel Inlet was included into the category of stable, while at the tunnel Outlet, there are still the value of the safety factor low on the wall so it is still included into the category of unstable. When done buffering an increase in the value of the Safety Factor so that the tunnel in stable conditions. Abstrak. Kegiatan penggalian terowongan yang dilakukan oleh PT. Kereta Cepat Indonesia China untuk memenuhi target panjang terowongan (Tunnel) yaitu dengan metode peledakan. Energi yang dihasilkan dari kegiatan peledakan pada saat development akan mempengaruhi kestabilan terowongan. Sehingga penting dalam menjaga kestabilan terowongan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui kestabilan terowongan pada kondisi tanpa penyanggaan, dengan penyanggaan, dan adanya faktor getaran peledakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode numerik dengan menggunakan data hasil penyelidikan di lapangan, yang kemudian dilakukan pemodelan secara numerik dalam dua dimensi dengan perangkat lunak Phase 2 menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method). Sehingga akan menghasilkan nilai Tegangan Mayor (σ1), Tegangan Minor (σ3) dan Shear Strain dan Total Displacement. Hasil pemodelan numerik dengan kondisi sebelum dilakukannya penyanggaan pada terowongan Inlet masih termasuk ke dalam kategori stabil, sedangkan pada terowongan Outlet masih terdapat nilai faktor keamanan yang rendah pada bagian dinding sehingga masi termasuk ke dalam kategori tidak stabil. Ketika dilakukan penyanggaan adanya peningkatan nilai Faktor Keamanan sehingga terowongan dalam kondisi yang stabil.
Rencana Kegiatan Teknis dan Ekonomis Reklamasi Lahan Bekas Tambang Andesit di PT X Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat Iqbal Ismail
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.353 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i1.231

Abstract

Abstract. PT Lotus SG Lestari is a private mining company engaged in the mining of Andesite Quarry located in Cipinang Village, Rumpin District, Bogor Regency, West Java Province. With a total area of ± 105 Ha. One part of the mining industry is reclamation activities, where reclamation itself is a very mandatory thing to do, because ex-mining land activities can change the landscape and land use of an area. Reclamation is an activity that aims to improve or organize land that has been disturbed due to mining activities so that it can function and be useful according to its necessarily. The purpose of this research is to know the technical plan for land management, revegetation and care and maintenance in an area ex-andesite mining activities where reclamation activities will be carried out. Another objective of this activity is to find out the total cost required for the planned reclamation activity in terms of its economics. The plan for the technical scheme of reclamation to be reclaimed is implemented out from 2022-2026 with the reclamation area in accordance with the area being mined. The total area to be reclaimed is 5.0 Ha, at first stage of land management, there is mechanical equipment will be used such as Kobelco SK330 Excavator, FM260 JD - Hino 500 Dumptruck, and Komatsu D85PX-18 Bulldozer. At second stage revegetation (replantation) plants used are main plants in the form of Jabon plants (Neolamarckia cadamba), insert plants in the form of Banana trees (Musa acuminata) and cover crops in the form of Peanut (Mucuna bracteata). This reclamation technical plan will be continued until the last stage there is treatment and maintenance of revegetation plants so that plant growth can be optimal and the success of reclamation is 100%. Based on the result of this researches, it can be concluded that the Mining Business Permit (MBP) for the production operation activities of PT Lotus SG Lestari will expire in 2025 and will enter the last year of reclamation implementation. The total budget and cost for this reclamation plan is Rp 970.162.094,-. Abstrak. PT Lotus SG Lestari merupakan perusahaan tambang swasta yang bergerak pada bidang pertambangan Quarry Andesit yang berlokasi di Kampung Pabuaran, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Dengan luas wilayah keseluruhan ± 105 Ha. Salah satu bagian dari industri pertambangan adalah kegiatan reklamasi, di mana reklamasi sendiri adalah hal yang bersifat sangat wajib dilakukan, karena lahan bekas kegiatan penambangan dapat merubah bentang alam maupun tataguna lahan suatu wilayah. Reklamasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki atau menata lahan yang sudah terganggu akibat adanya kegiatan penambangan agar dapat berfungsi dan berguna sesuai peruntukannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui rencana teknis penataan lahan, revegetasi serta perawatan dan pemeliharaan pada suatu area bekas kegiatan penambangan batu andesit yang akan dilakukan kegiatan reklamasi. Tujuan lain dari kegiatan ini, yaitu untuk mengetahui total biaya yang dibutuhkan untuk rencana kegiatan reklamasi ditinjau dari sisi keekonomisannya. Rencana skema teknis penataan lahan yang akan direklamasi dilakukan dari tahun 2022-2026 dengan luas area reklamasi sesuai dengan luas area yang dilakukan penambangan. Luas total yang akan direklamasi 5,0 Ha. Pada tahapan penatagunaan lahan akan digunakan peralatan mekanis berupa Excavator Kobelco SK330, Dump Truck Hino 500 - FM260JD, dan Bulldozer Komatsu D85PX-18. Pada tahapan revegetasi tanaman yang digunakan antara lain, yaitu tanaman pokok berupa tanaman Jabon (Neolamarckia cadamba), tanaman sisipan berupa pohon Pisang (Musa acuminata) dan tanaman penutup berupa tanaman Kacang-kacangan (Mucuna bracteata). Rencana teknis reklamasi ini akan dilanjutkan hingga tahapan perawatan dan pemeliharaan tanaman revegetasi agar pertumbuhan tanaman dapat optimal dan tercapainya keberhasilan reklamasi sebesar 100%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk kegiatan operasi-produksi PT Lotus SG Lestari akan berakhir pada tahun 2025 dan akan memasuki tahun terakhir pelaksanaan reklamasi. Adapun anggaran total biaya rencana reklamasi ini dibutuhkan sebesar Rp 970.162.094,-.